[The Show] Autumn — by Sehun’Bee

sehun_theviolinist

 Sehun’Bee

Sehun – Chanyeoel – Hanna

.♣.

Marriage life – Friendship

.♣.

PG-17

Disclaimer : Semua alur yang ada dalam cerita ini murni hasil kerja keras otak saya. Tolong untuk tidak meng-plagiat ataupun sejenisnya.

Prev :  My Wife [I] –  Sincere [II]

MyWife

Berlokasi di Château Frontenac—ini terjadi sebelum musim dingin meregas habis kehangatan Quebec. Di mulai dari langkah pantofel hitam setamsil granit dan obrolan antara dua orang pria dewasa. Sama-sama menghabiskan waktu makan siang di luar gedung tua yang disebut hotel tersebut. Utamanya untuk Sehun yang butuh udara segar setelah dibuat sesak dengan segala macam tanggung jawab sebagai direktur. Beda lagi dengan Chanyeol yang hanya berdalil menemani kegelisahan teman.

“Sampai kapan?”

“Apanya?”

“Membuat sekretarismu hidup dalam ketidakpastian dan terus menyembunyikan hal gila itu dari istrimu.” Chanyeol membuat bunyi ngilu di bawah telapak sepatu. Maple kuning kering pecah menjadi beberapa bagian akibat bobotnya. Mungkin Sehun peduli pada daun cantik lambang cinta itu, melihat wajahnya yang merendah. Menatap sepatu kulit milik Chanyeol yang tak kalah mengkilap dari miliknya.

“Entahlah. Aku mencintai Hanna, perasaan yang sama juga kurasakan pada Irene.” Sehun mengendik.

Chanyeol mendengus, menghina. “Cukup bedakan arti dari kedua perasaan itu, maka kau akan menemukan siapa yang benar-benar kau cintai dan butuhkan. Karena hakikat cinta adalah apa yang benar-benar kita butuhkan, Sehun.”

Mengangkat wajah dan berpikir. Tatapannya memohon, tanda tak mengerti atau lebih tepatnya tak tahu bagaimana cara menemukan jawaban dari apa yang Chanyeol maksud.

“Katakan apa alasanmu tetap memertahankan pernikahanmu dengan Irene, sementara kau tahu istrimu itu tidak akan pernah bisa memberikanmu keturunan. Apa kau yakin alasannya karena cinta, sementara kau mengkhianatinya selama tiga tahun terakhir? Atau karena posisi yang kau dapat sekarang berkat Ayah Irene yang merupakan pemilik Château Frontenac. Itu sebabnya, kau bertahan?” Chanyeol menggali untuk kemudian mengubur Sehun dengan segala macam pemikiran masuk akal yang ditawarkan.

“Dan Hanna … Apa yang membuatmu tega menggantung hidupnya dalam ketidakpastian, sementara kau sadar kalian saling mencintai dan senang berbagi kenikmatan? Jelas kalian berdua saling membutuhkan—oh, atau memang itu alasanmu bertahan dengan Irene?” sambungnya retoris.

“Apa maksudmu?” Sehun menautkan alis, butuh penjelasan lebih.

“Di sini, Irene yang menjadi pelampiasanmu karena kau sadar tak bisa memiliki Hanna yang sudah memiliki kekasih?”

“Tidak,” elak Sehun cepat.

“Lantas apa? Hanna yang menjadi pelampiasan karena kecewa pada Irene yang tak bisa memberikanmu seorang anak?”

“Tidak juga.” Lagi, Sehun kembali mengelak.

“Kalau begitu, aku tak bisa membantumu mencari jalan keluar.” Chanyeol kembali melanjutkan langkah. Menginjak maple menjadi berkeping sambil menuju Château Frontenac. Masih ikut berpikir seakan ia yang paling butuh jawaban dari pertarungan batin Sehun sekarang. “Oh ya, Ada satu hal yang perlu kau pahami, Sehun …” Chanyeol kembali berhenti. Menjeda sejenak, sedikit memutar tubuh. “Wanita ada bukan untuk disakiti.”

Jika hati diibaratkan pohon maple, maka akan ada satu masa di mana kepingnya bisa jatuh berguguran. Menyentuh dasar paving hitam dan kotor diinjak kaki. Sekilas terlihat seperti alur hidup yang memang klise, tetapi saat itulah satu kehidupan telah mati. Andai Sehun cukup bijak, maka bimbang menyesakkan itu tak akan ada. Ia hanya takut kehilangan salah satu kepingan hati karena memang tahu salah satunya adalah sumber kehidupan, kendati tak tahu yang mana yang paling berharga; Irene atau Hanna?

“Chanyeol …!!!” suara manis memanggil; menghentikan adu batin di antara Sehun dan Chanyeol. Juga, membawa netra tajam keduanya untuk melihat betapa kejam dunia dalam menyiksa kondisi fisik seorang wanita muda—seorang wanita yang belum lama Chanyeol persunting sebagai istri.

Sella, namanya. Dia datang bersama putranya yang baru berusia sembilan bulan. Wanita manis itu tampak duduk di atas kursi roda, dengan asisten rumah tangga yang mendorong kursinya dari belakang. Terang-terangan tak menjadikan lumpuh yang didapat seusai melahirkan sebagai alasan untuk tidak mengantarkan bekal makan siang suami tercinta—yang kebetulan tadi pagi tertinggal di rumah.

Melihat itu, membuat Sehun membatu. Tamparan keras seolah dia rasa tatkala melihat sendiri kesetiaan cinta Chanyeol pada istrinya yang tak lagi sempurna.

MyWife   Siapa yang akan Sehun pilih? Masih mau lanjut, gak? . . . Oh, iya … Ambition masih dalam proses. Akan aku publish langsung 2 chapter nantinya. Sabar yaa… Ini aja aku publish pake hp, jadi apa adanya. Yang terpenting jangan ada yang ngerubah hak cipta aja… Thanks ya masih mau nemenin perjalanan aku di dunia Fanfiction^^ . . .

Regards,

Sehun‘Bee

Advertisements

216 responses to “[The Show] Autumn — by Sehun’Bee

  1. Knp lo (sehun) susah bngt sih plh slh stu d antra mrka.. ? Setia dong hun … !! Kshn nasib hanna d gntung2 . Kshn juga nsib irene d dua_in .. Yg chanyeol bilang tu benar wanita ad bkn ntuk dskti . Chanyeol aja cnta bnget sma istri nya yg lmpuh patut ancungi jmpol .. Naah tiru tuuhh watak chanyeol

  2. Astaga kenapa rumit sekali sih hubungan mereka? Sehun yakin gak bisa bedain yg seperti dibilang Chanyeol?

  3. pilih hanna dong, kan aku sehun hanna shipper .

    tapiii, knapa pendek ya thoor??
    aku hri kmis tgl 14bpulang k pondookk. :((

  4. Duh ceritanya pendek2 terus. Tapi buat nyesek. Apalagi lihat tingkahnya sehun. Masa ga mau ngelepas salah satu. Msksudmua apa sehun. Mau punya istri dua kah.????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s