I Know You Idiot but It’s Not Idiom – Angelina Triaf

know

Angelina Triaf ©2016 Present

I Know You Idiot but It’s Not Idiom

Kim Hanbin/B.I (iKON) & Lee Sungkyung/Biblee (Model) | Fluff | G | Vignette

“Sore itu langit membiru, hatiku kelabu, dunia membeku.”

0o0

Sebenarnya Sungkyung sangat malas jika harus ke perpustakaan bersama dengan makhluk semacam Hanbin. Tidak, bukannya ia akan memakan pinggiran meja atau apa, hanya saja Hanbin ini orangnya cepat bosan ketika melihat banyaknya tumpukan buku di rak-rak dengan tinggi menjulang yang menyebalkan itu.

Hah, Hanbin benar-benar membuat telinga Sungkyung sakit mendengar rengekannya yang seperti bayi itu.

“Kyung-ah, ayo pulang.”

Shireo.”

Gadis cantik itu masih berkutat dengan buku dalam genggamannya, mengabaikan eksistensi suara Hanbin yang ia atur sedemikian rupa. Berlaga keren; sudah, berlaga imut; sudah, sampai merajuk dengan gaya yang norak abis pun telah Hanbin lakukan demi membujuk Sungkyung agar setidaknya cepat keluar dari tempat mengerikan ini―hanya Hanbin yang bisa bilang jika perpustakaan adalah tempat yang mengerikan.

“Sayang―”

“Simpan rayuanmu dan diamlah, Hanbin. Lebih baik kau baca saja salah satu buku di sini.”

Telak, Hanbin seperti ditolak mentah-mentah―bukan seperti, tapi ia memang ditolak. Menghela napas, akhirnya Hanbin memutuskan untuk memainkan ponsel layar sentuhnya. Terpampang zombiezombie kecil yang tengah memakan labu di layarnya, lalu setelahnya tulisan game over berwarna merah darah. Hanbin kalah di level satu.

Kesal dengan hal itu, Hanbin pun melempar ponselnya di antara tumpukan buku di hadapannya. Bosan semakin memenjarakannya, dan sepertinya matanya berkunang-kunang karena terlalu lelah memerhatikan berbagai macam buku di sekitarnya. Dalam hati ia menyesal karena mengiyakan ajakan Sungkyung.

Habisnya bagaimana? Hanbin kira Sungkyung akan mengajaknya kencan di tempat yang menyenangkan atau setidaknya jika memang gadis itu ingin belajar bisa saja ia hanya perlu meminjam buku lalu membawanya ke kafe langganan mereka. Setidaknya Hanbin bisa mengusir bosan dengan suasana kafe yang ramai ditemani es krim stoberi kesukaannya.

“Lee Sungkyung…”

Jika Hanbin sudah memanggilnya begitu maka Sungkyung tahu jika kekasihnya ini sudah hampir menyentuh batas kesabarannya. Memilih mengalah, akhirnya gadis itu menandai bukunya dan menoleh ke samping kanannya, menatap Hanbin lekat.

“Sayang, kau tahu kan jika besok aku ada ujian? Tolong mengertilah.”

Menyerah bukan berarti Sungkyung lantas meninggalkan bukunya begitu saja. Hanya dengan satu panggilan sayang serta nada bicara yang lembut, Hanbin langsung terdiam sampai lupa bagaimana cara untuk mengedipkan matanya. Singkat cerita, Hanbin terpesona sampai melupakan jika tadi ia sempat kesal dengan Sungkyung. Pesona gadis cantik memang luar biasa.

Hening kembali menguasai waktu. Hanbin yang telah sadar dari keterpesonaannya beberapa menit lalu kembali tak nyaman dalam duduknya. Haruskah ia mengikuti saran Sungkyung dengan ikut membaca juga?

Baiklah, kewarasannya telah dikalahkan oleh rasa cinta dan pengertiannya pada sang kekasih. Hanbin mengambil satu buku sastra terdekat, membuka lembar demi lembarnya dengan malas. Ia itu seperti anak kecil yang lebih menyukai buku bergambar ketimbang buku yang hanya berisikan tulisan-tulisan panjang yang berpotensi membuat matanya sakit selama seminggu―ini serius.

Matanya terpikat oleh satu halaman yang berisikan roman abad sembilan belas. Biasanya Hanbin tak pernah seserius itu membaca buku―tidak, bahkan di kelas ia lebih sering tidur. Tapi entah kenapa kalimat-kalimat di dalamnya menarik perhatian Hanbin.

Satu jam berikutnya pun Hanbin masih asyik dengan bukunya, membuat Sungkyung yang telah menyelesaikan belajarnya pun sampai bingung dengan polah anak satu itu. “Hanbin-ah, ayo pulang,” ajak Sungkyung sembari merapikan tasnya dan juga memegang dua buku yang akan ia pinjam untuk dibaca di rumah.

“Nanti dulu, Nuna.”

What the―”

Kali ini Sungkyung menatap Hanbin horor. Ada apa dengan anak ini? Bukankah tadi ia sendiri yang merengek ingin cepat keluar dari sini? Tapi kenapa sekarang ia malah masih betah membaca buku dalam genggamannya dan terlebih lagi memanggilnya Nuna?

Oh ya, bahkan Sungkyung sampai lupa jika Hanbin ini lebih muda darinya. Efek tubuh tinggi dan wajah tua milik Kim Hanbin.

Tapi bukankah Hanbin sendiri yang menolak memanggilnya Nuna karena dirasanya Sungkyung lebih kecil darinya? Dasar aneh.

“Kau sedang baca apa, sih?”

Penasaran, Sungkyung mendekatkan duduknya pada Hanbin, mendapati beberapa baris kalimat roman yang membuatnya ingin muntah.

Sungkyung memang kuliah Sastra, ia memang memelajari Sastra dan diwajibkan untuk mengerti segala hal berbau Sastra. Namun tetap saja, memelajari Roman Lama adalah hal yang paling dibencinya. Seorang Lee Sungkyung sangat menghindari yang namanya materi itu, bahkan sempat terancam hampir tidak lulus ujian hanya karena empat puluh persen materi yang keluar berupa roman. Sebegitu mengerikannyakah?

“Kyung-ah, apakah kau juga memelajari ini di kampus?” tanya Hanbin dengan mata seolah-olah memancarkan cahaya. Nampaknya Sungkyung telah memberikan saran yang salah pada Hanbin―menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

“Hanbin-ah, ayo pulang―”

“Kau harus dengar yang ini; Sore itu langit membiru, hatiku kelabu, dunia membeku. Bukankah idiom ini sangat bagus?!”

Berbanding terbalik dengan Hanbin yang kegirangan, Sungkyung hanya bisa menepuk keningnya karena malas meladeni polah kekanakan Hanbin saat ini. Menghela napas untuk meredakan emosi, Sungkyung tersenyum manis menatap Hanbin yang menunggu komentarnya.

“Hanbin sayang, aku tahu kau itu idiot, tapi yang kau pegang itu buku Roman Lama dan bukannya buku Idiom.”

Uh, ucapannya yang manis itu bertolak belakang dengan isi kalimatnya yang langsung menusuk tepat di hati Hanbin. Sungkyung masih memasang wajah manisnya, namun Hanbin hanya terdiam.

“Dan walaupun langit itu biru, lalu hatimu menjadi kelabu, aku tak mau berubah menjadi batu di sini hingga berdebu. Ayo pulang, Hanbin-ah.”

Ah, satu rama yang bagus dari Lee Sungkyung.

Tapi Sungkyung sebenarnya agak tidak enak juga melihat hanbin yang terdiam. Apakah kata-katanya tadi ada yang membuat Hanbin kesal atau sakit hati?

“Hanbin…”

Tapi seorang Lee Sungkyung sangat pantang untuk menurunkan harga dirinya yang jauh lebih tinggi dari tubuhnya itu demi minta maaf duluan. Maka dari itu untuk menutupi rasa tidak enaknya Sungkyung malah memeluk lengan Hanbin sambil terus meminta pulang seperti yang sebelumnya Hanbin lakukan.

Until she suddenly stop her whining begitu merasakan pipinya yang dicubit cukup kuat, membuatnya ganti berteriak minta untuk dilepaskan. “Ya!”

“Kau itu lucu,” ucap Hanbin di tengah-tengah tawanya, lalu kembali mencubiti pipi Sungkyung tanpa ampun.

Ya, Hanbin―”

“Gadis idiot mana yang mau menerima seorang idiot ini untuk jadi kekasihnya? Dasar idiot.”

Belum sempat Sungkyung memukul Hanbin namun pemuda itu telah berlari menuju meja register dengan buku dalam genggamannya. Hanbin benar-benar akan membaca buku roman itu di rumah, bisa dibayangkan bagaimana nantinya Hanbin akan berucap di kemudian hari.

“Untuk apa kau bawa buku itu?!” teriak Sungkyung kemudian, melupakan fakta bahwa dirinya sedang berada dalam perpustakaan. Untungnya hari ini tak banyak orang yang datang sehingga tak ada yang memprotes teriakannya barusan.

“Untuk merayumu!”

Oh, sungguh jawaban paling norak yang pernah Sungkyung dengar seumur hidupnya. Walaupun begitu, Sungkyung diam-diam tersenyum kecil melihat punggung Hanbin yang kini berdiri tepat di depan meja register. Tak terbayang bagaimana nantinya kencan mereka yang mungkin hanya dipenuhi rayuan Hanbin dengan bahasa-bahasa tingkat dewa yang mampu membuat Sungkyung muntah.

Benarkah begitu? Justru sebaliknya mungkin Sungkyung akan menjadi suka dengan pelajaran yang satu itu.

Karena Hanbin yang mengajarkannya.

FIN

8 responses to “I Know You Idiot but It’s Not Idiom – Angelina Triaf

  1. Uhh lee sung kyung itu pemeran latar du cheese in the trap kan? Yg perannya egois itu.. Dan yeah she’s such older than hanbin 😐😐 ’90 sama ’96

  2. haahaha.. sukaa nih ceritanya.. lee sung kyung juga main di it’s okay it’s love, jadi pacarnya kwangsoo.. hahaha
    suka hanbin, suka sung kyung, suka author nim.. kereen

  3. Hanbin emang bodoh sih.. Eh?/ *dicubitJiwon
    Dia bhakan g bisa bedain jenis hewan dan g tau nama presiden pertama korea 😂😂 emng lee sungkyung main jadi peran apa di cheese in the trap?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s