HOMEWAY MATE (1)

A New Design

 

Starring Jeon Jungkook of BTS and Hong Inha of Original Character

Disclaimer : Cast belong to God , story is mine

Prolog

Amarah dan pertanyaan penuh protes siap dilayangkan Inha untuk daddy nya. Ia tak terima bahwa ia telah di jodohkan tanpa persetujuannya, bahkan daddynya tak pernah bertanya satu kali pun tentang hal ini pada Inha.
“No dad! Apa yang daddy fikirkan sih ? Aku tak mau menikah dengan bocah ingusan itu!”

 

Hong Taewon, daddynya Inha hanya menghela nafas panjang dan menurunkan surat kabar yang sedari tadi ia baca, sebenarnya tak benar benar dibaca, hanya alibi untuk menghindari kontak mata dengan Inha.
“Tidak ,kau harus menikah dengannya Inha. Ini sudah menjadi keputusan daddy dan mommymu dulu. Dan Jeon  Jungkook tidak ingusan Inha, dia sudah menjadi mahasiswa”

 

“Heol, tubuhnya saja yang tumbuh besar tapi kelakuannya masih seperti anak anak. Dad, please .. aku akan melakukan apapun, asalkan pernikahan ini dibatalkan”
Pinta Inha, ia duduk di samping daddynya. Menunjukkan muka sedihnya, yang nyaris saja tak dapat ditolak oleh Taewon.

 

“Sayangnya tidak bisa Inha ku sayang, mommy dan oemmanya Jungkook telah membuat kesepakatan ini jauh sebelum kau lahir , dan .. daddy tak akan mungkin mengingkari janji yang telah mommy buat. Ia bisa sedih di surga sana”
Raut wajah Inha berubah muram. Dadanya sesak, serasa ada yang mengganjal di paru parunya.

 

“Dad ..”

 

“Lagipula bukankah tak ada masalah jika kau menikah?”

 

“Dad …”

 

“Jungkook anak yang baik , ia bahkan sudah dipastikan akan menjadi pewaris Wisdom Corp, masa depanmu akan baik sekali Inha”

 

“Dad , please”

 

“Umur bukan masalah , kau hanya terpaut 4 tahun darinya. Kau akan baha-”
Kata kata daddy terhenti karena melihat sebulir airmata jatuh membasahi pipi putrinya.

 

“Dad , aku sudah memiliki kekasih. Aku mencintai oranglain dad”
Inha beranjak bangun dari duduknya, ia mengelap airmata dan menatap sendu pada daddynya
“Aku tak mau menikah”
Inha pergi meninggalkan daddy, masuk kedalam kamar dan menangis.

 

 

 

 

Sebuah meja makan berukuran besar memanjang sudah tersedia penuh dengan piring piring berisi makanan lezat. Selalu seperti ini, berbagai macam makanan menghiasi makan malam keluarga Jeon yang hanya terdiri dari 2 laki laki dan 1 perempuan. Di ujung meja ada Jeon Junhyung, appa Jungkook dengan kacamata tipis penghias wajahnya yang rupawan. Di sebelah kanannya ada Lee Raeun , istrinya yang cantik bagai model model Victoria Secret dengan lesung pipit menawan. Disebelah kirinya duduk Jeon Jungkook, anak semata wayang mereka.

 

Makan malam berlangsung tenang, sesekali oemmanya Jungkook akan mengambilkan garam, tissue, air atau apapun yang para lelakinya butuhkan di meja makan. Setelah makan malam selesai dan makanan sudah di bereskan semua ke dapur oleh sang pelayan, barulah appanya Jungkook memulai percakapan.
“Jadi Jungkook, kau sudah bertemu dengan calon istrimu hari ini?”

 

Jungkook mengangguk, senyum selalu menghiasi wajah manisnya.
“Aku juga sudah bilang bahwa aku adalah calon suaminya, dan kami akan segera menikah”

 

“Lalu bagaimana reaksi dia sayang?”
Tanya oemmanya perhatian, terlihat tertarik dengan hal ini.

 

“Agak terkejut, tapi aku yakin dia akan setuju”
Ucap Jungkook yakin.

 

“Tentu kau harus membuatnya setuju untuk menikah denganmu, kau tau kan kalau kau tak akan bisa mendapat warisanku jika kau tak menikah dengan putri Hong Taewon. Oemmamu sudah terlanjur berjanji dan berhutang nyawa pada mommy nya Inha”
Appa Jungkook tak pernah lelah untuk mengingatkan hal itu padanya. Tentang perjanjian tak tertulis istrinya dengan Son Mari dan suaminya Hong Taewon, bahwa kelak mereka akan menikahkan kedua anak mereka dan menjadi besan. Bahwa bukan tanpa alasan mereka melakukan ini, mommy Inha telah menyelamatkan hidup oemma Jungkook satu kali. Dan sebagai gantinya, mereka berdua siap untuk menjaga anak perempuan keluarga Hong itu dengan menjadikannya menantu.

 

Tapi sesering apapun appa dan oemmanya menekankan betapa pentingnya pernikahan itu bagi Jungkook, tak sekalipun ia menyinggung bagaimana pendapat Jungkook tentang hal ini. Apa dia mau menerimanya, bagaimana kesan Jungkook setelah bertemu dengan Inha, Apa ia menyukainya .. Tidak, orangtuanya tak pernah menghiraukan itu. Dan Jungkook tak heran, mereka pasti menganggap Jungkook sama seperti mereka,  pencari harta garis keras. Kedua orangtuanya memang sama sama pekerja keras dan sebuah keajaiban mereka bisa berkumpul seperti ini hari ini, apalagi kalau bukan karena rencana pernikahan anaknya.

 

“Aku tak akan pernah lupa appa, secepat mungkin aku akan mendapatkan hatinya dan menjadi pewarismu sepenuhnya”
Rahang Jungkook mengeras, ia sebenarnya tak ingin mengatakan hal ini. Dengan menjadi sama seperti mereka, Jungkook telah menjadi anak yang berbakti. Ia mengesampingkan perasaannya, itupun kalau ternyata ia punya.

 

“Bagus sayang, itu baru anakku”
Sentuhan halus dari oemmanya di rambut menguatkan Jungkook bahwa ia telah memilih jalan yang benar.
“Apa kau tau oemma sudah mendaftarkan Inha satu kampus denganmu, ia akan menyelsaikan S2 nya disana”

 

“Begitukah? Umm oemma itu sedikit ..”
Ekspresi Jungkook sedikit tak tertebak, ia mungkin sedikit risih. Ia memang menjadi pangeran yang sempurna di rumah, sifat ramah dan juga senyum yang selalu mengembang membuat semua orang suka padanya. Tapi di sekolah ,,

 

 

 

 

“Omoo omoo dia datang !!”
Seru beberapa wanita di sebuah kampus elit Seoul. Semua yang mendengar suara itu seketika berkumpul ke pintu gerbang, perhatian seluruh kampus setiap pagi tertuju pada pemandangan yang sama. Sang pangeran kampus.

 

Bentley hitam metalik keluaran terbaru, dengan dua mobil hitam mengikuti di belakangnya berhasil mencuri perhatian khalayak ramai. Juga Inha, ia harus mengalah menerima berkuliah di tempat ini setelah berdebat cukup panjang dengan daddynya. Oh ayolah, ia hanya ingin duduk manis di depan laptopnya menulis kisah romantis tentang sepasang kekasih yang dimabuk cinta. Bukan seperti ini, repot repot untuk belajar dan berpusing pusing lagi. Dan apa ini? Pagi pagi sudah ada keributan tak berkelas seperti ini. Siapa sih manusia bodoh yang menjadi tontonan para gadis kurang kerjaan itu? Inha mencoba untuk melihat juga , penasaran dengan apa yang bisa membuat kegaduhan menyebalkan seperti ini dipagi hari.

 

“Ohh ternyata hanya mobil mahal”
Gumam Inha malas, ia tadinya mengharapkan ada atraksi sulap atau sirkus atau apapun yang menarik. Ternyata hanya sebuah mobil .. dan beberapa pria berbadan kekar turun dengan jas jas hitam dan peralatan lengkap ala mata mata.
“Woah tingkahnya seperti mata mata saja”
Cibir Inha

 

“Mereka bodyguard , tak ada mata mata yang terang terangan begitu noona”

 

“Ia ya , tak mungkin .. Hei, siapa kau? Apa yang kau lakukan disini?”
Tanya Inha kaget, Inha fikir ia sedang berbicara pada seorang gadis kurang kerjaan tadi. Tapi nyatanya seorang pria dengan rambut orange terang yang kelihatannya juga kurang kerjaan.

jimin 3

“Aku melakukan hal yang sama denganmu”
Jawab pria itu, sambil menghisap lolipop strawberry yang dipegangnya.

 

“Aku tak sedang mencuri curi lihat”
Jawab Inha cepat, ia tak ingin dianggap sama seperti gadis gadis lainnya.

 

“Apa aku kelihatan sedang mencuri curi lihat? Aku jelas hanya ingin tahu. Dan liat kesana, sepertinya puncak perhatian sudah muncul”
Pria rambut orange itu mengarahkan wajah Inha kembali ke depan, kearah mobil bentley hitam itu lagi. Perlahan seseorang yang disebut puncak perhatian itupun keluar dengan angkuhnya, seseorang yang membuat Inha membelalakan matanya terkejut. Seseorang dengan kulit putih bersih, rambut hitam pekat dan gigi kelinci yang manis. Jeon Jungkook.

 

campus

“Geez! Bocah manja itu !”

 

“Wo-wooww , kau pasti seseorang yang berani sekali sehingga bisa mengatakan itu noona. Bocah manja ? siapa sangka kita disini memanggilnya, ketua gengster”

 

“Geng-genster?”
Tanya Inha terbata. Tapi sedetik kemudian ia tertawa, tertawa terbahak bahak. Seakan perkataan pria rambut orange adalah lelucon paling tak masuk akan di dunia.
“Kau jangan bercanda seperti itu pagi pagi ahahaha”

 

Pria rambut orange itu mengerutkan dahinya dan berbisik pada telinga Inha.
“Noona , aku tak bercanda. Ah maaf aku belum memperkenalkan diriku secara resmi kepadamu. Aku Park Jimin, kaki tangan si bocah manja yang di depan itu”

 

Omo!
Inha tercengang untuk yang kedua kalinya, tapi dia kembali tertawa. Bahkan kali ini tawanya lebih keras.
“Hahahaha kau sangat lucu tuan orange! Baiklah baiklah memang masuk akal kalau bocah manja itu adalah ketua gengster dikampus kalau kaki tangannya saja pria berambut mirip jeruk dan senang mengulum lolipop strawberry sepertimu. Hahahah maaf maaf tapi ini agak sediki- eh hey! Apa yang kau lakukan ?!?”
Jimin mengangkat tubuh Inha di pundaknya dan membawanya ke hadapan Jungkook yang baru saja melepas kacamata hitamnya.

 

“Turunkan aku kepala jeruk!!”
Teriak Inha pada Jimin. Ia menurunkan Inha dengan lembut dan sialnya high heels yang terpasang di kaki Inha malah membuat keseimbangannya goyah sehingga ia jatuh tersungkur dihadapan sepasang kaki. Kaki Jungkook lebih tepatnya.
“Owh shit!”

 

“Noona ini sepertinya mengenalmu Jungkook”
Ucap Jimin yang hanya di sambut anggukan oleh Jungkook. Ia kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu Inha berdiri, yang tentunya langsung ditolak mentah mentah oleh Inha.

 

“Bangunlah, kau tak ingin dilihat seluruh kampus dalam keadaan begini kan ? Menyedihkan!”
Inha beranjak bangun dengan susah payah, kekuatannya pulih ketika seorang anak bocah yang baru dikenalnya kemarin mengatakan kata kata yang sangat dibencinya seumur hidup.

 

“Don’t you dare, kid! Menyedihkan ? Siapa yang menyedihkan?”
Sulut Inha, bocah ini sudah membuatnya benar benar marah. Bodyguard di belakang Jungkook mendekat siap memegang Inha, kala Inha mengacungkan telunjuknya di depan muka Jungkook. Tapi Jungkook segera mengangkat tangannya ke udara, ia memberi tanda pada bodyguardnya untuk tak bergerak.

 

“Baiklah, bukankah ini saat yang tepat?”
Jungkook berbicara pada Inha tapi gadis itu tetap tak ingin mendengarkan. Heol, saat yang tepat untuk apa? Apapun yang yang akan Jungkook katakan, tak penting untuk Inha. Jungkook membalik tubuh Inha , menunjukkan nya pada setiap mata dikampus.
“Liat gadis ini baik baik ! Dia akan menikah denganku!”

 

Deg!

 

“YA!!”
Inha melotot, ia tak suka dengan sikap Jungkook yang seenaknya. Bagus, mulai hari ini kehidupan Inha akan menjadi buruk. Liat saja gemuruh gadis gadis yang sangat terkejut disana, mereka menatap tajam dan siap menusuk Inha dengan pisau jika mereka punya kesempatan. Dan Jungkook? Ia tersenyum mengerikan, seringai jahat yang tak Inha sangka dapat bocah manja ini munculkan di wajahnya.

 

 

 

 

Inha menarik tangan Jongkook, dan mencari ruangan kosong untuk melampiaskan kekesalannya. Ia mendudukan Jungkook di kursi dan mulai menceramahinya.
“Dengar ya bocah manja! Aku tak akan mau menikah dengan anak kecil sepertimu. Siapa kau berani mengatakan di depan banyak orang bahwa aku akan menikahimu? Baiklah karena kau masih kecil jadi aku akan tidak terlalu kasar. Aku perjelas. Pernikahan itu tidak akan pernah terjadi, arra?”

 

Jungkook tak bereaksi, ia masih memandang Inha dengan pandangan yang tak dapat diterka maksudnya.
“Well, mungkin kau yang polos ini memang harusnya tertarik padaku. Aku memaklumi karena aku ini memang cantik, tapi usia kita terlalu jauh. Kau tidak sepadan untukku, aku suka pria dewasa yang sexy. Dan aku sudah punya pria itu, jadi noona mohon padamu. Tolong bilang pada Jeon Ahjussi untuk membatalkan pernikahan ini. Okay?”

 

Inha menunggu jawaban Jungkook, tapi Jungkook lebih memilih tersenyum ketimbang menjawab. Bukan senyum ramah seperti yang kemarin dilihat Inha, tapi senyum menyeramkan seperti serigala kelaparan.
“Aku mengganggap sikap diam mu ini sebagai persetujuan. Baiklah, kita sudah sepakat. Aku pergi dulu”

 

Inha berbalik, ia ingin menuju kelas pertamanya di kampus ini. Tapi sesuatu yang kuat telah menahan tangannya, membuatnya terpojok ke dinding dan mengurungnya. Ya, Jungkook mengurungnya diantara kedua tangannya.
“Anak kecil yang polos ? Bocah manja ? Siapa sebenarnya yang telah beranjak dewasa , Ursula ?”

 

Deg , Deg , Deg !!!

 

Ursula ..
Inha ingat panggilan itu, panggilan yang telah disematkan bocah 6 tahun itu kepadanya, saat ia berumur 10 tahun. Gurita jelek , Gurita Jahat , Gurita berbahaya .. Inha si Ursula. Bocah yang selalu Inha gunakan untuk berbagai kejahilannya di masa kecil, bocah yang selalu mengikutinya kemana mana saat ia datang kerumah teman daddy , bocah jelek dengan gigi yang besar besar yang selalu Inha peralat untuk mencuri makanan di dapur.

 

“Kookie ?”
Ucap Inha pelan. Jungkook tertawa kecil, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Inha dan berbisik pelan di telinga Inha, membuat Inha merinding.

 

“Ini aku ursula, selamat bertemu kembali ..”

 

Inha berusaha melepaskan kurungan tangan Jungkook setelah menyadari siapa sebenarnya pria itu sekarang. Jika ia benar kookie , maka Inha dalam masalah. Inha tau benar ia telah membuat Kookie menjadi seorang monster tanpa ampun, tapi Inha tak bermaksud seperti itu. Bagaimanapun saat itu ia hanya anak kecil, yang hanya ingin membodohi anak yang lebih kecil darinya. Ia tak menyangka bertemu lagi dengan pria ini, direncanakan untuk menikah dengannya dan sekarang ada dalam kelas kosong bersamanya. Oh Tuhan, ini bencana.

 

“Lepaskan aku!”
Inha meronta berusaha mendorong Jungkook menjauh, tapi ia tidak lebih kuat dari Jungkook. Sebelah tangan Jungkook kini sudah memegang pinggang Inha kuat dan memeluk Inha dengan sangat erat. Tangan yang lainnya mengelus rambut panjang Inha dan merayap ke tengkuknya.

 

“Kau suka pria dewasa yang seksi kan ursula? Kau tak keberatan dengan ciuman kan? Bagaimana kalau sedikit frenchkiss pagi ini? Eum ?”
Bisik Jungkook seduktif.

 

“Hey apa ya- emmphh”
Ia mendekatkan wajahnya pada wajah Inha dan menyapukan bibir basahnya diatas bibir mungil Inha. Jungkook agak kesulitan karena Inha sama sekali menolak ciumannya, apalagi untuk membuka mulutnya. Jungkook tak menyerah dan menjelajahi punggung Inha dengan jemarinya. Ia mengusap pelan , dan ketika Inha sudah terlalu lelah untuk melawan. Ia melembutkan ciumannya dan menutup matanya. Inha kalah, entah kenapa ia menyukai sensasi ini walau otaknya berteriak melawan. Ia pun menutup matanya dan tanpa sadar mengalungkan lengannya di leher Jungkook.

 

Cekrek !!

 

Suara kamera, seseorang telah memfoto mereka dari jendela kelas kosong itu. Ah, rambut itu .. Itu pemuda rambut jeruk! Park Jimin.
“Hey! Gambar apa yang kau ambil?!”
Inha mendorong Jungkook yang otomatis melepaskan tautan mereka. Inha mencoba mengejar Jimin tapi pria itu sudah berlari entah kemana. Inha panik.
“Kookie cepat kejar pemuda jeruk itu , dia mengambil gambar kita. Cepat suruh dia hapus foto itu.”

 

Jungkook mengelap sisa saliva yang tadi berceceran di wajahnya, dan kembali tersenyum mengerikan pada Inha.
“Untuk apa ? Aku akan gunakan foto itu untuk memaksamu menikah denganku. Kalau kau menolak, mungkin Yamato Kohta besok pagi akan menerima email dariku yang membuatnya terkejut setengah mati. Bagaimana?”

 

“MWO!!”
Tadi, sempat sesaat Inha merasa bahwa Kookie sudah berubah dan tak lagi mengerikan seperti dulu. Tapi ia yakin kali ini, iblis tetaplah iblis.

 

 

 

 

Gadis manis dengan rambut terurai panjang mengikuti kemana lelaki dengan rambut orange itu pergi, ia penasaran sekali kenapa kaki tangan sang laki laki pujaannya begitu senang hari ini.
“Apa langsung kulaporkan saja pada tuan Jeon ya, hihihi ini awal yang bagus”
Ucap Jimin, terkekeh geli melihat hasil fotonya.

 

“Laporkan apa huh?”
Langkah Jimin terhenti karena mendengar suara gadis yang begitu dikenalnya, gadis penguntit Jeon Jungkook, Ryu Hyeju.

ryu hjeju

“Kau mengagetkan ku saja, kenapa kau mengikutiku? Omo! Jangan bilang kau sudah sadar selama ini akulah laki laki hebat yang kau cari kan? Sini sini berikan pelukanmu..”
Jimin membuka tangannya lebar lebar, berharap Hyeju akan berlari dan memeluk tubuhnya. Tapi yang ia dapat bukanlah sebuah pelukan, melainkan tendangan menyakitkan di kaki kanannya.
“Awww appo”

 

“Jangan bermimpi Park Jimin. Seumur hidup aku tak akan pernah berlari kepelukanmu”
Ia melenggang pergi tanpa rasa bersalah. Tapi sebelum ia meninggalkan Jimin, ia sengaja menjatuhkan salep pereda sakit di sekitar sana. Jimin tersenyum, tertawa kecil lalu menyisir rambutnya dengan jemari nya. Ia memungut salep itu dan menatap punggung Hyeju yang mulai menjauh.
“Dia menyakitiku lalu memberiku obat. Lihatlah, bagaimana mungkin aku tak tergila gila padanya”

 

Sebelum akhirnya pergi kekelas nya, ia mencium singkat salep pereda sakit itu.

 

 

 

 

Drrrttt drrrttt drrrttt

 

Ponsel putih milik Inha bergetar, ini sudah ke 14 kalinya Yami menelfon hari ini. Bukan karena sedang tak berada di tempat, atau sedang meeting penting yang mengharuskan Inha tak menjawab panggilannya. Inha hanya tak tau harus bilang apa pada kekasihnya itu. Alasan mengapa liburannya ke Seoul yang semula hanya satu minggu, kini berakhir terancamnya ia tak bisa kembali lagi ke Brooklyn karena akan dinikahkan. Entah apa yang ada difikiran Yami nantinya. Apa Inha akan di campakan ? Atau bahkan Yami akan membencinya. Oh ayolah, membayangkannya saja Inha tak sanggup.

 

Selama ia menempuh pendidikan di Brooklyn , hanya Yami satu satunya yang bisa Inha andalkan. Ia adalah tipe lelaki yang peduli, ramah dan mau menerima Inha apa adanya. Bahkan dengan segala sifat jelek Inha yang notabene nya selalu membuat kesal orang disekitarnya. Cinta Yami pun tak kalah besar untuk Inha. Inha yakin saat itu Yami tak berfikir dua kali untuk menemui Inha yang sedang demam di apartemennya, sedangkan ia ada audisi di sebuah label musik yang cukup terkenal. Yami juga yang pernah menyelamatkan Inha kala ia dikerumuni oleh para pemabuk jalan yang nyaris saja merebut mahkotanya. Ya , Yami lelaki yang sangat worth it bagi Inha.

 

Dan kini ,haruskah dia dengan cuma cuma meninggalkan pria yang begitu berharga itu hanya demi janji mommynya? Inha tak tahu jawabannya. Inha memang sangat yakin bahwa ia hanya mencintai Yami, tapi ia tak yakin daddynya akan tergerak dengan cinta mereka. Apalagi daddy adalah tipe orang yang tidak suka akan perbedaan budaya. Dan masalahnya Yami itu berdarah Jepang, kami berbeda negara dan kebudayaan.

 

Pada dering ke 15 akhirnya Inha mengangkat telfon Yami.
“Gomen ne , tadi aku sedang membereskan kamarku jadi ..”

 

“Tidak apa apa my dear”
Jawab suara dari seberang sana. Mendengar suaranya saja Inha sudah sangat senang, ia merindukan pria ini.
“Apa kau baik baik saja? Sudah makan malam?”

 

“Umm sudah, bagaimana denganmu Yami? Jangan terlalu sering minum kopi selama aku tak disana, kau butuh tidur yang cukup”
Ucap Inha lirih, ia tak tau bagaimana menjelaskan keadaan yang rumit ini pada Yami. Maukah ia jika Inha meminta menemukan jalan keluar bersama?

 

“Alright dear, you should have a good rest too. Jangan terlalu memaksakan menulis, bukankah editornya bilang deadline nya masih lama?”
Begitu perhatiannya Yami pada Inha membuat Inha tak tega jika harus mengatakan hal ini pada Yami. Tidak, Yami tidak boleh tau dulu sebelum semuanya jelas. Yami tidak boleh tau.

 

“Baiklah, aku akan segera tidur. Oyasuminasai”

 

“Tunggu dear,”
Tahan Yami ketika Inha akan menutup telfonnya.
“Bogoshipoyo~ i miss you, jeongmal”

 

Tak tertahan lagi, berbulir bulir airmata jatuh dari pelupuk mata indah milik Inha. Teringat ketika tadi pagi ia akhirnya mengiyakan pernikahan itu, ia tak ingin Yami tau. Setidaknya, tidak dari oranglain.

 

“Nado .. I miss you more and more”

 

 

 

 

To be continue ^^

Bagaimana chapter 1 nya ? Membosankan ga ? Garing ga ? Hahaha

RCL nya yaa ^^ ini ada bonus dari kooekie

Advertisements

36 responses to “HOMEWAY MATE (1)

  1. gak nyangka jeon jungkook jadi gangster 😀 , seru seru….
    kira-kira siapa yang akan dipilih inha? yami atau jungkook?
    hallo salam kenal 😀 sebut saja saya neechan.
    ijin baca untuk next chapter ya 😉

  2. Next… Ceritanya bagus, ada comedynya jadi engga garing.
    Jungkooknya keren, pemuda rambut jeruknya juga keren

  3. Dedek kookie usah besar :”) sekarang jadi gangster lagi songongnyaaaaaa :””” jadi jimin itu suka sm ryu ryu itu sedangkan ryu suka sm jungkeok? Kasihannnn sama aku aja sini jim :$ ditunggu next part :)))

  4. Sumpahhh rusuh banget Kookie-_- tampangnya tu lucuuu susah ngbayangin dia ngomong pake nada seduktif *eww
    Ngenes banget jadi Inha, kesian liat keadaannya, tp mau gimana lg dia juga gada pilihan lain selain ngikutin kemauan mommynya *sabarryaaa

  5. Daebak, keren banget, tpi di ff ini jungkook badboy, keren bget. Ff ini akan berakhir marriage life kah? Makin penasaran, next thor, fighting,……..,!

  6. Jadi Jungkook sama sekali ga ada perasaan apa2 ke Inha? Dia cuma mau bahagiin orang tuanya aja??
    Tapi cinta itu bisa ada karna terbiasa kan? Nantinya juga Jungkook suka sama Inha, sebaliknya pun gitu..
    Ditunggu next chapternya ^^

    • iya na bener , cinta bisa muncul dengan berbagai alasan kan . ga harus ketertarikan pada pandangan pertama #tsaahhh *kibasponi* hahaha . makasih ya RCL nyaa ditunggu chapter 2 nyaa ^^

  7. Bagus kokk, aku suka. aku kira ini bakal oneshoot tapi?? hahaha jadi ga sabar buat baca kelanjutannya…. *fighting*.

  8. Aaaaa seriously ini keren banget 😀 jungkook masih bocah kelakuannya yak hmzz :v btw greget loh kak bacanya 😀 nextt yaa kak keep writing!!

  9. Pingback: HOMEWAY MATE -2- | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s