Gentleman’s Breakfast- SangHun’s Story Series by bluelu bird

PicsArt_03-10-05.16.39

| Title : Gentleman’s Breakfast | Author : bluelu bird | Cast : Kim/Oh Sang Eun, Oh Sehun, Oh Sang Hun, etc | Genre : Romance, Marriage life, Family, Comedy ( failed ) | Rating : PG 17 | Length : Series |

List : Sleeping Photoshoot | Pervert Devil Game | Saturday Night | Jealous Eun | Peeking Day | Triple Rain | Time To Have A Baby! | Is She Pregnant? | The Dad-To-be | You and Me Plus Him | New Start, New Obstacle (Part I) | New Start, New Obstacle (Part II) | Secret With Daddy! | First Candle | Gentleman’s Breakfast

Personal blog :http://www.icrecreamlibrary.wordpress.com

Disclaimer : Storyline is pure mine. Don’t be plagiator, please.

Enjoy reading~

.

Dad! Don’t stare like that!

What gentleman?!

At least I am a gentleman for my wife

.

.

Eungh..”

Sang eun menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Dua orang pria berjalan ke arahnya dengan tingkah dan wajah yang amat mirip. Keduanya dengan rambut acak-acakan, wajah khas bangun tidur, dan matanya masih terkantuk-kantuk. Menggemaskan.

Sang eun kembali sibuk dengan oven dan senjata lainnya. Matanya mencuri pandang ke arah dua orang pria kesayangannya. Ugh, kapan mereka akan sepenuhnya sadar? Karena kalau mereka sadar si besar pasti sudah memeluknya manja dan si kecil akan menyapanya dan memeluknya dengan wajah menggemaskan.

Sang hun menarik-narik celana Sehun saat keduanya sudah tepat berdiri di depan meja makan. Sehun menatap diam anaknya sejenak sebelum tersadar. Tangan besarnya mengangkat Sang hun untuk duduk di salah satu kursi, lalu menempatkan dirinya duduk di sebelahnya.

Mata terkantuk Sang hun menatap ke sana kemari setiap matanya terbuka kembali setelah sesaat tertidur. Kepala kecilnya naik dan turun bersamaan dengan dirinya yang tersadar-tertidur dan begitu seterusnya. Tapi setelah kesekian kalinya, mata bulatnya menangkap Sang eun yang sedang menuangkan air putih ke dalam gelas.

Mom!” Pekik Sang hun keras. Anak itu merayap naik ke atas meja makan dengan susah payah, lalu merentangkan tangannya meminta Sang eun menggendongnya. And she did.

Good morning, sweet mom!” Sapa Sang hun sambil tersenyum lebar. Tawa kecil Sang eun pecah. Lalu diciumnya Sang hun gemas.

Good morning too, little boy”

Yah, Sehun yang mengajari Sang hun tentang panggilan sweet mom-nya. Sehun yang menciptakan panggilan itu. Dan saat Sang hun mendengarnya dan menanyakan maksudnya pada Sehun, Sehun dengan senang hati menjawab ‘Karena mom kita sangat manis, menggemaskan, baik hati dan tidak sombong. Lihat-lihat! Bahkan saat kesal pun ia menggemaskan!’

Bahkan mereka sempat berdebat, karena Sang hun ingin menggunakan beaumom- beautiful mom. ‘Eomma yang paling cantik!’.

Perdebatan konyol mereka? Jangan tanya. Sang eun sendiri tidak mengerti kenapa mereka membicarakan masalah panggilan seolah itu adalah masalah negara. Ugh.

Dan Sehun menang.

Itu sudah pasti.

Appa” panggil Sang hun sambil menolehkan kepalanya pada Sehun. Pria kecil itu menatap kesal ayahnya.

Ya, Sehun dengan kepalanya dalam dekapan tangannya sendiri terkapar di atas meja makan. Kapan pria itu berniat bangun dari mimpinya?

Dengan keingininnya sendiri Sang hun turun dari pelukan Sang eun, mendekati kepala Sehun perlahan. Dan Sang eun? Oh, gadis itu hanya memperhatikan keduanya dalam diam. Mencoba menahan tawanya tapi jelas ada senyum geli di sana.

Appa!” panggil Sang hun keras tepat di telinga Sehun. Oh, mungkin itu sebuah teriakan.

Sehun terbangun cepat. Pria itu berdiri tegak di kursinya. Pertama-tama ia hanya menatap kosong dan kaget ke depan, lalu beralih menatap bingung ke arah Sang hunn yang sudah terduduk manis di kursi di sebelahnya.

“Apa?” Tanya Sehun bingung. Tapi Sang hun mengabaikannya. Hanya menggelengkan kepalanya keras.

Oh, tidak pernahkah Sang eun bilang? Anak manisnya itu benci diabaikan. Dan ajaibnya ia juga benci jika ibunya tersayang diabaikan. Ia tahu saat Sang eun ingin sendiri. Maka, ia akan membiarkan ibunya diabaikan atau membantunya untuk diabaikan. Lihat, ia bahkan sangat kesal pada Sehun yang tidak menyadari keberadaan Sang eun.

Sehun tiba-tiba berdiri dari duduknya. Berjalan mendekati Sang eun yang sudah kembali pada kegiatannya- menyiapkan sarapan untuk dua pria kembar beda usia.

“Jangan kira aku tidak menyadari keberadaanmu, sweet wifey” Telinga Sang eun terasa sedikit tergelitik saat merasakan pria itu berbisik di telinganya.

“Apa aku yang terlalu pintar atau kau yang sangat buruk dalam berbohong?” Tanya Sang eun sarkastik. Tapi ada kesan humor di dalamnya. Ya, sarkastik tapi diniatkan untuk canda.

“Aku tidak berbohong. Aku menyadarimu bahkan sebelum kau menyadari kami” Sang eun membalikkan badannya. Menyebabkan Sehun yang tadinya menempatkan dagunya di bahu Sang eun kembali berdiri tegak. Menatap balik Sang eun yang sedang menatapnya dengan alis terangkat.

“Aku tidak mau berebut dengan raja kecil”

Sang eun tertawa mendengarnya.

Ia percaya kali ini.

“Jadi mana sapaan pagiku?” Tanya Sehun dengan senyum cerahnya. Tangan pria itu sudah melekat erat di pinggang Sang eun. Sang eun terdiam sejenak, lalu menghamburkan dirinya ke Sehun. Memeluk pria itu lembut.

“Tidak ada. Bagaimanapun kau mengabaikanku!” Ucap Sang eun dengan wajahnya yang dibuat terluka sekaligus kesal. Seperti anak kecil.

Sang eun berjalan dengan sarapan mereka di tangannya. Susu coklat hangat, muffin coklat hangat, dan buah-buahan. Sang hun memberengut di kursinya. Ia benci diabaikan, Sang eun tahu itu. Sang eun tertawa kecil melihat wajah cemberut menggemaskan pria kecil itu, lalu menciumnya gemas di pipinya. Membuat Sang hun kembali tersenyum senang seketika.

“Enak!” ujar Sang hun dengan mulutnya penuh coklat. Sang eun tertawa kecil, lalu melanjutkan makannya.

Tanpa sengaja mata Sehun dan Sang eun saling bertatapan. Dan pria itu melemparnya tatapan menyesal, meminta maaf. Tapi Sang eun mengabaikannya, atau berusaha melemparkan pandangan terluka.

Ugh, jika kau ingin tahu. Sangat sulit bagi seorang Oh Sang Eun untuk menahan tawa atau senyumnya agar tidak muncul begitu saja. Apalagi dengan tatapan Sehun fokus ke arahnya dan ekspresinya itu.

Thanks for the meal” ujar Sang hun sopan sambil tersenyum lebar.

Sang eun mengacak rambut Sang hun sekilas. Lalu membersihan meja makan mereka. Mengangkat piring mereka bertiga, dan mencucinya sebersih mungkin.

Go play in living room, Hun” ujar Sang eun sambil menatap lembut Sang hun yang masih duduk manis di kursinya dengan pandangan fokus padanya. Pria kecil itu memiringkan kepalanya sedikit. Membuatnya semakin terlihat menggemaskan.

Sweet mom?” Oh, ya. Pasti pria kecil itu menagih jatah bermainnya dengan Sang eun di hari libur.

After this, boy” Sang hun menganggukkan kepalanya senang. Turun dari kursinya dengan hati-hati. Baru beberapa langkah kecil itu berjalan, ia berbalik. Menatap sosok yang tengah fokus menatap ibunya itu dengan bingung.

Appa! Kenapa masih di situ? Ayo temani Sang hun!” Sehun menoleh cepat ke arah Sang hun yang menatapnya dengan kebingungan.

“Menyusul” Jawab Sehun cepat, lalu kembali fokus menatap Sang eun. Membuat Sang hun semakin menatap ayahnya bingung,

“Kenapa? Appa kan tidak ada kerjaan?” Sehun menoleh pada Sang hun, memandangi anaknya itu dalam diam sejenak.

Semenjak kapan ia pintar bicara?

“Appa sedang ada urusan penting sekarang, Oh Sang Hun” Sang hun semakin menatapnya bingung, bahkan mulut kecilnya membuka lebar karena bingung.

“Apa?” Tanya Sang hun bingung. Tapi Sehun mengabaikannya, Sang hun hanya bisa mendegar samar-samar Sehun bergumam ‘Sangat penting. Jangan ganggu. Masalah hidup atau mati’

Pria kecil itu akhirnya menyerah. Lalu berjalan meninggalkan ayahnya.

Appa bisa melubangi eomma jika memandangnya seperti itu terus!” ujar Sang hun keras sambil berjalan hati-hati menuju ruang tamu. Dan Sehun menoleh pada anaknya itu, menatapnya tak percaya.

Kenapa ia mengatakannya?!

Sang eun di sisi lain berusaha menahan tawanya. Tapi tawa kecilnya keluar begitu saja. Beruntunglah suaminya itu tidak mendengarnya.

I did wrong. Forgive me” ujar Sehun tegas. Oh, lihat betapa seriusnya pria itu.

“Sudah” Jawab Sang eun dengan dingin yang dibuat-buat. Wanita itu berjalan melewati Sehun untuk menyusul Sang hun yang tengah tenggelam dengan permainannya sendiri.

“Kenapa aku begitu bodoh? Aku tak bisa tahan bermusuhan dengannya. Ah, benar-benar!” Sehun memukul kepalanya sendiri, lalu mengacak rambutnya kasar. Bahkan ia tak menyadari bahwa ada seseorang yang kini tengah berdiri di belakangnya sambil tersenyum geli.

Chup

“Apa aku terlihat sepemarah itu?” bisik Sang eun di telinga Sehun setelah menyium cepat pipi pria itu. Sehun membalikkan badannya cepat. Menatap istrinya yang kini sedang tertawa geli.

“Oh Sang eun?”

“Oh Sehun” Sehun menatap datar Sang eun yang semakin tertawa melihat ekspresinya.

“Astaga. I am kidding, Mr. Husband. I don’t think you would buy it though. But you did”

I did” bisik Sehun pada dirinya sendiri. Sehun kembali menatap Sang eun. Berjalan mendekat ke arah Sang eun.

Sehun merengkuh lembut tubuh Sang eun. Memeluknya erat. Membuat tubuh mungil yang direngkuhnya tegang sekaligus bingung. Lalu pria itu melepasnya, menatap Sang eun sejenak.

Don’t do those things again” ujar Sehun sambil mengacak gemas kepala Sang eun.

Sehun menarik tangan Sang eun, menuntunnya untuk menyusul Sehun. Tapi tiba-tiba Sehun menghentikan langkahnya. Membuat Sang eun mengaduh kecil, memegangi kepalanya yang menabrak punggung Sehun.

You’re blushing!” ujar Sehun semangat sambil menagkup pipi Sang eun. Wanita itu menatapnya sejenak, sebelum tersadar dan melepas kedua tangannya cepat dari pipinya.

I am not!” Sang eun menatap tajam pria di hadapannya, tapi tawanya malah semakin besar dan besar. Great. Siapa yang menertawakan siapa sekarang, huh?

Eomma! Appa! Ada apa?” Tanya Sang hun dari ruang tamu. Keduanya dapat melihat anak laki-laki itu menelongokkan kepalanya untuk mengecek keberadaan keduanya.

“Tidak ada apa-apa! Hanya ada tomat merah lucu di sini” ujar Sehun dengan senyum lebarnya dan tatapannya yang fokus ke arah Sang eun yang sedang menatapnya dengan mata membulat.

“Oh Sehun!”

“Oh, benarkah? Sang hun mau lihat!”

“Oh Sehun!”

“Apa? Jangan salahkan aku karena aku terlalu lembut dan pemaaf. I am such a gentleman, you know”

“What gentleman! Ugh”

“Ehm. Well, at least I am a gentleman for my wife”

Eomma, appa!”

“Bukan waktunya bersikap manis!”

“Oh, kau baru saja mengakui kalau aku manis!”

“Oh Sehun!”

“Oh Sang Eun”

***

Author’s Note-bluelu bird’s note
Ps. Don’t read if you don’t want to

Hello!

Maafkan Lu yang gak rajin update series ini T.T

Jadi kelas 3 gak enak. Try out terus, kepala putek, ini aja nulis waktu lagi ujian. Nekat :3

Ya emang Lu post di blog pribadi, itupun karena otaknya jalannya waktu nulis itu duluan :3

Dan ya, mungkin ada yang sadar Hello Doctor Bride! yang sempet Lu post dan akhirnya Lu hapus. Well,Lu gak ngelanjutin publish fanfiction itu di sini.

Pertamanya emang gak ada niat ngepublish fanfiction chaptered di sini, apalagi sama-sama di post di blog pribadi juga. Agak aneh, soalnya nanti harus ngepost di dua tempat. Terus bisa aja ngelalaiin salah satunya.

Pertamanya coba gepublish di sini mau lihat respondnya, kalau bagus Lu bakal pubblish di sini. Tapi karena gak terlalu bagus, well at least in my opinion, aku gak ngelanjutin di sini🙂 Tapi makasih buat yang udah baca. Itupun kalau yang nyadar baca kalau yang buat Lu, haha :3

Banyak banget kan ya yang baca fanfiction tapi gak tahu authornya. Salah satunya ya saya ini :3 Apaan coba, malah curhat. Abaikan.

Gak yakin kalau kalian baca note ini, tapi cuma mau ngeklarifikasi aja. Daripaa dibilang php kan ya.

Mungkin, masih mungkin ini. Lu bakal buat series berdasarkan Hello Doctor Bride! soalnya SangHun’s Story Series idenya juga berasal dari fanfiction chaptered Lu I Like You .. So, Stay Away From Me!!

Lah, malah kayak ajak promosi. Sekalian kali ya, haha.

Oh, ya maaf kalau comedynya gak dapet dan terlalu cheesy. Cheesy sih emang -_- coba kalau mereka bukan tokoh kesayangan Lu yang udah Lu ship-in di dunia imajinasi :3

Thanks for reading

Maaf banyak kekurangan

Regards,
bluelu bird

40 responses to “Gentleman’s Breakfast- SangHun’s Story Series by bluelu bird

  1. sang-hun balik lagiiiii~ mereka lucuuuu sanghunnya juga lucu bangetttt. Belum sempet baca ‘hello doctor bride’ aku jadi penasaran kak pengen baca hehe semangat terus ya kakkkk

  2. Thankyou udah nyempetin buat ngeupdate Sanghun’s Stories… Aku suka sama series ini makin lucu makin manis aplagi kalo sang eun yang ‘manis’ bgt gini sama sehun😄

  3. Wohoo!!!
    Mereka kambekkk! Seneng banget !
    Aku suka series yang ceritanya gak terlalu berat gini, seneng aja gitu
    Fighting yah kak!

  4. sweet family hahaha…😀
    sang hun pinter ngomong kek gitu,blajar dri mana tuh. hehehe..

    buat thor yg mau ujian semangat ya..!😀

    keep writing thor..! Jjang !!😀

  5. aahhhh…akhirnya mereka balik lagiii, kangen bangeeeettt….
    btw..sanghun kyanya udah gede yah, umurnya berapa.?? kyanya udah pas buat punya adik bayi😀

  6. Suka kak sama keluarga ini. Apalagi bayangin sang hun lucu banget… Semangat kakak ujian nya. Keep writing yapp🙂

  7. omo!sanghun ngegemesin banget
    sang eun niatx pengen bikin sehun salting eh malah diax yg salting.heheh
    ditunggu sanghun series selanjutx ^^

  8. Waaaaaaa akhirnya sanghun are back yuhuuuu~ ini sanghun nya umur berapa sih ko udh pinter ngomong:” perasaan kmaren baru lahiran /woy
    Oiya kak sedikit saran, mgkn ini emg ciri khas nya kamu di dialog banyak english nya, sbenernya mslah selera aja sih, tapi aku lebih suka kalo dikurangin dikit english nya, dan buat sanghun nya semoga next makin pinter yaa jangan cepet gede, msh pingin kamu yg unyu cimit2 wkwk😂 btw semangat ya kak ujian nya ^^ semoga sukses! Fighting! ^^

  9. uuu~ gasabar liat si sanghun gede😁 emak bapaknya juga cute bangettt😄 suka banget sama seriesnyaa😁 ditunggu seri selanjutnya ya kak😊 semangat ujiannya juga kak😁

  10. aaahhh aku kangen mereka bertigaaa. lucuu lucuuu melting mulu deh kalo udah kena sehun. sang hun juga masih kecil jago omong wkkwwkkwwk

  11. Sanghun pinter banget, udh gede aja tuh bocah…kalo ngomong pinter banget, sampe bengong si sehun 😄😄

  12. Ahh mereka udah punya pihak ketiga, jadi ga bisa saling lempar sendal/ehh maksudnya caci makian udah berkurang. Terus jaimnya Sangeun juga ngilang dibawa anaknya :v

    ohh pantes aku tungguin ff ga muncul lagi. Jadi apa aku boleh baca ff itu di blog pribadi Author? boleh ya! Ya ! Ya ! Ya ! /maksa bener nih bocah

  13. Pinter banget ya sang hun bahasa inggris siapa yg ngajarin ? Ngomong ngomong kamu udah umur berapa sang hun ? Kok udah pinter banget jawab omongan appa nya, perasaan appa nya irit banget kalo ngomong paling dijawab singkat padat dan jelas tapi semenjak nikah sama sang eun jadi banyak omong terus makin cheesy aja bang sehun, tapi kalo di cheesy in sama sehun setiap hari mahh gue rela wkwk

  14. Pingback: Mission! Follow Mom (1)- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  15. Pingback: Airport and Plane- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  16. Pingback: Hug In Baby Carrier- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s