Y . O . L . O (You Only Love Once) #16 – by sasarahni

Y . O . L . O

11903816_1068047136546274_3386709659149155147_n

You Only Love Once!

“Hidup ini hanya sekali, Matipun sekali, dan Cinta juga hanya sekali”

Chapter 16

Ketika cinta mulai terasa dan begitu enggan untuk melepaskannya.

Tidak pernah ada batas untuk mencintai seseorang, tapi karena perbedaan lah yang terkadang membuat cinta menguatkan atau justru menghancurkan, bahkan menyakitkan.

Sarah

.

.

Penulis : @sasarahni (Sarah Irani) 20th

Sarahirani26@wordpress.com


Preview: * Teaser * Chapter1Chapter2 * Chapter3 * Chapter4 * Chapter5 * Chapter6Chapter7 * Chapter8 * Chapter9aChapter9b * Chapter10 * Chapter11 * Chapter12 * Chapter13 * Chapter14 * Chapter15 * Now:Chapter16 *

MAIN CAST

Park Chanyeol & Kim Ja Young (YOU)

Byun Baekhyun & Kim Je Young (YOU)

OC: Kim Jongin, Lay, Xi Luhan (EXO)

Ny.Kim Lily, Ny.Park Yoora, Jung Serra dll…

Drama, Romance, Hurt, Friendship, AU, Family, Complication, and other…

RATING : PG-17 LENGHT : Chaptered

Soundefek :
 Mad Clwon ft Kim Na Young – Once Again (Ost DOTS)
Davichi – This Love (Ost DOTS)

.

.

cropped-11898902_1069182166432771_91784061556000028_n11.jpg

Episode 16 Y.O.L.O♥

Author Pov

Busan City pukul 18.00.

Malam hampir tiba~

Pemandangan kota Busan menjelang malam hari terlihat indah dan mengagumkan jika terlihat oleh kedua manik mata memandang. Bulan sabit memancarkan setitik cahaya terang, mempercantik langit di kota Busan. Dingin menyeruak hingga amat terasa. Untuk pertama kalinya kedua wanita ini menginjakkan kakinya di Busan City.

Sesampai pada hotel yang Baekhyun sudah pesan untuknya dan satu kamar hotel untuk Ja Young dan Je Young. Baekhyun tidak tahu jelas dimana tempat Chanyeol tinggal dirumah Ibu nya. Tapi Baekhyun tahu jika rumah besar yang dimiliki Nyonya Park ada tepat didaerah Busan City. Setidaknya Baekhyun berani menjamin bahwa keyakinannya juga sudah Ja Young yakini dan tempat Chanyeol juga sudah ia ketahui pada saat malam dimana Ja Young mengambil cuti kerjanya. Manager Lay memberi alamat jelas dimana Chanyeol tinggal. Betapa beruntungnya Ja Young masih diberi kesempatan untuk menemui Chanyeol kembali. Ja Young, gadis itu berharap Chanyeol masih memiliki perasaan yang sama dengannya saat ini. Rasa saling ingin memiliki satu sama lain. Sepanjang perjalanan menuju Busan City gadis ini hanya terdiam dan menanti hari dimana Chanyeol kembali…

Malam ini Ja Young tidak langsung tertidur diranjang yang sudah disediakan dihotel tempatnya tidur malam ini. Terlihat adiknya sudah terpulas diranjang sana.

Ja Young sekarang sedang berada disebuah balkon kecil tepat didepan kamarnya tersebut. Menghirup udara dingin yang begitu damai. Lampu-lampu kota Busan menderang ditengah gelapnya malam. Ja Young melihat betapa indahnya kota ini. Tersenyum memandangnya, perasaannya saat ini masih sama. Terlihat jelas dikedua maniknya begitu berharap semuanya akan baik-baik saja. Ja Young mengepal kedua tangannya, menggenggam erat, menutup kedua bola matanya perlahan, dan berdoa dari lubuk hatinya. Ketika hari esok tiba ia berharap akan menjadi hari terindahnya kembali. Bertemu dengan Park Chanyeol kembali…

Dret.. dret..

Tepat pukul 21.00 Ja Young mendapatkan pesan singkat dari sang Ibu. Ja Young mengecek dan membuka kembali kedua bola matanya. Melihat pesan singkat sang Ibu..

From: Eomma♥

Ja Young jaga adikmu disana. Ja Young jangan lupa tidur dengan nyenyak. Jam berapa kalian sampai Busan? Apa kau langsung menemui Chanyeol disana? Eomma berharap kau bahagia selalu. Ne! Saranghae.

Setelah membaca pesan singkat tersebut Ja Young tersenyum manis. Andai saja Ibu nya berada disisinya sekarang, ingin sekali memeluk tubuhnya erat. Betapa bahagianya memiliki Ibu sepertinya selalu menjaga putrinya hingga sampai detik ini. Akhirnya Ja Young memutuskan untuk menekan tombol panggilan pada Ibu tercintanya.

Setelah tersambung Nyonya Kim yang sedang berada dikamarnya pun langsung mengangkat telfon tersebut.

“Eomma ah..” Ja Young tersenyum dibalik telfon sambungannya saat ini.

“Kau belum tidur?” Tanya sang Ibu disebrang sana.

“Eum,”

“Sedang apa disana? Kalian tidur dimana?”

“Kami tidur dihotel yang sudah Baekhyun pesan sejak awal Eomma. Eomma sedang apa? Kenapa belum tidur?”

“Aa~ Eomma baru saja ingin tidur. Salamkan pesan Eomma pada Baekhyun ya. Eomma menyayanginya. Kau sampai disana jam berapa?”

“Jam enam sore Eomma dan Baekhyun langsung membawa kami menuju hotel. Je Young sudah tidur pulas diranjang karena perjalanan kita cukup jauh. Nanti akan Ja Young salamkan pesan Eomma..”

“Syukurlah, jaga adikmu. Kau sudah bertemu dengan Chanyeol? Eum??” Terdengar begitu santai dan ingin memastikan.

“Belum, rencana bertemu dengannya esok hari Eomma,” Ja Young menerjapkan kedua matanya, kakinya bergerak tak menentu. Angin berhembus kencang disekitarnya saat ini.

“Oh.. Berbaiklah padanya Ja Young-ah, jika sudah bertemu dengannya salamkan pesan dari Eomma. Eomma merindukannya ya. Haha” Kekeh Ibu Kim menenangkan keadaan putri pertamanya disana.

“Hya.. Eomma ini, baiklah akan aku katakan padanya besok hehe” Ja Young tersenyum manis. Ibunya selalu menjadi seseorang yang membuatnya tenang.

“Jangan tidur terlalu malam Ja Young-ah”

“Baik Eomma.. yasudah aku tutup ya telfon nya”

“Eum”

Many saranghae Eomma..

Sarangheyoo honey

Annyeong. Much!

“Mimpi indah putri ku..”

.

.

TUT..TUT..TUT

.

.

Ja Young menutup sambungannya. Ibu Kim disana hanya bisa tersenyum dan berdoa untuk buah hati nya. Tidak bisa ia bayangkan kedua putrinya sudah cukup dewasa dan tumbuh besar bersamanya. Disetiap hembusan nafas kedua putrinya adalah sebuah kebahagian tersendiri untuknya.

Ja Young akhirnya menyadari bahwa diluar balkon sangatlah dingin padahal Ja Young sudah memakai sweater tapi kenapa udaranya sekarang sangatlah dingin. Ia pun mengakhirinya dan masuk kedalam kamar lalu menutup bagian kaca balkon tersebut. Dan tertidur bersama adiknya dalam satu ranjang. Saat membaringkan tubuhnya tiba-tiba saja Je Young langsung memeluk kakak perempuannya dengan amat sangat nyaman, kedua tangannya yang ia lingkari dibagian perut kakaknya.

“Eoh??” Ja Young meluruskan tubuhnya dan melihat wajah sang adik. Terlihat begitu cantik tanpa polesan make up. Kedua matanya tertutup rapat.

“Kau belum tidur Je Young-ah??” Panggil Ja Young dengan wajah heran, mengedipkan kedua matanya pelan.

Je Young masih memejamkan kedua matanya akan tetapi kedua tangannya tetap memeluk sang kakak. Begitu erat dan nyaman. Je Young putri Kim kedua yang sangat amat manja pada sang Ibu dan sang kakak. Hatinya begitu hangat.. “Eonni boleh aku bertanya?” Suara damai itu menyapa.

“Hey.. ada apa ini? Aku kira kau sudah tidur. Tadi Eomma menghubungi Eonni” Ja Young masih menatap adiknya yang juga masih terlihat memejamkan kedua mata sambil memeluk tubuhnya.

“Aa.. Eomma aku merindukannya.” Baru juga sehari tidak bertemu Je Young sudah sangat merindukan Ibu tersayangnya.

“Kau ingin bertanya tentang apa?”

“Menurutmu Baekhyun itu seperti apa?”

“Wae? Kenapa tiba-tiba kau bertanya tentangnya??” Santai Ja Young.

Je Young hanya tersenyum manis dipelukan sang kakak.

“Baekhyun tampan dan baik” Tambah Ja Young.

“Hanya itu?” Je Young mulai membuka kedua matanya perlahan belum menatap lurus bola mata Ja Young.

“Eum”

“Kalau Chanyeol Oppa dengan Baekhyun apa bedanya?” Je Young membuka kedua matanya lebar-lebar dan kali ini memandang wajah Ja Young dengan wajah yang terlihat begitu ingin mengetahui apa jawaban dari kakaknya tersebut.

“Maksudmu?” Ja Young kembali bertanya dengan satu alis terangkat. Menatap Je Young santai.

“Ya apa perbedaan diantara Baekhyun Oppa dan Chanyeol Oppa?? Seperti Eonni dan aku saja berbeda. Eonni wanita yang begitu kuat sedangkan aku tidak..” Diakhir kalimatnya, Je Young memancarkan wajah lirihnya.

“Kau ini kuat siapa bilang tidak. Ugh?! Sudahlah, ini sudah malam. Tidurlah.” Ja Young mulai menutup kedua matanya. Hanya berpura-pura.

“Eonni aku serius!” Je Young mengguncangkan tubuh kakaknya saat ini.

“Eonni ngantuk. Hoooaamm” Ja Young memutar tubuhnya, membelakangi adiknya.

“Hya! Eonni apa bedanya?? Eoh??!”

“Aku tidak tahu”

“Bohong”

“…”

“Eonni-ahhh”

“Eonniiii” Je Young menarik-narik sweater yang Ja Young kenakan. Terus menariknya karena sangat ingin tahu apa jawaban kakaknya saat ini. Hingga akhirnya Ja Young tersenyum paksa dan langsung memutar tubuhnya kembali sekarang posisi mereka saling berhadapan.

“Eonni tidak tahu harus menjawab apa. Mereka sama-sama baik dan tampan. Hanya saja baik seorang Chanyeol itu pasti ada maksud tertentu aish, sungguh kelakuannya pun sangat berbeda dengan Baekhyun.” Ja Young merasa ingin muntah jika mengingat Chanyeol berkelakuan aneh ketika saat bersamanya.

“Ohya? Menurutku Chanyeol Oppa orang yang begitu humoris dan lucu” Je Young memicingkan kedua matanya karena tidak setuju dengan ucappan sang kakak.

“Kau yakin?? Baekhyun juga sangat lucu dan manis. Tapi tidak dengan Chanyeol.” Ja Young menekankan setiap ucappannya. Menatap kedua manik mata adiknya malas.

“Baekhyun lucu karena wajahnya yang begitu imut Eonni haha” Kekeh Je Young.

“Ya! Kau benar sekali haha. Baekhyun mu memiliki wajah yang sangat lucu tidak dengan Chanyeol.” Ja Young hampir tidak pernah melihat sosok Chanyeol yang sama seperti Baekhyun. Tidak sama sekali ada.

“Hehehe” Je Young tersenyum manis.

“Tapi ada satu perbedaan dari mereka. Chanyeol pandai dalam memainkan gitar, bahkan aku pernah melihat ada instrument semua alat musik terdapat diruangan pribadi appartement miliknya. Dan aku menyukai itu..” Ja Young menghembuskan nafasnya sesaat, mengingat ketika Chanyeol memainkan gitar kesayangnya.

“Baekhyun memiliki suara yang sangat indah, kau tahu Eonni dikamar pribadi Baekhyun ada sebuah piano berwarna putih. Sangat menganggumkan jika melihat piano itu. Pasti mahal harganya” Cerita Je Young saat pertama kali mendengar Baekhyun memainkan piano dan bernyanyi.

“Bernyanyi? Jinjah??” Ja Young melebarkan kedua bola matanya, tidak percaya jika seorang Baekhyun bisa bernyanyi??

“Eum.” Je young menganggukan kepalanya cepat.. “Suara Baekhyun sangatlah merdu, aku sangat-sangat! menyukai suara Baekhyun ketika bernyanyi. Kau harus dengar Eonni..” Je Young menyimpulkan senyuman terbaiknya hingga matanya membentuk bulan sabit.

“Aku baru tahu Baekhyun bisa bernyanyi??”

“Hanya aku yang mengetahuinya”

Oh geurre, sekarang sudah malam. Waktunya untuk tidur. Jumuseyo Je Young-ah..

“Ok! Mimpi indah Eonni” Je Young kembali memejamkan kedua matanya sedangkannya Ja Young menarik selimut menutupi tubuhnya dan juga adiknya.

“Pasti kau sudah sangat bahagia mengenal Baekhyun sampai sejauh itu. Eonni senang mendengarnya” Ja Young mematikan lampu kamar dan mereka tertidur pulas.

Ketika dua kakak adik ini tidur bersama selalu saja ada bahan yang menjadi curhatan mereka masing-masing. Ja Young sangat menyayangi adiknya hingga Ja Young selalu merasa kebahagiannya hanyalah bersama Je Young dan Ibu nya. Banyak seseorang yang tidak suka dengan dua wanita bermarga Kim ini, tapi tidak dengan pria yang begitu sangat mengagumi dan menyayangi sosok mereka. Dan seiring berjalannya waktu dua wanita ini merasakan apa arti sebuah rasa sayang dari seseorang yang sangat berarti yang bukan dari anggota keluarga, hanya orang asing yang masuk dan membuat mereka jatuh hati bahkan jatuh cinta untuk pertama..  hingga akhir mereka bersama..

cropped-11898902_1069182166432771_91784061556000028_n11.jpg

Pagi tiba~

Pukul 08.00.

Memasuki hari pertama di kota Busan. Baekhyun sudah rapi dengan pakaian non formal nya. Sweater berwarna putih dengan jeans panjang dan cats putih nya. Memakai kacamata dan topi doodle. Rambut blonde Baekhyun sudah tertata secara sempurna. Baekhyun yang sudah rapi langsung menunggu di lobbi duduk santai disana sampai kedua wanita datang menghampirinya. Hari ini Je Young memakai dress motif bunga-bunga dibawah lutut dengan wedges kecil berwarna hitam dan tas slempang kecil yang ia gunakan untuk memasukan handphone dan keperluanya sedikit. Ja Young pun terlihat tidak kalah cantik dengan adiknya memakai dress diatas lutut berwarna putih dengan balutan cardigan coklat dan cats putih cantik yang ia kenakan dikakinya. Ja Young dan Je Young sudah siap berangkat bersama Baekhyun untuk mencari keberadaan Chanyeol.

“Beakhyun Oppa..” Sapa Je Young kekasihnya yang tersenyum manis pagi ini. Kedua wanita yang baru saja menghampiri Baekhyun terlihat menggerai rambut mereka yang berwarna coklat.

“Sudah siap?” Baekhyun bertanya dengan seulas senyuman lembutnya. Menatap kedua wanita yang cukup memikat perhatiannya saat ini, terutama kekasihnya yang cukup cantik dan begitu lucu.

“Eum.” Je Young hanya mengangguk sedangkan Ja Young hanya tersenyum mendengar itu. Ja Young merasa sangat gugup, hingga ia hanya bisa terdiam jika membahas sesuatu hal yang menyangkut atau berhubungan dengan Chanyeol. Pria yang akan ia temui kembali selama tiga bulan tidak bertemu dan bersapa.

“Apa kau sudah menemukan tempat Chanyeol?” Tanya Ja Young sambil berjalan ke arah mobil yang sudah disiapkan Baekhyun. Ja Young akhirnya mengeluarkan suaranya, karena dari semalam ia pun bergemuruh pada batinnya. Jika sudah bertemu dengan Chanyeol nanti.. apa yang harus ia katakan dan lakukan??

“Sudah. Kajja! Kita harus menemukannya. Sudah tidak ada waktu, mau sampai kapan dia terus bersembunyi dan mengumpat hatinya sendiri ck!” Baekhyun mendesah melihat kedua manik mata kecoklatan Ja Young yang terlihat sendu, mungkin perasaannya masih sulit ia kendalikan. Bagaimanapun juga Chanyeol adalah pria pertama yang sudah sampai sejauh ini Ja Young sukai. Je Young hanya menggenggam tangan Baekhyun memberi isyarat pada Baekhyun apakah semua ini akan baik-baik saja? Baekhyun hanya mencoba tersenyum padanya.

Baekhyun mengajak dua wanita kakak adik ini sampai mobil. Sudah duduk dibangku mobil masing-masing. Akan memakan waktu cukup lama untuk sampai pada tempat Chanyeol yaitu kediaman Nyonya Park Yoora.

Hingga 3 jam perjalanan menggunakan mobil pribadi Baekhyun yang telah ia siapkan, mereka sampai pada tempat yang dituju yaitu rumah mewah yang terletak di sekitar Distrik Haeundae kota Busan, Korea Selatan. Rumah itu terlihat seperti istana. Ja Young tersenyum miris didalam mobil memandang kemewahan rumah milik Nyonya Park. Lantas seseorang selalu bilang jika harta yang dimiliki Chanyeol tidak akan pernah habis. Dan sekarang Ja Young benar-benar sadar dan percaya akan hal itu.

“Aku yakin itu rumah Nyonya Park” Baekhyun bersuara sambil menunjuk rumah tesebut. Baekhyun memberhentikan mobilnya, memarkirkan mobilnya tepat dijalan menuju arah yang dituju. Je Young menelan saliva nya kasar, memandang rumah mewah tersebut sambil sesekali menerjapkan kedua bola matanya. Terdiam cukup lama untuk mencerna rumah yang Baekhyun tunjukan padanya sekarang. Rumah itu melebihi rumah besar Baekhyun. Indah dan mengaggumkan.

“Eonni kita sudah sampai..” Je Young meraih tangan kakaknya untuk mengisyaratkan bahwa semua akan baik-baik saja. Tapi Ja Young hanya membalas tatapan adik nya dengan seulas senyuman paksa. Ja Young benar-benar bingung pada hatinya?? Bagaimana nantinya jika Ja Young berani untuk menemui Chanyeol dirumah itu.

“Baek, boleh aku tahu sekarang jam berapa?” Tanya Ja Young santai. Mereka bertiga masih berada didalam mobil. Baekhyun melihat arloji, yang ia kenakan ditangan kanannya.

“Hampir jam 12 siang. Wae?” Tanya Baekhyun kembali sambil melirik kaca kecil bagian depan mobil. Menatap Ja Young disana.

“Bolehkah aku meminta bantuanmu kembali Baekhyun-ah?” Desah Ja Young yang baru saja menatap mata Baekhyun lalu merundukan kembali wajahnya. Ia melepas genggaman tangan adiknya. Ja Young tidak biasanya menjadi lemah seperti ini. Raut wajahnya terlihat tidak baik. Tapi bagaimanapun juga ini sudah menjadi pilihannya. Ia mengakui bahwa ia bersalah dan akan meminta maaf pada Chanyeol karena sudah mengabaikan kebaikkan dan rasa sayang darinya. Ja Young sudah melepas rasa cinta Jongin, mengabaikan rasa sayang Jongin yang melebih batas persahabatan. Dan sekarang yang Ja Young pilih untuk hatinya adalah Chanyeol. Bukan karena Chanyeol pria yang lebih mapan atau lebih memiliki segalanya dibandingkan Jongin tapi, karena Ja Young ingin mencoba lebih memilih seseorang yang tepat untuknya merajuk dan saling menyayangi. Park Chanyeol, apa benar dia pria yang sempat mengutarakan perasaannya pada Ja Young bahkan keluarga Ja Young sendiri?? Jika sudah melihat apa yang Chanyeol miliki tidak sebanding dengan dirinya yang begitu rendah.

“Aku akan datang menemui Chanyeol sendiri tapi aku ingin kau dan Je Young lebih dulu datang melihat keadaan Chanyeol disana. Masuklah lebih dulu aku akan datang saat sore tiba,” Apakah ini sebuah alasan? Atau Ja Young memiliki maksud lain?? Ja Young meyakini ucappannya sambil menatap Baekhyun dan Je Young yang tepat disampingnya duduk.

“Tapi Eonni??” Je Young tidak mengerti kenapa tiba-tiba kakak nya harus mengatakan hal ini. Apa perasaannya berubah kembali??

“Aku janji akan datang. Percayalah.” Ja Young mengukir senyumannya dengan cantik. Baekhyun dan Je Young saling memandang satu sama lain lalu menatap Ja Young yang entah sejak kapan sudah turun dari mobil. Je Young tidak tahu apa yang sudah kakaknya lakukan saat ini, tapi Je Young yakin jika kakaknya tidak akan mengingkari janjinya untuk menemui Chanyeol.

cropped-11898902_1069182166432771_91784061556000028_n11.jpg

images (5)

Pukul 12.00 siang.

Baekhyun dan Je Young akhirnya masuk terlebih dahulu. Menuruti keinginan Ja Young yang sudah turun dari mobil. Je Young masih tidak mengerti apa alasan kakaknya bertindak seperti ini?? Membingungkan. Tapi Baekhyun pun percaya pada Ja Young yang akan menepati janjinya untuk menemui Chanyeol. Karena bagaimanapun, itu adalah tujuan utamanya untuk pergi ke Busan dan mengambil cuti kerjanya.

“Tuan ada keperluan dengan siapa dan untuk apa datang kesini?” Tanya petugas keamanan yang berjaga dipintu gerbang rumah Nyonya Park.

“Oh, saya ingin bertemu sahabat saya Park Chanyeol. Apa dia ada dirumah ini? Saya teman dekatnya di Seoul. Byun Baekhyun.” Baekhyun meyakinkan petugas tersebut agar ia bisa masuk kedalam rumah tersebut.. “Jika kau tidak percaya. Kau bisa menghubungi Chanyeol sekarang” Baekhyun kembali berbicara tanpa bahasa formal karena sepertinya petugas itu tidak mempercayai ucappannya.

“Ya.. maaf Tuan. Anda boleh masuk,” Petugas tersebut akhirnya membuka gerbang pintu rumah Nyonya Park. Baekhyun langsung melajukan mobil pribadinya dan masuk untuk memarkirkan mobilnya tersebut.

Ja Young yang berdiri lumayan jauh dari jangkauan rumah mewah itu memandang mobil Baekhyun yang baru saja memasuki rumah Nyonya Park. Ja Young tersenyum bahagia disana, hatinya berdegup kencang ingin rasanya menemui Chanyeol bersama mereka. Ja Young bukan tipe wanita yang takut hanya untuk datang menemui Chanyeol dirumah mewah itu tapi..  “Jika Tuhan mempertemukanku denganmu begitu mudah aku sama sekali tidak akan lupa semua tentangmu.. Park Chanyeol” Akhirnya Ja Young memilih melangkahkan kakinya berjalan entah kemana ia harus pergi sekarang.

Baekhyun dan Je Young sudah masuk kedalam rumah Nyonya Park. Dengan pelayan yang mengikut mereka berdua. Je Young yang sedari tadi berjalan dan tanpa suara pun tidak bisa mengatakan apa-apa rumah ini begitu indah seperti saat Je Young memasuki rumah Baekhyun. Bahkan lebih mempesona untuk kedua matanya memandang. Sangat minimalis dan ter-design sangat rapi. Je Young menganalisis bentuk setiap sudut rumah ini, sepertinya rumah ini di buat oleh arsitektur hebat.

“Saya akan memanggilkan Tuan Muda, jadi duduklah dengan nyaman Tuan dan Nona” Pelayan rumah itu menyuruh Baekhyun dan Je Young duduk disoffa berukuran panjang tepat diruang tunggu. Disekitar rumah itu terdapat sebuah kaca yang langsung bisa memandang taman diluar pekarangan rumah disana.

“Bagiamana dengan Eonni diluar sana? Oppa kau yakin dengannya??” Je Young akhirnya mengeluarkan suaranya dengan wajah yang cukup terlihat sedih karena kakaknya tidak masuk dan datang bersama dengannya dan Baekhyun. Je Young menggigit bibir bawahnya. Seharusnya Ja Young sudah menemui Chanyeol sekarang.

“Kenapa? Bukankah Ja Young selalu menepati janjinya? Kau ingat saat–” Baekhyun meraih pucuk kepala Je Young dan membelainya disana. Memberikan perhatain khusus untuk kekasihnya saat ini.. “Saat Chanyeol terkena musibah. Ja Young mengatakan semua nya akan baik-baik saja” Baekhyun mencium kening Je Young dengan seulas senyuman menawan. Baekhyun membelai pipi Je Young pelan dan gadis itu pun akhirnya tersenyum.

“Ya.. aku–” Belum sempat Je Young meneruskan kalimatnya. Seorang pria turun dari tangga berwarna coklat tua. Pria itu berjalan dengan santai dengan pakaian non formal nya membuat kedua orang yang menunggu dirinya terdiam sesaat memandangi pria itu. Park Chanyeol..

“Ada perlu apa kalian datang menemuiku? Susah payah??” Chanyeol terus berjalan hingga terduduk disoffa single tepat didepan Baekhyun dan Je Young. Pelayan yang baru telah menyiapkan minuman dingin untuk kedua tamu Tuan Mudanya.

“Chanyeol Oppa??” Je Young memanggil Chanyeol dengan tulus betapa ia juga merindukkan sosok Chanyeol, yaitu seseorang yang pernah menyalamatkan hidupnya. Je Young mengukir senyuman untuk Chanyeol tapi..

“Diminumlah. Bagaimana keadaanmu Nona Kim?” Kata Chanyeol dengan santai. Nona Kim?? Apa Je Young tidak salah dengar??

Apa ini?! Chanyeol tidak membalas senyuman Je Young bahkan kalimatnya saat ini terdengar aneh?? Je Young menerjapkan kedua matanya, terdiam. Sungguh sangat asing untuk Baekhyun dan juga Je Young wanita yang baru mengenal Chanyeol beberapa bulan lalu sekarang seperti melihat bukan Chanyeol yang saat dulu pernah tertawa bersamanya. Chanyeol begitu dingin dan cara bicaranya begitu angkuh. Penampilannya juga membuat Baekhyun dan Je Young hampir tidak percaya. Apa yang terjadi pada Chanyeol??

“Chanyeol..? Kau baik-baik saja bukan??” Baekhyun mengeluarkan pendapatnya. Karena melihat sahabatnya yang sangat berbeda. Menatap sahabat lama nya terlihat begitu malas untuk menemuinya dan juga Je Young saat ini.

“Ck! Tentu. Tidak bisakah kau lihat” Decak Chanyeol sambil mengukir senyuman biasa saja. “Aku tidak punya banyak waktu Tuan Byun. Jadi katakan ada perlu apa menemuiku?” Tukas Chanyeol semakin membuat Baekhyun merasa tidak percaya apa yang sahabatnya katakan sekarang. Baekhyun terdiam dan mengingat saat Ja Young memilih untuk turun dari mobilnya dan Baekhyun bersyukur untuk itu. Karena kalau sampai Ja Young masuk dan melihat Chanyeol yang sekarang akan lebih membuatnya lebih bersedih. Lebih menderita. Bahkan menyakitkan. Baekhyun benar-benar menahan emosinya saat ini setelah mengingat Ja Young yang rela datang menemui Chanyeol sendiri nantinya. Begitu juga Je Young yang sudah membinarkan kedua matanya betapa shock nya mendengar ucappan Chanyeol barusan. Memandang Chanyeol dengan tatapan lirih.

Baekhyun membuyarkan lamunannya dan mulai tersenyum remeh. Pikir Baekhyun jadi Chanyeol benar-benar sudah memiliki sifat asli nya seperti dulu. “Chanyeol-ah dengar. Jika kau ingin merubah dan menjauh bukan seperti ini caranya. Aku rasa semuanya belum terlambat jadi jangan sampai kau menyesali semua ini.” Ucap Baekhyun tanpa keraguan dan tanpa celah sedikitpun. Je Young yang mendengar Baekhyun berbicara sedikit mengerti arah tujuan pembicaraan ini. Chanyeol hanya duduk diam dan memandang remeh balik disaat Baekhyun berbicara.

“Hanya itu yang ingin kau katakan untukku. Bahkan aku tidak mengerti jalan pembicaraan yang kau maksud Baekhyun.” Tukas Chanyeol terdengar sangat dingin.

“Hatimu mengerti! Tapi tidak dengan mulut dan sikapmu sekarang Tuan Park.” Balas Baekhyun tidak mau kalah. Kedua pria ini saling menatap remeh satu sama lain.

Je Young sungguh benar-benar sudah tidak mengerti kenapa harus seperti ini. Niatnya dan juga kakaknya baik untuk datang menemui Chanyeol. Seseorang yang sudah Je Young kenal dengan segala kebaikkan yang terpancar saat pertama kali Chanyeol datang dihidupnya, tapi jika seperti ini Je Young sama sekali tidak mengenal orang yang ada berada tepat didepan kedua matanya sekarang. Bagaimana jika kakaknya yang justru menemui Chanyeol sendiri dengan segala sikap dan perilaku maupun penampilan Chanyeol yang sudah terlihat jauh berbeda.

Apa kakaknya akan tetap berusaha meminta maaf pada Chanyeol?

Apa kakaknya akan tetap menemui Chanyeol?

Membawa Chanyeol kembali padanya??

“Kenapa kau diam saja Nona Kim? Ah kau pasti berpikir tentangku. Jangan terlalu dipikirkan.” Chanyeol beralih menatap perempuan yang sudah berkaca-kaca melihatnya. Rasanya air mata Je Young akan menetes. Je Young wanita yang jauh berbeda dari Ja Young yang cukup kuat pada perasaannya. Je Young sangat rapuh jika melihat sesuatu hal yang salah, hatinya terlalu sulit untuk ia kendalikan.

“Oppa.. haruskah kau berubah seperti ini? Haruskah–” Je Young menatapnya lirih.. “Oppa memanggilku dengan sebutan seformal itu?” Je Young wanita yang cukup memiliki perasaan mudah menangis dan rapuh. Air mata Je Young mengalir.. “Je Young tahu Oppa hanya ber akting dan bersikap seperti ini agar aku melihat bahwa Oppa akan merasa lebih baik untuk saat ini. Tapi aku melihat bahwa Chanyeol Oppa sekarang selalu merasa kesepian. Aku senang melihat Chanyeol Oppa baik-baik saja dan sekarang Oppa menjadi lebih tampan. Aku sangat senang melihatnya, sungguh.” Je Young menghapus air matanya lalu tersenyum manis. Baekhyun hanya diam sama dengan Chanyeol yang juga hanya terdiam.

cropped-11898902_1069182166432771_91784061556000028_n11.jpg

Kata terakhir pertemuan Chanyeol, Baekhyun dan Je Young. Tidak lama berkunjung dari rumah yang sudah menjadi tempat tujuan utama mereka. Baekhyun dan Je Young mengakhiri pembicaraan yang rumit dan cukup sederhana. Baekhyun mengerti situasi yang akan terjadi jika Ja Young menemui Chanyeol bersamanya tadi. Pasti itu akan lebih menyakitkan untuk Je Young, yang terlihat sedang menggenggam kedua tangannya erat dipangkuannya. Perempuan yang berada disamping Baekhyun saat ini mengemudi. Je Young hanya terdiam dan tidak bersuara kembali saat sepulang dari rumah itu..

“Baekhyun?”

“Ya?” Baekhyun cukup senang mendengar suara kekasihnya kembali.

“Apa kita harus mengatakan hal ini pada Ja Young nanti?” Je Young menatap Baekhyun penuh dengan rasa kesedihan mendalam. Bagaimanapun Ja Young adalah kakak terbaik yang ia miliki dan Je Young tidak ingin melihat kakaknya lebih bersedih karena keputusan Chanyeol tadi.

Baekhyun memberhentikan mobil pribadinya dipinggir jalan dan tiba-tiba Baekhyun memeluk Je Young. Baekhyun sungguh mengerti hati kekasihnya.. “Aku kenal Chanyeol sejak lama. Chanyeol tidak akan bisa melupakan Ja Young dalam sekejap mata. Meskipun kita melihat Chanyeol sangat berbeda barusan..” Baekhyun terus memberikan kasih sayang untuk menenangkan perasaan Je Young yang cukup shock dengan hal tadi. Je Young menangis dipelukkan Baekhyun, mengingat perkataan Chanyeol pada akhir pertemuan mereka tadi.

“Hidupku sudah cukup bahagia. Jadi jangan mengangguku lagi. Biarkan aku menentukan pilihanku sendiri. Dan satu hal keputusan yang Ja Young buat, membuatku cukup mengerti. Pergilah, katakan padanya bahwa tidak ada lagi yang akan mengganggu kehidupannya” Penuturan terakhir Chanyeol.

Baekhyun menghela nafasnya mengingat penuturan Chanyeol yang memang cukup terdengar sarkatis dan sangat mengecewakan baginya. Apa ini ujung dari pertemuan Chanyeol dan Ja Young? Apa yang akan terjadi jika Ja Young mengetahui keadaan sebenarnya yang sekarang terjadi??

Ini sangat menyakitkan!!

Dua orang yang saling mencintai tapi sulit menanam cinta yang sudah tumbuh sejak lama dan sekarang haruskah dimusnahkan begitu saja. Jika akhirnya seperti ini lebih baik tidak usah dipertemukan! Tidak perlu susah-susah menentukan pilihan!

cropped-11898902_1069182166432771_91784061556000028_n11.jpg

POV Park Chanyeol

Aku tidak tahu ini keputusan yang terbaik atau justru akan menyakitkan diriku sendiri. Mengatakan bahwa aku sudah tidak ingin memiliki hal yang bersangkutan padanya. Padahal kenyataannya semua rasa dan keperdulianku terhadapnya masih sangat terjaga sampai saat ini.  Pada seseorang yang sudah masuk kedalam kehidupanku. Wanita yang masih ada didalam lubuk hatiku, membawa seluruh perasaan dan jiwa ini.

“SIAL!!” Aku sungguh frustasi dengan semua ini.

Tapi.. jika Baekhyun dan Je Young datang menemuiku kenapa wajahnya tidak terlihat sedikitpun?? Dimana dia berada? Sepertinya aku memang harus melupakannya. Apa dia sudah melupakanku?!

“Kim Ja Young..” Desahku.

Saat aku memikirkan sesuatu hal tentangnya terkadang ada rasa dimana aku harus melupakannya dan meninggalkannya. Itu keinginan Ja Young.. tapi kenapa rasanya begitu sulit menerimanya untuk tidak lagi berada disetiap hembusan nafasku. Aku menutup kedua mataku lemah! Rasanya aku sendiri tidak mengenal siapa diriku sekarang!

“Siapa orang yang kau sebut tadi? Apa dia seorang wanita??” Nyonya Park datang menemui anak satu-satunya yang terlihat sedang frustasi dikamarnya saat ini. Datang tiba-tiba karena ingin melihat putra nya yang baru saja kedatangan dua orang tamu jauh. Aku tahu suara siapa itu.. Ibu..

Pintu kamar yang tidak tertutup membuat Ibu Park datang menyapa dan mendengar desahan putranya. Apa yang barusan Ibu katakan? Apa Ibu mendengar?? Aku menerjapkan mata melihat Ibuku datang dengan santainya ia menghampiriku dan duduk dipinggir ranjangku tepat didepan kedua mataku.. “Eomma..?” Aku hanya memanggilnya dengan suara yang terdengar rendah.

“Sudah hampir tiga bulan kau hanya diam didalam rumah ini Chanyeol. Ada apa? Eomma dengar dari ahjumma ada tamu yang datang tadi siang? Nugu??” Nyonya Park tersenyum pada anaknya yang terlihat sudah besar tetap seperti anak kecil jika dilihat dari mata sang Ibu.

“Baekhyun dan yeojachingu-nya. Gwenchana Eomma..” Aku beranjak dari ranjang dan mengambil sebuah kunci mobil.. “Chanyeol sedang tidak ingin membahas apapun.” Mengambil sebuah jaket yang pas untukku pakai..

“Eomma sudah menjadi Eomma-mu selama 24 tahun. Tidak maukah kau berbagi cerita pada Eomma-mu ini yang sudah tua. Eomma juga–” Disaat kegiatanku kesana-kemari dikamar. Seketika aku memeluk tubuh Ibuku. Memeluknya penuh dengan kasih sayang. Aku sungguh menyayangi Ibuku. Dia Ibu yang selalu membuatku nyaman ketika bersamanya hingga pada titik dimana aku merasa sudah tidak ada lagi harapan, lalu aku pulang menemui Ibuku. Dirumah inilah aku merasa hidup meskipun hatiku tahu ini adalah suatu kebohongan dan kesakitan. Kim Ja Young, hanya wanita itu yang bisa membawa kembali hatiku seperti dulu.

“Eomma..” Lirihku.. aku masih memeluknya erat dengan kedua tanganku yang berada disekitar tubuhnya. Sesekali mengalungkan kedua tanganku dipundaknya. Ibuku cukup terdiam saat aku tiba-tiba memeluknya dan Ibu masih terduduk manis dipinggir ranjang. Aku mengutarakan perasaanku padanya..

“Terimakasih untuk segalanya, melahirkanku, merawatku, menjagaku, memberikan semua yang ku inginkan. 24 tahun aku hidup memang jarang sekali ada bersama Eomma. Tapi, aku yakin Eomma selalu bersamaku dimanapun Chanyeol berada..”

Aku melepas pelukkanku kemudian menggerakan sedikit tubuhnya yang masih terduduk diujung ranjangku. Aku berjongkok untuk merendahkan tubuhku berada dibawahnya terduduk. Menggenggam kedua tangan Ibuku dengan seulas senyuman terbaik..

“Chanyeol-ah..” Ibu Park tidak pernah mendengar kata-kata sederhana dan manis dari mulutku secarang langsung dan cukup membuatnya bahagia sekarang. Aku kembali menatapnya penuh kelembutan, mencoba mengeluarkan segala lubuk hatiku sekarang. Benar, ini sudah cukup lama saat aku pergi meninggalkan Kim Ja Young disana. Sudah tiga bulan aku hanya berdiam dan melakukan kesibukkanku disini. Dirumah besar milik Ibuku..

“Aku menyukai seorang wanita. Wanita sederhana. Cantik. Dan memiliki hati seperti Eomma. Sangat baik. Tumbuh dan dilahirkan oleh seorang Ibu yang juga seperti Eomma..” Aku memandang wajah Ibuku yang sudah cukup berlinang air mata sejak saat aku melepas pelukkanku untuknya.. “Wanita itu terlahir tidak sepertiku. Dia hanya wanita sederhana tidak memiliki harta berlimpah sepertiku. Eomma.. Chanyeol sungguh menginginkannya dan sungguh menyayanginya..” Aku masih menggenggam tangannya erat sedikit membelainya. Mataku bekedip-kedip ingin sekali menghapus air mata Ibuku saat ini.

“Siapa nama gadis itu?” Tanya Ibuku lembut.

“Kim…” Aku ragu mengatakannya. Apakah nantinya Ibuku akan menerimanya?? Atau justru…??

Tapi aku harus jujur padanya, perasaanku sudah cukup lelah. Berdiam dan memendam semua tentangnya. Rasanya tidak setakut yang ada dipikiranku setelah menjelaskan semua tentang Ja Young pada Ibuku..

“Kim Ja Young. Nama perempuan yang kau sebut tadi. Benarkah?” Suara Ibuku terdengar kembali dan membuatku tahu bahwa Ibu mendengar desah ku tadi.

“Ya..” Yakinku.

“Apa pekerjaannya?”

Keyakinanku sudah bulat. Ini waktunya yang tepat untuk semua keresahanku. Mengungkapkan tentang Ja Young padanya. Hingga aku tahu akhir dari segalanya akan menjadi seperti apa..

“Dia bekerja sebagai pelayan resto di restaurant kita Eomma. Kim Ja Young kakak dari Kim Je Young wanita yang menjalin hubungannya dengan Baekhyun”

Nyonya Park terdiam setelah mendengar kata-kata dari anaknya. Mungkin Nyonya Park begitu shock mendengar bahwa anak laki-laki satu-satunya telah mencintai gadis seorang pelayan.

Hanya seorang pelayan??

Ini sangat tidak mungkin??

Pelayan resto miliknya??

“Eomma..?” Aku tidak bisa melihat wajahnya kembali. Aku tahu ini cukup membuatnya kaget.

“Apa gadis itu menyukaimu juga? Sepertimu menyukainya..” Tanya Ibuku lembut sangat pelan suaranya. Aku kembali menatapnya.. kenapa reaksinya menjadi seperti ini??

“…”

“Apa ini sebabnya kau meninggalkan Seoul disana? Eum??”

“Eomma hanya ingin melihatmu bahagia. Eomma sudah tua dan keinginan Eomma hanyalah melihat kau sukses dan menikah dimasa depan. Eomma tanya sekali lagi.. apa wanita itu menyukaimu juga? Menyayangimu? Terlebih lagi apa dia mencintaimu seperti Eomma mencintaimu…?”

Aku sungguh ingin meneteskan air mataku saat ini. Tidak bisakah aku mengatakan bahwa Kim Ja Young juga menyukaiku.. menyayangiku.. dan ingin bersamaku.. hanya untuk membahagiakan Ibuku saat ini. Rasanya begitu sulit, perasaan ini sangat menyiksa!!

cropped-11898902_1069182166432771_91784061556000028_n11.jpg

Pukul 05.00 Sore hari.

Matahari akan tenggelam dan bulan akan segera menyapa..

Setelah pembicaraan panjang antara Chanyeol dan Nyonya Park. Chanyeol pergi meninggalkan rumah untuk menghilangkan rasa ketidaknyamanan yang dirasakannya. Chanyeol pergi ketempat yang tidak jauh dari rumah. Kesebuah pantai yang tepat terletak dipinggir kota Busan..

Kim Ja Young wanita itu sekarang sudah berada kembali didepan rumah Nyonya Park. Memandang jauh rumah mewah itu. Sedangkan Baekhyun dan Je Young yang sudah pulang dari kediaman Nyonya Park pun mencari-cari keberadaan Ja Young dimana? Baekhyun dan Je Young mencoba menghubungi Ja Young tapi nihil Ja Young sengaja mematikan ponselnya setelah mengirimkan sebuah pesan singkat pada Baekhyun dan Je Young..

From: Kim Ja Young

Baekhyun terimakasih sudah menunjukan keberadaan Chanyeol. Aku akan segera kembali Baekhyun.. Je Young. Aku akan menepati janjiku. Aku akan membawa Chanyeol kembali hehe jadi tidak perlu khawatirkan aku. Jika aku tidak sempat kembali ke hotel nanti, jagalah Je Young baik-baik. Sampai jumpa^^

Baekhyun dan Je Young menyerah pada pilihan yang sudah Ja Young pilih. Bagaimanapun semuanya sekarang ada pada keputusan Chanyeol dan juga Ja Young..

“Bagaimana ini Oppa..? Eonni benar-benar nekat datang sendiri??” Desah Je Young, sangat panik karena keadaannya saat ini tidak mungkin kakaknya datang menemui Chanyeol sekarang.

“Percayakan semua pada Ja Young..” Kata Baekhyun menenangkan hati kekasihnya kembali.

“Baekhyun, tapi kau lihat apa yang sudah Oppa Chanyeol katakan. Bahkan dia mengatakan itu didepan mata kita sendiri. Baekhyun aku tidak–“

“Tenanglah.. Je Young, kita harus menghargai keputusan Ja Young”

“Jika terjadi sesuatu pada Eonni bagaimana Baek..?!” Kali ini Je Young terlihat kesal. Bagaimana bisa ia baik-baik saja disaat kakaknya pergi sendiri kerumah mewah itu. Je Young tidak pernah sepanik seperti saat ini.

“Tidak akan aku biarkan itu terjadi.” Tegas Baekhyun pada kekasihnya.

Baekhyun dan Je Young akhirnya memilih untuk pulang ke hotel mereka. Mereka akan menunggu kabar selanjutnya dari Ja Young. Sebelum ke hotel Baekhyun sempat membeli makanan untuk makan malamnya dan banyak cemilan untuk di hotelnya nanti. Baekhyun tidak ingin melihat kekasihnya murung karena mengkhawatirkan keadaan kakaknya jadi Baekhyun mengambil keputusan untuk Je Young tinggal dan tidur di dalam appartement Baekhyun bersamanya.

cropped-11898902_1069182166432771_91784061556000028_n11.jpg

images (5)

Annyeonghaseyo ahjuma..” Ja Young sudah berada didepan gerbang rumah mewah milik Nyonya Park. Tidak ada seorang penjaga yang menjaga pintu gerbang hanya ada seorang wanita paruh baya yang terihat oleh Ja Young mungkin penjaga pintu gerbang sedang istirahat.

Ja Young masih terlihat cantik dengan penampilannya. Tapi kali ini Ja Young memakai sebuah dress berwarna hitam dengan ikat pinggang yang membentuk tubuhnya. Rambutnya tergerai panjang dengan make up natural yang menambah kencantikan Ja Young. Tas slempang kecil dan juga flat shoes berwarna merah marun. Ja Young sempat pergi ke hotel kembali dan datang dengan keadaan yang baru jika terlihat tadi pagi ia mengenakan sebuah dress berwarna putih.

“Annyeonghaseyo.. Nona mencari siapa?” Ahjuma tersebut menghampiri Ja Young yang tepat berdiri didepan gerbang.

“Maaf mengganggu ahjuma, aku Kim Ja Young ingin bertemu dengan Park Chanyeol.” Ja Young tersenyum manis disapa ahjuma yang baik terhadapnya. Ja Young selalu mencoba menetralkan kondisinya saat ini. Karena ia terlihat begitu gugup.

“Oh mencari Tuan Muda Park. Tapi kalau boleh tahu ada keperluan apa?” Ahjuma bertanya dengan nada baik dan sopan. Karena sepertinya ahjuma melihat gadis ini memiliki hati yang cukup baik. Jarang sekali yang mencari Tuan muda nya, bahkan gadis itu tidak menggunakan apapun untuk datang menemui Tuan Muda. Tidak dengan mobil mewah, gadis itu terlihat cantik.

“Aku hanya ingin menemuinya saja..” Kata Ja Young rendah.

“Sebentar tunggu disini ya Nona..” Sepertinya ahjuma itu sangat baik. Ja Young benar-benar takut untuk menemui Chanyeol bahkan menemuinya dengan cara seperti ini. Ja Young tidak ada pilihan lagi, ini adalah jalan satu-satunya cara menemui Chanyeol kembali..

Ja Young menunggu hampir 15 menit. Cukup lama tapi ia masih bertahan berdiri digerbang rumah Nyonya Park. Pintu gerbang terbuka dan tidak ada ahjuma tadi tapi seorang petugas pria yang membuka gerbang lalu mengatakan..

“Masuklah..”

Ja Young tidak berkata apapun lagi ia langsung masuk kedalam rumah dengan halaman dan pekarangan yang sangat luas. Tamannya begitu cantik dan memikat kedua bola mata Ja Young saat ini.. “Benarkah ini rumah Nyonya Park?? Besar sekali? Syukurlah aku bisa langsung menemui Chanyeol pasti Chanyeol yang menyuruh pria seram ini untuk aku masuk. Dasar malas, kenapa bukan dia langsung saja yang datang menemuiku. Menyebalkan.” Ja Young menggerutu didalam hatinya saat berjalan menuju pintu utama rumah.

Setelah masuk, berjalan cukup jauh untuk sampai tempat yang dituju dan Ja Young sudah berada disebuah ruangan yang Ja Young sendiri tidak tahu. Apa ruangan ini? Kenapa harus sampai menaiki tangga? Apakah Ja Young akan langsung dipertemukan  oleh Chanyeol?

“Buka saja pintu itu–” Pria itu mengarahkan tangannya, menunjuk kepintu yang memiliki dua pintu tersebut.. “Nyonya sudah menunggu anda..” Katanya kembali melanjutkan kalimatnya.

“Apa? Apa maksudmu Tuan? Aku ingin– ya! Hei yaa.” Ja Young tidak mengerti apa maksud kalimat terakhir pria itu?? Nyonya?? Bukankah Ja Young sudah mengatakan jika dirinya datang ingin menemui Chanyeol?? “Aiishh..” Pria itu menghilang dari pandangan Ja Young. Ja Young panik apa yang harus ia lakukan sekarang? Kenapa jadi seperti ini??

Akhirnya Ja Young memberanikan dirinya melangkah ke dua pintu besar berwarna putih tesebut. Ja Young mengetuk pintu lalu membuka salah satu pintu itu..

KREK..

Pintu terbuka dan Ja Young melihat sekitar ruangan tersebut. Ja Young melangkahkan kakinya sampai tiga langkah..

Ruangan ini adalah kamar Chanyeol..

Ja Young yakin ini adalah sebuah kamar ada satu ranjang yang sangat besar. Lemari lima pintu. Dan yang terlihat lagi dimata Ja Young adalah foto besar pemilik kamar. Park Chanyeol. Dan foto Chanyeol bersama Nyonya Park juga terlihat dikamar itu..

“Kau sudah datang..”

“Oh– Nyonya Park..?”

.

.

cropped-11898902_1069182166432771_91784061556000028_n11.jpg

To Be Countinue

Aku lama ya datengnya😦 maaf aku baru bisa publish YOLO lg tp ini tepat dua minggu sudah🙂 aku akan publish chapter17 satu minggu kemudian ya! Don’t miss it guys. Love You!!^^ OHYA AKU BAKALAN KASIH KEJUTAN DICHAPTER SELANJUTNYA!!

Kim Ja Young

Park Chanyeol & Nyonya Park

chanyeol-exo-viva-polo

Kim Je Young

images (7) (1)

Byun Baekhyun

63a501011fc9ca3a62ae53fd7ba2a555

24 responses to “Y . O . L . O (You Only Love Once) #16 – by sasarahni

  1. hehe.. akhirnya di update juga😄
    chanyeol ko jadi berubah gitu sih? kalo udah ketemu jayoung apa chanyeol bakal bersikap dingin juga?
    ee.. aku kira jayoung langsung ketemu ama chanyeol tapi ternyata ama ibunya. dag dig dug nih nunggu kelanjutannya!!😄 penasaran ibunya chanyeol mau bilang apa ama jayoung.
    lama2 ngiri juga nih ama BaekJe. couple ini terlalu manis setiap saat :3😄
    oke kak aku tunggu kelanjutannya!!

  2. Wahhhh kerennnn .baru enak” nya baca udah tbc😃 penasaran gimna tanggapan nyonya park kpda ja young 😃makin penasaran nih kedepan nya d tunggu next chapter nya fighting🙋🙋🙋

  3. Apa reaksinya Chanyeol nanti jika benar Ja young menemui dan apa yang akan Nyonya Park lakukan. Serius aku sangat penasaran . Apalagi hubungan mereka masih belum jelas lagi. Duh greget ini apalagi satu minggu nunggu chapter 17nya. Aku hanya ingin semuanya bahagia Ja Young dengan Chanyeol Je Young dengan Baekhyun. Mereka wanita hebat sudah sepantasnya mendapatkan orang yang dapat membahagiakan mereka dan menerima segala kondisi mereka. Next chapternya ya kutunggu

  4. Update jugaa ya akhirnya😀
    Duuuh Ja Young ketemu sama Nyonya Park, apaaa yg mau dilakuin Nyonya Park sama Ja Young.. kepooo bgtt w hahaha
    Tadi Cy kasar bgt yak ngmong gt ke Baek sm Je Young, pdhal dlm hati masih cintaaah sm Ja Young.
    Akuu tunggu chap selanjutnyaa ka hihi^^

  5. Tbc nyaa astagaaa… 😂😂😂
    Itu mamahnya chanyeolkan, yg kettemu ja young digerbang mmahnga ?
    Wah ja young pasti kaget bgt…
    Dan kayakanya si chanyeol ga ada dirumah deh, dia kan td keluar..
    Truus apa yg bakal mmah chanyeol omongin ke ja younh?
    Aigok penasaran…
    Fighthing kak, next partnya.. 😄😄😳

  6. haduh tbcnya nggantung banget ya..
    bikin tambah penasaran
    ja young yang kuat ya ngadepin mamanya chanyeol
    btw ditunggu ya kak chapter17 nya

    keepwriting^^

  7. ya ampun jangan sampe aja nyonya park nya marahin ja young dan park chanyrol cepatlah pulang ja young sudah dirumahmu.

  8. Like like like. Penasaran nyonya kim setuju apa enggak yaa? Terus chanyeol bilang apa ke nyonya kim kalau ja young cinta sama dia apa enggak. Next di tunggu bangett

  9. Akhirnyaaaaa update jugaa……. ditunggu chapterr selanjutnya..
    Kenapa tiba2 yg ketemu malah nyonya parknya?? Chanyeolnya mana? Apa mungkin itu chanyeolnya? Aaa penasarann jangan lama2 yaa hehe

  10. Aduh.. si chanyeol ke mn sih pas ja young cari dia.. 😵😵😵
    Kira2 Ny.park mau blg ap ke ja young smoga aja deh dia nga marah2 sma ja young 🙏🙏🙏
    Next thor

  11. what the hell….woaaa semangat ja young langsung ketemu camer….
    ahh semoga jayoung dan chanyeol dipertemukan dg mudah…kasihan lihat mereka ngenes amat kisah cinta mereka
    ak tunggu nxt chptr
    keep writing!!!!

  12. Jng2 sebernnya chanyeol ada dikamar itu juga…nypark cuma mau pastiin apa jayoung jga cinta sama chanyeol….moga2 aja nypark restuin mrk…

  13. Akhirnya ff yg d tunggu d post juga tp aku telat bacanya ternyata udah d post dr kemarin
    Aaaaah kangen bgt sm ff ini
    Aku kirain ja young bakalan langsung ketemu chanyeol ternyata ny.park
    Kira2 ny.park mau ngomong apa y ke ja young ? Moga2 aja ny.park merestui hubungan chanyeol sm ja young
    Ja young bakalan ketemu sm chanyeol g y ?
    Penasaran bgt sm lanjutan critanya
    Next d tunggu
    Figthing^^

  14. Kira2 ny.park nerima jayoung ga ya?
    Smoga aj nerima walau jayoung cuma pelayan,, smoga ny park ga pandang kasta ya,, duuhh greget bca nya, penasaran kira2 chanyeol tetep menghindar atau enggak,..
    Penasaran bgt,, sikap chan brubah bgt kek gitu tkutnya jayoung ngerasain apa yg dirasain jeyoung ma baek tdi,, andweeee 😨😨

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s