.:JunHee Veiled:. Joonmyun’s Blind Date – By Neez

Joonmyun’s Blind Date || Junhee Universe, Romance, Comedy, Friendship || Oneshot || PG15+

Kim Joonmyun / EXO Suho || Oh Jaehee / OC 

Hwang Kwanghee / ZE:A || Kim Jongin / EXO Kai || Lee Hana / OC

© neez

Kalau saja Joonmyun tahu jika Kwanghee mengajaknya bertemu hari ini hanya untuk mengatakan hal setidak penting ini, lebih baik Joonmyun tadi mengikuti kata hatinya saja untuk datang ke rumah Jaehee. Apalagi kekasihnya itu sekarang sedang hobi pamer!

   Pamer wajahnya, tentu saja. Setelah melewati fase ’ganti kulit’ yang menyakitkan dan membuat tingkat emosi Jaehee seperti saat ia menstruasi, akhirnya kulit wajahnya kembali terlihat cerah, sehat, dan tentu saja kinclong. Meski Joonmyun berulang kali mengatakan bahwa biar pun wajahnya ada jerawat dan masih berkelupas, Jaehee tetap cantik, gadis itu tetap tidak percaya dan malah memelototi Joonmyun hingga mengancam tidak mau bertemu dengannya lagi.

   Memang harus Joonmyun akui, wajah Jaehee pasca perawatan di dermatologis jauh lebih bersih dan licin dibandingkan sebelum-sebelumnya, tetapi meskipun Jaehee tidak melakukanpeeling, Joonmyun tetap tidak masalah!

   Pertama kali ia bertemu Jaehee memang kekasihnya sedang dalam keadaan full make updengan tatanan rambut dan gaun yang indah. Tapi tidak lantas membuatnya langsung jatuh cinta, meski ia harus mengakui bahwa Jaehee sangat cantik. Ia justru jatuh cinta karena sifat dan keterusterangan gadis itu di saat pertamakali mereka berjumpa. Masalah wajah, baginya kecantikan seseorang itu kan relatif. Ia bisa saja berargumentasi bahwa Jaehee adalah gadis tercantik di dunia, tetapi tidak semua orang akan setuju dengannya, bukan?

   Dan ia melihat wajah polos Jaehee tanpa make up setelah mereka berkencan, saat ia main ke apartemen Jaehee. Di hadapannya, ketika mereka baru pertamakali berkencan, Jaehee sama sekali tidak keberatan menunjukkan wajah polos tanpa make up, bahkan wajah benar-benar baru bangun tidur. Tapi bahkan, pada saat itu, Joonmyun tetap merasa kekasihnya cantik. Tanpa make up dan dengan sedikit ehem liur di sekeliling bibirnya. Joonmyun jadi geli sendiri jika ingat, betapa slebor-nya Jaehee di hadapannya dulu, meski jika keluar ia akan memakaimake up. Berbeda dengan sekarang, setelah perasaan mereka benar-benar sama. Ia belum pernah melihat Jaehee begitu khawatir dengan penampilannya seperti ini. Gadis itu mungkin tidak mau mengakuinya, tapi Joonmyun punya firasat bahwa ini ada hubungannya dengan mantan kekasihnya yang berprofesi sebagai member girl group.

   Kembali pada sahabatnya, Kwanghee Hyung. Hari ini mereka bertemu di sebuah kafe, di bilangan Gangnam, yang merupakan milik salah seorang entertainer ternama juga, sehingga privasi di tempat ini cukup terjaga dengan baik. Joonmyun mengira, Kwanghee akan mengajaknya bertemu untuk makan saja, tapi tidak pernah menyangka Kwanghee akan bicara mengenai…

   ”Ayolah, Joonmyun-ah, kau harus kencan!”

   Joonmyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan melirik Kwanghee dari sudut matanya. ”Tapi, aku… ehem, belum punya waktu untuk berkencan, Hyung.” Jawabnya lirih. Ia tidak berani menatap mata Kwanghee secara langsung, karena ia tahu ia bukan pria yang pandai berbohong.

   Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa ia memilih berbohong, bahkan pada sahabatnya sendiri mengenai statusnya sekarang. Dan bukan karena ia malu mengakui kekasihnya, tetapi ia merasa lebih sedikit yang mengetahui kisah cinta diam-diam mereka, lebih baik. Semakin banyak orang yang tahu, rahasia itu akan semakin rawan terbongkar, bukan? Apalagi dengan orang macam Kwanghee. Cukup Kyu line saja yang tahu selain EXO dan keluarganya. Itu pun Kyu line tahu karena memeriksa ponselnya dengan sembarangan!

   ”Apanya yang tidak punya waktu?! Semua orang punya waktu kalau memang benar-benar berniat!” balas Kwanghee tidak sabar. ”Dengar, dengar… aku punya seorang teman yang sangat cantik, dan kurasa dia tipemu, Joonmyun-ah!”

   Tapi pacarku lebih cantik dimataku, batin Joonmyun. Ia hanya bisa menghela napas, kenapa sahabatnya ini begitu pemaksa sekali? ”Cantik itu relatif, Hyung. Dan tahu darimana kau tipeku?” kekeh Joonmyun.

   ”Kau pasti tidak suka wanita yang berisik, kan?”

   Joonmyun termenung. Rasanya kalau Jaehee yang berisik, ia tidak akan keberatan.

   ”Pokoknya, gadis ini tipemu sekali. Aku akan atur pertemuan kalian. Bagaimana? Malam-malam saja seperti ini… malah kalau berjalan sukses, kalian bisa langsung berkencan. Apartemennya dekat sini…”

   ”Anhi, anhiHyung, kenapa kau begitu bersemangat?”

   ”Kau ini seperti biksu saja, Joonmyun-ah. Aku ragu kau bisa mendekati seorang gadis!” Kwanghee kini berdecak, meremehkan.

   Astaga, dia tidak tahu saja~

   ”Apa yang harus kulakukan agar kau berhenti menjodoh-jodohkanku dengan wanita, Hyung? Aku yakin aku bisa cari pacar sendiri…” ringis Joonmyun tanpa bermaksud membuat Kwanghee tersinggung. ”Bukannya aku tidak percaya bahwa gadis yang kau kenalkan tidak cantik… tapi kurasa aku…”

   ”Aku akan berhenti kalau aku melihatmu bisa mencari gadis sendiri, Joonmyun-ah. Kau harus bisa berkencan…”

   Tapi, aku bisa berkencan. Batin Joonmyun keki.

   ”Bagaimana?!” tanya Kwanghee penuh semangat, dan sedikit meremehkan sebenarnya. ”Apa kau bisa melakukannya, leader EXO? Sudahlah, jangan takut… kalau kau hati-hati, kau takkan ketahuan oleh fans kalau kau berkencan…”

   Menghela napasnya, Joonmyun memijit pelipisnya.

   ”Bagaimana?”

   ”Tapi aku benar-benar belum ingin berkencan, Hyung.”

   ”Omong kosong! Tidak ada laki-laki yang bisa tahan tidak berkencan!” tukas Kwanghee. ”Kau mau hormonmu itu sakit-sakit? Salah-salah, kau bisa-bisa benar-benar jadi kakek tua…”

   Apa-apaan Kwanghee Hyung ini?

   ”Bagaimana?”

   ”Baiklah akan kupikirkan. Oke, Hyung?”

*           *           *

 

Ting. Tong. Ting. Tong.

   Ting. Tong. Ting. Tong.

   Ting. Tong. Ting.

   KLEK.

   ”Oh, Noona… kukira anak kecil main-main bel?” alis Jongin terangkat tinggi melihat Jaehee di depan pintu apartemen Hana. Sebenarnya ia sedang menunggu Hana kembali dari kampusnya, dan sekarang sebetulnya sudah waktunya kekasihnya itu pulang.

   Yang muncul tapi malah kekasih Hyung-nya tercinta.

   ”Mianhae.” Jaehee melangkah masuk dan menutup pintu, sambil berjalan cepat ke ruang tengah dengan serampangan, tidak peduli dengan Jongin yang terheran-heran dengan sikapnya.

   Jongin beranjak ke dapur dan mengambil gelas. Setidaknya, karena disini rumah kekasihnya, ia harus bertindak seperti tuan rumah, ”Noona, kau mau minum?”

   Menjilat bibirnya yang kering, Jaehee menjawab singkat, sebelum melipat kedua tangannya, dan kedua kakinya bersila di atas sofa. Tak lama Jongin kembali dari dapur dan membawakannya minum.

   ”Ada apa, Noona?” tanya Jongin penasaran.

   Jaehee menyeringai, berusaha menutupi kegugupannya. Ia menerima gelas yang disodorkan Jongin dan menenggaknya dalam sekali teguk. Jongin geleng-geleng kepala. Jaehee dan Joonmyun sama saja, pikirnya. Berubah jadi unta kalau sudah bertemu air.

   ”Jadi,” kata Jaehee begitu sudah menurunkan gelasnya dan menatap Jongin, menyeringai, dan menaik-naikkan alisnya meniru kebiasaan Joonmyun. ”Bagaimana?”

   ”Apanya yang bagaimana Noona?” tanya Jongin heran.

   ”Jangan pura-pura. Kau dan Hana kemarin berlibur ke Amerika Serikat, kan? Bagaimana?” alis Jaehee terangkat-angkat lagi. ”Jangan bohong, Kim Jongin. Kau apakan Hana disana?”

   Wajah Jongin berubah merah seketika.

   ”Oh iya, bagaimana gaun tidur putih yang Hana pakai? Apa cocok?”

   ”Astaga! Noona! Bagaimana… bagaimana…” Jongin bahkan tidak mampu merangkai kata-kata dipojokkan Jaehee seperti itu, dan yang lebih menyebalkannya lagi, Jaehee malah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Jongin yang misuh-misuh seperti ini.

   Jaehee mengibaskan rambut ala Cheon Song Yi-nya ke kebelakang dengan lagak sok penting, ”Tentu saja aku tahu. Dan sudahlah, Jongin-ah, tidak perlu malu-malu padaku. Kalian pergi disaat hari kedewasaan Hana. Kau kira aku tidak tahu apa maumu, eoh? Eiy, jinjjaboys will be boys.”

   ”Ya begitulah, Noona…”

   ”Begitu bagaimana?” desak Jaehee dengan nada menggoda. ”Aku tahu kau pasti melakukan sesuatu disana. Lagipula, gaun tidur Hana itu tidak mungkin tidak… err, apa istilahnya… turn you on, ya kan?”

   Jongin memilih tidak menjawab, dan malah balik bertanya, ”Oh itu darimu, Noona?”

   ”Itu punyaku,” Jaehee bersandar di sofa, ”Dan aku tidak pernah gagal kalau mengenakan gaun itu.” Ia mengedipkan matanya pada Jongin yang terbelalak kaget, lalu terkekeh. ”Sudahlah, tidak usah malu-malu. Aku tahu Hana dan Joonmyun sama-sama polos dan bodoh, hah…” dia menggelengkan kepalanya, ”Kenapa kita bisa berkencan dengan dua orang super polos di dunia?”

   Jongin mengangguk-angguk setuju, ”Matjayeo, Noona. Kenapa mereka berdua bisa begitu bodoh?”

   ”Entahlah. Aku pun heran sampai saat ini masih ada pria sekonservatif Joonmyun di dunia ini. Hana juga, sudah dewasa tetap saja polos…”

   ”Bukan polos, Noona, dia bodoh!” decak Jongin putus asa.

   Tiba-tiba mereka berdua tertawa geli. Kalau Joonmyun dan Hana mendengar percakapan mereka, bisa dipastikan keduanya akan mulai merengek-rengek tidak jelas.

   ”Keundae…” Jaehee tersenyum lembut pada Jongin, ”Mau sebodoh dan sepolos apa pun, kita tetap saja tidak bisa berpaling. Sayang sekali…”

   ”Kau benar, Noona…”

   ”Apa yang benar?” tanya Hana tiba-tiba penasaran, sambil memegang sepatunya dan menatap Jaehee serta Jongin dengan mata dipicingkan curiga. Ia bisa mendengar suara tawa keduanya. Dan ia sedikit kesal saat ia dihiraukan ketika memberi salam.

   Jaehee dan Jongin buru-buru menoleh, dan wajah keduanya memerah seketika. Setengah malu dan setengah kaget. Mata Hana semakin menyipit curiga menatap keduanya.

   ”Kau sudah pulang, Han-ah. Kenapa tidak memberi salam?” tanya Jongin.

   ”Aku tidak dengar kau pulang.”

   Hana berkacak pinggang. ”Itu karena kalian sibuk tertawa-tawa berdua! Malhaebwa, apa yang kalian bicarakan?” ia menatap Jaehee dan Jongin bergantian, dengan mata melotot, berusaha galak. Tapi Jaehee malah mendapatinya mirip dengan berang-berang di film Narnia yang marah-marah. Persis Joonmyun, yang mau marah seperti apa pun malah tampak seperti kelinci berbulu putih yang lucu.

   Jongin bangkit dari duduk bersilanya di bawah dan malah mencubit pipi Hana keras, ”Kau mau tahu saja urusan orang, Han-ah!”

   ”AAAAA, APPEO! Eonnie, Jongin melakukan kekerasan padaku!” rintih Hana menggapai-gapai minta tolong pada Jaehee.

   Jaehee hanya menyeringai, sama sekali tidak berniat menolong Hana. Baginya, Jongin dan Hana sangat menggemaskan jika sedang berdua begini. Membuatnya iri saja, pikirnya.

   ”Oh iya, Noona, kau kesini mencari Hana kan?” tanya Jongin buru-buru sebelum Hana kembali bertanya pembicaraan apa yang ia bahas tadi bersama Jaehee. ”Kenapa Noona mencari Hana?”

   Jaehee berdeham. ”Aku punya masalah yang ingin kubicarakan dengan Hana. Tapi ada kau juga tak apa, sekalian. Barangkali kalian bisa membantu…”

   ”Oh masalah apa, Eonnie?” Hana masih berusaha melepaskan tangan Jongin yang berada pada pipinya.

   Dan mengalirlah keluh kesah Jaehee pada Hana dan Jongin yang mendengarkan dengan seksama sambil duduk bersila di lantai, sementara Jaehee di sofa.

   ”Begitu… bagaimana menurut kalian?”

   Jongin menghela napas, dan berpikir. Sementara Hana berdecak, ”Kenapa Eonnie malah berpikir keras? Eonnie lebih baik pergi dan keluar, lakukan apa yang Eonnie pikirkan, jangan ragu-ragu!”

   ”Kau yakin?” tanya Jaehee, malah ia yang ragu dengan pemikirannya.

   ”Tentu saja!” Hana mengangguk-angguk, ”Eonnie tidak perlu takut. Tidak akan ada yang marah. Dibandingkan siapa pun, Eonnie paling berhak melakukan hal itu, ara?

   Jongin tersenyum miring.

   ”Bagaimana menurutmu, Jongin? Kalau kau kan laki-laki… bagaimana kalau Hana melakukan apa yang ingin kulakukan?”

   Memiringkan kepalanya, berpikir, Jongin mengangguk, ”Kurasa… aku akan bersyukur kalau kekasihku melakukan hal itu, Noona.” Ia melirik Hana penuh arti, dan entah kenapa wajah Hana mendadak memerah.

   Membuat Jaehee ingin muntah!!!

 

*           *           *

From    : Baby~

            Keurae. Kau boleh melakukannya.

            Tapi kau harus jujur padaku

            Tempatnya dimana, jam berapa, bersama siapa!!!

 

Menghela napas kecewa, Joonmyun membalas pesan Jaehee.

 

To        : Baby~

            Oh, aku janji tidak akan lama, Sayang.

            Aku janji kami tidak akan melakukan apa pun selain berkenalan.

            Aku janji ini yang pertama dan yang terakhir kali.

            Aku janji aku tidak akan membiarkan Kwanghee Hyung melakukan ini lagi

            Aku di Cafe Ten, Sektor XX,

            Aku masih bersama Kwanghee Hyung

 

   Dan tak ada balasan lagi dari Jaehee sama sekali. Joonmyun merasa bersalah sekali. Kenapa juga ia harus minta izin untuk melakukan kencan buta dengan kekasihnya. Ia yang terlalu jujur atau bagaimana. Pastilah Jaehee sedih. Tidak seharusnya ia menerima ajakan Kwanghee.

   ”Hyung, tapi tidak ada seorang wanita pun disini…” bisik Joonmyun memperhatikan sekeliling mereka.

   Kwanghee menyuruhnya diam, sambil menyantap hidangan di hadapannya, ”Kau jangan pesimis begitu, Joonmyun-ah. Biasanya disini akan banyak gadis-gadis kuliahan, atau bahkan sudah bekerja… disini merupakan tempat yang bagus, spot yang bagus untuk berkenalan dengan perempuan. Dan…”

   Joonmyun tidak nyaman duduk di tempatnya. Ia gugup, memikirkan bagaimana ia harus mengajak seorang gadis berkenalan, sementara ia tahu ada gadis lain yang menunggunya di rumah. Menantinya pulang, dan tahu bahwa ia akan bertemu gadis lainnya malam ini.

   Ia ingin mengubur dirinya saja rasanya.

   ”Hyung, kurasa ini bukan ide yang bagus…” kata Joonmyun lagi. Ia tidak bisa mengenyahkan rasa bersalah yang bercokol di perutnya mengingat kekasihnya yang tidak pernah kemana-mana, tapi hanya berdiam diri di apartemen dan menungguinya.

   Dan apa yang ia perbuat untuk membalas kesetiaan gadis itu?

   Kencan buta dengan gadis lain?

   Mati saja kau Kim Joonmyun!!!

   ”Nah, nah… itu ada gadis! Itu ada gadis!” seru Kwanghee bersemangat saat melihat seorang gadis memasuki ruangan kafe tersebut, sendirian. Dan Joonmyun menelan ludahnya kuat-kuat saat Kwanghee yang penuh semangat menunjuk-nunjuk gadis yang baru saja masuk itu.

   Gadis itu mengenakan topi dan kacamata hitam. Ia meletakkan tasnya di meja, sebelum duduk dan melepas mantelnya perlahan-lahan. Sayangnya, gadis itu duduk membelakangi mereka berdua.

   ”Ini kesempatanmu, Joonmyun-ah! Gadis itu cantik! Omonaaaa… seksi sekali dia…” puji Kwanghee begitu ia melihat apa yang dikenakan gadis itu saat mantel panjangnya sudah terbuka.

   Joonmyun menyipitkan matanya untuk melihat profil gadis itu.

   ”Ayo!”

   ”Tunggu, Hyung, dia bahkan belum memesan sesuatu!” sanggah Joonmyun, masih tidak begitu ingin melakukan kencan buta yang dipaksa oleh Kwanghee. Kwanghee terpaksa setuju kali ini, karena ia melihat seorang pelayang mendekati gadis itu dan gadis itu sepertinya memesan sesuatu.

   Begitu si pelayan pergi, Kwanghee menyenggol lengan Joonmyun lagi.

   ”Tapi, Hyung…”

   ”Dengar, Joonmyun-ah… di kafe ini, hanya ada kita berdua, dan dia… selebihnya di smoking room diluar. Lebih baik kau berkenalan sekarang, dibandingkan nanti ketika tempat ini sudah diisi orang lagi. Kau bilang kau tidak mau dilihat oleh banyak orang bukan?”

   Menggaruk kepalanya, Joonmyun tidak menatap gadis itu dengan minat sama sekali.

   ”Ayolah, Joonmyun-ah…”

   ”Baiklah.” Lebih cepat ia menyelesaikan ini, lebih baik. Kwanghee tidak akan mendesaknya untuk ikut kencan buta, atau bahkan lebih parah mengenalkannya pada gadis lain. Joonmyun berdiri, mendapatkan seruan fighting dari Kwanghee, sebelum berjalan ke arah gadis itu.

   Entah kenapa, semakin Joonmyun mendekat pada gadis itu, profilnya semakin familiar di mata Joonmyun. Jantungnya berdebar-debar, apalagi begitu ia sampai di hadapan gadis yang sedang menekuni buku menu dengan seriusnya. Kedua matanya melebar melihat siapa gadis yang begitu familiar di hadapannya ini.

   Gadis itu mendongak, dan buru-buru meletakkan buku menunya. Ia tersenyum canggung, dan pandangan matanya bertanya-tanya. ”A…ada apa?”

   ”A…ani…yo…” Joonmyun menjilat bibir bawahnya yang mendadak kering. Ia melirik ke arah Kwanghee yang menatapnya penuh minat dan semangat. Tangan Kwanghee melambai-lambai, menyuruhnya untuk meneruskan perkenalannya dengan gadis ini. ”Bo…bolehkah…”

   Kwanghee mendecakkan lidahnya. Kesabarannya habis, ia berdiri dan dalam waktu singkat saja kini telah berdiri disamping Joonmyun, ia tersenyum pada gadis yang masih menatap Joonmyun dengan penuh tanda tanya. ”Annyeonghaseyo. Maaf mengganggu…”

   ”Ah, aku tahu kau!” gadis itu menunjuk Kwanghee. ”Kau pasti… Hwang Kwanghee dari ZE:A kan?”

   Kwanghee langsung tertawa. Bahagia karena ia lebih dikenal dari leader EXO yang sensasional itu. ”Ah kau benar sekali, salam kenal…” ia menyodorkan tangannya, dan gadis itu malu-malu menjabatnya. ”Apakah kau penggemar ZE:A?”

   ”Ah, aku…” gadis itu menekap mulutnya malu-malu, ”Aku suka dengan Im Siwan…”

   Kwanghee berdecak, ”Selalu Siwan! Ah tapi tak apa-apa, kali ini bukan tentangku…” ia merangkul Joonmyun, ”Apa kau kenal dia, Nona?”

   ”Ah… aniyo…” gadis itu menggeleng. ”Apakah… dia member ZE:A?”

   Dan Kwanghee semakin puas sekali tertawa. Kapan lagi ada gadis yang bisa mempermalukan EXO? Bukannya ia senang EXO dipermalukan, ia hanya merasa bangga untuk pertamakalinya dia memiliki popularitas yang lebih daripada seorang EXO.

   EXO. E. X. O. Kalau kata Sehun.

   ”Dia ini bukan member ZE:A, Nona… dia ini leader dari EXO. Apa kau tahu EXO?” tanya Kwanghee.

   Dan gadis itu menekap mulutnya lagi. Matanya melebar kaget. ”Jinjjayo? Dia member EXO?”

   ”Ne. Sahabatku ini adalah member EXO,” Kwanghee dengan bangga meremas-remas bahu Joonmyun, dan Joonmyun sudah keki sekali di sampingnya. ”Kenalkan, kenalkan… ayo Joonmyun, salam dia!” desis Kwanghee pada telinga Joonmyun dan mendorong lengan Joonmyun agar terulur.

   Joonmyun berdeham, berusaha menjaga sikapnya. Bagaimana pun leader EXO satu ini terkenal dengan manner-nya bukan. Ia mengulurkan tangannya, yang langsung dijabat gadis itu dengan ragu-ragu.

   ”Namaku Kim Joonmyun.” kata Joonmyun lembut.

   Gadis itu tersenyum sambil menjabatnya, ia mendongak dan menjawab, ”Joonmyun-ssi, aku Oh Jaehee. Senang berkenalan denganmu…”

   ”Senang berkenalan denganmu.” Jawab Joonmyun sambil tersenyum.

   ”Omo~” Kwanghee terkikik melihat bagaimana bibir Joonmyun tertarik ke atas membentuk lengkungan yang akan membuat EXO L, khususnya penggemar Joonmyun berteriak-teriak.

   Kim Joonmyun benar-benar tersenyum lembut. Senyuman yang belum pernah Kwanghee lihat!

   Daebak. Pria ini pasti sedang jatuh cinta pada pandangan pertama, pikirnya.

   ”Nona Jaehee sendirian?” tanya Kwanghee, memutus kontak mata indah antara Joonmyun dan Jaehee.

   Jaehee mengangguk. ”Ne,”

   ”Mau bergabung ke meja kami?” tawar Kwanghee.

   ”Ah, gwenchana?” tanya Jaehee ragu-ragu dengan tawaran Kwanghee, dan ia melirik Joonmyun yang tersenyum seolah mempersilakannya untuk bergabung dengan mereka. Akhirnya ia mengangguk. Joonmyun menawarkan diri untuk membawa mantel Jaehee, yang membuat Kwanghee bahagia setengah mati.

   Kini, mereka bertiga sudah duduk berhadapan di meja tempat Joonmyun dan Kwanghee duduk berdua tadi. Dengan seluruh pesanan Jaehee diminta untuk diantarkan pada meja mereka.

   ”Jaehee-ssi, boleh kami tahu apa pekerjaanmu?” tanya Kwanghee penasaran. Karena setelah mereka bertiga duduk, dengan posisi Joonmyun mengambil tempat di samping Jaehee, keduanya tidak mengeluarkan sepatah kata pun, meski  anehnya, tidak terlihat canggung sama sekali.

   Keduanya justru terlihat begitu nyaman diantara satu sama lain.

   ”Aku? Aku sedang tahun akhir di universitas… dan sedang belajar menjadi desainer,” jawab Jaehee pelan sambil memakan samgyeopsal-nya pelan-pelan. Kwanghee mengangguk-angguk, ia menatap Joonmyun yang sibuk memotong-motong daginng, dan menghela napas sebelum menendang kaki pria itu.

   Joonmyun mendongak, sedikit meringis.

   ”Gwenchanayo, Joonmyun-ssi?” tanya Jaehee khawatir, mendengar ringisan Joonmyun.

   ”Aniyo, gwenchanayo…”

   Kwanghee berkata, ”Ajak dia bicara, babo!” serunya tanpa suara pada Joonmyun yang menghela napas.

   ”Kau sendirian saja, Jaehee-ssi?” tanya Joonmyun.

   Jaehee meringis, dan mengangguk.

   ”Aniyo, gwenchana, jangan tersinggung, Jaehee-ssi… kami hanya heran kenapa gadis secantik dirimu sendirian.” Kata Kwanghee buru-buru dan melempar senyum pasta gigi pada Jaehee.

   Alis Joonmyun terangkat tinggi.

   ”Oh. Kebetulan aku belum makan, tadi aku sibuk mengerjakan sketsaku… tidak terasa sudah malam, dan aku bosan… jadi aku memutuskan jalan-jalan. Kalau kalian berdua? Apa sedang tidak ada jadwal?”

   Kwanghee memberi isyarat agar Joonmyun menjawab pertanyaan itu, dan Joonmyun menjawab, ”Kami hanya sedang makan saja…”

   Kwanghee geleng-geleng. Jawaban macam apa?

   ”Ah…” Jaehee mengangguk-angguk dan kembali melahap nasinya. Ia kemudian terkekeh, ”Apakah tidak apa-apa, kalau kalian dilihat orang sedang bersama seorang gadis?”

   ”Tidak akan ada yang lihat, Jaehee-ssi, tenang saja… tempat ini aman.” Kata Kwanghee meyakinkannya.

   Jaehee mengangguk-angguk.

   ”Hoksi, Jaehee-ssi… apakah kau… sudah punya pacar?”

   Baik Jaehee dan Joonmyun tersedak pada saat yang bersamaan.  Dan Kwanghee terkekeh. Dua orang di hadapannya ini sangat lucu dan serasi, Joonmyun benar-benar mendapatkanjackpot malam ini. Kwanghee bahkan bisa melihat gadis itu sedikit melirik ke arah Joonmyun, yang berpura-pura cool, sebelum menjawab, ”Aku tidak punya pacar, Kwanghee-ssi.”

   ”Dahaengida.” Ucap Kwanghee penuh syukur dan melirik Joonmyun penuh arti. ”Sama seperti Joonmyun.”

   ”Hmm? Bukankah memang idol tidak punya pacar?” tanya Jaehee polos.

   Kwanghee mengibaskan tangannya. ”Tidak semua idol tidak punya pacar. Ayolah, Jaehee-ssi, mana mungkin laki-laki bisa hidup tanpa wanita. Iya, kan?”

   ”Ah, kalau begitu Kwanghee-ssi dan Joonmyun-ssi sudah punya pacar?”

   ”Belum, belum, kami belum.” Kwanghee melirik Joonmyun, ”Kalian berdua sepertinya cocok…”

   Untuk kedua kalinya, Jaehee dan Joonmyun tersedak.

   ”Bahkan kalian berdua tersedak pada saat yang sama. Kalian berdua lucu sekali…”

   Joonmyun menyodorkan segelas air pada Jaehee, ”Kwanghee Hyung memang suka sembarangan bicara, Jaehee-ssi. Kau tahu baik di televisi dan di kehidupan nyata, yah… dia memang begini adanya.”

   Jaehee meringis dan mengangguk-angguk.

   ”Aish. Aku melakukan ini demi kau, Kim Joonmyun!” Kwanghee mengirimkan tatapan tajam yang membuat Joonmyun buru-buru menunduk, ”Jaehee-ssi, bagaimana menurutmu temanku ini? Apakah dia tampan? Err, apakah dia sesuai dengan tipemu…”

   Jaehee melirik Joonmyun diam-diam dan terkekeh, ”Joonmyun-ssi, seperti yang ada di televisi.” Jawabnya apa adanya.

   ”Keurom. Tapi dia adalah pria yang baik…”

   ”Ah…”

   ”Apa dia tipemu?”

   Jaehee hanya tertawa tidak enak, ”Dia tampan.” Dan wajah Joonmyun memerah seketika mendengar jawaban Jaehee.

   ”Assa! Joonmyun, sekarang giliranmu. Bagaimana menurutmu Jaehee-ssi?”

   Joonmyun berdeham sebelum menjawab, ”Dia cantik.”

   ”Aigooo, kalian berdua… ah, ada telepon. Aku harus mengangkat panggilan ini… tunggu ya,”

   Ayolah, harusnya Kwanghee bisa mencari alasan yang jauh lebih masuk akal dibandingkan ada panggilan masuk. Tapi toh Joonmyun dan Jaehee tidak berkata apa-apa begitu Kwanghee berdiri dan meminta diri untuk memberikan waktu, yang ia pikir baik untuk Joonmyun dan Jaehee.

   Keduanya menatap kepergian Kwanghee, sampai pria itu benar-benar menghilang dari pandangan. Dan barulah keduanya menghela napas lega pada saat yang bersamaan.

   ”Aku lega mengikutimu kesini. Untung yang kalian rayu itu aku, kalau wanita lain bagaimana?!” seru Jaehee sengit dan cemberut menatap Joonmyun kesal. ”Dia mengerikan!”

   Joonmyun terkekeh dan mencubit pipi Jaehee, ”Gomawo. Kau benar-benar menyelamatkanku, Sayang. Kukira kau akan benar-benar membiarkanku berkenalan dengan gadis…”

   ”Hanya dalam mimpimu!!!” seru Jaehee sengit.

   Joonmyun tertawa geli melihat Jaehee yang sikapnya berbeda seratus delapan puluh derajat dibandingkan saat ia berakting polos tadi. Kekasihnya ini benar-benar menggemaskan sekali. Apalagi ketika cemberut dan menusuk-nusuk daging tak bersalah di hadapannya seperti ini.

   ”Kau tahu aku takkan melakukannya, kan?” tanya Joonmyun lembut, tangannya merangkul pundak Jaehee dan mendekatkan tubuh gadis itu padanya. ”Kau tahu aku benar-benar lega saat kau yang datang kesini.”

   ”Kau mati kalau kau melakukannya, Kim Joonmyun!” ancam Jaehee.

   ”Aku takkan melakukannya,”

   Jaehee melirik Joonmyun yang nampak begitu bahagia melihatnya ada disini. Dan ia lega sekali. Awalnya ia berpikir Joonmyun akan marah karena menyangka bahwa ia begitu posesif, tetapi ternyata tidak. Reaksi Joonmyun jauh diluar perkiraannya sama sekali.

   ”Lalu apa yang akan kau lakukan? Sepertinya Kwanghee ingin sekali kau punya pacar…”

   ”Katakan saja kalau kita nanti bertukar nomor ponsel dan jadi dekat. Walaupun sebaiknya dia tidak pernah tahu kalau kita berkencan sampai nanti undangan pernikahan kita sampai padanya…” ucap Joonmyun ringan dan memotong-motong daging ke atas piring Jaehee, ia tidak menyadari wajah Jaehee yang berubah merah padam mendengar ucapannya. ”Sayang, kau benar belum makan? Sudah malam begini…”

   ”Ya! Apa maksudmu undangan pernikahan?”

   Joonmyun mendongak, dan terkekeh melihat wajah Jaehee yang memerah. ”Wae? Memang kau tidak mau menikah denganku?”

   ”Tidak! Aku tidak mau dilamar dengan tidak romantis seperti ini!” seloroh Jaehee.

   ”Arasseo, nanti kau akan kulamar dengan romantis. Di bawah langit penuh bintang…”

   Tapi Jaehee menekap mulutnya dan memelototinya, ”Ya, Kim Joonmyun, apa kau tahu artisurprise?”

   Joonmyun mengangguk-angguk.

   ”Nah, wanita itu suka surprise. Jadi tidak perlu kau beritahu, ara?”

   Dan Joonmyun kembali terbahak-bahak. ”Keundae, kau cantik sekali malam ini, Sayang. Mau bertemu siapa kau secantik ini?”

   ”Mau kencan buta~” Jaehee menjulurkan lidahnya, yang langsung ditangkap dengan bibir Joonmyun. Sungguh, Joonmyun sudah menahan diri, karena ini di tempat umum, dan Kwanghee bisa saja kembali kapan saja dan melihat mereka. Tapi persetan dengan Kwanghee, toh tempat ini aman katanya.

   Jaehee cantik sekali malam ini. Ia terlihat begitu bersinar, dalam balutan blouse hitam sedikit ketat, celana jins pendek kebanggaannya, sepatu sandal putih, dan rambut hitam bergelombangnya dibiarkan tergerai. Yang membuat kekasihnya ini tambah cantik adalah kecemburuannya, dan keinginannya untuk muncul sendiri dan menyelamatkan Joonmyun dari situasi serba salah ini.

   Dan tentu saja karena Joonmyun selalu menyukai rasa bibir Jaehee. Jaehee selalu mengenakan lipstik yang hampir menyerupai warna asli bibirnya, dengan sedikit aroma stroberi yang lengket. Dan Joonmyun selalu menyukai bagaimana ia menggigit bibir bawah Jaehee dan menyesapnya, kemudian menyapukan lidahnya lagi di bibir atas gadis itu sehingga seluruh lipstik Jaehee terhapus, dan gadis itu terpaksa marah-marah dan mengenakan lipstiknya lagi.

   Tidak terkecuali kali ini, Jaehee malah mengalungkan kedua lengannya pada leher Joonmyun dan membawa pria itu memperdalam ciuman mereka. Ciuman keduanya terlepas karena kekehan geli satu sama lain, tetapi selalu saja ada yang memulai untuk melanjutkan kembali pangutan mereka.

   ”Hmm… sebenarnya aku belum puas menciummu, tapi, kurasa Kwanghee Hyung akan kembali dan penasaran dengan progres kita.” Kekeh Joonmyun setelah melepaskan ciuman memabukkan. Ciuman dengan Jaehee selalu memabukkan. Ia mengecup bibir Jaehee sekilas sebelum menjauhkan diri, begitu juga dengan Jaehee yang terkekeh-kekeh merapikan rambutnya.

   Benar saja, lima menit kemudian Kwanghee kembali dengan senyuman lebarnya. Ia berbisik pada Joonmyun, saat Jaehee pamit untuk ke kamar mandi berkata akan merapikan dandanannya. Kwanghee berpikir, tentu saja wanita akan merapikan riasan setelah makan, bukan? ”Jadi, bagaimana? Kau suka kan pada Jaehee-ssi? Jangan bohong, Kim Joonmyun. Aku tahu kau menyukainya…”

   Joonmyun memutar matanya, ”Aku memang suka padanya. Dia tipeku.”

   ”Jinjja?!” kedua mata Kwanghee melebar senang.

   ”Hmm.” Joonmyun mengangguk malu-malu, yang Kwanghee pikir karena memang malu-malu, dan bukan karena hal yang tadi ia dan Jaehee lakukan saat Kwanghee tak ada.

   ”Lalu?”

   ”Lalu aku berjanji akan mengantarkannya pulang.” Sahut Joonmyun malu-malu.

   ”Assa! Aku tak menyangka kau bisa secepat ini dalam mendekati seorang gadis, Kim Joonmyun! Oh ya, nanti kalau di rumahnya, ia menawarimu ramyeon kau harus menerimanya.Arasseo?”

   Joonmyun tersenyum penuh arti, Jaehee akan menawarkannya lebih dari sekedar ramyeon. Dan Joonmyun dengan senang hati akan menikmatinya.

-Keutt-

Hai~

Readers aku di Blog sebelah pasti udah pernah baca FF yang ini. Sejujurnya, lama bikin FF AU, jadi bikin aku lupa dan gak fokus lagi nerusin FF Canon kayak begini. Tiba-tiba aku kangen cerita Canon-nya JunHee, hahaha walaupun tetep nulis JunHee di Alternative Universe, tapi tetep aja… rasanya kangen sama cerita ini. 

Kira-kira aku harus lanjutin kisah mereka lagi apa nggak? Mohon ‘pencerahan’-nya…

Ini aku publish acak, salah satu moment lovey-dovey JunHee yang paling favorit menurutku, ada lagi yang lain, waktu awal mereka jadian, sampe pas mereka putus, tapi di blog sebelah :p 

Kasih komennya yaa kalau pada suka, untuk yang udah pernah baca dan yang baru baca kalau komen kalian bisa bikin aku tergerak lanjutin kisah mereka lagi aku akan sangat sangat berterima kasih, terkadang motivasi lho yang bisa bikin author tangannya bergerak lagi #eaaaakkkk

see you on next fic

xoxo

neez

35 responses to “.:JunHee Veiled:. Joonmyun’s Blind Date – By Neez

  1. Lanjutin bikin ff kayak begini dong kak. Aku suka ff idol life hehe😀 btw aku udah pernah baca di sebelah😀 Lanjutin bikin ff kayak gini lah kak🙂

    Fighting!

  2. Yah… aku malah blm pernah baca ff ini… aku baru baca di sini… mau2 nya aja KwangHee dibodohin sama Junmyeong dan JaeHee… mereka bener2 pasangan yg sweet dan lucu bgt deh… suka sama mereka… lanjut lg buat cerita mereka kakak… makasih dah boleh baca tulisan kakak…

  3. Lanjuuuttt dooonk…jangan sampe putus…huhuhu…ga tega klo mereka putus…mereka pasangan unik…jumyeon polos polos mau…hohoho…ttp semangat…

    Ttp d tunggu karya mu selanjut’y…

  4. Kak Nezz naro ceta dmn lg???? Mau donk baca…
    Serius deh aq suka bnget sma karater Jahee dsni hahahahah manis gemesin trus bkin suasna jg asli enaknya…. Mna Joonmyun ny jg keren aduhhhhb mkin jatih cinta dehhhh…..
    Y plung seru tuh aq suka pas dgn frustasinya Joonmyun blng mu kencan buta aduh kta gk rela gtu bner2 co idamannnn boleh lah minta 1 buat aq hahahahahaha
    Heiiiiii kai Hana apa kabr????? Oouughhtttt kngen mrka hhehehe dkit sih wlpun momentnya mepet d tengah2 tp lucu aplg hana nya pny sifat kya Joonmyun aduhhbhhh mnissssss mnissssss

  5. Wahhh kerennn bangettt .bikin ngakak😃kencan buta nya junmeong😃😃 wahhh makin penasaran nih kedepan nya d tunggu next chapter nya fighting🙋🙋

  6. waktu dewasa hana 2 mksdnya apa z????nah jongin kn pcrn 5 krystal,tp krn nie crt lm kyknya hrs ada seq dg bumbu krystal……
    sbnrnya q dh nyangka klu cew 2 jaehee n trnyta bnr.lcu bgt mrk…..

    • Ini kan ceritanya Joonmyun-Jaehee dengan universe sendiri… jadi jangan bawa2 krystal ya disini. Coba diinget universe itu berarti “dunia”-nya penulis, jadi terserah penulisnya mau gimana🙂

  7. suka kak neez aku aahh aku kangen kamu kak neez udah lama pakek banget belum,baca ffnya kak neez, kak boleh minta linknya kak kepengen baca nih kak aku, ahh ngk mau yang nunggu nunggu kak aku wkakwk jadi bolehlah kak aku minta linknya buat baca teeusannya ffnya kak neez🙂

  8. Lucu amat sih kaliaaannn😩😩😚😚 bikin Joonmyeon cemburu nanti selanjutnya ka neez pengen tau kalo Joonmyeon cemburu gimana ㅋㅋㅋㅋ

  9. Kak Neez, ceritanya lucu bikin bibir melengkung kayak bulan sabit terus saking romantisnya, apalagi waktu Jaehee cemburu *_* OMG aku jadi sangat suka sama couple ini!
    Keep fighung and writing ^_^

  10. Aku sebagai JunHee shipper pasti bakal seneng kalo ini dilanjut kak

    aku blm pernah baca, dan sumpah ff ini kerena
    Yang diomongin Jaehee Hana sama Jong In masalah blind date kah???

  11. Unik, gak taunya pacarnya sendiri..haha
    Oh ya, satu aja sih authornim kata musuh-misuh mungkin bisa diganti dengan kata lain..
    Semangat author, ditunggu karya lainnya

  12. lanjut2…hohoho
    sbenarnya aq gk ngbias Joonmyun tapi blakangan ini aq sring mrhatiin dy gk tau knapa.. n aq juga gk trlalu suka kalau dy yg main cast utamanya tapi smenjak baca ff qm gk tau knapa aq suka aja mrhatiin dy..hahahaha oya ada wp pribadinya gak???

  13. waaaah kok aku cemburu yah haha beneran bayangin suho punya pacar coba. ntar klo ada berita dating suho keluar pokoknya gua nyalahin kwanghee nih yah -___- wkwk

  14. Setelah konfirmasi Jongin-Soojung datting aku jadi sedikit parno dan mau denail aja rasanyaaaa . Sekali waktu suka liatin fancam SuStal dan ngeship mereka eh taunya karam -_- dan pas sama Kai kokk jadi rada gimana ya wkwk malah curhat
    Aku kira side story dari WD kemarin , tapi kok beda kata aku teh -emang beda peliseeee- duh baperinggg ral pokoknya xoxo

  15. Aku baru pertama baca ffnya kaka.. Tapi aku sukaaa😊😊😊 lanjutin aja kaa

    LANJUTIN! 👏 LANJUTIN!👏 LANJUTIN!👏

  16. ngakak banget sama kelakuannya si Kwanghee. dia bener2 udah di bohongin dan dibodohin sama junmyeon.
    suka banget deh cerita nya. lanjut lanjut😀
    terus kata2 ” Jaehee akan menawarkannya lebih dari sekedar ramyeon . Dan Joonmyun dengan senang hati akan menikmatinya” di akhir langsung deh reader berimajinasi sendiri kemana.haha

  17. Dilanjut dong kak, seru nih kopel ini
    apa lg aku suka kalo ceritanya member exo jd diri mereka sendiri yg jd idol bukan jd org lain
    ditunggu cerita lainnya lg kak n.n

  18. ya allah kak aku ketawa2 aja sepanjang baca ff ini.. bayangin kwanghee ya allah iih wkwwkkw kucak banget si kwanghee..a

  19. Hahahaha….
    Gak nyangka cewek yg d ajak kenalan oleh joonmyun ternyata kekasihnya sendiri..
    Ya ampun, kasian kwanghee..
    Joonmyun sm jaehee.. jd kayak ngbodohi kwanghee..
    Akting ny jaehee jg keren.. sehingga kwanghee bener2 percaya kalo mrk emang kayak baru kenalan..
    Sekali lg aku merasa kasian sm kwanghee..
    Huuuu.. ckkkkk..

  20. wohohoho seru bgt ff ini wkwk
    kirain joonmyun bakal mau dijodohin gitu, ternyata gagalnya karena dia kencan sama pacarnya sendiri wkwk
    couple ini manis bgt deh ^^

  21. Waaaaaa mereka sweet banget. Kwanghee aja yang belum tau kayak gimana hubungan jaehee joonmyun, jadi dia ngira joonmyun gampang deket sama cewek. Pokoknya keren lah ffnya. Semangat terus ya buat author

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s