THE SECRET [PROLOG]

the secret

By Junsihye

Staring by:

Kang Seulgi (RV) | Son Wendy (RV) | Bae Irene (RV) | Kim Jong In (EXO) | Byun Baekhyun (EXO) | Kim Seok Jin (BTS) | Park Sooyoung a.k.a Joy (RV) | Kim Yerim (RV)

Mystery, Friendship, Romance

Rating : PG-15

Disclaimer : This story based from author’s mind. I have not own the characters. Don’t be plagiarism

“Jadi, siapa yang tega membunuhnya?”

[Intro Characters]

PROLOG

Yeoboseyo!” ucap Seulgi setelah menerima panggilan yang masuk ke ponselnya. Nyonya Bae meneleponnya. Tidak biasanya ibu Irene meneleponnya seperti ini. Mungkin ada sesuatu yang harus dibicarakannya. Atau menanyakan tentang keberadaan Irene.

“Seulgi-ya…, hiks,” ucap Nyonya Bae dari sebrang sana. Dia seperti sedang terisak.

Ne, ada apa bibi? Apa bibi baik-baik saja?” tanya Seulgi khawatir.

“Sesuatu terjadi pada Irene, kau harus kesini secepatnya,” jawab wanita paruh baya itu disela-sela tangisanya.

“Oh, bibi sedang dimana?”

“Rumah sakit.”

“Baiklah aku akan kesana bersama Wendy secepatnya,” ucap Seulgi lalu buru-buru menutup teleponnya.

Seulgi langsung menyambar dompet dan kunci mobilnya. Dia tidak peduli dengan pakaiannya yang masih menggunakan baju tidur. Dia bahkan tidak menyisir rambutnya yang sedikit berantakan karena telah tertidur sebelum Nyonya Bae meneleponnya.

Mobil yang dikendarai Seulgi melaju dengan sangat cepat. Sambil menyetir dia menghubungi Wendy, memberi tahu gadis itu untuk bersiap-siap di depan rumah karena Seulgi akan segera menjemputnya. Setelah beberapa menit, Seulgi sudah berada di depan rumah Wendy. Gadis yang sudah setia menunggu Seulgi itu langsung naik ke mobil mewah yang sudah terparkir di depan rumahnya.

“Ada apa dengan Irene?” tanya Wendy begitu Seulgi menancap pedal gas mobilnya.

“Aku tidak tahu, lebih baik kita buru-buru ke rumah sakit,” jawab Seulgi tanpa mengalihkan fokusnya dari jalanan.

Sesampainya di rumah sakit, Seulgi dan Wendy bertemu dengan Nyonya Bae yang sedang terisak. Seulgi yang belum tahu apa yang terjadi pada Irene pun merasa ingin menangis melihat keadaan Nyonya Bae sekarang ini.

“Bibi, Irene tidak apa-apa kan?” tanya Seulgi meskipun firasatnya mengatakan bahwa Irene tidak sedang dalam keadaaan baik-baik saja.

“Irene sudah tidak ada. Baru saja dokter keluar dan mengatakan kalimat itu,” jawab Nyonya Bae sambil memeluk Seulgi.

“T-tidak ada? Mana mungkin bisa begitu, tadi siang Irene masih berkumpul bersama kami, iya kan Wendy?” ucap Seulgi tidak percaya. Air matanya terjatuh menyusuri pipi mulusnya yang tidak dipoles make up sedikitpun.

“Iya! Dokter tadi mungkin salah. Irene pasti sedang pingsan saja sekarang, dia tidak meninggal,” ucap Wendy dengan suara yang parau dan senyum yang dipaksakan ketika air matanya menetes.

Semua yang ada disana sibuk mengontrol air mata masing-masing. Seulgi dan Wendy masih tidak tahu kenapa Irene bisa sampai seperti ini. Irene tidak pernah menderita penyakit mematikan sebelumnya. Jadi kenapa Irene bisa meninggal secara tiba-tiba seperti ini? Tapi Seulgi dan Wendy belum mempertanyakan hal penting itu pada Nyonya Bae. Mereka masih belum bisa berpikir jernih. Yang ada di otak mereka hanyalah kenangan-kenangan bersama Irene.

“Aku kira Irene masih bisa di selamatkan,” ujar Nyonya Bae. Namun tidak mendapat tanggapan dari Seulgi maupun Wendy. Kedua sahabat Irene itu masih berusaha menenangkan diri mereka masing-masing.

“Kita akan melakukan pemakaman besok, sebaiknya kalian pulang sekarang,” ucap Nyonya Bae sambil menghapus air mata yang membanjiri wajahnya.

“Bolehkah aku melihat Irene terlebih dahulu?” tanya Seulgi. Nyonya Bae mengangguk. Seulgi dan Wendy memasukki ruangan UGD untuk melihat jasad Irene. Pihak rumah sakit belum memindahkan tubuh indah itu ke kamar mayat. Lagi pula, sebentar lagi keluarga Bae akan membawa jasad itu ke rumah mereka.

Seulgi menatap miris tubuh kaku milik Irene. Wajahnya penuh lebam, begitupun pada tangan dan kakinya. Tapi aura cantik dari tubuhnya masih terpancar. Wendy mengelus surai berwarna coklat Irene. Sementara Seulgi sibuk menghapus air matanya dan berusaha untuk tidak mengeluarkan suara berisik akibat tangisannya.

“Kenapa wajahmu yang cantik jadi seperti ini? Irene-ah bangunlah dan ceritakan pada kami apa yang telah terjadi,” ucap Wendy pelan.

“Wendy, dia tidak mungkin bangun,” ucap Seulgi menepuk bahu Wendy.

“Dia hanya beristirahat sebentar Seulgi, dia akan bangun beberapa jam lagi.” Wendy semakin menggila. Gadis keturunan Kanada ini belum bisa menerima kepergian sahabatnya.

Seulgi meletakan kedua tangannya di bahu Wendy. Gadis itu memaksanya untuk pergi dari ruangan UGD itu. Seulgi takut Wendy akan melakukan hal aneh dan akan mengganggu kenyamanan di rumah sakit ini.

Kajja, sebaiknya kita pulang!” ucap Seulgi sambil menyeret Wendy.

“Bibi kami pulang dulu, besok kami akan datang ke pemakaman Irene.” Seulgi membungkukkan badanya Sembilan puluh derajat. Namun tidak begitu dengan Wendy. Dia hanya berpandangan kosong dan tak tahu harus berbuat apalagi.

28 Juni 2015, Hari Pemakaman Irene

Seulgi sudah siap dengan pakaian serba hitamnya. Setelah sampai di kediaman keluarga Bae, gadis itu menghampiri Nyonya Bae untuk menanyakan sesuatu yang mengganjal dipikirannya sejak malam.

“Bibi, a-apa penyebab kematian Irene?” tanya Sulgi sedikit gugup.

“Menurut saksi mata yang ada di tempat kejadian, Irene bunuh diri dengan cara meloncat dari jembatan penyebrangan jalan lalu tertabrak mobil,” jelas Nyonya Bae.

Seulgi tidak dapat menyembunyikan rasa tidak percayanya. Pasalnya, tidak ada alasan yang kuat kenapa Irene bisa melakukan hal bodoh seperti itu.

“Itu tidak mungkin! Irene bunuh diri itu mustahil!”

“Bagaimana jika kita meminta polisi menyelidiki kematiannya?” Wendy tiba-tiba menghampiri mereka dengan mata bengkak. Dia pasti menangis sepanjang malam.

“Tidak ada gunanya melakukan penyelidikan, Irene tidak akan bisa hidup lagi dengan melakukan penyelidikkan,” ujar Nyonya Bae putus asa.

“Tapi setidaknya kita bisa tahu apakah Irene benar-benar bunuh diri atau suatu hal lain telah terjadi,” ucap Wendy memberi alasan terhadap usulannya tadi.

“Jika hasil penyelidikkannya menyatakan Irene murni bunuh diri? Sudahlah, aku tidak ingin diadakan penyelidikkan. Aku hanya berharap Irene tenang dialam sana.”

Wendy menghela napas, ia hendak mengeluarkan beberapa kalimat lagi dari mulutnya. Namun Seulgi menahannya. Dia tidak ingin mereka beradu mulut lebih jauh lagi. Disini sedang banyak orang yang melayat, termasuk murid-murid dari sekolah mereka sekarang.

Setelah beberapa menit memperhatikan orang-orang yang datang. Seulgi baru teringat sesuatu. Dimana Kim Jong In? Kenapa sampai sekarang dia belum datang? Seingatnya, Wendy telah mengirim pesan pada Jong In mengenai kematian Irene ini.

Seulgi mengeluarkan ponselnya. Dia menekan kombinasi nomor telepon Jong In untuk menghubunginya. Beep. Lama sekali Seulgi mendengar nada itu, tapi Jong In belum kunjung menjawab panggilan Seulgi.

Jong In, kau dimana?

“Seulgi kajja, kita harus berangkat untuk menguburkan Irene sekarang,” ucap Wendy ketika melihat Seulgi masih berkutat dengan ponselnya.

“Oh, Wendy-ah apa kau melihat Jong In?” tanya Seulgi.

Ah, benar juga! Dimana lelaki itu?

“Aku belum melihatnya,” jawab Wendy seadanya.

“Apa mungkin dia tidak akan datang karena kemarin Irene memutuskan hubungan mereka?”

Wendy menaikkan satu alisnya. Jong In bukan tipe orang seperti itu. Tapi perkataan Seulgi bisa juga benar. Entahlah

“Mungkin dia hanya terlambat, sudahlah.” Seulgi menarik tangan Wendy untuk segera pergi.

Setelah pemakaman selesai Jong In belum juga datang. Apakah hanya karena putus cinta Jong In tidak mau menghadiri pemakaman Irene. Oh, itu sangat keterlaluan. Seulgi dan Wendy sudah mencoba menghubungi lelaki itu berkali-kali, namun hasilnya nihil. Jong In membuat Seulgi dan Wendy merasa jengkel karena sikapnya. Jengkel? Mungkin mereka berdua akan membenci Jong In setelah ini.

###TBC

8 responses to “THE SECRET [PROLOG]

  1. Pingback: THE SECRET [CHAPTER 1] | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. jadi ini ceritanya mau nyari pembunuh irene ya? gamungkin bunuh diri gamungkin jg jongin, masa segampang itu jongin yg ngebunuh hehe

  3. Pingback: THE SECRET [CHAPTER 2] | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s