[Ficlet] Survive – irnacho

005mfwrvgw1f2vz55bq1ij31kw1kwqj7

Kris Wu & OC || Sad, Romance || Ficlet

irnacho, © 2016

**

“In this world, there are 2 kinds of happiness.

The first one is, when 2 people who are in love with each other to be together.

The second one is, when the person you love is happy.”

Bugh!

Duag!

Pekikan tertahan serta bisik-bisik dari orang-orang sekitar yang menjadi saksi dimana seorang pria tengah memukuli pria lainnya menjadi pemandangan taman kota sore itu.

Tae Ri cukup terkejut ketika dirinya tengah berjalan dengan Yoon Gi dan tiba-tiba entah datang dari mana, tanpa ada penjelasan apapun Kris menghajarnya dengan membabi buta. Seperti orang kesetanan dia terus memukuli Yoon Gi seolah sudah sejak lama dia ingin melakukannya.

Taeri masih pada keterkejutannya hingga dia tidak bisa melakukan apapun selain menatap ngeri apa yang tengah Kris lakukan. Kesadarannya baru kembali ketika Kris hendak menendang wajah Yoon Gi yang saat itu sudah hancur lebih dulu karena pukulannya.

“Kris! Hentikan!” Tae Ri berlari dan berdiri di antara kedua pria itu. Menghalangi Kris yang ingin kembali melayangkan pukulannya yang entah sudah ke berapa kali.

“Minggir.” Ujar Kris dengan dingin.

Tae Ri menggeleng keras-keras. “Tidak!”

Tatapan Kris yang awalnya dingin kini berubah tajam menatap gadis itu. “Kau ingin membelanya?” Desisnya.

Tae Ri memejamkan matanya. Meringis pelan, dia menghela napas sebentar sebelum kembali mempertemukan manik mata mereka. Menghadapi Kris yang tengah marah adalah hal terakhir yang ingin Tae Ri lakukan sebenarnya.

“Tidak seperti itu. Ku pikir kau sudah keterlaluan. Kau tidak perlu–“

“Hey, Bung! Apa masalahmu sebenarnya?” Kalimat Tae Ri belum selesai ketika tiba-tiba saja Yoon Gi yang berusaha bangun memotong kalimatnya. “Kau datang entah dari mana dan memukuli seperti orang gila. Kita bahkan tidak saling mengenal.” Ucapan sinis Yoon Gi di tanggapi dengan baik oleh Kris. Pria itu tersenyum, bukan jenis senyum persahabatan tentunya. Berjalan ke arahnya, tidak mempedulikan Tae Ri yang masih berdiri menghalanginya. Kris melewati gadis itu begitu saja.

“Masalahku?” Tanyanya dengan nada rendah. Kris menarik kerah Yoon Gi membuat tubuh pria itu sedikit terangkat. “Masalahku…kau dengan beraninya menyentuh gadis ku, brengsek. Kau pikir kau siapa?”

Bugh!

Tae Ri terkesiap ketika pukulan kembali mendarat di wajah Yoon Gi. Gadis itu meringis melihat bagaimana hancurnya wajah Yoon Gi saat ini. Kris benar-benar seperti orang kesetanan, pikirnya. Dia bahkan tidak menyadari jika tangannya ikut terluka karena kencangnya dan banyaknya pukulan yang dia berikan.

Kris ingin memberikan pukulan yang lain untuk Yoon Gi ketika Tae Ri dengan cepat menahan tangannya. Hampir saja mengenai wajahnya jika Kris tidak buru-buru menghentikannya.

“Sudah cukup, Kris.” Katanya. Kali ini dengan nada sedikit lemah.

Kris membuang muka ketika mendapati sorot kekecewaan serta luka di mata gadis itu. Jika sudah mendapati Tae Ri yang seperti ini tidak ada alasan lagi bagi Kris untuk tetap membantahnya. Nada suara Tae Ri yang lemah berangsur-angsur mengembalikan akal sehatnya. Meredakan amarahnya dalam hitungan menit. Dengan sangat terpaksa Kris menurunkan tangannya yang terkepal di udara. Pria itu menghela napas, mulai mengontrol emosinya.

Tatapannya kembali beralih pada sosok Yoon Gi yang masih terkapar di tanah. Sorot tajam itu kembali ketika menatap pria di hadapannya.

“Dengar! Jika aku bertemu lagi denganmu, aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu. Maka, usahakan jangan pernah menunjukan wajahmu di hadapanku. Mengerti?”

Setelah menyelesaikan kalimatnya Kris pun menarik lengan Tae Ri untuk di bawanya pergi dari sana. Dan Tae Ri hanya bisa menurut ketika Kris mendorongnya masuk ke mobilnya.

Meski ada sedikit rasa khawatir di hatinya akan keadaan Yoon Gi. Biar bagaimana pun pria itu tidak tahu apa-apa, tapi mau bagaimana lagi? Dia tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti Kris. Bukan pilihan yang bagus jika dia menentang Kris saat ini, sama saja dengan memperburuk keadaan.

*

Tidak ada yang bicara. Hanya suara detak jarum jam yang mengisi keheningan di antara mereka. Satu pun dari keduanya tidak ada yang berniat untuk membuka suara lebih dulu.

Tae Ri sibuk dengan perban dan segala macam obat di tangannya untuk mengobati luka di tangan Kris. Gadis itu tidak mengatakan apapun, begitu pun dengan Kris. Bahkan ringis kesakitakn sekecil apapun tidak terdengar dari bibirnya ketika obat merah atau alcohol di bubuhkan di atas lukanya. Kris tetap bergeming dengan wajah dinginnya menatap segala gerak gerik Tae Ri yang tengah mengobatinya.

“Siapa laki-laki itu?” Hingga keheningan itu di pecah oleh satu pertanyaan yang sudah Tae Ri tebak sebelumnya akan di utarakan oleh Kris.

Tanpa mendongak, Tae Ri menjawab tanpa beban. “Calon suami ku.”

Rahang Kris mengeras ketika mendengar jawaban dari kekasihnya ini. Kekasih? Tentu saja Tae Ri adalah kekasihnya, kekasih yang sangat di cintainya. Jika bukan, untuk apa Kris membuang tenaga dan mempermalukan dirinya di depan umum dengan memukuli orang lain? Dia tidak segila itu.

Kris tidak langsung menjawab meski jauh di dalam sana dia ingin berteriak dan memaki. Dia hanya terus diam, menatap gadisnya tanpa berniat mengalihkan pandangannya kemana pun.

Hingga pekerjaan Tae Ri selesai, gadis itu pun segera membereskan peralatan obat-obatan ke dalam satu wadah kotak transparan.

“Sudah selesai. Kau istirahatlah, aku akan pulang.” Ucap gadis itu. Lantas berdiri. Dia bahkan tidak mempedulikan jika kalimat pertamanya belum mendapatkan tanggapan apapun dari pria di depannya.

Tae Ri hendak berbalik namun mengurungkan niatnya ketika pergelangannya di tahan. Untuk pertama kalinya setelah melewati keadaan paling canggung sepanjang hubungan mereka, Tae Ri mempertemukan matanya dengan milik Kris untuk mendapatkan sorot luka dari tatapan pria yang masih di cintainya ini.

“Apa kau benar-benar menginginkannya? Perpisahan kita. Kau sungguh menginginkannya, Kim Tae Ri?” Tanya Kris parau.

Tae Ri membuang pandangannya. Menggigit bibir bawahnya, sekuat tenaga menahan agar cairan yang mulai menggenang di pelupuk matanya tidak tumpah. Hatinya berkedut sakit mendengar nada putus asa dari suara Kris.

“Demi kebaikan kita berdua.” Jawab Tae Ri kemudian, setelah diam-diam menarik napas untuk sekedar menenangkan dirinya.

“Kebaikan kita?” Kris berdiri. Menarik bahu gadis itu sedikit paksa agar menghadap ke arahnya sepenuhnya. “Kebaikan kita berdua adalah tetap bersama.”

“Kris–“

“Apa aku pernah mengatakan jika aku mengijinkanmu menikah dengan pria lain? Aku calon suamimu, aku yang akan menikahimu. Bukan pria lain.”

Tae Ri menghela napasnya berat. Di tatapnya Kris lekat-lekat, “Kita sama-sama tahu jika hubungan kita tidak akan pernah bisa selamanya. Bukan hanya aku, orang tuamu juga sudah menyiapkan gadis lain untuk menjadi istrimu. Tidakkah kau lelah? Tidakkah kau ingin menyerah?” Tanya Tae Ri dengan nada putus asa yang sama.

“Apa kau lelah? Kau ingin menyerah?”

Tidak lagi sanggup menahannya, air mata pun di biarkannya jatuh membasahi pipinya. Tae Ri menggeleng keras dengan isakan yang mulai terdengar. “Bukan–seperti itu.” Tae Ri membiarkan tangisnya pecah.

Kenapa Kris tak kunjung mengerti? Dia hanya tidak mau kedua orang tuanya kembali menyakiti Kris. Seperti dua minggu lalu, ketika anak buah ayahnya memukuli Kris sampai babak belur. Kemudian sebulan yang lalu saat Kris hampir saja kehilangan nyawanya karena pria itu nekat kabur dari penjagaan orang tuanya hanya untuk menemuinya. Tae Ri tidak sanggup jika harus melihat Kris terus-terusan tersiksa. Dia lebih baik kehilangan pria itu dari pada mendapatinya menderita karena mempertahankan hubungan mereka.

Sentuhan lembut di pipinya membuat Tae Ri mendongak dan mendapati tatapan lembut Kris. Jari-jarinya yang panjang menyeka air matanya sebelum dia memberikan satu kecupan ringan di keningnya.

“Harus ku bilang berapa kali? Aku akan tetap mempertahankanmu apapun yang terjadi. Tidak peduli jika seluruh isi dunia berbalik memusuhi kita, aku akan tetap bersamamu.” Kris menyentuh bibir Tae Ri dengan ibu jarinya ketika gadis itu ingin mengatakan sesuatu. “Aku tidak membutuhkan ijin darimu. Kau hanya perlu berdiri di sisi ku maka aku akan sanggup menjalani masalah apapun yang datang.”

Hanya bisa tersedu-sedu, Tae Ri tidak sanggup mengatakan apapun. Kris tersenyum kecil lantas menarik gadis itu ke pelukannya. Mendekapnya dengan erat namun tidak menyesakan. Hangat dan nyaman. Tempat ternyaman yang selalu menjadi favorit Tae Ri.

“Cukup katakan jika kau mencintaiku.” Bisik Kris seraya mengelus rambut Tae Ri dengan lembut.

“Aku–mencintai–mu.” Ucap gadis itu sedikit tersendat.

Kris tersenyum tipis. Mengeratkan pelukannya dia kembali membisikan. “Seperti itu sudah cukup. Aku juga mencintaimu.”

“Can I be the one beside you?”

“Don’t cry, no one will bully you anymore.”

“I am still willung to do anything for you. Willing to be the person you trust the most.”

FIN


apalah iniii cuma karena liat foto2 teaser sweet sixteen trusb quote2 nya, langsung baper dan gatel pengen bikin epep. kebetulan lg kangen jg sama couple satu ini. udah lama aku ga nulis ff kayaknya haha *lebay padahal mah ga ada yg nungguin jg yeeee

dan apa pula ini, knp aku make nama yoon gi cobaaaa? semoga fika ga baca *ups :p

ah syudahlah….

 

regards,

Mrs. Wu

19 responses to “[Ficlet] Survive – irnacho

  1. Ko baru nongol kaaa??? Penantian panjang lohhh *julit wkwk
    Kangen WuRi… Sumpah kaya dah lamaa banget ga denger couple WuRi nongol diblog ini, srasa ada pait2nya gituu
    Ehh giliran nongol dibikin sad ceritanya huhuuu😦
    Miss a lot ama kaka, ga lg hibernasi kan kaa??
    Ditunggu next fanfict ya ka… Paiii

  2. Kamu menyakiti yoongi-KU gaaaaak (crying sambil meluk jimin *tetep yhaaa jimin*)
    Mudah2an aku gak baca? Iya sih sebenarnya gamau baca, tapi pas liat posternya…..ummmm dan beginilah.
    Udhh sih kris apa banget, kalo mama papanya taeri ga setuju sama kalian, udah lepasin aja taeri buat yoongi. Ih ih ih kan kamu bisa sama kak irna, ato kalo kak irna masih kalah cantik sama taeri kan masih ada (UHUK) aku~~~

  3. Keren kaa ceritanyaaa….
    Saya suka saya sukaa
    Btw, aku masih pembaca baru kak, hehe
    Salam kenal ~~

  4. Rasa rindu terobati dengan keluarnya ff ini. Ahhhh miss banget sama couple favorite aku yang satu ini wkwkkk… Kangen save her juga, kapan di lanjut kak?? Aku setia kok nunggunya wkwkss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s