Head Over Heels

image1-1

Kyungsoo's Version of Berjuta Rasanya The Series

D.o Kyungsoo, Original Cast, Exo member
Comedy, Romance
 © vanillacocolate

Setiap manusia memiliki sifat ataupun perangainya masing-masing.

Ada yang cerewet, ada yang pendiam. Ada yang ceroboh, ada yang selalu berhati-hati di setiap langkahnya. Ada yang bawaannya tenang-tenang saja, ada juga yang hidupnya serba terburu-buru. Ada yang senang menceritakan apa yang sedang dirasakan kepada orang-orang kepercayaan, ada pula yang lebih senang untuk tetap menyimpannya seorang diri di dalam hati.

Dan di antara berbagai macam tipe-tipe manusia yang tadi disebutkan, beberapa diantaranya memiliki kolaborasi dari sifat-sifat yang ada. Tenang, tak banyak bicara dan cenderung lebih senang memperhatikan setiap gerak-gerik yang ada di kehidupan.

D.o Kyungsoo salah satunya.

Dari kesembilan sahabat-sahabatnya, pemuda itulah yang paling tidak banyak bicara. Orang-orang yang belum mengenal Kyungsoo pasti berfikir kalau hidup pria itu lempeng-lempeng saja. Saking lempengnya, ekpresinya pun ikut lempeng. Tak berekspresi, lebih tepatnya. Terkesan cuek.

Seperti sekarang ini, misalnya. Mahasiswa Kedokteran yang baru saja memasuki masa koasnya itupun, lebih memilih untuk menenggelamkan diri di dalam setiap barisan kata pada buku yang saat ini ia genggaman. Dibandingkan harus mendengar ocehan Lay soal makhluk imaginasi kesayangannya, si Unicorn. Atau Chanyeol tentang pertemuannya dengan si Mantan Kekasih—Jingga saat berlibur di Italia. Ataupun Sehun tentang Kaekae-nya yang ingin ia jadikan gantungan kunci. Saking imutnya, katanya.

Dan juga Byun Baekhyun yang sedari tadi terlihat uring-uringan. Yang baru Kyungsoo ketahui alasannya dikarenakan pria itu sedang patah hati. Oh, Kyungsoo baru tahu kalau Playboy bisa patah hati juga rupanya.

Ya, beginilah kegiatan Kyungsoo dan sahabat-sahabatnya setiap ada waktu luang. Berkumpul di gerai kopi favorit mereka, memperbincangkan apa saja yang ingin mereka bicarakan. Tetapi kali ini minus Suho, Jongin, Xiumin dan Chen.

Jujur, sebenarnya Kyungsoo tidak tahu-menahu soal cinta. Lebih tepatnya, dia belum pernah merasakannya. Kyungsoo hanya tidak ingin ambil pusing tentang perempuan. Bagi Kyungsoo, cinta urusan belakangan. Yang ada di kepala pemuda itu saat ini hanyalah bagaimana caranya agar ia dapat dengan lancar menjalani masa koasnya lalu di kemudian hari menjadi seorang dokter yang sebenar-benarnya.

Seumur-umur, Kyungsoo tidak pernah berhubungan dengan perempuan mana—

“Kyungieee, my love!” Dan teriakan seorang gadis sukses membuyarkan semua pemikiran-pemikiran Kyungsoo di cerita ini.

Oke. Kyungsoo lupa yang satu itu.

Seumur-umur, Kyungsoo tidak pernah berhubungan dengan perempuan manapun. Kecuali keluarga atau kerabat dekatnya. Dan… aduh bagaimana, ya? Sebenarnya Kyungsoo juga malas mengatakan ini. Tapi, yang satu itu juga susah kalau mau dihindari.

Namanya Caramel. Atau sering dipanggil Carra.

Iya. Namanya lucu. Manis-manis bagaimana gitu. Seperti gula caramel yang dulu sering Kyungsoo makan. Tapi berbanding terbalik dengan kelakuannya. Kyungsoo sering pusing dibuatnya. Habis, gadis itu selalu membuntuti Kyungsoo di manapun ia berada. Bahkan si Gadis sudah mulai mengikuti Kyungsoo sedari dulu, sejak mereka masih sama-sama memakai popok.

Kata Ibu Kyungsoo, dulu Carra sering mengekori-nya sampai menarik-narik ujung kaos milik Kyungsoo hanya untuk memberikan pemuda itu cokelat kesukaannya.

Atau saat Carra jatuh dan lututnya terluka karena ikut-ikutan Kyungsoo belajar naik sepeda.

Kyungsoo pikir, Carra akan berhenti mengikutinya saat mereka beranjak dewasa. Tapi nyatanya Kyungsoo salah duga. Buktinya, hari ini gadis itu berada di sini. Masih dengan rutinitas biasanya mengikuti Kyungsoo setiap hari.

Kyungsoo sebal. Dia terpaksa menghentikan kegiatan membacanya. Konsentrasinya buyar sudah.

Bahkan, sedari tadi sahabat-sahabatnya sudah menahan tawa. Dan Kyungsoo menghadiahkan mereka sebuah pelototan yang sukses membuat bola mata bulatnya itu seperti hendak keluar.

“Aku rasa, aku harus segera pergi.” ucap Kyungsoo tanpa basa-basi pada sahabat-sahabatnya. Lalu pemuda itu segera beranjak bahkan sebelum Carra sampai di meja mereka.

Carra yang melihat itu pun hanya bisa berteriak ling-lung memanggil nama Kyungsoo yang tengah berlalu agar menunggunya. Tapi apa daya, Kyungsoo tetap tak menghiraukannya.

Tapi Carra tak mau kalah, gadis itu berlari kecil mengikuti kemana Kyungsoo melangkah.

“Kyungieeee! Kyungieeee!”

Tetap Kyungsoo hiraukan panggilan itu. Pemuda itu terus berjalan bahkan tanpa melihat ke belakang.

 “Astaga cepat sekali jalannya”, gerutu Carra pada dirinya sendiri.

“Hey! Kyungsoo, My Love! Tunggu aku!”, teriak gadis itu sekali lagi. Dan lagi-lagi tetap dihiraukan oleh Kyungsoo.

Gadis itu terus berlari kecil, berusaha menyusul Kyungsoo. Ingin menyamakan langkahnya dengan pemuda itu. Tetapi sesuatu menghentikannya. Carra tersandung, dan tubuh gadis itu sukses membentur bumi.

“Aww!” Ia meringis. Lutut dan telapak tangannya pun tergores. Ada rasa perih di daerah yang terluka itu. Apalagi di hati. Saat Carra melihat punggung Kyungsoo semakin menjauh dari tempatnya terjatuh. Tidak perdulikah ia? Gadis itu terisak kecil lalu berusaha berdiri.

Dan tiba-tiba sebuah tangan terulur membantunya. Carra menengadah. Dan dia di sana.

“Kan sudah pernah kubilang jangan berlari”.

“Kau yang membuatku berlari!”, ucap Carra masih dengan isakkan kecilnya.

Pemuda yang diajak bicara oleh Carra pun tak menjawab lagi. Ia sibuk membantu gadis itu berdiri dan membersihkan kotoran-kotoran di sekitar luka Carra. Sesekali meniupnya.

“Bisa jalan tidak?”

Caramel tidak menjawab. Tapi gadis itu mengangguk. Lantas Kyungsoo menarik tangan Caramel dan menggenggamnya. Menautkan jemari mereka yang anehnya sangat pas. Dan membawa gadis itu berjalan bersisian dengannya.

Caramel memang terkadang menyebalkan, tapi entah mengapa Kyungsoo tidak bisa membenci gadis itu. Ada kalanya Caramel membuat Kyungsoo sebal, tapi Kyungsoo tidak bisa berlama-lama menghiraukan si Manis. Entahlah. Mungkin tidak tega.

“Kau tahu? Kau harus benar-benar mulai berhenti mengikutiku”.

“Memangnya kenapa?”

“Kau harus fokus dengan kuliahmu dan mencari laki-laki yang akan menjadi pasanganmu nantinya. Plus yang bisa melindungimu juga.”

“Buat apa? Kan ada kau.”

“Aku tidak bisa terus-menerus menjagamu. Tugasku hanya akan menjagamu sampai kau menemukan laki-laki yang tepat itu dan menikah.”

“Tapi aku cuma mau menikah denganmu.”

“Tidak bisa.”

“Kenapa tidak bisa?”

“Ya hanya tidak bisa saja.”

“Huh! Dasar aneh. Baiklah, tapi kalau aku menikah dengan laki-laki lain jangan menyesal, ya!”

Lantas Kyungsoo menanggapi kalimat penutup itu dengan senyuman tipis di bibirnya dan tautan jemari yang semakin mengerat. Di tengah mentari yang mulai tenggelam di balik gedung-gedung pencakar langit dan gumpalan awan yang dibalut warna jingga.

Oh, ini ulah Semesta. Semesta punya caranya sendiri dalam mempertemukan dua anak manusia.

 Tanpa Kyungsoo sedari, Semesta tengah memulai aksinya bahkan sejak pertama kali ia dan Caramel bertemu.

END

A/N: Kalau kalian sudah pernah baca berjuta rasanya versi Sehun dan Chanyeol, pasti kalian tahu yang dibicarain Kyungsoo dan teman-temannya wkt di gerai kopi di cerita ini wk. Nah, kalau yg soal Baekhyun patah hati itu juga bakalan jadi cerita berjuta rasanya versi Baekhyun. Nantikan ya! wkwk. Bagi yang belum baca, bisa visit personal wp ku di www.andwhenitrain.wordpress.com

7 responses to “Head Over Heels

  1. Ucul deh ceritanya, karakter OC nya yg km bikin selalu aja gemesin tam, suka dehh
    Iya td ngeh juga pas baca part sehun sm chanyeol yg sama* ketemu mantannya td hehe
    Jd gasabar nunggu partnya baekhyun, semangat terus ya tamii pokonya !! 😘😘😘

  2. Selalu gemesh klo kyungsoo tuh sifatnya sama seperti yg kita rasain gitu diem gak bnyak omong tp dia tetep baik dan mature huhuhu makin klepek2 nih :p Yakin nih gak kenapa2 klo Cara ketemu cowok lain, ntar patah hati kan cinta siapa tau? Hihihihi thankyou buat ff kerennya. Keep writing:-D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s