[Freelance] INNOCENT GIRL GAMES

igg-copy

INNOCENT GIRL GAMES

 

Title : Innocent Girl Games
Author/twitter : syelinagail/@batsyebaam
Cast : Sehun(EXO) || J-hope(BTS) || Jung Hyora (OC/You) || Wonwoo (Seventeen) ||Chanyeol (EXO) || Jimin (BTS)
Genre : slice of life, romace, drama
Rating : PG-13
Length : Chaptered
Disclaimer : plagiat go away! Saya post ini di akun wattpad dan di blog saya dan juga wattpad. Pokoknya kalau ada yang sama ceritanya tapi authornya bukan syelinagail/windylogy/syenagail tell me guys!

Chapter 3

 

Setelah aku menyuruh Hoseok membersihkan badannya, aku pergi kekamarku untuk mengganti pakaianku juga. Pikiranku masih bergelut dengan jaket yang dipakai Hoseok, dan aku pun langsung membuka lemari putih besar yang berada dihadapanku. Aku menggeser beberapa pakaianku, dan aku menemukan jaket hitam yang tak pernah kusentuh beberapa tahun belekangan ini setelah pindah kemari.

“Sudah sangat lama sekali.” Gumamku sembari mengambil jaket itu dan mengelusnya pelan. Aku segera menggelengkan kepalaku dan menyimpan cepat jaket itu kembali ketempatnya.

“Aniiii, aku tidak mungkin merindukannya.” AKu segera mengambil bandana putih milikku dan kaus oblong baby blue dan juga celana pendek seatas lutut. Aku segera mengganti pakaianku, aku terlalu malas untuk mandi malam, terkadang tiap paginya aku selalu bersin karena aku tidak bisa mandi malam mau dengan air hangat atau dingin.

Aku pergi keluar dan melihat Hoseok sudah duduk didepan layar televisi yang menayangkan acara music di salah satu stasiun televisi yang terkenal di Korea Selatan. Aku berjalan menuju dapur untuk membuat cokelat panas untukku dan Hoseok.

“Apakah aku tanyakan dulu apa dia mau cokelat panas sekarang?” Gumamku dan langsung saja aku berjalan mendekatinya.

“Hoseok?” Aku memanggilnya tapi tak ada satu pun sahutan, aku segera mempercepat langkahku. Saat aku mendekatinya, matanya sudah tertutup dengan tangan yang tetap menggenggam remote tv. Aku sedikit tersenyum kecil melihatnya, tapi aku juga sedikit bingung antara membangunkannya untuk pindah atau di biarkan saja saat ini. aku sedikit menggaruk kepalaku dan ragu-ragu saat aku akan menyentuh pundaknya.

“Hoseok…Hoseok ireona” Ucapku perlahan dan menggerakkan pundaknya pelan. Namun tak ada gerakan yang menandakannya untuk bangun. Aku menghembuskan nafasku pelan menyerah. Aku berjalan kearah kamar tamu untuk mengambil selimut.

Saat aku kembali, aku melihat dirinya tetap tertidur dalam posisi awalnya. Namun, aku segera berlari dan melepaskan selimut yang berada di lenganku, Hoseok akan jatuh menghantam sisi sofa yang sedikit keras. Aku langsung menahan kepalanya yang sedikit berat dan menyimpan bantal sofa dibwah kepalanya. Aku menyimpan kepalanya perlahan dan mengambil selimut yang terjatuh sebelumnya dan menyelimuti Hoseok—sedikit—asal.

Saat Aku berjalan ke kamarku, aku melihat kearah jam, dan jam sudah menunjukkan pukul 10 malam pantas saja aku merasa lelah. Bairlah Hoseok bercerita lagi lain kali. Aku mematikan seluruh lampu kecuali lampu yang berada diruang makan yang terletak tidak jauh dari tempat Hoseok tertidur agar tidak terlalu gelap. Aku pun masuk kedalam kamarku dan menghempaskan tubuhku.

“Ahhh aku sangat lelah, tapi senang juga haha” Guamamku dan langsung membenarkan posisi tidurku dan menyelimuti badanku sepundak. aku menghembuskan nafasku pelan dan langsung menutup mataku, semoga besok aku masih dapat menghirup udara pagi yang segar kembali.

 

. . .

 

“Bagaimana kabarmu?”

 

“Aku baik-baik saja, ada apa menelepon malam-malam begini?”

 

“Aku butuh bantuan, adikku akan pulang ke Korea beberapa hari lagi. Bisakah kau mengurusi urusan sekolahnya dan juga dimana Ia tinggal?”

 

“Huh? Just do it yourself bro. Kenapa harus aku? Kenapa adikmu berniat untuk pindah ke Korea?”

 

“Aku terlalu sibuk, Ia lelah untuk mengurus perusahaan saat ini. Jadi Ayahku memberikannya lagi padaku, padahal saat ini aku sudah mempunyai 2 anak kembar dan seorang istri yang harus dibahagiakan.”

 

“jangan mengeluh terus kau, sudah enak kau mempunyai keluarga saat ini. Yasudah Jaehyun karena aku sedang berbaik hati, nanti akan kuurus semua semoga nanti kau memberikan imbalan yang setara.”

 

“Itu jangan kau pikirkan Chanyeol, kau takkan kecewa dengan hadiahku nanti”

 

“terserah, yasudah aku sangat lelah saat ini. Selamat Malam”

 

“Selamat siang, selamat tidur Tuan Park ahah”

 

 

Piipp…

 

“Merepotkan saja adiknya itu, dimana aku harus menyekolahkan pangeran muda itu” Gumam lelaki bernama Park Chanyeol itu dan berjalan keluar kamarnya untuk menemui adiknya yang Ia pastikan belum tidur meskipun sudah larut.

Ttok…ttok…

Ia mengetuk pelan pintu kamar milik adik keduanya itu. Ia sedikit malas menunggu, langsung saja ia membuka kamar adik lelakinya dan mendapatkan adiknya sedang berlovey dovey dengan laptop putih miliknya.

“Kau tidak punya sopan santun ya sembarang masuk kekamar orang” Celetuk lelaki itu tanpa melihat siapa yang datang ke kamarnya itu.

“Aku sudah mengetuk Park Jimin, apa kampusmu cocok untuk adik Jaehyun hyung?” Ucap Chanyeol to the point sembari melihat kesekeliling kamar adiknya yang berantakan dengan kertas dimana-mana.

Lelaki yang dipanggil Park Jimin langsung menutup laptopnya kasar dan menatap intens kakak lelaki pemegang saham perusahaan keluarganya itu. “Oh Jaehyun?” Chanyeol hanya mengangguk mengiyakan dan ia berhenti sebentar berdiri menatap foto polaroid dikamar itu.

“Adiknya akan bersekolah dikampusku? Boleh saja asalkan si Oh Sehun itu tidak bertindak sesukanya dihadapanku lagi” Ucap Jimin sembari menarik foto yang sempat diperhatikan Chanyeol beberapa detik.

“Aku tidak bisa menjamin, yasudah terimakasih” Ucap Chanyeol dingin dan langsung berjalan keluar kamar adiknya dengan senyuman tipis saat menutup pintu kamar jimin.

“Sial, anak itu kembali ke Korea ternyata.” Gumam Jimin dan langsung meremukkan foto yang ia sempat cabut dari gantungan foto-foto diantara polaroid lainnya dan membuangnya sembarang kesegala arah. Ia pun langsung menghempaskan tubuhnya keatas kasur berwarna hitam yang memliki ukuran king size. Tak lama ia tertidur dalam posisi tidur asalnya.

 

. . .

 

Aku membuka mataku mendengar suara alarm yang memekakkan telinga.  Aku mendudukkan tubuhku sebentar untuk mengumpulkan kesadarannya secara penuh. Tak lama aku langsung berdiri dan mengambil handuk yang tergantung tak jauh dari kamar mandi di dalam kamarku ini.

Aku keluar kamar mandi dengan keadaan yang segar dan merasa sedikit dingin. Aku berjalan mendekati pemanas ruangan dan saat aku lihat benar saja mati, pantas aku merasa kedinginan semalam. Aku menyalakan penghangat ruanganku dan berjalan mendekati lemari pakaianku.

“Oke kali ini kita pakai senyaman mungkin, kita akan menjalani hari yang melelahkan.” Aku bergumam pelan dan mengambil kemeja kotak merah-merah dengan lengan pendek ditambah kaus hitam tak berlengan dan juga jeans denim.

Setelah itu tanpa aku lepaskan handuk yang mengait di kepalaku, aku keluar kamar dan melihat seseorang yang masih tertidur pulas disofa. Aku berjalan langsung ke dapur untuk memasak sarapan. Biasanya jika aku terlalu malas untuk memasak seperti sekarang,aku hanya memakan ramyeon dan kali ini aku akan membuat dua dengan tambahan kimchi yang diberikan Ibu Krystal 2 hari yang lalu.

“Hoaaaammm, aku masih mengantuk” gumamku disela-sela menunggu Mie ramyeon instan yang sedang kurebus.

 

Gubrakk…

 

Aku segera menengokkan kepalaku cepat dan melihat kearah ruang tamu sekaligus ruang menonton, Hoseok berdiri dari tempatnya dengan tatapan masih belum sadar sepenuhnya sepertinya.  Aku tertawa kecil melihatnya, namun Hoseok segera menatapku dengan wajah bangun tidurnya. Aku hanya melambai dengan tawa melihatnya yang masih belum sadar dari tidurnya. Aku kembali melakukan kegiatan memasakku, oh ralat merebus ramyeon instan maksudku.

Setelah selesai, aku membawa 2 mangkuk ramyeon dan tak lupa kimchi di atas meja makan. Aku berjalan mendekati Hoseok yang kulihat tidur kembali di sofa, aku segera saja mengambil bantal yang menjadi bantal tidurnya yang membuat kepala miliknya terkena sisi sofa yang lumayan keras. Namun tetap saja ia tidak bangun, aku pun langsung mendesis dan memukulnya dengan bantal.

“Yakkkk Ireona Hoseok!!!” Aku terus memukulinya sampai ia menutupi badannya dengan selimut.

“Okeee oke aku bangun berhenti memukuliku!!” Ucapnya dari dalam selimut, aku pun menghentikan kegiatan ‘memukul’-ku dan menarik selimut yang dipakai Hoseok untuk bersembunyi.

“Kau mau makan dulu atau mandi atau mau tidur lagi yang akan kusiram dengan air panas eoh?” Ancamku dan membuatnya langsung bangun dan duduk menatap malas padaku. Aku sedikit menahan tawaku melihat wajahnya yang sangat membuatku ingin memeluknya seperti dahulu.

“Kau ini hyo… dari dulu setiap membangunkanku seperti itu. Aku mau makan dulu ah” Ucapnya sambil bergerutu sembari meregangkan tubuhnya.

“Baiklah cepat” Ucapku, namun saat baru saja aku berjalan tanganku ditahan olehnya. Aku membalikkan badanku dan Ia sudah berdiri dihadapanku dan aku berdiri tepat didepannya. Aku sedikit mundur namun pinggangku ditahan tangannya, dan detik itu juga aku pinggangku dipeluk olehnya.

 

. . .

 

Aku berdiri dengan cepat saat ia baru saja akan pergi ke meja makan, secara refleks aku memegang tangannya. Saat ia berada tepat didepanku, meskipun ia memang tingginya hanya sebatas hidung aku langsung memeluknya disaat ia mencoba mundur.

Dalam beberapa detik aku oh tidak maksudku—kami—diam dalam posisi ini. aku sedikit merasa canguung dan tak tahu mengapa aku memeluknya. Namun, aku merasakan tangannya memelukku dan ia mempererat pelukannya. Aku awalnya sedikit terkejut, namun aku menikmatinya dan aku lebih memperdekat pelukan itu dan daguku diletakkan di kepalanya. Aku sangat menikmati ini, sampai aku menutup mataku dan senyum terukir di wajahku.

Tapi aku kembali membuka mataku saat ia berbisik dan mulai mengendorkan pelukannya.

“Bisa kau lepaskan? Kau itu bau belum mandi kan?” Ucapnya dan aku langsung melepaskan pelukan itu dengan rasa kecewa. Aku melihatnya dan ia sedikit menundukkan kepalanya, aku menarik dagunya sebenarnya memaksanya untuk menatapku.

“Kau blushing?huahahaha” Ejekku dan langsung membuatnya mengembungkan pipinya. Aku hanya tertawa keras dan dia langsung pergi ke meja makan. Aku pun mengikutinya dnegan tawa yang tetap tak bisa berhenti.

“Berhentilah tertawa” keluhnya dan langsung memakan ramyeonnya, aku duduk didepannya dan meliriknya dengan tawa kecil saat ia memakan makanannya dengan cemberut. Tapi lama-kelamaan aku menghentikan tawaku dan memakan makananku. Keadaan di meja makan sedikit canggung, aku pun mencoba mencairkan suasana.

“Kau ternyata bisa memasak ya?”

“Itu ramyeon instan” Ucapnya pendek dan aku sedikit tertegun. Aku kembali memakan makananku. Kami diam untuk beberapa menit, aku akhirnya menghembuskan nafasku dan menatapnya yang memakan makanannya dalam diam.

“Hyo…”

“Eumm?”

“Aku hanya bercanda kok”

“Soal apa”

“maafkan aku, aku kan bercanda saat menertawakanmu”

Aku melihat dirinya menatapku dan aku menatapnya juga dan menyimpan sumpit milikku.

“Kau bersungguh-sungguh?” Aku langsung saja mengangguk cepat dan tersenyum kecil. Aku dapat melihat dirinya tersenyum dan kembali memakan makanannya. Aku pun kembali memakan makananku meskipun tetap dalam diam.

“Ohya Hoseok, kenapa kau memelukku ngomong-ngomong tadi?” Tanyanya disela-sela acara makannya. Aku juga diam sebentar namun kembali memakan makananku.

“Aku juga tidak tahu, refleks sepertinya” Ucapku santai dan tetap memakan makananku.

“Kok bisa gak tau sih, kau aneh” Ucapnya sembari menatapku dengan muka malasnya. Aku hanya tersenyum tipis dan dapat kulihat ia langsung mengubah tatapannya dengan tatapan—apa maksudmu—.

“Aku tidak bisa move on darimu sepertinya”

Tiba-tiba saja, aku dikagetkan dengan tersedaknya Hyora yang membuatku panic dan segera memberikannya air putih. Ia segera meminum air yang kuberikan dengan cepat. Aku hanya dapat menatapnya khawatir. Ia langsung saja menyimpan gelasnya kasar dan menatapku tajam.

“Kenapa?” Tanyanya yang membuat alisku naik satu, dan dia hanya memutar bola matanya.

“tidak bisa move on dari siapa?” Tanyanya kali ini yang membuatku ber-oh ria dan tersenyum simpul kearahnya.

“Dari siapa lagi selain darimu” Ucapku santai yang membuatnya tak dapat menutup mulutnya. Aku berdiri dan langsung membawakan mangkuk bekas ia makan ke wastafel. Saat aku kembali ia tetap diposisinya dan kali ini menatapku dengan tatapan yang aku pastikan tatapan tak percaya.

“Kenapa?” aku membersihkan mulutnya dengan tissue saat melihat bibirnya kotor dengan bekas makananya.

“Aku tidak dapat melepasmu begitu saja meskipun kita memutuskan hubungan kita karena kau pindah ke Seoul” jawabku dengan tatapan nanar kearah Hyora mengingat kejadian disaat ia mengatakan kalau ia akan pergi.

 

Flashback

 

Hari ini adalah Graduation Day bagiku. Semua orang tampak bahagia, terutama untukku. Karena hari ini juga hari tepat Anniversary 2 tahun hubunganku dengan Hyora. Ya benar aku sudah berpacaran dengannya disaat hari kenaikan kelas 2 tahun yang lalu. Butuh banyak energy untuk menyatakan cinta padanya.

            “Hoseokie!!” Aku memandang pada perempuan yang berlari kearahku memegang 1 buket bunga ditangan kanannya. Aku tersenyum lebar melihat Ia tersenyum dan langsung memelukku erat. Aku memeluknya dengan erat dan membisikkan ‘selamat’padanya, begitu pula dengannya.

            “Selamat untukmu juga Hoseokie!” Ucapnya dengan semangat aku segera menyuruhnya memegangkan buket bunga milikku sebentar untuk melepaskan dasi hitam milkku. Aku pun memasangkan dasi itu padanya, dan kami berdua pun langsung melemparkan senyuman bangga.

            “Mari kita rayakan Hoseok! Ayo main ke pantai Heundae!” Ucapnya yang langsung kusahut dengan anggukan. Kami pun berjalan ke rumah Hyora terlebih dahulu untuk menyimpan buket bunga dan juga yang lainnya. Meskipun kedua orang tua kami tak dapat datang setidaknya ia dapat menemaniku. Karena aku sangat menyayanginya.

            Sesampainya di  rumah Hyora, kami disambut oleh kedua orangtuanya. Ia pun langsung memeluk Ibu dan Ayahnya. Sedangkan aku hanya membungkuk kearah orang tua Hyora.

            “Hyora ada kabar bagus” Ucap Ibu Hyora saat menyuruh kami berdua duduk di ruang tamu.

            “Ada apa Eomma?” Tanya Hyora antusias. Aku hanya tersenyum dan tetap mendengarkan apa kabar bagus untuk hyora itu.


“Sebelumnya, Hoseok akan melanjutkan sekolah kemana?” Tanya Ibu Hyora yang membuatku terkejut dan aku hanya menggaruk kepalaku yang tak terasa gatal.

            “Sebenarnya, Saya akan membantu Appa menjalankan cabang perusahaan yang ada di Busan.” Ucapku dengan malu, Ibu-Ayah hyora hanya meng-oh kan, Hyora yang mendengar pernyataanku hanya diam karena hal ini pernah kuceritakan padanya sebelumnya.

            “Oh begitu ya, kalau Hyora kau akan melanjutkan ke Seoul, Eomma-Appa sudah menyiapkan semuanya. Soal kau dimana tinggal Eomma-Appa sudah membelikan apartement dekat dengan tempat kuliahmu nanti.” Aku yang mendengarnya sangat terkejut dan secara refleks langsung menatap Hyora. Dan saat aku melihat Hyora, Ia menatapku dengan mata berkaca-kaca.

            “Kok… mengatakannya mendadak sekali Eomma?” Tanya Hyora dengan nada bergetarnya, ia tetap memperlihatkan wajah antusiasnya. Aku tau kalau ia ingin sekali bersekolah di Seoul dahulu, tapi bagaimana dengan hubungan kami.

            “Sengaja diberi tahu sekarang agar terasa surprisenya haha bukankah begitu Appa?” Ucap Ibu Hyora sembari menyikut pelan Ayah Hyora yang disahut anggukan. Hyora hanya diam dan tiba-tiba berdiri.

            “Aku akan pergi keluar sebentar Eomma mencari udara segar, kajja Hoseok!”Ucap hyora dan aku langsung mengikutinya dan langsung ditarik oleh Hyora tanpa berpamitan terlebih dahulu.

            Selama diperjalan ke pantai Heundae yang tidak terlalu jauh dari rumah Hyora, kami hanya diam. Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, dan langit berwarna jingga sudah menghiasi daerah pesisir pantai Heundae ini. sesampainya di pantai Heundae kami duduk di tempat yang disediakan untuk duduk oleh masyarakat disini.

            “Hyo..” Aku membuka percakapan diantara kami, namuan aku hanya mendengar isakan dan segera saja mengangkat wajah Hyora. Ia menangis…

            “Hoseok…” Aku langsung saja memeluknya dengan erat. Tangisnya semakin terdengar, membuat hatiku pilu. Aku belum pernah membuatnya menangis selama ini, ini membuatku sangat terkejut. Ditambah ia akan pergi, bagaimana ini.

            “Hoseok, apa kita harus sudahi sampai disini?” Gumamnya membuatku langsung melepaskan pelukan dan menatapnya dalam. Mataku rasanya perih sekali.

            “Apa maksudmu berakhir?” Tanyaku memastikan.

            “Kau tahu kan impianku bersekolah di Seoul dahulu? Aku tak mungkin melepaskan ini.” Jawabnya membuat mataku memanas, langsung saja aku menitikkan air mata dari mataku yang langsung kuseka.           

            “Yasudah tak apa, kejar mimpimu ya!” Ucapku dengan senyuman yang kupaksakan, aku tak mungkin menyuruhnya untuk tidak menggapai mimpinya.

            “Hoseok… jangan memberikan senyuman untuk saat ini.” Ucapnya dengan air mata yang kembali turun, aku segera menyeka air matanya dengan kedua tanganku.

            “Tak apa kok Hyora, ini kan mimpimu. Kita harus sama-sama berusaha menggapai mimpi kita oke! Mari bertemu saat kita sudah sukses nanti”

            “Hoseok…”

            Aku segera memeluknya dengan erat meskipun aku sangat tak rela untuk melepasnya. Aku melepas pelukan diantar kami dan mendekatkan wajahku lebih dekat dengan miliknya. Entah apa yang membuatku melakukan ini, tapi hatiku berdegub dnegan kencang saat ini. Aku merasakan bibirku menyentuh bibirnya yang mungil dan lembut. Hanya bibir yang saling bertemu tidak lebih, lebih banyak cinta yang terasa dari ciuman ini.

            Aku menghentikan ciuman itu dan mendekatkan jidatku dengan miliknya memaksanya menatapku.

            “Ini bukanlah perpisahan, aku mencintaimu”

 

Flashback end

 

Sejak kejadian tadi pagi, aku enggan untuk membuka mulutku. Bahkan sekarang kami sudah di dalam lift pun tak mengeluarkan sepatah kata pun. Kami berdua pun keluar dari lift, keadaan diluar sini masih belum terlalu ramai. Saat kami sampai di tempat dimana Ia memparkirkan motornya, aku terus berjalan menunduk.

“Baiklah sampai jumpa Hoseok, aku pergi dulu” Pamitku dengan canggung.

“Hyora” Aku menengokkan kepalaku melihat Hoseok yang menatapku dengan serius, ah tidak… aku merasakan wajahku memanas kali ini. Ia berjalan dekat kearahku dan entah apa yang membuatku diam ditempatku. Wajahnya lebih dekat denganku, aku dapat merasakan hembusan nafas di pipiku. Wajahku mulai memanas dan secara refleks aku menutup kedua mataku.

Chu~

            Bibir milik kami berdua bertemu, aku merasakan degub jantungku berpacu dua kali lebih kencang. Aku pernah merasakan perasaan ini dahulu, sebelum aku pergi meninggalkannya. Awalnya bibir kami hanya saling menempel, namun aku merasakan bibir Hoseok yang mulai bergerak diatas bibirku. Ia menarik pinggangku mendekat kearahnya, dan aku tidak tahu kali ini apa yang membuatku menikmati ciuman ini. ia menggigit bibirku yang memaksaku membuka mulutku dan mengalungkan tanganku keleher miliknya. Sungguh, aku merasakan perutku dipenuhi kupu-kupu yang bertebangan didalamnya.  Hoseok langsung menarik kembali bibirnya setelah aku memukul dadanya karena ku merasakan pasokan udaraku habis. Aku tak melepaskan kaitan tanganku di lehernya. Kami berdua menarik nafas berkali-kali.

“Apa hanya aku saja yang merasakan perasaan ini” gumam Hoseok membuatku menatapnya dan melepaskan kaitan dari lehernya. Aku mundur beberapa centimeter darinya dan aku tak tahu pasti kenapa pipiku terasa panas.

“Ayo akan kuantar” Ucapnya dan langsung saja menarikku kembali berjalan. Kali ini akan kuikuti ia, ia benar-benar tau bagaimana membuatku meleleh. Ini adalah ciuman kedua di bibir yang kuterima selama aku hidup. Yang pertama juga diambil olehnya, ah aku pasti sudah gila bisa mencintaimu dahulu. Perasaan apa ini? Apa aku jatuh cinta padanya untuk yang kedua kalinya.

 

. . .

 

“Selamat pagi Wonwoo-ssi” Sapa satpam apartemen dimana ia tinggal. Wonwoo tersenyum dan membungkuk sekilas pada satpam yang umurnya lebih tua darinya itu. dengan kaus hitam, jaket biru, dan sneakers hitam ia berjalan dengan rasa percaya diri tinggi pagi ini. Sesekali ia bersenandung kecil disaat ia berjalan menuju tempat ia memarkirkan mobilnya.

Langkahnya terhenti saat ia melihat Hyora bersama Hoseok sedang berdiri berduaan di tempat parkir apartemen disini. Ia sembunyi dibalik salah satu dinding dekat dimana Hyora dan Hoseok berdiri.

“Apa yang mereka lakukan disini? Eh Tunggu, apa semalam Hoseok menginap diapartemen Hyora?” Gumam Wonwoo dan sedikit membelalakkan matanya saat membuat dan memikirkan argumennya.

 

“Baiklah sampai jumpa Hoseok, aku pergi dulu”

            “Hyora”

Wonwoo mengepalkan tangannya saat ia melihat Hoseok berdiri semakin dekat dengan Hyora dan ia membelalakkan matanya tak percaya dengan kejadian yang ia lihat kali ini. Hoseok mencium Hyora ditempat umum seperti ini. ia mengalihkan pandangannya dan meremas kasar dadanya.

Saat ia akan melihat kegiatan yang membuat panas hatinya, mereka berdua semakin membuat panas suasana. Wonwoo yang awalnya akan mendatangi Hoseok, tiba-tiba menghentikan tindakannya saat melihat mereka berdua akhirnya mengakhiri kegiatan ‘panas’ mereka.

Hoseok membawa pergi Hyora pergi, dan segera saat itu juga wonwoo berjalan cepat menuju mobilnya untuk mengikuti mereka.

 

 

 

TBC

 

5 responses to “[Freelance] INNOCENT GIRL GAMES

  1. Wew, agak kaget sih sebenernya . tapi ternyata sudah berkembang wkwkwk(you have to know what i mean)

    Jadi hyora pernah pacaran sama hosoek ??? Oh okay okay
    CLBK
    sehunnya kasian dong …..

    • i don’t get it :(((( berkembang apaan sih :” CLBK?? hm… sekalian aja ntar ada acara katakan putus juga gak?😄

  2. sehun di luar negri kah?
    dia bkal kmbali ke seoul dan kuliah di univ yg sama dgn hyora??
    penasaran bgt gmn nanti ekspresi hyora dan sehun saat mreka brtemu ya?
    dan sbnernya apa alasan hyora mmbenci sehun,pdhl dlu kn mreka brteman tp mlah saling bnci?
    itu j-hope jg pindah ke seoul kah,dia sudah tidak mneruskan cabang prusahaannya di busan?
    dan trnyata hyora dan dia pcaran slama sehun pergi? aduh….gmn nanti nasib sehun dong, apalagi mreka klihatan masih saling suka wlaupun udh putus….
    penasaran bgt ma lanjutan cetitanya….
    sehuuun…cpat kembali ya🙂

    • omaygadd aku seneng dan terhura baca ini :”)) terimakasih sebelumnya udh baca. semua jawaban kamu akan terjawab dalam chapter-chapter selanjutnya😄 xoxo! sehun akan kembali kok btw😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s