Since I Chose the Red One, It’s Okay – Angelina Triaf

lip

Angelina Triaf ©2016 Present

Since I Chose the Red One, It’s Okay

Kim Jiwon/Bobby (iKON) & Lee Geumhee (Ulzzang) | Fluff | T | Ficlet

“Baiklah jika kau memilih merah.”

0o0

Memilih itu hal yang menyebalkan. Pakaian yang bertumpuk adalah benda yang menyebalkan. Para gadis merupakan makhluk yang paling menyebalkan. Jadi, jika kau memiliki kekasih seorang gadis yang tengah memilih satu dari tumpukan pakaian di ranjangnya; selamat menikmati hari paling menyebalkan dalam hidup yang singkat ini.

Nuna, kita hanya akan kencan di kafe. Demi Tuhan, lebih baik aku pulang saja se―”

Just sit down and be quiet, Jiwon. Penampilan itu nomor satu, kau ingat?”

Lagi-lagi hanya helaan napas yang keluar dari mulutnya. Jiwon masih menatap malas gadis di hadapannya; rambut masih tergulung roll dengan make up tipis namun memesona. Sebenarnya kekasihnya ini sudah dianugerahi kecantikan yang sangat. Menurutnya, mau memakai baju apa pun ia akan tetap terlihat cantik.

Tapi itu hanya menurutnya, bukan gadisnya.

“Hee Nuna…”

Perlu dicatat, pemuda dua puluh satu tahun itu sudah dalam tahap merengek seperti anak kecil sekarang. Jika dalam situasi biasa mungkin Geumhee akan langsung meneriaki Jiwon sebagai cutie pie yang imut lalu mencubiti pipinya dan entah hal lovey dovey apalagi yang akan terjadi.

Namun kali ini gadis itu terlalu fokus dengan baju-bajunya, mengabaikan Jiwon yang wajahnya sudah seperti bayi ingin menangis―bayangkan saja betapa mengerikannya wajah itu.

Merasa percuma, Jiwon kembali terdiam dengan tiga belas tekukan di wajahnya. Jangan tanyakan bagaimana caranya, hanya Jiwon yang bisa seperti itu. Melampiaskan kebosanan, Jiwon mengambil ponselnya dan bermain game di sana, menggerakkan jemarinya kelewat semangat hanya untuk memotong buah-buahan yang meluncur di layar ponselnya.

“Jiwon, nanti aku menginap di apartemenmu, ya? Besok ada kuliah pagi.”

“Hm.”

Masih terus memainkan game itu, Jiwon kembali mendengar suara manis Geumhee memasuki indera pendengarannya.

“Jiwon, kemarin aku melihat anak anjing lucu di pet shop. Lusa temani aku, ya?”

“Hm.”

Uh, satu buah terlewatkan begitu saja oleh tangannya. Kini Jiwon memutar badannya di atas ranjang hingga telungkup dengan mata masih fokus pada layar ponselnya.

“Kau tidak lupa untuk menjemput sepupumu besok di bandara, kan?”

“Hm.”

Satu buah lagi terlewatkan…

“Oh ya, ibumu meneleponku, katanya beliau akan datang lusa dan memintaku untuk jangan bilang-bilang padamu.”

“Ibuku―apa?!”

Duar!

Bom pun meledak. Terpampang jelas tulisan game over di layar, membuat wajah Jiwon kembali tertekuk sempurna karena kesal―ditambah lagi panik karena ibunya akan datang sementara apartemennya dalam keadaan yang sangat memprihatinkan―pertanda tidak akan tidur demi bersih-bersih seharian.

“Jiwon-ah―”

“Apa Nuna?”

Bumi berhenti berotasi, dan sepertinya eksistensi oksigen mulai menjadi tabu bagi Kim Jiwon saat ini. Tepat berdiri di samping tubuhnya yang masih telungkup, Geumhee yang tengah memegang dua buah baju dengan kedua tangannya. Roll rambutnya telah dilepas dan make up-nya semakin jelas terlihat―sejak kapan Geumhee berdandan? Terlihat sangat cantik, membuat Jiwon hanya bisa terdiam takjub dengan kekasihnya sendiri.

Sudah tiga tahun dan Jiwon masih saja bisa terpedaya oleh wajah cantiknya itu. Sial.

“Mana yang bagus, merah atau biru?” tanyanya sembari mengangkat dua baju itu bergantian.

Pikiran rasional Jiwon kabur entah ke mana. Yang ada hanyalah khayalan tentang dirinya dan Geumhee yang bermain kejar-kejaran di sebuah taman. Suara air mancur dan kicauan burung menjadi backsound hatinya yang berbunga-bunga. Tangannya menangkap jemari lembut Geumhee dan menciumnya, membuat kekasih hatinya itu―

“Jiwon?”

“Oh, eum―merah, eh?”

Gadis itu mengerutkan keningnya, menilik baju merah yang ia pegang tanpa tahu jika Jiwon menatapnya tanpa berkedip. Bahkan tanpa sadar kini Jiwon telah duduk persis di hadapan Geumhee. “Hm, baiklah jika kau memilih merah.”

Baru saja Geumhee akan berjalan menuju kamar mandi, Jiwon telah lebih dulu menarik tangannya, membuat kekasihnya itu jatuh terduduk di pangkuannya. Matanya membulat, wajahnya panik dan Geumhee sudah tak tahu lagi dengan apa yang tengah merasuki Jiwon saat ini.

Ya, Jiwon, aku mau ganti baju―”

Sayangnya, smirk kecil di bibir Jiwon adalah tanda bahwa ia tak mengindahkan kata-kata Geumhee sama sekali. “Aku tak ingin merah yang itu,” katanya sambil menunjuk baju merah yang masih Geumhee pegang―lalu sekonyong-konyong dibuangnya kesembarang arah. Gadis itu semakin tak bisa berkedip dibuatnya.

Suara Jiwon berubah, menjadi sangat menggoda. “Tapi merah yang ini.”

Literally, Kim Jiwon is still a young man who loves her red lips for life. But unfortunately, his young lady is still like a cute baby who don’t know anything besides her love for him.

And they’ve fitted each other for these three years. Their love speaks more than the blinks of their eyes. Yeah, they enjoy that moment like the silence which adores the moon. Sweet.

Nuna, kencannya kita batalkan saja, ya?” Jiwon masih betah memeluk Geumhee, membuat yang dipeluk hanya bisa pasrah melihat perubahan wajah Jiwon yang―ah, sudahlah.

“Tapi―”

“Ssstt, Nuna terlalu berisik.”

Ya, Kim Jiwon!”

Sepertinya Geumhee harus merelakan acara kencan mereka hari ini. Karena jika Jiwon telah memulainya, biasanya ia tak akan berhenti bahkan kalaupun kiamat mengetuk tepat di depan pintu kamar itu.

Just telling you, he’s the best lover ever.

FIN

Can’t say anything, kkk. He’s so cute with his lovely Hee Nuna😀

3 responses to “Since I Chose the Red One, It’s Okay – Angelina Triaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s