VEDERE — by echaakim

vedere-by-echaakim

V  E  D  E  R  E
© echaakim 2016

Sulli and Sehun in 511 word count about life-sad-romanceangst for Teenager

Choi Jinri selalu melihatnya.

Sehun bangun tiap pukul enam pagi di hari biasa, dan pukul tujuh pada akhir pekan atau hari libur lainnya. Choi Jinri selalu melihatnya.

Sehun selalu menghabiskan sarapan roti selai kacangnya sambil memasukkan buku ke dalam tas biru lautnya, membiarkan roti berselai itu menjuntai—terjepit antara kedua belah bibirnya untuk beberapa waktu sampai ia selesai, lalu berangkat kuliah. Choi Jinri selalu melihatnya.

Sehun sering menonton acara televisi sampai larut malam. Entah itu film, drama, atau siaran olahraga yang bakal membuatnya tertidur di sofa sampai pagi. Keripik kentang dan soda akan jadi temannya nonton. Choi Jinri selalu melihatnya.

Sehun mengerjakan tugas kuliahnya di meja makan. Kacamata persegi bertengger di hidungnya yang bangir, wajahnya serius memandangi laptop yang menyala atau buku tebal yang terbuka. Choi Jinri selalu melihatnya.

 

 

Choi Jinri selalu melihat semuanya.

 

 

Dan tiada hari tanpa melihat senyuman hangat Jinri bagi Sehun. Gadis itu berambut cokelat kayu, kulitnya putih bersih, matanya indah, dan senyumannya yang hangat layaknya mentari di musim semi. Sehun memujanya seperti ia melihatnya pertama kali. Cantik.

Ia mendapati senyuman Jinri di pagi hari. Roti selai kacang jadi sarapannya dan Jinri seakan dibuat lucu dengan cara makannya yang aneh.

Ia mendapati senyuman Jinri menyambutnya ketika pulang kuliah. Ia menonton sampai larut malam dan Jinri setia menungguinya.

Ia mengerjakan tugas-tugasnya dan Jinri di sana. Menemaninya, seolah memberi semangat lewat senyuman musim semi itu.

 

 

Oh Sehun menyukainya.

 

 

Tapi Jinri menemukan suatu keganjilan pada Sabtu sore itu.

 

Jinri melihat Sehun yang pulang terlambat, wajahnya tampak murung. Sehun tampak menelepon seseorang—Jinri tak tahu siapa—dan berlangsung cukup lama. Sampai Jinri melihat Sehun yang duduk di sofa dengan wajah yang tertekuk menahan marah, memberikan argumen pada si penelepon. Sehun marah. Dia berteriak pada si penelepon dan berakhir melempar ponselnya ke karpet di bawahnya. Hal terakhir yang Jinri lihat ialah Sehun yang membanting pintu kamarnya dengan keras dan tidak keluar lagi sampai pagi.

 

Lalu Jinri melihat Sehun yang bangun pukul delapan, bukan Sehun yang bangun pukul tujuh di akhir pekan. Jinri melihat Sehun yang hanya minum segelas susu dingin sebagai sarapan, bukan roti selai kacang yang terjepit di antara bibir. Jinri mendapati Sehun yang berbeda.

Sehun mendapati Jinri yang tersenyum, seperti biasa. Namun sepasang matanya seakan bertanya satu hal; mau pergi kemana, Sehun?

Sehun membalas senyuman musim semi itu. Pemuda itu mendekat, ransel biru laut bersembunyi di balik punggungnya, sementara tangan kanannya menarik koper hitam yang besar.

“Hai,” Sehun menyapa Jinri, lirih. Jinri tersenyum hangat sebagai balasan.

Sehun memandangnya cukup lama—nyaris tak berkedip. Tapi kemudian dia menghela napas, senyuman kecut hiasi wajahnya yang rupawan. “Aku harus pergi, Jinri,” Katanya seperti bisikan, “Selamat tinggal.”

Lalu Sehun memberinya kecupan. Dingin dan datar. Sehun merasakan senyuman itu seperti memudar. Tampak kecewa dan tak terima. Namun Sehun tak punya pilihan.

Pemuda itu tertawa getir. Bodoh. Idiot. Gila. Sehun memaki dirinya sendiri dalam hati. Jinri masih memberinya senyuman pudar itu dan Sehun tak kuasa untuk berdiri lebih lama di hadapan Jinri.

Kaku. Bisu. Tapi tampak hidup.

Oh Sehun meninggalkan Jinri yang tak bisa melakukan apa-apa itu sendirian. Dalam hati menyesali mengapa ia menaruh perasaan pada sebuah lukisan gantung sekian lama.

 

 

fin

Mohon jangan tanya kenapa aku nulis perihal genrenya atau castnya itu-itu aja, oke?
Actually I have no idea TToTT
Aku juga gatau kenapa genre yang kutulis itu-itu aja, dan cast…. Yeah, I’m SeSul (and also BaekYeon & KaiStal) hardshipper lol😄
Sebenernya lagi mood sama KaiStal, apalagi berita dating mereka membuatku makin sayang sama kopel itu kheheheh. Tapi ternyata aku lebih sayang sama SeSul dan kurasa mereka cocoknya sama genre yang beginian :3

Mohon (lagi) untuk tidak bertanya kapan aku ngelanjutin fic dari prolog yang aku post akhir maret kemaren. Why?  Karena itu sedang dalam proses hehe, aku perlu waktu lama untuk bikin mereka tampak lebih layak dibaca hehehe😄

Dan terima kasih banyak kepada kalian yang udah membaca dari awal kata. If you have a question, you can ask me on my ask.fm or twitter. Thanks!!😀

with love,
echaakim❤

9 responses to “VEDERE — by echaakim

  1. keren ff nya!
    Tapi tadi rada bingung soalnya kok tiba2 sehun pergi gitu aja ya thor? Atau aku yg gagal paham?
    Ditunggu ff selanjutnya

  2. Gak biasa bgt nih ceritanya,,sehunnya yg agak gila ato malah authornya yg tambah aneh kkk /bercanda kok kak/
    Tapi ini seriusan sedih sedih campur ketawa,,
    kalo aku paling suka sama kaistal soalnya mereka cocok bgt,,apalagi udah beneran dating kkk /maafkan aku kai’s fan/
    ditunggu ff yg lain kak bye bye

  3. bingung si…
    kok endingnya sehun tiba2 pergi..
    yups.. setuju sama authornim.. genre ky gini cocok buat sesul. aq jg sesul shipper.. ditunggu cerita sesul selanjutnya

  4. ya ampun…ternyata cuma sbuah lukisan ya????
    eh tp itu sehun pindahan kah?
    seru ceritanya tp gk nyangka sma ending nya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s