My Turn

My Turn

Tittle          : My Turn

Author       : @mskim22

Length       : Ficlet

Genre        : Romance

Rating        : PG-13

Main cast :

–          Oh Sehun (EXO)

–          Yoon Sooyeon (OC/You)

Please jangan di copas ya, thanks 😉

 

Before: When he tried to decide something important

 

Selamat membaca!! 😉

 

~”~”~”~

Aku menelan ludahku samar-samar. Sedikit merasa menyesal atas apa yang sudah kukatakan di depan teman-temannya tadi. Tapi itu salahnya sendiri! Kenapa dia membawaku ke acara teman-temannya tanpa memberitahu terlebih dahulu. Aku tidak mau jadi bulan-bulanan mereka, jadi… kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutku…

…aku? Aku sama sekali tidak menyukainya! Karena dia tetanggaku saja aku menerima lamarannya. Aku tidak mau membuat orang tua kami bermusuhan…

Rasanya aku ingin mengutuk diriku sendiri! Kenapa aku harus memilih kalimat itu!! Sehun pasti marah besar padaku. Buktinya dia sama sekali tak bicara apapun. Menjawab pertanyaanku dengan ala kadarnya. Ya aku tahu dia memang tidak banyak bicara, tapi tetap saja ini berbeda!

“Wae?” tanyanya mengejutkanku. Aku hampir jatuh tersungkur kalau tidak menyadari itu suara suamiku sendiri.

“E-ehm?” gumamku gugup. Buru-buru menoleh padanya. Aku menyembunyikan kedua tanganku dibalik saku jaket. Gemetaran. Selama hampir 25 tahun mengenalnya, baru kali ini dia terlihat menyeramkan.

“Wae? Kenapa kau menatapku seperti itu?” ulangnya memperjelas. Tangannya bergerak mengusap tiap helai rambutnya dengan handuk. Kaus putihnya yang tipis jadi sedikit terangkat karena dia memakainya asal-asalan.

Sial! Dalam keadaan seperti ini masih sempat-sempatnya aku melihat siluet petak-petak otot di perutnya. Dan itu membuatku… merinding. Kami sedang di hotel! Hanya ada kami berdua disini. Bagaimana kalau tiba-tiba aku khilaf… andwae! Andwae!! Fokus Yoon Sooyeon! Fokusss!!

“A-apa kau sengaja berpakaian seperti ini didepanku?” tanyaku kikuk. Terlalu memaksakan diri untuk menegurnya tapi malah kalimat bodoh itu yang keluar.

“Kenapa? Ini pakaian biasa…”

“Bajumu berantakan! Tubuhmu jadi… terlihat kemana-mana…”

“Wae? Kau ‘kan tidak menyukaiku, jadi tidak masalah.” cih! Sial!! Ternyata benar… dia masih marah padaku. Mungkin dari tadi dia sudah merencanakan semua ini. Dan bodohnya aku malah terpancing. Hufft…

“Anni… apa kau mau menghukumku karena ucapanku yang tadi? Yaa… aku tidak sengaja mengucapkannya karena aku tidak mau…”

Sehun tiba-tiba memajukan tubuhnya. Kepalanya menunduk menatapku dengan tatapan jahil. Seketika tubuhku membeku. “Apa? Jadi… kau menyukaiku?”

JDERR!!!

Aku benci keadaan seperti ini, dimana dia selalu lebih pintar dariku. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk mengatakan ituuuu!! “Tidak”

“Geurae?” dia tiba-tiba menjauhkan kembali wajahnya. Kembali mengeringkan rambutnya. Tapi… kali ini dia malah… melepas bajunya… e-eottokae?!! “Sepertinya bajuku tertukar dengan member lain, apa kau membawa bajuku yang lain?” tanyanya sangat bermodus. Aku yakin baju itu miliknya dan ia sengaja memakainya asal-asalan supaya terlihat kecil. Lalu sekarang dia sengaja berdiri di depanku sambil bertelanjang dada, berpura-pura memintaku mengambilkan bajunya yang lain. Tuhaaan… kenapa lelaki ini sangat pintar menyiksaku…

“Tidak ada! Aku tidak membawa bajumu karena kau bilang disini ada kopermu…”

“Jadi kau pikir disetiap tour aku selalu mencuci bajuku dan pulang membawa baju bersih?” potongnya tak sengaja membuat mataku terbelalak.

Sial! Modusnya jadi berkepanjangan. “Yaa! Aku baru 2 hari menjadi istrimu! Aku tidak pernah mengurusi pakaianmu, jadi mana kutahu…”

“Baiklah, kalau begitu malam ini aku tidur tanpa pakaian.”

Kalimatku terhenti begitu saja. Seketika wajahku memanas. Rasanya ada gelombang panas yang tiba-tiba mendesir hebat dari ujung kaki sampai ke ujung kepala. Apa aku boleh senang? Aku bahkan lupa masalah apa yang baru saja kutimbulkan.

“Karena kita sudah menikah… jadi tidak masalah…” ucapnya lebih pada dirinya sendiri. Dia berjalan melewatiku menuju tempat tidur king size lalu menjatuhkan tubuhnya disana. Dengan tangan yang dilipat dibelakang kepalanya, ia mulai memainkan ponsel. Mengabaikanku yang terpaku disini.

Keadaan yang canggung ini… tidak akan terjadi kalau saja aku tidak asal bicara tadi sore. Harusnya ini menjadi malam yang berharga karena akhirnya kami bisa berduaan. Besok kami harus kembali ke Busan. Lalu bagaimana? Aku harus bagaimana?!

“Tidak tidur?” tanyanya tanpa menoleh padaku. Ini! ini yang kumaksud dia jadi terlihat berbeda setelah kejadian sore tadi. Sehun memang jarang bicara, tapi dia bukan makhluk yang dingin. Dia juga lebih suka memandangku daripada memandang ponselnya. Hufft… aku sudah melakukan kesalahan besar ‘kan?

Aku berjalan lunglai menuju tempat kosong disebelahnya. Masih mencuri-curi pandang melihatnya. Sampai aku terbaring disebelahnya pun ia masih mengabaikanku. Aku hanya bisa memandangnya. Merana. Hufft… aku harus bagaimana?

Tess-tesss-cssssssss

Hujan. Keadaan ini semakin menyudutkanku. Detik demi detik berlalu, kami masih tak bergerak. Kurasa memulai sebuah hubungan yang lebih serius malah membuatku terbatasi. Rasanya dulu kalau dia marah, aku tinggal memaksanya tersenyum atau menyogoknya dengan makanan. Tapi sekarang? Harus mengucapkan apa saja aku tidak tahu.

Sehun tiba-tiba menurunkan ponselnya. Ia menghembuskan nafas panjang sambil bergerak menghadapku. “Menyesal?” tanyanya tepat ketika kedua mata kami bertemu.

Geurae… masalahnya, dulu kami bertengkar hanya untuk masalah-masalah kecil yang kekanakan. Tinggal mengucapkan kata maaf, sudah cukup. Bahkan mentraktirnya sebungkus es krim saja sudah lebih dari cukup. Sedang sekarang… ini bukan permasalahan yang bisa diselesaikan dengan maaf. Tapi… pengakuan. Dan aku belum terbiasa dengan itu.

Aku menggangguk samar. Setelah terdiam dan tenggelam dalam pikiranku sendiri.

Sehun tersenyum. “Terus?”

Aku kembali menatapnya, kali ini dengan kedua mataku yang membelalak. “Apa?”

Dia menarik bibirnya membentuk satu garis lurus lalu menggeleng. “Kau memang tidak bisa diharapkan” protesnya membuat kerutan di keningku semakin menjadi.

“Aku tidak menge…” kalimatku terhenti saat tangannya bergerak menuju belakang kepalaku. Wajahnya mendekat dan aku baru mengerti apa maksud kalimatnya tadi.

Dia ingin aku menciumnya. Dia ingin aku menunjukkan kalau apa yang tadi kubicarakan di depan teman-temannya sama sekali tidak benar. Kenapa aku bisa tidak tahu?

Selang beberapa menit, dia melepaskan bibirnya lalu menatapku lembut. “Kau tahu apa yang paling kupercayai dari dirimu?”

Alisku kembali berkerut. “Apa?”

“Bibirmu. Bukan saat bicara, tapi saat kau menciumku.” mata kecilnya menatap bibirku intens.

Refleks aku menutup bibirku. “Byuntae!”

“Wae? Memangnya kau pernah jujur selain saat menciumku?”

Deg… oke aku kalah lagi. Wanita mana yang bisa menyembunyikan perasaannya sendiri saat mencium orang yang dicintainya?! Tapi ini tidak bisa dia jadikan landasan begitu saja! Ahh jinjja!! Demi apapun aku sangat ingin membalasnya!!

“Yaaa!! Byuntae! Byuntae! Byuntaeeeee!!” jeritku kesal mulai memukuli tubuhnya. Ia berguling-guling sambil tertawa. Membuat darahku semakin mendidih. “Kau menyebalkan!! Apa kau tahu seberapa khawatirnya aku karena kau tidak bicara huh?! Kita baru 2 hari menikah tapi sudah bertengkar. Tapi kenyataannya kau hanya mengerjaiku?! Kau pikir ini lucu? Huh? Huh?!!” ia tiba-tiba saja berhenti berguling lalu menahan tanganku. Tadinya ia ingin bicara, tapi sayangnya tubuhnya berada di pinggir tempat tidur.

BRUKK

Oh tidak… sepertinya hubungan kami selalu berakhir diatas lantai. Aku kembali terjatuh diatas dada bidangnya yang tak tertutupi sehelai benangpun. Menyentuh kulitnya sama saja menggiringku ke arah pikiran yang sesat. Tapi… kali ini aku tidak merasa sendiri karena… sial! Kalau saja aku bisa mengabadikan binar di kedua mata Sehun. Semburat kemerahan muncul sedikit demi sedikit memenuhi kedua pipinya yang tirus. Dan tatapannya… semakin membuatku kehilangan akal sehat.

“Ehm…” ia berdeham berusaha menyadarkanku dari keadaan yang canggung ini. Sayangnya aku sudah terlanjur hilang, tersesat ke dalam pesonanya.

“Wae?”

“Apa kita sudah menikah?”

“Kau lupa? Kau tidak mungkin mengenakan cincin mencolok itu kalau belum menikahiku”

“Kalau begitu kau tidak akan menuntutku ‘kan?”

Aku terdiam sejenak. Bukan karena terpesona oleh bentuk wajahnya yang luar biasa sempurna. Tapi karena aku tidak mengerti apa yang dia maksudkan. “Atas dasar apa?”

Bibir tipis itu kembali membentuk satu garis lurus dengan lengkungan ke atas di salah satu ujungnya. Oh tidak! Sepertinya sesuatu yang buruk akan terjadi padaku…

“Karena aku akan menjadikanmu milikku” jawabnya sebelum menculikku lebih jauh dengan lumatan bibirnya yang ganas. Terkesan tidak sabar atau karena aku yang terlalu terkejut. Yang jelas… kurasa Suyu akan menjerit-jerit lagi besok.

Mianhae Suyu-ya! Tapi tidak ada lagi kesempatan untukmu karena Sehun sekarang sudah menjadi milikku…

“Kenapa tertawa?”

“Anni”

“Kau pikir aku tidak tahu?”

“Bukan urusanmu!”

Tangan jahil Sehun menggelitik pinggangku. “Katakan!”

“Sirheo!”

“Yaaa!”

“Sirheooo!! Ahahaha…”

 

-the end-

 

Kenapa ya suka banget bikin akhiran yang begitu/? XD

51 responses to “My Turn

  1. aw aw aw
    knp gue geli,panas dingin gini pas baca ff ini?
    aigo thor tanggung jawab redain panas dingin guee
    sip ff ini berhasil bikin gue salting, good thor

  2. kyaaaaaa,,,sehunn,,apa apaan c,,ko gtu,bikin ngiri dan mau donk,,,!!wkkwkkwwww
    aku baru baca! ujin baca part sebelumnya ya
    keren!

  3. mereka udaa beneran menikah belum sich
    penasaran banget
    sehun kayak serius enggak serius enggak
    lanjut lah

  4. Oh my godddd
    Cute afff huhu
    Btw gue lupa thor udh comment di series sebelumnya atau belum, kl seinget gue sih udh. Tp kl blm sekalian aja disini ya hehe
    Fix ini kiyoth ky abs nya umin *manakiyotnya oke pokoknya seruuuu huehehe jgn di end begitu saja dong thor wkwk plis bikin yg selanjutnya
    Oke mungkin cukup yaa hehe HWAITING AUTHORNIM!💪

  5. Welehhhhhh endingnya top author 👍🏻 tdinya sempet mikir jauuuuuuhhhh bgt wkwkkw eh trnyta enggak. Trimakasih author tlah menghentikan pikiran liar inih wkwkwk

  6. Astgaa,, sepele bgt tu masalah ampe ga teguran 2 hari,, parah sehun mah tegaaa ma istri ..wkwk
    Didiamin sapa yg tahan coba, apalagi ma cogan kek sehun,,

  7. Hihiiii manis banget merekaa 😥 apa kabar gue? Sabarrr
    Gue kira Sehun beneran marahh, ternyata cuman boongan skalian ngerjain Sooyeon wkwk
    Itu ngapainn ituu?? Sehun!!

  8. Mereka mah sweet banget gitu ya meskipun awalnya aku ngirain sehun beneran marah sama istrinya sih. Tapi untungnya enggak dan dia cuma mau ngerjain istrinya doang. Pokoknya keren. Semangat terus ya buat authornim

  9. Ciee ngambek ciee kenapa gak lu aja yg duluan ngaku hun ? Kalo cewe kan masih agak malu malu gitu, kalo cowo kan masih bisa nyembunyiin malu nya,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s