[Side Story?] Hyung! – Rika26

Hyung!

 

apaaninih1

Rika26©2015

Oh Sehun || Lee Eunyeon || Slight!Park Chanyeol

Mark Lee

.

Slight!Comedy-Family || Teen || Ficlet

.

Another: ⌈1. HUG⌋ ⌈2. Babe’stie⌋ ⌈3. Jealousy

Now: ⌈3.5 Hyung!

.

Eunyeon mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya ke atas meja, enggan meminum—bahkan untuk sekedar menyesap aroma teh chamomile di depannya. Gadis bersurai kecoklatan itu masih setia menatap ke arah jalanan yang hanya terhalang kaca setebal dua senti. Sesekali mata hazel itu menatap kearah bel yang kadang berdenting menandakan ada pengunjung yang datang, berharap bahwa yang datang itu adalah orang yang ditunggunya.

“Sialan kau, Oh Sehun! Ini hampir dua jam!”

Eunyeon menatap teh chamomile nya yang kini tidak lagi mengeluarkan asap yang mengepul, niatannya yang ingin meneguk barang setetes air teh itu hilang sudah. Ck, semakin membuat kesal saja.

Eunyeon menyandarkan bahunya ke sofa yang sedari tadi ia duduki, lantas kembali menatap jengah pemandangan jalan yang selalu sama sejak tadi.

“Hehe, apa kau sudah lama disini?”

Eunyeon menghela nafas mendengar pertanyaan basa-basi yang keluar dari mulut pria Oh yang kini duduk di depannya dengan tampang tanpa dosa.

“Tidak, aku baru sampai sekitar 7.200 detik yang lalu.” Eunyeon menekankan kata detik, gadis itu sedikit menggebrak meja dihadapannya, membalas tatapan tak berdosa Sehun dengan tatapan membunuhnya.

“Oh, masih belum lama.” Sehun manggut-manggut, pria itu lantas meneguk seenaknya teh chamomile Eunyeon yang sudah dingin sejak tadi.

“Tapi kenapa teh nya dingin? Kau sengaja memesan yang dingin?”

Eunyeon memutar dua bola mata hazelnya mendengar kalimat polos itu, ia benar-benar ingin melahap Sehun bulat-bulat sekarang.

“Sehun, kau tau ‘kan, aku ikut klub Judo di sekolah?” Eunyeon menahan gemertak giginya sembari mengangkat rahangnya paksa.

Eoh, apa kau masih menyukai Baekhyun seonbae yang merupakan ketua klub itu?” Entah Sehun terlalu polos atau memang bodoh, atau sengaja tidak peka—entahlah, pria itu tetap tak menyadari bahwa sedari tadi Eunyeon sudah mengirimkan kilatan amarahnya lewat tatapan matanya pada Sehun.

“Ah, lupakan. Lain kali saja kita kerjakan, aku sedang badmood. Habiskan saja tehnya.” Eunyeon bangkit dari tempatnya, gadis itu melangkah kesal keluar cafẻ sembari mengumpat.

Eunyeon mempercepat langkahnya, sesekali menghentakkan kakinya karena masih kesal dengan Sehun. Kaki jenjang itu berhenti didepan halte, bertepatan dengan sebuah bus yang berhenti tepat setelah Eunyeon menginjakkan kakinya di sana. Gadis itu masuk kedalam bus, kemudian duduk di barisan paling belakang, tepat di samping seorang pria tinggi yang dapat Eunyeon yakini adalah teman satu universitasnya.

“Kau… Lee Eunyeon ‘kan?” Tidak salah lagi, batin Eunyeon. Pria ini benar-benar teman satu universitas—sekaligus teman yang satu jurusan dengannya.

“Hm, dan kau..” Eunyeon menggantung kalimatnya, sembari mencoba mengingat nama pria tersebut.

“Park Chan..jo?”

Ani, Park Chanyeol.”

Pria itu menggaruk tengkuknya sendiri, setelah mengucapkan kalimat yang membenarkan namanya. Hal itu membuat Eunyeon nyengir, gadis itu lantas mencari topik yang pas untuk menghilangkan rasa malunya.

“Chanyeol-ssi, kau—”

“Eunyeon-ssi, dia kekasihmu ‘kan?”

Kalimat Eunyeon kembali di intrupsi saat Chanyeol menyenggol lengannya dan menunjuk ke satu titik, dimana seorang Oh Sehun tengah menatapnya dan Chanyeol dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Abaikan saja, lagipula ia bukan kekasihku, kami hanya teman.” Terang Eunyeon pada Chanyeol sambil tersenyum. Berpura-pura tidak menyadari keberadaan Sehun didepan sana.

“Ah, ya, apa kau sudah mengerjakan tugas membuat sample program antivirus dari Profesor Ahn?” Lanjutnya, setelah menemukan topik yang pas.

“Hampir selesai, sih, aku tinggal mengerjakan penyempurnaannya saja lagi, bagaimana denganmu?” Chanyeol tersenyum, dan mulai berbicara dengan nyaman, ikut berpura-pura bahwa tidak ada pria dengan marga Oh disini.

“Aku malah belum mengerjakannya sama sekali, karena partnerku sama sekali tidak bisa diajak bekerja sama.” Eunyeon melirik sebentar kearah Sehun seakan menegaskan bahwa kalimatnya barusan adalah untuk Sehun.

“Bukankah waktunya tinggal beberapa hari lagi? Mau kubantu mengerjakan?” Tawar Chanyeol sambil menampilkan cengiran bodohnya.

Jinjjayo? Kau mau membantuku?” Eunyeon bertepuk tangan antusias. Chanyeol tersenyum. Dan Sehun mendelik tajam ke arah keduanya.

“Hm,” Chanyeol mengangguk. “Bagaimana kalau sekarang?”

“Kau bawa laptop?”

“Aku bawa,”

“Baiklah, kalau begitu, ayo kerumahku saja!”

Eunyeon menarik lengan Chanyeol antusias, mengajak pria itu turun dari bus, karena angkutan persegi panjang itu telah berhenti tepat di halte dekat rumah Eunyeon sejak beberapa detik yang lalu, mengabaikan Sehun yang telah ikut turun sembari menatap Chanyeol dengan tatapan membunuh.

 

***

 

Noona!” Mark berlarian membukakan pagar setinggi tiga meter itu, sembari tersenyum menyapa Eunyeon yang hanya balas tersenyum, kemudian mengajak satu pria yang asing di mata Mark masuk kedalam.

Mark mengangkat bahu acuh, lantas mengalihkan pandangannya pada Sehun yang entah sejak kapan jadi ikut Eunyeon dan Chanyeol masuk ke dalam rumah keluarga bermarga Lee itu tanpa menyapanya sedikitpun.

“Mereka kenapa?”

Mark ikut melangkah masuk setelah mengunci pagar. Mark menutup pintu perlahan, ia telah menyiapkan mental kalau-kalau ia bakal melihat rumah yang berantakan karena Eunyeon dan Sehun yang biasanya berkelahi. Namun, bukannya melihat keadaan sesuai imajinasinya, laki-laki 17 tahun itu malah menganga melihat pemandangan yang tak biasa dihadapannya.

Noona, kau bertengkar dengan Sehun hyung?” Bukannya menjawab, Eunyeon hanya mengindahkan pertanyaan adik satu-satu nya itu, dan lebih memilih fokus kearah laptop didepannya. Mark mendengus, ia berbalik melangkah ke arah Sehun yang kini tengah memainkan playstation milik Mark sendirian—hendak melontarkan pertanyaan yang sama.

Hyung—

“Mark, bisakah kau buatkan hyung yang ini segelas minuman?”

Belum selesai kalimat tanya yang hendak Mark sampaikan pada Sehun, suara Eunyeon sudah mengintrupsinya.

“Baiklah. Sehun hyung, kau mau minum apa?”

“Dia tidak haus, Mark sayang. Cepat buatkan untuk hyung yang ini.”

Mark menghela nafas, ia benar-benar membatalkan niatannya untuk berbicara dengan Sehun, dan lebih memilih membuatkan minuman sesuai dengan yang diperintahkan oleh sang kakak.

 

 

Beberapa menit berlalu, Eunyeon masih sibuk dengan Chanyeol dan laptopnya, sementara Sehun, pria itu hanya duduk didepan televisi sembari memainkan playstation milik Mark dengan kesal.

“Csh, dasar sialan.” Sehun mengumpat, ia melempar stik playstation milik Mark sembarang, sambil mendengus kasar.

Ya! Hyung! Kau merusak stik milikku!” Mark melempar bantal yang ada di sebelah Eunyeon kearah Sehun, setelah sebelumnya meletakkan dua gelas coklat panas di atas meja didekat sofa di mana Eunyeon dan Chanyeol tengah mengerjakan tugasnya.

“Huaaa! Ini hadiah dari Kim Yerim saat ulang tahunku kemarin! Huaaa, sialan!” Mark meratapi stik playstation yang merupakan hadiah dari pacarnya kini tak berbentuk lagi. Laki-laki itu menatap Sehun yang tengah kelabakan dengan tatapan membunuh, “Kau bukan hyung ku lagi mulai sekarang! Pergi! Huaaa!!”

“Mark, mian, hehehe.” Sehun nyengir tanpa dosa.

Noona benar, sekarang hyung yang ini yang akan jadi hyung ku!” Mark mendekat kearah Chanyeol yang masih sibuk berkutat dengan laptopnya.

“Jangan panggil ‘yang ini’, Hyung ini namanya Chanyeol, Mark sayang.” Eunyeon menjelaskan, masih sambil fokus ke arah Chanyeol dan laptopnya.

Geurae. Sekarang kita dalam masa perang, Hyungani, Oh Sehun!” Mark menunjuk Sehun dengan jari telunjuk dan jempolnya bersamaan, membuatnya terlihat seperti sebuah pistol.

Ya! Aku lebih tua lima tahun darimu!” Sehun menukas tak terima, ia bangkit hendak mengejar Mark, namun sayangnya tatapan mematikan Eunyeon sudah lebih dulu menghentikannya.

“Tidak ada kata ‘lebih tua’ dalam perang, dasar! Kau pasti takut!” Mark bergaya ala provokator ulung yang tengah memprovokasi lawannya, sembari berdiri dibelakang sofa tempat dimana Eunyeon dan Chanyeol mengerjakan tugasnya.

“Huuu, kau saja yang cengeng! Begitu saja menangis!” Sehun menjulurkan lidahnya. Ia bersedekap, seakan menantang Mark untuk menyerangnya.

Mark menggertakan giginya kesal, laki-laki itu mengambil bantal yang ada didekatnya, kemudian ia lemparkan kepada Sehun dengan brutal, begitupun sebaliknya. Perang bantal pun tak dapat terhindarkan.

“Chanyeol-ssi­, disini ribut, mau dikerjakan dikamarku?”

Suara Eunyeon seakan menghentikkan waktu, lantas ketiga laki-laki yang ada di ruangan itu menatapnya dengan tatapan yang berbeda-beda.

“Baiklah, kajja.” —Chanyeol.

Andwae!” —Sehun.

Arraseo! Aku akan mengurus Sehun, agar ia tak mengganggu Noona dan Hyung yang iniani, maksudku Chanyeol hyung!” —Mark.

 

Eunyeon dan Chanyeol membenahi peralatan mereka, kemudian membawanya naik ke atas—ke kamar Eunyeon. Sementara Sehun, pria itu hendak berlari mengejar, namun Mark langsung menyergap tubuh Sehun dari belakang, kemudian menariknya kembali ke ruang tengah—tidak, bahkan menyeretnya sampai ke pekarangan rumah.

“Perang kita belum selesai, Hyung­—ani, Oh Sehun.”

Mark tersenyum miring, ia langsung menyemprotkan pistol airnya—yang entah dari mana—ke arah Sehun tanpa ampun.

Andwae! Kakakmu dalam bahaya!” Sehun hendak berlari menuju beranda, tapi Mark masih saja mengejarnya dan menyiraminya dengan air dari kran—karena air dalam pistolnya sudah habis. Sehun sebenarnya bisa saja masuk paksa ke dalam rumah lantas menarik Chanyeol keluar dari kamar Eunyeon, tapi percuma saja, tubuh Sehun sudah basah kuyup—dan Eunyeon jelas membenci orang yang masuk rumah dalam keadaan basah kuyup.

Saat Sehun benar-benar kelelahan, Mark pun langsung pergi berlari, kembali masuk ke dalam rumahnya, meninggalkan Sehun yang tengah basah kuyup di pekarangan rumah keluarga Lee.

 

Crash!

Perfect timing! Tepat sepersekon berlalu setelah Mark menginjakan kakinya didalam rumah, butiran air secara serempak menghujam tanah, sekaligus Sehun yang masih berdiri disana. Sehun menghembuskan nafas kasar, tubuhnya yang sudah basah kuyup sekarang benar-benar basah-basah-kuyup—ah entahlah, Sehun tak punya istilah lain. Dengan kekesalan yang memuncak, pria itu melirik ke atas balkon kamar Eunyeon, tempat dimana Mark kini tengah menatapnya dengan tatapan mengejek.

“Ingin menjadi hyung ku ‘ya? Coba lagi besok! Hahahaha~”

Sehun mendecih, sementara Mark kembali masuk dan menutup pintu kamar sang kakak, sekalian tirainya.

“Sialan!”

~fin~

 

A/N

Hmm, side story? Entahlah .-.

Ini agak panjang dari pada ficlet-ficlet sebelumnya :3 bisa dibilang ukurannya sama dengan satu setengah yang kemaren(?) /apaandeh/ tapi keknya alurnya kecepetan ya :3

Ini gak terlalu ringan ‘kan? Anyway, kalau ada yang bilang romance nya gak dapet, aku emang gak ada masukin genre romance, please :’v tapi kalau ada yang bilang comedy nya gak dapet, emang sih, gak ada yang lucu disini :’v entah kenapa ada genre itu/?. Dan, diawal kan udah mau fokus ke Eunyeon-Sehun, tapi dipertengahan malah fokus ke Sehun-Mark, iya, aku nyadar kok soal itu :’v pokoknya, FICLET INI BENER-BENER BEDA DARI YANG KEMAREN.

Oke ini mulai gaje, pokoknya makasih buat yang udah baca, and, jangan lupa kasih review without flame/bash ya x’3

Laf yu, annyeong :’*

 

12 responses to “[Side Story?] Hyung! – Rika26

  1. Hyung yg itu (re: sehun) boleh aku kerdusin? Eunyeon kan udah punya hyung yg ini (re: chanyeol) 😂 mark jadi musuh dalam sekejap 😂 poor sehun. Kocak banget ceritanya 👻

  2. wahahaha…ini di lanjut!! yeayy!!!
    hyung yg ini. hyung yg ini…hyung yg ini…./maksutny apaan coba ini??: v/
    Sehun langsung jdi musuh..hahahaha. tergantikan oleh Chanyeol. ckckckck
    selamat berjuang Sehuunn!!! /emangny mau berjuang ya?? haha, kaga tau:3

    • Iya, tapi pending lagi liat? T_T maapkeun dakuh hueeeee. Eniwei makasih udah baca ya, maap banget baru balesnya sekarang :”

  3. Kkkkkkk~ agak nyesek gtu jdi sehun hahaha tpi kocak gtu liat mark ma sehun berantemm, ihhh eunyeon enak bgt dikelilingin cogan”, lgian si sehun udh bkin eunyeon kesel ehh malah bkin mark jga kesel kkkk~

    • Pffftt, iya hahaha😄 itu mah impian fangirl, dikelilingin bias yang ganteng-ganteng hehe x3 eniwei makasih udah baca ya! Maaf banget rika baru bales sekarang ><

    • Hai/?, maafin rika yang baru bales >< gak kenapa-napa sih, ya aku suka aja liat Mark sama Yeri gitu hehe x3 btw makasih udah baca ya! Maaf juga bales komennya lama banget kek gini -__-/

  4. Pingback: Flashback: Mine – Rika26 | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s