[1/2] COUNTDOWN by slmnabil

b670f3f51a3cbcb8695b1336922c0e88

.

by  slmnabil

.

Jadi ceritanya Sehun meminta tiga jam penundaan adegan krusial di altar,

… untuk menyelesaikan janji kepada tiga mantan pacarnya. Harus kusebut apa, lelaki yang turun dari altar sebelum mengucap ikrar?

Sinting? Percayalah, Oh Sehun lebih dari itu.

.

Bagaimana ya mengatakannya? Kalau disebut sudah memprediksi, rasanya terlalu kejam. Tapi jika alur ceritanya tiba-tiba menyentuh klimaks tanpa ada aba-aba, itu namanya eksploitasi hak buatku.

Hari ini—akhirnya—aku menikah, dengan Sehun. Hitung mundur selama dua tahun nyatanya dikacaukan ritmenya begitu saja kala seorang gadis—satu antrian maksudkudatang dan jadi tim sorak untuk menyalak “Keberatan” yang menghancurkan keseluruhan ikrar kami.

“Kami mantan pacarnya. Sehun pernah menjanjikan beberapa hal pada kami ketika putus. Dia bilang sebelum menikah nanti janji itu akan ditepati. Hari ini kami datang, untuk menagih penawaran sukarelanya.”

Sial. Sial. Sial. Aku hampir ingin melempar mereka dengan sarang madu agar disengati oleh lebah. Tapi lihatlah cowok di hadapanku, nyengir kuda sampai matanya hanya menyisakan garis horizontal.

“Beri aku tiga jam,” kata Sehun.

Aku diam—menunggu lebih tepatnya.

“Akan kuselesaikan janjiku pada mereka, lalu aku akan kembali padamu.”

Kubalas mendelik sebal. “Kamu pernah lihat pengantin berubah jadi werewolf di atas altar?”

Darling, that’s worth to see. But, after three hours okay?” Dia menciumku di kening. “I’ll be back.” Dan kemudian turun dari altar.

Aku tahu sejak dulu kalau tabiat Oh Sehun yang kepalang rendah hati bisa menyeret masalah suatu hari nanti. Tapi aku tidak bisa mengerti kenapa dia sampai mau meninggalkan acara sekrusial ini hanya untuk lima mantan pacarnya?

Apakah dia masih menyimpan perasaan pada mereka? Katanya para lelaki tidak sepenuhnya lupa pada mantan pacar mereka. Apakah dia menomor empatkan aku padahal harusnya dipertamakan? Katanya pikiran seseorang kadang bisa berubah lebih ekstrem daripada manusia yang tatkala di puncak emosi bertransformasi jadi werewolf—aku agak senang membicarakan spesies non-rasional ini belakangan.

Terserahlah, aku tidak mau membiarkan lipatan-lipatan otakku malah mengurai jadi babut. Yang jelas, seedan apapun Sehun aku sama sekali tidak punya niat untuk membiarkannya pergi tanpa pengawasan.

Dengan menaikkan sedikit gaunku yang mungkin jika diseret bisa sekalian jadi penyapu ternit–aku menyesal karena memilih ini, percayalah—kukejar Sehun dengan langkah lebar-lebar. Seketika seluruh hadirin mulai angkat pantat dari kursi mereka, menatap siaran langsung adegan telenovela dadakan pagi ini. Aku tidak bisa mengindahkan hal lain termasuk teriakan marah orang tuaku di bangku depan sana. Tujuanku pasti, cowok edan itu.

“Berikan aku jaminan!” teriakku kala akhirnya mampu menyamai langkah Sehundan paket tiga mantan pacar di belakangnya.

“Nih, hatiku simpan dulu.”

Dia memeragakan gestur mengambil hati (di posisi yang sebenarnya, secara harfiah dan bukannya di jantung, aku tidak bercanda) dan melemparkannya padaku.

“Aku menerimanya. Tapi sori ini bukan sesuatu yang kuhargai,  jadi.” Kuambil langkah sampai berhadapan dengannya. “Ambil kembali dan kuberi bonus pengembalian.”

Dia tersenyum. “Kamu?”

“Persis.”

.

“Nah, Nona-nona jadi kita mulai dari janji milik siapa?”

Klausa penanda kegilaan hari ini dimulai. Kami mengendarai mobil dengan kapasitas empat orang, yang dengan terpaksa harus menambah kelebihan satu. Mereka bilang—kecuali Sehun tentu saja—itu aku. Tapi, hei, lihat siapa yang duduk di samping kursi kemudi dan siapa yang duduk bertiga. Sudah jelas aku termasuk lakon utama, yang terkhianati.

“Aku dulu!”

Cewek dengan wajah sangat-Korea-sekali yang kalau kulihat-lihat usianya baru dua puluh lima. Ia memakai jepit bunga dI rambutnya dan terusan selutut warna merah muda. Sangat manis—terlalu manis.

“Sehun pernah berjanji akan mengajariku naik sepeda,” katanya.

Aku melirik cowok di sampingku, mengejek. “Sungguh pemikiran yang sangat dewasa. Padahal kamu bisa mengajarinya mengendarai alap-alap, yang lebih kekinian.”

Sehun cuma balas tersenyum. “Oke, Hayeong. Mari kita bersepeda.” Dia menancap gas lebih cepat.

Take your time, Sir. Ini menyenangkan melihat para mantan pacar bisa rukun,” kataku.

“Sudah tidak zaman, ya, jambak-jambakan dan adu mulut. Sama sekali tidak elegan,” sahut seseorang dengan riasan glamor.

Sehun mengirim isyarat. Dia-lebih-tua-jadi-jangan-dilawan. Jadilah, aku mengalah.

“Kamu pasti tidak punya hubungan yang baik dengan mantan pacarnya pacarmu. Pengetahuanmu dangkal sekali, for your information,” interupsi nona yang lain.

Lagi-lagi Sehun mengirim isyarat. Dia-punya-gangguan-pengendalian-emosi-mengalah-lagi-saja. Dan kali ini kuturuti dia.

Yang selanjutnya lebih parah. “Mungkin dia tidak punya pacar selain Sehun. Dan karena cowok kita ini terlalu baik dia iya-iya saja diajak menikah.”

Sebelum Sehun sempat mencegah, kudahului dia. “Oke, aku tidak bisa tahan untuk yang ini. Dan asal kalian tahu saja, aku putus lima kali dari cowok edan ini dan dia yang terus-terusan minta kembali.”

“Wah, pasti kamu gemar selingkuh ya?”

“Wow, Nona-nona cukup. Mulai sekarang aku menempel stiker pada Delaney oke? Jangan diajak bicara, jangan disentuh, jangan diejek. Hanya boleh dikagumi. Dimengerti?”

Aku tidak mengerti kenapa Sehun mesti sekali ambil interupsi semacam itu.

Tidak ada jawaban. Menurut kami, itu berarti iya.

“Ayo turun, Kim Hayeong. Kita sudah sampai.”

Akhirnya, ini benar-benar dimulai.

Kami jadi pusat perhatian, tentu saja. Sepanjang jalan menuju tempat peminjaman sepeda semua mata tertuju pada kami–padaku—yang tampak sinting karena pakai gaun pernikahan ke Sungai Han seperti ini. Padahal yang edan itu yang pakai tuxedo, serius.

Aku selalu punya anggapan kalau gadis yang terlalu manis lama-lama bisa membuat muak. Sehun tampak oke-oke saja, namun kami bertiga—wah aku benci saat mengatakan kami—sama sekali tidak senang. Jadi daripada aku harus kesal-kesalan dan berpayah-payah memaksakan naik sepeda, aku lebih memilih untuk membiarkan mereka berdua.

“Pemandangan yang tidak bagus-bagus amat untuk dipotret,” kataku ketika Sehun melintasi tempat duduk kami.

“Laney kita sibuk sekali ya, mengurus gaun, rasa malu, dan pengantinnya,” kata si glamor—yang setelah mengaut beberapa informasi namanya Agatha.

“Satu kartu kuning untukmu, Ag. Hanya boleh dikagumi, ingat?” sela Sehun.

Hebat, dia masih mampu menangkap pembicaraan kami.

Oh, dasar gila. Sekarang Hayeong buat acara jatuh dari sepeda? Alurnya berjalan seperti ini; Ceweknya menangis, cowoknya meniup luka, aku pura-pura jadi topeng monyet yang minta koin. Sempurna kalau saja aku tidak ingat sedang pakai gaun pengantin.

“Akhirnya, janji pertama berakhir. Ayo, Nona-nona kembali ke mobil,” instruksi si tertua.

Aku tidak percaya kalau sekarang aku berdiri hampir mengikuti langkah mereka. Hayeong terjatuh, itukah akhirnya? Aku menoleh untuk melihat Sehun. Dan nyatanya benar, mereka memang sedang menuju ke mari.

“Kamu tampak kacau, Darling. Tapi masih pantas untuk dikagumi, kok. Ayo.”

.

Kami kembali ke Mobil Kelebihan Muatan. Khusus di bagianku, gaun yang kukenakan sempat membuat kewalahan. Bahkan sampai terjepit pintu.

Aku cuma bilang pada Sehun kalau ini bukan salahku.

“Salahkan dirimu yang buat janji konyol segala!” Itu tambahan yang seharusnya cukup dramatis kalau ditambah air mata dan bonusnya yang datang dari hidung.

“Baiklah, siapa selanjutnya?” tanya Sehun.

Sejujurnya, dia tidak bisa ditebak. Kalau dianalogikan sebuah lukisan abstrak, ini seperti harus menemukan bagian mana yang bermotif realis dengan ukuran nano. Alasan di balik kesediaan Sehun memenuhi janji saja masih tidak kumengerti. Orang lain mungkin bakal berpura-pura pilon untuk lari dari tanggung jawab. Tapi dia tidak. Poin yang membuatku gila mendadak.

“Oke, aku mau minta maaf dulu pada Laney,” kata Agatha.

Seharusnya sudah kau lakukan sejak awal, Bibi.

“Kumaafkan kalau kamu mau merelakan janji Sehun dan membiarkan kami menikah,” kujawab seperti itu.

“Permintaan maaf ditarik.”

Labil. Manusia labil. Padahal dia sudah tiga puluhan. Aku bersumpah, dia menjengkelkan.

“Jangan terkejut, tapi Sehun pernah berjanji akan menikahiku.”

Oh, klimaks yang terlalu memaksa. Kalau saja Agatha tahu Sehun jarang mencukur bulu ketiak, dia pasti bakal enggan mengatakan itu.

Berhubung aku tidak pernah menjanjikan akan menikahi seseorang sebelumnya, kelanjutan cerita ini jadi agak abu-abu. Yang kedua saja sudah dijanjikan menikah, bagaimana ceritanya yang ketiga?

Aku cukup yakin kalau Sehun akan kembali dalam tiga jam. Dalam kondisi apa dia kembali itu yang aku tak yakin, kalau ceritanya seperti ini.

.

-tbc

.

A/N

1. Coba menyajikan cerita soal cinta-cintaan dengan kemasan berbeda. Semoga dapat diterima ya🙂

P.s Sehun emang nyebelin kok, pengaruh gerhana sih/?

.

75 responses to “[1/2] COUNTDOWN by slmnabil

  1. Wkwkwkwk ketawa2 aku baca ff ini ff paling unik yg pernah aku baca wkwkwk di tunggu ya lanjutannyaaaa

  2. Semangat lanjutin break up contract nyaaa
    I always waitin’ 😁
    Kangen Sehun kangen Ryung -kan cast cewenya? Hihih sampe lupa
    Fighting nabi💪😊

  3. sebelum kasih komentar, boleh dong ijin ketawa dulu?
    hahahhahahahahahahahah
    sehun kenapa sih seedan ini hahahaha si delaney antara kelewat sabar atau udah kepalang pasrah sama tingkah laku calon suaminya ini..
    nah lho…dijanjiin nikah gimana endingnya tuh?
    anyway, ide ceritanya unik bgt!
    yg break up contract juga unik heheheh sooo, tolong dilanjutkan ya ceritanya😉

  4. Sehun emg sinting -,- pake kalimat “Nah nona-nona” lagii. Padahal calon bini ntu anak di sebelahnya :v
    Emang edan itu anak. Tpi ttp tamvan 😂😂 percayalah, di ffnya slmnabil author-nim yg udh pernah aku baca, Sehun selalu jadi cowo sinting+edan yg tamvan #plak
    Aigooo author-nim akhirnya kasih kabar ttng Break Up Contract :v tq thor udh ngasih kabar ke readernyaa
    Lanjutin ya thor Break Up Contract nyaa. Ane udh kgn beud ma epep ituu
    Keep writing and fast updates ya thorrr 😊😊

  5. woww ceritanya menarik, kemasannya sangat berbeda jujur ini seru thor ^_^

    kenapa ada laki laki kaya Sehun? itu hari pernikahannya loh hari yang sakral dalam kehidupannya tapi Sehun malah asdfghjkl –“

  6. apa ada kata yang lebih dari gila? ceritanya lawak banget hadehh seriusan :vv
    terusin neng ceritanya, asyik aja bacanya enak gitu/? pls aku gajelas banget

  7. Sehun giloooo xd ni cewek sama aja hahahahahaha. Ngakak abis nunda nikah karena ada janji. Tapi itu tanda kau orng yg bertanggung jawab bang. Nah looooh itu di janjiin kawin gmn ?

  8. Gk kebayang gimana kalo ni cerita ada di kehidupan nyata.

    Kalo bisa yg break up contract di lanjut ya, saya tungguin🙂

  9. Hahaahahahaha
    Sehun ada2 aja, dasar aneh haahhaha.pake janji ke mantan mantannya hahahaahha

    Break up contract dilanjutin lg pleaseeeee, salah satu ff favorite,seriusss aku cari2 terus itu ff, kereeennn beda dr yg lain latar belakangnnya yg pilot dan pramugrari lanjutinn pleasee hehhehe

  10. Bil lanjutin pliiis.. tega ngebiarin aku penasaran?😦 wkwkwk.candaaa
    Aku mah pengennya lanjutin…tp kalo emang gamau yaa yaudah… sedih sih.. tp itu kan hak kamu.hehe
    Btw, apik bgt kemasan ff iniii

  11. Aku baru baca ff kamuu…

    Ini tuh ff yg ga ada hubungannya sama alur ff lain, bukan? Takutnya ini series lain dari ff yg disebut di atas itu. Takut ga nyambung aja akunya, soalnya ini settingnya udah mau nikahan…

    Back ke cerita…
    Entah ya sebenernya bingung mau komentar apa, cuman ya itu—dari awal baca sampe nemu tbc—aku ga berenti dibuat senyum-senyum … Aku bener-bener suka cara kamu bawain cerita; santai, tapi ngena … Ga pake diksi muter-muter dan lebih to the point … Aku suka gaya penulisan kaya gitu😀

    Untuk ff yang hiatus—yg km maksud itu—lebih baik terus lanjut berapa banyak pun jumlah komennya … Readers biarpun lama, pasti tetep nunggu kok kalau emang suka dan jalan ceritanya menarik… Semangat ya^^

    Regards,

    Sehun’Bee

  12. Hahaha,dasar Sehun emang,engga bisa ngebayangin yang mantannya di janjiin nikah sama Sehun,padahal Sehunnya udah mau nikah juga,ya ampun wkwkwk,di lanjutin thor yang break up contractnya,aku nungguin lama banget😦 suka sama ceritanya,penasaran,di tunggu karya selanjutnya😀

  13. Sehun bener bener bener bener udah GAK WARAS!
    Mana ada resepsi pernikahan tiba2 mantan pacarnya si cowok dateng nagih janji. Mana mantannya gak cuma 1. Udah gitu janji yg dibuat aneh aneh. Gak bayangin perasaan si wanitanya/? Duhhh

    Break up contract di lanjutin ya thorrrr. Udah penasaran sama kelanjutannyaaaaa. Berasa gantung

  14. D lanjut donk…hahaha..ngakak bgt baca y…masa ada yg gitu….ada2 adja..untung pengantinya sbr…

  15. yaampun kakak ini ajaib !!!! kakak dapet ide darimana sih ini yaampun kereeennn..

    ide buat bikin janjinya itu lho kak iiissshhh kereeennn.. trus nama2nya juga keren nggak selalu korea hhehhe..

    next chapter ditunggu kakak…

  16. Waaaaaaaaahhhhh ini ff bener2 unik banget ya alur ceritanya, sampek bisa bikin senyum2 sendiri gitu pas aku baca. Ada gitu orang kayak sehun yang masih mau nepatin janjinya sama mantan pacarnya padahal dia udah ada di depan altar sama calon isterinya. Apalagi itu mantannya nggak cuma satu tapi tiga sekaligus. Nggak kebayang juga gimana perasaannya kalau sampek ada di posisi calon istrinya sehun yang mesti liat dia baik2 sama mantanya pas dia mau nikah. Dan buat break up contract itu nggak tau aku udah baca apa belom soalnya rada lupa tapi kalo aku mending dilanjutin aja. Kasian juga reader yang mungkin udah setia nunggu buat kelanjutan itu ff. Pokoknya semangat terus ya buat authornya

  17. Waaaaw it’s been a long time haha. Seneng bgt akhirnya eonni update jugaa, as usualnff nya keren, diksi nya pas, gimik nya unik, dan dikemas dengan saaaangat menarik. Aku jf penasaran sm kelanjutannya😊. Oh iyaa untuk break up contract, aku harap diterusin yah eonn soalnya udh 4 bulan ini juga aku bolak balik liat wp ini cuma buat nge cek apakah break up contract udh di update lanjutannya apa belum. Soalnya yah duh ff itu emang keren banget dan wah aku ga nyangka penantianku sampe 4 bulan wahaha. Pokoknya harapanku semoga ff break up contract dilanjut yahhh eonn, pokoknya harus!!! Heheheh. At last, keep the spirit, fighting, and love u sooooo😆😘💓💓💞💘

  18. break up contract kamu harus lanjutin! i beg u:( ji ryung & oh sehun serius bikin aku gereget sama kisah mereka. aku tunggu postingan next chapter dari break up contract ya fighting!

  19. Kampret sehun udah nikah masih aja punya janji sama mantan mantannya wkwkwkwkkw xD kocak senyum senyum sendiri bacanya. Kalo gue jd cewenya gue udah tendang sehun ke samudera thor wkwkwk ngeselin emg jd cowo xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s