One More Time – [Chapter 1] By Sebie

ONEMORETIME13

|Title: One More Time (Chapter1)|

|Author : Sebie (@RandikaOh)|

|Main Cast: |

|Nam Yoora(OC/You)|

|Byun BaekHyun (EXO K)|

| Kim Seok Jin (BTS) |

|Other cast : |

|Oh Sehun (EXO K)|

|Ahn Minji (OC)|

|Lu Han |

|Length : Chapter|

|Genere : Romance, little bit angst|

|Rating : 16 | bisa naik kapanpun sesuai chapter |

|Disclaimber : ini ff ku hasil pemikiran saya sendiri. Don’t be siders,, don’t be palgiator. Please Leave your comment after read

| Pervious chapter : Prolog |

 

Happy Reading !!

 

Gadis ini berlari tergesa-gesa baru saja sekertaris pribadi ibunya menghubungi dirinya bahwa sang ibu baru saja pulang kerumah dan ingin bertemu dengannya. Batinnya ini sungguh merepotkan ia harus berlari agar cepat sampai di parkiran mobil, jika bukan sang ibu yang meminta ia tak perlu repot-repot membuang tenaganya untuk berlari.

 

Brukk..

 

Gadis ini begitu tak memperhatikan jalannya saat ia tergesa-gesa. Ia membungkukkan badannya meminta maaf pada seseorang yang baru saja ia tabrak, kemudian ia kembali berlari secepat mungkin meninggalkan seseorang yang masih terdiam memandang kepergiannya.

 

Laki-laki ini masih diam ia tak merespon apapun atas apa yang gadis itu katakan, menurutnya kesalahan apapun yang dilakukan orang lain dan orang itu sudah meminta maaf padanya ia rasa sudah cukup. Tapi ada yang sedikit aneh dengan laki-laki ini, ia tak bisa berhenti menatap kepergian orang yang baru saja menabraknya, ia cukup tau siapa gadis itu namun ia tidak cukup mengenal gadis itu, seorang gadis yang sudah cukup ia dengar beritanya seorang gadis yang memiliki muka yang begitu dingin. Namun siapa yang mau memikirkan gadis itu  masalahnya dengan gadis itu hanya saat ini dan semuanya sudah beres.

__oOo__

 

“Berhentilah main-main dengan kuliahmu! Jadilah seperti hyungmu”

 

“Ini hidupku ayah berhentilah mengatur kehidupanku dan jangan menyuruhku untuk seperti hyung, aku adalah aku dan hyung tetaplah hyung, aku akan melakukan bisnis itu ketika aku sudah siap”

 

“Ya! Kim Seok Jin!”

 

Pria paruh baya ini baru saja bertengkar dengan putra keduanya, ia benar-benar merasa pusing, bagaiamna lagi membuat putranya menuruti setiap perkataannya.

 

Seokjin pergi begitu saja meninggalkan ayahnya yang masih menggerutu dengan perlawanannya. Ia merasa bahwa hidupnya sudah cukup untuk diatur ia tak ingin menjadi robot bisnis ayahnya, cukup kakaknya saja bukan dirinya.

___oOo___

Hari sudah berganti menjadi malam, tidak seperti biasanya Tuan Byun kali ini makan malam bersama putranya, biasanya ia akan lebih memilih untuk beristirahat setelah perjalanan bisnisnya yang begitu melelahkan. Ruang makan begitu terasa sangat tenang hanya ada Baekhyun dan ayahnya, sementara Nyonya Byun masih sibuk di luar kota mengurus beberapa pekerjaan di sana.

 

“Ayah akan menjodohkanmu”

 

Ayah Baekhyun mulai mengeluarkan suaranya setelah menghabiskan makanannya. Tidak seperti biasa yang selalu diam, ia pun tidak mengerti apa yang harus dilakukan untuk membuka percakapan dengan putranya itu. Ayah Baekhyun kira tidak perlu basa-basi karena itu akan sangat merepotkan dan membuang waktu.

 

Baekhyun tercengan dengan apa yang ayahnya katakan, baiklah hidupnya memang seperti ini, terkesan dingin dan diatur. Suasana kembali sunyi dan senyap di meja makan keluarga Byun ini, baru tadi sore Tuan Byun pulang namun apa yang ia katakan sekarang justru membuat putranya serasa hidup seperti robot. Baekhyun hidup hanya seperti pelengkap dalam keluarga ini, hidupnya diatur, sekolahnya dan masa depannya, namun ada satu hal yang harus selalu Baekhyun syukuri dia memiliki wajah yang tampan. Dia kingka di universitasnya, tak ada satupun seorang yang tak mengenal Baekhyun.

 

‘Baekhyun adalah anak yang baik, penurut, dan pintar’ begitulah yang kedua orang tuanya selalu elu-elukan pada orang-orang. Orang tuanya hanya berusaha menutupi keburukan yang pernah Baekhyun miliki. Untuk membuat seolah perkataan orang tuanya itu benar ia harus merelakan waktu luangnya sepulang kuliah mengurusi bisnis orang tuanya, dan semuanya terbukti, Baekhyun memang handal dalam permainan bisnis seperti sang ayah. Dan ini secara tak langsung membuat kedua orang tuanya semakin mengelu-elukan Baekhyun sebagai putranya yang paling pintar, bahkan perusahaan ayahnya yang hampir saja bangkrut dan di tangani oleh Baekhyun mampu kembali seperti semula dan menujukan perubahan yang begitu besar. Hey Byun Baekhyun itu laki-laki yang sempurna!

 

 

___oOo___

Yoora sedikit menyesal meninggalkan mata kuliah terakhirnya tadi hanya untuk bertemu dengan ibunya, nyatanya saat ia tiba di rumah, sang ibu hanya diam dan tersenyum manis padanya seolah menandakan sang ibu senang melihat Yoora, ya tuhan ini benar-benar menyebalkan untuk Yoora, ia harus berlari tergesa-gesa sampai menabrak orang dan saat ia sampai di rumah sang ibu hanya mengacuhkannya tanpa bicara dan melanjutkan pekerjaannya.

 

Seperti biasanya Yoora makan malam dengan sang ibu tanpa sang ayah yang masih sibuk mengurus pekerjaannya. Tidak ada sedikitpun perkataan yang keluar dari sepasang anak dan ibu itu. mereka terus saja makan tanpa bicara. Namun saat Yoora selesai memakan makannannya Nyona Nam mulai angkat bicara.

 

“Yoora? Kau akan segera bertunangan”

 

Yoora diam ia tak merespon apapun yang ibunya ucapkan, ia tau bahwa hidupnya hanya akan berakhir seperti ini, sebuah perjodohan bisnis yang orang tuanya lakukan demi mengikat harta mereka. Mereka serakah, pikiran Yoora selalu mengatakan seperti itu. mereka egois tak pernah sedikitpun memberika sebuah kebebasan yang Yoora mau. Yoora bukanlah tipikal gadis pada umumnya yang sering menebar-nebarkan senyuman genitnya pada para lelaki, bukan pula gadis yang menyukai hal yang berbau dengan menghambur-hamburkan uang. Dia gadis yang sederhana, dengan senyuman kakunya. Mungkin dilihat dari luar dia seperti dingin tapi bila mereka lebih mengenal gadis ini sejujurnya dia adalah gadis yang begitu menyenangkan dan begitu hangat.

 

“Kalian akan bertunangan lusa”

 

Hey! Ini egois, bahkan tak ada pertemuan diantara keduanya dan sekarang orang tua Yoora mengatakan bahwa mereka akan bertuanangan lusa. Ini terlalu cepat untuk Yoora, namun ia mengerti dengan kedua orang tuanya yang memiliki sikap egois itu. Yoora juga mengerti bagaimana perasaan orang tuanya dulu yang juga termasuk dalam korban perjodohan yang sangat egois seperti dirinya sekarang. Yoora bukanlah seorang gadis yang mengerti dengan bagaimana rasanya cinta. Nam Yoora gadis kaku, dan memiliki tatapan dingin ini selama hidupnya tak pernah merasakan cinta sama sekali. karena ia tau, akhir dari masa depannya hanyalah ditangan kedua orang tuanya, orang tua yang hanya tau bagaimana caranya mengikat harta mereka dengan harta orang lain agar bertambah besar dan tak akan habis. Yoora sendiri tak habis pikir, ia kira selama ini orangtuanya hanya mengurus urusan bisnis saja tanpa merencanankan perodohannya yang begitu cepat seperti sekarang. Nyatanya gadis ini salah malah kedua orangtua nya sudah menjodohkan nya dengan laki-laki yang sama sekali tak ia tau.

 

“ Kau taukan sayang ini sudah perjanjian dan kamu sangat mengerti setiap apapun yang ibu dan ayah lakukan hanya untuk kamu, kamu satu-satunya putri  kami ini yang terbaik untukmu” Ibu Yoora memegang tangan anaknya dengan lembut, baru kali ini ibunya begitu memperhatikannya. Mata Yoora menatap tangan yang baru saja menggenggam tangannya, rasanya hangat, Yoora melebarkan senyumnya perlahan dan mulai menganggukan kepalanya.

 

Yoora mengerti dengan keluarganya, ibunya selalu mewanti-wanti padanya bahwa Yoora lahir bukan dari keluarga biasa seperti teman-teman Yoora yang lainnya, Yoora terlahir sebagai keluarga Nam, keluarga yang memiliki aset kekayaan yang melimpah, yang mempunyai berbagai gedung pencakar langit yang besar di Seoul dan di luar negeri. Tidak ada yang tidak tau keluarga Yoora, jika ia membuat kesalahan sedikit saja maka seluruh keluarganya akan mencacat Yoora sebagai gadis yang memalukan, mencoret nama baik keluarga dan sebagainya. Namun untungnya gadis ini terus menjaga sikapnya dan membuat seluruh keluarganya terkagum dengan sikap Yoora yang selalu tenang dan penuh wibawa dimanapun. Tak hanya itu gadis ini bahkan sangatlah cerdas, sedari ia di sekolah dasar sampai sekarang di universitas dirinya selalu mencetak prestasi yang luar biasa. Cantik, kaya, pintar tak ada hal yang kurang lagi dari Yoora.

 

___oOo___

Gadis ini masih saja memikirkan apa yang ibunya katakan, perjodohan haruskah ia melakukan hal itu, suatu hal yang mungkin akan menyiksanya suatu saat nanti. Paling tidak didalam bayangannya jika ia akan di jodohkan ia harus bertemu dulu dengan laki-laki yang akan di jodohkan dengannya.  Tidak seperti sekarang begitu terkesan tergesa-gesa.

 

Sedari tadi Yoora yang duduk di dekat Minji tidak mendengarkan ocehan sahabatnya yang begitu panjang, ia sendiri masih sibuk merutuki nasibnya yang sebentar lagi akan melepas status lajangnya menjadi bertunagan. Namun pikiran itu teralihkan ketika matanya tanpa sengaja memandang lurus kedepan melihat seorang pemuda yang tengah melukis. Hanya dengan melihat pemuda itu melukis mampu membuat jantungnya berdegup kencang saat ini, tak hentinya ia tersenyum tipis memperhatikan pemuda itu. pemuda dengan rambut kecokelatan dengan tataan rambut yang bibuat keatas dan mencuat-cuat. Ya tuhan gadis ini jatuh cinta hanya dengan sekali lihat pemuda itu. wajahnya begitu tenang angin siang ini menerbangkan beberapa helai rambut laki-laki itu membuat Yoora tak bisa berhenti memperhatikan laki-laki itu. matanya bahkan tak bisa berkedip untuk melihat sosok itu.

 

“Kau memperhatikan siapa Yoora?”

 

Minji, yang sedari tadi memperhatikan Yoora tersenyum sendiri merasa aneh dengan apa yang sahabatnya lakukan. Ia tak pernah melihat Yoora seperti ini. Mata Yoora terus saja menghadap kedepan , memperhatikan seorang pemuda yang sedang melukis. Minji mengumpat kesal dengan apa yang Yoora lakukan, sedari tadi ia bercerita ternyata orang yang ia ajak untuk membagi cerita tak memperhatika sama sekali. matanya mengikuti tatapan Yoora. Minji sedikit terhenyak apa yang Yoora lihat, namun diam-diam Minji tersenyum tipis. Ini awal yang baik untuk sahabatnya.

 

“Yoora? Kau menyukainya?”

 

Yoora terkejut mendengar pertanyaan Minji, ia segera mungkin menyangkal pertanyaan sahabatnya. Bagaimana bisa ia menyukai seorang yang bahkan tidak ia ketahui dan hanya ia lihat dari kejauhan. Minji mendesah pelan mendengar apa yang sahabatnya bicarakan, padahal ia sudah berharap lebih kali ini, tiba-tiba ia berpikir sesuatu, suatu hal yang mungkin saja mampu membuat Yoora mengatakan perasaannya secara tidak langsung.

 

“Dia tampan ya, lihatlah caranya melukis”

 

Yoora begitu semangat menjawabnya, memang apa yang dikatakan Minji itu tidak salah. Pemuda itu benar-benar tampan, saat dia melukis secara tak langsung membuat Yoora tertarik kedalam dunia yang bahkan tak pernah Yoora tapaki. Seperti sebuah sirhir tersendiri yang pemuda itu miliki untuk membuat seorang Nam Yoora merasa seperti ini. Minji mengulas senyum kecil dan apa yan ada didalam pikirannya tak salah lagi, ia rasa Yoora jatuh cinta pada pemuda itu pemuda yang sudah Minji kenal sejak kecil.

 

____oOo___

Pemuda itu terlihat sedang bertengkar dengan seseorang di sebrang telpon. Sudah berulang kali ia tegaskan bahwa untuk saat ini ia tak ingin ikut campur dalam dunia bisnis namun orang tuanya terus saja memaksanya. Memaksa ini dan itu padahal sudah ada sang hyung yang membuat bangga kedua orang tuanya namun semua itu seolah masih belum cukup untuk kedua orang tuanya.

 

Secara sepihak ia memutuskan sambungan telpon itu, ia sudah tidak ingin berdebat dengan orang tuanya yang memaksa ia untuk mewakili di sebuah acara pertunangan yang akan di lakukan besok malam di hotel daerah Gangnam. Ibunya mengatakan ‘hanya mewakili itu bukan berarti ia mencampuri urusan bisnis’ ibunya hanya menginginkan dirinya dikenal sebagai putra kedua dari keluarga Kim hanya itu. Namun sekeras apapun ibunya meminta ia tetap saja tak mau, masih ada hal lain yang harus ia lakukan selain menghadiri acara pertunangan putra dari rekan bisnis ayahnya. Atau lebih tepatnya calon besan dari keluarganya mereka sudah cukup tau Seokjin tapi tidak cukup mengenal dirinya.

 

__oOo__

Baru saja Yoora menutup telponnya, ada perasaan yang membelenggu di hati gadis ini, ia sendiri tak mengerti perasaan ini karena apa yang jelas semua perasaan itu menyangkut pertunangannya besok. Pikirannya tak akan pernah bisa berhenti memikirkan hal itu saat ini bahkan Minji sedari tadi mengomentari sikap gadis ini yang begitu terlihat berbeda.

 

“Siapa? Apakah ibumu lagi?”

 

“Ya”

 

Minji menatap wajah Yoora yang begitu muram, perasaan kasihan itu semakin muncul ketika Yoora tersenyum getir. Minji memang selalu merasa seperti ini pada shabatnya, memiliki rasa simpati yang tinggi untuk Yoora, bagiamana gadis itu harus memikul sebuah tanggung jawab yang besar hanya karena nama keluarganya. Minji selalu menguatkan Yoora bahwa semuanya akan baik-baik saja dan akan selalu baik-baik saja jika Yoora melakukannya dengan sepenuh hati.

 

“Minji-ya mungkin besok aku akan sangat sibuk dan tidak berangkat di kampus kamu mengertikan?” Yoora menatap Minji berharap sahabatnya mengerti.

 

“Iya aku tau, kau mau aku membuat salinan untuk mata kuliah besok untukmu kan? Akan aku lakukan, pasti bisnin kali ini snagat mebebanimu ya sampai kamu tidak bisa berangkat  untuk kuliah” Minji tersenyum tipis berusaha menyemangati sahabatnya tapi ia justru gagal melakukan itu.

 

Baru saja Yoora akan mengeluarkan sepatah kata lagi namun Minji yang  mengerti akan hal itu menyuruh Yoora untuk segera pergi menemui sang ibu yang pasti sudah menunggu. Yoora tersenyum pada Minji seolah sahabanya benar-benar mengerti apa yang akan ia ucapkan, sebelum ia pergi Yoora mengatakan sampai jumpa pada Minji dan melambaikan tangannya.

___oOo___

“Ibu harap kau menyukai gaun yang ibu pilihkan, mungkin akan jauh dari apa yang kau inginkan tapi setidaknya hargai apa yang telah ibu lakukan, kau harus ingat kau itu terlahir dari keluarga Nam sayang, kau tidak boleh memakai sesuatu yang biasa-biasa saja di hari pertunanganmu.”

 

Yoora hanya tersenyum tipis menanggapi yang ibunya katakan, seolah senyuman itu mewakili kata trimakasihnya pada sang ibu. Sejujurnya senyuman itu hanya untuk menutupi rasa kegelisahannya saja, dengan sangat terpaksa Yoora mencoba gaun yang baru saja pelayan toko berikan padanya, tepat seperti apa yang ada di bayangannya gaun itu melenceng jauh dari gayanya yang lebih sederhana. Sedangkan gaun yang ibunya pesan benar-benar mencolok, gaun yang memiliki lengan sebahu dan bagian belakangnya memperlihatkan punggung putihnya, terdapat sedikit pernak pernik yang tak terlalu banyak, menurut Yoora gaun ini tetap saja mencolok, namun Yoora menyukai warna gaun yang ibunya pilihkan.

 

“Bagus aku menyukainya bu, trimakasih”

 

Bohong! Gadis ini berbohong seharusnya ia tak perlu mengatakan itu dan cukup tersenyum namun ekspresi wajah ibunya yang seolah memaksanya mengatakan semua itu. ekspresi yang begitu sangat sulit untuk gadis ini baca ada rasa kepuasan dan juga kekecewaan yang mampu gadis itu baca dari ekspresi sang ibu. Dengan terpaksa ia harus berbohong setidaknya membuat ibunya merekahkan senyuman itu.

__oOo__

“Kau akan bertunangan besok Baek? Benarkah woah hebat”

 

“Berhentilah mengaggumi sesuatu yang tak perlu kau kagumi Oh Sehun!”

 

Baekhyun jengah sedari tadi Sehun dan Lu Han selalu menggodanya, pasti orang tua Sehun dan Lu Han yang memberitau mereka tentang rencana pertunangan Baekhyun. Kesal tentu saja laki-laki ini benar-benar kesal seharusnya ia bisa bertuanangan dengan seseorang yang ia cintai namun sayang takdir tak memihak padanya, justru sekarang ia harus bertunangan dengan seorang gadis yang bahakan tak ia ketahui asal usulnya. Baekhyun benci ini jika ia bisa terlahir kembali di dunia ini ia memilih terlahir dari keluarga yang biasa saja namun berkecukupan tidak seperti sekarang terlahir dari keluarga yang begitu menuntut masa depannya.

 

“Apa kalian mengenal si gadis yang sering kalian bicarakan itu? yang memiliki wajah sangat dingin” Baekhyun mulai bertanya pada Sehun dan Luhan tentang gadis yag menabraknya tempo hari.

 

“Ah, Nam Yoora? Woah kau kenapa tiba-tiba menanyakannya? Jangan katakan kau jatuh cinta padanya?” Sehun mulai mengolok-olok Baekhyun yang tidak biasanya menanyakan soal gadis manapun.

 

“Diamlah Oh Sehun!”

 

Sehun memberikan isyarat sepeti mengunci bibirnya, ia cukup tau bahwa Baekhyun bisa menjungkirbalikan dia saat ini.

“Yang aku tau Nam Yoora hanya gadis biasa, tapi ada simpang  siur yang selalu aku dengar bahwa dia adalah anak dari kolongmerat. Gayanya cukup sederhana dari kebiasaannya di kampus tapi beberapa kali aku melihat terkadang dia di jemput dengan limoshin, dan tak jarang aku melihat dia menggunakan Lamborgini tapi aku pernah meilhatnya menggunakan ferari model terbaru. Wah dia benar-benar misterius dari prestasinya saat ini dia selalu menjadi yang pertama di Universitas dan kau selalu menjadi yang kedua. Ah dia sainganmu di bidang akademik apa kau menanyakan dia karena itu?” Luhan menjelaskan beberapa hal yang sempat ia tau tentang Yoora, namun di akhir kalimatnya ia seperti mengolok Baekhyun.

 

Baekhyun terdiam mendengar apa yang Luhan katakan, nama Nam Yoora masih terngiang di kepalanya. Gadis itu memang sangat dingin, mengingat kejadian kemarin membuat dia semakin penasaran. Tak jarang ia mendengar beebrapa gosip yang mengatakan Nam Yoora menolak beberapa laki-laki tampan di kampus. Menurut Baekhyun itu konyol gadis mana yang bisa dengan semudah itu menolak laki-laki tampan. Bukanya saat ini yang selalu gadis cari adalah ketampanan dan kekayaan dari seorang laki-laki. Gosip yang ia dengar terakhir adalah Nam Yoora menolak Wu Yifan laki-laki yang berdarah China dan Kanada tak diragukan lagi Wu Yifan sangat kaya dan tampan tapi Yoora bisa menolak dengan semudah itu. Baekhyun memejamkan matanya perlahan menghapuskan segala pikirannya tentang Yoora.

 

Luhan dan Sehun saling bertukar pandang melihat sikap Baekhyun kali ini, keduanya mengangkat kedua bahunya menandakan mereka tak mengerti dengan Baekhyun saat ini.

__oOo__

Hari yang tak pernah Yoora inginkan pun tiba, seharusnya hari pertunangan adalah hari yang selalu di tunggu para pasangan namun sayanganya tidak dengan Yoora, bahkan ia tak pernah menginginkan hari ini ada atau ia ingin melewati hari ini dengan mudahnya namun sayangnya ia tak akan pernah bisa melewatkan hari ini.

 

Sedari tadi pikirannya terus bergelut dengan hatinya bagimana dengan calon tunangannya itu, didalam bayangannya orang yang akan dijodohkan dengannya adalah orang yang sudah berumur 30tahun. Tidak! Yoora tidak ingin itu, segera mungkin ia menyangkal bayangan terburuknya, ayolah Yoora harus berfikir dengan jernih saat ini agar saat pertunangan berlangsung tak ada sedikitpun kesalahan yang gadis itu buat.

 

Ini saatnya untuk Yoora turun dari mobil, ia harus siap bagaimana pun itu sekarang ia harus melepas masa lajangnya bersama pria yang bahkan tak ia kenal. Yoora terus saja menguatkan hatinya bahwa orang yang akan menjadi pasangannya adalah orang yang baik dan tepat untuknya. Yoora turun dari mobil dengan perasaan setenang mungkin, ia mencoba tersenyum saat beberapa orang menatapnya penuh kagum dan iri. Gadis ini memang sangat cantik hari ini berbalutkan dress berwarna peach dengan rambut yang di tata sedemikian rapi membuat dirinya semakin cantik.

 

Baekhyun tertegun dengan apa yang ia lihat baru saja ibunya mengatakan bahwa gadis yang baru saja memasuki area pesta adalah gadis yang akan menjadi tunangannya mulai hari ini. Terkejut? Tentu Baekhyun terkejut ia tau gadis itu gadis yang menabraknya tempo hari, bukan! Bukan itu yang membuat Baekhyun terkejut tapi ia terkejut karena penampilan gadis itu yang begitu berbeda dari saat ia melihat, hanya berpakaian sederhana laykanya orang biasa namun pada kenyataanya saat ini Baekhyun melihat perempuan itu yang sesungguhnya. Cantik, tentu batin Baekhyun meneriaki kata itu saat melihat kelopak mata indah gadis itu ikut melengkung seiringan dengan bibir tipisnya.

 

Baekhyun menatap Luhan dan Sehun yang menatap Yoora dengan lekat-lekat. Baekhyun sendiri mengerti kenapa mereka bisa bersikap seperti itu, gosip apapun itu yang pernah Luhan katakan pada kenyatannya Yoora memanglah putri tunggal dari anak kolongmerat.

 

Orang tua Yoora terlihat menyapa orang tua Baekhyun, begitu pula dengan orang tua Baekhyun yang menanggapi sapaan orang tua Yoora. Tak lupa Baekhyun dan juga Yoora yang saling menyapa dan membungkuk memberikan hormat. Tuan Nam begitu terkesan saat melihat Baekhyun, beliau memuji ketampanan Baekhyun dan mengatakan bahwa Baekhyun sangat tampan dan tidak salah jika beliau menjodohkan putrinya dengan Baekhyun.

 

Yoora dan Baekhyun sama-sama tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Tuan Nam, untuk sejenak laki-laki dan perempuan ini saling menatap. Ada yang tak pernah Baekhyun mengerti tentang dirinya malam ini, ia mampu tersenyum lembut ketika menanggapi ekspresi dingin gadis dihadapannya.

 

“Sayang acara akan segera dimulai”

 

Nyonya Nam menyadarkan mereka bahwa acara pertunangan akan segera dimulai, ada senyuman yang merekah dibibir Nyonya Nam sedari tadi beliau memperhatikan Yoora dan Baekhyun yang saling menatap tentu ini membuat hatinya senang. Nyonya Nam beranggapan bahwa mereka akan segera akrab dalam waktu dekat.

 

Pembawa acara mulai naik keatas podium dan membuka acara. Sangat terlihat gadis ini benar-benar gelisah saat ini. Ia tak tau apa yang harus ia lakukan, ingin rasanya ia pergi dari tempat ini namun ia tak akan pernah bisa bahwa pada kenyataannya jika ia pergi begitu saja dari pertunangan ini akan membuat ia dihujam berbagai cemoohan dari keluarganya. Tanpa sengaja tatapan Yoora dan Baekhyun kembali bertemu, pemuda itu tersenyum pada Yoora berbeda dengan gadis ini yang justru mentap bingung pemuda yang ada di sebelahnya. Ada sebuah kenyamanan ketika Yoora melihat senyum Baekhyun, seolah senyum itu yang membuat kegelisahannya menghilang.

 

Sekarang saatnya untuk Yoora dan Baekhyun memasangkan cincin di jari manis pasangannya, sangat terlihat orang-orang yang begitu memandang kagum Baekhyun dan juga Yoora dapat mereka dengar bahwa mereka akan menjadi pasangan yang sempurna seorang yang tampan dan cantik. Hanya Lu Han dan Sehun yang berargumen berbeda tentang mereka. Sehun dan Lu Han beranggapan bahwa mereka akan menjadi pasangan yang kaku karena dijodohkan dan terlebih Sehun maupun Lu Han tau siapa itu Nam Yoora dan juga Byun Baekhyun si gadis kaku yang bahkan tak pernah mereka kenal, dan si keras kepala Baekhyun dengan sikap tak acuhnya yang begitu berlebihan.

 

Baekhyun mulai memasangkan cincin di jari manis Yoora, ia tersenyum pada gadis itu, senyuman yang lebih mengarah pada sebuah sinyal bahwa semuanya akan baik-baik saja. Terlihat Yoora menghelakan nafasnya dan mulai mengambil cincin yang akan ia sematkan di jari manis Baekhyun.

 

Setelah mereka sama-sama mengenakan cincin itu maka semuanya telah berubah, Baekhyun dan Yoora adalah pasangan mulai saat ini. Terdengar tepuk tangan yang begitu meriah dari para tamu undangan, tak lupa dengan senyuman keduanya yang merekah, sebuah senyuman yang sangat terpaksa dan penuh kepalsuan .

 

Semuanya begitu singkat hari ini, Baekhyun dan Yoora sudah saling mengenal, hanya saling mengenal bukan cukup mengenal. Pasangan yang baru saja resmi bertunangan ini mulai membicarakan sebuah hal yang menurut mereka perlu untuk dibacarakan. Tak sulit bagi mereka saat ini untuk menghindari beberapa tamu undangan dengan alasan mereka hanya ingin berdua. alasan yang sangat licik tapi mereka harus melakukan ini.

 

“Kita rahasiakan pertunangan ini? Deal?”

 

Baekhyun dan Yoora saling menjabat tangan atas perjanjian yang baru saja mereka buat. Mereka tak ingin siapapun tau tentang pertunangan mereka. Mereka tak saling mencintai, jadi mereka memutuskan hal yang mereka anggap cukup wajar ini untuk menunutupi status mereka. Tak lupa Baekhyun menyuruh kedua sahabatnya untuk tutup mulut dari siapapun. Hanya Sehun dan Lu Han yang tau tentang pertunangan ini.

 

Mereka begitu kaku jika disejajarkan, sifat ketidak pedulian Baekhyun dan sifat kaku Yoora. Mereka lebih terlihat seperti pasangan yang egois.

 

Lu Han dan Sehun tampak saling menatap, mereka benar-benar bingung dengan Yoora dan Baekhyun bagaimana bisa mereka merahasiakan pertunangan ini sementara mereka adalah anak dari pengusaha-pengusaha terbesar, bahkan sedari tadi banyak wartawan yang meliput tentang pertunangan ini.

 

“Kalian tak perlu saling menatap seperti itu, aku sudah meminta ibuku untuk tidak menerbitkan berita apapun tentang pertunangan ini jadi kalian juga harus diam tentang pertunangan ini seolah-olah pertunangan ini tidak ada”

 

Ya.Yoora memang sudah mengaturnya tentang pertunangan yang akan ia rahasiakan dari publik. Ia sudah berbicara pada ibunya dengan beralasan lebih baik mengumumkan pertunangan itu saat mereka akan menikah suatu saat nanti yang kemudian akan menjadi berita yang cukup menghebohkan untuk masyarakat. Alasan yang sangat tidak berbobot sebenarnya namun Nyonya Nam menyetujui apa yang putrinya minta.

 

“Tapi Yoora-ssi aku penasaran dengan sesuatu. Apa kau benar-benar menolak Wu Yifan yang kudengar mereka itu sangatlah kaya. Apa kamu menolak Wu Yifan agar bisa bertunangan dengan Baekhyun?” Sehun yang tak bisa mengontrol mulutnya mulai menanyakan hal yang tak seharusnya ada di percakapan ini.

 

Yoora menatap Sehun dingin, ia menghela napasnya perlahan “Kurasa kamu lebih dari seorang gadis penggosip. Harusnya kamu tau jika aku ini putri salah satu kolngmerat Korea hidupku tidak akan semudah itu memilih pasangan”

 

Itu cukup menjelaskan segalanya Sehun menganggukan kepalanya, dan ia mengerti Baekhyun dan Yoora tidaklah berbeda. Untuk memilih saja tidak pernah di perbolehkan bagaimana dengan perasaan mereka nantinya, itulah yang ada di benak Sehun saat ini. tapi itu bukanlah urusannya yang menjadi urusannya adalah menjaga kerahasiaan pertunangan Yoora dan Bakehyun.

 

___oOo___

Hari telah berlalu dimana Baekhyun dan Yoora resmi menjadi pasangan. Pagi ini Baekhyun menjemput Yoora, dengan perasaan yang amat sangat terpaksa ia harus menuruti apa yang ibunya mau. Ibunya menginginkan Baekhyun selalu menjemput Yoora bahkan meminta Baekhyun membawa Yoora kerumah mereka. Hey ini wajar, mereka sudah resmi tunangan saat ini tak ada salahnya jika Baekhyun mengajak Yoora pergi kerumahnya. Tidak! Baekhyun masih terlalu kaku untuk mengajak gadis itu kerumahnya. Bahkan saat ini suasna di dalam mobil begitu tenang, Baekhyun maupun Yoora tak saling bicara layaknya pasangan kekasih pada umumnya.

 

“Kau bisa menurunkanku di halte bus dekat universitas” Yoora mulai mengeluarkan suara ya walaupun hanya untuk satu kalimat setidaknya ada yang berbicara kali ini.

 

Baekhyun diam, dia hanya memanggutkan kepalanya, ia masih terlalu bingung untuk memperlakukan gadis di sebelahnya, di tambah lagi Baekhyun adalah orang yang tak ingin peduli dengan keadaan sekitarnya.

 

Baekhyun menepikan ferari hitamnya tepat di dekat halte seperti yang Yoora minta, setelah Yoora keluar dari dalam mobilnya Baekhyun dapat bernafas lega. Berada disekitar gadis itu seperti di kelilingi kabut ketegangan dihatinya, bahkan ia tak bisa mengatakan apapun hanya untuk sekedar bertanya apa Yoora mau pulang bersama atau ingin makan siang bersamanya? Setidaknya Baekhyun harus memperlakukan gadis itu dengan baik layaknya dia adalah teman Baekhyun. Walaupun mereka tak saling menyapa selamat pagi atau mengucap sepatah kata berbasa-basi.

___oOo___

Yoora mengumpat kesal, seharusnya ia meminta Baekhyun untuk menurunkannya di gang dekat universitas bukan halte bus yang jaraknya hampir 3km dari universitasnya. Bodoh. Batin Yoora terus saja mengatakan itu, lihatlah sekarang kakinya terluka karena harus berjalan sejauh itu sedangkan ia meggunakan heels yang tingginya 10cm. Karena ia tak terbiasa menggunakan heels semuanya jadi seperti ini, jika saja ibunya tak megatur gaya berpakaiannya ia tak perlu repot-repot mengenakan heels yang berhasil membuat luka di kakinya. Ibunya mengatakan bahwa Yoora harus membiasakan menggunakan heels dan mulai meninggalkan sepatu-sepatu flat cantik yang kerap ia gunakan.

 

Gadis ini menghelakan nafasnya, ia harus segera menghilangkan rasa kesalnya. Ia mulai berjalan menuju kursi taman. Yoora mengelurkan buku yang belum lama ia beli, ia membacanya dengan seksama. Dengan inilah kekesalan yang Yoora rasakan akan hilang, setiap kali hidupnya harus berujung pada peraturan orang tuanya maka ia hanya akan melampiaskan rasa yang bahkan tak pernah ia sampaikan pada orang tuanya itu pada buku. Mungkin terlihat sederhana hanya sebuah buku namun mampu membua gadis ini memperingan rasa jengahnya dengan peratura-peraturan dari orang tuanya.

 

___oOo___

Pemuda ini sedang berada di kelas lukis, ia menatap keluar jendela. Ia melihat seorang gadis yang tengah duduk di taman, gadis yang begitu tenang. Menurut pemuda ini gadis itu cantik dengan wajahnya yang begitu tenang dan terlihat dingin. Dengan segera ia mengeluarkan buku gambarnya dan juga pensil untuk membuat sketsa wajah gadis itu. ia tak bisa berhenti tersenyum saat melihat gadis itu, pikirannya selalu mengatakan gadis itu cantik, gadis itu mempesona. Hey pemuda ini sedang jatuh cinta! Hanya orang tertentu yang mampu membuat pemuda ini mampu masuk ke dimensi lain, dimensi yang begitu sangat sulit ia rasakan selama ini. Bahkan ia merasakan itu dengan gadis yang sama sekali tak pernah ia ketahui, ia jatuh pada gadis yang tak pernah ia kenal sama sekali.

 

Minji sengaja datang ke kelas lukis hari ini, dan untungnya tidak ada siapapun disana hanya ada seorang pemuda yang tengah memandangi jendela dan tersenyum-senyum sendiri. Merasa penasaran ia ikut melihat objek yang pemuda itu pandang, kini sebuah lekukan membentuk pada bibirnya. Rencananya akan berjalan sempurna kali ini.

 

“Apa kau menyukainya?”

 

Pemuda ini terlonjak ketika mendengar suara yang berasal dari belakangnya. Pikirannya mulai membayangkan yang tidak-tidak. Ia terus berfikir bahwa itu adalah hantu, ia membalikan badannya dan bernafas lega ketika ia menjumpai gadis dengan ramput sebahu dan tersenyum penuh kekonyolan didepannya. Tentu ini membuat pemuda ini menatap gadis itu penuh rasa curiga, tak biasanya gadis itu akan tersenyum dengan konyolnya seperti itu jika tak ada maunya.

 

“Apa maumu? Kau hampir membuat jantungku copot dan sekarang kau tersenyum konyol seperti itu membuatku ingin muntah. Berhentilah tersenyum seperti itu Ahn Minji”

 

Pemuda ini memperingatkan Minji akan senyuman konyol yang gadis itu buat, namun apa? justru gadis itu tetap tersenyum konyol dan mulai bertanya-tanya pada pemuda itu. apa ia menyukai gadis yang baru saja ia pandang?  Apa pemuda itu menyukainya? Apa pemuda itu sudah memiliki kekasih? Apa pemuda itu mau berkencan? Apa pemuda itu, itu dan itu.

 

pertanyaan yang sangat membingungkan untuk pemuda ini, ia mulai menghelakan nafasnya, ia rasa temannya sudah gila memberikan pertanyaan yang begitu panjang tanpa memberikan sebuah jeda untuknya menjawab. Dengan tegasnya setelah Minji berhenti bertanya ia mengatakan bahwa itu bukanlah urusan Minji jika ia menyukai gadis yang baru saja ia lukis.

 

“Kau menyukainyakan? Iyakan? Mengakulah, akhirnya setelah lama seorang Kim Seok Jin mampu jatuh cinta pada seorang gadis. Pergilah berkencan dengannya, dengan Nam Yoora”

 

Seok jin lagi-lagi menghelakan nafasnya, ia benar-benar malu kali ini mempunyai teman yang begitu konyol lihatlah bagaimana cara Minji mengatakan hal itu dengan begitu keras dan membuat Seok Jin menutupi mukanya. Untung saja dsini tak ada siapapun, namun ada hal yang membuat Seok Jin tertarik kali ini. Minji tau gadis itu, gadis yang Minji sebut Nam Yoora.

 

Minji mengatakan bahwa ia akan memberitau Seok Jin semua hal tentang Yoora, ia merasa lega saat ini kedua sahabatnya akhirnya menemukan seseorang yang mereka cintai setelah lama ia berteman dengan Seok Jin ia bahkan tak pernah melihat Seok Jin dekat dengan seorang gadis setelah kejadian beberapa tahun yang lalu. Bahkan gadis ini sempat berfikir mungkin saja Seok Jin sudah tidak tertarik lagi pada lawan jenis, namun setelah tadi ia melihat sendiri saat Seok Jin mengembangkan senyumnya dan fokus untuk melukis Yoora hatinya benar-benar tenang melihat Seok Jin yang seperti dulu.

 

___oOo___

“Kau bisa meninggalkanku, trimakasih untuk tumpangannya”

 

Yoora tersenyum pada Baekhyun sebelum ia keluar dari mobil Baekhyun senyuman itu sekaligus mewakili rasa trimakasih-nya pada Baekhyun. Hari ini Yoora tidak langsung pulang kerumah, seperti biasanya karena ini adalah hari kamis Yoora pergi ke panti asuhan. Ia kerap pergi kepanti asuhan saat hari kamis jika ia tak disibukan dengan perintah ibunya. Dan untungnya hari ini ia benar-benar tidak sibuk dan meluangkan waktu untuk bertemu anak-anak kecil yang berada di panti asuhan.

 

Alasan Yoora selalu datang ke panti sangatlah logis ia adalah donatur terbesar di panti ini, jika ia sering datang kemari dan hanya sekedar melihat keadaan anak-anak itu adalah hal yang wajar. Kerap orang beranggapan Yoora datang kepanti karena dulu ia berasal dari panti asuhan tersebut namun opini orang itu salah tentang Yoora. Bukan hanya itu saja alasan Yoora datang ke panti asuhan, tapi Yoora juga sangat menyukai anak-anak.

 

Yoora begitu tak tega ketika melihat seorang anak kecil yang di tinggalkan orang tuanya di panti ini, rasa kasihan itu selalu muncul ketika ia memandangi anak-anak kecil yang sedang bermain namun mereka mampu tersenyum bahagia. Berbeda dengannya yang memiliki orang tua lengkap namun tak bisa tersenyum bahagia.

 

Baekhyun masih memperhatikan Yoora dari dalam mobilnya, setelah gadis itu keluar dari mobil begitu banyak anak-anak kecil yang mengerubuti Yoora. Ada beberapa kata yang mampu Baekhyun tangkap ketika seorang anak kecil merajuk pada Yoora dengan kerasnya, dan juga ada seorang anak kecil yang mengatakan Yoora cantik hari ini. Namun gadis itu hanya menanggapi dengan senyuman atas apa yang anak-anak itu lakukan.

 

Awalnya Baekhyun ingin turun setidaknya menemani Yoora di panti asuhan tidaklah buruk, itu mungkin mampu membuatnya lebih dekat, namun semuanya segera Baekhyun urungkan, lebih baik melihat Yoora dari kejauhan dan menunggunya sampai selesai bersama anak-anak itu. Tanpa sadar Baekhyun tersenyum ketika Yoora tertawa bahagia bersama anak-anak itu, mereka bermain bersama.

 

Ada sisi lain Yoora yang baru Baekhyun  tau, ada perasaan lain yang Baekhyun rasakan saat ini ketika melihat Yoora tertawa lepas seperti itu. Perasaan bahagia yang bahkan hampir tak pernah ia rasakan. Dari jauh ia mampu melihat Yoora yang menggendong bayi, wanita paruh baya di sebelah Yoora lah yang memberikan bayi itu pada Yoora. Baekhyun tak tau betul apa yang wanita paruh baya itu katakan pada Yoora, namun sekarang pikiran Baekhyun benar-benar berada jauh dari dirinya. Entah bagaimana itu tapi sekarang Baekhyun sedang berfikir jika suatu saat nanti ia akan memiliki seorang anak dengan Yoora dan Yoora akan menggendong anak itu dengan penuh kasih sayang seperti apa yang ia lihat saat ini.

 

Baekhyun mulai mengacak-ngacak rambutnya, pikiran apa yang ia fikirkan saat ini sungguh berbeda dengan rencana awalnya yang akan mengabaikan gadis itu bahkan tak akan pernah berfikir tentang gadis itu maupun sebuah pernikahan dengan gadis itu.

 

“Ada apa dengan dirimu Byun Baekhyun! Kau harus tetap berada dalam pendirianmu!”

 

Baekhyun berkata pada dirinya sendiri, ia rasa dirinya mulai gila membayangkan hal itu, bagaimana bisa ia membayangkan hal itu sedangkan mereka belum tentu akan terus bersama. Pemuda ini mengurungkan niatnya untuk menunggu gadis itu sampai selesai. Ia lebih memilih pergi dari tempatnya berada sekarang.

 

Ibu panti baru saja mengatakan pada Yoora bahwa ada seorang bayi yang di tinggalkan di depan pintu tadi pagi. Mendengar itu hati Yoora benar-benar sakit, orang tua mana yang tega membuang anaknya seperti itu lagi? Ini bukan pertama kalinya ia mendengar dari ibu panti bahwa ada bayi yang di tinggalkan di depan pintu. Ini sudah yang kesekian kalinya ia mendengar hal itu. Yoora menyuruh ibu panti untuk membawa bayi yang baru di tinggalkan tadi pagi padanya. Yoora masih melihat Baekhyun di sebrang jalan dan memperhatikannya dari dalam mobil tanpa sadar Yoora tersenyum mengetahui hal itu, Baekhyun menungguinya bahkan setelah ia mengatakan pada Baekhyun untuk meninggalkannya.

 

“Ini bayinya Yoora-ya”

 

“Trimakasih Bibi Shin”

 

Yoora tersenyum pada bibi Shin yang tak lain ibu panti, ia mengambil alih bayi itu dari tangan bibi Shin. Gadis ini mengembangkan senyumnya ketika bayi itu terus memandanginya, bibirnya yang mungil dan matanya yang bulat membuat ia terus tersenyum.

 

Tiba-tiba pikirannya memikirkan suatu saat ketika ia mempunyai anak dengan Baekhyun akan kah anak mereka seperti bayi ini? Begitu lucu dan mengemaskan. Hey! Apa yang gadis ini pikirkan? Ia segera menggelengkan kepalanya dan ini membuat wanita paruh baya didekatnya kebingungan. Tak seharusnya Yoora berfikir seperti itu, belum tentu mereka akan menikah bahkan tentang pertunangan ini pun Yoora lah yang paling ingin pertuanangan ini di rahasiakan jadi untuk apa gadis ini memikirkan mempunyai anak dengan Baekhyun? Tidak! Yoora ingin mempunyai anak dengan orang yang ia cintai bukan dengan seseorang yang tak pernah ia cintai seperti Baekhyun.

 

“Seok Jin..?”

 

Bibi Shin yang tiba-tiba memanggil nama seseorang membuat Yoora tersadar, gadis ini menatap lekat-lekat pemuda yang baru saja datang. Rasanya ia seperti pernah melihat orang itu namun otaknya sama sekali tak mampu mengingat siapa orang itu. Degupan jantung Yoora begitu cepat kali ini, gadis ini tak mengerti dengan hal ini, hanya dengan melihat pemuda itu mendekat dan tersenyum padanya mampu membuat kerja jantungnya menjadi berlipat-lipat seperti sekarang.

 

“Hi”

 

“H-Hi”

 

Yoora menjawab sapaan pemuda itu dengan gugup. Ada apa denganmu Nam Yoora? Si gadis es yang bahkan tak pernah mengenal kata gugup ketika menyapa balik seseorang apa lagi seorang laki-laki. Bodoh, ini benar-benar bodoh, gadis ini menjadi salah tingkah ketika pemuda itu tertawa geli melihat respon Yoora yang begitu gugup. Pemuda itu terus saja tersenyum dan membuat Yoora semakin salah tingkah, oh ayolah Yoora jangan menjadi seperti ini dihadapan seorang laki-laki yang bahkan tak kau kenal ini memalukan.

 

Pemuda itu mulai memperkenalkan dirinya pada Yoora, Kim Seok Jin nama pemuda itu. begitu juga dengan Yoora yang memperkenalkan dirinya. Tak ada lagi salah tingkah yang gadis ini lakukan, dengan cepat mereka mampu akrab. Tidak biasanya Yoora mampu beradaptasi dengan orang baru seperti Seok Jin. Menurutnya Seok Jin adalah laki-laki yang begitu menyenangkan dan seperti apa yang ia inginkan. Begitu tampan, dengan rambutnya yang kecokelatan. Tunggu, kecokelatan? Tiba-tiba Yoora mengingat seseorang yang beberapa hari lalu ia lihat, mungkinkah pemuda yang melukis itu Seok Jin?

 

“Seok Jin-ssi? Apa kau berada di Fakultas seni lukis?”

 

Seok Jin menganggukan kepalanya, ia sudah mendengar semuanya dari Minji ketika Yoora memandanginya dari kejauhan saat ia melukis. Ini keberuntungan untuk Seok Jin, gadis yang berada di dekatnya saat ini kemungkinan memiliki perasaan yang sama dengannya. Seok Jin mulai bertanya alasan Yoora berada disini? Dan bertanya beberapa alasan lainnya.

 

Tentu saja gadis itu menjawab bahwa ia adalah donatur di panti asuhan ini, Yoora menceritakan rasa kasihannya terhadap anak-anak kecil yang masih belum mengerti apapun itu pada Seok Jin. Rasa sukanya pada anak kecil dan berbagai alasan mengapa ia berada disini. Yoora dan Seok Jin berada di panti hingga senja mereka menemani anak-anak untuk bermain. Beberapa anak panti bertanya pada mereka apa mereka pasangan? Jika iya mereka terlihat serasi. Tentu saja itu membuat semu kemerahan di pipi Yoora. Sedangkan Seok Jin hanya tersenyum dan mengatakan bahwa mereka bukan pasangan untuk saat ini tapi suatu saat mereka akan menjadi pasangan.

 

Bisakah pemuda itu berhenti membuat gadis ini salah tingkah? Lihatlah Yoora sudah seperti kepiting rebus saat ini wajahnya beanr-benar memerah karena ucapan Seok Jin, bahkan jantungnya berdegup lebih cepat saat ini. Gadis ini benar-benar tak tau harus bagaimana lagi, rasanya untuk bernafas pun sulit karena Seok Jin yang terus membuatnya salah tingkah. Bahkan Seok Jin terus saja tertawa geli melihat tingkah Yoora kali ini.

 

Sore ini Seok Jin dan Yoora memutuskan untuk berhenti di sebuah caffe dekat panti asuhan. Mereka menghabiskan waktu bersama lagi sekedar mengobrol dan menikmati kopi. Topik mereka kali ini lebih mengarah pada kata-kata yang Seok Jin lontarkan tadi pada salah satu anak panti. Seok Jin jujur akan kata-katanya saat itu, ini masih tahap awal untuk mereka atau lebih tepatnya masih dalam tahap pendekatan. Namun segera mungkin Seok Jin mengalihkan topik pembicaraan, ia dapat melihat muka Yoora yang sudah memerah karena perkataan jujurnya.

 

Disisi lain mereka tak pernah sadar ada dua orang yang tengah memandang mereka dari kejauhan didalam tempat yang sama.

 

“Kurasa Baekhyun harus tau bagaimana tunangannya berselingkuh dengan laki-laki lain saat Baekhyun tak ada di dekatnya”

 

Lu Han memukul lengan Sehun dengan keras bagaimana bisa Sehun berkata seperti itu apa ia amnesia akan apa yang gadis itu minta pada mereka untuk tetap merahasiakan pertunangan itu dan menganggap pertunangan itu tak pernah ada.

 

“Kurasa kau akan mati diseret Yoora jika mencampuri urusan mereka Sehun, biarkanlah mereka menjalani pertunangan mereka sesuka hati mereka itu bukan urusan kita”

 

Sehun kalah kali ini, ia harus mengehelakan nafasnya dan tak ingin memikirkan apapun lagi tentang gadis yang berstatus resmi tunangan Baekhyun itu. sejujurya ia tak ingin ikut campur dalam urusan pribadi Baekhyun apa lagi soal pertunangan Baekhyun. Ada hal yang berbeda saat Sehun melihat Baekhyun tersenyum lembut pada gadis itu saat acara pertunangan kemarin.

__oOo__

Yoora baru saja pulang, ini pertama kalinya ia merasa bahagia. Ia tak bisa berhenti tersenyum saat ia mengingat kata-kata Seok Jin. Gadis ini jatuh cinta, benar-benar konyol ia sedari tadi tersenyum konyol membayangkan Seok Jin. Namun semua bayangannya hilang ketika ponselnya berdering. Satu panggilan dari nomor baru. Ia tak tau itu siapa namun ia berusaha menerka jika saja itu Seok Jin.

 

“Hallo?”

 

“Hi Yoora-ssi? Ini aku Seok Jin”

 

Dan benar, panggilan itu dari Seok Jin, tak hentinya ia tersenyum. Ini gila, sangat gila. Hey Nam Yoora ingatlah statusmu sekarang! Apa gadis ini lupa bahwa ia sudah mempunyai tunangan dan sekarang ia jatuh cinta pada pria lain yang memiliki sikap berbanding terbalik dengan tunangannya. Yoora tak peduli dengan ia sudah bertunangan ataupun tidak , yang terpenting saat ini ia ingin bahagia hanya itu, Yoora masih saja sibuk bercengkrama dengan Seok Jin di telpon tanpa sengaja ia memandangi jari-jarinya. Ada sebuah cincin dengan satu berlian yang berada di tengahnya, cincin perak yang begitu sederhana, memang hanya sederhana tapi cincin itu pengikat antara Yoora dan Baekhyun.

 

Tiba-tiba pikirannya teralih pada Baekhyun, saat tadi ia akan pulang dari panti ia sama sekali tak melihat Baekhyun bahkan Baekhyun tak menghubunginya. Ada rasa gelisah pada hati gadis ini, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Baekhyun? Tidak! Tanpa mengatakan apapun ia  memutuskan sambungan telponnya pada Seok Jin dan memilih menghubungi Baekhyun. Tunggu, untuk apa gadis ini merasa khawatir seperti ini? Ah sial  ini pasti karena Yoora merasa memiliki sebuah tanggungan atas statusnya sebagai tunangan Baekhyun.

 

Ponsel Yoora kembali berdering, sesegera mungkin Yoora mengangkat panggilan itu. bahkan ia tak sempat melihat siapa yang menghubunginya, pikirannya hanya satu saat ini bahwa si penelpon adalah Seok Jin yang akan bertanya apa yang terjadi sehingga memutuskan sambugan telpon secara tiba-tiba?

 

“Seok Jin-ssi? Mian tadi ada sua..”

 

Perkataan Yoora terputus begitu saja ketika ia mendengar subuah gumaman yang tak jelas dari sebrang telpon. Dengan segera ia melihat ke layar ponselnya, dan sialnya penelpon itu bukanlah Seok Jin tapi Baekhyun. Apa yang harus Yoora lakukan sekarang? Perasaan takut menyelimuti Yoora bagaimana jika Baekhyun marah? Bagaimana jika Baekhyun mengira ia berselingkuh? Gadis ini takut jika Baekhyun salah paham padanya. Padahal Yoora bisa untuk tidak bersikap berlebihan seperti sekarang, tapi bagaimanapun sekarang Yoora adalah tunangan Baekhyun, jika lelaki itu mengadukan sedikit saja apa yang ia katakan tadi pada ibunya mungkin Yoora akan segera dinikahkan dengan Baekhyun.

 

Yoora menggerutu pada dirinya sendiri “ Nam Yoora kenapa kau bisa sebodoh ini” bahkan saat ini ia tak tau kalimat apa yang akan keluar dari mulutnya untuk menjelaskan kejadian tadi.

 

Tbc

Hallo. Sesuai janji ff ini terbit setiap minggu sekali. buat yang komentar terus blm di bales maaf ya huhu aku gak  bisa tiap saat buat lihat komentar tapi pasti aku baca kok. Nah bagi yang sudah penasaran dan mau bertanya silahkan komentar pasti di bales kok hihi. Seperti biasa RCL ya. Btw ini ada beberapa hal kecil yang aku tambahin hihi semoga puas ya. Untuk Enough aku gak tau kapan bisa post ya soalnya mulai dua minggu ini aku bakalan Uts dan yah sangat sulit buat cari waktu buat ngetik. Harap di mengerti ya Btw thanks yang selalu stay tune sama ff aku seribu cinta untuk kalian Thanks a lot XOXO gaes.

82 responses to “One More Time – [Chapter 1] By Sebie

  1. Pingback: One More Time [Chapter 5] – By Sebie | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. Itu si baekkie udah mulai ada tanda – tanda suka sama si yoora. Tapi yoora kok suka sama jin. Haduuuuhh…

    Next ah..

  3. Kenapa aku lebih ngefeel ke seokjin x yoora nih xD pdhl aku suka baekhyun loh haha mgkn krna emg mereka berdua saling suka, beda sama baekhyun x yoora, tp gpplah msh ada waktu kok baek buat berjuang mendapatkan hati nam yoora sblm ff ini ditamatin author nya xD /apasih-_-
    whoaaa jinjjayo ff ini update seminggu sekali? Hmm asik nih jadi ada yg ditunggu tiap minggu;’ semoga lancar terus ya ide nya kak biar selesai sesuai dengan rencana hehe xD ijin baca next chap yaaaa~

  4. Ohh jadi yg pelukis itu seok jin
    keluarga mereka kok suka ngatur2 yak-,- tp lama kelamaan juga mereka bakal sama2 suka wahaha:v
    Tp seokjin gmn hngg’-‘

  5. Baekhyun yoora bahkan sudah bisa menebak alur dari hidup mereka #perjodohan 😑
    Seokjin jadi pihak ketiga ya? 😂

  6. Waktunya gak pas banget ya
    Yoora jatuh cinta ke seok jin disaat dia udah jadi tunangan baekhyun

    Lagian mana mungkin ibunya setuju
    Kasiiiaann

  7. Bingung, sebenernya yoora itu suka sam seokjin ato baekhyun. sehun peka nih, baekhyun kayanya mulai suka sm yoora. cinta segitiga nih. Huh

  8. gasuka seok jin plis:g tapi emang harus ada, pasrah aja dah:v
    luv this fanfic:*
    baekhyunnn yooraaa❤❤❤

  9. ijin lanjut ya, seokjin itu adiknya baekhyun apa siapa ya? penasaran, bagus ffnya, keep writing author

  10. “Ini hidupku ayah berhentilah mengatur kehidupanku dan jangan menyuruhku untuk seperti hyung, aku adalah aku dan hyung tetaplah hyung, aku akan melakukan bisnis itu ketika aku sudah siap”

    aku berharap baekhyun yg menjadi anak pembangkang ~kkkkk
    semangat author

  11. Nahloo! Yoora jangan selingkuh kasian baekhyunku :” kayaknya baekhyun udah mulai cenat cenut ya sama yoora wkwk baekhyun semangat! Semangat juga buat auhtornya!!

  12. Pingback: One More Time [Chapter 6]- By Sebie | SAY KOREAN FANFICTION·

  13. Sebenarnya aku udah baca ff ini, tapi belum komentar. Aku minta maaf, karena dulu komentar ku nggak muncul muncul hehe. Aku komentar sekarang, baru pas akhir akhir ini aku coba komentar di ff lain bisa dan aku coba komen di ff ini. Yang jelas aku suka sama ff ini, karena cast nya Baekhyun dan cerita yang campus life, namun yang penting sih kalau aku bahasanya, rapih gitu.
    Keep writing and fighting ya, maaf juga aku baru komentar karena alasan diatas.

  14. pas liat ff ONE MEREKA TIME aku penasaran sama cerita, setelah liat castnya Baek ^^ aku suka bgt sama ceritanya keren bgt thor… Daebakkk
    btw ijin baca chapter selanjutnya ya thor

  15. pas liat ff ONE MEREKA TIME aku penasaran sama ceritanya, setelah liat castnya si Baekki ^^ aku suka bgt sama ceritanya keren bgt thor… Daebakkk
    btw ijin baca chapter selanjutnya ya thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s