[2/2] COUNTDOWN by slmnabil

by slmnabil

.

Bukankah membawanya ke rumah sakit jiwa adalah pilihan yang lebih cerdas daripada ke rumah tangga?

.

Sehun meminta privasi.

Melihat gesturnya menjadi agak kaku, dapat kutangkap kalau dia juga tidak menduganya. Hah, yang kudiktekan padanya dua menit yang lalu pun, dia pasti lupa. Apa lagi dengan janji kapan tahun pada mantan pacar? Mana bisa dia tidak terkejut kalau skenarionya tiba-tiba menjadi seperti ini?

“Laney, aku harus apa sekarang?”

Yah, mau dikata apa lagi? Meski dia adalah cowok yang akan menikah denganku dua jam lagi, tetap saja. Aku tidak pernah bergabung dalam keanggotan Penyelamatan Mantan Pacar yang Dizalimi. Jadi, toh, sepertinya tidak perlu-perlu amat untuk jaga sikap.

“Sori, nih, tapi aku sedang sibuk mengatur hormon toleransiku. So please, make a distance.”

“Toleransi untuk apa?” interupsi suara lain. Setidaknya ada tiga suara wanita yang dipadukan jadi satu.

Bodoh. Kepalang bodoh. Aku masih tidak percaya kenapa bersedia mengikuti alur semacam ini. Sudah satu jam aku bersama wanita-wanita ini, namun tak kutemukan satupun hal yang kira-kira bakal membuat lelaki tertarik. Dari perspektif wanita.

Agatha, dia cantik, sih, sebenarnya. Tapi aku tak begitu mengerti kenapa pria menyukai wanita yang lebih tua. Apakah mereka tidak merasa seperti punya kakak perempuan? Apalagi dia… suka sekali mengatur. Aku penasaran berapa lama mereka berkencan.

Keadaan yang berbeda untuk Dakota, Sehun bilang dia punya gangguan perilaku. Tak heran, sih, dia menyuruhku jauh-jauh darinya. Emosinya bisa naik dan turun tiba-tiba, mirip rollercoaster dalam versi manusia. Apalagi mulutnya, bisa kukatakan dia punya bakat untuk ikut kontes hina-hinaan. Aku penasaran kenapa Sehun kuat berkencan dengannya.

Lalu, Hayeong. Tidak banyak yang ingin kukatakan soal perempuan ini. Dia hanya… terlalu manis. Percayalah, kalian tidak akan kuat berbincang dengannya lebih dari tiga sahutan. Well, kejam tidak kalau kubilang sikapnya seperti dibuat-buat? Aku bahkan beranggapan kalau Sehun kencan dengan anak sekolah dasar.

Dan, yah, katakanlah aku sudah cukup sabar menghadapi manusia-manusia pengacau pernikahanku ini. Jadi jangan salahkan kalau sekarang aku ingin mewujudkan skenario pengantin yang berubah jadi manusia serigala.

“Hun, berapa lama hukuman penjara yang akan kudapat jika menyebabkan luka fisik pada seseorang?” tanyaku.

Dia agak gamang sejemang, tapi akhirnya menjawab juga.

“Yah, tergantung lukanya. Kalau tidak parah paling-“

“Pembukaanmu terlalu panjang, fyi.”

Jelas aku tak sabaran. Karena sekarang arah fokusku hanya satu. Menjambak rambut manusia-manusia ini satu-satu.

“Karena kita sedang berada dalam mobil, tidak akan ada saksi bukan? Hah, aku sudah cukup sabar menghadapi kalian. Tapi, apa? Toleransi untuk apa?! Bersiaplah dicabik-cabik oleh werewolf  hari ini.”

“Wah, tidak sopan sekali. Aku lebih tua darimu, tahu!” teriak Agatha.

“Sehun. Bukankah membawanya ke rumah sakit jiwa adalah pilihan yang lebih cerdas daripada ke rumah tangga?” Dakota tampak tak mau kalah.

“Akan kulaporkan kau pada polisi!” susul Hayeong.

“Hah! Kau bahkan tak punya saksi!”

.

Ada. Mereka punya saksi. Bukankah cukup gegabah memilih Sehun untuk mengatakan aku telah menyerang mereka? Tapi tetap saja, itu agak mengkhawatirkan seolah rasanya ginjalku naik sampai kerongkongan.

Aku tidak bisa membaca, tidak bisa menyelami, tidak bisa menebak, dan bahkan mengerti saja tidak akan jalan pikiran Sehun–sebenarnya tidak pernah bisa karena dia terlalu abstrak. Sudah cukup edan meninggalkan pernikahan hanya untuk janji mantan pacar. Tapi, lihatlah yang kudapatkan sekarang; Terancam dijebloskan ke penjara oleh pacarku sendiri.

Ironi.

“Jadi apakah Anda melihat wanita ini melakukan penyerangan fisik kepada mereka bertiga?”

Wah, itu kalimat yang tak kusangka akan kudengar selama hidupku. Petugas ini benar-benar handal membuatku seakan jadi tersangka.

Sehun tampak gelisah. Jari-jarinya tak berhenti bergerak-gerak kalau tengah menimbang keputusan. Heran, deh, kenapa dia tidak langsung saja bilang tidak dan membawaku kembali ke altar? Atau jangan-jangan dia berusaha menyingkirkanku, begitu? Itu skenario terburuk; Cinta lama bersemi kembali. Sori, aku bukan salah satu fanatiknya. Jadi kemungkinan yang agak–sangat–buruk kalau tiba-tiba Sehun merasakan sesuatu pada mereka lagi.

Well, dia… Jadi, Delaney…” Sehun tampak sangsi. “Dia memang menjambak mereka bertiga. Karena kesal.”

Oh, halo! Oh Sehun aku tidak bisa mendengarmu, di sini terlalu gelap! Kalau saja aku bisa mengutip dialog dari si spons cuci piring berwarna kuning itu tanpa membuatku terlihat bodoh, sudah kulakukan sejak tadi. Sungguh, sebenarnya pikiran macam apa yang tengah ambil bagian dalam kepalanya?

“Dan kenapa Nona ini bisa sampai kesal?”

“Dia kesulitan mengatur hormon toleransinya, probably. Tapi sebagai warga negara, Delaney sangat patuh aturan, kok.”

Menjatuhkanku lalu menerbangkannya lagi? Sial. Jangan harap aku mau bicara denganmu lagi.

“Baiklah. Nona Delaney, Anda akan kami berikan hukuman penjara untuk beberapa bulan.”

Oh, sialan.

.

Aku merasa bodoh. Duduk sila sambil bersandar di dinding dengan jeruji besi sebagai pintunya.

Menurutku itu cuma tindakan bela diri kok. Mana bisa setelah diinjak-injak seperti itu aku tetap haha-hihi dan ramah terhadap mereka?

Oh Sehun pun sama saja. Aku heran kenapa ciptaan itu enggan sekali mengeluarkan klausa pembelaan? Apakah dia akan diserbu dinosaurus atau spesiesnya kalau mengatakan aku tidak salah? Jika tahu seperti ini ceritanya, sudah sejak awal, deh, aku jauh-jauh darinya.

Hah, dalam kondisi seperti ini si gila itu sedang melakukan apa? Mungkin saja dia tengah merayakan reuni akbar mantan-mantan pacarnya. Dasar. Keyakinanku cukup kuat. Aku harus membunuhnya begitu bebas.

Bebas? Ya ampun, aku baru saja masuk hari ini. Ayah dan ibu pasti akan memarahiku habis-habisan karena ini. Halo! Seharusnya statusku berubah dari wanita lajang menjadi bersuami hari ini. Tapi, sialan, aku malah jadi tersangka.

“Berpikir tentang sesuatu, Miss?” tanya seseorang di samping selku.

Aku melirik samping kananku sejenak. Oh, katakan kalau waktuku telah dicuri secara paksa atau malah aku kena sihir. Karena sangat tidak mungkin kalau si Lubang Hidung Besar ini berada di sel tahanan sebelahku, duduk manis dengan mata yang membentuk garis horizontal. Lebih baik aku tidak memikirkan kemungkinan-kemungkinan aneh, ikuti permainannya Laney.

“Memikirkan caranya balas dendam,” kataku.

Well, Miss. Itu sangatlah beresiko. Balas dendam terhadap siapa?” Dia pura-pura bodoh.

“Pria sinting yang turun dari altar untuk tiga mantan pacarnya.”

“Nah, dia pasti lebih dari sinting. Di mana dia sekarang?”

Sejujurnya aku terhibur, entah karena alasan apa. “Dia ada di hadapanku. Bukankah ide hebat kalau kamu mau membantu?”

“Nah, kebetulan aku tadi bicara dengan lelaki itu. Dia baru saja menghajar petugas polisi untuk menemani wanitanya.”

Wow, benarkah? Aku paham kalau Sehun sedikit… tak masuk akal. Tapi sengaja menjebloskan diri ke penjara? Itu hal gila, Man!

“Kebetulan yang terlalu kebetulan.” Aku terkekeh, sepakat kalau marah padanya agak berlebihan. “Jadi, Tuan, bagaimana untuk tiga jamnya? Kita terancam terjebak berbulan-bulan di dalam sini.”

“Yah, kita bisa mengatasi itu. Bagaimana kalau kita panggil pendeta kemari?”

“Oh, wow. Itu solusi yang mudah, tapi untukku lebih baik menunggu hingga jeruji besi ini menghilang.”

Kalau aku mengiyakan, pasti tercatat dalam buku rekor dunia.

“Lalu bagaimana dengan ide meledakkan tempat ini?”

Kalau yang ini pasti akan langsung masuk dalam data publik; Dan akhirnya, hitung mundur itu menjadiyang kedaluwarsa. Mantan tahanan? Well, bukan status yang buruk selama aku tidak sendirian.

-fin

.

43 responses to “[2/2] COUNTDOWN by slmnabil

  1. yaampun aku nggak nyangka banget sama endingnya lho kak wkwkw.. keren2.. malah masuk penjara bareng2.. dan ini membuktikan kalo sehun emang abstrak -____-

    keep writing kakak.. fighting

    • Haaai, Tri. lama tak jumpa hehe :)) sering banget deh liat nama kamu di kolom komentar ff nabil. makasih yaaa:) ditunggu aja ff berikutnya.

      nabil, xo

  2. Sehun aneh banget hahahaha..
    btw Break Up Contract beneran ga dilanjut? seriusss??
    yaaaaaaaaaah padahal aku udang nunggu banget ff itu diupdate huhu..

    Ditunggu ff barunya ^^

  3. Masuk penjara tapi kayaknya santai bgt? Atau emg mereka nya yang udah kejungkir otaknya? Atau mungkin karena authornya yg udah jungkir balik buat nulis ff yang keren gini? Haha😀 bercanda aja deh. Tpi serius, keren! *acungin jempol tetangga*
    ceritanya ringan. Dulu udah prnah baca part 1 nya. Tpi aku lupa udah komen atau blum. Klau blum skalian disini aja yah, gpp kan? Hehe, salam kenal. Aku reader baru di ff kamu🙂

  4. Agak nggak dong nih sama ceritanya, habisnya kalimatnya terlalu dipanjang panjangkan untuk satu topik yang tak mendasar, butuh waktu 3 detik untuk memahami salah satu kalimat. Tapi, well endingnya keren🙂 keep writing, sedikit saran, mending jangan buat pendeskripsian yang berbelit biar reader nggak males bacanya🙂

  5. WHAT????!!!!!!! GA LANJUT????!!!!!!
    PADAHAL NUNGGUIN BANGET *nangisgulingguling*
    HHHH HANYA BISA PASRAH SBG READER. TP LO MO BIKIN YG BARU D KELARIN YA JGN D GANTUNG D TGAH PHN TOGE *mulaigesrekotakgue* abaikan 😂😂😂
    HWAITING AUTHORNIM…I’M WAITING 😴

  6. Hahahha…. bener2 pasangan gila… lebih2 Sehun yg emang ga bsa dipungkiri lg kegilaannya di ff ini…
    Dan apa td??? Ff kak nabil ga dilanjt??? Padahal pengin tau kelanjutannya… tp terserah kakak aja sih… aku ngikutin kakak aja… makasih sebelumnya…

    • Hai, Siti! Nama kamu kaya temen nabil deh ehe. Iya nih gadilanjut setelah melalui beberapa pertimbangan🙂 terima kasih ya support ya🙂 xo

  7. NABILLL HARUS BANGET GA DILANJUT YA? HUAAAAㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ
    yaudah lah sukses aja buat project selanjutnya.
    endingnya unexpected banget. ngakak sih, tapi pas liat breakup contact langsung down gini:”)

  8. Break up contract gk di lanjut? Ahhh kecewaaaa huhuhu :’) why? Why? Why? Itu seru loh, aku suka juga ide cerita dan latar cerita nya. Hmmmm kalau sudah begini semuq keputusan ada ditangan author nya sih. Okedeh… keep writing!!! Semangaaat!!!

    • Hai, Nindya. Maaf yaaa, soalnya pas dibaca ulang agak plotless gitu sih. terus komentarnya ngga sebanding sama statistik. dan nabil orangnya nggak nulis buat seneng doang, pengen dikasih komentar juga hihi. Makasih yaaa xo

  9. Endingnya bener2 gak ketebak kkk,,dasar si sehun,ngomong aja kalo laney itu gak salah,et dah malah ikut ikutan mau masuk penjara,kan kasian tuh polisi yg dipukul dasar big nostril yg ngatain diri sendiri sinting kkk

  10. Hahaha as expected. Ff eonni tuh emang selalu anti mainstream wkwk aku ganyangka lho akhirnya bakal gini. Berasa sosweet aja gitu hehe. Dan hei?! Kok break up contract ga dilanjut? Aku kecewaaaaaa. Tp itu sih terserah eonni sebagai Author nya yah huhu. Ff selanjutnya aku tunggu deh! Semoga ga gantung kaya buc aamiin hehe. Semangat terus eonni!!! 💘💘

    • Hai, Tasya🙂 Hoho, antimainstream terima kasih lho. Iya nih, ngga dilanjut soalnya bakal kuganti sama yang lain. Terima kasih supportnya🙂

  11. alurnya lucu bgt wakak sip sipp
    lah break up contract kok diganti? aku kira yang nulis lagi sibuk banget gitu jadi belum ditrusin eh mau diganti hmm padhal suka

  12. hai thor!
    Ini ff nya keren loh, humor juga sih. Tapi ngenes nya ngenaaa
    Ini udh tamat ya, segini aja? Nggak ada sequel nya?
    Jadi penasaran sama ff yg lagi digarap
    Ditunggu next posted nya thor! fighting!

  13. Kenapa berasa endingnya kurang ya?hehe
    Nanggung gimana mereka nikah setelah keluar dari penjara..
    Semangat. author..

  14. Kocak banget sih mereka berdua ini. Awalnya yang mau nikah eh malah diundur gegara ditagih janji sama mantan eh sekarang malah masuk penjara kek gini. Lagian sehun kenapa juga nggak belain delaney malah jerumusin dia gitu sampek masuk penjara. Ya meskipun akhirnya sehun juga ikutan dipenjara karena mau nemenin calon istrinya sih. Penasaran gimana reaksi keluarga mereka ya kalau tau. Pokoknya ini keren

  15. Yahh thor kenapa ga dilanjut huhu T.T padahal udah nunggu banget tapi yaudahlah mungkin itu yang terbaik heheh. Btw ini ending yg mengejutkan wkwkk mengucap janji suci didalam sel penjara kurang so sweet apa coba wkwwkk xD

  16. Knapa ini lucu bangettt 😂 sumpah sehun lucu dan greget banget disini :v endingnya greget kak, lucu” gimana gitu😂 Aku suka pilihan kata kakak, unik” dan ga biasa, jadi ga bosan bacanya deh, di tunggu ff lainnya ya kak!😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s