About daddy and his trouble: Chen

Dhee/Jung Monica Present

Prev : Minseok , Luhan , Kris , Joonmyeon , Yixing , Baekhyun

Starting :

Kim Jongdae (EXO) and his son Dylan and Thomas (Oc)

.

.

Jongdae Problem

“Salah siapa? Jongdae atau kedua anaknya”

.

.

.

 

Hari itu kediaman keluarga kecil Kim terlihat sepi, tidak seperti biasanya yang  selalu ramai dari pagi menjelang malam tiba. Sejak tadi pagi juga Jongdae belum melihat salah satu buah hatinya berkeliaran di sekitar rumah, sekelebat pertanyaan terlintas: kemana mereka? Apa istrinya hari ini membawa keduanya pergi berkunjung kerumah neneknya, tapi jika istrinya melakukan itu. Tentu saja ia tak akan melihat istrinya menyiapkan sarapan, dan bukankah tiga hari yang lalu mereka habis berkunjung kesana.

“Aku tidak melihat anak-anak sama sekali hari ini, dimana mereka?” tanyanya begitu sang istri melintas didepannya.

“Ada kok, mereka ada di kamar” jawabnya tulus.

“Kenapa tidak seberisik biasanya?” Wanita itu menggedikan bahunya “Mereka sedang asyik mengerjakan sesuatu. Katanya sih untuk misi mereka” imbuh  istrinya. Sementara Jongdae hanya menjawab dengan mulut membentuk huruf  O, lalu beralih lagi pada lembaran kertas tangga nada miliknya. Mencatat kemudian menghapusnya -terus saja begitu.

Hari libur memang tidak pernah akrab dengannya, akan selalu ada saja yang harus ia kerjakan. Seperti contohnya sekarang; ia harus menulis ulang  aransemen nada baru, karena yang lama hilang entah kemana. Padahal seingat Jongdae ia sudah  menyimpannya sangat rapi dilaci meja kerjanya, tapi tetap saja kertas itu hilang tanpa meninggalkan jejak seperti orang-orang hilang di segitiga bermuda. Ha, berlebihan. Namun itu kenyataannya kok. Sebenarnya bukan  jadi masalah bila ia harus menulis ulang aransemennya, nah  toh dulu kejadian seperti ini sering terjadi  saat ia masih sekolah.

Tapi itu dulu saat semangat juang Jongdae masih seperti kobaran api neraka. Kalau sekarang sih , jangankan harus menulis ulang. Menyampaikan materi kepada muridnya saja terkadang Jongdae malas, apalagi memikirkan ulang apa yang sudah  ia kerjakan. Sungguh, jika bukan karena ia memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, mungkin sekarang ia lebih memilih tidur ketimbang memikirkan ulang si-aransemen-yang-hilang.

Pekerjaannya hampir selesai jika saja kikikan ditambah derap langkah kecil –yang- sudah-pasti-ia-tau-milik siapa, tidak mengusik ketenangannya. Inginnya sih Jongdae menyelesaikan pekerjaannya dulu sebelum pergi menuju pusat kikikan berasal, akan tetapi egonya berhasil mengalahkan segalanya. Ia lebih memilih pergi menghapiri kedua jagoannya ketimbang  harus menyelesaikan si-aransemen-yang-hilang.

DADDY AWASSS!!!! DOR DOR DOR” pekikan dari si bungsu menyambutnya begitu ia keluar dari ruang kerjanya. “What happen, kids?” tanyanya bingung

“Berlidung, Dad. Awas!! Dylan-hyung bisa menembakmu nanti” katanya sekali lagi. Jongdae mengangguk lalu merunduk, menuruti perintah anaknya.

“Ow, rupanya kau  yang selama ini Thomas sembunyikan dariku. Terimalah  ini tuan Kim” sahut Dylan dengan nada suara yang dibuat berat. “Dor..dor dor..dor..dor”

Jongdae terkekeh geli, rupanya ini alasan kedua jagoannya tidak keluar kamar selama seharian. Ini pula ‘kah yang dimaksud istrinya tadi. Oh Tuhan berilah Jongdae kekuatan untuk menghadapi sikap lucu anaknya.

Ia tersentak kala sebuah tangan kecil berusaha mengamit lengannya “Ayo ikut aku Dad, aku akan menyelamatkanmu” ujar si kecil Thomas menawarkan penyelamatan untuk Ayahnya.

Mereka berdua-Jongdae dan Thomas bersembunyi dibalik sofa sedangkan  si sulung-Dylan mengambil posisi didekat meja makan. Jongdae mengintip dari balik sofa, secara bergantian Thomas akan muncul kemudian mengeluarkan suara tembakannya kemudian bersembunyi jika Dylan berancang-ancang ingin melawan. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih lima menit tatkala suara si bungsu kembali mengintrupsi “Kita tidak akan menang jika hanya terus menembakinya, Dad. Kita harus menggunakan strategi yang baru”

“Apa itu?” tanya Jongdae ketika Thomas mengeluarkan gumpalan kertas dari dalam sakunya.

“Bom. Kita akan  menggunakan ini untuk mengalahkan Dylan-hyung, Dad” jawab Thomas sambil memperlihatkan gumpalan  kertas itu kearah Jongdae.

Tunggu. Kertas itu sepertinya Jongdae kenal.

Belum sempat ia melihatnya lebih jauh, Thomas sudah melemparkan kertas itu kearah Dylan. Awalnya satu, kemudian dua, tiga hingga lima dengan kertas yang warnanya sama. (Agaknya Jongdae pernah tau kertas itu, tapi dimana ya?)  sampai akhirnya pertanyaannya terjawab lewat kertas balasan yang mereka terima dari seberang. Buru-buru ia mengambilnya dan-

– Bukan ’kah  kertas ini milik Jongdae, maksudnya gumpalan kertas yang sedari tadi kedua putranya pakai sebagai bom  itu adalah kertas aransemen lagu miliknya yang hilang.

Ia bangkit dari duduknya kemudian menyilangkan tangannya di depan dada “Kids stop” tidak ada respon, keduanya masih asik dengan kegiatannya “Kids stop. Daddy say to stop!! Dylan stop it”

Keduanya berhenti “Darimana kalian dapatkan  ini?” tanyanya memandang bergantian kedua putranya.

“Bukan aku, Dad. Dylan-hyung yang mendapatkannya” aku si kecil.

Dylan where did you find this paper?”

“From on top of your piano. Why?” tukasnya enteng seolah tidak bersalah.

“Lalu apa kalian tau apa ini, kids?” INI KERTAS ARANSEMEN DADDY. DEMI TUHAN KENAPA BISA KALIAN JADIKAN SEPERTI INIIIII!!!!!” jeritnya tak tau malu

“Oh kertas itu  milik Daddy. Kami tidak tau, kami kira itu sudah  tidak terpakai. Jadi ya sudah” jawab keduanya enteng lalu pergi meninggalkan Jongdae yang masih histeris karena kertasnya tak hilang, melainkan anak-anaknya memakainya sebagai mainan.

Jika sudah begini, siapa yang salah? Jondae atau kedua putranya?

.

.

.

A/N : komposer! daddy jongdae! hahaha. banyak plot hole gak sih, soalnya gak pede banget sama ini huhuhu. berasa kayak keburu banget ceritanya. trus apa cuma aku yang baru sadar kalau nama-nama anak jongdae ini sama kayak nama pemeran the maze runner wkwk.

18 responses to “About daddy and his trouble: Chen

  1. Huwaaaa Jongdaaaeeeee >< gemesh sekalih kyaaa apalagi anak2nya sini aku ciumin bapaknya /plak/
    Keep writing yah tengs banget btw udah bikin edisi chen hehe🙂

  2. Okeh okeh ql dibilang slah Ank2 Chen ya slh besar, soalx sp sruh naruh kertas penting diatas meja! ql dibilang ank2x yg slah tp ad jg bnerx sih, mreka trll asik dan usik haha Sprtix sdh trbiasa mmbca alur yg cpt dr Dhee.. ql alur g cpt, otomatis word ny lbih bxk_Tp kyanya reader suka deh ql word nya ditmbh wkk. However, for me, it short or longer is not big problem when the story end so entertained!😛

  3. Ihhhhh…… gemes banget deh ngebayangin gimana si Chen mainan kayak gitu sama anak-anaknyaaa wkwkwk lucu maksimal dehhhh >.<

  4. Haha,, dengan polosnya dijawab ma anaknya ya lord 😂😂😂
    Umur brp sih tu anàk gemes bgt

  5. haha ngakak banget jongdae anak anaknya lucu masa ngomongnya enteng banget,aku ngebayangin jongdae ikutan main tembak tembakan sama anaknya :v

  6. Pingback: About daddy and his trouble: Chanyeol | SAY KOREAN FANFICTION·

  7. Padahl udah gemesin tuh ya main perang perangan ala dots gitu hahahaha cuma taunya yg dijadiin bom mainan malah kerjaannya jongdae huhuhu gemassssss. Semangaaat terusss

  8. Pingback: About daddy and his trouble: D.O | SAY KOREAN FANFICTION·

  9. Pingback: About daddy and his trouble: Kai | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Pingback: About daddy and his trouble: Tao | SAY KOREAN FANFICTION·

  11. Pingback: About daddy and his trouble: Sehun | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s