The Dim Hollow-Chapter 5 by Cedarpie24

dimmmmm

The Dim Hollow

—Chapter 5

Sinner

.

a fanfiction by cedarpie24

.

Oh Sehun x Son Dahye

Slight!Kim Jongin, Byun Baekhyun

Romance, school-life, hurt, teacher-student relationship || PG-16 || Chaptered

.

I just own the storyline and original-chara

.

Aku menyayangimu sedalam kau menyukaiku. Memujamu sebanyak kau mengagumiku. Menginginkanmu sesering kau merindukanku. Namun ada begitu banyak hal yang membuatku tak pantas untukmu. Aku, terlalu banyak kekelaman yang kupunya.—Oh Sehun

.

ForewordChapter 1—Got Noticed ♠ Chapter 2—NightmareChapter 3—Detention ♠ Chapter 4—The Kiss

 

full_size_20160305070213

            Gantung diri.

Eonninya memilih gantung diri sebagai jalan mengakhiri hidup.

Dahye masih ingat benar hari dimana ia menemukan kematian eonninya—sekujur tubuhnya gemetar tanpa ampun sementara keringat mengucuri keningnya begitu ia memasuki kamar eonninya dan menemukan sosok tersayangnya itu telah tak bernyawa. Bayangan tubuh eonninya yang menggantung kaku pada seuntai tali masih melekat dengan begitu jelas di benak Dahye. Seringkali membuatnya ketakutan sendiri, namun juga tercekik akan rasa rindu pada saat bersamaan.

Dan melihat pemuda di hadapannya ini, hanya semakin mengingatkan Dahye pada eonni tersayangnya.

“Jadi kau sekolah di sini, Hye-ya?”

Byun Baekhyun bertanya sembari menyuguhkan senyuman hangat.

Susah payah Dahye membalas senyuman itu. Sulit rasanya tersenyum pada Byun Baekhyun tanpa mengabaikan bayangan akan ingatan di masa lalu.

“Eum.”

“Kau betah di sini?” ia bertanya lagi, suaranya kedengaran begitu ramah dan bersahabat.

Dahye mengangguk kecil sambil mengaduk-aduk makan siangnya.”Ya, tentu saja.”

“Baguslah kalau begitu.” Baekhyun menyahut, senyuman itu masih setia mewarnai wajah tirusnya.”Bagaimana kabar nenek?”

Sejenak Dahye memilih bungkam. Kenapa saat ini Byun Baekhyun kelihatan begitu baik dan perhatian? Apa pemuda ini tengah berpura-pura? Untuk mendapat maaf dan simpatinya? Dahye memejamkan matanya sesaat. Sekeras apa pun Baekhyun berusaha mengemis maaf darinya, Dahye takan bisa memaafkan pemuda ini sepenuhnya. Kesalahannya terlalu besar, terlalu fatal hingga Dahye pikir penyesalan takan mampu membayar apa pun.

“Meski begitu kini aku tahu benar bagaimana rasanya dikhianat—oleh sosok yang paling kucintai. Untuk tetap bernapas dan bertahan hidup pun rasanya begitu sukar. Mungkinkah jika aku pergi segalanya bisa berjalan lebih baik? Mungkinkah jika aku pergi pengkhianatan memuakan itu akan berakhir?”       

Penggalan kalimat dari surat yang eonninya tinggalkan masih membekas dengan jelas di ingatan Dahye. Setiap katanya, setiap coretan tintanya dapat Dahye rekam dengan baik di memorinya. Mengantarkannya pada satu kebencian pada lelaki di hadapannya ini.

Byun Baekhyun. Dari surat yang eonninya tinggalkan, Dahye dapat menyimpulkan kesalahan apa yang telah lelaki itu perbuat. Pengkhianatan. Lelaki ini telah mengkhianati eonninya, telah menjadi alasan eonninya bunuh diri—dan aras itu semua Dahye tak bisa menghentikan dirinya untuk tidak membenci Byun Baekhyun. Sekeras apa pun pemuda ini berusaha bersikap baik, seolah ia ingin menebus kesalahannya pada eonninya, Dahye takan pernah bisa memaafkannya.

“Oppa, berhenti bertingkah begini.” Dahye menyuarakan isi kepalanya, susah payah menahan diri untuk tidak memekik marah.”Berhenti bersikap baik, berhenti berlaku seolah kau peduli pada kehidupanku dan nenek—berhenti, karena aku tahu Oppa tak sungguh-sungguh melakukannya.”

“Hye-ya, apa yang kau bicarakan?” Baekhyun tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Lelaki itu tak mengerti mengapa kalimat tadi meluncur begitu tiba-tiba. Lalu ketika menemukan raut terganggu Dahye, Baekhyun tahu kemana arah pembicaraan gadis ini. Ia menghela napas lelah, lantas bergumam kecil.”Rupanya masih tentang Dayoung.”

Dahye mendelik ketika mendengar nama eonninya terselip dari mulut Baekhyun. Dengan cepat ia menukas marah.”Tentu saja masih tentang eonni! Oppa pikir aku bisa melupakan kematian eonni begitu saja?”

“Dahye-ya, dengar.” Baekhyun menyambar perkataan Dahye dengan gusar.”Aku tahu kau terluka begitu banyak atas kematian Dayoung—aku sangat mengerti itu. Tapi ketahuilah bukan hanya kau yang kesakitan di sini, aku pun merasakan sakit yang kau rasa. Aku juga terluka atas kepergian Dayoung. Kau tahu benar aku mencintai eonnimu—bahkan sampai detik ini aku masih tak bisa menerima kematian eonnimu.” Ia berhenti sejenak untuk mengisi paru-parunya. Matanya mulai memerah dan Dahye menemukan Baekhyun menundukan kepalanya untuk menyembunyikan air mata yang mulai meleleh. Beberapa sekon hening mengisi mereka, hingga akhirnya Baekhyun kembali mendongak menatap Dahye dengan matanya yang telah basah.”Kita sudah membicarakan ini beberapa tahun lalu. Aku tak bisa mengerti kenapa kau mengungingkatnya lagi?”

Dahye melengos untuk menghindari tatapan Baekhyun. Seketika ia merasa jahat telah berpikir macam-macam mengenai Baekhyun tadi. Pemuda ini menitikan air mata karena eonninya, dan ia tega beranggapan bahwa Baekhyunlah penyebab kematian eonninya.

Tapi surat yang eonninya tinggalkan sebelum ia pergi…

“Aku hanya tak habis pikir, kalau bukan Oppa, lalu siapa yang eonni maksud dalam surat terakhirnya?” akhirnya Dahye buka suara, kembali memandang Baekhyun dengan tatapan menghakimi.”Eonni menulis bahwa ia telah dikhianati oleh laki-laki yang dicintainya, hingga ia memilih untuk bunuh diri. Saat itu Oppa adalah tunangannya—kalau bukan Oppa yang eonni maksud, lalu siapa?”

Aku memang tunangan Dayoung, tapi aku bukan lelaki yang dicintainya, Dahye-ya…

“Aku tak bisa memberi tahumu, Dahye-ya.” Baekhyun berujar menyesal.

Dahye menatap Baekhyun tak percaya. Gadis itu mendengus kemudian membuang wajahnya dengan kesal.”Lihat? Oppa bahkan tak bisa mengatakan siapa lelaki yang eonni maksud. Kalau begini jadinya bukankah lebih mudah bagiku untuk menganggap Oppa sebagai lelaki yang telah mengkhianati eonni—sebagai penyebab kematian eonni?”

Dahye tak menunggu reaksi apa pun dari Baekhyun setelahnya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Dahye bergegas bangkit dari tempat duduknya kemudian menghambur keluar kafetaria dengan mata berair. Mungkin ia bersikap berlebihan tadi, tapi Dahye sama sekali tak bisa menahan diri. Baekhyun—dan semua orang—tak tahu seberapa besar penderitaan yang Dahye alami setelah kepergian eonninya.

Tiga tahun lalu kedua orang tuanya dinyatakan tewas di tempat dalam kecelakaan mobil beruntun. Musibah ini otomatis membuat Dahye hanya bertahan dengan eonninya. Mereka berdua tak mungkin hidup berdua saja, maka setelah melewati berbagai perundingan, mereka memutuskan untuk tinggal bersama di rumah nenek. Dahye pikir ia bisa cukup kuat dengan eonninya di sisinya. Dahye pikir segalanya bisa berjalan seperti semula dengan eonninya berdiri menemaninya, meski ayah dan ibu mereka telah pergi jauh. Tapi rupanya Dahye terlalu banyak berharap.

Belum sampai dua minggu setelah kecelakaan yang merenggut nyawa orang tuanya, eonninya memilih jalan serupa untuk meninggalkan Dahye.

Sore itu eonninya ditemukan menggantung diri di kamarnya. Sepucuk surat ia tinggalkan, sebagai salam perpisahan serta penjelasan tersirat mengenai alasannya bunuh diri. Eonninya menulis bahwa ia telah dikhianati oleh lelaki yang paling dicintainya, oleh lelaki yang paling dikasihinya hingga ia memilih mengakhiri hidup dan menyusul ayah serta ibu. Dahye tak punya alasan lain untuk tidak menuding Byun Baekhyun, sebab pemuda itu merupakan sosok yang dijodohkan dengan eonninya sejak berbulan lalu. Meski lewat perjodohan, namun eonninya dan Baekhyun selalu bertingkah bagai sepasang kekasih yang memang saling menemukan satu sama lain—Dahye tahu dengan benar bahwa keduanya saling mencintai, tapi Dahye tak pernah mengira akan ada pengkhianatan dalam hubungan mereka hingga menyebabkan kematian eonninya.

Tangis Dahye semakin menjadi begitu ia memikirkan ini. Bertemu Baekhyun kembali membuka luka lamanya yang ia pikir telah sembuh. Bertemu Baekhyun hanya kembali mengingatkan Dahye pada eonninya yang telah meninggal dunia.

Karena bagi Dahye, Byun Baekhyun merupakan penyebab kematian Son Dayoung eonni tersayangnya.

full_size_20160305070213

            Sehun sengaja menghabiskan jam makan siang di ruangannya. Pemuda itu duduk tercenung di kursinya, sementara kertas-kertas tugas yang mestinya ia periksa diacuhkan begitu saja. Ia tak bisa berpikir jernih akibat kejadian kemarin yang terus membayanginya. Membuatnya merasa bodoh dan gusar sendiri. Sehun tahu ia telah melakukan kesalahan besar dengan mencium Son Dahye kemarin. Seharusnya ia tak melakukan itu, seharusnya ia bisa menahan keinginannya dan mengontrol diri.

Son Dahye…

Sehun bergerak memijit pelipisnya ketika nama itu kembali melintas di benaknya. Sampai detik ini Sehun masih tak bisa mengerti bagaimana bisa Dahye muncul di hidupnya sebagai sosok yang begitu serupa dengan gadis kesayangannya. Tak bisa dipungkiri bahwa kemarin, manik itulah yang mendorong Sehun mencium Dahye. Son Dahye memiliki manik mata yang persis dengan milik gadisnya, mengingatkannya kembali akan gadis itu, dan membuat rasa rindunya timbul kembali ke permukaan.

Sehun begitu merindukan Dayoung.

Ia tak bisa menahan diri untuk mencium Son Dahye sebab gadis itu begitu mengingatkannya pada Dayoung.

Inginnya Sehun kembali merengkuh Dayoung dalam pelukannya, tapi gadis itu telah lama pergi jauh. Pergi jauh karena kesalahannya…

Namun sejak awal hubungan mereka memang merupakan kesalahan. Hubungan Sehun dengan Dayoung memang tak semestinya ada. Mereka memilih menyalahi jalan yang telah digariskan, dan sesuka hati membuat kisah sendiri. Bermian-main di belakang punggung semua orang, kemudian menyakiti perasaan tulus milik pihak lain. Keduanya mengukir janji untuk tetap saling mencintai dan saling memiliki apa pun yang terjadi. Tapi Sehun tak sanggup berlama-lama membodohi semua orang. Maka ia memilih menuntaskan hubungannya dengan Dayoung, demi menjaga perasaan lain. Namun sayang cara yang dipilihnya sama sekali tak benar. Ia telah membuat kesalahan fatal, dan rupanya menggores luka begitu dalam di hati Dayoung. Lalu hal selanjutnya yang ia tahu ialah, Dayoung memilih mengakhiri hidupnya.

Penyesalan jelas hal yang dirasakannya di kemudian hari. Pekan dan bulan, bahkan hingga tahunan ia lewati, rasa sesal itu tak pernah hilang. Kesalahannya memang terlampau besar—seberapa keras Sehun berusaha menguburnya, kesalahan itu kembali muncul membayangi setiap siang dan malamnya. Ia tak bisa menghapus rasa sesalnya, pun kesalahannya.

Kemudian ketika Sehun pikir lubang kelamnya telah tertutup perlahan-lahan, Son Dahye muncul dan mengacaukan segalanya. Gadis itu bagai duplikat Dayoung, begitu persis dan serupa. Hingga Sehun seringkali dibuat bingung. Haruskah ia mendekatinya—karena ia begitu merindukan Dayoung. Atau justru menghindarinya—sebab dengan melihat Dahye sama seperti mengingatkan kembali atas kesalahannya pada Dayoung.

Namun rupanya Sehun telah bertindak di luar kendalinya sendiri. Tanpa sadar dirinya telah menahan Dahye agar gadis itu tetap berada di sekitarnya.

Sebut Sehun keterlaluan, tapi ia benar-benar menginginkan Son Dahye—karena setidaknya kehadiran gadis itu dapat mengobati sedikit rindunya pada Dayoung.

full_size_20160305070213

            “Apa yang kau pikirkan sih? Tumben kelihatan serius begitu.”

Bahkan Park Chanyeol tak mampu menyeret Jongin dari lamunannya. Sejak pagi tadi pemuda Kim itu duduk termenung, kelihatan serius memikirkan sesuatu yang bahkan tidak Chanyeol ketahui. Tak mungkin Jongin memikirkan tugas menumpuk mereka—mana mau pemuda itu repot-repot meluangkan waktunya memusingkan urusan tugas yang tak ada juntrungnya.

Namun Chanyeol tak pernah tahu apa yang tengah berputar di kepala Jongin seharian ini. Jongin, ia tak bisa menghentikan dirinya mengingat kembali percakapannya dengan Dahye malam tadi. Untuk pertama kalinya setelah waktu yang begitu lama, Dahye kembali bicara padanya.

Kemarin malam sepupunya itu pulang agak larut—untuk ukuran Dahye bisa dibilang benar-benar larut, sih mengingat bagaimana seorang Son Dahye selalu pulang di bawah jam malam. Sejujurnya Jongin mendengar derum mobil dari halaman depan, kemungkinan Dahye diantar seseorang. Namnn Jongin berusaha menelan rasa ingin tahunya dan membiarkan sepupunya itu berlalu dengan tenang begitu saja.

Tapi rupanya Dahye tidak ingin cepat-cepat memasuki kamarnya begitu ia sampai di dalam rumah. Gadis itu justru menghampiri Jongin yang tengah duduk di ruang tengah, berpura-pura menyaksikan acara di televisi padahal diam-diam mengamati gerak-gerik Dahye sejak tadi.

Tanpa ragu Dahye menjatuhkan dirinya di sofa di samping Jongin, kemudian membuang napas keras-keras. Jongin pikir Dahye akan mengatakan sesuatu, tapi setelah bermenit-menit berlalu, gadis itu tak kunjung buka suara. Hingga akhirnya Jongin memilih mengambil inisiatif duluan.

“Kenapa pulang malam begini? Ada tugas?”

Dahye tak segera menjawab. Ia justru menatap Jongin lamat-lamat, rautnya ragu dan dari tatapannya Jongin dapat menebak gadis itu tengah menimang-nimang sesuatu.

“Ada yang ingin kau katakan?” tebak Jongin kemudian.”Bilang saja. Tidak perlu ragu begitu. Dulu juga kita selalu berbagi cerita—bahkan rahasia, kan?”

Sebenarnya saat itu bukan waktu yang tepat untuk mengungkit masa lalu, tapi Jongin tak punya pilihan lain.

Dahye kembali membuang napas keras-keras sebelum akhirnya membuka mulutnya.”Dengar Jongin, kau kan sudah sangat berpengalaman dalam hal ini—jadi aku hanya ingin tanya satu hal.”

Sebelah alis Jongin berjingkat penasaran.”Apa?”

Dahye menggigit bibir bawahnya ragu, dan sekilas Jongin dapat menemukan semburat merah mewarnai pipinya.”Itu… err, kalau kau mencium seorang perempuan, kira-kira apa alasanmu melakukannya?”

Jongin tak bisa tak terkejut mendengar ini. Seluruh saraf tubuhnya seketika bagai mati. Ia membeku dan hanya mampu menatap Dahye dengan terkejut. Tanpa disadari rautnya berubah mengeras.

“Seseorang baru saja menciummu?” Jongin bertanya tanpa basa-basi, suaranya rendah agak mengerikan.

Kedua mata Dahye seketika melebar mendengar pertanyaan ini. Rona merah yang kian jelas mewarnai pipi Dahye lantas telah cukup bagi Jongin untuk menjawab pertanyaannya sendiri.

“Jadi seseorang benar-benar telah menciummu.” Jongin menyimpulkan dengan gumaman rendah. Sesuatu di dalam perutnya menggelegak tak suka.

“B-bukan begitu!” tukas Dahye cepat, pipinya masih memerah.

Kedua alis Jongin berjingkat mendengar sanggahan Dahye.”Kalau begitu kenapa tiba-tiba bertanya?”

“Aku…” bola mata Dahye bergerak gelisah kesana-kemari, kentara sekali kebingungan mencari jawaban.”aku hanya ingin tahu—iya benar, hanya ingin tahu saja! Memangnya tidak boleh? Tinggal jawab saja apa susahnya, sih!”

Sejenak Jongin bungkam. Pemuda itu memutar posisi duduknya hingga kini ia sempurna menghadap Dahye. Kedua tangannya bersilang di depan dada, dan Jongin menghadiahi sepupunya dengan tatapan memojokan.

“Kau benar-benar ingin tahu, ya?”

Mulanya Dahye kelihatan enggan menjawab. Namun kemudian ia menundukan kepalanya, dan bergumam kecil, nyaris tak terdengar oleh Jongin.”Aku hanya penasaran. Ini ciuman pertamaku—jadi setidaknya aku harus tahu alasannya.”

Ciuman pertama…?

Tanpa sadar Jongin mendengus kecil. Lelaki itu ingin melengos namun ia tak kuasa melihat Dahye nyaris memelas begini. Maka pada akhirnya Jongin menghela napas perlahan, kemudian berujar dengan tenang.“Baiklah. Aku akan menjawab pertanyaanmu, asalkan janji satu hal padaku.”

Dahye mengerjapkan kedua matanya beberapa kali.”A-apa?”

“Berjanjilah untuk memanggilku oppa lagi—seperti dulu.”

Kini giliran Dahye yang membeku di tempatnya. Oppa. Jongin oppa. Rasanya sudah begitu lama sejak terakhir kali Dahye memanggil Jongin dengan sebutan oppa—oppanya. Namun kemudian gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya, lantas menatap Jongin dengan jengkel.

“Kau bicara apa sih? Kalau tidak mau membantuku bilang saja sejak awal, tidak usah pakai acara syarat-syarat begitu!”

Lalu ia bergegas bangkit dari duduknya dan melangkah menjauh dengan langkah dihentakkan. Jongin tahu Dahye kesal, tapi saat itu ia sendiri lebih dari sekedar kesal. Bahkan sampai siang ini perasaannya masih tak menentu, kacau dan berantakan.

Seseorang telah mencium Dahye. Dan meski tak mau mengakui, Jongin sadar hatinya memanas tanpa bisa dicegah.

…kkeut

Son Dayoung

—Dahye’s older sister, Baekhyun’s fiancée, and Sehun’s…

543426_471722639530561_1905513216_n

…mind to leave a review?

Advertisements

185 responses to “The Dim Hollow-Chapter 5 by Cedarpie24

  1. Pingback: The Dim Hollow Chapter 14 by Cedarpie24 | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. Hahahahahha jongin ketahuaaannnnn. Ohh jadi oppa nya dahye itu jongiinnnnn. Aku kira sehunn.
    Agak sedih juga sih liat dahye yang bener bener menutup dirinya gara gara masalah yang menimpa keluarganya.
    Dan kasian juga baekhyun yang serba salah disini.
    Jadi semuanya itu salah sehun? Atau begimana? Yaudah lanjut baca aja deh ya~

  3. Yes,, tebakan akau salah semua..
    seruu…ceritanya nggak terduga..
    kerenlah pokoknya..
    ternyata jongin punya rasa sama Dahye..
    Sehun dan Dahye main api dibelakang Baekhyun? Kasian Baek-

  4. Pingback: The Dim Hollow Chapter 15 by Cedarpie24 | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Ternyata bener oppanya dahye itu jongin.. Tapi masih penasaran apa yang buat dahye jadi benci jongin? Duhhhh berharap dahye gatau kalo sehun yang bikin dayoung bunuh diri ajaxD ahhhhh tapi kalo gatau, ga ada konflik:v tau ah mau baca lagi yaa kak

  6. haha.. tuh akan ada something antara sehun dan dahye, mulai terbongkar sedikit demi sedikit teka taki tentang son dayoung

  7. Pingback: The Dim Hollow Chapter 16 by Cedarpie24 | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Pingback: The Dim Hollow Side Story: Forbidden by Cedarpie24 | SAY KOREAN FANFICTION·

  9. Tuhkan tuhkan tuhkan jongin suka dahyee.. Hayo ngaku lu jong???
    Kasian ih terus nanti dahye juga pelampiasan karna dia mirip dayoung gitu? Trs kasian dong dahyenyaa isshhhh
    Trs ini si baek, what? Tunangan?
    Ya ampun baek tolongg wkwkwk

  10. Pingback: The Dim Hollow Chapter 17 by Cedarpie24 | SAY KOREAN FANFICTION·

  11. Pingback: The Dim Hollow Chapter 18 by Cedarpie24 | SAY KOREAN FANFICTION·

  12. Serius kok aku malah jadi kepengen buru buru nemuin konfliknya ya? Wkwk😂 semangat buat lanjutannya ya!

  13. Pingback: The Dim Hollow Chapter 19 by Cedarpie24 | SAY KOREAN FANFICTION·

  14. Pingback: The Dim Hollow Chapter 20 by Cedarpie24 | SAY KOREAN FANFICTION·

  15. Akhirny trjawab jg penasaranku. Tuh kan, jongin suka sm dahye. Wkw. Gmn jdnya kl dahye tau sehun pnyebab kakakny bunuh diri. Hmm. Complicated:'( tp keren ide ceritanya^^

  16. jadi oppanya itu kai? yang dimimpiin sama dahye ..
    ternyata baekhyun tunangannya kakanya dahye trus baekhyun juga temennya sehun tapi sehun ….???? yaampun entahlah kenapa aku jd sebel gini ya sama sehun
    gimana ya kalo dahye tau ternyata penyebab kematian kakaknya itu sehun?? yang diem diem keknya dahye suka sama sehun yaampun
    bagus kak!! semangat terus!!

  17. Alahhhh ternyata sehun nyium dahye karna inget mantan huft awecek adek bang wkwkwkw…. Woahhhh ribet ya ternyata masalalu sehun baekhyun dayoung. Ngerti sekarang kenapa eonninya dahye bisa bunuh diri .rupanya karna penghianatan( yang dimaksud penghianatan rupaya karna sehun memilih putus untuk ngejaga perasaan baekhyun yang notabene tunangan dayoung) . Baekhyun sama sehun sahabatan tapi terlibat cinta segitiga. Jongin juga aneh masa suka sama sepupu sendiri wkwkwkwkw…. Jadi tau nih oppa yg didalem mimpi dahye ternyata jongin ya😝 . Semua terungkap deh… Hehehe… Lanjut baca ya 😘

  18. Mulai jelas sekarang.. jadi Baekhyun itu tunangan Dayoung, tapi Dayoung cintanya sama Sehun, dan Sehun juga cinta sama Dayoung, tapi karna gak mau liat Baekhyun sakit hati jadi terpaksa Sehun mutusin Dayoung dengan cara berkhianat, dan karena Dayoung salah paham akhirnya dia mutusin buat ngeakhirin hidupnya.. dan yang Dahye tau Dayoung itu bunuh diri karena Baekhyun.. Wah.. kalo Dahye tau Dayoung bunuh diri karena Sehun gimana tuh? Pasti dibenci kayak Baekhyun sekarang..
    Hm.. jadi yang Dahye sebut oppa itu Kai.. terus masalahnya Dahye sama Kai apa? Kenapa sekarang mereka malah renggang? Apa karena Kai punya cewek yang dia cintai? Tapi siapa cewek itu? Apa jangan-jangan Dahye? Soalnya Kai juga ngerasa hatinya panas begitu tau Dahye udah dicium..

  19. Mmm jd jongin suka sama dahye ㅋㅋㅋ tuhh kan bner dayoung itu kakaknya dahye,ternyata kakaknya bunuh diri,aku kiram meninggal breng sama ortunya…

  20. Noh kan beneeer si jongin suka sama dahye!hahahaha owalah dulu dahye manggil jongin pake embel2 oppa ya, trs alesannya skrg ga pake oppa lg kenapa ya. Gasuka sama sehun ih jadiin dahye pelarian doang nih jahat

  21. Penasaran apa yang buat dahye benci sama jongin, tapi plis kalo alasan sehun deket sm dahye karna rindu dayoung mending mati aja de, kasian dahye nya ntar

  22. Wah Jongin jadi suka Dahye nih? Padahal dia sepupunya hemm. Trus si Sehun suka Dahye jangan2 buat pelampiasan aja, karena dia mirip Dayoung? Yahh pak guruuu

  23. kayaknya jongin suka sama sepupunya tuh. kl dahye tau yg bikin kakaknya bunuh diri adalah sehun gmn tuh

  24. Eh tebakanku salah😂Sempat bingung dan akhirnya terjawab semuaa😂👌
    Ceritanya unexpected banget😍Sukaaakk

  25. Omo,baekhyun trnyta tunangan dayoung??jadi sehun sm dayoung…..wew,gk nyangka aq..
    Tp,apa itu artinya dahye cm pelampiasan sehun doang?!jd sehun gk bnr sk sm dahye?!ksian bgt,masa sehun udh nyakitin kk nya,skrg dahye ny jg?!
    Seruuuu…mkin penasaran tiap chapternya,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s