Ordinary Hubby [Part III] – Sohwadreamer

 

Ordinary-Hubby-New

before : TEASER |PART I || PART II

CASTS :

PARK  CHANYEOL ~ JUNG SOHWA (OC)

BYUN BAEKHYUN ~ MIN ANHEE (OC)

 OH SEHUN ~ JUNG SO JUNG (OC)

|| LENGHT : CHAPTER || GENRE : ROMANCE, MARRIAGE LIFE, FAMILY, ANGST, FLUFF ||  AUTHOR : J.jung

҈    j.jung    ҈

Sohwa memutuskan untuk mengajak Ny. Baek minum kopi di kedai dekat supermarket ini. Sejujurnya, bagi Sohwa agak janggal memanggil wanita dihadpannya dengan embel-embel ‘nyonya’. Jelas saja, dirinya bahkan lebih tua dari wanita itu. Tapi sudahlah, lagipula Ny. Baek lebih senior dalam pernikahan.  Pikir  Sohwa dan pikiran abstraknya.

“Ny.Park.. bolehkah aku memanggilmu Unni? Kau.. tau kan aku adik kelasmu saat kita kuliah dulu.. Saat kau dan suamiku-“

“Sudahlah, jangan ungkit masa lalu.. kau boleh memanggilku dengan senyamanmu.” Sohwa memotong perkataan Ny.Baek karena dia enggan membahas masa lalu. Memikirkan masa lalu membuat Sohwa merasa bersalah pada Chanyeol suaminya.

“K-kau tau.. aku merasa bersalah.. aku-aku tak seharusnya begituu.. aku.. maafkan aku, Unni.” Ny.Baek menangis di hadapan Sohwa. Dia merasa bersalah.

“Yaa.. Anhee-ya. Kenapa kau membahasnya, hm? Uljjima .. aku tak apa. Bahkan aku sangat bahagia saat ini. Jadi hapus air matamu.” Sohwa menghapus air mata di wajah cantik Anhee yang menangis tersedu-sedu.

“Aku terkena karma.. aku.. Baekhyun akan meninggalkanku.. Hanya Hyeri yang kupunyaa..” Lepaslah tangisan Anhee. Tangisannya terdengar sangat pilu, membuat orang yang mendengarnya ikut sedih.

“Apa maksudmu? Anhee-ya kau serius? Tapi kenapa?” Sohwa sangat bingung, dia bingung apa yang terjadi saat ini.

“Dia.. Byun Baekhyun.. sudah mengatakan, kalau dia tidak pernah mencintaiku sedikit pun. Bahkan Byun Hyeri.. dia tak menyayanginya.. Unni..”  Kata Anhee di sela tangisnya.

Eomma.. benarkah? Appa tidak menyayangi Hyeri? Benarkah, Eomma?” Hyeri angkat bicara.

Anhee lupa kalau anaknya ada di sebelahnya. Di tatapnya Hyeri yang hamper menangis. Nyeri sekali melihat anaknya menangis karena dirinya, ini semua salahku.. maafkan Eomma Hyeri-ah.

 

“Tapi..tapi kenapa Baekhyun seperti itu?” Sohwa merasa sangat bingung saat ini. Dia tak menyangka Baekhyun seburuk itu.

“Itu.. itu karena..” Anhee menatap Sohwa bingung, sedangkan Sohwa membalas tatapannya dengan tatapan penasaran. Anhee menghela nafasnya, lalu meyakinkan dirinya. “Karena Baekhyun hanya milik Sohwa.” Lanjut Anhee dengan yakin.

Sohwa terkejut setengah mati. Kenapa jadi begini? Pikir Sohwa.

҈    j.jung    ҈

Di lain tempat..

“Jin Ah cepat keruanganku..”

Chanyeol memanggil Jin Ah untuk segera ke ruangannya. Dia sudah menetapkan segalanya. Dia harus bergerak sesuai dengan pikiran dan hatinya. Ini adalah awal, awal kembalinya harga diri seorang Park Chanyeol.

“Oppa.. kenapa memanggilku?” Jin Ah sudah masuk kedalam ruangan Chanyeol.

“Hmm.. duduklah di sana.” Kata Chanyeol sambil menharahkan Jin Ah agar duduk di ruang tamu ruangannya.

Mereka terdiam selama beberapa saat.

“Oppa~ kenapa diam?” Tanya Jin Ah dengan nada yang agak menjijikan.

“Ekhem.. kau tau-“ Ucapan Chanyeol terputus. Bagaimana tidak? Jin Ah, wanita itu tiba-tiba duduk di pangkuan Chanyeol.

“Oppa.. kau tau kalau.. kau sangat tampan?” Jin Ah mulai menggoda Chanyeol lagi. Kali ini dia berani mengusap wajah Chanyeol.

“Ya tentu. Lalu, kau tau kenapa aku mempekerjakanmu?” Chanyeol balik bertanya pada Jin Ah dengan tatapan hangat, dan jangan lupa senyuman mautnya.

“Tentu~ pasti karena kau masih mencintaiku, dan selalu ingin bersamaku.” Jin Ah makin mendempetkan badannya pada Chanyeol.

Chanyeol membalasnya dengan senyuman, tapi kali ini mirip seringaian. “Kau bercanda? Aku hanya kasihan padamu! Turun kau!” Chanyeol mendorong Jin Ah agar turun dari pangkuannya.

“Oppa! Apa-apaan ini?!” Jin Ah kesal dibuat Chanyeol.

“Oppa?! Aku ini bosmu! Jangan kurang ajar!” Ucapan Chanyeol menggelegar keseluruh penjuru ruangan.

“Oppa..” Jin Ah ketakutan, dia melihat Chanyeol yang seakan ingin membununya. “Ma.. maksudku, tuan…” Jin Ah benar-benar merasa terancam.

“Mulai sekarang.. kau bukan lagi sekertaris direksi.” Kata Chanyeol dengan nada penuh intimidasi, membuat siapapun yang mendengarnya tau bahwa perintahnya tak bisa di bantah.

“Tapi kau tau.. ak-“ Jin Ah harus bagaimana kalau tidak bekerja. Tak mungkin dia harus menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhannya.

“Aku tak memecatmu. Aku memindahkanmu ke bagian arsip. Itu ganjaran untukmu.” Kata Chanyeol sambil bangkit dari sofa itu. “Sekarang kau boleh keluar.” Lanjut Chanyeol.

Jin Ah menangis, dia menangis karena masih diberi kesempatan kedua oleh Chanyeol.  “Terima kasih.. terima kasih.” Kata Jin Ah sambil bangkit dan keluar dari ruangan itu.

Aku harus berubah– Jin Ah.

҈    j.jung    ҈

Sepulang dari kedai, Anhee langsung menidurkan Hyeri di kamarnya. Ini sudah waktu Hyeri tidur siang. Tak terasa air mata jatuh lagi dari matanya. Perasaan sakit selalu muncul saat melihat wajah Hyeri yang polos itu terlelap. Ia merasa seperti ibu yang jahat karena membiarkan anaknya merasakan sakit hatinya.

Setiap hari, Hyeri menjadi saksi kejamnya Baekhyun pada Anhee. Kejam disini adalah makna yang sebenarnya. Pukulan, tamparan, tendangan, cacian setiap hari di terima Anhee. Tapi dia tetap cinta Baekhyun, walau bagaimana Baekhyun adalah Appa Hyeri.

“Kita bisa melewati ini.. bersabarlah, tunggu sampai Eomma memiliki alasan untuk meninggalkan Appa selamanya, nak.” Bisik Anhee pada telinga Hyeri.

Anhee segera beranjak, karena dia tidak mau luput pada kesedihannya. Dia memutuskan menyiapkan makan malam untuk Baekhyun, sebelum Baekhyun pulang.

“Apa yang harus ku masak? Hah..” Anhee merasa berat sekali untuk memasak.

Tapi mau bagaimana, Baekhyun bisa mengamuk dan memukulinya lagi. Anhee bergidik ngeri membayangkan Baekhyun memukulnya. Aku harus segera memasak.

 

Setengah jam kemudian, akhirnya makanan selesai. Kali ini, Anhee memasak rolled egg, Tumis tahu, Chapchae, dan jangan lupa Kimchi lobak. Makanan rumah memang keahlian Anhee.

Tak lama setelah disajikan, Hyeri ternyata sudah bangun dan bergabung dengan Anhee di ruang makan apartemen mereka.

“Hyeri-ah.. kita makan yuk?” Anhee mengajak Hyeri untuk makan, tapi nampaknya Hyeri tidak mau.

“Aku mau tunggu Appa dulu.. biar kita bertiga makan bersama.” Hyeri menatap Eomma nya sambil memohon.

“Hyeri-ah..” Anhee masih berusaha membujuk anaknya. Saat makan malam, biasanya Baekhyun lebih kasar dan tempramen. Anhee takut anaknya dijadikan samsak juga, sama sepertinya.

“K-kalau Eomma di pukul.. H-hyeri.. aku akan membantu.. bantu Eomma..” Hyeri mulai menangis.

Hati  Anhee terenyuh mendengar perkataan Hyeri. Dia mendekati Hyeri yang mulai menangis. “Cup..cup.. baiklah, kita tunggu Hyeri Appa ya?” Tawar Anhee, yang dijawab anggukan oleh Hyeri.

1 jam..

2 jam..

3 jam..

Cklit!

 

Pintu apartemen sudah terbuka, Baekhyun sudah hadir. Anhee menatap ke arah pintu dengan was-was. Dan benar saja, tak lama Baekhyun muncul dengan wajah kesal.

“Selamat datang, Appa!” Sapa Hyeri pada Appa nya itu. Seketika, wajah Baekhyun makin kesal.

“Kau! Kenapa kau disini?” Baekhyun menunjuk Hyeri sambil menatap anak itu tajam. Hyeri mulai merasa ketakutan.

“Baek.. jangan begitu.” Cicit Anhee kecil. Sesungguhnya wanita itu sangat takut saat ini. Dia takut Baekhyun meledak, lalu memukul Hyeri.

“Kau! Diam kau! Aku tak bicara padamu!” Baekhyun menunjuk Anhee sambil membentak wanita itu dengan kasar.

Entah keberanian dari mana, Hyeri berdiri di depan ibunya sambil merentangkan tangannya, seolah dia mau melindungi ibunya. “Jangan pukul Eomma!” Hyeri menjerit dengan keras.

“Hyeri-ah!” Anhee tau kalau keadaan semakin memburuk dengan jeritan Hyeri.

“Heh, bocah! Kau minta ku pukul!” Baekhyun mulai mengangkat kursi meja makan yang terbuat dari kayu keras dan bersiap melemparkan kursi itu ke arah Hyeri. Tapi dengan segala kekuatan Anhee,  dia berhasil melindungi Hyeri. Tapi punggungnya menjadi ganti Hyeri yang hampir terlempar bangku.

BUAGH!!

EOMMAA!!” Jerit Hyeri, anak itu pasti ketakutan melihat kekerasan persis di depan wajahnya. Apalagi Eomma nya terlihat kesakitan.

“Ja..jangan pukul.. Aku.. aku saja..” Anhee berlutut di depan Baekhyun sambil memohon pada suaminya itu.

Baekhyun tak mengasihani Anhee sedikit pun sepertinya, karena dia langsung menjambak istrinya hingga kepalanya mengadah. “Jangan kau pikir aku mengasihani kalian, terutama KAU! Mati saja kau dan anakmu itu!” Baekhyun mengancam Anhee seperti orang kesetanan.

Hyeri juga anakmu, Baek! Jerit Anhee dalam hatinya.

Setelah itu, Baekhyun keluar dari apartemennya tanpa memperdulikan Hyeri yang menjerit memanggil ibunya.

҈    j.jung    ҈

Chanyeol sampai di rumahnya tepat pukul tujuh malam. Setelah memarkirkan mobil sport kesayangannya, dia bergegas masuk ke rumah untuk menemui Sohwa. Saat ini Chanyeol sangat merindukan isterinya itu.

Yeobo.. aku pulang.” Salam Chanyeol saat dia sudah memasuki ruang tamu rumahnya yang bergaya klasik itu.

“Oh, oppa sudah pulang ya?” Tak lama Sohwa muncul di ruang tamu karena mendengar suaminya sudah pulang.

“Iya sayangku.. “ Chanyeol mendekat kea rah Sohwa dan menyentuh pipi Sohwa. “Kau tampak lelah, Sohwa-ya.” Lanjut Chanyeol.

“Tentu saja, aku sudah menyiapkan makanan untukmu dari tadi. Aku bahkan sudah memanaskan makanan dua kali, oppa!” Sohwa pura-pura merajuk di hadapan Chanyeol.

“Yaa.. aku kan tidak memintamu masak. Toh aku bi-“ Ucapan Chanyeol terpotong karena jari Sohwa ada di depan bibirnya.

“Kau selalu lupa.. hari ini ulang tahunmu, Oppa.” Sela Sohwa sambil menurunkan jarinya. Kali ini, tangan Sohwa mulai menyentuh wajah suaminya itu. “Kau bahkan selalu mengingat hari merahku.” Sohwa menatap Chanyeol dengan lembut, dan dib alas Chanyeol dengan cengiran.

“Tak apa, toh istriku yang cantik ini selalu mengingatnya.” Chanyeol mencubit pipi Sohwa dengan gemas. Sohwa mulai meronta karena kesakitan.

Akhirnya, Sohwa mengajak suaminya itu untuk menuju meja makan. Sohwa tidak memasak terlalu banyak, dia memasak chapchae,doenjjang jigae, kimchi, dan yang wajib adalah sup rumput laut.

“Wah.. istriku memasak ini? Hebatnya..” Puji Chanyeol saat melihat makanan yang tersedia di meja makan.

“Ayo, kita makan.” Ajak Chanyeol. “Tapi, ayo suapi aku..” Pinta Chanyeol pada isterinya dengan manja.

“Baiklah, bayi besar.. Aaaaa..” Sohwa menyuapi Chanyeol hingga makanan Chanyeol habis.

“Baiklah aku yang cuci piring~” Chanyeol dengan sukarela mencuci piring. Baginya, Sohwa sudah terlalu lelah. Walaupun dia lelah, Chanyeol tak mau istrinya kelelahan sedikitpun.

Sohwa tersenyum melihati punggung suaminya yang sedang mencuci piring. Dia merasa bahagia dapat menjadi istri Chanyeol. Suaminya sangat baik dan sangat mencintai dirinya.

“Itu.. itu karena..”

“Karena Baekhyun hanya milik Sohwa.”

Ah, ingatan itu. Perkataan Anhee lagi-lagi terngiang di kepala Sohwa. Perasaan bersalah juga terus bersarang. Walaupun dia tidak melakukan apapun, tapi Sohwa merasa sudah merebut Baekhyun dari Anhee dan Hyeri.

“Aku jahat sekali.” – Sohwa.

“Astaga!” Sohwa terlonjak kaget. Bagaimana tidak, saat sedang melamun tiba-tiba Chanyeol memeluknya erat dari belakang. “Oppa! Aku kaget!” Sohwa kesal.

Oppa! Aku kaget!” Chanyeol mengikuti nada bicara Sohwa, sehingga isterinya makin kesal. “Aku rindu padamu tau!” Chanyeol mulai menciumi rambut Sohwa yang berbau strawberry itu.

Oppa! Hentikan.. geli!” Sohwa meminta Chanyeol menghentikan aktifitasnya. Tapi tetap saja Chanyeol tak mau berhenti. “Oppa! Kumohon..” Pinta Sohwa lagi, tapi suaminya tak menanggapinya.

Kringg..kring..

Oppa! Ada telpon.” Sohwa berusaha melepaskan pelukan Chanyeol. Tapi suaminya tetap tak bergeming.

Kringg..kringg..

OPPA!” Jerit Sohwa. Seakan tersadar Chanyeol melepas Sohwa. Isterinya langsung mengangkat telpon.

Yeobboseyo?” Kata Sohwa saat mengangkat telpon. “Oh, Sojung-ah. Kenapa?” Lanjut Sohwa. Chanyeol hanya memandangi isterinya dengan penasaran.

“A..apaa.. Sojung-ah.. A..apaa yang kau bilang?” Sohwa terdengar panik. Segera Chanyeol mendekati isterinya dan merangkulnya. “Ba..baiklah.” Sohwa mengakhiri panggilannya

“Kenapa?” Chanyeol yang jadi ikut panik. “Jawablah, sayang.” Chanyeol mengulangi permintaannya agar isterinya mau menjawabnya.

Appa.. Appa..” Sohwa tak sanggup melanjutkannya.

“Sesuatu terjadi dengan Abeonim.” – Chanyeol.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

Kyaaaaaaaaaa… setelah sekian lama aku hiatus. Heheh.. kuharap ff ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Amin~~ okedeh silahkan di lanjutkan bacanyaa yaaa..

17 responses to “Ordinary Hubby [Part III] – Sohwadreamer

  1. Aku bru sadar klo chap 2 ke chap ini jaraknya 1 tahun 😅
    Duuhh,, appa nya knp tuh? Jantungan?
    Kasian deh liat chanyeol, dia ga direstuin ama appanya sohwa,, yg direstuin malah sehun yg tukang selingkuh,,
    Anhee jg, kok baekhyun kejam bgt sih,, ga logis bgt klo alasannya krna sohwa,,
    Penasaran bgt, smoga updatenya cepat,, ditunggu ^^

  2. Woa.. Why Baek so brutally to His wife? What’s his relationship with Sohwa? >…< what happen to aboji? Next soon juseyo ~^^~

  3. Njirrr demi apa si baekk dapet kekuatan darimana nyiksa nyiksa gitu, perasaan biasanya juga ngondek boro boro manly apalagi kejam, sumpahh baek out of character banget disini, demi apa cy sweet banget sama istrinya sohwa, tapi gue kasian sama hyeri apalagi anhee kesiksa banget itu dia kenapa sihh gak cerai aja ? Gue yg kasian tau

  4. Lah? Kok makin kesini makin ribet nih kisah rumah tangga. Malah saling tau masalah keluarga yg gak seharusnya gak diketahui. Kalo kayak gini bakalan banyak pihak yg terkait kalo aibnya terbongkar, kan kasihan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s