Y . O . L . O (You Only Love Once) #15 – by sasarahni

Y . O . L . O

PicsArt_03-27-11.19.35

You Only Love Once!

“Hidup ini hanya sekali, Matipun sekali, dan Cinta juga hanya sekali”

Chapter 15

Ketika cinta mulai terasa dan begitu enggan untuk melepaskannya.

Tidak pernah ada batas untuk mencintai seseorang, tapi karena perbedaan lah yang membuat cinta menguatkan atau justru menghancurkan, bahkan menyakitkan.

Sarah

.

.

Penulis : @sasarahni (Sarah Irani) 20th

Sarahirani26@wordpress.com


Preview: * Teaser * Chapter1Chapter2 * Chapter3 * Chapter4 * Chapter5 * Chapter6Chapter7 * Chapter8 * Chapter9aChapter9b * Chapter10 * Chapter11 * Chapter12 * Chapter13 * Chapter14 * Now:Chapter15 *

MAIN CAST

Park Chanyeol & Kim Ja Young (YOU)

Byun Baekhyun & Kim Je Young (YOU)

OC: Kim Jongin, Lay, Xi Luhan (EXO)

Ny.Kim Lily, Ny.Park Yoora, Jung Serra dll…

Drama, Romance, Hurt, Friendship, AU, Family, Complication, and other…

RATING : PG-17 LENGHT : Chaptered

Soundefek :
 Mad Clwon ft Kim Na Young – Once Again (Ost DOTS)
Preview Chapter 14 …

“Aku hanya ingin mengatakan sesuatu pada Nyonya Kim. Sebenarnya, aku mempunyai rasa pada putri pertama Nyonya Kim. Dan perasaanku ini bisa dikatakan bahwa aku ingin menjadikan Kim Ja Young sebagai kekasihku.” Chanyeol menelan saliva nya kasar baru kali ini ia mengungkapkan perasaannya sampai pada orang tua wanita yang sangat Chanyeol sayangi dalam hidupnya. Tidak ada keraguan yang tersirat sedikitpun atau mempermainkan perasaannya sendiri.

“Mungkin Nyonya Kim baru mengenalku. Tapi–“

“Chanyeol-ah cukup.” Ja Young menghentikan kalimat Chanyeol dengan pandangan yang begitu lirih karena Ja Young merasakan perasaannya kali ini sama seperti saat mendengar tuturan Jongin padanya kemarin lusa. Tidak mungkin terjadi secepat ini. Bahkan Ja Young sama sekali tidak tahu bagaimana nantinya keluarga Park menerimanya sama seperti keluarga Baekhyun menerima Je Young kah?? Ja Young tidak pernah menyangka jika Chanyeol benar-benar serius dengan perasaannya dan perkataannya yang baru saja ia tuturkan tadi dikamar Ja Young..

“Berhentilah. Jangan diteruskan. Ma-maaf ta-tapi, aku tidak akan menerimamu sebagai kekasihku meskipun aku menyayangimu. Meskipun perasaanku memilihmu. Tapi– tapi aku benar-benar butuh waktu untuk menjadikan perasaanku utuh hanya untukmu. Ya, berhentilah Chanyeol. Aku akan berterus terang padamu didepan Eomma bahwa aku belum bisa menerimamu. Jadi pulanglah! Dan satu hal Chanyeol-ah perbedaan itu akan selalu ada dan kau menyadari apa perbedaan dari diri kita masing-masing.. eum? Aku berharap kau mengerti. Aku pernah menuturkan itu padamu bukan?” Ja Young tidak bisa membohongi perasaannya sendiri. Ya! Kenyataannya bahwa Ja Young juga menyukai keberadaan Chanyeol dan nyaman jika berada didekat Chanyeol.

Tapi sulit bagi Ja Young menerima Chanyeol yang cukup berbeda darinya lagipula Ja Young masih terus ingin membahagiakan kedua orang yang selama ini bersamanya dan bertekad untuk tidak menjalin hubungan dengan pria manapun. Chanyeol ingin melangkahkan kakinya untuk mendekati Ja Young yang berjarak dua langkah didepannya saat ini tapi nihil! Ja Young justru langsung berlari menuju kamarnya. Sudah cukup lelah hatinya akhir-akhir ini!

Ja Young sudah mengutarakan perasaannya~

“Ja Young-ah..?”

“Kim Ja Young??”

Chanyeol terus memanggil nama wanita itu tapi wanita itu mengubris panggilannya. Ja Young sudah mencobanya dan ini adalah keputusannya. Ibu Kim yang sedari tadi terdiam pun akhirnya berbicara..

“Eommanim memang tidak mengerti dengan permasalahan kalian apa. Tapi untuk saat ini biarkan Ja Young sendiri yang memutuskannya jadi–” Ibu Kim menepuk bahu Chanyeol pelan. “Pulanglah.. dia butuh ketenangan.”

Chanyeol pun mengerti dan ia langsung merundukan setengah tubuhnya lalu berkata.. “Baik. Nyonya Kim maaf jika kedatangan saya justru membuat banyak luka yang terlihat oleh Nyonya Kim. Tapi saya sungguh menyayangi Kim Ja Young dan karena saya menyayanginya apapun yang baru saja Ja Young katakan cukup membuat saya mengerti.” Chanyeol merundukan setengah tubuhnya.

“Aku pamit pulang. Terimakasih Nyonya Kim sudah mau mendengarkan penuturanku tadi. Sampai jumpa..” Chanyeol mengukir senyumannya dan sekilas melihat kearah tangga memandang kepergian Ja Young setelah mengatakan bahwa dia tidak bisa menerimanya saat ini.. dan itu membuat Chanyeol sedikit merasakan perih!

Harus berapa lama menunggu mereka untuk bersama hanya bersama-sama~

Apa ini adalah karma untuk Chanyeol karena dulu hidupnya yang begitu bebas terlalu sering mempermainkan hati dan perasaan seorang wanita tanpa memikirkan perasaan orang yang sudah mencintainya.

Apa benar skenario Tuhan untuknya akan berakhir seperti ini adanya? Melepaskan. Meninggalkan. Sekaligus berhenti untuk mencintainya?

 

.

.

cropped-11898902_1069182166432771_91784061556000028_n11.jpg

Episode 15 Y.O.L.O♥

POV Author

Dua bulan lebih seminggu setelah kejadian Chanyeol datang menemui Ja Young langsung kerumahnya. Untuk pertama kalinya Chanyeol sampai sejauh itu, meyatakan hingga memberikan kasih pada wanita yang dicintainya. Tanpa terasa dua bulan lebih sudah Ja Young tidak bertemu atau bersapa dengan direktur sekaligus teman sekelas sekampusnya. Park Chanyeol.

Chanyeol merasa, ia sudah tidak bisa memaksakan semua perasaannya pada Ja Young, ia merasa begitu kecewa pada Ja Young sekaligus ia juga merasa tidak ingin Ja Young membalas perasaannya hanya karena sebuah rasa paksa atau takut memiliki sosok seorang Chanyeol yang terjabat sebagai Direktur dimana Ja Young bekerja. Begitu sulit baginya menerima kenyataan bahwa Ja Young memang belum bisa menerimanya. Kecewa. Begitu teramat pedih untuknya.

Dua bulan lebih Chanyeol laridalam arti yaitu menghilang dari kehidupan Ja Young. Tapi, kenapa Chanyeol pergi disaat Ja Young mulai menerima kehadirannya justru Chanyeol menghempaskan Ja Young begitu saja. Tidakkah Chanyeol merasa dirinya begitu istimewa dihati wanita yang ia cintai. Wanita itu hanya membutuhkan waktu dan perasaan yang utuh untuk Chanyeol seorang. Hanya untuknya. Chanyeol benar-benar menghilang entah kemana. Chanyeol meninggalkan semuanya, semua orang yang sudah mencintainya dengan perasaan yang teramat mendalam. Pergi, tanpa seberkas surat atau apapun itu yang menandakan sesuatu hal yang menyangkut dalam kepergiannya.

Apa jalan yang sudah Chanyeol pilih adalah cara menghilang, menghapus segala kebahagian dan kesedihannya!

Haruskah disaat seperti ini!

Ketika Ja Young merasa Chanyeol lah orang yang tepat untuknya berbagi semua kesedihan dan kebahagiannya yang selama ini Ja Young rasakan. Kim Ja Young adalah gadis yang tidak mudah untuk mencintai seseorang bahkan merasakan itu rasanya seperti mustahil baginya tapi Ja Young percaya akan prinsip dalam hidupnya bahwa.. “Hidup ini hanya sekali dan mencintai seseorang juga hanya sekali untuk seumur hidupnya” Seorang Ibu berpesan pada kedua putri kecilnya yang sudah dewasa. Artinya Ja Young yakin jika disaat Tuhan menitipkan cinta dan kasihnya pada orang lain yang dicintai dalam hidup ini hanya akan ada satu cinta untuk seumur hidupnya.

Wanita itu, Kim Ja Young sedang menguatkan hatinya yang selalu bergemuruh pada pertanyaan akan perasaannya sendiri. Apakah cinta sekali seumur hidupnya adalah bersama Park Chanyeol?

Ketika merasakan jatuh cinta kalian pasti tahu rasanya ingin memiliki, bersama, bahagia, bersedih dan semua itu bercampur hingga kalian sulit menentukan titik dimana jalan yang akan benar-benar kalian temui.

Memilikinya tanpa harus tersakiti?

Atau justru..

Meninggalkannya dengan banyak kenangan?

Karena kalian hidup didunia ini hanya sekali dan kalian pastinya juga ingin merasakan kebahagian bersama orang yang sungguh kalian cintai hanya dalam sekali merasakannya. Yaitu memilih seseorang yang kalian cintai sampai kalian mati bersamanya~

Semua makna itu benar! Bahwa memang kenyataannya jika mencintai seseorang, hidup bersama sampai maut datang memghampiri disitulah titik akhir kebahagian seseorang. Merasakan..

Mencintai.

Menyayangi.

Mengasihi.

Melepaskan.

Meninggalkan.

Membawa rasa suci akan sebuah cinta yang sesungguhnya~

Wanita itu masih terombang-ambing oleh perasaannya. Sulit untuk tidak dirasakan olehnya, oleh dirinya, dan oleh hatinya. “Sudah dua bulan lebih kau menghilang begitu saja Tuan Park? Tanpa kabar? Tanpa bekas? Apa kau marah denganku? Atau kau memang ingin mempermainkan perasaanku saja? Park Chanyeol..” Lirih menyapa wanita berparas cantik dan sederhana yang sudah kehilangan sosok kebahagian hingga cinta pertamanya. Sakit jika kalian rasakan!

Ya.. wanita yang sering kalian dengar, dia Kim Ja Young sedang melamun hingga berbisik pada hatinya sendiri. Terdiam membisu, melihat setiap sudut resto KoreanFood yang sudah hampir tutup malam ini karena tugas Ja Young sebagai pelayan juga sudah selesai hari ini.

Hari berganti malam. Kota Seoul terlihat indah jika pada malam harinya. Dua bulan Ja Young menjalani hari-harinya seperti biasa bekerja dan kuliah hanya itu. Tanpa ada satu orang pun yang mengganggunya baik Jongin maupun Chanyeol. Kedua pria itu entah kemana Ja Young tidak tahu bahkan Ja Young tidak dapat kabar sedikitpun, mencoba menghubungi mereka pun sulit. Tidak ada jawaban! Tidak dapat dihubungi!

Kedua pria yang Ja Young sayangi~

Sahabat dan seseorang yang berarti dihatinya~

Menghilang tanpa jejak~

Saat ini yang Ja Young ingat hanyalah kata-kata Chanyeol padanya, yang ingin melihatnya menjalani hari-harinya seperti biasa. Apa ini maksud yang Chanyeol katakan. Membiarkan wanita yang disayangi tidak menangis dan menderita kembali karena nya. Menjalani hari-hari seperti biasa dalam hidupnya.

“Ja Young-ah?” Sulli menepuk bahu Ja Young yang masih terlihat melamun sudah hampir beberapa menit yang lalu. 10 atau bahkan 15 menit wanita itu terdiam dalam segala pemikiran-pemikirannya dan memandang setiap sudut resto. Ini sudah menjadi kebiasaan Ja Young saat resto akan ditutup.

“Eoh!? Kau mengagetkanku saja” Sulli membuyarkan lamunannya sampai ia menarik nafas dan menghempaskannya kasar.

“Kau terus saja melamun” Kata Sulli dengan wajah khawatir.

“Aku tidak melamun Sulli-ah” Ja Young mencoba tersenyum. Mengukir bibirnya hingga membentuk bulan sabit.

Entah kenapa Sulli merasa ada suatu keganjalan yang terjadi ditempatnya bekerja. Sulli sudah tidak melihat Direktur KoreanFood datang untuk mengecek, mengontrol, dan juga untuk sekedar bernyanyi kembali diresto ini. Bahkan banyak pelanggan yang ingin melihatnya kembali dan bertanya kemana pria itu pergi? Dan saat itu tepat Ja Young dan Sulli pun menjawab “Kami tidak tahu kabar dari sang Direktur, maaf kami permisi” hanya itu yang bisa dikatakan semua pelayan kepada pelanggan KoreanFood. Pria yang mereka cari itu.. bernama Park Chanyeol, ia adalah pemilik resto ini dan sudah sepantasnya Chanyeol mengendalikan resto yang dipimpinnya. Sulli juga merasa jika terjadi sesuatu pada teman kerja dekatnya ini, seperti terlihat tidak biasanya seorang Ja Young selalu ingin berlama-lama di resto ini. 3 tahun bekerja sama dengan Ja Young membuatnya hafal bagaimana sifat teman dekatnya ini. Hal yang justru lebih nyata adalah saat Ja Young terlihat melamun seperti memikirkan hal-hal yang Sulli sendiri yakin itu berhubungan dengan Park Chanyeol, CEO KorenaFood.

“Sudah dua bulan lebih direktur tidak terlihat diresto. Kau ada masalah dengannya? Apa??” Tanya Sulli kembali, santai dengan wajah penasaran.

Tanpa ingin mendengarkan Sulli bercerita dan menjawab pertanyaannya, Ja Young lebih memilih meninggalkan Sulli begitu saja. Hati Ja Young membatin. Kenapa harus menanyakan hal yang tidak Ja Young sendiri tahu dan mengerti.

Hya! Aissh, kau ini menyebalkan. Aku sedang berbicara denganmu Ja Young-ah!” Bentak Sulli kesal karena Ja Young meninggalkannya tanpa menjawab pertanyaannya terlebih dahulu. Benar bukan, Ja Young terlihat menghindar akan pertanyaan Sulli. Chanyeol dia lah yang membuat Ja Young seperti ini. Sulli yang mengetahui bahwa kenyataannya seorang Kim Ja Young gadis jutek, dingin, dan apa adanya mencintai Park Chanyeol pria tampan, ramah, dan memiliki tahta melimpah sekaligus direkturnya. Mengagumkan.

“Aku ingin cepat pulang.” Jawabnya santai tanpa melihat kearah Sulli disana. Ja Young mulai berjalan masuk keruang loker untuk mengganti pakaiannya dan segera pulang karena hari terlihat semakin malam.

Pukul 21.00.

Tiga hari berlalu setelah sakit mengambil libur kerja Ja Young masuk kembali untuk bekerja dan kuliah menjadikan fokus utamanya yaitu menjalani pembelajaran akhir semester. Dua bulan menjalani perkejaan dan kuliah Ja Young sama sekali tidak bertemu dengan Chanyeol kembali saat terakhir Ja Young melihat Chanyeol datang kerumahnya. Hanya itu. Bahkan Chanyeol tidak menyempatkan datang ke resto untuk sekedar mengecek keadaan dan keuangan resto. Ditempat kuliah pun sama, tidak ada seorang pun mengetahui keberadaan Chanyeol. Kebiasaan Chanyeol saat kuliah adalah disaat belajar ia begitu serius, dan disaat waktu pelajaran berganti Chanyeol selalu menyempatkan untuk sekedar duduk di atap gedung kampus, dan disaat jam kuliah berakhir Chanyeol langsung mengakhiri perkuliahannya. Terus seperti itu hingga membuat Chanyeol juga tidak memiliki banyak teman. Hubungan Ja Young dan Chanyeol mulai tidak dimengerti oleh keduanya.

Dimanakah Chanyeol selama dua bulan ini??

Menghilang begitu saja??

Ja Young sempat menanyakan pada Baekhyun tentang keberadaan Chanyeol tapi jawabannya nihil. Karena memang Baekhyun juga tidak tahu Chanyeol berada dimana? Keberadaan Chanyeol tidak bisa terlacak oleh Baekhyun sahabatnya sejak kecil. Appartement maupun disetiap tempat yang suka dikunjungi Chanyeol juga tidak ada disana! Baekhyun pun sempat frustasi kemana lagi sahabatnya itu?! Apa kembali ke London? Tapi untuk apa Chanyeol kesana! Chanyeol sudah cukup lama 3 tahun tanpa melakukan aktivitas yang baik disana. Chanyeol hanya membuat dirinya kembali seperti dulu menjadi seorang pria yang tidak memiliki tujuan dan harapan.

 Ya.. itu dulu, singkat cerita tentang kehidupan 3 tahun Chanyeol di London.

♣ Y . O . L . O ♣

Sesampai dibus memilih bangku kosong yang terdapat dipaling belakang. Bus itu terlihat sepi dan Ja Young duduk diujung dekat jendela lalu ia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.

Byun Baekhyun sahabat dari Park Chanyeol. Terhubung dan Baekhyun dengan cepat menagangkat telfon darinya. Karena malam ini Baekhyun masih terlihat sedang membaca buku dikamar pribadinya.

“Ada apa Ja Young-ah?” Suara Baekhyun baik

“Baekhyun-ah.. kau belum mendapatkan kabar apapun itu tentang Chanyeol?” Ja Young yang tidak ingin berbasa-basi langsung melontarkan pertanyaan yang ia yakini Baekhyun tidak tahu jawabannya. Ja Young melihat kearah jendela luar jalanan kota Seoul malam ini yang terlihat ramai. Manik mata Ja Young terlihat sendu menandakan perasaannya masih tidak terarah.

“Mianhae Ja Young-ah.. Aku bahkan tidak tahu dia dimana sekarang” Pasrah akan kejujuran yang dilontarkan Baekhyun disebrang telfon sana membuat Ja Young tersenyum miris. Keyakinannya begitu nyata.

“Aah begitu. Anio, kau tidak perlu mengatakan maaf karena ini bukan masalah besar Baek.” Tulus Ja Young. Ia menggigit ujung bibir bawahnya manahan seberkas kesedihan mendalam akan cintanya yang menghilang entah kemana.

“Jangan menutupinya terus-menerus Kim Ja Young..” Kata Baekhyun merendah setelah mendengar, itu bukan masalah besar bagi Ja Young saat ini. Baekhyun sangat tahu akan perasaan Ja Young. Gadis yang selalu diceritakan oleh kekasihnya. Gadis yang jarang sekali menaru harapan sebuah cinta pada seorang pria yang jelas singkat untuk datang dihidupnya. Ketika orang yang sudah dikasih harapan justru menghilang tanpa alasan dan kabar. Pasti hatinya begitu rapuh.

“Yasudah. Aku matikan telfonnya. Gamshamnida Baek.” Ja Young benar-benar tidak tahu apa yang ingin ia katakan lagi jadi lebih baik mengakhiri sambungannya.

“Kita pasti akan menemukannya. Pasti.” Sebelum Ja Young mengakhiri sambungannya Baekhyun meyakinkan gadis yang menelfonnya larut malam begini. Meyakinkan perasaan gadis ini bahwa semua nya akan baik-baik saja.

Eum.. ok annyeong

.

.

TUT.. TUT

.

.

Ja Young menghela nafasnya panjang lalu menghempaskannya secara perlahan. Terus menatap kearah luar jalan pemandangan malam ini dibalik kaca bus. Setitik benih air mata terpancar bahkan menetes. Menyedihkan. Sangat menyedihkan!

“Aku membencimu! Aku benci keadaan ini ataupun perasaan ini!! hiks”

Gadis tidak sempurna ini menangis akan hatinya yang terlalu rapuh. Bagaimana bisa pria yang diharapkan menghilang begitu saja. Bukan ini maksud dari semua perkataannya, tapi gadis ini hanya butuh waktu untuk menjadikan hatinya utuh hanya untuk pria yang ditangisinya. Hanya itu. Tapi kenapa harus dengan cara menghilang tanpa seberkas penjelasan akan kehilangannya.

♣ Y . O . L . O ♣

“Aku pulang..” Sesampai di rumahnya, Ja Young tidak langsung tidur kekamarnya melainkan Ja Young berjalan kearah dapur. Ia membuat sebuah minuman hangat untuknya sendiri.

“Eonni sudah makan?” Tanya Je Young tiba-tiba datang dari balik pintu kamar Ibunya sambil berjalan kearah Ja Young menuju dapur, karena mendengar suara kepulangan kakak terhebatnya. Je Young menghampiri kakaknya dan duduk disalah satu bangku meja sarapan disana. Melihat kakaknya yang sibuk membuat minuman jahe hangat.

“Belum, aku tidak lapar” Sahut Ja Young santai tanpa menoleh adiknya yang sudah duduk manis dibangku.

“Eonni apa yang sedang kau pikirkan?” Tanya adiknya dengan hati-hati. Je Young tahu akan kebiasaan dari Ja Young ketika sedang memiliki banyak pikiran ia akan membuat sesuatu minuman yang hangat seperti teh, jahe atau kopi hangat untuk menenangkan pikirannya dan adiknya hafal akan hal satu ini. Jarang sekali Ja Young meminum minuman hangat. Karena tidak terlalu suka dan lebih menyukai minuman yang selalu dingin.

“Ya.. kau selalu memahami Eonni-mu ini dengan baik Je..” Ja Young tersenyum tulus padanya dan memilih tempat duduk dihadapan Je Young sambil meletakkan minuman jahe hangat yang baru saja ia buat. Respon Je Young hanya tersenyum manis mendengar kakaknya berkata seperti itu. Memang kenyataannya Je Young sangat paham kebiasaan baik maupun buruk kakak satu-satunya yang selama 20 tahun bersamanya.

“Apa Eomma sudah tidur?” Tanya Ja Young mengalihkan pembicaraan.

Je Young menganggukkan kepalanya lalu mengatakan.. “Sepertinya Eomma hari-hari ini begitu lelah hingga tidur diwaktu yang cepat.” Jawabnya yang masih memilih untuk melihat raut wajah kakaknya dihadapannya saat ini.

“Kenapa kau belum tidur?” Ja Young bertanya pada adiknya yang biasanya tidur tepat waktu tapi sekarang Je Young terlihat begitu fresh. Apa ia terbangun dari tidurnya?

“Aku? Aahh.. aku belum bisa tidur Eonni.” Santai Je Young sambil mengukir senyuman terbaiknya.

“Kau tidak lihat sekarang sudah jam berapa? Eum?” Tujuk Ja Young pada jam di dinding ruang dapurnya. Dan waktu menunjukan pukul 11 malam. Benar-benar bukan Je Young sekali, ini sudah cukup malam dan wajahnya terlihat begitu cantik tanpa polesan apapun dan sebuah piama yang sudah dipakainya saat ini.

Je Young hanya tersenyum sambil mengangkat kedua bahunya acuh lalu Je Young berdiri dari bangkunya dan langsung menghampiri kakaknya yang masih duduk santai, sesekali meminum jahe hangatnya dicangkir berwarna putih itu. Tiba-tiba Je Young memeluk kakaknya dari belakang mengalungkan kedua tangannya dileher kakaknya dan mencium pipi kakaknya disana. Begitu tenang dan lembut. Je Young sangat memahami segala kepribadian kakaknya dan kali ini Je Young hanya melakukan apa yang dirinya inginkan.

“Hei.. apa yang kau lakukan? Ugh?” Tanya Ja Young dengan senyumannya sambil mencoba menatap adik tersayangnya. Je Young begitu manja, menaru kepalanya dipundak kakaknya yang masih duduk dibangku. Sesekali Ja Young menatap wajah adiknya yang begitu dekat dalam sekali tengokkan.

“Mencium dan memeluk Eonni” Jawab polos sang adik.

“Hoho.. terimakasih adik tersayangku. Muach!” Ja Young membalas mencium pipi kanan adiknya. Ja Young meletakkan cangkir yang ada ditangan kanannya lalu meraih kedua tangan adiknya yang mengalung dileher hingga pundaknya. Menggenggam tangan itu cukup erat. Je Young tersenyum manis lalu mengatakan..

“Tenanglah Eonni, kita pasti akan menemukan Chanyeol Oppa” Kata adiknya dengan penuh rasa sayang yang sungguh diluar dugaan Ja Young ketika mendengar kalimat adiknya saat ini. Ja Young terdiam mengerjapkan kedua matanya. Perasaannya kembali menerowong.

Je Young mengucapkan hal ini karena ia baru saja mendapatkan telfon dari Baekhyun bahwa kakaknya tadi sempat menghubunginya dan menanyakan tentang Chanyeol kembali. Dan dengan tidak teganya Baekhyun mengatakan bahwa Chanyeol tidak sama sekali ia ketahui keberadaannya sekarang ini. Mendengar itu Je Young sangat sedih, berpikir apa perasaan tulus kakaknya apakah akan berakhir seperti ini? Dihempaskan oleh Chanyeol? Je Young hanya bisa melihat kakaknya terus bekerja dan kuliah tanpa Chanyeol disisinya lagi. Bahkan sempat dimana saat kuliah Je Young melihat kakaknya berada diatap gedung kampus dan memanggil nama Chanyeol.. Park Chanyeol. Begitu terdengar lirih dan menyakitkan.

Rasanya seperti bukan melihat kakaknya di dua bulan kebelakangan ini?? Terasa aneh dan berbeda~

“Pasti Baekhyun cerita padamu. Huh?” Tebak Ja Young tepat sasaran. Je Young menanggukan kepalanya dipundak Ja Young. Menandakan bahwa ia menyetujui tebakan kakaknya. Je Young menggerakan kepalanya disana mencoba menatap manik mata kecoklatan Ja Young yang terlihat sendu.

“Eonni, berjanjilah padaku untuk tidak menahan semua perasaanmu pada Oppa Chanyeol disaat atau ketika kau melihatnya kembali. Aku tahu kau menyayanginya. Bahkan mencintainya bukan? Je Young bisa merasakan itu sekarang. Eonni, kau pantas bahagia bersamanya.” Kalimat akhir Je Young terdengar sempurna dan indah. Pantas bahagia bersamanya? Ja Young mencoba tersenyum mendengar ucappan adiknya yang kini semakin terlihat dewasa. Merindukan Chanyeol seperti inikah rasanya? Begitu menyakitinya hingga Je Young menyadari itu semua.

Je Young melepas kaitannya dileher kakaknya lalu berkata.. “Kajja! malam ini aku ingin tidur bersamamu Eonni” Senyuman manis terukir kembali diwajah Je Young.

Ja Young tersenyum lepas menatap Je Young disampingnya berdiri lalu menganggukan kepalanya dan beranjak dari bangku. Tanpa sahutan apapun lagi dari Ja Young, ia hanya mencoba bahagia jika sudah bersama adiknya. Mereka pun tidur bersama-sama dalam satu ranjang dikamar Ja Young. Ja Young begitu bahagia memiliki adik seperti Je Young. Perhatian dan begitu lembut menjadikan sosok Kim Je Young sagat berarti untuk Kim Ja Young.

Kedua wanita ini, Kim Ja Young dan Kim Je Young tidur bersama dalam satu ranjang. Melihat Je Young sudah pulas diambang mimpi sambil memeluk kakaknya begitu nyaman dan terasa damai. Sudah lama kedua adik kakak ini tidak melakukan hal-hal bersama seperti ini. Sebelum menutup matanya satu wanita yang lain dan tidak bukan Kim Ja Young kembali mengenang dimana hari terakhirnya ia mendengar ketulusan seorang pria mengutarakan perasaannya pada Ibu tercinta..

“Aku hanya ingin mengatakan sesuatu pada Nyonya Kim. Sebenarnya, aku mempunyai rasa pada putri pertama Nyonya Kim. Dan perasaanku ini bisa dikatakan bahwa aku ingin menjadikan Kim Ja Young sebagai kekasihku.”

Wanita itu tersenyum didalam heningnya malam, sesaat juga ia mengingat balasan perkataannya yang masih menjadi sebuah pertanyaan bagi keduanya..?

“Berhentilah. Jangan diteruskan. Ma-maaf ta-tapi, aku tidak akan menerinamu sebagai kekasihku meskipun aku menyayangimu. Meskipun perasaanku memilihmu. Tapi– tapi aku benar-benar butuh waktu untuk menjadikan perasaanku utuh hanya untukmu. Ya, berhentilah Chanyeol. Aku akan berterus terang padamu didepan Eomma bahwa aku belum bisa menerimamu. Jadi pulanglah! Dan satu hal Chanyeol-ah perbedaan itu akan selalu ada dan kau menyadari apa perbedaan dari diri kita masing-masing.. eum? Aku berharap kau mengerti. Aku pernah menuturkan itu padamu bukan?”

Wanita itu memang memberikan sebenih cinta untuk pria itu, disaat waktu yang sudah ditentukan apakah wanita itu tetap akan memilih sang pria untuk berada disampingnya bahkan memilikinya secara utuh.

Apa sekarang perasaannya sudah benar-benar utuh hanya untuknya? Hanya untuk mencintai Park Chanyeol? Dua bulan tak terasa Ja Young dan Chanyeol tidak sama sekali berhubungan, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Apa Chanyeol benar-benar mencintainya? Apa Chanyeol serius dengan perkataannya?

Apa bertemu dengan Chanyeol adalah mimpi terindahnya atau justru sebaliknya?

“Apakah aku salah jika aku ingin membuat perasaanku utuh hanya untukmu? Apa kau terluka akan perkataanku? Dan membuatmu menghilang, bukan itu keinginanku Chan… yeol…”

Malam semakin larut~

Akhirnya Ja Young menutup kedua matanya dan tertidur dalam kenangan indah dan buruk bersama Chanyeol.

♣ Y . O . L . O ♣

Pagi tiba..

Hari ini Je Young dan Baekhyun menyempatkan waktunya untuk belajar bersama. Dirumah orang tua Baekhyun, tepatnya dikamar Baekhyun mereka sekarang berada. Je Young sudah hampir terbiasa untuk datang kerumah Baekhyun setelah pertemuan pertamanya yang membuat keluarga Byun menyukai sosok Kim Je Young gadis lembut dan baik hati begitu tulus akan perasaannya. Terkadang Je Young menyempatkan datang untuk makan siang bersama keluarga Byun. Je Young sudah begitu dekat dengan Ibu Byun suka bercerita tentang bagaimana kuliah saat ini, bercerita tentang Baekhyun selama berpacaran bersamanya, bercerita tentang keluarga, dan masak bersama-sama. Bahkan Je Young sudah mulai terbiasa untuk berada dikamar Baekhyun setiap main kerumah orang tua Byun. Mereka tidak pernah melakukan hal macam-macam disana, setiap kali Baekhyun hanya mengajarkan Je Young tentang bisnis dan sebaliknya. Je Young suka sekali menggambar sesuatu dikamar Baekhyun. Kamar Baekhyun sangat luas mungkin jika dibandingkan dengan kamar Chanyeol di appartementnya lebih luas kamar milik Baekhyun. Ibu Byun selalu senang akan kedatangan Je Young kerumahnya. Je Young juga suka membantunya membuat makan siang dirumahnya. Je Young sudah sangat terlihat akrab dengan kedua orang tua Baekhyun.

“Baekhyun-ah aku tidak tahu kapan tepatnya aku mulai merasa sangat bahagia bertemu denganmu. Kenapa aku bisa begitu mudah menaru semua perasaanku untukmu? Jika aku pikir kau adalah orang pertama untukku kenal hingga sejauh ini. Kenapa hubunganku denganmu terasa seperti tidak ada penghalang apapun itu. Baik atau buruk. Mudah atau sulit selalu kita lewati bersama. Tapi buatku aku begitu berbeda dengan Ja Young yang terlihat begitu rumit untuk cintanya. Cinta pertamanya.” Penuturan Je Young tercurahkan dari lubuk hati yang terdalam dan Baekhyun mendengar setiap penuturan kekasihnya, terdengar begitu serius, lemah, lembut, dan meyakinkan. Tapi saat Je Young mengatakan penuturannya barusan fokus kedua matanya hanya pada buku gambar tanpa melihat Baekhyun nya yang sedang berdiri didepan rak buku-buku sesekali memilih untuk membaca buku itu dan tangan Je Young juga tidak bisa berhenti untuk bergerak menggambar sebuah rumah dengan segala bentuk yang terlihat begitu rumit jika dijelaskan. Je Young sedang mendapatkan tugas membuat sebuah rumah besar dengan setiap inci sudut dan pola gambar yang Baekhyun sendiri tidak mengerti. Buku gambar itu terlihat sempurna.

Baekhyun menatap lembut sosok kekasihnya ditempatnya saat ini lalu Baekhyun membalas penuturan Je Young..

“Karena kita saling percaya satu sama lain dan buatku semua yang sudah kita lewati adalah kebahagian yang tidak pernah terfikir untukku berhenti sampai aku tidak lagi bernafas Je Young-ah.” Begitu lembut dan tenang Bakehyun menuturkan jawabannya. Baekhyun melihat ada setumpuk kelirihan di kedua bola mata kekasihnya meskipun mata indah itu terfokus hanya pada buku gambar. Seperti apa yang ingin dibicarakan dan Baekhyun ingin sekali mengetahui apa yang membuat sendu mata kekasihnya saat ini.

Baekhyun berjalan melangkah menghampiri kekasihnya yang sedang duduk di soffa panjang berwarna putih begitu nyaman dan damai. Masih fokus pada buku gambarnya. Je Young gadis yang sangat cantik, rambutnya terurai, manik matanya terlihat indah, senyumannya membuat seorang Baekhyun terpesona, hatinya begitu lembut, hari ini Je Young mengenakan dress yang sedikit panjang hingga dibawah setengah betisnya. Tertutup dan Baekhyun sangat menyukai itu. Terlihat sopan dan anggun dimatanya. Baekhyun yang sedari tadi terlihat sibuk dengan buku-buku nya pun sekarang memilih untuk duduk disamping gadisnya. Tidak ada pergerakkan dari Je Young bahkan untuk melirik Baekhyun yang sudah berada disampingnya terduduk.

“Satu tahun kita bersama apa kau merasa bahagia Youngie?” Tanya Baekhyun sambil meraih pucuk kelapa gadisnya. Membelai hingga menghirup aroma rambut panjang berwarna coklat milik kekasihnya. Baekhyun menyayangi kekasihnya, sangat menyayanginya. Suatu kepercayaan terjalin oleh kedua nya dan membuat hubungan kedua nya selalu terlihat dekat, manis, hangat, dan romantis.

Je Young hanya mengangguk yakin. Sangat yakin. Sebagai persetujuannya atas pertanyaan Baekhyun barusan. Baekhyun tersenyum bahagia melihat itu. Karena selama satu tahun bersamanya hanya Baekhyun lah yang selalu membuatnya tersenyum hingga sampai detik ini meskipun terkadang sulit untuk tetap bersama tapi memang hanya seorang Byun Baekhyun yang mampu membuatnya bahagia seperti sekarang ini, terlebih dari Kim Ja Young kakaknya dan Kim Lily Ibu tercintanya.

“Haruskah kita menikah sekarang untuk mengikatmu terus disini bersamaku?” Goda Baekhyun pada gadis terlucu dan terlembut yang ia miliki. Baekhyun mendekatkan wajahnya tepat disamping wajah Je Young. Berhenti disana dengan senyuman manis seorang Baekhyun.

Je Young membulatkan kedua matanya sesekali berkedip saat Baekhyun mencoba menggodanya tetapi pandangannya masih terlihat sibuk menggambar. Tiba-tiba perkataan Baekhyun teriang dipikirannya. Menikah? Menjadikan Baekhyun dan dirinya sebagai pasangan suami istri bukan lagi sepasang kekasih. Mengikatnya disini? Meskipun itu terdengar menggoda tapi entah kenapa Je Young justru berpikir ucappan Baekhyun selalu serius jika terdengar olehnya. Lamunan itu membuatnya terdiam dan pensil yang Je Young pegang ditangan kanannya sejak tadi itupun terlepas tanpa ia sadari. Baekhyun tahu pasti wajah gadisnya sudah merona karena mendengarnya berucap. Je Young semakin merundukan kepalanya sambil menutup kedua matanya perlahan. Rambut panjangnya yang berwarna blonde sama dengan rambut Baekhyun sekarang itu terurai hingga hampir menutupi wajah cantiknya.

Teridam cukup lama akan lamunan dan rasa meronanya membuat Baekhyun gemas menatap kekasihnya. Baekhyun mengulurkan kedua tangannya meraih pinggang Je Young dan seketika Je Young sekarang sudah berada didalam pangkuannya terduduk. Baekhyun tersenyum menggoda wanita yang masih terdiam menutupi wajahnya karena rambut panjangnya menutupi wajah cantiknya. Baekhyun memeluk pinggang ramping Je Young dengan kedua tangannya. Mengikis habis jarak dengan kekasihnya.

“O-oppa..?” Je Young tersenyum malu disana. Hatinya begitu gugup. Kedua tangan Baekhyun begitu terasa disetiap bagian pinggang hingga perutnya saat ini.

Baekhyun semakin mendekati wajahnya sambil mencoba lebih merunduk menatap wajah Je Young yang masih bersembunyi disetiap helaian rambut panjang yang menutupi wajahnya. Baekhyun mengaitkan rambut panjang itu ke satu telinga Je Young sebelah kanan lalu berkata..

“Wae?” Tanya Baekhyun lembut.

“Apa yang kau lakukan?” Baekhyun mengedipkan kedua matanya dan alisnya berkerut tidak mengerti. “Lepaskan, ini tidak baik jika terlihat seseorang” Kata Je Young kembali dengan rasa malu yang menyeruak dilubuk hatinya. Baekhyun tersenyum kecil sesaat setelah mendengar kalimat itu. Lalu Je Young meraih kedua tangan Baekhyun yang berada dipinggangnya saat ini. Melepaskan ikatan itu dan sedikit demi sedikit Je Young turun dari pangkuan Baekhyun masih tidak dalam menatap Baekhyun nya saat ini. Baekhyun tahu rona wajah wanitanya saat ini, dan Baekhyun begitu suka akan hal itu. Selalu seperti ini ketika Baekhyun mencoba mengikatnya dengan sesuatu hal yang lebih intim Je Young menghindar dengan perlahan, dan entah kenapa justru Baekhyun begitu menyukai itu. Kekasihnya sangat pemalu dan polos.

“Emmm.. aku tahu kau pasti tidak akan menikah sebelum Ja Young menikah terlebih dahulu. Benar bukan?” Baekhyun tersenyum menggoda kekasihnya kembali.

Je Young mulai berani menegakkan kepalanya, menatap dua mata indah milik Baekhyun yang selalu terlihat damai jika dilihat, mata Baekhyun memang terlihat lebih sipit meskipun begitu mata itu adalah salah satu pesona seorang Byun Baekhyun, Je Young mengambil buku gambarnya yang sedari tadi berada dipangkuannya lalu ia letakan dimeja sampingnya terduduk. Kemudian terlintas oleh Je Young untuk mengatakan..

“Kita harus menemukan Chanyeol Oppa, Baek

“Nde??”

“Aku rasa Chanyeol Oppa berada disuatu tempat. Entah itu dia berada di sebuah rumah miliknya dulu atau jangan-jangan Chanyeol Oppa berada dirumah keluarganya?? Aku yakin Chanyeol Oppa tidak akan keluar negeri hanya karena sebuah alasan yang pastinya itu menyangkut dengan Ja Young, Eonni-ku Baek..”

Jadi hal ini yang membuat kekasihnya terlihat begitu sendu dibalik mata indahnya.

Penuturan Je Young terdengar pilu membuat Baekhyun merasa teringat sesuatu. Dimana saat itu hari menjalang malam setelah sepulang dari rumah keluarga Kim. Chanyeol sempat mengatakan sesuatu hal padanya..

“Baekhyun, aku rasa ini sudah cukup untukku. Mungkin dengan cara pergi dari dunia nya itu akan membuatnya lebih baik. Setulus apapun perasaanku untuknya tidak akan mengubah keputusannya dan meskipun dia juga membalas perasaanku.. tidak untuk sekarang. Aku yakin jika suatu saat nanti..”

“Hei! Kau ini sedang mabuk Tuan Park berhentilah menggumam.”

“Aku tidak mabuk Tuan Byun! Aku yakin Ja Young suatu saat akan menerimaku tanpa ada rasa salah ataupun kasihan padaku. Jadi aku memutuskan untuk menghilang dari nya mulai dari sekarang. Tidak akan ada yang akan bisa menemukanku nantinya kecuali Eomma, sekarang aku benar-benar merindukannya, sungguh merindukannya..”

Itulah kata-kata terakhir Chanyeol dua bulan lalu pada sahabat terbaiknya. Disuatu caffe kesenangan Baekhyun dan Chanyeol disekitar kota Seoul. Keadaan Chanyeol cukup mengenaskan karena mabuk dan untung saja Baekhyun ada untuknya. Chanyeol selalu akan seperti ini jika hatinya terlalu sakit hanya karena orang yang dicintai. Baekhyun sendiri juga masih bingung apa yang terjadi dengan Chanyeol sesaat sepulang dari rumah Ja Young tatapannya begitu berbeda. Sangat dingin dan mematikan jika dilihat.

“Oppa? Ya.. Baekhyun-ah??” Je Young menepuk bahu Baekhyun yang terlihat melamun dalam pemikirannya. Je Young mengerutkan kedua alisnya bingung.

“Gwenchanayo? O–“

“Aku tidak yakin Chanyeol berada disana. Tapi..” Tiba-tiba Baekhyun mengatakan yang Je Young sendiri tidak mengerti apa maksud perkataannya saat ini. Wajah Baekhyun tidak terbaca olehnya.

“Apa? Maksud Oppa?? Aku tidak–” Wajah polos Je Young semakin bingung saat ini belum sempat melanjutkan kalimatnya lagi Baekhyun dengan cepat menyanggah ucappannya kembali.

“Besok pagi kita berangkat ke Busan bersama Ja Young.”

“MWOO? BUSAN??”

“Eum” Baekhyun mengangguk cepat.. “Aku harap itu tempat Chanyeol tinggal sekarang ini”

“Oh, baiklah Oppa”

♣ Y . O . L . O ♣

Esok hari nya menyambut musim dingin. Masih dalam segala kesepian dan keheningan tanpa ada alasan untuk bertahan atau justru melupakan. Terhitung sudah bulan ini adalah musim dingin pertama yang dilalui Ja Young tanpa hadirnya Chanyeol. Disana Chanyeol menahan semua perasaannya  yang merindu akan sosok seorang wanita, hanya demi kebahagian Ja Young wanita pertama yang sempat ia cintai tanpa disadari oleh Chanyeol. Bahkan rasanya Chanyeol hanya akan mencintai wanita itu dan hanya dia seorang yang akan Chanyeol cintai sampai keyakinan itu menghilang pun Chanyeol tetap mencintai wanita itu. Terdengar gila dan bahkan Ja Young turut merasakan perasaan yang sama saat ini.

Didalam kehidupan Ja Young, ia tidak pernah ingin mengabaikan perasaan rasa cinta nya pada siapapun pria yang telah masuk kedalam hidupnya tapi kenapa rasanya perasaan ini bertambah gila akan kedatangan maupun kehadiran Park Chanyeol yang hanya dalam waktu hitungan beberapa bulan sudah membuatnya merasakan apa itu rasa sakit, sedih, bahagia, tesenyum, terlebih lagi cinta itu sendiri.

Eonni gwenchanayo? Hya Eonni!?

Wanita itu terdiam ditempat duduknya sekarang. Melamun hingga mengingat setiap kejadian baik dan buruk bersama pria yang akrab disapa Chanyeol. Ya.. Kim Ja Young terdiam ditempatnya sekarang yaitu dirumah Byun Baekhyun pagi ini. Ja Young terduduk disalah satu bangku tepatnya diruang keluarga Byun. Hati kecil Ja Young sekarang disini sangat senang sekaligus sedih.

Je Young dan Baekhyun sengaja membawanya kesini untuk membuatnya lebih tenang. Karena akhir-akhir ini Ja Young terlihat pura-pura baik menutup semua rasa sakut bahkan kesedihannya. Karena hari ini juga Ja Young mengambil waktu cuti kerja nya tiga hari hanya untuk rencana kepergiannya bersama Je Young dan Baekhyun yaitu menuju tempat Chanyeol. Busan City.

“Apa aku harus menemuinya? Apa ini benar? Apa yang harus aku lakukan. Kembali meyakinkannya? Rasanya…” Lirih Ja Young menatap Je Young yang berada dibawahnya terduduk. Je Young meraih kedua tangan Ja Young yang berada dipangkuan kakaknya. Menggenggam erat. Kedua mata kakak adik ini terlihat sendu. Je Young tersenyum pada kakaknya lalu mengatakan..

“Bolehkah aku minta satu permintaan padamu Eonni, eum? Hanya untuk kali ini saja kau jujur pada perasaanmu. Aku dan Baekhyun Oppa sungguh percaya pada rasa cinta yang ada disini.” Je Young menunjuk bagian hatinya Ja Young dengan tangan kanan yang ia letakkan disana.. “Rasa cinta itu terkadang harus kita pertahankan dan juga terkadang, kita juga harus menyadarinya bahwa dia adalah orang yang tulus untuk kita cintai. Eonni kau menyukainya bukan?”

“…” Ja Young terdiam seribu bahasa. Ini membingungkan dan masih begitu terasa sulit.

Hatinya mengatakan ia, tapi ada seberkas titik dimana hati kecilnya juga mengatakan tidak bisa bahkan tidak boleh~

Menyukainya? Itu sama saja mempertahankan apa yang sudah ia putuskan. Apakah Ja Young terlalu bodoh hingga dia sendiri bingung harus jawab pertanyaan ini bagaimana?

“Baiklah aku sudah tahu jawabanmu jadi tidak perlu dijawab hihi” Adiknya tersenyum sangat cantik mereka terlihat akrab duduk bersama diruangan keluarga Byun. Pagi ini keluarga Baekhyun sedang tidak ada karena pergi keluar negeri untuk berbisnis setiap tiga bulan sekali. Dan untuk pertama kalinya Ja Young datang kerumah Baekhyun. Begitu besar sangat berbeda dari rumahnya dan rumah pada umumnya. Terlihat sekali bahwa kehidupan seorang Baekhyun memang layak dibicarakan terus menerus di seoul University. Meskipun Baekhyun jarang sekali kuliah tapi Baekhyun selalu baik dalm hal pelajarannya. Pintar dan cerdas. Dan melihat itu semua membuat Ja Young yakin hidup adiknya akan sangat bahagia jika terus bersama Baekhyun.

“Aku hanya merasakan kehadiran Chanyeol membuatku sedikit. Gi-la. Hahaha” Ja Young tertawa akan lelucon yang ia lontarkan dan sontak membuat Je Young tertawa kecil. Selalu seperti ini, Ja Young tidak pernah ingin terlihat menyedihkan ketika bersama Ibu dan adiknya.

Baekhyun pun selesai memesan tiket pesawat untuk menuju Busan lewat handphone yang ia miliki. Lalu berjalan menemui kembali kedua wanita yang sedang berbincang diruangan itu.

“Kajja! Waktunya sudah hampir tiba” Kata Baekhyun dengan raut wajah senang. Karena melihat dua wanita itu tertawa sejak tadi. Lalu tanpa basa-basi lagi mereka bertiga segera menuju bandara ICN.

Ja Young dan Je Young hanya tersenyum membalas sapaan Baekhyun dan kemudian membawa setiap perlengkapan yang sudah di packing tadi malam. Ja Young sempat dihubungi sesuatu oleh Baekhyun sebelum ia akhirnya ingin memutuskan pergi menuju Busan tempat dimana akhir Chanyeol ditemukan yaitu sebuah rumah berkawasan mewah, jika dibayangkan seseorang yang tinggal disana bisa dibilang kekayaan bahkan hartanya tidak akan pernah habis.

Rumah yang akan mereka datangi adalah rumah dari Ibu Chanyeol yaitu Park Yoora yang dimana pernah menjadi Direktur Ja Young bekerja saat 3 tahun yang lalu.

Apakah ini jalan yang benar untuk mendatangi Chanyeol?

Apa harus Ja Young melakukan ini?

Apakah senekat ini untuk bertemu Chanyeol?

Haruskah Ja Young mempercayai setiap ucapan Chanyeol?

Mengingat bahwa..

Chanyeol menyayanginya~

Chanyeol mencintainya~

Chanyeol bahkan rela meninggalkannya untuk kebahagaian yang Ja Young akan pilih~

Tapi Chanyeol bodoh! Bagaimana bisa ia pergi setelah mengungkapkan segala semua benak rasa sayangnya pada Ja Young bahkan pada Ibu satu-satunya yang Ja Young miliki, kemudian dia pergi begitu saja tanpa Ja Young tahu keberadaannya bahkan tanpa ada kabar apapun darinya. Mengesankan. Apa tidak ada yang lebih menyakitkan kehilangan seseorang yang dicintai tiba-tiba pergi begitu saja! Dan terlebih lagi disaat Ja Young sudah berterus terang pada sahabatnya Kim Jongin bahwa Ja Young memang menyukai Chanyeol. Memilih Chanyeol dan menghempaskan perasaan Jongin.

Rasa kecewa. Sedih. Benci. Sulit. Itulah yang dirasakan Ja Young. Membencinya bahkan sulit. Kekecewaannya sudah cukup begitu menyedihkan. Kepercayaan atas nama cinta itu masih adakah?? Jika memang ada hanya Tuhan yang bisa mempersatukan dan mempertemukan kembali.

Ja Young mengingat saat Baekhyun tiba-tiba menghubunginya kembali dan membahas tentang keberadaan Chanyeol.

♣ Y . O . L . O ♣

Flashback.

Malam harinya sebelum besok pagi pergi menemui Chanyeol di Busan City.

“Busan??! Apa yang Chanyeol lakukan disana? Apa dia memiliki perumahan didaerah sana??” Tanya Ja Young dengan wajah tidak percaya?? Setelah Baekhyun tiba-tiba menghubunginya saat berada di resto.

“Aku memang tidak 100 persen yakin. Tapi, kita coba saja Ja Young-ah. Rumah yang ditempati Chanyeol adalah rumah Ibunya”

“A-apa? Apa maksudmu Baek??” Ja Young merasa tertusuk sesuatu dihatinya saat Baekhyun menjelaskan kalimatnya.

“Busan adalah tempat dimana Nyonya Park tinggal” Baekhyun menegaskan kalimatnya.

“…” Ja Young terdiam. Tidak ada kata-kata yang ia utarakan kembali. Bibirnya sedikit terbuka dan matanya berkedip pelan. Pandangan Ja Young mulai kosong. Berfikir dengan semua perasaannya saat ini. Hingga tidak terdengar suara lagi dari Ja Young. Menelan salivanya susah payah. Baekhyun pun mengerti dan menyudahi sambungannya dengan kata-kata termanisnya bahkan bisa dibilang membujuk Ja Young dan meyakinkan hati wanita yang masih terdiam seribu bahasa ditempatnya saat ini.

“Baiklah. Aku tahu kau pasti tidak akan menyangka bahwa Chanyeol berada disana. Tapi entah kenapa aku yakin dia berada disana Ja Young. Jika kau tidak ingin ikut bersamaku dan Je Young tidak apa-apa tapi, jangan pernah kau menyesali ini kembali. Jadi semua keputusan ada ditanganmu. Chanyeol pasti sangat merindukanmu disana. Ok annyeong!”

TUT.. TUT.. TUT..

Baekhyun menutup telfon nya terlebih dahulu. Ja Young menelan saliva nya kasar, meletakan handphone nya kembali kedalam saku jeans nya. Busan? Nyonya Park? Tempat akhir?? Apa maksud dari semua ini Tuhan? Ja Young mencoba menenangkan hatinya. Pikirannya bergemuruh mencerna semua kata-kata Baekhyun. Pekerjaan Ja Young yang sudah hampir memasuki jam waktu pulang kerja, wanita itu sungguh terdiam ditempatnya berdiri dekat pantri yang baru saja ia bersihkan. Hingga Manager Lay melihatnya lalu menghampirinya dan bertanya ada apa? Ja Young tidak tahu harus bagaimana menjelaskan hal ini pada Manager nya. Ja Young masih berfikir pada semua kata-kata Baekhyun tadi.

“Kau baik-baik saja?” Tanya khawatir Manager Lay. Menatap Ja Young yang terlihat pucat.

Ja Young pun hanya mengangguk pelan padanya kemudian beralih berjalan meninggalkan Manager Lay yang sempat berdiri tepat dihadapannya. Tiba-tiba Manager Lay berbicara sesuatu sesaat Ja Young berjalan membelakanginya..

“Saya sempat melihatmu akrab dengan Direktur. Ya.. Park Chanyeol. Saya pernah melihatnya Ja Young, saat itu saya sedang berkunjung ke Busan tempat Nyonya Park tinggal. Dia terlihat semakin dewasa.” Tutur Manager Lay hangat pada Ja Young yang terdiam kembali ditempatnya dengan berjarak 6 langkah dari Manager Lay. Saat Manager Lay berbicara hal itu, entah kenapa raut wajah Ja Young mulai semakin melemah. Setetes air mata jatuh mendengar itu semua. Tersenyum miris. Jadi benar keyakinan Baekhyun bahwa Chanyeol disana itu. Benar adanya. Semakin dewasa apa benar? Jika benar tidak seharusnya Chanyeol melakukan hal seperti ini padanya. Manager Lay melihat pergerakan Ja Young terhenti begitu saja saat mengatakan kalimatnya barusan. Hal yang menyangkut tentang Direkturnya.

“Sudah hampir dua bulan Direktur Chanyeol menetap disana tanpa alasan yang pasti. Tapi semua pekerjaannya sebagai Direktur KoreanFood selalu ia jalankan disana jadi akulah yang harus datang menemuinya. Ja Young-ah.. dia sempat menanyakan keadaanmu padaku.” Jujur semua penuturan Manager Lay masih terdengar begitu hangat ditelinga Ja Young.

Setetes air mata kembali menetes dipipinya. Tersenyum miris. Untuk apa menanyakan keadaannya? Apa masih ada perasaan untuk dirinya yang sudah benar-benar menyedihkan. Tuhan, apa yang sebenarnya kau rencanakan saat ini. Kenapa begitu terlihat jelas sekarang keberadaan Chanyeol saat ini. Akhirnya Ja Young berbalik arah pada Manager Lay setelah semua penuturan Manager Lay padanya. Ja Young menghapus air matanya lalu berjalan pelan menghampiri Manager Lay kembali. Sulli yang berada dekat dengan pembicaraan kedua nya tersebut pun mendengarkan dan melihat mereka. Sulli yakin bahwa Ja Young terlihat aneh tidak seperti biasanya itu karena Chanyeol yang menghilang tiba-tiba.

Tiba-tiba Ja Young mengatakan..

“Bolehkah saya mengambil cuti selama tiga hari Manager Lay?” Akhirnya Ja Young mengeluarkan suaranya kembali sambil menatap kedua mata LayDan reaksi Manager Lay setelah mendengar itu hanya tersenyum bahagia. Ja young yang melihat reaksi itu cukup tidak mengerti? Ada apa? Kenapa tersenyum seperti itu. Jadi selama ini kekhawatirannya pada Direktur Chanyeol dan Ja Young benar adanya bahwa mereka saling mengasihi satu sama lain. Bahkan terlihat sekali mereka saling merindukan satu sama lain.

“Untuk apa?” Tanya Manager Lay lembut, seakan akan tidak tahu karena sebenarnya ia ingin memastikan bahwa keyakinannya itu benar.

“Sa-saya ingin menemuinya Pak.. menemui Chanyeol disana.” Gugup Ja Young dengan senyuman manis yang terukir dibibirnya.

“Ya. Saya izinkan.” Kata Manager Lay sambil tersenyum hangat.

“Terimakasih Pak Manager” Ja Young merundukan setengah tubuhnya.

Ja Young akhirnya mendapat persetujuan dari Manager Lay. Setelah mendengar itu semua Ja Young sudah benar-benar yakin pada perasaannya. Ja Young akan menemuinya terlebih dahulu.

Pulang kerja sesampai dirumah Ja Young langsung menemui Ibu tercinta nya. Saat masuk kedalam kamar Ibu nya terlihat sedang berbincang-bincang pada adiknya Je Young.

“Aku pulang” Kata Ja Young sambil mendekati kedua nya yang terlihat duduk diranjang besar milik Ibu tercinta.

“Eonni kemarilah. Eonni sudah makan?” Panggil Je Young senang.

“Kau sudah pulang Ja Young kemarilah sayang” Kata Ibu nya lembut.

“Sudah Je, Eomma dan Je Young belum tidur?” Ja Young duduk bersama mereka diranjang lalu tersenyum padanya.

“Belum. Aku sedang meminta izin pada Eomma untuk pergi ke Busan esok pagi bersamamu tapi Eomma bertanya untuk apa pergi jauh kesana? Maukah kau yang menjawabnya Eonni?” Je Young yakin pasti Baekhyun sudah menghubungi Kakak nya tentang pergi ke Busan besok pagi. Ja Young hanya menerjapkan kedua matanya lalu kembali menatap Ibu tercinta.

“Untuk apa kalian pergi kesana. Kenapa mendadak sekali” Tanya Ibu Kim khawatir.

“Eomma,” Ja Young melepas tas slempangnya dan kemudian berbaring didekat Ibu nya terduduk disana lalu melanjutkan kalimatnya.. “Ja Young pergi kesana untuk menemui Chanyeol. Busan adalah tempat Chanyeol selama ini berada. Eomma.. Ja Young berbohong ketika Chanyeol datang kesini Ja Young berkata tidak bisa mencintainya tapi..” Ja Young menatap mata Ibu nya dengan segala ketulusan yang terpancar. “Sekarang Ja Young tidak ingin menyesalinya kembali. Izinkan Ja Young datang menemui Chanyeol disana. Jika Ja Young sudah melihat dan jujur padanya, Ja Young tidak akan memaksa semua perasaan Ja Young maupun perasaan Chanyeol untuk mempersatukan hati kita kembali, Eomma..” Ibu Kim melihat kedua mata Ja Young saat ini yang terlihat begitu tenang saat menjelaskan penuturannya. Ibu Kim tersenyum bahagia jika memang ini sudah jadi keputusan Ja Young, Ibu Kim akan selalu menyetujui apapun kebaikan untuk putrinya dimasa depan maupun sekarang saat ini.

“Baiklah.. berapa hari kalian kesana?”

“Tiga hari Eomma” Jawab Je Young antusias .

“Hati-hatilah. Dan untukmu Ja Young boleh Eomma jujur padamu..” Ibu Kim memandang putri pertamanya dengan penuh kelembutan.

“Eum?”

“Chanyeol adalah pria baik, tampan, dan juga beruntung karena wanita yang ia cintai ternyata juga mencintainya. Ingatlah Ja Young dan Je Young hidup kita ini hanya sekali dan kalian pun juga harus mencintai seseorang hanya untuknya hingga maut memisahkan. Tapi jika cinta yang kalian jalani salah dan tidak baik berhentilah mencintainya jangan kalian terus paksakan. Bahagialah bersama seseorang yang membuat kalian bahagia saat tidak dekat dengan Eomma. Arrachi??”Ibu Kim mencuil sedikit ujung hidung kedua putrinya lalu Ja Young dan Je Young pun memeluk Ibu satu-satunya yang mereka cintai sampai kapanpun.

“Mengerti Eomma, Terimakasih Eomma..”

“Eum.. jangan pernah menyesal dengan semua yang sudah kalian pilih” Kata Ibu Kim sambil membalas pelukkan kedua putrinya saat ini yang akhirnya menyetujui kedua putri nya untuk pergi. Ja Young dan Je Young pun segera packing segala keperluan mereka. Besok tiba saatnya Ja Young akan bertemu dengan Chanyeol..

Hingga pada akhirnya Ja Young sekarang sudah ada didalam pesawat bersama Baekhyun dan Je Young untuk segera menuju Busan City. Tempat dimana Park Chanyeol berada. Ja Young tersenyum memandang cantiknya pemandangan awan yang begitu jelas dikedua matanya. Memang mendadak sekali Ja Young menyutujui kepergiannya saat ini, tapi Ja Young hanya bisa mengharapkan bahwa Tuhan masih mempertemukan dengan Chanyeol untuk semua penjelasan atas takdir Tuhan yang sudah mempertemukannya dengan Chanyeol sampai berani untuk mencintainya sejauh ini. Dan sekaranglah waktunya, dua bulan adalah waktu yang lama untuk Ja Young berdiam merenungkan perasaannya terhadap Chanyeol.

Hingga menit berikutnya ia tersenyum miris akan semua kejadian dua bulan kebelakangan ini. Ia sering sekali mengingat semua tentang dirinya dan Chanyeol. Merindukan semua kejadian dari saat bertemu hingga saling mencintai satu sama lain. Kejadian dirumah sakit ketika Chanyeol terluka karena menolong adiknya, kejadian disaat Chanyeol menyatakan perasaannya saat ditaman malam itu, kejadian di setiap appartement Chanyeol, dan terakhir yaitu dimana Chanyeol datang menemuinya. Mengatakan bahwa Chanyeol ingin menjadikan Kim Ja Young sebagai kekasihnya.

Dan berakhir dari segala lamunan semua tentang tadi malam bersama Ibu tercinta menjadikan perasaannya lebih ingin menemui orang yang ia cintai dengan segala ketulusannya.

Gadis ini berharap Chanyeol selalu baik disana, dimanapun dia berada.. “Apa perasaanmu masih tetap sama Chanyeol-ah..” Batin Ja Young..

Tuhan selalu mempunyai kejutan disetiap harinya kita tidak akan pernah tahu.. Siapa orang yang akan kita cintai dimasa depan?

Ketika cinta itu mulai terasa dan begitu enggan untuk melepaskannya.

Tidak pernah ada batas untuk mencintai seseorang, tapi karena perbedaan lah yang membuat cinta menguatkan atau justru menghancurkan, bahkan menyakitkan.

.

.

.

To Be Countinue

Kelanjutannya bakalan nunggu lama ya, kira-kira dua minggu mendatang aku akan kembali lagi. Ok tkhs for reading guys. Gumawo, saranghae:”)

Sarah.

cropped-11898902_1069182166432771_91784061556000028_n11.jpg

26 responses to “Y . O . L . O (You Only Love Once) #15 – by sasarahni

  1. Untung aja tempat chanyeol berada udah ketemu, jadi jayoung bisa kesana.. Mudah2an perasaan chanyeol gak berubah,, kasian juga jayoung:(
    Next nya bakalan lama yaa kak? Okedeh bakal setia nunggu😁 fighting!!

  2. Comment pertama kah? Wahhhh
    Ceritanyaa ngegantungg huhhh tapi gapapa kok thor
    Ada saatnya seseorang mengejar dan menyerah dan ada saatnya seseorg merasa kehilangan dan ada saatnya seseorg itu mencari lagii, semuaa itu ada dicerita inii hihiii fightingg

  3. bakalan seru deh kayaknya..
    moga chanyeol mau nemuin ja young klo udah sampek di busan
    next chapternya ditunggu ya kak..

    keepwriting^^

  4. Kaaan akhirnya Jayoung sadarr dia ngrasaaa kehilangan Chanyeol sampe menyusul ke Busan 😀
    Chanyeol mgkn lelah ya berjuang sendirian trus ngilang gt ajaa deh wkwwk dan sekarang Jayoung yg berjuang nyari Chanyeol 😀
    Semoga kelanjutannya bisa ketemu bahagia yaps wkwkw
    Yah lamaa bgt kak 2mggu 😦
    Tp gapapa! Ditunggu hihihi

  5. Sedih bgt baca chapter ini, baru juga si chanyeol jujur sama ibunya ja young udh ngilang aja….. semoga konfliknya mereka yg ini cepet kelar deh thor terus mereka bisa jadian deh wkwkwk. Aku kira di chapt ini ceritanya ga bakalan kayak gitu, ga sabar baca kelanjutannya…. 2 minggu? Lama bgt thor itu, tau gitu td ga baca chapt ini dulu deh, mending disimpen sampe minggu dpn baru dibaca kkkk. Cepet balik thor, chapt dpn hrs lbh pjg dan feelnya hrs berasa bgt ya thor

  6. Ahhha..
    Akhirnya si ja young udh sadar dg perasaan nya sendiri dan aku harap chanyeol msih mencintai ja young. .
    Smoga di chap slnjutnya , mereka bersatu and bahagia

    Moga aja ga ada lgi cobaan2 yg berat buat mereka. Wish the best for them wkkkwwkw.

    Okay , aku tunggu ff mu !! FIGHTING 🌼

  7. eee… jayoung mesti ditinggalin chanyeol dulu baru dia sadar. semoga mereka bertemu secepatnya tanpa ada halangan lain.

  8. bener2 bikin baper nih cerita. hikss banget semoga aja chanja kembali baikan dan saling melepas rimdu dan untuk pasangan byunje cepatlah menikah.kkk~
    selalu nungguinlah.

  9. Jayoung harusnya jujur sama perasaanya…..mrk saling mencintai kok…kasian chanyeol…semua bisa dilewatin asal mrk berdua bersama kok..moga2 aja keputusan jayoung nyusul chanyeol bnar…moga2 ini awal kisah cinta mrk😀😀😀

  10. Hmm ja young nya plin plan sihh,chanyeol udah ngejar2 terus bahkan sampe ngomong langsung sama ibu nya masih azz ditolak gimana chan gag capek,giliran udah pergi baru deh nyadar,hmm ya semoga azz chanyeol sama ja young cepet bersatu dehh

  11. Hwaaaa~~~~ makin berasa sedihnya, sempet nangis beberapa kali pas baca ff ini di chap² sebelumnya~~ huuuuu maaf kak aku baru baca ff nya~~ dan maaf juga aku cuma komen di chap ini. Huuuu hari ini aku jadi silent reader dari chap 1 sampe chap 14, Maaf kak…
    but, i love this fiction so much ~~~ :*

  12. Hwaaaa~~~~ makin berasa sedihnya, sempet nangis beberapa kali pas baca ff ini di chap² sebelumnya~~ huuuuu maaf kak aku baru baca ff nya~~ dan maaf juga aku cuma komen di chap ini. Huuuu hari ini aku jadi silent reader dari chap 1 sampe chap 14, Maaf kak…
    but, i love this fiction so much ~~~ :*

  13. Wahhh kerennn bangett ..bagaimna nnti sambutan chanyeol kpd ja young makin penasaran nih d tunggu next capternya fighting🙋🙋🙋

  14. Kumohon Chanyeol masih mencintai Jayoung dan akan selalu mencintainya.. ugh gak tega lihat Ja young yang bingung sama perasaannya dan membuat ia juga Chanyeol sama-sama menderita. Kumohon berikan kesempatan untuk mereka bisa bersama. Duh gak tega lihatnya.. next chapternya ya.. tetap semangat. Walaupun 2 minggu aku bakalan nunggu kok. Disertai sama UTS di kampus hahahaha

  15. Thooor aku udah lama gak baca ff ini :’3 sekali nya baca kenapa harus dibikin baper sih? :’))) semoga aja mereka berdua ketemu dan perasaan Chanyeol semoga masih sama buat Jayoung. Pokoknya aku ttep stay kok walaupun jarang komen hehehe semangat yaa buat author ^^

  16. what the couple ini bikin nangis…ohh ini…semoga mereka bs dipertemukan..gk kuat ma penderitaan yg dialami pasangan yg atu ini..
    ak tunggu nxt chptr
    keep writing!!!!!

  17. hufth.. perjuangan cinta chanyeol dan ja young seperti perjuangan reader membaca ff Y.O.L.O ini, harus sabar nunggu episode selanjutnya

    • Maaf membuat kalian lama menunggu:’) aku gak bermaksud untuk nulis cerita ini begitu lama:(
      Tp aku sendiri masih hrs mikir buat alur kedepannya kaya apa akhirnya mereka. Dan krn kendala itu aku berharap kalian tetap setia menunggu:’) ah mianheyo chingu ya 🙂

    • Aku baca semua komen km;) btw terimkasih selalu tinggalin jejaknya yaa♥
      Km baca YOLO dua hari doang apakabar aku yg bikin maygad terasa teris aku mahhh bikin ff ini:’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s