[The Show] Step — by Sehun’Bee

Step

 Sehun’Bee

Sehun – Hanna

.♣.

Marriage life – Romance – Hurt

.♣.

PG-17

Disclaimer : Semua alur yang ada dalam cerita ini murni hasil kerja keras otak saya. Tolong untuk tidak meng-plagiat ataupun sejenisnya.

Prev :
My Wife [I] Sincere [II] Autumn [III]

MyWife

Ketika langkah berpuisi mendetak unsur ketidaksengajaan, maka jangan salahkan cinta yang mengikat Sehun dan Hanna dalam kisah ini.

Empat tahun yang lalu, di dalam elevator yang sama dan di atas pumps yang sama; Hanna berdiri. Menyuarakan kegugupan di balik mulut mungil yang terkunci rapat. Melangkah pasti menuju sebuah ruangan demi melewati sesi wawancara. Berakhir dengan nasib baiknya yang membawa asa mencapai tujuan. Tak disangka Hanna berhasil mendapatkan posisi sekretaris seperti apa yang diinginkan. Namun, ada yang salah ketika berhadapan langsung dengan si Direktur Muda.

Awalnya, ya awalnya. Semua berjalan layaknya hubungan kerja berlandas profesionalitas. Enam bulan pertama; keduanya sadar ada yang tidak beres dalam irama pusat kehidupan. Seperti ada yang berontak di dalam dada setiap kali bertemu, berbicara, bahkan sekadar melempar senyum. Layaknya distraksi yang muncul begitu saja; menghentak-hentak gaduh tak ubahnya jatuh cinta lagi dengan rasa yang jelas jauh lebih indah.

Akan tetapi, keduanya tetap bertahan pada kesetiaan pondasi hubungan ‘awal’ yang telah lebih dulu dibangun. Tidak untuk Aphrodite yang menginginkan semua berubah di enam bulan kedua; membuat Sehun ataupun Hanna tak bisa lagi memasang topeng kesetiaan. Cinta yang semula dipendam pun dibiarkan meraja, kendati tahu itu membuat iblis bahagia.

Namun cukup sampai detik ini; Hanna sudah tekadkan untuk tak lagi mengulangi dosa yang sama. Dengan langkah pasti menuju sebuah ruangan yang sejatinya pernah menjadi saksi gulungan gairah cinta terlarang. Tempat di mana ia dan Sehun bertukar napas rendah di jam kosong dengan suara gelisah tertahan. Mengejar titik kepuasan sempurna dengan peluh di pelipis dan erangan di akhir.

Kini, akan menjadi saksi bagaimana kisah ini berakhir. Dimulai dari Hanna yang membuka pintu dan membuat Sehun mendongak dari kertas putih di atas meja. Melirik Rolex sesaat untuk kemudian mencecarnya dengan pertanyaan sederhana, “Kau terlambat, Sayang. Ada masalah? Apa kau sakit?”

Oh, Hanna bersumpah akan sangat merindukan perhatian itu.

Jika tidak, selembar amplop putih di tangan kanan tak akan diremasnya. Terang sekali mencoba defensif dari irisan sembilu pedang di hati. Tak menyangka, mengakhiri tak seindah kala memulai. Percayalah, ini terlalu sakit. Baru tahu seperti ini rasanya buah dari dosa; manis, berkonsekuensi. Pantas saja, Adam-Hawa diusir dari surga. Mata Hanna pun berkabut teduh; siap menjadikan air mata ungkapan ekspresi pengkhianatan hati.

“Hanna?” Sehun mulai berdiri. Khawatir berlebih melihat wajah riang Hanna ditelan nestapa—yang sejatinya tidak ia mengerti mengapa.

Tetapi, Hanna melangkah tegas. Mengundang kerutan mendalam dari pria berjas hitam rapi tersebut. Bertukar pandang dalam bahasa tubuh pasif, sama sekali tak ada gerakan untuk sekadar mengupas jarak dan bertukar ciuman selamat pagi seperti biasa. Amplop putih yang Hanna letakan di atas meja menjadi alasan untuk Sehun mengalihkan netra.

“Apa itu?”

“Surat pengunduran diri. Aku sudah putuskan akan menggantungkan hidup pada seorang pelayan restoran pizza.” Hanna tersenyum kecil, menutup luka.

“Apa maksudmu?”

“Kita akhiri semuanya, sebelum menjadi iblis pendosa abadi. Ini terlalu gila jika terus dilakoni tanpa berniat memiliki ikatan, selain kedok perselingkuhan tak berlandas,” tegas Hanna.

“Apa yang kau bicarkan?” timpal Sehun, kentara tak suka. “Kita saling mencintai. Itu sudah jelas mengapa hubungan ini ada. Apa tiga tahun tak cukup untuk membuatmu sadar bahwa kita saling membutuhkan?” sambungnya, tak kalah tegas.

“Aku menikmati tiga tahun terakhir bersamamu, Sehun. Aku bahkan sangat menyayangkan mengapa waktu terlambat memertemukan kita. Aku juga tak bisa menyalahkan cinta yang datang tanpa diminta, tapi jika itu hanya akan menyakiti orang yang kita cintai, maka tak ada pilihan lain selain menyakiti diri sendiri dan berhenti egois.” Hanna menunduk di akhir kalimat, tak kuasa menerima cecaran manik hitam Sehun.

Lalu luruh, tatkala tubuh jangkung itu memutari meja persegi. Menarik tubuhnya dalam satu kali hentak dengan jemari menelusup helai rambut. Menenggelamkan wajahnya dalam musk yang semerbak sebagai bentuk pertahanan.

“Cukup. Berhenti bercanda! Kata pisah sama sekali tak terdengar lucu, Hanna,” Sehun berseru sendu. Tahu ini akan terjadi di waktu yang tak terprediksi seperti sekarang ini. Sejatinya, Sehun memang sadar tak bisa memberikan Hanna kepastian. Itu yang membuatnya remuk redam tanpa bisa mengolah kata dan menahan wanitanya dengan alasan kuat, selain, “Aku mencintaimu, Hanna. Aku mencintaimu.”

“S-Sehun?”

Deg.

Sehun membuka mata, pun dengan Hanna. Merenggangkan jarak dalam waktu singkat dan mendapati seorang wanita bertubuh mungil di depan pintu masuk.

“I-Irene?” Sehun tergugu, kaku.

“Apa yang kalian lakukan?” tukas istrinya, menahan emosi. Namun tak kuasa mengendalikan diri untuk tidak berbalik dan menghentak pintu hingga berdebam. Meninggalkan pemandangan yang menurutnya gila sekaligus meremas kepercayaan tersebut. Sia-sia pula harapan kecilnya untuk memberikan kejutan kepada Sehun di hari ulang tahun pernikahan mereka. Kue cokelat cantik yang sudah dihias pun dilempar begitu saja ke lantai marmer. Air mata yang jatuh sudah cukup menjelaskan seberapa besar kecewanya saat itu.

Akan tetapi dari dalam sana; Sehun berlari mengejar. Meninggalkan Hanna yang tak mampu lagi berdiri di atas kedua kaki.

 

FIN

MyWife

Ha eell…???
ADA RDS G DST…(?) /ngeeksis sebentar/

Cuman mau nanya, ini kan Ambition chapter 13 udah beres. Aku pengennya sih langsung post dua chapter, tapi chapter 14-nya belum beres. Terus pas liat tanggal publish terakhir, ternyata udah hampir dua bulan /maaf, aku suka lupa tanggal hee/. Jadi, gimana? Kalian masih mau nunggu dua chapter langsung atau post satu chapter dulu?

Oke, thanks udah baca FF mini-series ini…

Regards,

Sehun’Bee

Advertisements

215 responses to “[The Show] Step — by Sehun’Bee

  1. bagus keputusannya hanna, dia mending bertahan sm hanbin atau ngga dua2nya, drpd jadi selingkuhan, ngga dpt kepastian, nyakitin siapa2. Sehun ayo dong sadar… apa yg akn trjd sm sehun irene??

  2. uh sehun ternyata suka sama hanna.
    yampun disini kalo irene yang dicritain dari petama mesti gue udah nyumpah nyerapahin hanna:c
    ihh, sehun tinggal nyetujuin aja ko susah.
    btw, sehun nikah sama irene itu karena apa/?
    ka sehunbeeeeeee kangen max sama karya mu sungguh:” sedih pas baca komennan mu difb kalo update nya habis lebaran:” dan itu artinya hampir 2 bulan aku nunggu:c yampun setiap buka skf pasti yang aku cari ffmu dulu kak😥

  3. Ya bagus begini, Hanna pergi meninggalkan Sehun (walaupun aku berharap mereka bersamaㅠㅠㅠㅠ)
    Tapi Sehun Irene dalam masalah. . .

  4. Kok aku malah ga kasian sama sekali ya sama Hanna-nya? Hahaa. yaa walaupun dia juga berada di posisi yang serba sulit. Tapi harusnya sih dari awal kalau memang dia punya “manner” dan bisa membentengi diri, dia ga akan pernah mau jadi perebut suami orang. Sekalipun dia udah terlampau jatuh hati sama Sehun. Yaa walaupun dia ga ada niatan sama sekali buat ngerebut Sehun dari rengkuhan Irene, tetep aja dari awal harusnya kan dia itu…… asddsdghjkl kesel 😦

    Coba kalo dia yang ada di posisinya Irene. Tentu disini irene yang jauh lebih sakit. Sakitnya bener-bener sampe ke ulu hati. Udah gitu dia di diagnosis ga akan pernah bisa punya anak. Dia pasti ngerasa ga sempurna jadi seorang ibu. Udah dapet musibah kaya gitu, ditambahin pula Sehun selingkuh. Mana udah 3 tahun. Itu kan lama bangeeett !! Sehun udah bohongin dia yang se-lama itu….. (Rrrrr dat bastard)

    Ditunggu pake BANGET chapter selanjutnyaaaaa !!!!! Mau liat reaksinya irene setelah ini. padahal udah berhasil mewek pas scene terakhir, eh TBC. wkwk…

  5. disatu sisi kasian irene, tpi kasian juga hanna,
    aku tunggu next chapnya ya thor. hwaiting!!!!

  6. jadiii yg dipilih sehun itu siapa? irene?? kasiaaan hanna nya TT oh tapi gpp hanna kamu maasih punya hanbin yg udah 5tahun sama kamu.. sehun nya jahat gak bisa beri kepastian ke hanna nyaa

    ff ini emang dibikin pendek” ya thor? tapi ttp suka cuma kagok/? aja bacanya kalo pendek” hehehe.. fighting author nulisnyaa

  7. Keputusan hanna bagus. Tapi si sehun ini kok ya buat masalah terus. Lihat dong hanna yang uda buat keputusan. Ga kayak km yang tau nya php. Di istri bilang cinta. Di kekasih juga bilang cinta. Ga bisa pilih. Huh maunya si irene ga usa terima sehun lagi. Biar di rasakan sama sehun tu sakitnya.

    tapi jujur aja. Sebenarnya aku sih berharap sehun lebih memilih hanna dan mempertahankan hana lalu menceraikan irene. Hehhehe tapi kan ini ceritanya penulis.
    Semangat buat nulis cerita lainnya ya.

  8. Aaaaarrggghhhh…………….
    SEHUUUUUNNNNNNN JAAHAATTTT……………. 😥

    JAHAT JAHAT JAHAT……..
    Sebener.a apa mau.a…….

    Kenapa enggak bisa milih salah satu. Dasar serakah……..

    Kasian hanna :,(

    aaarrrgghhh…………
    Aku enggak terima sama kelakuan sehun…….. >_< 😥 T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s