[Every Time] We Went in Circles for Life – Angelina Triaf

th

Angelina Triaf ©2016 Present

[Every Time] We Went in Circles for Life

Oh Sehun (EXO) & Park Cheonsa (OC) | Hurt/Comfort | G | Series

“Sudahlah, jangan menangis lagi, ya? Ada aku di sini.”

0o0

Sehun meminum kopinya sejenak, mengistirahatkan diri dari tugas kuliah yang melelahkan barang sejenak mungkin cukup bagus baginya. Matanya menatap ke luar jendela kantin yang tersiram rintik kecil hujan. Hujan di musim panas?

Ya, ternyata kau di sini.”

Seseorang yang menepuk bahunya itu kini langsung duduk di hadapannya. Ia membawa sepiring nasi lengkap dengan lauknya. Sehun menatap sahabatnya itu dalam diam. Ternyata Jongin.

“Hei, kenapa menatapku seperti itu?”

Baru saja Jongin akan menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya, matanya masih menangkap Sehun yang menatapnya. Oke, segalanya nampak horor saat ini, terlebih lagi semua orang tahu bagaimana Sehun jika sudah menatap orang lain; tajam, pandangannya tegas.

“Tidak, hanya sedang melamun.”

“Oh.”

Kembali meneguk kopinya, tak lama Jongin membuka pembicaraan di antara mereka. Aneh, kantin terlihat sepi siang ini. “Kautahu, gadis perpustakaan itu masih saja duduk diam di sudut ruangan sejak pukul sembilan tadi.”

Nadanya terdengar takjub juga antusias. Sehun yang masih tak menangkap maksud Jongin lagi-lagi hanya bisa menatap balik. Demi Tuhan, Jongin tahu apa arti tatapan itu. “Oh ayolah Oh Sehun! Mahasiswi baru yang selalu kuceritakan padamu itu!”

“Ah, ternyata itu.”

Jongin hanya bisa geleng kepala lalu kembali melanjutkan makannya. Memikirkan perkataan Jongin, Sehun sepertinya agak penasaran dengan rupa mahasiswi baru itu. “Memangnya bagaimana orangnya? Lalu―hei, jangan bilang kau menguntitnya di perpustakaan sejak pagi tadi?”

Hanya cengiran lebar milik Jongin yang Sehun dapatkan sebagai jawaban. “Sudah kubilang, kan? Wajah kebaratan, rambut pirang panjang yang bergelombang, dan―oh! Aku baru sadar jika kau mempunyai gelang yang sama persis dengan miliknya.”

Mendengar itu membuat Sehun membeku. Tidak, bukan karena memikirkan bagaimana sintingnya Jongin hingga tahu detil penampilan gadis itu bahkan apa yang ia pakai.

Tapi ini soal gelangnya. Gelang yang hanya ada dua di dunia ini―jika boleh ia tambahkan.

“Hei, kau mau ke mana?! Sehun!”

Tak memedulikan teriakan Jongin, Sehun tetap berlari meninggalkan kantin. Menerobos gerimis yang semakin ramai itu, hanya satu tempat yang menjadi tujuannya saat ini; perpustakaan.

Wajah kebaratan…

 

Bagaimana bisa kau lakukan ini padaku?

 

Rambut pirang panjang yang bergelombang…

 

Baiklah, kita akhiri saja kalau begitu. Aku tak peduli lagi!

 

Gelang yang sama….

Kau brengsek, Sehun.

 

Langkahnya diperlambat otomatis begitu tangannya meraih kenop pintu perpustakaan. Disusurinya tiap lorong dengan rak tinggi di kanan-kiri.

Hingga ia menemukannya, seorang gadis yang tengah duduk diam di sudut bilik dekat dengan rak Sastra Inggris.

“Cheonsa?”

Gumaman pelan Sehun ternyata mampu didengar oleh sang gadis. Ia menoleh, mendapati pemuda asing dengan rambut setengah basah dan mata sayu tengah menatapnya. Sehun menghampiri Cheonsa, berdiri di sampingnya dengan mata masih tertuju padanya.

“Iya? Maaf, kau siapa?”

Untuk beberapa detik, napas Sehun tercekat di tenggorokannya. Namun tak lama, sampai Sehun menariknya untuk berdiri dan merengkuh tubuh yang lebih mungil itu ke dalam pelukannya. Semuanya memang salah Sehun sejak awal.

“Maaf… maafkan aku…”

Cheonsa yang bingung hanya terdiam di posisinya. Antara sadar atau tidak, ia merasa tak asing dengan pemuda yang kini sedang memeluknya. “Apakah kita saling mengenal? Maaf, aku memang masih belum bisa mengingat apa-apa.”

Suaranya lembut, satu tangannya mengusap punggung Sehun untuk menenangkannya. Sehun tahu, ia sangat tahu bahwa Cheonsa memang tak bisa mengingat semuanya.

Segala kenangan tentang mereka, Cheonsa tak bisa mengingatnya.

“Aku merindukanmu. Aku menyesal, Cheon maafkan aku. Kembalilah padaku…”

Nadanya putus asa. Tiga tahun benar-benar membuatnya merasakan apa yang sebelumnya tak pernah ia rasa. Kerinduan, penyesalan, dan entah apa lagi yang tak dapat terucap langsung dari mulutnya.

Gadis manis itu masih tetap mengusap punggung Sehun. Apa pun peristiwa yang tak ia ingat itu pastilah teramat melukai hati pemuda yang kini tengah memeluknya.

“Sudahlah, jangan menangis lagi, ya? Ada aku di sini,” ucap Cheonsa lembut, sedikit banyak memantrai Sehun untuk berhenti menangis dan mengangguk pelan menyanggupi.

Karena bagaimanapun dan ke manapun mereka pergi, hati mereka akan selalu melangkah dalam sebuah putaran pasti. Juga, Tuhan telah menjanjikan pada mereka untuk kembali lagi suatu hari, bersatu dalam ikatan cinta yang lebih kuat dalam hidup. Selamanya.

“Sehun, bagaimana bisa kau lakukan ini padaku?”

 

“Sudahlah, Cheon. Aku lelah.”

 

“Kau lelah? Lalu bagaimana denganku? Kau kekanakan, Sehun. Kau yang memintaku untuk bertunangan denganmu, kau yang berselingkuh di hadapanku, dan sekarang kau bisa bilang lelah? Sepertinya tinggal di Paris membuatmu jadi aneh. Baiklah, kita akhiri saja kalau begitu. Aku tak peduli lagi! Kau brengsek, Sehun.”

 

“Cheonsa, awas!”

 

“Untuk kasus Nona Cheonsa ini, kemungkinan besar ingatannya tak akan bisa kembali. Maafkan kami.”

FIN

Kyaaaaaaaa HunSa❤

10 responses to “[Every Time] We Went in Circles for Life – Angelina Triaf

  1. Jiah nyesel, di pakai apa otak lu waktu itu. Sampai nyesel diakhir(-_,-). Masi untung tuhan mau satuin lagi hubungan lu. Masi untung lu memang udah di takdirin bareng Cheonsa. intinya, masi untung tuhan buat cheonsa lupa ingatan, jadi lu bisa mulai semua dari awal. Karna memang, semua kesalahan sumber nya lu.(lu; sehun)

    Sorry, gue kesel banget sih sama sehun. Jadinya pengen banget nyembur sehun pakai kata-kata di atas:’v. Jjang!

  2. jiaaahhh baper dah jdinya…

    need squel thor.(ngga maksa kok hehehe :D)

    keep writing thor.! Jjang..!!!😀

  3. Kyaaaa sehuuuun;;-;;
    Huhuu cie nyesell lagian jahat bgt si😦
    Semoga aja cheonsa nya masih mau ama lu ya hun pas dia nanti udah inget–”
    Aahhh jadi baper kan t.t

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s