[FREELANCE] PERFECTIONIS CHAPTER 5

140622-sehun-exo-new-picture-for-overdose-postcard-pop-up-store-scan-by-oliv_xoxo

Author :

Jung Ji Hyoen

 

Main Cast :

  • Kim Rei Na / Lusia Kim
  • Oh Sehun
  • Xi Luhan
  • Lee Mi Na or Ny. Kim (Rei oemma)
  • Kim Jin Pyo / Hans Kim or Tn. Kim (Rei Appa)
  • And other support cast

 

Genre : romance, complicated, family, marriage life (Little)

 

Ranting : 15+

 

Disclaimer : Fanfiction ini murni dari otak kanan saya, Luhan dan Sehun punya SM dan Tuhan, dan OC milik saya. Don’t be plagiator! Don’t Basing! Happy Reading Hyoenie, CHUU ~

Preview : Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5…

Perfectionis

 

Musim panas akan selalu menjadi hari libur favorite bagi semua orang. Terutama para pekerja yang selalu di sibukkan dengan deadline yang terasa tiada habisnya. Mungkin sangat disayangkan jika liburan musim panas hanya berkutat degan tugas sekolah ataupun pekerjaan yang membosankan. Tapi tidak dengan dua sejoli yang gila kerja ini, tak perduli itu musim panas, musim dingin bahkan badai topanpun mereka tak akan menghentikan melakukan pekerjaannya sampai kedua orang tua mereka turun tangan menegur mereka. Ya, begitulah.

Hingga hari – hari berlalu, dan hari menuju pernikahan semakin dekat. Berusaha meluruhkan tembok yang kian hari kian meninggi dengan ego yang sama kuatnya.

 

Bertegur sapa? Rasanya hal itu begitu mustahil terjadi diantara kedua insan ini. Haruskah ego menjadi salah satu penghalang? Atau mungkin gengsi? Setiap detik semakin memotong kedekatan mereka. Harusnya mereka mengerti sebuah pernikahan bukanlah sebuah permainan peran semata. Tapi perjanjian sakral yang harusnya terjadi sekali seumur hidup.

 

Baik Sehun maupun Rei tidak ingin repot – repot menghubungi satu sama lain. Hingga yang terjadi hanyalah hubungan yang semakin dingin. Entah apa yang akan terjadi setelah mereka menikah nanti.

 

Permintaan Tuan Oh tentang pernikahan tulus dan tanpa paksaan sepertinya hanya akan menjadi sebuah cerita. Cerita yang mungkin tak akan memiliki akhir. Seperti angan yang hanya akan menggantung di depan dahi tanpa bisa ternggapai. Hati yang kian hari kian membeku tanpa kasih sayang, akankah selalu membeku meskipun sesuatu yang disebut cinta itu berhasil mengetuk? Entahlah…

 

Mereka hanya menyibukkan diri agar tidak terlalu memikirkan pernikahan konyol ini. Sejujurnya diantara keduanya sama – sama memiliki keraguan yang besar dan juga kegugupan yang amat mengejutkan hingga tak dapat di gambarkan lagi dengan kata – kata. Tapi bagaimana lagi? Hal itu akan terlihat lucu jika keduanya ataupun salah satu diantara mereka mengaukinya. Mengakui bahwa sebenarnya masih ada hati hangat yang meminta untuk di jemput agar merasakan hangatnya cinta. Ya, cinta. Cinta, kata yang selama ini terhapus dari kamus hidup keduanya.

Meskipun begitu, setidaknya Sehun masih memiliki sedikit kepedulian pada Rei.

Kepedulian seorang dokter pada pasiennya.

Kepedulian seorang kakak pada adiknya.

Atau bahkan seorang pria pada wanitanya.

 

“Hya! Melamun lagi. Apa yang kau Lihat?” Seseorang tiba – tiba memasuki ruang praktek Sehun di Seoul International Hospital. Sehun merasa jantungnya memompa dara lebih cepat dari sebelumnya.

 

“Dasar Hitam. Menggangu saja kau!” Sehun langsung menutup figura merah muda polos yang sedari tadi ia pandangi. Dan memalingkan pandangannya keluar jendela dari ruang lantai 6 itu.

 

Kim Jongin, atau yang biasa di panggil Kai ini melihat arah pandang Sehun. Dia melihat figura merah muda polos yang kini di acuhkan Sehun.

 

“Kau masih menyimpannya?” ucap Kai dengan nada pelan, seakan mengerti perasaan sahabat karibnya ini.

 

“Aku tidak memilki cukup alasan untuk membuangnya.” Ucap Sehun dengan nada setenang mungkin. Berharap Kai tidak mendengar nada bergetar dari suara Sehun.

 

“Kau harus belajar melupakanya, dia akan sedih melihatmu seperti ini. Apalagi setelah ini kau akan menikah.” Kai lalu meraih figura yang Sehun tengkurapkan di meja kerjanya.

 

Kai memandang foto itu dalam – dalam. Menatap dua orang yang sedang tertawa lepas, memakai baju dengan motif serupa. Figura itu menampakan sebuah foto dengan lelaki berahang tegas dan bersurai coklat terang dengan senyum manisnya dan seorang gadis dengan surai coklat kelam, iris hitam dan eyesmile yang membuat para gadis lain iri karenanya.

 

“Seandainya aku lebih percaya padanya,” pandangan Sehun kini meredup.

 

“Sudahlah Hun. Tidak ada yang perlu di sesali, kau sudah sangat dewasa karena memaafkan dirimu sendiri. Cukup sampai disini saja kau menanggung beban itu.” Kai berjalan mendekati Sehun lalu mengusap bahu Sehun perlahan. Cara yang sangat efektif untuk menenangkan Sehun.

 

Sejujurnya Sehun lebih bisa dibilang manusiawi daripada Rei, dia masih menyisikan waktunya yang sangat berharga itu untuk hal yang sering Rei remehkan yaitu Cinta. Hanya saja perjalanan cintanya tidak sesuai dugaan dan tak semulus harapannya. Kekasihnya – Hyunji – mengalami kecelakaan saat Sehun sedang lengah.

Hyun Ji berulang kali mengatakan bahwa semuanya salah paham, tapi Sehun mulai emosi. Begitu juga Hyun Ji yang mulai jengah dengan Sehun. Dan peristiwa yang sangat tak terduga itu pun terjadi tanpa pernah terbayangkan oleh keduanya.

 

Flashback ~

 

“Aku bilang itu bukan aku! Kau lebih percaya gadis itu daripada aku?!” Wanita bersurai coklat itu setengah mati menahan emosinya pada pria yang kini duduk di bangku kemudi.

 

“Jika memang bukan kau. Lalu buat aku percaya!” Pria itu akhirnya menepikan mobilnya di pinggir jalan yang cukup padat oleh kendaraan besar itu. Berusaha menenangkan pikirannya yang kusut karena pertengkaran yang tak berujung ini. Berusaha meminimalisir kecelakaan, berkendara dengan emosi yang menggebu – gebu.

 

“Kau berubah Sehun…” kemudian gadis itu keluar. Berjalan dengan langkah lebar meninggalkan Sehun yang masih saja mematung di tempat.

Tanpa ada niat untuk mengejar, Sehun tetap pada posisinya menunggu gadis itu kembali lagi di dalam mobilnya. Berusaha meluruskan fikirannya yang tiba – tiba saja tersulut emosi karena ucapan gadisnya.

Berusaha memilah dimana letak kesalahan itu dan memperbaikinya.

Jujur saja Sehun tentu saja tak ingin berpisah dengan gadis yang sudah merebut seluruh hatinya itu. Itulah mengapa dia tetap diam di tempat dan memikirkan asal dari pertengkaran yang kian hari kian memanas.

 

Tapi Sehun melupakan hal yang begitu penting hingga dia menepikan mobilnya. Sehun tidak melihat keadaan sekitar dengan kendaraan besar yang lalu lalang di jalan itu dengan kecepatan tinggi. Sehun mulai khawatir dan mengikuti arah pergi gadis beriris hitam kelam itu.

 

Beberapa meter dari tempat berhentinya Sehun, Hyunji sudah tergeletak lemas dengan berlumuran darah dan dikerumuni orang – orang yang sibuk menelfon 119.

 

Sehun mencoba menyadarkan Hyunji dan Hyunji hanya menanggapi dengan kedipan mata “Kita bertengkar sia – sia” ucap Hyunji setelah memegang pipi Sehun. Dan itu adalah kalimat terakhir Hyunji untuk Sehun dan untuk selamanya.

 

Sehun membelah lautan manusia itu dan mencoba memberikan Hyunji pertolongan pertama. Tapi semua itu sia – sia.

 

Tak ada yang bisa di lakukan lagi ketika mata Hyun Ji meredup dan tangan kurus itu tergulai lemah di pelukan Sehun.

 

Flashback end ~

 

Malangnya, Hyun Ji tak sempat terselamatkan karena kehabisan banyak darah dan organ dalamnya yang rusak parah.

 

Itu kejadian 2 tahun lalu yang membuat Sehun mempunyai sifat dingin dan ketus seperti saat ini. Dia hanya sangat sedih karena kehilangan Hyun Ji. Dan Sejak saat itu Sehun fokus pada pengembangan Seunghwa Groub.

 

Hanya saat Sehun memiliki waktu senggang dia menjadi dokter, seperti saat ini.

 

“Sudahlah, calon istrimu itu sangat cantik. Jangan terlalu kecewa seperti itu.” Kai mencoba menghibur yang hanya dibalas dengan senyum miring dari Sehun.

 

***

 

Food Park – Rei Lu Industry 13.56 KTS

 

“Aku yakin kau mengatakan sesuatu saat aku mabuk. Apa itu?” Di jam makan siang, biasanya Rei banyak menghabiskan waktu dengan Luhan di cafetarian. Seperti saat ini.

 

“Anda salah dengar, aku tidak mengatakan apapun.” Luhan masih fokus pada makanannya.

 

“Benarkah, bukan sesuatu seperti pernyataan cinta?”

 

Uhukk… uhukk! Seketika Luhan tersedak makanannya sendiri, dan segera mengambil air minumnya. Rei hanya memandang pria ber baju biru itu tajam. Menatap setiap gerak – gerik mencurigakan dari pria yang berstatus sekertarisnya.

 

“Aku tidak melakukannya Direktur.” Jawab Luhan, mencoba mengelak.

 

“Jika tidak kenapa harus terkejut?”

 

“Sajangnim, kenapa anda harus mengungkit kejadian itu?”

 

“Jawab saja pertanyaanku.” Pria berkemeja biru itu menatap gadis di depanya kagum, untuk seorang wanita menjadi penindas itu bakat yang sangat menakjubkan bukan?

 

Luhan yang mulai kehilangan akal, berdiri dan membawa makanannya pergi entah kemana. Rei yang mulai gusar, berdiri “LUHAN! XI LUHAN.” dan mulai meneriaki nama Luhan hingga seisi cafetarian memperhatikannya.

 

“Ya, aku benarkan. Sekertaris Lu dan Direktur mempunyai hubungan.” Salah seorang pegawai di sudut cafetarian sedang bergosip tentang apa yang baru saja Rei lakukan.

 

“Kedekatan mereka memang aneh,”

 

“Tapi bukankah Direktur Rei sudah bertunangan dengan Oh Sehun dari Seunghwa Goub?”

 

“Jadi gossip itu benar? Wah, dia benar – benar hebat. Ibuku saja menyukainya,”

 

Begitulah rumor itu terus berlanjut hingga Rei pergi dari cafetarian.

 

***

 

Sehun begitu kesal setelah mendapatkan perintah tak terbantahkan dari ibunya untuk menjemput Rei di tempat kerja. Dia begitu jengah setengah mati pada ibunya karena harus meluangkan waktunya yang menurutnya sangat – sangat berharga dan padat dengan pekerjaan ini untuk menjemput seseorang yang bahkan tak terdaftar dalam kontaknya, mengingat perjodohan ini hanya untuk memperluas koneksi ke seluruh Korea Selatan.

 

Sehun berhenti tepat di depan pintu utama Rei Lu industry masih dengan ferary hitam miliknya. Para pegawai hampir kehilangan fokus mereka karena Sehun. Entah itu karena mobil terbarunya, wajah tampanya atau terkejut karena rumor tentang pertunangan itu benar.

 

Dengan seenak jidatnya Sehun memasuki ruang Direktur dimana Rei sedang menganalisis laporan keuangan perusahaannya.

 

“Hya, kau lagi!” Pria dengan kemeja dan jas hitam itu hanya memutar bola matanya malas.

 

“Sudahlah, ibuku sudah menunggu cepat.” Sehun masih bersandar di pintu berdaun dua dengan gaya coolnya, atau mungkin bisa di bilang sok coolnya. Tapi fakta bahwa Sehun tampan memang tak terbantahkan.

 

Rei kemudian berdiri dan memaksa Sehun keluar, “Katakan pada ibumu aku benar – benar sedang sibuk.”

 

“Hya, kau mau meggodaku ya?” Sehun memandang lekuk tubuh Rei dari atas hingga bawah dan terfokus pada perut rata Rei yang terbuka.

fashion-korean-ulzzang-hair1

Rei yang mengetahui arah pandang Sehun langsung melangkah mundur dan memberi jarak untuk tidak terjerumus dalam perangkap Sehun.

 

“Apa yang kau lihat!”

 

“Kau lebih dari yang diharapkan Rei, hebat! Jika seperti ini aku tak akan menyesal melakukan perjodohan ini.” Sehun mulai melangkah mendekat dan mendekat, mengikis jarak diantara keduanya.

 

“Jangan mendekat! Aku akan panggil security.” Rei beralih meraih gagang telfon di meja kerjanya. Gerakanya kalah cepat oleh Sehun, dengan sigap pria itu mencengkram kuat tangan Rei dan menariknya mendekat.

 

“Jangan seperti itu, kau menyakiti hatiku.” Rei dapat melihat senyum evil milik Sehun, kemudian semakin mendekatkan wajahnya hingga Rei mengalihkan pandangannya. “Lagi pula kau akan jadi milikku dua hari lagi.” Lanjut Sehun dengan berbisik mencoba menggoda Rei.

 

Tangan kanan Sehun yang bebas mulai membelai punggung Rei, menyelinap masuk ke dalam kaos crop yang Rei kenakan, tangan kiri Rei yang bebas mencoba mendorong Sehun dan sebisa mungkin tak tergoda oleh sentuhan Sehun. Apa daya, Sehun lebih kuat dari pada Rei. “Cukup Sehun! Jangan kurang ajar padaku!” ucap Rei dengan nada tinggi.

 

“Hahahaa, kurang ajar katamu. Ayolah, aku menginginkan lebih.” Sehun mendorong tubuh ramping Rei ke sofa panjang di ruangan itu dan mencekal kuat kedua tangan Rei di atas kepalanya.

 

“Oh Sehun!” Nada bicara Rei hampir saja berteriak ketika Sehun mengunci pergerakan tubuhnya.

 

“Haruskah aku membuka kaos pendek ini dan melihat isinya?”

 

“Hya! Kau keterlaluan sekali, perjodohan ini hanya tentang perusahaan jadi jangan sentuh aku!”

 

“Awalnya seperti itu, tapi melihat tubuhmu yang seperti ini aku tidak bisa hanya diam. Tentu saja aku harus menikmatinya.” Kalimat itu berakhir dan Sehun langsung meraup bibi Rei dengan menggebu – gebu, tak terbayang bagaimana kesalnya Rei karena Sehun mengambil ciuman pertamanya seperti ini.

 

Sehun terus saja melumatnya, mencoba menerobos pertahanan Rei yang cukup kuat. Rei terus menutup mulutnya rapat – rapat membuat Sehun gemas karena Rei tak mau melayaninya. Sehun tak kehabisan akal, tangan kirinya yang bebas kini menerobos kaos Rei dan meremas dadanya kuat, hingga Rei membelalakkan matanya dan tanpa sadar membuka mulutnya kaget dan kesempatan itu tak disia – siakan Sehun. Dia langsung memasukkan lidahnya dalam mulut Rei, mencoba beradu lidah dengan Rei.

 

Tak mendapat respon yang berarti, Sehun melepaskan ciumanya. Menatap wajah memerah Rei seduktif, dan mendapati pemandangan dada Rei yang naik turun menstabilkan pernafasannya yang hampir habis karena ciuman itu.

 

“Wah, kau hebat. Kau benar – benar menggodaku Reina. Tapi bukankah tidak sopan dengan tidak membalas ciumanku seperti itu?” Sehun menatap sekitar dan menghebuskan nafasnya gusar. “Hah! Kau membuatku gila.”

 

Rei berusaha menahan air matanya sedari tadi. Dia benar – benar merasa kotor dengan perlakuan Sehun yang menyentuhnya secara paksa, dia hanya tak ingin terlihat lemah ketika Sehun mengetahui dia menangis.

 

Sehun kini kembali berdiri tegak dan juga membantu Rei berdiri. “Kita harus menemui Ibu, Nona Kim.” Rei hanya bisa memandang wajah itu kesal. Sehun meraih pinggang ramping nan polos itu keluar ruangan. Berpura – pura menjadi sepasang insan yang kasmaran. Para pegawai yang melihatnyapun ikut uring – uringan melihat hal itu.

 

“Lihatlah, mereka pasangan maut.”

 

“Daebak! bagaimana anak mereka nanti?!”

 

“Oh Sehun, dia tampan sekali!”

 

“Direktur kita benar – benar sempurna.”

 

“Aku ingin sekali bertukar kehidupan dengan direktur.”

 

Luhan hanya memandang kejadian itu dari kejauhan dan menghela nafas gusar. ”HYA! Kembali bekerja.” meneriaki para pegawai yang sedang bergosip ria dari balik meja recepsionis.

 

***

 

Wedding Shop 12.54 KTS

 

Rei langsung membungkuk hormat ketika melihat Ny. Oh yang sedang menunggu di ruang tunggu butik terkenal itu.

 

“Oh, Lusia? Kau sudah datang. Kemarilah,” Rei menuruti perintah ibu mertuanya dan langsung duduk disampingnya, sedangkan Sehun hanya mampu mengekor di belakang Rei. Tetap diam, dan memainkan polsenya.

 

“Sehun, kau coba pilihkan mana yang cocok untuk Lusia. Ini desaigne terbaru,” Ny Oh memandang Sehun yang saat ini sibuk menulis pesan entah untuk siapa.

 

“Ibu dan Rei bisa memilihnya sendiri, aku tidak mengerti.” Ucapnya acuh.

 

“Biar aku saja yang memilih detailnya oemmonim, Sehun oppa mungkin tidak begitu mengerti tentang hal seperti ini.” Rei mencoba menutupi rasa kesalnya pada Sehun yang tanpa dosa menyentuhnya dan mengambil ciuman pertamanya.

 

Tanpa perlu repot – repot menjawab Sehun mengangguk acuh tanpa sedikitpun menoleh. Rei tak mau cepat tua hanya karena ulah Sehun, jadi dia langsung pergi untuk mengganti pakaian yang sudah di pilihnya.

 

Beberapa saat kemudian, tirai di depan Sehun terbuka dan menampakkan sosok Rei yang begitu anggun dengan balutan wedding dress serba putih dengan motif bordir yang sangat rumit. Membalut pas tubuh ramping nan anggun milik Rei.

 

Sehun benci mengakuinya, tapi Rei begitu cantik di matanya. Tak ingin berlanjut merasakan perasaan aneh itu, Sehun berdeham dan kembali menampakkan wajah dinginnya.

 

“Bagaimana Sehun, apa Lusia cantik?”

 

“Tidak buruk.” Ucapnya sambil terus memandang Lusia dari atas sampai bawah.

 

“Baiklah, kita akan membeli yang ini. Tolong siapkan segalanya.” Ny. Oh memberikan sebuh barang persegi yang penuh dengan uang itu kepada salah satu pelayan yang berada di ruangan.

 

“Sehun, setelah ini kita makan siang bersama. Oemma akan duluan, kalian menyusul saja. Di tempat biasanya.”

 

Sehun yang mendengar hal itu langsung membulatkan matanya, ia ingin sekali segera kembali bekerja dan mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk. Ibunya membuatnya dalam keadaan semakin sulit. “Oemma, jebbal. Aku benar – benar harus kembali ke kantor. Oemma pergi saja dengan Rei, oeh?”

 

“Tidak! Kalian berdua harus datang. Kau tau apa yang akan terjadi jika kalian berdua tidak datang. Ibu pergi duluan, kau tunggu Rei.”

 

Ny. Oh melenggang pergi meninggalkan Sehun sendiri yang menunggu Rei berganti pakaian. Dia hanya mengusap wajahnya gusar. Begitu gusar karena harus berlama – lama untuk hal yang menurutnya bisa di atasi oleh ibunya sendiri.

 

***

 

Rei selesai mengganti baju dan mendapati Sehun duduk sendiri menunggunya dengan wajah kusut yang mungkin sengaja dia tunjukn pada Rei. “Dimana eommoni?”

 

“Pergi, dia mengajak kita makan siang. Cepat!” Rei menatap Sehun kesal saat pria itu meninggalkanya di belakang. Menyuguhkan Rei sebuah punggung tegap dengan jaz berwarna navy. Menampakan pria tampan dengan wibawa yang tak terelakkan.

 

Sehun seperti memiliki berjuta kepribadian, baru saja dia mencumbu Rei begitu nafsu sekarang dia mengacuhkan Rei bagaikan benda mati. Sehun memang sulit di tebak. Pria bagaikan es berjalan itu memang layaknya Lucifer yang kapan saja siap mengoyak nyawa seseorang yang menghalangi jalannya.

 

Rei kemudian mengekor di belakang Sehun, hanya mampu pasrah mengikuti apa yang Sehun mau dan inginkan. Baginya semua ini sudah berakhir semenjak ibunya mengatakan bahwa dia harus menikah dengan Sehun. Sungguh sulit bagi Rei untuk menatap Sehun dan mencoba menyukainya. Apalagi setelah dia mendengar pernyataan cinta dari Luhan.

 

‘Kenapa Luhan begitu terlambat?’

 

Rei bertanya – Tanya dalam hati, kenapa dirinya begitu gundah saat ini. Anehnya kenapa dia harus gundah dengan pernyataan cinta yang menurutnya hanya main – main itu dari Luhan? Harusnya Rei sadar itu bukanlah hal yang harus di pusingkan mengingat dia dan Luhan begitu sering bercanda dan bertengkar akan hal itu.

 

Buk!

 

Suara keras itu terdengar ketika Rei tanpa sengaja terbentur punggung tegap milik Sehun dan Rei melihat seorang gadis berambut hitam pekat –yang mungkin membuat Sehun berhenti mendadak– sedang berdiri tepat di depan Sehun.

 

“Lama tidak bertemu, Oh Sehun.”

 

 

To be continue…

 

Huaa…. Maafkan aku karena terlalu pendek. Niatnya cuman bikin kalian penasaran kok, jangan marah ya. Hehee… aku gk bisa janji sih dengan next chapter yang lebih panjang, tapi aku usahakin nge-postnya gak ngaret kok. Terimakasih udah nyempetin baca dan ninggalin jejak. Jihyoen undur diri, sampai bertemu di next chapter. Pai pai ^^

42 responses to “[FREELANCE] PERFECTIONIS CHAPTER 5

  1. sehun nakal banget ><
    kasihan luhan kayaknya luhan memang ada rasa suka ama sang direktur kesayangan, rei

  2. Ko part sbelomnya ‘not found’ si kaaa?? Kemanakah??? Gue lupa hehe 😀 maklum mau CBT jd cuman rumus ama materi yg diotak 😀
    Hiii! Sehun mesum!

    • aduh aku belum bisa benerin, udah tak coba buat edit hyperlinknya tapi masih aja gabis dan not found. coba lihat di sini aja saykoreanfanfiction.wordpress.com/author/amaliaparahita-2
      maaf ya atas ketidak nyamannannya dan makasih sudah mau membaca dan meninggalkan jejak selamt membaca

  3. Nah.. gadis itu siapa authornim?
    Jangan bilang kalo itu pacar Sehun yg udah meninggal?
    Reinkarnasikah? Atau dia pura2 mati waktu itu untuk menghindari Sehun

  4. Aku baru baca ff ini, mau coba baca dari part 1 tapi ga bisa kebuka..
    Jadi Sehun dijodohin sama Rei, sementara Sehun udah punya pacar?? Dan Rei sama Luhan?? Bener ga?? Aku penasaran baca dari awal, tapi ga bisa dibuka huhu..
    Ada diwp pribadi kamu kah part awalnya??

    • coba cek disini aja ya, aku udah coba benerin tapi belom bisa saykoreanfanfiction.wordpress.com/author/amaliaparahita-2

  5. Gosh.. itu siapa dan ia bilang lama tidak bertemu Oh Sehun… siapa sebenarnya gak mungkin Hyujin kan. Secara ia meninggal dan Sehun menyesalinya. Jangan sampai orang itu menggganggu hubungan Rei sama Sehun apalagi mau menikah dan menggagalkannya entah apa nanti ia rencanakan untuk Sehun sepertinya ia berniat sesuatu .. next chapternya ya

  6. Wohooo akhirnya yg aku tunggu jd gk sabar mrka nikah. Autor kalau bsa di percpt postnya I really waiting for this fanfiction suka bngttttt siapa sihh itu yg bkn penasaran smga ajh gk ganggu sehun sma rei

  7. Waaaaa…ini seru banget sumpah
    Update chapternya jgn kelamaan yaaa.
    Penasaran siapa cewe yg ketemu sehun ssmpe sehunnya berhenti..

  8. sebongkah es yg memiliki banyak kepribadian haha 😀 wahh cinta segitiga kah?? jadi luhan bener” suka sama rei?? .. kenapa berhenti hun, emg siapa dia?? .. lanjuuut thorr, penasaran kek gimana ntar 😀 . semangaaaattt 😀

  9. kirain tadi sehun cuma goda rei ehh ternyata “ehem 😁
    sehun mah cuma pas rei sexy aja sweet nya
    itu siapakah cewek rambut hitam yang nabarak sehun jangan” ?

  10. Sudah mulai kembali hoho..
    Chapter ini sudah bagus kok dear…

    Itu Rei tertarik sama Luhan yaa?, dan siapa orang yg bertemu mereka?, seorang gadis dari masa lalu sehun?, ohh God.
    Fighting ^^

  11. Waaaaah Sehun berani banget kayak gitu sama Rei padahal kan dia juga kayaknya nggak punya perasaan apapun sama Rei. Kasian banget sama Luhan, kayaknya dia serius deh suka sama Rei tapi dia ngomongnya telat sih sekarang Rei udah mau nikah sama orang lain. Berharap Luhan mau ngomong serius sama Rei terus pernikahan Rei Sehun batal hehehe. Itu cewek siapa lagi? Makin penasaran

  12. Ini mamtannya sehun yg lain kah? Atau cmn suka sm sehun aja? Btw sehun gtu amt cmn liat perut rei ckck

  13. Pingback: [FREELANCE] PERFECTIONIS CHAPTER 7 | SAY KOREAN FANFICTION·

  14. Eh pacarnya sehun ternyata uda meninggal ya kirain pergi ke luar negri..
    Trus yg tadi muncul siapa mpe bikin sehun kaget gitu..??

  15. ohh astaga.. sehuuunnnn, seriusss kagettt aku kk.. seenak jidatnya maen cium”..apalagi tangannya pake bergerilya ohhh astagaaaa..
    .kk sampai kapan sehun terpuruk sm Cinta lamanya..?? kasian rei dong
    ..trs yg terakhir itu siapa kk..?? jgn bilang yg buat sehun sm cewenya bertengkar sblm si cewe meninggal..??? aishhhh bikin sebel

  16. Pingback: [FREELANCE] PERFECTIONIS CHAPTER 8 | SAY KOREAN FANFICTION·

  17. Ya ampun sehuun sumpah ya gileee
    Oh jdi pacarnya sehun tuh meninggal gara” kecelakaan pantes si sehun dingin luar biasa
    Rei yg sabar ya ngadepin sehun
    Dan tuhkan rei juga kayaknya suka ke luhan cuma blm sadar aja, udahlah rri sama luhan aja, biarin sehun mah wkwk
    Luhan rei merdeka!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s