Vampire’s Diary: The Half

ae2e58a87d8b23db0c07b07e45d017da

“Me without you is just half.” ―Love Me Right, EXO


Sue masih sangat mengantuk ketika Baekhyun membelai surainya lembut, kemudian berbisik. “Bangunlah, Sweetheart.” Perlahan, namun tegas pria itu menarik tubuh Sue agar beranjak dari ranjang.

Sue mengerjapkan mata beberapa kali, berusaha mengumpulkan nyawanya yang entah berlalu-lalang ke mana saja. Berlainan dengan gadisnya, Baekhyun bergerak cepat ke kanan dan ke kiri. Ia seperti merapikan beberapa hal, lalu memasukkannya ke dalam ransel hitam.
“Gantilah bajumu, sayang. Kita harus bergegas.” Ujar Baekhyun yang tak kunjung mendapatkan respons dari pasangannya.

Sue hanya mengerang lelah.

Baekhyun menghentikan kegiatannya yang tampak sibuk. Ia membelai pipi pucat Sue. “Dengar, kita harus pulang.” Jelas Baekhyun untuk yang ketiga kalinya.

Alis-alis Sue bertaut. “Pulang? Kita sudah ada di rumah.”

“Maksudku, pulang ke hutan.” Jawab Baekhyun kini membantu Sue melepaskan beberapa kancing piama yang dipakai gadisnya, setelah itu mengangsurkan pakaian tebal yang harus dikenakan Sue. “Suho butuh bantuan,” lanjut Baekhyun ketika Sue memakai mantel merah marun.

“Apa yang terjadi?” Sue kembali bertanya, kali ini sembari menatap Baekhyun yang menusuk jari, lalu memberikan darahnya pada Sue.

“Minumlah sebanyak mungkin,” gumam Baekhyun tanpa mengindahkan pertanyaan Sue. Ia menunggu si gadis setengah vampir itu untuk menyelesaikan dahaganya. Baekhyun harus membuat Sue benar-benar kenyang, sebab dirinya membutuhkan energi gadisnya setelah ini.

“Sudah,” timpal Sue. Ia merasakan Baekhyun menautkan jari-jari mereka, lalu menarik Sue untuk keluar dari rumah orangtuanya. Gadis itu bingung ketika merasakan huniannya yang senyap. “Dimana Dad dan Mom?” tanya Sue, gusar. Ada kekhawatiran yang menjalar ke dalam benaknya. Ia takut terjadi sesuatu pada ayah dan ibunya.

Kendati demikian, Baekhyun enggan langsung menjawab. Baekhyun malah merengkuh Sue, menggendong gadisnya dengan mudah sebelum bersuara kembali. “Mereka sudah berangkat terlebih dahulu.” Pria itu menendangkan kaki ke tanah, kemudian melayang cepat menembus gelapnya malam. Tak ada yang melihat mereka. Terang saja, ini baru pukul dua belas, tepat tengah malam.

“Byun, kau belum menjawab pertanyaannku. Apa yang terjadi sehingga mengharuskan kita untuk pulang?” tanya Sue di tengah perjalanan.

Paras Baekhyun berubah menjadi lebih muram daripada sebelumnya. Energi cahaya yang hangat dari kekuatan Baekhyun pun berubah dingin. Bibir pria itu membentuk simpul tipis. “Kai, dia sekarat.” Ujar Baekhyun, lebih seperti bisikkan penyesalan.

Sue gemetar melihat sosok yang kini tengah berbaring di tempat tidur. Sosok itu seperti gumpalan daging panjang yang melepuh, apabila Sue tidak mendengarkan erangan derita yang memilukan, gadis itu pun tak yakin bisa menemukan kehidupan di sana. Sue mengawasi Baekhyun, Chanyeol, Suho, Kyungsoo, dan Sehun sedang mengelilingi ranjang itu. Mereka berusaha untuk menyembuhkan Kai, yang kehilangan separuh dari energi intinya.

Sementara Irene, Olivia, dan Nara berdiri di samping kanan serta kiri Sue, bertempat agak jauh di belakang.

“Kau tidak perlu berada di sini, sayang.” Bisik Liv―Ibu Sue yang memiliki penampilan fisik sebaya dengan putrinya. Liv merasa, Sue tidak nyaman dan benar adanya. Energi kelima vampir itu begitu kuat dan mengintimidasi, tubuh Sue terasa lemas seakan ada tangan yang menarik napasnya perlahan-lahan. Berbeda dengan tubuh vampir wanita yang lain, nyatanya Sue merasa tidak baik-baik saja.

Namun, Sue tetap menggeleng, tanda enggan. Gadis itu ingin berada di sini, sebab Baekhyun membutuhkannya sewaktu-waktu untuk mengisi tenaganya kembali dengan darah Sue.

“Liv, tolong bawa Sue keluar.” Geram Baekhyun di tengah-tengah konsentrasinya. Lantas mendapatkan penolakan dari Sue. “Keluar Sue! Kau menganggu proses penyembuhan.” Hardik Baekhyun, suaranya lantang. Sontak membuat gadisnya mengkerut ketakutan, sekaligus terluka.

Sue mengigit bibir sebelum melangkah minggir dari ruangan penyembuhan. Liv tidak mengikuti langkah Sue, nampaknya si ibu tahu jika anak gadisnya butuh waktu sejenak untuk sendiri.

“Aku memang tidak berguna,” gumam Sue. Ia duduk di salah satu sofa ruang keluarga. Hatinya sedang gundah setengah mati, Sue berharap dirinya lebih bisa diandalkan.

“Kau berguna, Gadis Api.” Timpal sebuah suara yang tak begitu asing bagi rungu Sue.

“Paman Yixing,” bibir Sue berucap otomatis, ketika mengenali seorang pria kalem yang tersenyum ramah menyisakan lesung pipit di paras. “Apa kau bersedia membantu pamanmu ini?” tanya Yixing sembari mengangsurkan tangan pada Sue.

Gadis itu mengangguk ragu, tetapi tetap saja mengikuti langkah Yixing menuju ruang penyembuhan.

“Tidak, dia belum bisa mengendalikan apinya.” Tolak Baekhyun, ketika Yixing menawarkan gagasan penyembuhan dengan api magis Sue.

Yixing tersenyum, menenangkan. “Kita belum mencobanya.”

“Aku tidak akan terluka.” Giliran vokal Sue yang mengisi ruangan luas itu.

“Tidak terluka? Apa yang terjadi padamu saat terakhir kali apimu itu muncul, Sue Park? Kau hampir membunuh dirimu sendiri.” Balas Baekhyun, sengit. Sungguh, Baekhyun tidak bermaksud meremehkan Sue. Akan tetapi, kenyataan bahwa ada hal yang akan berpeluang melukai gadisnya membuat Baekhyun kelewat sensitif.

“Aku ingin melakukannya.” Tegas Sue, membuang muka pada Baekhyun. Sue menghela napas berat, ia merasa Baekhyun menganggap enteng dirinya. Sue tidak tahan lagi, “Lagi pula, bukan urusanmu untuk melarang diriku.” Lanjut Sue, ganas.

Suho berdeham pelan, “Baekhyun kau tidak perlu khawatir. Kita akan membantu Sue.”

Baekhyun mendengus. “Benar, ada kita. Lalu, kenapa kita harus membiarkan gadis ini yang turun tangan? Bahkan kekuatannya tidak sempurna. Chanyeol juga memiliki elemen api.” Ia kembali berargumen.

“Kau tahu, api milikku lebih untuk merusak bukan memperbaiki. Seperti yang telah kita dengar dari Yixing, api Sue berperan sebagai penyembuh.” Chanyeol turut andil dalam perdebatan. Ia manatap Baekhyun yang berdiri di sampingnya. “Jangan terlalu khawatir, Byun Baekhyun. Gadis kecil kita ini, sudah dewasa dan mampu.” Lanjut Chanyeol.

Tak lantas ucapan Chanyeol dapat meredam kecemasan Baekhyun. Pria itu sendiri merasa ragu. Di lain pihak ia mengkhawatirkan pasangannya, namun di sisi lain saudaranya sedang terkapar.

“Aku juga merasakan energi Sue serupa dengan si penyegel kekuatan Kai.” Vokal Kyungsoo yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari seluruh penghuni ruangan.

“Benar, aku juga merasakan hal yang serupa. Gadis ini, memiliki aura yang sama dengan sang Maximillian.” Timpal Sehun, tenang. Ia mengambil jeda sejenak, lalu mengungkapkan gagasannya. “Sue hanya perlu berlatih.” Imbuhnya.

Tubuh Kai masih terkulai di sana. Bedanya kali ini lebih berbentuk daripada sebelumnya, luka-luka yang menganga mulai menutup. Di sampingnya ada seorang gadis yang juga tertidur, tubuh Sue bependar putih. Baekhyun mengenggam jari-jari Sue lembut, berusaha menyalurkan energinya yang masih tersisa.

Baekhyun amat marah, sekaligus takut. Ia sangat takut kehilangan pasangan absolutnya. Baik tubuh, mau pun nuraninya akan ikut binasa apabila cintanya itu meninggalkan dunia.

Benar yang diucapkan Yixing, penyembuhan Kai melalui api Sue perlu dicoba. Tetapi, si gadis tidak tahu caranya berhenti menyalurkan apinya, hingga energi Sue terkuras habis. Yang Baekhyun lakukan saat ini agaknya sia-sia, ia mencoba untuk menyalurkan seluruh energinya pada Sue, berusaha menghangatkan cintanya kembali.

“Baekhyun, kau perlu beristirahat.” Ujar Liv, si wanita yang tengah mengenakan gaun putih, memeringatkan.

“Tidak, Liv.”

Liv menghela napas, maklum. “Napasku juga seakan berghenti melihat Sue seperti ini.” Suara sendu Liv meredupkan lilin-lilin yang menjadi pencahayaan utama ruang penyembuhan.

Bakehyun menatap Liv, “Apa Suho sudah meminta sang Maximillian untuk datang?”

Liv mengangguk, “Yixing menawarkan diri untuk mengundang Maximillian. Akan tetapi, Suho tidak yakin mereka berkenan membantu kita. Kau sendiri telah mengetahui bahwa Kai terluka, akibat niatnya menghancurkan Maximillian.”

“Aku akan menemui mereka secara langsung,” timpal Baekhyun, kasar. “Sue tak pantas membeku seperti ini.” Pria itu pun beranjak meninggalkan ruang penyembuhan. Sebelumnya, Baekhyun membuat perisai transparan yang menyelubungi Kai dan Sue.

“Kau tidak bisa pergi sendiri,” tukas Suho. Pemimpin klan itu pun menyuarakan pendapatnya. “Maximillian sangat kuat. Kita juga tidak tahu, apa yang telah diperbuat Kai hingga mengundang amarah mereka.” Lanjutnya.

Ruangan luas itu terasa memanas, Baekhyun enggan menyembunyikan emosinya. Ia menatap Suho layaknya memberikan tantangan. Baekhyun bahkan siap melawan saudaranya sendiri demi kesembuhan Sue. Dirinya tidak dapat berpikir jernih, saat segala perasaan membentuk kabut dan menghalangi pandangannya.

“Kita akan menunggu Yixing kembali. Aku dan Liv akan memberikan energi inti kami.” Timpal Chanyeol. Layaknya Byun Baekhyun, keadaan menyedihkan itu pun juga dialami Park Chanyeol. Pria itu kehilangan sebagian dari diriya ketika mendapati putrinya membeku.

“Kalian akan membeku selamanya.” Sergah Baekhyun, ia melemparkan padangannya pada jendela yang terbuka. “Dan itu akan membuat Sue, jauh lebih tersiksa. Mendapati orangtuanya membeku selamanya.” Imbuh Baekhyun.

Suho berniat kembali mengutarakan pemikirannya, namun terpotong dengan langkah kaki Sehun yang tergesa.

Vampir paling muda di klan itu pun, melaporkan penglihatannya. Sehun memang memiliki visi yang lebih maju daripada saudara-saudaranya. Sebab ia berintikan udara yang tentu berada dimana saja, serta bisa menjadi mata-mata sewaktu-waktu.

“Aku merasakan Yixing datang dengan seseorang.” Kata Sehun sembari bersedekap. Ia menghela napas gusar, “Dari kekuatannya, bukanlah sang Maxillian, hanya bangsawan. Walaupun demikian, kekuatannya lebih dari cukup menjadi penyembuh untuk Sue.” Lanjutnya yang langsung saja memupuskan harapan mereka. Hanya Sue, Kai tidak termasuk dalam hitungan Maximillian untuk patut diselamatkan.

Suho mengernyit menyadari kenyataan memilukan itu, “Bawa Nara pergi dari sini. Nara baru saja mendapatkan jiwa abadinya, ia tidak akan tahan berada dekat dengan kekuatan bangsawan Maximillian, Sehun.” Perintah Suho, tegas. Suho menoleh ke arah Irene, pasangan absolutnya. “Irene, tolong temani Olivia untuk meninggalkan kediaman kita. Liv juga masih terlalu lemah.” Ujar Suho, lebih seperti permintaan.

Wanita rupawan itu pun mengangguk sebagai tanda mengerti. Irene segera melangkah ke tempat di mana Liv menjaga Sue.

“Apa mungkin itu dia?” tanya Chanyeol pada pria bersurai hitam pekat yang duduk di sampingnya.

Kyungsoo menghela napas pelan. Ada satu desakkan dalam insting yang berarti setengah dari kesempurnaannya mulai mendekat. Sebelum menjawab, Kyungsoo menarik lengan kemeja panjangnya untuk menampilkan bagian tangan yang berpendar membentuk garis melengkung. “Aku rasa itu dia. Tidak ada alasan lain yang membuat segel ini aktif, kecuali bila tuannya berniat menemuiku.” Jelas Kyungsoo.

“Kau baik-baik saja?” Giliran Baekhyun yang bersuara.

Kyungsoo menyeringai, “Tak pernah sebaik ini.” Balasnya, penuh penekanan. Bahu Kyungsoo melejit sejenak, “Seharusnya, aku yang bertanya seperti itu padamu. Bukankah, kematian Sue akan membuatmu kehilangan separuh dari energi kehidupan?” Timpal Kyungsoo.

Baekhyun enggan langsung menjawab, pertanyaan Kyungsoo berputar beberapa kali dalam benaknya. “Iya, benar. Namun, aku masih bisa memusnahkan bangsawan itu dengan separuh energiku. Andai saja, kau tidak dengan sengaja menyegel jiwamu padanya, Do Kyungsoo.”

Kyungsoo melepaskan senyum kecut. “Ya, andai saja.” Selorohnya, penuh khidmat.

-Bersambung-

a/n: Semoga cerita ini sesuai dengan ekspektasi yang sudah ada di kepala saya  di sini.

4 responses to “Vampire’s Diary: The Half

  1. Hi aku hellen, 97line, salam kenal ya. Suka deh, disini baekhyun protektif manly abis. Ini series yak? Mau cari dulu yang lainnya deh biar nyambung hihi. Ini seru banget, keep writing ya! 💪

  2. Annyeong….
    Aku reader baru…
    Suka ff ini krn genre fantasi misteri.
    Dan ada si baekkie
    Semangat buat author yg udah nulis ff ini… bakal baca sampai end dehhh…
    Hehe fighting!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s