FALLEN HEAVEN – CHAPTER [1]

fallen-heaven

He was the one, who I wasn’t allowed to fall for. But I did.

He was the one, who I wasn’t allowed to become mine. But I did.

If I had to choose between them or him, the answer was him.

Even if I had to face the risk.

I was scared, but he’ll protect me. He said so. He has always protect me.

And I know he will do anything to protect me.

.

.

FALLEN HEAVEN

Choi Seona – Byun Baekhyun

Romance, Action, Crime, Drama, Family

PG-17

aaahraaa©2016

.

.

CHAPTER ONE
ONE THING LEADS TO ANOTHER

.

.

Seorang wanita keluar dari mobil hitam yang sebelumnya telah dibukakan oleh seorang pria bersetelan hitam. Ia memandang gedung pencakar langit itu sejenak. Sinar yang dipantulkan oleh dinding kaca gedung pencakar langit itu, membuat matanya memicing. Lantas ia merogoh kacamata rayban di dalam tas kecilnya. Sambil membenarkan kacamata miliknya, Seona berjalan menuju pintu masuk gedung tersebut.

Choi Seona, wanita berkacamata itu, melangkahkan kakinya dengan percaya diri. Orang-orang yang melihatnya pun terpukau, ada juga yang terheran dan bertanya-tanya. Hal itu karna tak biasanya mereka melihat seorang wanita memakai gaun berpunggung terbuka, apalagi dengan tatanan rambutnya yang bergelombang dan riasan wajah yang tampak natural, semakin membuatnya memesona. Tempat ini bukanlah hotel maupun ballroom, melainkan Kantor Pusat Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan. Jadi sangatlah mengherankan melihatnya berpenampilan seperti itu.

Seona hanya acuh tak acuh, menyadari tatapan orang-orang yang memerhatikannya. Ia datang ke tempat ini hanya untuk bertemu ayahnya dan ia merasa tak memiliki urusan dengan mereka, jadi buat apa ia memerdulikan mereka.

Ayahnya, Choi Seunghan, merupakan Komisaris Polisi Nasional Korea Selatan. Ia baru saja dipilih setahun yang lalu. Pada saat itu, Seona berada di Negeri Paman Sam jadi Seona tak begitu merasa terbebani dengan Pemilihan Kepala Polisi Nasional itu. Kalau saja ia berada disini, mungkin saja kehidupan pribadinya akan terekspos layaknya seorang anak presiden yang baru saja terkenal. Seona hanya tak suka kehidupan pribadinya dipublikasi secara bebas.

Langkahnya terhenti ketika ponselnya berdering dan memperlihatkan nama seseorang yang berusaha menghubunginya. Setelah ia menggeserkan layar ponselnya, Seona mendekatkannya ke telinga.

“Seona! Astaga, aku sudah berkali-kali mengirim pesan, tapi sampai saat ini kau tak membalasnya. Kau bisa kan bertemu denganku nanti di Heaven and Ark?” Suara aneh yang tak asing di telinga Seona ini, memintanya dengan penuh harap untuk datang. Ia tak tahu harus menyetujuinya atau tidak. Ia ingat ayahnya pernah mengatakan akan mengadakan acara makan malam bersama koleganya dan juga kakaknya, Choi Seunghyun.

Baru saja Seona ingin menolaknya, tiba-tiba Lee Bona–si pemilik suara aneh itu–berbicara lagi. “Kumohon, Seona! Kau tahu kan aku baru saja putus dengan Chanyoung sialan itu?”

“Ya, aku tahu. Kau bahkan sudah berkali-kali mengatakannya hingga membuatku kesal. Kau selalu saja menggunakan alasanmu itu agar aku menyetujui permintaanmu,” ucap Seona dengan malas.

Ia tahu Bona dan Chanyoung baru saja putus. Bona mengatakan alasannya karna Chanyoung ketahuan bermain mata dengan perempuan lain. Hanya alasan begitu saja membuat mereka akhirnya berpisah. Terkadang Seona tak habis pikir bagaimana bisa ia berteman baik dengan seorang Bona yang memiliki tingkat kecemburuan paling tinggi seantero dunia. For crying out loud, semua pria biasa melakukannya hanya untuk keisengan mereka belaka!

“Tapi kali ini aku benar-benar kesal, Seona!” Suara Bona terdengar frustasi. “Aku ingin menceritakan semunya padamu. Kau tahu? Semalam Chanyoung mencoba beberapa kali menghubungiku dan tiba-tiba ia–“ Suara Bona terputus saat Seona tiba-tiba menyela perkataannya dengan ketus. “Ya, ya. Baiklah, nanti malam aku akan kesana, kau puas?”

Mendengar suara kekehan Bona, membuat Seona merasa bulu romanya berdiri. Ia rasa kali ini Bona benar-benar memiliki gangguan bipolar.

“Kau memang yang terbaik, Seona! Aku benar-benar sangat menyayangimu!” Sambungan telepon terputus. Seona menghela nafas berat. Kalau begini caranya, mau tak mau ia harus melakukan sesuatu agar ayahnya mengizinkannya untuk tidak menghadiri acara makan malam tersebut.

Dengan langkah berat, Seona berjalan menuju lift yang akan mengantarkan-nya menuju lantai dimana ayahnya berada. Setelah pintu lift tertutup, Seona melepaskan kacamatanya kemudian menatap bayangan dirinya sendiri di dinding lift dan menunggu hingga suara dentingan berbunyi.

Pintu lift terbuka. Seona berjalan keluar dari lift menuju ruangan ayahnya yang berada di sudut ruangan di lantai tersebut. Suara langkah kaki Seona menyadarkan seorang wanita yang hampir berkepala tiga itu. Dengan sigap, ia menghampiri Seona dan membungkukkan kepalanya dengan hormat. “Selamat siang, Nona Choi.”

Seona menatapnya sesaat dan melihat name tag di dadanya, kemudian ia tersenyum. “Aku ingin bertemu dengan Abeoji.”

“Tunggu sebentar, Nona.” Sekretaris Jung lantas menghubungi Choi Seunghan dan memberitahu kehadiran Seona di kantornya. Seona melihat Sekretaris Jung mengangguk dan ia mendengarnya mengucapkan kata baiklah. Beberapa saat kemudian, Sekretaris Jung berjalan menuju pintu berkayu itu lalu membukanya dan mempersilahkan Seona untuk masuk.

Setelah pintu tertutup, Seona lantas menghampiri ayahnya yang tengah sibuk membaca lalu menandatangani lembaran kertas tersebut. Seona berdiri tepat di depan mejanya dan menunggu hingga ayahnya selesai dengan aktifitasnya.

Seona diam selama kurang lebih lima menit lamanya, tetapi Tuan Seunghan tak kunjung mengatakan apapun padanya, seakan tak menyadari kehadiran Seona di ruangannya.

Seona menatap ayahnya dalam diam, menunggu dengan sabar hingga ayahnya menyadari kehadirannya. Ia berusaha menahan untuk tidak berdeham ataupun mengeluarkan suara apapun. Beberapa menit kemudian, akhirnya Tuan Seunghan mendongakkan kepalanya dan menatap Seona seolah bertanya mengapa ia berada di ruangannya.

Abeoji, aku ingin Ayah membatalkan acara makan malam nanti.”

Alis Tuan Seunghan lantas saling bertautan. “Mengapa tiba-tiba?”

“Ada hal penting yang ingin aku lakukan.”

“Apakah ada hal penting yang lebih penting dari acara makan malam nanti sehingga membuatmu ingin membatalkannya?”

“Ya… Abeoji,” jawab Seona sedikit ragu.

“Hal penting apa itu?” tanya Tuan Seunghan dengan tatapan seriusnya.

Seona terdiam sesaat. Bukan karna tak bisa memberikan alasan yang masuk akal, tetapi karna tatapan ayahnya yang seakan menantangnya, hal itu membuat Seona bungkam. Seona mengambil nafas, berusaha tak menunjukkan kekesalannya, sebelum ia memberikan alasannya.

“Bona membutuhkanku. Abeoji tahu bahwa Bona termasuk orang yang penting dalam hidupku, dan saat ini ia dalam kondisi yang tidak baik. Aku tidak ingin sampai terjadi hal yang tidak kuinginkan pada Bona, jadi kumohon izinkanlah aku untuk membatalkannya.”

“Kau tahu kolega Ayah ini juga sama pentingnya dengan temanmu itu dalam hidupmu. Ayah tidak bisa begitu saja membatalkannya.”

Ayahnya begitu pintar untuk memutar kalimat hingga membuatnya benar-benar bungkam. Seona berputar otak, mencari alasan yang dapat membatalkan acara makan malam tersebut atau setidaknya dirinya tak menghadiri makan malam itu.

“Tapi temanku dan kolega Ayah memiliki kondisi yang berbeda. Bona sedang sakit dan kolega Ayah tidak,” ucap Seona. Sebenarnya ia tidak benar-benar berbohong, karna mungkin Bona memang sedang sakit jiwa.

Tuan Seunghan mengetuk jemarinya di atas meja, mempertimbangkan apakah ia harus membatalkannya atau tidak. Ia ragu, karna ia benar-benar ingin memperkenalkan anak-anaknya dengan koleganya.

“Mengapa kau tidak menjenguknya besok pagi?”

“Tadi aku sudah bilang temanku sedang membutuhkanku dan aku tidak ingin sampai terjadi apapun padanya.” Seona sebisa mungkin tidak mengeluarkan nada frustasinya. Terkadang ia merasa kesal karna ayahnya yang begitu keras kepala, sama seperti dirinya. Seona membatin bahwa Bona memiliki hutang besar padanya karna telah membuatnya seperti ini.

“Bagaimana kalau tanpa aku?” tanya Seona tiba-tiba. Tuan Seunghan lantas menolehkan padangannya pada Seona, menatapnya seakan takut salah dengar.

Seona melanjutkan, “Sampai saat ini aku tak tahu mengapa aku harus mengikuti acara itu, jadi kurasa acara makan malam itu akan tetap berjalan tanpa aku.”

Tuan Seunghan menarik nafas. “Choi Seona, Ayah melakukannya demi kebaikanmu di masa yang akan datang. Ayah hanya ingin memperkenalkanmu pada kolega Ayah, itu saja.”

“Kalau itu hanya tujuan Ayah bukankah Ayah bisa melakukannya di lain hari?” tuntut Seona. “Aku lelah, Ayah. Setiap kali harus seperti ini denganmu hanya karena masalah kecil. Ayah tinggal bilang iya, kurasa itu sudah membuatku puas.”

“Ayah tidak mendidik anak Ayah untuk menentang orang tuanya, Seona. Jadi, jaga ucapanmu!” bentak Tuan Seunghan. “Ayah juga tidak mendidik anak Ayah menjadi seorang pengeluh. Tidak ada kata mengeluh dalam kamus keluarga kita, Seona. Camkan itu!”

“Baik, Abeoji.”

“Ayah akan membatalkannya kali ini untukmu, tidak untuk lain kali. Mengerti?”

“Baik, Abeoji.” Seona keluar dari ruangan itu dengan berat hati. Ia merasa hari ini akan menjadi hari yang akan panjang. Ia rasa dengan ayahnya yang marah kali ini, menjadi pertanda buruk baginya. Semoga saja tidak. Seona tak ingin harinya menjadi buruk karenanya.

.

.

.

Seona keluar dari mobilnya, kemudian masuk ke dalam sebuah bar terkenal di daerah Gangnam. Tempat bar tersebut bernama Heaven and Ark. Bisa dibilang bar ini bukanlah sepenuhnya bar. Tempat tersebut memiliki dua pilihan, yaitu bar dan klub. Sepintas tempat tersebut seperti bar biasa, namun apabila ditelusuri lebih jauh, tempat tersebut memiliki klub tersembunyi.

Seona memasuki tempat bar terkenal itu. Ia lantas disambut oleh dua orang pria bertubuh besar. Salah satu dari mereka meminta kartu identitasnya. Seona merogoh tas kecilnya dan mengeluarkan kartu identitasnya. Setelah pria tersebut melihatnya, Seona dipersilahkan untuk masuk ke dalam.

Ia mengedarkan pandangannya dan menyadari betapa menakjubkannya tempat ini. Dindingnya dilapisi dengan warna hitam metalik, beberapa bar bercahaya remang-remang seakan memberikan privasi bagi para pengunjung dan juga beberapa aneka jenis wine ataupun sampanye yang berjajar di beberapa sudut, seakan ingin menunjukkan betapa banyaknya pilihan minuman yang dapat dipilih oleh para pengunjung.

Seona memutuskan untuk duduk di salah satu kursi bar yang terletak di sudut ruangan. Tak banyak yang menduduki tempat di dekatnya. Seona merasa sedikit bersyukur karenanya. Setidaknya tak akan ada orang yang mengusiknya.

Beberapa saat kemudian, Seona merasakan seseorang menepuk bahunya. Ia lantas menoleh dan melihat seorang wanita berparas cantik, yang ia kenal sebagai teman sekelasnya di sekolah menengah atas.

“Kang…Hyeri?”

Wanita yang dipanggil Kang Hyeri itu tersenyum. “Hai, Seona! Tak biasanya kau datang ke sini.”

First timer. Aku menunggu Bona. Kau sendiri?” Tiba-tiba seorang pria berperawakan tinggi menghampiri Hyeri dengan senyuman yang menawan.

“Sayang,” panggil pria itu pada Hyeri kemudian mengecup bibirnya dengan nafsu.

Seona mengalihkan pandangannya, merasa risih melihat kedua sejoli yang tengah menautkan bibir mereka satu sama lain. Seketika Seona tahu siapa pria itu, yaitu kekasih Kang Hyeri, Park Chanyeol. Sebenarnya ia tidak kenal, namun Hyeri pernah tak sengaja menyebutkan namanya.

Sepertinya Hyeri benar-benar jatuh cinta dengan Chanyeol. Ia cukup lama mengenal Hyeri dan tak pernah sekalipun ia melihat Hyeri berani melakukan hal-hal seperti ini, apalagi menunjukkan kemesraan mereka di depan publik.

Time flies fast. Ia sadar Hyeri telah berubah, setidaknya ia tahu hal itu adalah hal yang baik.

“Kau Choi Seona bukan?” tanya si pria berperawakan tinggi itu setelah selesai melakukan kegiatan mereka sebelumnya.

Seona menoleh ke arah Chanyeol lalu tersenyum. “Ya, itu aku.”

“Tak kusangka aku akan bertemu denganmu di sini,” ucapnya sambil menyeringai kemudian mengulurkan tangan. “Aku, Park Chanyeol.”

Seona menjabat tangannya yang besar dibandingkan miliknya yang mungil.

“Choi Seona.”

“Sendirian saja?” tanya Chanyeol ketika ia menyadari tak ada seorang pun yang berada di samping Seona.

“Sebentar lagi temanku kesini,” jawab Seona sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan untuk melihat apakah Bona sudah datang atau belum.

“Siapa? Si Lee Bona lagi?” sahut Hyeri dengan sarkastik.

“Ya. Siapa lagi?” balas Seona sambil memutar bola matanya dengan bosan.

“Siapa tahu saja ada pria yang telah menarik perhatianmu,” ucap Hyeri dengan acuh tak acuh.

Ucapan Hyeri seakan menyadarkan Seona tentang satu hal. Seorang kekasih. Ia sadar, ia merupakan satu-satunya wanita yang masih lajang dibandingkan teman-temannya. Bukan berarti tidak ada yang tertarik dengan Seona, tetapi belum ada yang mampu menarik perhatiannya.

Sudah berkali-kali Bona memaksanya turut hadir dalam blind date, dan sudah berkali-kali pula tak ada yang berhasil menarik perhatiannya. Mengingatnya membuat Seona menghela nafas.

“Kalau begitu aku pergi ya, Seona!” ucap Hyeri kemudian pergi bersama Chanyeol meninggalkan dirinya sendirian.

Sudah lebih dari 15 menit Seona menunggu Bona, tetapi ia tak kunjung datang. Seona merogoh tas kecilnya dan mengambil ponselnya. Layar ponselnya menyala dan sebuah notifikasi pesan masuk terlihat. Seona membuka pesan itu.

Seona-ya! Maafkan aku, karna aku tak bisa datang. Tiba-tiba Chanyoung datang ke apartemenku dalam keadaan mabuk. Aku tak tega meninggalkannya sendiri. Aku benar-benar minta maaf, Seona.

–Lee Bona

Rasanya Seona ingin membanting ponselnya ketika membaca pesan itu. Bagaimana bisa Bona melakukan itu padanya? Ia sudah berbuat sejauh itu pada Ayahnya demi Bona. Tapi apa yang Bona lakukan?

Seona menggelengkan kepalanya frustasi. Buat apa ia kesini kalau pada akhirnya Bona tidak datang?

Tidak. Setidaknya ia bersyukur ia tak perlu menghadiri acara makan malam yang pastinya akan membosankan itu.

Seona mengedarkan pandangannya, mencari Hyeri yang mungkin saja masih berada disekitarnya. Namun, sesuatu menarik perhatiannya. Seorang pria yang tengah mengacak asal rambut blondenya. Tangannya yang lain tengah memegang segelas anggur merah di atas meja. For God’s sake, jemarinya yang begitu lentik, mampu membuatnya tak dapat mengalihkan padangannya.

Pria itu kini tengah bersama Chanyeol, berbincang mengenai hal yang tak Seona ketahui.

Ia tak mengerti mengapa pandangannya tiba-tiba berhenti padanya, tapi Seona akui, pria itu benar-benar sangat tampan dan juga….seksi.

Pikiran macam apa ini?

Lantas Seona mengalihkan padangannya ke jemarinya. Ia merasa malu memikirkan bahwa pria itu seksi. Hal itu juga membuat detak jantungnya berdetak tak berirama. Seona menutup matanya, berusaha menormalkan detak jantungnya.

Setelah Seona membuka matanya, entah mengapa ia merasa dirinya tengah diperhatikan. Seona kembali membalikkan tubuhnya menghadap pria itu, lantas pandangan mereka saling bertemu.

Seona hanya diam memperhatikannya. Warna matanya yang abu kebiru-biruan seakan tengah menghipnotis dirinya. Tatapan pria itu yang intens, membuat Seona tak kuasa menahan keinginannya untuk menghampiri pria itu dan mungkin saja melakukan hal di luar akal sehatnya. Kalau saja ia merupakan sebatang es, pasti kini ia sudah meleleh.

Seona mengalihkan padangannya kembali, berusaha menghiraukan tatapan pria itu yang tak pernah lepas darinya. Kemudian ia memesan segelas vodka martini kepada seorang pelayan bar.

“Sendirian saja, Nona?” tanya pelayan bar itu sambil membuatkan minumannya. Seona menghiraukannya, pikirannya masih terbayang oleh manik mata pria itu.

Pikiran negatif mulai menghantui pelayan bar ketika melihat Seona terdiam dan sibuk dengan pikirannya itu. Wanita yang berada di hadapannya ini sangat cantik dan memesona, tapi bagimana bisa ia datang ke sini sendirian saja?

Tiba-tiba Seona merasakan tangan seseorang yang terasa dingin memegang bahunya. Respon pertama kali yang Seona lakukan adalah memekik.

Beberapa detik kemudian, Seona mendengar bunyi dentuman keras, seperti seseorang tengah memukulkan sesuatu di atas meja.

Suara jeritan terdengar dimana-mana, melihat seorang pria memukul pelayan bar hingga babak belur. Hal tersebut membuat kepala Seona pening. Suara teriakan itu sangat nyaring, bahkan Seona sampai harus menutup telinga dan juga matanya, berharap suara-suara itu berhenti.

Chanyeol yang melihat kejadian itu berusaha menahan pria itu agar tidak memukulnya lagi, karna keadaan pelayan bar itu sudah cukup memprihatinkan. Banyak sekali luka memar di wajahnya dan juga darah yang mengalir dari pelipisnya.

Seona membuka matanya, lantas saja bola matanya membesar ketika melihat keadaan si pelayan bar yang sudah sekarat. Seona tak sanggup melihatnya. Matanya tak sengaja melihat jemari milik seseorang, yang ia yakin merupakan orang yang memukul si pelayan bar. Sesaat Seona terpaku. Ia tahu jemari milik siapakah itu.

Pria berambut blonde itu.

Baru saja ia ingin mendongakkan kepalanya, suara pria itu menahannya. “Sekali lagi kau melakukannya, kau akan habis di tanganku!” ancamnya.

Seona takut. Nada suaranya yang begitu menusuk di telinganya, membuatnya takut. Tak pernah ia mendengar suara yang begitu menakutkan selain suara ayahnya.

Tanpa sadar, Seona berjalan menjauhi keramaian itu. Yang hanya dipikirannya saat ini adalah ia harus pergi dari sini. Ia ingin pulang dan menenangkan pikirannya, berharap kejadian hari ini tidak terus menghantui pikirannya.

Saat Seona berjalan melewati lorong menuju pintu keluar, tiba-tiba seseorang menarik lengannya, kemudian ia merasakan seseorang melingkarkan lengannya pada tubuhnya.

Anehnya kali ini Seona tidak memekik seperti apa yang ia lakukan beberapa saat yang lalu, justru ia terhanyut dalam kehangatan yang menjalar dari tubuh seseorang yang tengah memeluknya. Seona mendengar pria itu mengucapkan beberapa kata yang menenangkannya dan juga ia merasakan pria itu mengusap kepalanya dengan lembut.

Ia merasa asing dengan perasaan ini.

Perasaan macam apa ini?

Seona tak tahu. Entah mengapa ia merasa nyaman berada di pelukannya. Kalau saja ia tak menyadari bahwa pria ini adalah orang asing, mungkin saja Seona tidak akan mau melepaskan pelukannya.

Seona mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa orang yang berhasil membuatnya seperti ini, kemudian untuk ketiga kalinya ia terpaku.

Manik mata pria itu menatapnya lekat, hingga membuatnya tak mampu untuk berkata apapun. Seona hanya terdiam, mengeksplorasi wajah si pemilik mata terindah yang pernah ia lihat. Tak hanya itu, diam-diam ia menikmati kehangatan dan perasaan aneh yang menjalar di tubuhnya.

“Kau baik-baik saja?” suara milik pria itu membuyarkan lamunannya. Seona lantas mundur selangkah, menjauhkan tubuhnya dari pria itu.

“Ya, aku baik-baik saja. Terima kasih.” Setelah mengucapkan kalimat itu, Seona bergegas pergi. Namun langkahnya terhenti ketika sebuah tangan menarik lengannya, tak ingin dirinya pergi begitu saja.

“Kau yakin baik-baik saja?” Kali ini tatapan pria itu khawatir.

“Ya, aku sangat yakin,” jawab Seona pelan, kemudian dengan cepat ia bergegas pergi meninggalkan pria itu sendirian.

Byun Baekhyun, si pria blonde itu, tentu saja tak percaya dengan ucapan wanita yang ada dihadapannya ini. Wajahnya yang sedikit pucat dan peluh keringat yang mengalir dari pelipisnya, menjadi pertanda bahwa wanita itu tidaklah baik-baik saja.

Baru saja Baekhyun ingin berbalik, tiba-tiba ia mendengar suara tas yang terjatuh. Lantas ia menoleh dan melihat wanita yang berhasil menarik perhatiannya ini tergeletak lemas di lantai. Baekhyun berlari menghampirinya dan dengan sigap ia membawanya menuju ruangannya.

.

.

.

Baekhyun membaringkan Seona perlahan di atas sofa yang berada di salah satu ruangan di dalam Heaven and Ark ini. Ia mengambil sebuah selimut kemudian membentangkan-nya dan meletakkannya diatas tubuh Seona untuk menutupi tubuhnya.

Baekhyun menatap wajah Seona lama, memerhatikan paras wajahnya yang sangat menawan. Ia ingat pertama kalinya melihat Seona saat ia tak sengaja memergokinya yang tengah menatapnya. Baekhyun bahkan harus menahan senyumnya saat melihat semburat merah di pipinya dan berusaha mengalihkan pandangannya.

Kalau saja Baekhyun sedang tidak ada urusan, mungkin ia sudah menghampirinya lalu merasakan betapa manisnya bibirnya yang memerah.

Tak hanya itu, surai cokelatnya yang bergelombang membuat Baekhyun ingin merasakan kelembutannya.

Tetapi ingatan mengenai kejadian tadi membuatnya naik pitam. Saat itu Baekhyun melihat sendiri bagaimana karyawannya memandang Seona dengan tatapan penuh nafsu.

Baekhyun marah. Apalagi saat pria itu menyentuh bahu Seona. Keadaan semakin diperparah dengan Seona yang memekik. Tanpa ragu lagi Baekhyun menghampiri mereka dan menghajar karyawannya tanpa ampun.

Kalau saja Chanyeol tidak menghentikannya, mungkin pelayan bar itu sudah kehilangan nyawanya.

Suara erangan Seona membuyarkan lamunan Baekhyun. Seona mengerang karena kepalanya yang masih sedikit pening. Saat ini yang ia butuhkan obat pereda rasa sakitnya, namun dimana?

Tangannya meraba-raba ke arah samping, berharap menemukan obatnya, namun justru ia merasakan seseorang memegang tangannya. Mata Seona membuka, melihat Baekhyun yang menatapnya khawatir.

Sedetik kemudian Seona sadar, ternyata ia bukan berada di kamarnya, tetapi di suatu ruangan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Satu pertanyaan terngiang dipikirannya. “Aku di mana?”

Bukannya menjawab, justru Baekhyun kembali bertanya. “Merasa baikan?”

“Sedikit. Aku di mana?” tanya Seona kembali.

“Ruanganku di Heaven and Ark,” jawab Baekhyun santai.

“Kau pemilik tempat ini?” tanya Seona sambil mengedarkan pandangannya, memerhatikan ruangan yang asing baginya.

“Ya. Aku, Baekhyun.”

“Choi Seona.”

Ketukan pintu membuat Baekhyun dan Seona menoleh ke arahnya. Seorang pria bersetelam hitam dengan kacamata hitamnya masuk ke ruangan. Baekhyun menatapnya dengan penuh tanya. “Ada apa, Joon?”

Sir, there is a problem.” Joon ingin melanjutkan perkataannya tetapi ia tahan ketika melihat seorang wanita yang bersama Baekhyun, kemudian ia menghampiri Baekhyun dan berbisik. Kedua alis Baekhyun saling bertautan, sepertinya memang benar-benar masalah yang cukup serius.

Baekhyun berdiri sambil mengepalkan telapak tangannya. “Shit. Katakan pada Chanyeol, biar dia yang mengurusinya! Aku tak mau tahu, bagaimana pun caranya malam ini semuanya harus selesai!” perintah Baekhyun yang membuat Seona terlonjak kaget.

Beberapa saat yang lalu Baekhyun bersikap lembut padanya, namun kini ia terlihat seperti orang yang baru saja kesetanan. Seona benar-benar tak mengerti lagi.

Yes, Sir,” jawab Joon dengan tegas kemudian keluar dari ruangan Baekhyun.

Seona yang melihat Baekhyun tengah sibuk dengan pikirannya, mengambil kesempatan untuk pergi dari sana. Ia tak mau menjadi bahan amukan Baekhyun, karna ia sendiri takut.

Perlahan namun pasti Seona berjalan menuju pintu ruangan. Beberapa langkah lagi ia dapat mencapai pintu itu, tetapi suara dingin Baekhyun mengejutkannya. “Mau kemana kau?!”

Seona berbalik, menatap Baekhyun dengan tajam. “Aku ingin pulang! Kau tak bisa membiarkanku terus berada disini! Kau pikir kau siapa? Kau juga–AAHH” Seona berteriak ketika suara tembakan terdengar.

Baekhyun lantas mengeluarkan pistol dari saku jasnya kemudian memeluk Seona. Baekhyun menuntun Seona menuju bawah meja kayunya. “Kau diam disini, sampai aku kembali. Mengerti?”

Seona hanya mengangguk saja kemudian Baekhyun pergi meninggalkannya sendirian. Setiap kali ia mendengar suara tembakan, ia berusaha untuk menahan pekikannya. Tangannya gemetar. Ingatannya kembali pada masa sepuluh tahun yang lalu.

Saat itu, kejadian yang hampir sama menimpa dirinya namun yang berbeda adalah ibunya berada di sampingnya, memeluk dengan erat. Namun naas, pada saat mereka tertangkap basah oleh para pencuri, dengan teganya mereka menembak ibunya yang tak berdosa. Seona melihat dengan mata kepalanya sendiri darah yang mengalir dari tubuh ibunya. Saat itu Seona hanya bisa menangis sekeras mungkin, berharap ibunya dapat kembali lagi.

Air mata Seona mengalir di pipinya, ia berharap kejadian yang sama tak menimpanya kembali. Sayup-sayup suara sirene terdengar. Ketika mendengarnya Seona merasa lega sekaligus khawatir. Ia lega karna situasi ini pasti akan berakhir dan ia khawatir jika Ayahnya mengetahui bahwa dirinya terlibat dalam kejadian ini.

Satu-satunya jalan yang dapat ia lakukan sekarang adalah pergi dari sini sebelum polisi menemukannya. Seona melihat keseluruh penjuru ruangan, memastikan tak seorang pun kecuali dirinya berada di ruangan itu. Setelah merasa aman, Seona keluar dari ruangan itu.

Ia masih dapat mendengar suara tembakan di tempat ini, tetapi sebisa mungkin Seona mencari jalan keluar diam-diam. Ia menghampiri pagar besi yang menjadi pembatas seperti balkon di lantai dua. Seona menunduk kebawah dan melihat Baekhyun bersama beberapa pria bersetelan hitam dikelilingi oleh para pria bersenjata.

Seona pikir ini adalah kesempatan yang baik baginya untuk pergi dari sana, namun ternyata ia salah saat seseorang tiba-tiba saja membekap mulutnya. Otomatis semua pandangan menuju ke arahnya. Seona meronta dan berusaha keluar dari dekapan itu. Baekhyun yang melihatnya, lantas mengarahkan pistolnya pada pria yang membekap mulut Seona.

“Lepaskan sekarang juga!” perintah Baekhyun dengan suara lantang. Taemin, pria yang membekap Seona, hanya menyeringai puas.

“Bagaimana bisa aku membiarkan wanita cantik dirimu pergi begitu saja,” ucapnya dengan ekspresi kasihan yang dibuat-buat kemudian ia menatap Seona. “Bukankah begitu, Sayang?”

Seona menatap tajam padanya. Taemin tertawa. “Aku suka wanita pemberani, seperti dirimu, sayang. Apalagi kalau tidak hanya disini tetapi juga diranjang–”

Suara tembakan kembali terdengar. Kali ini yang menembak adalah Baekhyun. Namun tembakan Baekhyun sengaja tak mengena Taemin, ia melakukannya hanya untuk memberinya peringatan.

Taemin menoleh dan menatap Baekhyun dengan tatapan marahnya. “Berani-beraninya kau!” bentak Taemin pada Baekhyun.

Seona merasakan dekapan Taemin melonggar, dengan cepat ia menendang kaki Taemin ke belakang menggunakan hak tingginya kemudian mencoba merebut pistol dari tangan Taemin. Seona dan Taemin saling bergulat satu sama lain untuk memperebutkan pistol.

Saat Seona berhasil mengambil pistol, tanpa sengaja ia menekan pelatuknya dan peluru tersebut menembus dada Taemin. Kemudian perlahan Taemin tergeletak lemas di lantai dengan darah yang begitu banyaknya.

Seona hanya terdiam memandang tubuh Taemin yang bersimpuh darah. Tubuhnya gemetar. Kepalanya terasa pening. Ia merasa tubuhnya mati rasa pada saat itu juga. Beberapa saat kemudian yang ia lihat hanyalah kegelapan.

.

.

 Continue or not?

Hai, aku kembali lagi! Setelah selesai dengan fic aoth, aku langsung memutuskan untuk hiatus.

Mungkin ada yang merasa familiar dengan Baekhyun-Seona?:)) udah jadi otp ini, tak bisa tergantikan rasanya:’)

Kali ini aku membawa fic yang berbeda dibandingkan fic sebelumnya. I need something different dan akhir-akhir ini aku suka baca genre romance-crime dan yang ada sedikit actionnya, jadilah aku terinspirasi membuat fic ini.

aku kurang pede sebenarnya untuk membuat cerita bergenre ini, tapi aku berusaha untuk mencoba untuk terus menulisnya, mudah-mudahan sampai selesai (aamiin)

kalau ada yang penasaran bagaimana paras wajah(?) Baekhyun dan Seona, kalian bisa lihat di bawah ini.

baekna1

Byun Baekhyun & Choi Seona

Best regards, Ahra

 

51 responses to “FALLEN HEAVEN – CHAPTER [1]

  1. Hii Thor??
    I’m the first?
    D awal baca q kira ini sequel aoth. Ternyata bukan..tapi ini tetep keren, & aq suka sama couple ini. Apalagi si Baek kayak mafia2 gitu ea, pasti seru itu.penasaran sama Kisah mereka d tengah perbedaan.
    Ini mature story kah?? Kalo bahasanya sih
    uda dapat kesan matureny.
    Dari genreny sih emang masih jarang, tapi author berhasil kok buat feelny,.
    Next dong & kalo bisa si cepat.hehe..
    Semangat..

    • Hi, byunni. Unfortunately, you aren’t the first but that’s okay😁 haha bukan kok, aku juga suka kapel baekseo jadinya bikin pakai cast mereka😄 pada dasarnya iya ini termasuk mature story tapi aku juga ngga terlalu nyaman bikinnya jadi mungkin aku bisa kategorikan menjadi pra-mature story(?)

      iya sih jarang, tapi entah kenapa jadi cinta sama genre kaya gini, wah makasih ya, akan aku usahakan ya!😉

  2. Hii Thor??
    Finaly you’re back
    D awal baca q kira ini sequel aoth. Ternyata bukan..tapi ini tetep keren, & aq suka sama couple ini. Apalagi si Baek kayak mafia2 gitu ea, pasti seru itu.penasaran sama Kisah mereka d tengah perbedaan.
    Ini mature story kah?? Kalo bahasanya sih
    uda dapat kesan matureny.
    Dari genreny sih emang masih jarang, tapi author berhasil kok buat feelny,.
    Next dong & kalo bisa si cepat.hehe..
    Semangat..

  3. Chingu-ya welcome back~~~~ akhirnya kisah lain dari seona dan baekhyun muncul lagi dan wowwww, dari sebelumnya cerita pasangan selingkuh sekarang pasangan yang wow, dapat dikatakan ekstrim – secara baru episode awal aja udah banyak acara baku tembak, dan seriusan aku ngeri dan degdegan sendiri bacanya,😲 malahan aku ada acara nutup telinga segala, saking serem dan menegangkannya.
    Hemmm, tetep semangat untuk terusin chapter selanjutnya😊 semangat!!!

  4. Aku juga suka sama genre kayak gini, karena jarang banget kan….ceritanya udah seru, gak sabar pengen baca kelanjutannya ya…..semangat

  5. Actually this is the first time for me read your ff Author Ahra.. Annyeong haseyo.. Then, my response when I read your ff, I just shouting… “Oh maii…… Critanya SERU BGT Ahra..!! itu Seona nembak Taemin?? uugh g kbayang gmn shock nya dy, aplgi ql smpe dy mati, wah bkln runyam ini!! aplgi igt ql ayahnya adl polisi???? aduh g sbar pgen bc lnjutannya thor..”
    KKeut!!! jd fix dtgu bgt klnjutnnya yoo…🙂

    • Hi, hayeon. welcome to the whole new world! (berasa aladin) honestly, i didn’t expect your reaction to be like that haha, tapi makasih ya😊

  6. Hai Ahra^^ aku reader baru kamu.. Salken ya🙂 dan kesan pertamanya adalah… ‘Wow ini gila ya? Aaaaakkk kereeeeen’ xD suasana tegangnya dapet banget, baek juga mempesona gilaaa xD aku suka ff genre beginian dan akhirnya nemu yang cocok😀 umm.. Sekarang aku lagi mikir, kalo Seona nembak Taem.. Lah ntar dia dijadiin buron/tersangka sama bapaknya sendiri dong..
    Terus, baek sebenernya mafia? Atau apa?
    Ah tauk deh.. Lanjut ya Ahra, keep writing😉😀

    • Hai Lyn, salam kenal juga😊 aku juga jadi suka sama genre beginian, rada bosen juga kalau baca romance/drama terus. Let’s find out then! btw makasih ya😁

  7. Aak ceritanya seru , baekhyun mengerikan banget ya di sini , sampe mukul pelayannya sendiri.
    Tapi kalo ke seona beda banget sikapnya , kayanya mereka saling tertarik satu sama lain pas pandangan pertama :’v
    Orang orang yang datang terus ngerusuh/? itu siapa? apa baekhyun punya musuh? ‘-‘

    Next kak , semangat ^^

  8. Baekhyun Seona, aku suka banget couple ini hahaha..
    Btw Seona ga sengaja bunuh Taemin, jangan bilang kalo dia nanti bakalan dipenjara..
    Baekhyun ga mungin ngebiarin Seona dipenjara kan?? Seru seru seruuu..
    Ditunggu next chapternya ^^

  9. lanjut …..
    entah kenapa aku suka sama seona kak, ya pasti baekhyun juga lah, tapi aku heran sama baekhyun aja, kok bisa ada perasaan kayak gitu ya ke seona? padahal kan belom pernah kenalan sama seona, trus kok ada tembak-tembakan ya? aduh kasian seona yang masuk penjara, padahal ayahnya keras banget, oke oke….
    aku tunggu next chapter ya kak😉

  10. Ih paraaah Seona kan anaknya orang kepolisian.. gimana kalo nanti dia ketahuan? Aduh nama baik ayahnya juga pasti terancam kan. Aduh gimana dongggg ditunggu ya kelanjutannya

  11. Oalahhh Seona, setan lewat mana yg udah ngrenggut keberaniannya buat nembak Taemin?? Kaget banget ama aksi dadakannya Seona, padahal kan dia bisa nembak bagian kaki/tangan biar ga nyerang, ehh malah kebablasan-_- ampunn dahh gue kira Baekhyun yg nembak
    Mungkin tar Baekhyun bakal jadi pelindungnya Seona kali yaa buat nutupin + nenangin perasaan bersalah Seona, smoga ja bokapnya Seona ga lagi ada di tkp wkwk bisa panjang tar urusannya

  12. Lanjuuuut, aku pingin baca lanjutannyaa.
    Ff nya bagus, semoga ke depannya makin seruu. Ditunggu nextnya yaa

  13. yeahhh baekseona balik lagi dan berenkarnasi lagi untuk tidak saling mengenal dan rambut baek blonde….. wow tapi sisi maskulinnya jd ga kelihatan yah soalnya menurutku baek kalo rambut blonde tuh malah jd cute tapi yaaa aku ngikut aja deh
    ga tahu kenapa aku masih belum dapet feelnya ky ini terlalu cepet dan beda aja sm aoth mungkin karena udh lama ga baca ff kamu kali yaa ,tp aku tunggu next nya

    • kalau begitu kamu harus lihat pas dia di majalah elle, sumpah sisi maskulinnya dapet banget. aku aja klepek-klepek😭

      aoth juga awalnya cepet kok plotnya, tapi ya memang akunya sendiri ngga suka terlalu bertele-tele di awal cerita. semua orang punya pendapat masing-masing, jadi gapapa kok, mungkin kamu harus baca aoth dari awal lagi wkwk (ngga deng)

  14. Keren jjang!!! Seona ga masuk penjara kan?? Lagipula bapaknya seona polisi .-.
    Ditunggu nextnya kakk ♡

  15. Ahhh? Sebwnernya baekhyun siapa ya? Hmm gimana kalo ayah seona tau dia gak sengaja nembak taemin huaaa ,😄😄😄😄😄

  16. Wah demen dah nih klo ceritanya action gini hihii
    Seru pertamanya aja udh tegang
    Tp masih blm paham nih karakter baekhyun, seona itu jadi apa sebenernya???
    Di tunggu next nya

  17. Haiii aku berarti reader baru soalnya baru baca ff kamu yg ini
    Dan langsung cintaah😀
    Aku suka karakter2nya

  18. Yes akhirnya ada ff baru couple baekhyun seona dan genrenya beda juga lagi
    Penasaran kelanjutannya mau bagaimana certa ini

  19. Ahraa is Back yeyyyyyyy……..
    Aq suka couple mrka sesuatu bnget hahahha aplg pertemuan mrka tuh gk kcngan… Lngsung tepat sasaran gk add adegam benci2 jd cinta ato lain sbgnya hahhhahaha seruuuu asikkkkk chap 1 ajj udh mndebarkan hmmmzzzzz si Seona anak polisi Baekhyun berurusan sma mafia aiiigooooooooo kerennnnnn apa bakal kd cinta terlarang uhuhu drmatis seruuuuuu ne… Suka2 suka sukaaaaaa

  20. yeaay kak ahraa balik lg bw ff baru
    seru critanya
    aku suka bgt sm couple baek seona
    itu seona yg nembak taemin ?
    aduh gimana nasib seona tuh ? bpknya kan polisi
    makin penasaran sm lanjutan critanya
    next chap d tunggu

  21. waaaa daebak!!!
    crtany bgus loh
    jdi seona pnya taruma msa kcil
    waah ap yg bkal trjdi dsaat seona nembak tae pdhal bpakny ktua kpolisian
    dan knp baek kykny possesive bgt sma dia
    dtunggu klnjutanny

  22. Tentunya harus lanjut dong. Sorry to late read + comment. Aduh hampir aja aku lewatin ff bagus ini. 哈哈哈哈, penasaran sama lanjutannya. Jadi disini ceritanya si Baek ama Seo sama-sama love of first sight gitu. Terus kenapa langsung ada aksi tembak2kan. Penasaran akunya. I wait to the next chap.

  23. Heoll gk salah baek jadi sangar disini hahahaha
    Cieee baek jatuh cinta pada pandangan pertamaaa ..

    Seona punya traumaa kasihan ibu nya tewas . Tp taemin knoa musuhan ama baek ampe dia mau bunuh taemin

  24. Wah di luar prediksi alur ceritanya seperti ini. Pertemuan Baekhyun-Seona tidak cukup mengesankan, mereka malah bertemu pada saat peristiwa tembak-menembak apalagi Seona ada trauma setelah melihat kematian ibunya. Aku penasaran bagaimana hubungan Baekhyun & Seona? Sepertinya pekerjaan Baekhyun cukup mengerikan ditambah ayah Seona adalah bagian kepolisian.
    Intinya aku tunggu kelanjutannya dan maaf baru komen sekarang karena aku baru nemu ff-nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s