See You Again—Miss Red + About Wedding Dress

IMG_4575[1]

;Beginning of the Story;- Opps I did it Again

Kaihwa’s present | Oh Sehun ft Kang Jin | Romance, Fluff

sebaiknya baca Opps I did it Again

.

.

Tidak ada yang spesial dimalam valentine bagi seorang Jin, yang notebenenya seorang single. Selimut tebal bahkan sudah terbentang diatas tubuhnya. Malam ini, saat salju turun Jin hanya bisa menyelinap dibalik selimut sambil main games. Kaca Jendela sengaja dibuka agar terpaan angin memberi kesejukan dipermukaan kulit wajah dan kedua tangan kurusnya. Suasana kamar yang berserakan sudah menjadi hal biasa yang dibanggakan Jin, dia sama sekali merasa malas untuk membersihkan rumahnya hari ini, tugas sekolah dan pekerjaan membersihkan rumah hampir membuat seluruh tulang-tulangnya terasa patah.

Earphone baru saja ditenggerkan ke kedua lubang telinganya. Lagu 5 Second of Summer yang berjudul Don’t Stop mengalun dan menyentuh gendang telinganya yang merasa seperti dimanjakan dengan alunan lagu itu. Salah satu lagu favorit yang telah mengingatkannya pada seonggok manusia super tampan plus menyebalkan yang membuatnya harinya menyenangkan dan menyebalkan. Senyum Jin merekah mengingat kejadian konyol itu.

.

.

.

Pagi itu sinar matahari sudah menyinari setengah kota Seoul, terasa sedikit panas tapi angin kencang juga menghempaskan diri disetiap inci kulit orang-orang. Suasana jalanan yang tidak begitu lebar ini sangat sepi, barang kali hanya ada 1 atau 2 bus, atau pun sesekali lewat sebuah mobil pribadi. Seorang gadis dengan suraian merah menyalanya mulai berjalan keluar dari lorong gang kecil yang tak kalah sepi. Dengan jas almameter dipadu dengan kemeja putih terang didalamnya, rok berbiku banyak yang hanya menyampai pangkal paha, topi polos berwarna kebiruan tersangkut dikepala, serta  yang tersampir ditubuhnya yang terlihat tinggi untuk ukuran seorang gadis.

 

“Hei, kau dari sekolah Jeguk- kan?” tanya seseorang, suaranya sejenis baritone dan terdengar dingin.

Jin berbalik dengan satu alis yang dinaikkan. Postur tubuhnya tegap, badannya terlihat kurus tapi sedikit mengarah ke ideal, wajahnya terlihat kaku dan tatapannya dingin. Sedikit songong rupanya. Jin hanya menggumam kesal dengan wajah kosong. Dia masih memperhatikan lelaki itu dari atas kebawah lelaki berkulit pucat itu.

Tampan juga, eehh.. Kang Jin, jangan terpengaruh.. teriaknya dalam hati.

“Kau bisa bicara-kan?

“Setidaknya jawab pertanyaanku dengan gumaman, Miss Red.”

Gubrak. Apa katanya? Tidak sopan sekali lelaki ini, huh? Jin bahkan sampai terbengong dengan mulut menganga saat ini. Pria itu tuli atau bohong sih? Jin mendengus kesal, kedua kakinya melangkah mendekat dengan dagu yang dinaikkan, tak lupa kedua tangannya sedang bertumpu di kedua sisi pinggang, berkacak pinggang rupanya.

Jin sudah tidak tahan lagi, dia ingin sekali menjambak surai hitam itu.

“Aku kan menjawab pertanyaanmu tadi! Dasar tuli!” maki Jin dengan juntaian surai merah yang ia naikkan. Matanya menyiratkan kebencian. Sungguh demi kaos kaki kepala sekolahnya, lelaki itu sudah memancing amarahnya pagi-pagi macam ini.

Salah satu alis lelaki itu terangkat, “Mana ada? Kau dari tadi hanya diam dengan wajah songong!” makinya balik. Angin bahkan seakan tahu bagaimana panasnya otak Jin, sampai-sampai juntaian merah menyalanya diterbangkan.

“Kau itu mencari masalah ya!” tantang Jin dengan penuh emosi.

“Tidak.”

Semuanya diam, tak terkecuali suara deruan motor dan kendaraan lain yang sepertinya berusaha menetralkan suasana antara lelaki itu dan Jin. Jin mengerucutkan bibirnya, sedikit memajukannya. Lebih baik anak itu berangkat sekarang juga, tentang lelaki itu? Euhhh, bukan urusan Jin, sekalipun mereka memiliki seragam yang sama. Siapa namanya? Ahhh.. Oh Sehun, batin Jin sambil melirik malas kearah name tag lelaki itu.

“Setidaknya kau mau mengantarkanku ke sekolah Jeguk.” Timpalnya riang, lelaki bernama Sehun itu tiba-tiba sudah mensejajarkan langkahnya dengan Jin. Benar-benar merepotkan.

“Siapa juga yang mau mengantarkanmu huh?” ujar Jin malas.

Sehun tersenyum licik, “Kalau begitu aku mengikutimu ya?” ucap pria itu dengan nada main-main. Jin bahkan berniat untuk memukul perutnya saat ini juga, tapi pria ini terlalu tampan, pikir –nya dalam hati. Jin berusaha untuk berpikir, sepertinya tidak salah jika mempermainkan pria ini, haha, lagipula kelas masih lama dimulai.

Jin tersenyum licik, matanya mulai menelisik postur tubuh pria itu dari atas ke bawah. Tanpa sengaja matanya Jin menangkap sebuah pemandangan dimana seragam pria itu terlihat menepak dibagian perutnya, tuhan.. perutnya terlihat sixpack, teriak Jin dalam hati. Ayolah, dia hanya memakai kemeja putih polos dengan jas almameter yang disampirkan setengah pundak. Didepan sana Sehun sudah memikir yang tidak-tidak ketika arah mata Jin seperti melihat.. anunya, aahhhh.

“Kau,.. melihat.. a-ap-apa?” ucap Sehun sambil bergidik ngeri. Kedua tangan ia butuhkan untuk menutupi sebuah gundukan dibawah perutnya. Jin mual bukan main saat melihat Sehun berbalik setengah, apalagi itu sambil memegang anu-nya.

Jin mendelik dengan wajah memerah, Sehun berbalas menambahkan, “Kau itu ternyata.. mesum juga, Red.”

Apa? T-ti-tidak. Kau saja yang sudah mikir kejauhan. Itu-mu juga tidak lebih besar dari milik pamanku. Dan i-itu bajumu menepak!” Dengan satu helaan nafas, Jin menjawab dengan terbata-bata dan mata yang mendelik. Sehun sontak tertawa kecil. Bukankah Jin terlalu polos dengan menjawab itu? Dan mengenai perutnya itu, pasti Jin menyukainya, ingat! Pikiran Sehun dan Jin sejalan ternyata.

“Kau sering melihat itu? Maksudku punya—“ perkataan Sehun terpotong saat melihat Jin sudah masuk dalam perangkapnya sendiri. Salahkan dirinya sendiri yang mau mencari masalah dengan Oh Sehun.

“Oh ya tuhan, Sehun—“

“Kau tahu namaku?” tanya Sehun hati-hati, setelah berhasil memotong perkataan Jin. Jin itu sempat merasakan bahwa kata ‘Senjata makan tuan’ itu berlaku pada dirinya sendiri. Jin mendengus kesal, pria ini bodoh apa tidak sih?

“Jadi, apa gunanya name tag itu?” tanya Jin dengan mata yang mengerling malas kearah name tag yang berada di dada kanan pria itu.

Sehun mulai menggaruk tengkuknya kasar, merasa malu seraya tersenyum meringis.

“Berarti namamu.. Kang.. Jin? Namamu keren juga. Ya, ya,ya?!” Pertanyaan Sehun dan teriakan kemudian mulai mendominasi. Sehun berlari dan berusaha mensejajarkan dirinya dengan Jin. Senyumnya merekah polos didepan wajah Jin.

Jin mengerlingkan matanya malas, “Jin, apa sekolah Jeguk membiarkan rambutmu dicat?” Begitu Sehun bertanya, Jin sontak membulatkan matanya dan menjawab dengan lembut.

“Bukankah sekolah itu mengijikannya?” Ucapnya. Sehun mengangguk mengerti.

“Tidakkah kau mau menceritakan tentang kau atau pamanmu..?” tanya Sehun, Jin sempat melongo sebentar. Dia tidak menyangka Sehun malah meminta-nya bercerita tentang itu. Sehun berusaha menambahkan, “Jangan terlalu formal padaku mulai saat ini, Bukankah kita berteman sekarang?”

“Kau pikir aku ingin berteman dengan-mu?”

Sehun menekuk wajahnya, sampai-sampai membuat Jin tergelak. Itu spontan kalian tahu?

“Ahhh.. Aku bercanda. Aku harus memulai dari mana? Tentang aku?” Tanya Jin seraya menawarkan apa yang harus ia utarakan tentang dirinya ke Sehun.

Sehun menggigit bibirnya, “Kapan hari ulang tahunmu? Lahir dimana? Umurmu berapa?—“

“Kau itu mau membuat kartu tanda penduduk untukku ya?” Sidik Jin dengan mata yang mengerling malas. Sehun meringis dengan wajah malu. “Baiklah,  ulang tahun ku itu tanggal 12 Juni, lahir di Mokpo, umurku 15 tahun.”

Sehun tersenyum sumringah, anak itu berkata riang, “Umur kita hanya berbeda 1 tahun, berarti kau harus memanggilku Kakak atau—“

“Aku tidak mau!” sanggah Jin cepat. Sehun dibelakang sana mendelik. “Ayolah, kenapa tidak mau? Kita kan akan berteman!”

“Pokoknya aku tidak mau! Titik?!”

Jin dan Sehun tersenyum senang setelah berada di halte bus. Sehun masih melangkah dibelakang Jin, entah karena apa otak Sehun seperti disihir dengan keindahan surai merah menyala milik Jin. Pintu bus mulai terbuka otomatis, kaki Jin dan Sehun mulai menapaki lantai bus. Jin berada didepan Sehun, tangan kanannya mulai meraih sebuah lingkaran kecil yang menggantung.

“Jin, masih tidak mau memanggilku—“

Stop! Jangan memaksaku hanya karena kita baru berteman ya!” Jin terdiam sejenak, karena tiba-tiba bus berhenti mendadak, tubuhnya yang tadi berbalik menghadap Sehun telah jatuh kepelukan pria itu. Jin berusaha lepas, tapi tenaga Sehun terlalu kuat, hingga memeluk pinggangnya erat.

Suasananya sunyi untuk beberapa menit, Sehun dan Jin tidak ada yang berkoar untuk menunjukkan emosinya, termasuk Jin yang seharusnya marah-marah karena Sehun sudah berani memeluknya dengan erat dihari pertama mereka berkenalan, atau Sehun yang seharusnya juga marah karena Jin tak berpegangan kuat, sampai-sampai hampir menimpa tubuhnya.

Sorot penglihatan Sehun dan Jin bagai terkunci rapat untuk melihat iris mata keduanya. Untung saja penumpang disana hanya ada sekitar 5-6 orang—termasuk mereka—yang diantara mereka benar-benar merasa tidak perduli. Beberapa menit kemudian bus–yang tadi sudah mulai berjalan—berhenti, tepat di sebuah halte yang berseberangan dengan sekolah Jeguk. Jin yang pertama kali menyadarinya, termasuk semua penumpang—terkecuali mereka—yang mulai menuruni tangga menuju pintu yang terbuka otomatis.

“Sehun, bisa lepaskan tanganmu.” Ujar Jin seraya menarik pelan tangan Sehun. Sehun kelagapan, begitu tiba-tiba sampai mendorong Jin, untung saja ia begitu sigap untuk menarik pinggang Jin—karena Jin hampir terjengkang kebelakang.

“Sampai kapan kalian akan bermesraan, sementara kelas baru saja dimulai! Memang ya anak jaman sekarang.” seru sang supir dengan nada meninggi. Jin dan Sehun melepaskan tautan masing-masing, mereka buru-buru membayar dan beranjak menuruni tangga menuju pintu keluar.

Mereka berlari dengan terengah-engah, dan bagai slow motion Sehun dapat menarik Jin yang hampir saja tak bisa menerobos pagar yang hampir tertutup. Mereka sempat berhenti seraya menetralkan pernafasan. Sehun menoleh dengan wajah berpeluh, “Ngomong-ngomong hari ini… hari.. valentine kan..?” tanyanya dengan terbata-bata. Jin hanya menggumam malas.

Pria itu menarik lemas surai hitamnya sambil berpikir. Tangan kiri kekar miliknya mulai merogoh saku celana. Sedang tangan kanannya menarik tangan Jin. Jin sempat terperangah karena pria itu malah memberinya 6 buah permen dengan kertas warna kuning yang membungkusnya. Pria itu tersenyum.

“Itu permen coklat. Anggap saja itu tanda terima kasih dan… Happy Valentine’s Day.” Serunya dengan gembira.

“Ngomong-ngomong aku baru mengucapkannya padamu lho. Itu bonus-nya. Ha,ha.”

Seiring dengan punggung itu yang menjauh, Jin merasa jika pipinya mulai memanas kali ini. Setidaknya ia tidak usah merepotkan ibu hanya untuk menemaninya di malam valentine kali ini. 6 buah permen coklat juga akan menemaninya bukan? Setidaknya seorang single alias jomblo juga boleh merasakan bagaimana hari kasih sayang itu juga kan? Walaupun dari teman barunya sekalipun?

“See you again, Jin!” seru Sehun seraya berbalik.

—————————————————————–fin

 

About Wedding Dress

Bakal dilanjut kok tenang ajaaaa.. Nti jelas kok siapa jati diri Michelle okay????

Laptopku lagi rusak makanya gak mood gini hemm… Aku udah nulis Wedding sampek chapter 10 ehh terhapus kan sakit:'(

Sorry klo ff ini jelek dan malah gak nyambung krn temanya Valentine padahal ini april fools:v Belom lagi kai dating kann nambah badmood.. tapi sbg fans aku menerima maz… walau sakit.

udahla. baca aja wkwkwkwkwk

10 responses to “See You Again—Miss Red + About Wedding Dress

  1. Ini ada seriesnya kah? Ada dong wkwk abis kocak banget, awalnya Sehunnya itu dingin kok jadi koplak ya? Wkkwkk keren-keren! Itu ceritanya Jinnya lagi flashback gitu yaaa wkwkwk tapi kok tiba-tiba fin sih😦 huaaaaaa kelanjutannya gimana itu?
    Btw, Sehun anak baru ya?
    Oke segini dulu cuap-cuap aku
    SEMANGAT TERUS YA! ^^

  2. Yahhh laptop rusak alamat hibernasi sejenak dongg! Tp masih bisa mikir kan thorr? Kewarnet bisa lahh wkwk *aegyo *eyelashess
    Walopun ga sesuai tema tp gapapalahh sejenak ngilangin galau gegara kangen Sehun yg ga hadir di Phantasia *(?)
    Kerennn!!!

  3. Sayang banget ff wedding dress nya terhapus T.T pasti capek banget bikinnya tapi malah terhapus,memangnya gak ada di recycle bin?

  4. Waaaaaah enaknya bisa punya teman tiba2 yang bisa langsung seakrab jin sama sehun. Mereka kocak sih dan sukses bikin aku senyum. Aku belum sempet baca ff author yang wedding dress nih jadi ntar aja ya bacanya. Pokoknya semangat terus ya buat author

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s