WEDDING DRESS—CHAPTER 3A

wedding dress

Kaihwa♪2015

Main Cast :

  1. Kim Jong In [EXO]
  2. Michelle Lee [OC]

Other Cast :

  1. Park Chanyeol [EXO]
  2. Kim Mingyu [17]
  3. Lee Hong Ki [FT. Island]
  4. Son Naeun [Apink]

Genre : Angst, Fluff, Marriage Life, Romance

Length : Chaptered

Rating : PG13

PREVIOUS :

Cast Intro | 1ST | 2ND

review previous

 

“Apa acara kencanmu buruk?” Perjelasnya sekali lagi, Michelle menunduk kemudian menyunggingkan senyum paksa.

“Mana mungkin oppa, tadi kami menghabiskan waktu bersama dengan baik kok. Aku hanya pulang terlalu cepat karena ingin berjalan-jalan kesini.” Ujarnya pelan membuat Hong Ki tanpa diberitahu menaruh rasa curiga. Michelle tidak terlihat baik-baik saja, walau sebagai kakak angkat dia begitu tahu setelah mengenal selama 2 tahun in.

Kakak angkat? Michelle tak tahu, dari hati yang paling dalam Hong Ki ingin saja mengatakan yang sejujurnya. Dari hati terdalamnya.

SORRY FOR TYPO

-Chapter 3A-

“Sampai jumpa, haksaeng.

Ne!” sapa semuanya menjelang Song saem melangkah menjauhi kelas dengan tergesa-gesa, Michelle menghela nafas dan menarik tas selempangnya sembari menuruni tangga kecil dari tempat duduknya. Kelas sudah berakhir dan sekarang dia harus keruangan seni karena memiliki urusan dengan Naeun. Huft, membicarakannya saja malas.

BRUK!

Cukup membuat semua mata tertuju termasuk gadis satu ini, Kim Mingyu yang jatuh karena tali sepatunya sendiri. Tanpa sadar tiba-tiba si Mingyu yang berusaha bangun dia sempat memberi senyum kecil pada Michelle, tubuhnya menegang tatkala Mingyu mendekat dengan seribu langkah cepat. Terdengar beberapa orang sempat mencibir dan tertawa kecil.

“Hai.” Mingyu menyapa sembari menyamakan langkah. Mereka berjalan beriringan menuju lorong seni. Michelle senantiasa menunduk sambil berjalan agak cepat.

“Kenapa terburu-buru sekali? Ada urusan penting dengan siapa?” tanyanya berurutan, Michelle terperangah dan berhenti dengan otaknya yang tiba-tiba blank saja melihat Mingyu tersenyum cukup lebar. Mata lelaki itu menyipit bingung sambil menelisik penampilan Michelle, ‘anak ini cukup aneh beberapa hari terakhir,’ pikir lelaki itu dalam hati.

Mata Michelle bergerak gelisah, ohh dia cukup sebentar sudah sadar, “Aku ada urusan dengan Naeun, sebentar saja.” Ujarnya jelas. Mingyu mengangguk-angguk saja.

“Kebetulan aku juga mau kencan dengan Naeun.” cukup tahu, Michelle kembali patah hati. Dia menarik nafas menahan air mata.

“Kau mau ikut, Michelle-a? Sekalian nanti sepulangnya kau bantu aku mencari hadiah untuk Naeun, dia akan berulang tahun besok!” tawarnya dengan mata berbinar, Michelle tersenyum kecut untuk membalasnya.

‘lagipula siapa kau Michelle Lee? Jangan bermimpi untuk mendapatkannya,’ rutuknya dalam hati, mengabaikan Mingyu yang sepertinya begitu senang membicarakan mengenai surprise yang akan dibuatnya di tanggal ulang tahun kekasihnya yang baru menjalin kasih dengannya dari 2 bulan lalu.

Butuh waktu beberapa saat sampai mereka sampai di ruang seni, Michelle yang pertama kali membuka pintu dan melihat Naeun sedang menari, dia menoleh kesamping kanan, disana tampak Mingyu yang tersenyum cerah melihat Naeun yang menggerakkan tubuhnya dengan indah, jangan lupakan lekuk tubuhnya yang terlihat begitu sempurna.

Cantik, talented, tinggi dan kaya.

Primadona di kampus yang membuat semua lelaki disana menjadi makhluk hausnya—fans setianya. Michelle mengetuk pintu pelan untuk memanggil dia yang terlihat begitu konsen melakukan tariannya, Naeun menoleh dengan senyum cerah. Perlu digaris bawahi jika Naeun sebenarnya cukup baik dan ramah tapi karena terlalu mencintai Mingyu dia memanggil dengan sebutan yang tak pantas untuk seorang Son Naeun.

Tiba-tiba Naeun menarik Michelle kedalam pelukan, “Mwoya… kau terlihat hug-able Michelle-a.. aku suka sekali memelukmu..” Michelle tersenyum kecil mendengar tuturan Naeun, dilihatnya Mingyu tertawa sembari menyahut, “Kau tidak ingin memelukku, chagi-ya?”

Michelle lepas dari pelukan Naeun kemudian menjalankan aktingnya, “Apa kalian tidak bosan selalu berlovey dovey didepan matakuu? Huft, aku sedih tahu?”

Hahahahahaha.. Mianhaee.” Jawabnya bersamaan, Naeun terlihat berpikir sejenak.

“Kemarin ada seorang lelaki tampan yang menarikmu dari rumah? Siapa diaa?? Beritahu aku!” Tiba-tiba Naeun menarik topik yang sangat Michelle benci, Kim Jong In si hitam tua itu. Dia bahkan tertawa dalam hati karena lucu, sejak kapan dia memberi julukan si hitam tua? Haha.

“Hanya anak dari teman ibuku.” Jawabnya.

Tiba-tiba Naeun dan Mingyu berwajah cerah, “Teman kencan buta ya? Uwaaaa…. ajak dia untuk double date dengan kita, Michelle-a!!”

“Hanya teman, aku bersungguh-sungguh!!”

“Hahahahhahaha.. baiklah.”

“Ngomong-ngomong untuk apa kau mengajakku untuk mengobrol, Naeun-ah? Aku masih memiliki urusan untuk menjaga toko ibuku.” Ucapnya setengah jengkel.

Naeun tertawa sambil menatap wajah Mingyu dan kemudian berbalik dan mengambil sebuah kertas berupa kartu undangan dan mengarahkannya kepada Michelle. Michelle terlihat bingung pertamanya tapi kemudian dia mengerti dan mengambil kartu itu dan membacanya perlahan. Menatap Naeun dengan tanda tanya.

“Pesta ulang tahunmu?” Naeun mengeratkan tautan tangannya dengan Mingyu dan mengangguk dengan begitu gembira. “Eumm! Jangan lupa bawakan hadiah untukku ya!”

“Oke, itu sajakan? HUFT.. Akhirnya Aku dapat sampai tepat waktu ke toko.” Ucapnya. Naeun terlihat cemberut.

“Baiklah, baiklah.. pergi saja sana! Pokoknya datang yaa..??!”

“Tentu saja, sampai jumpa,”

“Sampai jumpa!” Sapa mereka kemudian sibuk dengan urusannya. Michelle berjalan dengan langkah lemah dan  hilang dibalik pintu.

 

***

MICHELLE

Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore waktu Korea, aku mengintip-ngintip dari pagar tinggi sebuah rumah berdesain modern, aku melirik malas kearah kertas ditanganku lagi. Pasti tidak salah, ini dipagarnya tertulis nomor 173 rumah Kim Jong In itu. Huft. Aku menggertakkan gigiku kasar kemudian cemberut, ini memang begitu menyebalkan sekali dan benar-benar gila! Aku akan masuk kesana untuk mengantarkan baju ini? Ahhh… tidak ada cara lain. Mudah-mudahan hari ini dia akan pulang lebih lama, iyaa!! Dia seorang Dokter, pasti akan pulang lama.

Ayo Michelle Lee. Kau pasti bisa!

Chogiyo, anda siapa?”

Mataku bergulir mencari asal suara, disana terlihat seorang wanita paruh baya berusia sekitar sepadan dengan ibuku. Aku membungkuk hormat dari pagar yang membatasi kami. Dia langsung membalas senyumanku. Senyumannya mengingatkanku pada seseorang.

“Ahh… Michelle-kan? Michelle Lee?”

Ye, ajumeoni.. Annyeong haseyo!” Aku tersenyum kikuk sambil membungkuk lagi. Mati aku! Pasti dia ibunya Kim Jong In, tidak salah lagi karena senyumannya familiar.

Kulihat dia semakin berjalan semangat sambil membuka pintu pagar rumahnya dan menarikku kedalam. Aku semakin kebingungan, bagaimana ini? Aku cuma ingin mengembalikan hadiah putranya kemarin kemudian pergi karena aku sudah berjanji balik cepat dengan ibuku. Kudengar dia terus berceloteh bahagia sambil membawaku kedalam.

Bibirku semakin terperangah melihat isi rumahnya, megah sekali, lebih dari yang kulihat dari luar. Kim Ajumeoni—aku tidak tahu menyebutnya apalagi kecuali dari marga anaknya itu—menyuruhku untuk duduk dan disitu lah aku mendongakkan kepalaku kesekitar melihat-lihat lekuk-lekuk rumahnya sembari menunggunya yang entah kemana. Mataku langsung terfokus dengan sebuah papan kecil bertuliskan ‘BOY ZONE’ yang melekat di pintu sebuah kamar, tidak salah lagi itu pasti kamarnya si hitam tua itu, dia itu sebenarnya sudah berusia 25 tahun atau masih 5 tahun sih?

“Silahkan diminum, nak.” Aku terkejut dan lantas berucap, “Tidak usah terlalu repot-repot, ajumeoni. Aku kesini hanya ingin mengantar ini untuk Jong In s—ahh oppa..” ucapku penuh penyesalan, ‘oppa?’ kata ini cukup membuat bibirku kegelian.

Dia melirik sebentar kearah paper bag-ku kemudian berujar. “Ajumeoni hampir lupa, hari ini ajumeoni harus menemani kakak Jong In untuk fitting baju pengantinnya, kau bisa menaruh itu ke kamar Jong In, nak—kau pasti tahu dimana kamarnya—. Ajumeoni akan berganti pakaian sebentar ya!”

“Tapi ajumeoni ini—“ Aku menghela nafas, Kim Ajumeoni larinya kencang sekali, aku berdiri dan melangkahkan kaki ini menaiki tangga rumahnya dengan langkah lemas.

BOYZONE

CLEK

“Anak ini sudah dewasa atau masih 5 tahun, sih ?”

HUMPT—“ Aku menutup mulutku tak percaya, Kim Jong In sedang tertidur di ranjang berukuran king sized-nya dengan pulas. Hampir saja aku berteriak terkejut karena melihatnya tertidur telentang, jangan lupakan tubuhnya topples dengan hanya berbalut boxer spongebob tanpa selimut. Wajahnya tampak polos dan lucu, ehh? Apa yang kau pikirkan Michelle Lee!

Aku menggeleng-geleng mencoba untuk menghilangkan pikiran tentang dada bidang yang kotak-kotaknya itu sangat sexy, euhh!

Aku melempar asal paper bag kearah lantai kemudian menutup pintu kamarnya pelan-pelan. Kusandarkan punggungku didepan pintunya dengan keringat yang tiba-tiba banjir.

“Pikiranku kenapa bisa seperti ini sih? Ayolah Michelle, kau itu tidak boleh menyukainya! Kim Mingyu lebih tampan dan sexy dari dia! DAN…..Mingyu juga lebih muda dari dia! ANDWAEEEE!!” ujarku berteriak pelan-pelan sambil menepuk dada, meyakinkan diri jika Mingyu yang terbaik dihatiku.

“Michelle-ah?” Aku menoleh pelan dan menemukan Kim Ajumeoni datang dengan wajah bingungnya. Kemudian tatapan bingung itu berubah menjadi senyuman menggoda sembari matanya melirik-lirik nakal kearah pintu kamar itu. Ahh orang tua ini maunya apa sih?

“Apa gerangan yang membuat pipimu semerah itu, Michelle? Apa Jong In yang tertidur sangat pulas membuatmu berpikiran yang aneh-aneh?” godanya, aku menunduk dengan senyum malu. Pasti pipiku memerah seperti kepiting rebus, malunya aku!

“Oh iya.. Nak, ajumeoni akan pergi untuk fitting baju pengantin kakak Jong In, kau harus ikut ya?”

Nde? Tapi ajumeoni aku harus kembali ke toko—“

“Ayolah ikut saja! Masalah ibumu itu ajumeoni yang akan mengurusnya,”

Mati aku! Ternyata keluarga Kim semenyebalkan ini! Kenapa ibu bisa berteman dengan ibunya Kim Jong In yang menyebalkan ini? Seenak jidat menarik seorang wanita lajang yang butuh kebebasan ini?

Shit!

 

*

*

*

AUTHOR

KRING! KRING!

Yeoboseyo..

“Jong In-ah, kau baru pulang berperang dengan keadaan sekarat?”

Rasa kantuk Jong In yang biasanya adalah salah satu gangguan untuk pekerjaannya langsung hilang begitu saja mendengar Chanyeol bertanya dengan pertanyaan yang sungguh konyol. Bibirnya mendesis macam ular karena kesal setengah mati, pantaslah pria itu masih perlu tak dipertimbangkan oleh mantan kekasihnya, telinga besar kebanggaan keluarga Park itu sungguh punya kelainan. Masalahnya Kim Jong In masih baru bangun karena telfon darinya, lagipula dia baru terbangun satu menit sebelum menjawab telepon ya.. pantaslah kalau nyawanya masih diambang-ambang.

“Hehehehehehe, kau ada waktu Jong In-ah? Aku masih ada jadwal operasi 15 menit lagi, bisakah kau pergi ke butik disamping cafe biasa kita datangi?” tanya Chanyeol diseberang sana,

“Hari ini kan kau sedang kosong, tidak ada jadwal, jadi… bisakan?”

Jong In berpikir sesaat kemudian berujar, “Bisa, hyung, memangnya kau ingin membeli apa? Untuk Yoora noona, atau untuk siapa ini? Disana kan kebanyakan untuk fitting baju pengantin, kau tidak berencana untuk menikah dalam waktu dekat kan, hyung?” tanya Jong In beruntun karena penasaran.

Jong In dengar Park Chanyeol sedang tertawa cukup keras, “Kali ini untukku, Jong In-ah, hanya untuk acara keluarga, lagipula kalau untuk seorang wanita lebih baik aku menyuruh kakakku daripada denganmu.” Ejeknya,

“Aku akan menyusul, okay?

“Tenanglah, hyung, tapikan kau punya banyak tuxedo, kenapa beli yang baru hanya untuk sekedar acara keluarga biasa?” Jong In mendengus pelan,

“Dasar anak nakal! Kau lebih baik cepat pergi kesana, dan satu lagi, ukurannya jangan diperbesar darimu karena sekarang ukuranku sama denganmu.”

“Kau yakin? Baiklah terserahmu, jangan marah kalau aku akan memilih warnanya sesukaku!”

“Terserahmu Kim Jong In-_- Aku tidak peduli “

Pria berusia 25 tahun itu menarik jam tangannya yang tergeletak dinakasnya, sekarang sudah pukul 4.30 sore. Dia buru-buru bangkit dan menarik kemeja kotak-kotak biru kehitaman yang tersangkut rapi dikursi meja kerjanya. Mengancingkan kancingnya satu persatu sambil mengambil kunci mobilnya.

CREK!

Dahi Jong In berkerut melihat sebuah paper bag yang tanpa sadar ia pijak, laki-laki itu menariknya dan menemukan sejumlah pakaian wanita? “Ahhh… jadi wanita tak tau terima kasih itu datang juga? Cih.. “

apa?!” dia tiba-tiba memekik sambil menyilangkan tangannya di dadanya.

“Tadi…. dia kesini? Andwaee andwaeee?! Pasti ibu yang melemparnya, mana berani dia ma-m-masuk ke kamar seorang laki-laki, pasti?!” Tidak mau tau kelanjutannya, laki-laki itu berjalan cepat menuruni tangga dan beranjak menyelesaikan misinya membantu Park Chanyeol.

 

***

Tidak cara lain lagi selain menuruti keinginan ibu Jong In, Michelle sungguh pasrah dengan nasibnya setelah ini. Belum selesai masalah dia yang dibawa paksa kesebuah butik yang khusus-nya untuk fitting baju pengantin, Kim Ajumeoni sudah memaksanya untuk menggantikan kakak Jong In yang terjebak di kemacetan, nasibnya hari ini sungguh sial dan aneh. Michelle masih celingak-celinguk memperhatikan Kim ajumeoni yang sibuk berbicara dengan perancang busana disana tentang gaun pengantinnya, perancang itupun juga sudah menunjukkan tuxedo putih yang begitu terkesan maskulin untuk calon kakak ipar Jong In. Michelle bangkit mendekati kedua hal itu dan menatapnya takjub.

Dilihatnya sambil merabanya sepelan mungkin, ‘gaun ini sungguh cantik’ pikirnya diiringi senyuman takjub. Diam-diam sambil menunggu si perancang yang permisi ke kamar kecil, Kim ajumeoni menilik Michelle yang terlihat menyukai gaun pengantin tersebut sekaligus ikut gembira. Dia melangkah mendekati Michelle sambil bergumam mencoba memanggil gadis itu. Michelle  menoleh dengan senyum.

“Kau menyukainya, Michelle-ah?” Gadis itu melirik Kim Ajumeoni dan gaunnya gantian dengan senyuman. Michelle mengangguk riang.

“Iya, ajumeoni, gaunnya sangat cantik, eonni pasti sangat menyukainya.”

CKLEK

Kau?!” sahut Jong In dan Michelle bersamaan sambil menunjuk satu sama lain, Kim ajumeoni terkejut melihat keterkejutan keduanya. Ibu Kim itu menepuk jidatnya sendiri karena Chanyeol salah waktu menyuruh Jong In untuk datang. Dia buru-buru menarik Jong In ke sudut ruangan, hingga membuat Michelle merasa dibodohi disitu. Michelle mencoba menepis pikiran negatif dengan melihati gaun pengantin itu lagi. Jong In bingung bukan main saat ibu memintanya untuk berbicara.

“Apa yang kau lakukan, Kim Jong In? Kenapa kau berada disini?” tanya Kim ajumeoni,

“Tadi Chanyeol hyung memintaku untuk mencari tuxedo untuknya, lagipula eomma kenapa kesini bersamanya?” Mata Jong In menunjuk kearah Michelle yang masih memandang ke gaun pengantin itu.

“Itu.. Eomma akan menyuruh Michelle untuk mencoba gaun untuk pernikahan kalian nanti,”

“APA?!” teriak Jong In, dia sempat mencuri pandang kearah Michelle yang terkejut akan teriakannya, sorot mata elang Jong In membulat, “Eomma apa yang kau lakukan? Mengapa ini ter—terlalu mendadak?”

“Ikuti saja apa yang eomma lakukan, jangan mencoba untuk kabur atau membantah.”

Rahang Jong In mengeras seketika, Dia membuang muka sembari meninggalkan eomma-nya dan berdiri disamping Michelle. Ibu Kim tersenyum menang mendekati mereka. Pintu kembali terbuka menunjukkan jika seseorang baru datang. Jika Ibu Kim dan Jong In sama-sama mendengus kesal, maka terjadi yang aneh antara Chanyeol dan Michelle sempat termangu dan menegang. Beberapa saat kemudian Chanyeol melihat Jong In yang lesu melihat tuxedo putih disamping gaun pengantin, Chanyeol tidak mengerti kenapa tiba-tiba dadanya terlihat sesak melihat wanita itu.

“Baiklah, Michelle, sekarang bisa kau membantu ajumeoni? Ukuran tubuhmu dan kakak Jong In kebetulan sama, jadi.. cobalah.” Michelle terkejut, “Ne?

Ibu Kim melihat Jong In yang kemudian mengejek Michelle yang keheranan, ‘sepertinya ada love-hate relationship diantara mereka hihihi’ pikir Ibu Kim, “Ya! Tidak usah mengejek kau Kim Jong In, kau harus mencoba tuxedo calon kakak iparmu juga,”

Ne?!” sahut Jong In-Michelle bersamaan sambil memandang satu sama lain,

“Bagaimana bisa—“

“Ya, jangan mengikutiku!”

Michelle rasanya ingin menjatuhkan diri dari tebing super tinggi ke jurang tak berujung agar dia bisa menahan malu. Sudah 3 kalimat tapi semuanya bisa bersamaan dengan si hitam tua satu itu. Tak lain dari Michelle, Jong In juga ingin tenggelam dan tak pernah terlahir saat mereka bersahut dengan kalimat yang sama dan itu 3 kali! Bayangkan!

“Jangan sok-sok-an berlagak hanya kalian yang ditakdirkan berjodoh, kalian harus menggantikan Jinyoung dan Luhan, okay?” lagak ibu Kim,

Michelle dan Jong In bersumpah, jika dia bukan ibu Kim yang dihormati sebagai teman ibunya—bagi Michelle—dan ibu kandungnya—bagi Jong In—mungkin mereka akan menenggelamkan orang tua itu saat ini juga. Jong In mendengus sambil berpikir, ‘jika jinyoung dan luhan bukan keluargaku, aku sudah menyumpahi orang-orang itu, sudah menikah saja menyusahkan!!’ teriak dalam hati.

Sejak bertemu dengan Kim Jong In, kenapa hidup Michelle sesial ini????

Hidup oh hidup..

…to be continued OR END….

SORRY FOR TYPO

 

43 responses to “WEDDING DRESS—CHAPTER 3A

  1. wakakakkk love-hate nya :v lucu banget mereka. dan knapa mas ceye tiba2 nyesek? ditunggu next chapternya :3

  2. Lanjut dong thor….
    Udah mau fitting baju masa ‘end’….
    Pengen tau respon Jong in dan kegilaan-kelgilaan apa lagi yg bakalan dilakukan nyonya Kim haha

  3. whahaha si ibu tahu bahasa love hate segala.kkk~
    pasti chan nyesek liat michelle yang bentar lagi akan nikah sama sahabatnya.
    gak kebayang dia nantinya gimana.hiks
    suka pokoknya.

  4. wah… kilat amat ya emaknya jongin udah mau nikahin aja
    hahahhahahahha bayangin jongin tidur *tutupmata

  5. Love Hate Relationship hahaha Michelle Jongin kocak..
    Dan Jongin, dikamarnya ada tulisan Boy Zone hahaha jadul banget..
    Ditunggu next chapternya ^^

  6. itu baju srbrnar ny buat jongin sm michelle kn…
    ahk.. bearti mrk lg d kibulin ole ibuny jongin ckkk…
    chanyeol nyesek.. liat mantan ya…

    next donk…

  7. Next lah author jangan end dulu.. sumpah update lama amat -_-
    Hihihi chanyeol kecepetan mungkin nyuruh kai ke butiknya.. wkwk
    please next chap jgn lama lama ya?? Hihi kepo sama kelanjutannya nih ^^

  8. Ceritanya seru kak 😀 tapi kurang panjang sih per chapter (maapin aku yg kurang bersyukur ini kak 😂) kalo boleh usul ya kak, pengen dong banyakin moment bagian jongin sama michelle yang ribut-ribut kecil tapi yang kocak 😄😉

  9. Next nya cepetan ya thor….dah penasaran…yg panjang chapternya jgn buru2 end 😄 critanya seru thor…fighting !!!

  10. Cie Michelle yg tergoda sama badannya Kai yg kotak2. Haha xD
    Michelle sama Jongin mau di nikahin gitu aja. Cepet bgt ya… emang para orang tua gk sabaran anaknya nikah. Kocak tuh si ibunya Jongin.

  11. Lanjuttttttt tp tunggu Chanyeol nyusul yh???? Dy ktm donk sma Michelle????? Wahhhhhh seruuuuuuuuuu mantabbbbbb hmzzzzz blm perang sih tp udh bkin dag dig dug wkwkkwkwwk suka aq sukaaaa hhehehehheh

  12. ok ni ff emg kece tp krn kekeceannya sll merasa kurg pnjg thor_tp diantara kekurangan itu ada klebihannya,lebih bkin pnsrn!! wkkk *dibuangKelaut*
    dtgu next y thor jgn lma yaa hahaa

  13. duuuh akal2 an maminya kai nih smpek fitting baju nikah. ibu2 rempong dh. wait2 el sma chan slg pandang huah….. bkal gmna lg tuh nti critanya. lanjut lnjut lnjut

  14. Pasti mereka ini yg dinikahin, luhan sama jiyoung cuma alibi doang mungkin chanyeol juga, beneran ya emak nya jongin kayak nya semangat banget gitu jadiin michelle mantu, yg masih gue bingung in sampe sekarang sebenernya michelle itu siapa ? Katanya dia sama hongki cuma saudara angkat ? Kepo gue, terus jongin juga kayak ada something gitu sama michelle

  15. Itu sebenernya yang mau nikah itu spq??? Jongin apa kakaknya Jongin sih???? Cie… yg ktmu sang mantan pacar??? Shock ga tuh si Chanyeol liat sang mantan udah mau nikah sama sahabat sendiri???

  16. Chan itu mantan michelle kan ya? Penasaraaaan pasti mereka bakalan cepet cepet dinikahin ya sama eommanya jongin? Cepet dilanjutkan yaa ^^ aku tunggu chapter selanjutnya ^^

  17. Pingback: Wedding Dress—Chapter 3B | SAY KOREAN FANFICTION·

  18. Apa chanyeol masih ada perasaan ya sama michelle. Kalau iya kasian banget nasibnya. Mantannya harus nikah sama sahabatnya sendiri.michelle sama jongin lucu juga kalo lagi berantem kayak gitu apalagi di depan ibunya jong in. Pasti bakalan makin suka tuh ibunya jongin ngeliat mereka. Kasian michelle yang harus terus pura2 baik2 aja kalau liat naeun sama mingyu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s