Hope

ohno.jpg

Hope

Taeb‘s

Jena (OC) – Oh Sehun (EXO)

Romance, School-life \ G \ Ficlet

The plot story was mine, do not copy

-Happy Reading-

Apa rasanya ketika seseorang yang kau cintai tidak membalas perasaanmu? Sakit, bukan? Cinta yang bertepuk sebelah tangan itu selalu saja menjadi alasan mataku yang menonton dengan pandangan kosong, sesak pada dada dan cairan air bening itu mengalir.

Setiap saat bertekad ingin beralih dari diri itu kepada diri lainnya. Namun, kacau balau, hancur semua terapus oleh ribuan kuppu-kuu berterbangan di perut.

Kebahagiaan sewaktu itu kudapat ketika mendapatkanmu yang menatapku dari kejauhan, tepat ketika aku hendak melangkahkan kaki ke pintu kelas. Kau disana, menatap kearahku. Tanpa sadar pertahanan yang ku jaga agar tidak terbawa terang dengan kupu-kupu itu tidak berjalan baik. Aku terus mengenang itu, mengingat bagaimana kau melihatku dari ujung sana. Walau aku tidak tahu sebenarnya tujuan matau sepenuhnya padaku atau kemanapun itu, aku tetap bahagia.

Dan kegiatan move on ku harus berhenti di saat itu juga. Berpikir masih ada harapan untuk berbahagia.

Saat aku hendak beralan menuju ke toilet, tepat saat itu kau keluar dari kelasmu. Kau 11-1 sementara aku berada di 11-3. Menyedihkan memang. Disitu aku berusaha mengalihkan deguppan jantungku yang berpacu begitu cepat. Aku mengalihkan pandanganku, lebih memilih menatap kearah lain. Lalu teringat niatku yang lain untuk membuang tisu yang baru saja kugunakan.

“Ish, buang sampah sembarang lagi ya?” Sehun berkata. Jantungku berdegup kencang. Di koridor ini, hanya aku dan dia. Dia mengajakku berbicara dengan santainya sementara aku yang disini tidak bisa berkata apa-apa, efek degup jantung.

“Ah, aku tidak melakukannya” Aku berbalik sekilas mendapatkannya yang menginti kearah tempat sampah yang baru saja ku isi dengan tisu-tisu. Disitu ia tersenyum, senyumannya yang sering ia tunjukkan kepada orang-orang. Memanglah, ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah ini sangat friendly dan mudah senyum membuatku tidak bisa membedakan mana yang teman atau suka? Mimpi.

“Benarkah? Baguslah, namamu… Jena kan?” Oh Sehun kembali menjadi remot pengontrol tubuhku. Aku terdiam dari langkahku dan berbalik. Ia kini menatapku dengan pandangan tanyanya, tunggu dulu, ia menanyakan namaku? Apakah ia tidak pernah peduli dengan diriku yang menyedihkan sekali saat ini?

“Hm.” Lalu aku kembali berbalik. Merajut langkah ke toilet terdekat.

“Kalau begitu namaku Oh Sehun! Ingat Sehun!” Bodoh, tidak perlu kau ucapkan akupun sudah tahu. Bahkan kurasa satu sekolah mengenalmu, si pintar yang tampan.

Kami berdua berada pada klub yang sama. Dia adalah atlet Basket favorit putra di sekolah kami, dan aku adalah versi putrinya. Nama grup kami sama hanya berbeda akhir hurufnya saja, HangeR dan HangeY. R untuk lelaki dan Y untuk wanita.

Aku tidak begitu mencolok disekolah. Mungkin basket yang membuatku banyak dikenal oleh orang-orang disekolah. Aku memiliki imej yang pendiam dan penurut namun terkadang pembantah disekolah. Aku juga tidak cantik, membuatku selalu memutar kepalaku sekali lagi untuk berpikir bahwa orang yang kusukai itu balik menyukaiku.

Aksi tanya nama itu sudah berlalu selama seminggu. Hari ini seperti biasa, kegiatanku pada pukul 11.40 sebelum bel makan siang berbunyi adalah menghampiri toilet. Entahlah kebiasaan semenjak kelas 10 dahulu. Kali ini aku memilih untuk menggunakan toilet yang berada di lantai 4 daripada lantai 3 dimana kelasku terletak.

Selesai mengurus diri di toilet aku keluar dan berkaca lalu mulai melangkah kearah tangga, hendak kembali. Tepat sekali ketika aku hendak menuruni tangga, dari pantulan jendela gelap yang berada diantara 2 tangga menuju ke lantai 3 memantulkan pemandangan yang berada di lantai 3.

Hatiku memanas, air mataku merangkak ingin keluar namun sekuat tenaga aku menjaga pergerakanku. Aku semakin merapatkan diri kedinding, tidak berani berada di dekat pagar tangga. Dan berharap orang dipantulan itu tidak akan menyadari kehadiranku.

Disana, tampak Sehun dan seorang siswi yang tidak lain adalah Sohye. Mereka tampak tertawa bersama sambil menautkan kedua tangan mereka. Oh, apakah mereka tengah berpacaran pada jam belajaran seperti ini? Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah macam apa itu?!

Aku menunggu saat dimana aku bisa melangkah dengan wajah tak apa dan deru nafas teratur. Namun siapa sangka, degup jantungku sangatlah cepat namun yang kurasakan bukan kupu-kupu itu melainkan rasanya seperti hatiku sendiri ditusuk dengan ribuan jarum-jarum kecil dalam jumlah banyak yang menyakitkan.

“Jadi pulang bersamaku, Hye?”

“Tentu, aku sudah berjanji kan. Juga, berkunjunglah keruah, Ibu menantimu dari kemarin”

“Tentu saja, sayang. Aku akan menjadi anak baik didepan Ibu tunanganku, ah bukan, calon mertua?”

Tunangan?! Kepalaku berputar pening, pandanganku mengabur ditutupi oleh kumpulan air bening yang siap mengalir kapan saja. Jantungku seperti remuk di remas tanpa rasa kasihani akibatnya menghentikan perkerjaannya yang memompa oksigen keseluruh tubuh, membuatku sesak.

Aku kalah telak. Memang seharusnya dari awal aku harus sudah sadar diri aku merupakan orang apa yang berada pada kelompok apa.

Mereka tampak berhenti berbicara dan Sehun melangkah kearah toilet lelaki. Membuat kesempatanku untuk segera minggat dari posisiku.

Langkahku begitu cepat melewati Sohye yang tampaknya kini tengah menunggu Sehun di toilet. Aku terus melangkah sampai suar alembut itu menghentikanku, “Jena-ah!”

Itu tadi, suara Song Sohye.

Aku berbalik, mengubah mimik wajahku seceria mungkin, namun mungkin malah menambahkan kesan aneh jika dipandang.

“Sudah lama kita tidak mampir ke kafe Paman Jin, mau pergi besok?” Tergagap. Perempuan ini begitu lembut dan baik, sangat jahat jika aku membencinya karena telah merebut crush yang kumiliki selama 5 bulan lebih ini.

“A-ah, ya, pasti. Aku kembali duluan” Lalu ia melambaikanku sebentar sebelum aku berbalik dan berjalan kembali kearah kelasku.

Ketika hendak membuka pintu kelas, aku harus memiringkan badanku dan tanpa sengaja menatap sepasang kekasih atau tunangan itu. Mereka tengah berjalan berdua, Sohye mengalungkan lengannya di lengan Sehun.

Lagi-lagi, lelaki itu menatapku. Kali ini ia menatapku dengan pandangannya yang tidak bisa kumengerti dan sebuah senyuman tampak giginya yang pastinya disebabkan oleh candaan mereka berdua. Pemandangan itu menyakitkan. Namun, cara pandang lelaki itu padaku jauh lebih menyakitkan. Ia terus menatapku. Sampai akhirnya aku memilih langsung masuk kedalam kelas dan kembali pada kursi.

 

Aku tidak fokus pada pelajaranku. Otakku kosong. Tatapan aneh itu masih mengusikku.

 

Apa itu tadi sebuah harapan?

 

fin

Eng Ing eng. Lagi bosan, nulis beginian. Gaapa dehya. Terima banget kok kalo ini gajelas banget intinya apa. Cuman mau bilang maaf buat typo(s) dan kekurangan lainnya. Taebnya masih human gabisa perfek. Selalu accept  kritik and saran. And dont forget to leave your comments and thankyou for read #throwsarang

Regards Taeb.

21 responses to “Hope

  1. Btw…. ini ada kelanjutannya ga? Seru soalnya dikira ada lanjutannya rupanya uda sampe bagian fin… penasaran si jena bakal bilang ga sama sehun tentang perasaannya…

  2. Sequel dong plsssss wkwkkw
    Aku rasa Sehun suka deh keknya sama Jena wkwk tapi gatau juga deng, pokoknya harus ada sequelnya ok? Sipppp ditunggu karya2 selanjutnya ya, SEMANGAT! ^^

  3. Sequel ya author ih sumpah nyesek bgt sih udah suka lama sma cwo eh dia udah punya tunangan . Kalo emang sehun gak suka sama jena aturan jgn ngedeketin bikin orang ngarep aja yatuhan sabar ya jena . Hwaiting ya author semoga jena bahagia

  4. Pingback: Hope: The 2nd Hope | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. ohmygod….nyesek bgt pasti 😥
    udah sukanya diam”, bertepuk sebelah tangan, dan yg lebih parah si doi udah punya tunangan….
    pasti sakitnya bertumpuk-tumpuk tuh….
    sehuuun….apa arti tatapanmu itu? apa kau sebenarnya juga ada rasa sama jena???
    jika iya maka tinggalkanlah tunanganmu itu,hehehe…. #kejam

  6. Gk ada enak dan bahagianya cinta bertepuk sebelah tangan tapi salah juga mencintai seseorang yang udah dimiliki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s