The Antagonist (Prolog and Chapter 1)

img_2689

The Antagonist

Author : Langit

Genre : Friendship, School Life, HateLove Relationship, Lil bit Romance

Rating : PG15

Staring :

Jaehyun NCT as Jung Jaehyun

Koeun SMRookies as Moon Koeun (Narator)

Hina SMRookies as Ryu Hina

Taeil SMRookies as Moon Taeil

Other Cast :

Doyoung, Taeyong, Ten, Mark, Johnny

Disclaimer : The casts belong to themselves. It was only fanfiction that I made just for fun. All plots are only fiction. I don’t get any profits while writing this story. So don’t sue me.

Warning : beberapa bagian bahasanya disengaja tidak baku

***

         Prolog

Dalam sebuah pertunjukkan seni teater, ada yang dinamakan pemeran protogonis, antagonis, dan juga tritagonis. Peran protogonis dikenal memiliki watak yang baik, menjadi pusat perhatian dan tokoh sentral dalam teater. Antagonis merupakan peran yang berlawanan dengan antagonis, biasanya berwatak jahat dan suka mengacau kebahagiaan sang protogonis. Dan terakhir, tritagonis, si pembawa perdamaian antara keduanya, yang menjadi titik acuan apakah sebuah cerita sang protogonis berakhir bahagia atau menyedihkan. Semua orang mendambahkan akhir yang bahagia untuk sang protogonis, benar? Yang itu berarti sang Antagonis harus berakhir menderita.

Sebagai anak ekstrakulikuler teater, Koeun tahu betul soal peran dan watak dalam cerita. Ia mengagumi peran protogonis, selalu. Namun dia tidak pernah mau menjadi protogonis. Pemeran utama selalu memiliki beban hidup yang lebih berat, alibinya. Atau dia juga tidak mau menjadi tritagonis, ia terlalu kaku dan jutek untuk disukai banyak orang. Dan tentu saja gadis itu menolak menjadi antagonis, dia tidak sanggup untuk dibenci semua orang. Maka dari itu, dia dengan senang hati memilih menjadi Narator yang serba tahu.

Pemeran utamanya adalah Moon Taeil, seorang senior dan anggota senat sekolah yang baik hati pintar dan tahu sopan santun. Banyak yang menjadikannya idola, apalagi dari kalangan junior. Tapi dia sudah punya kekasih, Hina, si gadis Jepang dengan mata kucing cantik yang membuat banyak pria jatuh cinta padanya hanya karena mata indah itu, sang tritagonis kita. Siapapun yang bermimpi untuk menjadi kekasih Taeil harus gigit jari karena Hina merupakan saingan yang sangat berat. Apalagi diam diam ada cowok tajir dan tampan yang menyukainya sejak pandangan pertama, Jung Jaehyun, si brengsek yang dengan segala cara akan melakukan apa saja untuk mendapatkan yang ia inginkan, si Antagonis yang mau tidak mau sudah tahu akhir cerita sendiri, menderita di akhir.

Tapi Jung Jaehyun adalah petarung sejati, penikmat proses. Meskipun dia tahu bahwa dia berdiri di tempat yang salah, dia tidak mau bergerak dari sana, untuk dapatkan sesuatu yang ia inginkan, tidak peduli itu sudah menjadi milik orang yang seharusnya tidak pernah ia ganggu.

***

Part 1

Jung Jaehyun dari awal memang bukanlah cowok baik. Dia suka mendekati perempuan, memberikan harapan kemudian memutuskan begitu saja ketika cewek itu sedang dalam masa jatuh cinta setengah mati kepadanya. Singkat kata, dia playboy. Gadis dari kalangan umur berapa saja sudah pernah ia kencani, dari yang masih SMP sampai tante tante sexy, dari yang cantik sampai yang sangat cantik. Jaehyun jagoan dalam soal ini, sama jagonya ketika dia bermain basket dan memasukkan bola ke ring.

Tapi tidak satupun dari cewek cewek itu yang mampu membuatnya teler seperti ketika ia melihat Ryu Hina. Reaksi yang ia rasakan pada tubuhnya seperti habis minum vodka 10 botol, masalah hidup langsung terlupakan dan kondisi otak jauh lebih baik (meskipun itu hanya sebentar). Maka dari itu, ia terus menerus ingin melihat si anak kelas 1 dari Jepang itu. Tapi dia terlambat, tidak tahu terlambat berapa lama sampai semua orang bergossip kalau Hina pacaran dengan Taeil, kakak kelasnya yang terkenal pintar dan baik baik itu. Padahal, Jaehyun berjanji akan tobat dari dunia bermain dengan perempuannya apabila berpacaran dengan Hina. Dan Jaehyun frustasi karena tidak tahu harus berbuat apa agar Hina putus dengan Taeil dan menjadi pacarnya.

“Lakukan apapun, asal jangan sakitin Taeil Oppa!”

Okay, suara itu pasti bisikkan dari sisi baiknya, karena jujur saja, sejak tadi dia kepikiran untuk membuat cacat Taeil karena beberapa cara awal yang lebih ringan malah gagal total. Tapi tunggu, kenapa suara sisi baiknya berubah menjadi perempuan?  “Dia telah merebut Hina-ku, tahu!” balasnya, masih sibuk mendribble bola basket dengan pikiran penuh tidak sistematis.

Ketika Jaehyun berbalik dan mau melempar bola basketnya ke Ring, ia mendapati seorang gadis berdiri dihadapannya, kedua tangannya diletakkan ke depan dada dan menatapnya jutek bukan main. Untung ia berhasil menahan bola yang hampir saja terlempat ke udara itu, kalau tidak, gadis didepannya sudah dapat diramalkan pingsan.

Jaehyun mencibir setelah segala keterkejutannya pelan pelan memudar, dia menenteng bola basketnya dipinggang kanan, “apa yang kau lakukan disini, bodoh?” tanyanya kesal. For God sake, dia tidak kenal siapa gadis berambut panjang dan berponi ini. Yang hanya ia tahu sekarang bahwa mukanya benar benar menyebalkan. Terlintas sedikit rasa sesal di benak jahat Jaehyun kenapa ia menahan bolanya tadi, mungkin melihat muka bonyok cewek ini lebih baik daripada muka juteknya.

“Untuk memperingatkanmu.” Jawabnya datar, sedatar wajahnya yang memandang Jaehyun sehabis olahraga dengan penuh keringat dan menggunakan baju basket tanpa lengan. Kalau dia cewek normal, seharusnya ia berteriak histeris ataupun bergumam betapa sexynya seorang Jung Jaehyun dalam kondisi seperti ini.

“Jangan cari perhatian kepadaku. Aku sama sekali tidak tertarik denganmu.”

“Apakah aku terlihat tertarik padamu?” tanyanya balik. Masih juga menunjukkan raut seperti tadi.  Gadis ini robot atau manusia, sih?

“Your way is so last year.”

Dia memutar bola matanya, membuat wajah sinisnya makin menjadi.

Tahan Jaehyun, tahan. Kau bisa masuk ruang bimbingan konsling lagi apabila melempar bola basket ke kepala orang. Apalagi orang ini adalah perempuan. Ingat, kau hanya boleh menyakiti hati perempuan, bukan fisiknya.

“Kenapa kau emosian sekali? Aku kemari untuk menawarkan kerjasama.” Ia melanjutkan kemudian dengan raut yang sedatar sebelumnya. Jaehyun membuang mukanya, pura pura tidak tertarik. “Kau menyukai Hina, aku menyayangi Taeil Oppa. Jadi, ambillah Hina, tapi jangan sentuh Taeil Oppa.”  Sayangnya, ia sama sekali tidak bisa menutupi ketertarikannya ketika mendengar kalimat lanjutan gadis ini.

“Sebentar. Darimana kau tahu kalau aku berniat jahat pada Taeil?”

“Apapun yang akan dilakukan oleh anak nakal sepertimu sudah terbaca.” Balasnya santai. Oh tidak tahukan Jaehyun kalau Koeun adalah Narator? Dia tentu tahu banyak apa yang terjadi sebelumnya dan terjadi berikutnya.

Jaehyun menyipitkan sedikit matanya, ingin membaca nametag pada baju seragam gadis yang masih berdiri seperti patung sinis dihadapannya, yang mengganggu acara bermain basket serta konsentrasinya tentang apa yang harus ia lakukan selanjutkan.

Fine. Kau akan mendekati Taeil kemudian membuat Hina cemburu, kan? Setelah itu hubungan mereka akan merenggang dan aku punya kesempatan untuk mendapatkan Hina. Apakah rencanamu begitu?”

“Kurang lebih. Atau aku punya rencana yang lebih esktream.”

Jaehyun memicingkan bola matanya, “Jangan sentuh Hina-ku atau aku akan menghabisi Taeil.”

Gadis itu berdecak, sekali lagi memutar bola matanya dengan maksud menghina Jaehyun. “Jangan sentuh Taeil Oppa. Atau akan akan membunuhmu. Aku tidak peduli kau siapa dan anak siapa.” Setelah mengatakan itu, gadis itu pergi tanpa mengucapkan sekedar kata manis untuk berpamitan. Jaehyun melongo, ia merasa kalau percakapan mereka berakhir gantung. Ia ingin memanggil gadis itu, tapi harga dirinya akan menurun kalau ia melakukannya.

Kemudian terlintas pikiran aneh di benaknya. Dia sendiri di ruang indoor olahraga dan hari sudah menjelang malam. Is she even a real?…or a ghost?

***

“Koeun? Anak 2B kan?” Ten bertanya dengan bahasa Koreanya yang berlogat Thailand. Dia warga negara Thailand, ayahnya seorang duta besar, makanya ia dan keluarganya pindah ke Korea sejak 3 Tahun yang lalu. Lagipupa, dia merupakan seorang model dan pernah sesekali muncul di TV, sudah bisa diramalkan kalau dia akan menjadi seorang idol terkenal karena bakat dan ketampanannya.

“Aku tidak peduli dia kelas mana.” Jawab Jaehyun masa bodoh.

“Koeun Noona kan pernah menjadi bahan taruhan kita untuk dikencani oleh Taeyoung Hyung.” Mark nimbrung sembari menghabiskan susu coklatnya. “Tapi gagal.” Lanjutnya pelan, takut akan mendapati semprotan kesensitifan dari Taeyong yang tengah tertidur, ia bolos kelas sejak jam pelajaran pertama.

“She aint that special.” Jawab Jaehyun tidak menyangka. Ayolah, ternyata ada gadis yang berani menolak… seorang Lee Taeyong? Apakah dia mencintai Taeil sedalam itu sampai menolak si Pangeran sekolah yang tanpa cacat seperti Lee Taeyong?

“Dia manis kok. Apalagi kalau tersenyum.” Tambah Johnny, masih focus dengan PSPnya, dia sebenarnya kurang tertarik dengan pembahasan yang dibawa Jaehyun dan sangat tidak penting ini.

“Yang ada mukanya mirip setan.” Jaehyun berkomentar, ia mengingat bagaimana wajah gadis yang ia temui kemarin sore, yang membuat suasana hatinya yang sudah hancur menjadi semakin hancur. Makanya dia tidak berhenti emosi sampai sekarang.

Jaehyun kemudian mendapati handphonenya berbunyi. Dia hampir melempar handphonenya saat membaca itu balasan Kakaotalk dari siapa, dari Hina. Ya Tuhan, mendapati balasan SMS saja sudah membuat jantungnya bergetar seperti ini, bagaimana kalau dia bisa mencium bibir ranumnya? Jaehyun bisa gila hanya dengan membayangkan.

Tidak perlu repot repot, Oppa. Aku tidak terlalu suka makan di tempat mewah seperti Restoran Sangri.

Jaehyun langsung mental breakdown membaca pesan itu. Kenapa Hina tidak pernah sekali saja membuatnya benar benar senang, sih?

Pria tinggi berkulit putih itu melempar handphonenya ke sofa. “Jangan bikin malu geng kita, Jaehyun. Seperti tidak ada cewek lain saja di dunia ini.” Taeyong berkomentar, matanya masih terpejam, tapi ucapannya barusan langsung mendapati anggukkan dari temannya yang lain.

“Kalian tidak mengerti saja bagaimana rasanya jatuh cinta!” Jaehyun mulai merajuk, dia terkadang lebih sensitive daripada Taeyong. Makanya pria berbadan tinggi itu meninggalkan ruangan yang menjadi tempat tongkrong dia dan teman temannya, memilih menyendiri.

***

Jung Jaehyun sadar kalau orang orang menilainya sebagai lelaki dingin yang hanya mau berteman dengan circlenya saja. Maka dari itu, ketika dia ribut dengan temannya, dia tidak punya tempat bersandar yang lain. Hatinya makin hancur ketika melihat Hina berjalan disebelah Taeil menuju kantin. Apa cocoknya mereka? Kenapa orang orang banyak menship kedua orang itu bak mereka adalah pasangan idol terkenal tanpa cacat? Kenapa Taeil bisa membuat Hina tersenyum? Kenapa tawa Hina manis sekali kalau didekat Taeil? Kenapa tidak dia saja yang berada di posisi Taeil? Percuma kalau dia memiliki segalanya kalau dia tidak bisa memiliki Hina.

Jadi, Jaehyun memutuskan. Dia tidak peduli dengan siapapun gadis kemarin, dia akan tetap bersikukuh dengan rencana jahatnya.

“Annyeong Jaehyun.” Taeil menyapanya, dia tidak tahu sejak kapan kedua orang ini sudah berada dihadapannya. Matanya terus fokus ke Hina, sapaan Taeil seperti tidak terdengar sama sekali. Dia membayangkan bahwa waktu sekarang berhenti. Hanya ada dia dan Hina.

“Jangan melamun di tengah jalan, Jung Jaehyun!”

“Ehh?” Jaehyun langsung berbalik dan mendapati Jaehyun dan Hina sudah berjalan menjauh, tangan Hina berada ditangan Taeil, gadis itu terlihat berbisik bisik kearah kekasihnya sesekali.

ARGGGHHH BISAKAH MEREKA TIDAK BERMESRAAN DIDEPANKU?   

Yang terjadi berikutnya, napasnya sudah menjadi tidak beraturan dan ngos ngosan seperti habis lari 10 keliling di lapangan bola.

Sabar Jaehyun, sabar. Kau akan balas dendam kepada si Taeil sialan sebentar lagi.

“Sudah, jangan emosi. AKu akan mentraktirmu gadis cantik.” Taeyong yang tadi menegurnya menahan tangan Jaehyun agar lelaki yang lebih tinggi darinya itu tidak macam macam. “Omong omong, apakah kau melihat Doyoung?” dia menyanyakan keberadaan teman mereka yang satu lagi, yang sejak tadi batang hidungnya tidak kelihatan sama sekali.

Jaehyun kemudian melihat ke sisi kiri tempatnya berdiri karena dia menangkap pemandangan aneh. Itukan gadis kemarin dan…Doyoung?

“Koeun memang teman dekat Doyoung. Maka dari itu kalau berurusan dengan gadis itu, jangan sampai Doyoung tahu.”

“Ehh?”

“Yang membuatku gagal mengencani gadis itu karena Doyoung.”

Yeah, Doyoung kan memang si anak manis teman semua cewek. Kalau bertanya pada seluruh gadis di Songdae High School siapa Doyoung, mereka semua pasti akan mengaku sebagai teman dekat Doyoung.

“Bilang saja kalau skillmu memang payah.” Balas Jaehyun acuh.

***

Koeun tidak dapat mencerna apa yang terjadi dihadapannya. Taeil tergeletak dilantai dengan kondisi yang siapapun melihat bisa menyimpulkan kalau tidak baik baik saja. Dia meringis kesakitan di gedung belakang sekolah. Gadis itu berlari mendekati Taeil, mendapati wajah pria itu sudah penuh lebam. Belum lagi memar di beberapa bagian badannya seperti lengan, paha ataupun perut.

Jujur saja, Koeun tidak menyangka kalau Jung Jaehyun bisa menjadi semonster ini.

“Aku baik baik saja, Koeun.” Taeil berbicara sembari mencoba mengangkat tubuhnya yang terasa nyeri, ia bahkan masih bisa tersenyum, dibantu dengan Koeun yang menangisi keadaannya, tentu saja.

Dia memang mengenal siapa Jaehyun dari mulut orang orang. Mereka bilang dia kaya dan punya kekuasan. Tapi tidak ada yang lebih mengerikan dari orang yang kaya, punya kekuasaan dan juga brengsek. Dan Jung Jaehyun merupakan orang yang seperti itu, dia punya ketiganya.

Dalam hati, Koeun mengucapkan berpuluh nama Jaehyun disandingkan dengan puluhan nama binatang. Yeah, Jung Jaehyun harus bertanggung jawab karena telah menyakiti Taeil.

“Aku tahu kalau aku tidak berhak untuk mengatakan ini… tapi… putusi Hina. Dia tidak baik untukmu.”

Dan respon Taeil hanya satu, “Mwo?” sambil menatap Koeun seperti ia adalah gadis paling aneh di dunia.

***

Kekesalan Koeun memang sudah diujung tanduk. Gadis yang menguncir rambutnya tinggi itu sudah mencari Jaehyun di ruang basket, di tempat biasa dia berkumpul dengan teman temannya, di parkiran, tapi tidak terlihat sama sekali.

‘Dasar pengecut!!!’ rutuknya kesal. ‘Aku tidak akan pulang sebelum menghajarmu, idiot!!!!!!!’

Koeun sama sekali tidak merasa lelah meskipun ia sudah mengitari lantai demi lantai dan juga sudut demi sudut sekolah demi menemukan dimana Jung Jaehyun. Motor besarnya masih ada di parkiran, itu artinya dia masih di Sekolah. Well, lagipula ia sudah mengempeskan ban motor ducati white itu agar ia kesulitan pulang. Bersembunyi dimana dia?

Koeun berhenti di lantai 4 dan ia mendapatkan pencerahan ketika memandang ke bawah, ke kolam renang sekolah. Ia buru buru turun sampai sesekali hampir terjatuh dari tangga.. atau bahkan sudah terjatuh. Ia memegang erat erat bola basket ditangannya yang kebetulan ia dapati di lapangan sekolah ketika menuju kolam renang itu.

“Ya! Jung Jaehyun bajingan!!” Jaehyun yang sedang asik berenang mau tidak mau berhenti ditengah karena gadis itu meneriaki namanya dengan penuh amarah. Kalau waktu pertama kali mereka bertemu gadis ini mirip sudah mirip Sadako, sekarang dia lebih seram dari itu. Mungkin Neneknya Sadako yang sudah keriput dan jahat cocok untuk mendeskripsikan rupanya sekarang.

Jaehyun berenang kearah pinggiran kolam renang, mendekatri gadis itu, antara heran dan mengerti kenapa gadis itu mencari carinya seperti ini. He is fucking famous, everyone is looking for him.

“Ada urusan apalagi?” Tanya Jaehyun santai. “Kau beruntung selalu bertemu denganku dalam kondisi sex….”

Buaaaakkk. Tepat sasaran! Bola basket yang ditenteng Koeun tepat mengenai kepala Jung Jaehyun, membuatnya terdiam dan reflek memegang kepalanya yang terasa nyut nyutan. Padahal, Koeun begitu buruk dalam hal lempar melempar bola. Mungkin neraka memberkatinya hari ini untuk balas dendam.

“WHAT THE FUCK ARE YOU DOING?” Jaehyun berteriak, kesabarannya sudah benar benar habis, kaget bukan main dengan yang dilakukannya.

“Apa yang aku lakukan? Itu balasan dari yang kau perbuat, idiot! Kau seharusnya dilempar dengan batu seberat 100kilo agar otakmu yang tidak berfungsi itu hilang sekalian dari kepala idiotmu.” Balas Koeun sadis, membuat Jaehyun semakin tidak mengerti kenapa gadis ini menjadi begitu histeris.

Jaehyun masih memegang kepalanya yang pusing bukan main. Ia mau melompat keluar dari kolam renang dan menghajar habis habisan gadis itu. Tidak ada yang pernah berani berbuat seperti ini kepadanya sebelumnya. Tapi ia tidak dapat berbuat banyak karena kepalanya terasa begitu nyeri.

“Kau benar benar gila! AKu tidak akan tinggal diam.”

“Aku tidak pernah peduli dengan apa yang akan kau lakukan. Jika sekali lagi kau berani mengerjai Taeil Oppa, aku serius akan membunuhmu dan juga Hina!”

Ya Tuhan, Jaehyun pikir hanya cintanya saja yang gila terhadap Hina. Cinta gadis ini kepada Taeil rupanya jauh lebih gila. Perbuatan gadis itu tidak hanya sampai disitu. Dia mengambil tas Jaehyun yang terdampar didekat kolam, membuka kancingnya dan menjatuhkan seluruh isinya ke dalam kolam renang, termasuk handuknya. Bagus, dia akan mati kedinginan ketika pulang, Jaehyun hanya belum sadar saja kalau ban motornya juga sudah di kempesi.

Kali ini Jahyun benar benar ingin naik keatas, tapi Koeun sudah berlari dan pergi lebih dulu. Meninggalkannya dalam ke’misery’an seorang diri.

***

“Ya Tuhan, aku tidak menyangka kalau Koeun noona seorang psikopat.” Mark tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Sementara teman Jaehyun yang lain masih terbengong bengong mendengar cerita kesengsaraan Jaehyun beberapa jam yang lalu. Ia menceritakan segala hal kepada temannya dengan nada suara kesal bukan main dan tidak pula menyebutkan Koeun sebagai ‘gadis psikopat’ disetiap kalimatnya dan juga disertai bersin beberapa kali. Ayolah, dia hampir mati kedinginan karena tidak punya baju simpanan lain di loker sehingga harus menggunakan baju basah pada malam dingin musim semi selama berpuluh menit, untung teman temannya mau datang menjemput dan mengantarnya kerumah.

“Kau harus minum obat penurun demam.” Taeyong menyarankan, dia cukup khawatir dengan kondisi Jaehyun. Bagaimanapun yang dilakukan Koeun termasuk keterlaluan. Tapi Koeun punya perlindungan atas perbuatannya, Jaehyun duluan yang hampir membunuh Taeil. Jadi wajar jika dia melakukan hal yang sama terhadap Jaehyun.

“Kau yakin Koeun yang melakukan itu? Bukan hantu penunggu kolam renang yang menyamar jadi Koeun?” Tanya Doyoung polos, diam diam membela temannya.

“Aku tahu dia temanmu. Tapi tetap saja yang dia lakukan kelewatan.” Ten membalas, tidak membenarkan pembelaan Doyoung.

“Kalau begitu, apa yang kau lakukan sampai Koeun bermasalah denganmu sampai segitunya? Maksudku, dia tidak mungkin separah ini kalau tidak ada api, kan?”

“Berhenti membela Koeun, Kim Doyoung.” Ten memperingatkan.

“Dia memang salah. Tapi aku kenal Koeun dari SD… dia tidak mung…”

“Sudah kubi….” Ten mau menyemprot lagi, tapi Jaehyun menghentikan mereka sebelum benar benar ribut di rumahnya.

“Gadis psikopat itu pernah mengatakan kalau aku tidak boleh mengganggu Taeil. Yeah, aku memang mengganggunya. Meminta tolong Johnny Hyung untuk mengambil dan mencuri tugas si anak pintar itu. Itu tidak parah, kan? Taeil duluan yang mencuri gadis yang kusukai.” Jaehyun menjelaskan tentang sedikit kesalahannya, masih dengan suara parah khas orang baru kena flu.

“Kau yakin hanya melakukan itu?” Doyoung kurang yakin.

“Memangnya apalagi yang dapat kulakukan?” Tanya Jaehyun balik, masih menggigil.

Doyoung menjadi merinding. Menyadari kalau ini murni kesalahan Koeun sepenuhnya.

“Aku akan memintanya untuk minta maaf.”

“Tidak perlu. Aku hanya butuh balas dendam.”

“Ya! Dia perempuan.” Bela Doyoung terhadap Koeun, lagi.

“Aku tidak peduli. Si gadis psikopat itu saja tidak peduli kalau sampai aku mati kedinginan.”

“Makanya jangan menyentuh Taeil Hyung.”

“Dasar gadis psikopat bodoh. Dia mati matian membela Taeil, padahal Taeil tidak akan meliriknya.” Cemooh Jaehyun yang disertai batuk batuk diakhir kalimat.

“Taeil Hyung meliriknya, kemarin aku lihat mereka tertawa berdua.” Mark menambahkan. Dia mengakhiri dengan suara yang memelan karena semua orang memandangnya seperti, ‘kau-terlalu-muda-untuk-ikut-campur’

“Moon Taeil kan kakaknya Koeun, Moon Koeun.”

“WHAT THE FUCKEEEEERRRR?” Jaehyun berteriak, dia tidak peduli dengan suaranya yang sudah serak. “Gadis psikopat itu incest?” tanyanya bodoh.

“Wajar tahu kalau seorang adik menyayangi kakaknya seperti itu.”

“Iya, benar.” Mark setuju dengan ucapan Doyoung, sedangkan yang lain ikut terkejut seperti Jaehyun.

***

“Kenapa aku harus minta maaf?” Tanya gadis itu datar. Sejak Doyoung mendekatinya di kantin, Koeun tidak memberikannya senyum sama sekali, dia terus cemberut dan focus pada novel Paulo Coelho ditangannya.

“Karena dia tidak bersalah.”

“Si pria idiot itu membuat Taeil Oppa harus diopname di rumah sakit.”

“Yang memukul Taeil Hyung anak sekolah musuh, tidak ada hubungannya dengan Jaehyun sama sekali. Aku menjamin. Dia hanya mencuri tugas matematika Taeil Hyung.”

“Kau temannya. Kau gampang dipengaruhi olehnya.”

“Aku juga temanmu.” Balas Doyoung lagi. “Minta maaflah Koeun, aku tidak mau terjadi apa apa denganmu. Jaehyun itu berbahaya.”

“Aku tahu.” Balasnya tenang. “Dan aku tidak peduli.” Yeah, seperti inilah Koeun. Gadis itu bahkan tidak peduli kalau dia tidak punya satupun teman dekat disekolah, kecuali ruang teater. Doyoung meremas rambutnya. Dia bisa frustasi kalau begini terus. “Tidak usah pedulikan aku, Doyoung. Seburuk buruknya yang terjadi, paling aku terjun dari atap gedung.” Lanjutnya, seperti sama sekali tidak mengatakan hal yang menyeramkan. Gadis ini memang luar biasa, terkadang.

“Ini tidak lucu, Koeun.”

“Aku memang hanya bercanda. Maaf tidak lucu.” ucapnya garing, sembari tersenyum. “Yasudah, aku mau keruang teater. Meskipun pria idiot itu hanya mencuri tugas Taeil Oppa, tetap saja dia bersalah.”

“Kau berlebihan.”

“Aku hanya punya Taeil Oppa.” Jawabnya menegaskan, membuat Doyoung langsung terdiam beribu bahasa.

***

“Setidaknya kau tidak mati.” Gadis itu berucap santai saat ia menapati Jaehyun berjalan dihadapannya, ia menggunakan syal merah dan sweater tidak terlalu tebal.

“Aku hampir mati, psikopat!” Jaehyun menggenggam erat tangannya, jangan sampai dia kedapatan memukul gadis ini didepan banyak orang.

“Anak laki laki itu tidak boleh manja dan harus tahan banting.”

Jaehyun memutar bola matanya kesal, “kalau ayah ibuku tahu apa yang kau lakukan terhadapku. Mereka pasti akan membunuhmu!”

“Omo, kau seperti anak TK yang menggunakan orang tua sebagai alat untuk mengancam.”

Jaehyun benar benar merasa kalau dia tidak diizinkan untuk berdekatan dengan gadis berwajah datar ini lama lama, karena sungguh, dia berasa emosinya sedang berada di puncak gunung Himalaya. Dia juga tahu tanpa harus diberitahu kalau dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, tidak perlu orang tuanya.

“Kenapa? Kau takut?”

Koeun menggeleng, “tidak, kok. Aku biasa saja.” Tidak ada yang biasa saja dalam keadaan ditekan, seharusnya. Jaehyun mengira kalau gadis psikopat ini pasti berbohong, sayangnya matanya tidak menunjukkan ketakutan apapun.

“Kalau begitu kau akan takut dengan hidupmu sendiri sebentar lagi.”

“Begitukah?” tanyanya belagak kaget, masih menggunakan wajah datar itu. “Ah, Aku akan memohon pada Taeil Oppa untuk putus dengan Hina. Biar adik perempuannya ini tidak mati dalam keadaan mengenaskan.” Ucapnya santai sembari pelan pelan berjalan mundur. Ia tersenyum diakhir kalimat, melambaikan tangannya kepada Jaehyun seperti mau berpisah dengan teman baik. Jaehyun merasa sekujur badannya kaku dalam beberapa detik. Is she just smiling at me? Sepertinya dia harus setuju dengan Johnny kalau Koeun punya senyum yang manis, sangat cantik. Mungkin karena gadis itu jarang tersenyum dan ini adalah pertama kalinya Jaehyun melihatnya tersenyum. Maka dari itu senyumnya terlihat agak sedikit…hanya sedikit…special?

Seperti pertemuan pertama mereka, Koeun pergi begitu saja meninggalkan Jaehyun, membuat segala yang melayang dibenak pria itu harus dibiarkan menggantung. Paling nanti malam dia tidak akan bisa tidur untuk menemukan jawaban.

img_2716

Mind to leave your comment?

18 responses to “The Antagonist (Prolog and Chapter 1)

  1. ini mulai deman NCT U bener kan
    mereka imut” dan skill nya bagus
    tapi aku sulit berpaling kemereka hehehehe sorry
    tapi ceritanya 100% suka banget
    koeun kena sister complex atau malahan dia udah jatuh cinta ama kakaknya sendiri juga gk tahu kan
    dan akan sangat menarik kalo akhirnya sang narator terjebak relationship dengan sang antagonis jaehyun
    lanjutkan keren banget kok

  2. Omg, aku lagi suka sama nct dan seneng banget bisa baca ff castnya nct, keren ceritanya..uh jaehyun karakternya aku suka banget authornim, penasaran sama kelanjutannya….
    ditunggu next chap nya
    semangat

  3. OKE FIX. AKHIRNYA AKU NEMU FF KOEUN LAGI.

    Secar keseluruhan, aku suka sama ide cerita ini ya. Ini image Jaehyun itu cocok banget sama wajah dia yang emang playboy-able banget. Buat Koeun juga dia itu wajahnya mendukung dalam segala peran, dia jadi antagonis dapet feelnya, protagonis juga dia dapet.

    Oh, ya, ada beberapa yang harus aku revisi/? Yang pertama itu kalau misalnya ada bahasa asing seharusnya pake italic, jadi jangan bahasa Inggris aja, ya, hehe. Kedua, penggunaan tanda baca dan EYD-nya perlu diperhatikan lagi, dan terakhir, secara keseluruhan kan ini pake bahasanya baku gitu, ya, dan tadi aku lihat ada beberapa kata non-baku disana, kalau bisa itu juga pakai italic biar bisa bedain mana kata baku dan sehari-harinya.

    Overall aku suka, kok, sama cerita ini. Aku tunggu kelanjutannya, ya, kak. Maafin juga kalau misalnya komentarku kesannya sok tahu gitu, hehe. Keep writing, kak❤

    sign,

    zahrafifah.

  4. ceritanya keren, jlannya beda sama yg lain,, yg tau semua ceritanya bkal yg menjadi penentu jlan ceritanya
    d tunggu kelanjutannya

  5. aku sukaaa banget sma koeeeuuuunnnnnnnnnn
    doyoung jugaaaaaaa,,tpi aku ngeship koeun sma mark,,
    aduh gak papa lah ya,, jaehyun juga ganteng banget gtu,
    awalnya aku kira koeun emg bneran suka sma taeil,
    eh ternyata adekkakak,, koeun kenapa ??
    orang tuanya udh gak ada???
    dtungguin nextnya yaaaa
    keep writinggg

  6. Hmm jujur aja aku gatau cast cast yang dimaksud
    Paling cuman mark
    Mark got7 kan?
    Hmm aku gak bakalan coment tentang cast dan karena jujur aku daritadi baca rada lupa lupa terus namanya
    Hhmm taoi ceritanya bagus kok walaupun aku gak inget nama castnya tapi aku inget alur ceritanya kok

    Bisa gak thor dikasih tau siapa aja genk nya jaehyun terus sifat mereka itu gimana

  7. Unyuuu sekaliii :3 meskipun sampe sekarang aku cuma hafal mukanya taeyong sama jaehyun (bahkan jaehyunpun masih sering ketuker sm yang lain) yapi aku suka ada ff nct:3 next dong kakkk :*

  8. Funny! Kocak! Nano-Nano! Gakuku! Ganana!
    Enak pembawaan karakternya masing2, gue jadi gemes ama Koeun wkwk malah keliatan manis pas ama Jaehyun😀
    Gue ngarepin tar Jaehyun bakalan ama Koeun, asli mereka tuhh pasangan sensitif hohooo

  9. Funny! Kocak! Nano-Nano! Gakuku! Ganana!
    Enak pembawaan karakternya masing2, gue jadi gemes ama Koeun wkwk malah keliatan manis pas ama Jaehyun😀
    Gue ngarepin tar Jaehyun bakalan ama Koeun, asli mereka tuhh pasangan sensitif hohooo

  10. Funny! Kocak! Nano-Nano! Gakuku! Ganana!
    Enak pembawaan karakternya masing2, gue jadi gemes ama Koeun wkwk malah keliatan manis pas ama Jaehyun😀
    Gue ngarepin tar Jaehyun bakalan ama Koeun, asli mereka tuhh pasangan sensitif hohooo

  11. new reader, ijin baca yaa~
    mereka smrookies? adub aku ketinggalan info gini gak pada tau yang mana mana nya hehe cuma tau taeyong aja, disini dia jadi peran pembantu ya/?
    anak muda banget ceritanya/? aku suka, next chapter ya keep writing thor^^

  12. Hwa..
    Keren…><
    Bahasanya aku suka..
    Cara nyeritainnya jugakk…
    Sayangnya taeyong gak jadi pemeran utama..😂 *oke abaikan*
    Jaehyun ntarr malah suka koeun nih.. xD
    Dan gk nyangka kalo ternyata taeil kakanya koeun.. :"3 mereka gak bisa bersama.. .-. Gemes sama sifatnya koeun.. :""3
    .
    Next chapter di tunggu banged yap.. ^^
    Keep writing thor!!
    Fighting!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s