[Freelance] Almost Perfect (Chapter 3)

12650301_775369552569336_407184043_n

 

 

~Almost Perfect~

Title: Almost Perfect [Chapter 3]

Author : Yongra_byun and friends

StoryLine by : Ayu,Wanda & Lilly

Poster by:  Ayu Puput Ariyanti

Length: Chapter

Genre: Romance, School life,Angst,comedy (little & garing), dll

Rating: PG-15 (sewaktu-waktu dapat berubah)

Cast : -Oh Sehun (EXO)

-Byun Baekhyun (EXO)

-Park Chanyeol (EXO)

-Lee Hyein (OC)

-Lee Yongra (OC)

-Lee Raemi (OC)

Other Cast:Kim Jongin ((Kai,EXO)),Jungkook (BTS),Choi Minho(Shinee), etc

Disclaimer: Ide cerita dan alur murni dari kita ber-3, apabila ada kesamaan nama atau apapun itu, itu ketidaksengajaan semata. RCL jusseyyo ^^ Don’t be a silent readers, No plagiat!!!

Warning!!: Typo everywhere >_< !! rada amburadul :-P

Chapter sebelumnya:

[Teaser & Introduce] | [Chapter 1] | [Chapter 2]

 

***

 

Author pov
“K-kau” ucap Hyein yang tidak percaya bahwa orang yang menolongnya adalah seseorang pria jangkung nan tampan.

“Jangan pernah berani memanggil namaku, panggil saja malaikat penolongmu” ucap tajam Chanyeol sambil langsung berlenggang pergi meninggalkan hyein sendirian yang masih duduk di tanah dengan wajah yang masih shock.

“Chanyeol yang menolongku ? Benarkah ? Aaishh seharusnya dari kemarin dia menolongku” ucap hyein dengan nada yang sangat pelan dan hampir berbisik. Tanpa sadari hyein mengeluarkan senyum simpulnya sambil menatap kepergian Chanyeol.

‘Tetapi tunggu ada yang aneh’

Hyein langsung membelalakan matanya usai perkataan di batinnya. Oh tidak.

“Yakk !!! Park chanyeol !!! Jangan tinggalkan aku sendiri, aku tidak bisa bangun !! Yakk” teriak Hyein sambil terus memukul-mukulkan tangannya ke tanah yang sudah ber-aspal itu.

Hyein pov

Aishhh, bagaimana aku bisa berdiri jika kakiku saja terkilir begini. Dan sepertinya lelaki mesum tadi menindih kaki ku, jadi sekarang kaki ku membiru dan tidak bisa dibuat untuk berdiri sekalipun.

“Yakk !! Park chanyeol ! Kau jahat ! Sangat jahat !! Bantu aku… Aku butuh bantuanmu…” Aku mencoba menenangkan diriku agar aku berhenti menangis. Aku akan berjanji untuk tidak menangis lagi, karena aku sudah terlalu cengeng dengan persoalan lelaki yang sedang ku alami sekarang baru-baru ini.

Aku menunduk ‘kan kepalaku sambil memikirkan apa solusinya. Aku sudah mencari ponselku di saku namun tidak ada, mungkin tertinggal di ruang uks. Ahh pikiranku terlalu pendek sepertinya.

“Naiklah” aku mengangkat wajahku dan mendapati jungkook yang sedang berjongkok membelakangiku.

“Tidak. Aku akan-”

“Naik. Cepatlah”

“Tidak mau. Aku akan menelfon orang rum-… Yakk !! Turunkan aku ! Jeon jungkook !!!” Jungkook menggendongku layaknya menggendong karung beras yang berbobot 54 kg. Dengan sekuat tenaga aku memukul-mukulkan tanganku di punggungnya, namun nihil. Aku mencoba menendang dengan kakiku, namun sialnya, kakiku untuk bergerak saja sakit. Sial.

“Diamlah. Kau yang memaksaku melakukan ini. Keras kepala.” Jungkook tetap berjalan santai, sampai tak terasa kita sudah memasuki rumah. Aku hanya diam karena pusing di kepalaku kembali kambuh dan aku juga sudah lelah meronta-ronta meminta diturunkan, karena dia tidak mendengarkan ku.

Jungkook menduduk-kan ku di atas kasur milikku dan memberiku tatapan tajam.

“Sudah kubilang pulanglah denganku” ucap jungkook yang akhirnya membuka permbicaraan yang sempat hening ketika sedang perjalanan ke kamar ku tadi.

“Aku tidak ingin lebih menyusahkanmu” aku memalingkan wajahku, sebenarnya alasanku tidak mau pulang dengan jungkook karena aku ingin diantar pulang oleh chanyeol seperti yang sering dia lakukan semenjak 3 tahun yang lalu. Chanyeol selalu menawariku untuk pulang bersama namun, aku selalu membalas perkataanya dengan tatapan tajam yang seperti mengartikan ‘aku tidak sudi pulang bersamamu, tiang listrik’.

Yongra pov

Orang yang paling aku benci kembali lagi ke kehidupanku. Ingin rasanya aku melarikan diri lagi dari pada bertemu manusia berotak licik yang sama persis seperti Jungkook. Jika di dunia ini diizinkan untuk membunuh, mungkin aku sudah membunuh orang itu.

“Kenapa kau kembali lagi? Apa kau masih tidak puas menghancurkan hidupku?? Arghh!!”

Sedari tadi aku hanya berjalan di dalam kamarku sambil mengacak-acak rambutku frustasi. Hingga akhirnya aku beranjak berjalan menuju balkon kamarku, disaat itulah angin malam menerpa wajahku hingga membuatku memejamkan mata menikmati semilir angin yang cukup membuatku tenang.

Saat aku mulai membuka kedua kelopak mataku dan pengelihatanku beralih pada sepasang manusia berjenis kelamin berbeda yang sedang berjalan melewati air mancur di halaman depan rumah.

Agar lebih fokus lagi aku memilih untuk memincingkan mataku hingga mataku membelalak sampai-sampai aku langsung mencondongkan badanku.

“Jungkook? Hyein eonni? Oh yaampun. Hah….”

Posisi tubuhku langsung seperti tadi lalu beralih aku menopang daguku dengan tangan kananku yang sudah bertumpu pada pagar balkon.

“Kapan semua ini berakhir? Kapan Jungkook ditendang dari rumah ini? Kapan aku bisa terbebas dari ‘dia’? Kapan semua ini berakhir? Atau…. Permainan kehidupan ini baru akan dimulai?” Gumamku sambil menatap langit malam yang menampakkan kegelapan dan bulan yang bersinar terang.

Raemi pov

Aku habis menonton pemandangan tidak sedap tadi, aku melihat hyein eonni di gendong oleh si pembuat onar, siapa lagi kalau bukan jungkook. Kesal? Yaa melihat eonni ku di gendong dengan namja sialan itu.

But well is not my business.

Mungkin dengan membuka sosial media akan membuatku senang terutama tentang fashion haha.

Aku membuka instagram ku dan melihat update update yang baru tapi pikiran ku mengganjal dengan update yang satu ini.
Yaa yang meng update park chanyeol dengan status “dia mengecewakanku” aku penasaran dan membuat comment di status nya itu

Aku mengetik “siapa? Aishh kau selalu saja bersedih karena seseorang kkkk” and send

Oh? Dia membalas cepat sekali ? Mungkin dia sedang tidak sibuk sehingga dapat menjawab commentku dengan cepat.

“Kakakmu, dia lebih memilih lelaki lain”

“Ehhh ? Ahhh arra iya-iya aku tau aku tau” yaaa kalian tau lah mungkin eonni ku lebih percaya jungkook
Kasian sekali kau park chanyeol aku turut berduka

Drrttttt drttttttttttt drtttttt

Ck hp ku berdering dan aku yakin dia park chanyeol karena sekarang aku sedang berkicau dengan chanyeol di instagramku.

“Yaaakkk park chanyeol jika kau ingin aku mendengarkan curhat mu itu kau harus membelikan ku tas gucci limited edition!!”

“Raemi ah ini aku kai bukan park chanyeol manusia mirip yoda itu”

Betapa bodoh nya aku.

“Eohh ah mianhae kai-ah hehe, kenapa kau menelpon ku?”

“Apa besok kita bisa bertemu? Dicafe backbone tepat jam 4”

“Kenapa harus dicafe backbone jam 4? Ayolah kai kita bahkan duduk sebangku, apa ini sangat penting?”

“Lebih penting dari yang kau pikirkan…, baiklah besok jam 4 ne? Pai”

PIP

Lebih penting dari yang kau pikirkan! Apa maksudnya? Ahh sudahlah lebih baik aku tidur.

Author pov
Hening terjadi kembali, mungkin mereka terlalu terhanyut dalam pikiran masing-masing sampai mereka saling tidak menyadari keberadaan orang lain di hadapannya. Jungkook yang tersadar dari lamunannya langsung segera melenggang pergi tanpa meminta ijin kepada sang pemilik ruangan tersebut.

Jungkook sudah berada di depan pintu.

Ceklek

“Jangan panggil nama chanyeol di saat kau dalam bahaya, panggil lah namaku. Jeon Jungkook. Panggilah malaikat yang selalu membantumu ketika kau membutuhkan bantuan”

Blam

Hyein dari yang menunduk, langsung mengangkat wajahnya ketika jungkook mengucapkan kata-kata tadi, walaupun hyein hanya bisa melihat punggung lebar jungkook tetapi kata-kata yang di ucapkan jungkook sungguh membuat dia bingung. Dia tidak mengerti maksud jungkook, malaikat ? Bantuan ?. Hal itu masih berputar-putar di otaknya. Dia masih tidak mengerti siapa yang seharusnya dia panggil malaikat. Chanyeol atau jungkook ?. Mereka berdua sangat berperan membantu contohnya di saat kejadian tadi. Lalu soal bantuan, chanyeol sering membantunya tetapi jungkook juga. Karena terlalu bingung Hyein membaringkan tubuhnya diatas kasur, masih tetap memikirkan kebingungan tetapi sekarang terdapat satu hal lagi yang muncul di benaknya.

“Dimana ponselku ?”

Yongra pov

Karena sudah terlalu lama di balkon kamarku, aku mulai merasa kedinginan hingga akhirnya aku memutuskan untuk masuk kedalam kamarku lalu bermain ponsel.

Drrtt

Ponselku bergetar tepat disaat aku baru akan duduk di atas tempat tidurku.

“Mwo?”

“Yong-ah… Kau mau menemaniku ke Perpustakaan kota sehabis pulang sekolah tidak?”

“Ani”

“Ya!”

“Ani. Aku malas. Sudahlah aku ingin tidur.”

Pip

Dengan cepat aku memutuskan panggilan telponku antara aku dengan Baekhyun. Tidak lama kemudian ponselku bergetar kembali dan saat aku lihat siapa yang menelponku mataku langsung menatap malas layar ponselku yang menampilkan seseorang yang baru saja menelponku beberapa menit yang lalu.

‘Baekhyun pabbo’

Langsung saja aku lempar asal ponselku di atas kasurku lalu aku beralih keluar kamar dengan celana lepis berwarna hitam semata kaki dan sweeter berwarna merah maroon dengan lengan panjang sampai menutupi setengah telapak tanganku.

Baru saja aku keluar kamar,mataku langsung disuguhkan oleh sosok namja sialan yang baru saja keluar dari kamar Hyein eonni yang berada tepat di sebelah kamarku.

“Apa yang kau lakukan di kamar Hyein eonni?”Tanyaku dengan mata tajam.

“Membantunya.”

“Benarkah? Kau membantunya atau menyakitinya?”

“Apa yang kau bicarakan Yongra-ssi?”Ucapnya dengan mata menyorot tajam.

“Atau… Kau habis mengucapkan kebohongan heum?”

“Kau—”

“Kau kira aku tidak tahu apa saja yang kau lakukan? kau harus lebih waspada lagi apabila tidak ingin ketahuan olehku Jungkook-ssi.”

“Wah.. Rupanya adik perempuan Hyein sangat pintar. Sepertinya aku harus lebih berhati-hati.”

Jangan anggap remeh ucapanku namja sialan!

Raemi pov

“Jam berapa ini ?”

Aku melirik jam dan ternyata masih jam 5 pagi ahh syukurlah sekarang tidur ku sudah tidak seperti buffalo lagi.

Aku bangkit dari tempat tidurku dan bersiap-siap untuk sekolah tentunya sesudah mandi.

Setelah siap aku turun ke bawah dan melihat yongra dan eomma,appa sedang makan pagi bersama, apa kah selama itu aku mandi dan bersiap siap sampai sekarang sudah jam 6 saja
Tapi tunggu aku tidak melihat keberadaan hyein, ahh mungkin dia masih sakit baiklah setelah makan aku akan melihatnya.

“Pagi eomma appa”sapaku kepada mereka

“Pagi raemi ya makanlah sebentar lagi kalian berdua kan akan sekolah” ujar eomma

” ne eomma” kataku.
“nyaukanshwjmamnyamb­dusmhnyamanahamanayh­anaya”

“Telan dulu pabbo ” ujar yongra eonni sambil memberikan ku segelas susu.

Langsung saja ku menegak nya walaupun masih ada beberapa potongan roti yang masih dimutku.

“Jungkook kemana eomma? Biasanya dia sudah menyiapkan makanan seperti pembantu”

“Kenapa kau mencarinya tertarik?” Ujar yongra

“Aku akan membunuh dirku sendiri jika aku menyukai nya”ujar ku

“aku hanya menanyakan mungkin dia tergigit ular beracun jadi mati”lanjutku

“Jaga omongan mu raemi” ujar appa sedikit membentak

“Ne ne ne appa ” jawabku pasrah

Sudahlah aku sudah tidak mood makan lebih baik aku kekamar hyein eonni dan melihat keadaan nya.

Author pov

Sinar matahari memaksa masuk ke dalam ruangan yang isinya hanya ada seseorang yang sedang terkapar lemah di atas ranjang. Di ruangan itu hanya terdapat hyein yang sedang berusaha tertidur walaupun semalaman tadi usaha tidurnya gagal. Dia meninggikan selimutnya hingga se-hidung agar menutupi mulutnya dari sinar yang lama-lama akan terasa hangat dan menjadi agak panas tersebut.

Ceklek

“Eonni, kau hari ini sekolah ? Apa kau sudah merasa lebih baik ?” Raemi langsung memasuki kamar tanpa meminta izin dulu kepada sang pemiliknya.

“Tidak” hyein berpikir jika itu hanya pertanyaan bodoh, tentu saja dia tidak sekolah karena dia sakit, lalu bagaimana hyein bisa lebih baik jika dia dari kemarin siang sampai sekarang belum memakan sesuatu sama sekali. Dia tidak berselera juga untuk makan.

“Ahh, baiklah. Oh ya i wanna ask u something” ucap raemi langsung duduk di sisi ranjang.

“Bagaimana hubunganmu dengan chanyeol ? Aaishh kalian makin lama dekat yaa, apalagi kemarin chanyeol baik sekali” Raemi kegirangan sambil memikirkan kembali apa saja ‘kebaikan’ chanyeol.

“Dia jahat. Aku membencinya”

“Apaa ? Astaga eonni dia kurang baik apa eoh? Mengantarkan mu pulang, membawamu ke uks saat kau pingsan kemarin. Belum lagi dia-”

“Apa maksudmu ? Chanyeol yang membawaku ke uks ?” Hyein dengan cepat menyingkap selimut yang berada di wajahnya dan berusaha duduk sambil menatap lekat raemi dengan tatapan serius.

“Iya eonnniii. Memangnya kau tidak tau ? Jangan-jangan disaat kau tertiduran sehabis bermain hujan 2 hari yang lalu itu, kau tidak tau juga yang membawamu pulang chanyeol ?” Raemi menunggu akan jawaban. Tetapi sayang, jawabannya hanya gelengan kecil disertai bahu hyein yang semakin menurun.

“Astagaa. Lalu kau pikir siapa yang menolongmu ? Jungkook ?” hyein menjawab mengangguk pelan.

“Aku kira malaikat penolongku jungkook” raemi seketika memunculkan wajah kesalnya melihat sikap kakaknya yang tidak bisa melihat orang baik dan orang jahat.

“Jadi karena itu chanyeol marah padamu ?”

“Dia marah padaku?” Raemi langsung mengangguk kencang sambil tersenyum mengejek.

“Dia tadi malam mempost foto di instagram nya, ini sebentar….

Foto chanyeol update ig

“Ini foto ini, dengan caption ‘dia mengecewakanku’. Lalu aku bertanya di kolom comment. Dia membalasnya ‘kakakmu, dia lebih memilih lelaki lain’ begitu !!!!”

“Ahh chanyeol maafkan aku”hyein berusaha menahan rasa pening di kepalanya dengan tangan. Sungguh dia merasa sangat bersalah sekarang.

“Aishh kalau aku jadi chanyeol, aku akan sangat membencimu”

Hening kembali terjadi di antara mereka berdua, mereka terlalu terhanyut dengan pikiran masing-masing. Hyein yang sudah terlalu malas membahas hal ini dan raemi yang merutuki kesalahan eonni nya itu.

“Kau tidak berangkat sekolah ? Sekarang sudah pukul-” hyein membuka percakapaan dengan suara yang lemah dan ditambah tidak bersemangat.

“Aahh iya aku lupa, baik aku berangkat. Annyeongg” raemi dengan cepat keluar dari pintu dengan berlari.

“Aku harus menemui chanyeol nanti”

Yongra pov

Setelah aku menghabiskan sarapan pagiku aku langsung beranjak dari kursi menuju kedepan rumah yang sudah bertengger rapi mobil yang akanku pakai sekolah.

Brak

Pintu mobil aku tutup hingga menimbulkan suara cukup keras. Karena aku mulai bosan menunggu Raemi yang tak kunjung datang akhirnya aku memutuskan untuk menyalakan lagu di mobil.

The way you cry~~
The way you smile~~

Drrtt…

“Mwo?”

“Yongra!!!! Kau ada dimana eoh?!”

“Aku masih di rumah baek. Bisa tidak kau tidak berteriak?”

“Kau tak lihat sekarang jam berapa huh?”

“Memang jam berapa?”

“Ya tuhan… 15 menit lagi bel masuk berbunyi yongra.”

“JINJJA?!”

“Sekarang kau yang berteriak padaku.”

Tok tok.

Seketika mataku bergerak menuju kaca mobil yang diketuk dari luar oleh Raemi.

“Baek! Sudah dulu ne! Annyeong!”

“Hey ka—-“

Tut…tut…

Trek

Brak

“Eonni palliii kita akan telat nantii!!!”

“Arra.”

Raemi pov

“Yongra eonni”panggilku kepada eonni yang serius membawa mobil ini untuk pergi ke sekolah.

“Wae?” Tanya nya

“Ternyata jungkook juga bisa memutar balikan fakta”kataku

“Asal kau tahu,itu salah satu keahliannya. Oh ayolah.. Kalau memang iblis ya iblis mana mungkin menjadi malaikat.”ujar eonni

“Kau tau eonni?”tanya ku.

“Bahkan saat kejadian nya aku ada disitu”jawabnya santai

“WHAT THE HELL?!?!?! WHY YOU NOT ANGRY!?!?! WHY YOU LET JUNGKOOK SAID LIKE THAT!?!?!!”tanyaku kenapa eonni, yang menurut bersikap bodoh sekali

“Kau kira aku diam saja huh? Bahkan aku sudah lelah berbicara dengannya yang malah akan membuat emosiku mengebu-ngebu.”

Sesampainya di sekolah aku berjalan menyusuri koridor yang cukup ramai sampai aku bisa mendengar jika mereka membicarakan aku.

“Kudengar dia itu seperti bitch dan apalagi saat dia sedang memakai pakain nya eughh menjijikan” akan ku bunuh kau sekarang juga

“Wajar saja temannya kan juga bad boy hahahaha tapi aku bingung kenapa dia bisa masuk kelas unggulan” ohh ayolah aku ini anak terpintar bahkan kalian tidak ada apa-apanya dengan ku bitch you guys the real bitch. Seriously!

“Heii eonni nya itu osis dan aku yakin kakaknya juga seperti dia yaitu bitch hahahaaha”

Cukup aku sudah emosi sekali.

“KALIANNN BERDUA!!!!!!!!!!
AKAN MATI DI TANGANKU SEPULANG SEKOLAH “liat saja kalian berdua euughhhhhh

Mungkin mereka gemetaran sekarang haha.

Aku memasuki kelas ku tapi aku belum melihat kai kemana dia ?

Jam pelajaran dimulai tapi mengapa kai belum datang?

‘Ceklek’

“Maaf aku terlambat” kai tiba2 muncul dengan luka dipipinya tapi tunggu LUKA!?! Apa yang dia lakukan semalam huh ?!?!

“Jongin, apa yang terjadi dengan wajahmu ? Pergilah ke uks! Kau bisa menunjuk salah satu teman untuk menemanimu di ruang uks nanti” tanya kang songsaengnim.

Kulihat kai mencari cari dan matanya tertuju padaku

“Raemi?”ujarnya

“Ck baiklah “ujarku dan membawanya ke uks

.
.
.
.
.

“Yakk kau kenapaaa? Apa kau habis berkelahi ? ” tanya ku

“Yuupp” katanya

“Such a bad boy ” ujarku dan membuka pintu uks

“Duduklah aku akan mengobati mu” ujarku dan mengambil beberapa kotak P3K.

“Tahan ne? Mungkin sedikit sakit”ujarku dan mulai membersihkan lukanya

“Chaaaaa selesai” ujarku yang baru saja ingin berbalik tetapi kai memegang bahuku agar tubuhku dapat berdekatan dengannya.

“Tunggu seperti ini 5 menit saja, kumohon”ujarnya

Yongra pov

Sesampainya di sekolah aku langsung keluar dari mobil dengan tas yang bertengger manis di bahu kananku.

Drrt.

Ponselku bergetar yang membuatku mengecek ponselku yang ada di dalam saku blazerku.

“Apa kabarmu yongra?”

Drrt.

“Apa kau bersenang-senang di sana?”

Drrt.

“Nikmati waktumu. Karena saat aku datang kau tidak akan menikmati masa itu lagi.”

Tap.

Langkahku seketika terhenti saat sederet pesan masuk dari unknown yang bahkan aku saja hafal siapa pemilik nomor ini.

Tanganku memegang erat ponselku sedangkan mataku menatap lurus kearah layar ponsel dengan sorot mata tajam.

“Yongra..”

Pandanganku teralihkan kearah yeoja dengan rambut sebahunya.

“Ne?”

“Kau dicari Baekhyun.”

“Oh? Ahh baiklah. Gomawo Jihyun-ah.”

Setelah teman sekelasku itu pergi aku langsung meneruskan jalanku menuju kelas masih dengan pikiranku yang dipenuhi oleh pesan yang baru saja aku terima pagi ini.

Dan pandanganku teralihkan lagi saat ada seorang namja tak dikenalku yang memanggilku.

“Yongra sunbae.”

“Ya?”

“Kau dicari oleh Baekhyun sunbae.”

Oh yaampun

“Ahh.. Ne gomawo.”

Perjalananku tetap ku lanjutkan sampai pada akhirnya aku sudah sampai di kelas dan sudah duduk di bangku kesayanganku yang berada di dekat jendela yang menampilkan lapangan basket yang di sana ada segerombolan namja yang sedang bermain basket.

“Yongra.”

Aku menoleh kearah sebelah kananku.

“Mwo?”

“Kau dicari Baekhyun.”

“Lagi??”ucapku pada Sehun yang sedang duduk di bangku sebelahku sambil menyenderkan punggungnya di sandaran kursi.

“Yeah.”

“Ahh biarkan sajalah.”ucapku sambil mengalihkan pandanganku ke luar jendela lagi.

“Kau sedang ada masalah?”tanya Sehun sambil menopang dagunya dan menatap kearahku.

“Yeah.. Kau tahu Kim Sooyoung?”

“Ne. Kau pernah cerita tentangnya saat itu.”

“Kau lihat ini.”ucapku sambil menyodorkan ponselku kearah Sehun.

“Siapa yang mengirimmu pesan seperti ini?”

“Kim sooyoung.”

“Mwo??”Sehun membelalakkan matanya tidak percaya sambil membaca ulang pesan yang ada di ponselku.

“Dia akan kembali. Entah kapan dia akan menujukkan batang hidungnya lagi padaku.”

“Lalu kau akan melakukan apa? Kau tidak akan melarikan lagi seperti dulu kan?”

“Entahlah.”

“Hey!”

Mataku dan Sehun teralihkan kearah manusia berjenis kelamin lelaki yang saat ini sedang berdiri di sebelah meja sambil menyilangkan kedua lengannya di depan dada.

“Huft.. Mwoya???”

“Kau ku cari dari tadi tahu.”

“Untuk apa kau mencari Yongra,Baekhyun?”

“Kau rindu padanya?”lanjut Sehun yang membuatku dan Baekhyun menatap tak percaya.

“T-tidak.”ucap Baekhyun.

“Jinjja?”ucap Sehun.

Aku hanya menatap Baekhyun selidik yang membuatnya bergerak tidak nyaman yang rasanya ingin sekali aku cubit pipinya karena saat ini dia terlihat lucu—- tunggu. Apa tadi aku bilang lucu? Oh yaampun.. Sepertinya aku harus pergi ke dokter.

.
.
.
.
.
.
.
.

Sepulang sekolah aku langsung pergi ke perpustakaan kota bersama dengan Baekhyun tapi sebelumnya aku bertemu dengan Raemi terlebih dahulu.

“Baekhyun…”

“Mwo?”tanyanya saat aku dan dia sedang berjalan menuju parkiran.

“Aku ingin ganti baju dulu.”

“Untuk apa?”

“Ya untuk ganti baju bodoh!”

“Maksudku… Kau memakai baju seragam saja juga tidak masalah.”

“Aish.. Aku ingin ganti baju!”

“Yasudah sana kau ganti baju! Aku akan menunggu di parkiran.”

“A yeay captain!”ucapku sambil hormat padanya yang membuatku dan Baekhyun terkekeh geli.

.
.
.
.
.
.
.
.

Selesai mengganti baju di toilet segera aku menghampiri Baekhyun di parkiran.

“BAEKHYUN!”

“Ne.. Ka—-“ucapannya terhenti saat menoleh kearahku dan memperhatikan penampilanku dari atas hingga bawah.

“Wae?”

“Ani. Kajja.”

Baekhyun menggenggam telapak tanganku dan menariknya sebelum aku bilang.

“Tunggu!”

“Apa?”

“Mobilku dimana?”

“Ahh… Tadi aku menelpon supir di rumahmu dan menyuruhnya untuk membawa pulang mobilmu.”

“Ya! Aku pulang bagaimana??!!!”

“Kau akan aku antar nanti.. Kajja naik mobilku saja.”

“Huh.. Yeah terserah.”

.
.
.
.
.
.
.

@perpustakaankota

“Baekhyun-ah..”panggilku sambil menatap lekat Baekhyun yang sedang serius membaca novel.

“Mwo?”tanyanya tanpa mengalihkan pandangan matanya dari novel.

“Kau masih ingat Sooyoung?”

Seketika Baekhyun menatap mataku.

“Ne. Kenapa?”

“Lihat ini.”ucapku sambil menyodorkan ponselku.

“Ini Sooyoung?!”

“Ne..”

“Lalu apa yang kau lakukan?”

“Pertanyaanmu sama seperti Sehun.. Entahlah Baek. Ini sangat menyiksaku…”ucapku frustasi sambil meletakkan(?) kepalaku di atas meja sambil memejamkan mataku yang posisi kepalaku saat ini mengarah ke Baekhyun yang duduk di sebelahku.

Deg.

Mataku terbuka sempurna saat merasakan kepalaku yang diusap.

“Gwenchana.. Kau pasti bisa melewatinya.”

Aku hanya menatap lekat kedua mata Baekhyun yang saat ini sedang meletakkan kepalanya di meja seperti yang aku lakukan dan menghadap kearahku.

Entah kenapa Baekhyun terlihat tampan dilihat dari dekat—– tunggu. Apa aku bilang… TAMPAN?!

Gila!

“Hey.. Kenapa kau menatapku begitu?”tanyaku saat melihat Baekhyun menatapku lekat yang membuatku gugup seketika.

“Kau cantik.”

Raemi pov

Sepulang sekolah aku langsung menemui yongra eonni yang ternyata ia tidak bisa pulang bersamaku karena akan pergi bersama Baekhyun oppa dan akhirnya aku pulang bersama supir.
Actually, i wanna kill does bitch tapi yaa sudahlah membuang waktu dan tenaga ku saja

Sesampainya dirumah jam 3 sore yaaa aku hanya mengganti seragam ku dengan sepasang baju pergi dan mengenakan parfum keluaran terbaru yang limited edition.

“Eomma aku ingin pergi sebentar”ujarku tapi kali ini aku berpikir akan memakai supir saja agar aman.

“Baiklahh hati-hati ” ucap eomma setengah teriak karena jarak eomma dan aku yang lumayan jauh.

Mobil yang ku tumpangi sudah sampai di cafe yang kutuju tapi sekarang masih menunjukan jam 4 lebih sedikit.

Saat aku memasuki cafe aku melihat kai sudah ada disalah satu meja yang berada sedikit di pojok cafe ini.

“Ahh kai ah mian aku telat”sapaku dan duduk di depannya.

“Hmm gwenchana” ujarnya

“Jadi langsung saja ke inti kenapa kau menyuruhku kesini?”ucapku

” aku ingin mengatakan sesuatu”ucapnya. tunggu perasaan ku mulai tidak enak.

“Apa maksudmu kai?” Tanyaku

“Saranghae…. aku sudah mencintaimu saat pertama kali kita bertemu jadii apa kau mau menjadi yeoja chinguku?”ucapnya.

Hahhh gimana ini jika aku menolak dia pasti akan menjauhi ku ahh sudahlah aku akan menerimanya sekalian untuk mencoba mempunya namjachingu itu seperti apa.

“Eumm aku…….mau” ujarku.

“Kau mau serius? Kau mau kemana hari ini ? Yaa hitung-hitung date pertama kita”ujarnya sambil memegang tanganku

“Bagaimana kita ke amusement park? Menurut ku di situ menyenangkan” ujarku

“baiklah kajja” ajaknya menarik tanganku tapi mereka tak tau ada seseorang yang melihat mereka dengan tatapan tak suka.

.
.
.
.

“Kai ahh tadi seru sekali hehe”kataku

“Begitu rupanya?menurutku biasa saja” katanya merangkulku

“Ahh kau ini !, yasudah kalau begitu kita pulang saja, ini sudah cukup larut”lanjutnya

Author pov

Hari telah berganti malam, malam yang cukup sepi, jarang orang berlalu lalang di jalan besar ini. Penyebab kesepian ini adalah sekarang sedang hujan, tidak sampai badai. Namun dapat membuat seseorang membeku jika terkena hujan, suhu sekarang hanya -1•c. Dingin dan sepinya kota sama seperti hati seseorang lelaki yang sedang terduduk manis di jejeran kursi yang di sediakan pemilik toko untuk pembeli-pembelinya yang akan menikmati makanannya dengan duduk. Pria itu adalah chanyeol yang sedang menunggu ramyun instan cup di depannya siap untuk di santap. Sebenarnya sudah cukup lama chanyeol menunggu ramyun nya, ahh tidak, dia bukan menunggu ramyun, ramyun nya sudah bisa dimakan semenjak beberapa menit yang lalu, tapi sayang dia terlalu terhanyut dalam pikirannya memikirkan seorang wanita yang sekarang dicintainya namun membuat hatinya sakit. Chanyeol yang sebelumnya terpaku pada beberapa kendaraan yang lewat beralih ke hal yang lain, dia memperhantikan wanita cantik yang menggunakan jaket tebal yang tidak di resleting dan sepatu boot hitam yang sangat cocok dengan tubuh mungilnya. Wajah wanita itu tampak familiar di ingatannya, wanita itu berjalan mendekati pintu toko yang sedang di tempati chanyeol sekarang.

Chanyeol masih memperhatikan wanita itu mulai dari dia masuk, mengambil ice cream batangan rasa coklat, membayarnya dan sekarang wanita itu duduk di sebelah chanyeol. Chanyeol bingung sekarang, apakah wanita ini tidak menyadari keberadaanya sekarang atau tidak.

“Ahh, bagaimana aku bisa menemukan chanyeol di kota ini, menyebalkan” ujar hyein sambil membuka bungkus ice creamnya dengan kasar lalu menggigit ice cream itu, lalu mengunyahnya. Hyein tampak tidak merasakan dinginnya ice cream karena kekesalannya yang terlalu tinggi, ditambah lagi dia juga sudah cukup lelah karena harus berkeliling mencari seseorang yang bahkan tanpa dia sadari sedang terperangah di sampingnya.

“Kau ingin bertemu chanyeol ?” Chanyeol akhirnya membuka percakapan. Chanyeol tampak ragu menanyakannya.

“Iyaa, aku ingin bertemu dengannya. Ahh aku bisa gila” hyein kembali mengunyah ice cream yang hanya tersisa setengah itu dengan secara perlahan sekarang.

“Untuk apa ?” Chanyeol menahan senyumnya, matanya tetap fokus melihat hyein, berbeda dengan hyein yang menatap jalanan kosong di depannya yang hanya terhalang kaca tembus pandang.

“Aku ingin minta maaf, aku terlalu bodoh untuk mempercayai jungkook, aishh bodohnya, ini hanya salah paham” hyein dengan cepat menghabiskan ice cream nya dan menaruh sampahnya di atas meja dan tetap, menatap kosong ke jalanan.

“Ohh begitu, katakan saja sekarang permintaan maafmu”

“Minta maaf bagaimana, aku saja tidak bisa bertemu chan-” hyein memalingkan wajahnya ke arah chanyeol berada, hyein memutuskan omongannya, terlalu kaget melihat siapa yang dari tadi dia ajak bicara, hyein sekarang ingin mati saja rasanya karena malu.

“Ayo katakan sekarang” mereka masih bertatap-tatapan dalam, dilihat dari sorot mata hyein, hyein seperti mengatakan ‘ahh, bodohnya’. Ahh hyein sudah lupa susunan kata-kata yang akan dia katakan sebagai permintaan maaf, padahal dia sudah merancangnya selama perjalanan tadi.

“B-berikan ponselmu” hyein menadahkan tangannya di hadapan chanyeol.

“Ne ?”

“Cepat ” chanyeol memberikan ponselnya ke hyein, dengan cepat dia meraihnya dan mengetik beberapa kata di note ponsel chanyeol.

“Ini, aku pergi” hyein segera bangkit dari kursinya, memberikan ponsel kepada pemiliknya itu lalu beranjak pergi dari toko yang ditempati chanyeol dan dia tadi.

“Apa maksudnya ini ?” Chanyeol menatap punggung hyein yang semakin menjauh, karena penasaran segera ia membaca note yang diketik oleh hyein.

‘Mm, aku minta maaf, aku terlalu bodoh untuk percaya dengan jungkook, maaf. Kau memang malaikat penolong ku yang sebenarnya kkk’

Hanya beberapa kata yang diketik oleh hyein tadi, namun menurut chanyeol ini sangat spesial.

“Ahh ini manis sekali” chanyeol tak kuat untuk menahan senyumnya, dia terlalu berbahagia sekarang. Chanyeol langsung beranjak dari kursinya untuk mengejar hyein yang berjalan cepat karena dia sangat malu dan merasa bodoh.

Chanyeol pov

Lucunya kejadian di malam ini, wahh dia sangat imut, aku ingin sekali mencubit pipinya yang berwarna kemerah muda-an ketika sedang malu itu. Hyein sudah berlalu jauh sepertinya. Cepat sekali. Aku harus terus mencarinya, mencari, dan bingo aku menemukannya, tapi….

“Hyein, aku mencintaimu” ucap seseorang sambil mempererat pelukannya.

Raemi pov

“Gomawo kai buat hari ini” ujarku melepas seatbelt
Dan ingin membuka pintu

“Tunggu!”ujar kai

“Wae? ”

Cup

Dia mengecup pipi ku

“Annyeong”

“N-ne annyeong” jawabku tergagap dan segera menutup pintu mobilnya untuk keluar.

Jam berapa ini? Saat aku melirik iphone ku ternyata sekarang sudah jam 11 malam
Aku masuk ke rumah mewah nan luas ini perlahan, apa yongra eonni sudah tidur?? Ah mungkin sudah
Aku membuka pintu rumah dan gelap dan untungnya semuanya sudah tidur
Aku berjalan mengendap ngendap
Tiba-tiba

“Baru pulang? Kau tidak lihat sekaranf jam berapa?”
S-s-su-ara itu, Omo! Mati aku.

~tbc~

142022e737b05f7e

Haiiiii.. Miann lamaaa T^T. Gimana gimana??? Panjang???? Fast update? Ya engga lah -.-
Tambah seru ga??? Commenttt >_< pokoknya HARUS comment #maksa :v wkekek..

Udah dulu yaaa… Next chap ditunggu ajaa^^

Keterangan yg ada di media:
(1) itu foto Yongra dan pakaian yg dia pake pas ke perpus.

(2) itu foto Raemi dan pakaian yg dia pake pas ke cafe buat nemuin Kai.

(3) itu baji yang dipake Hyein pas nyari Chanyeol di malam hari.

(4) foto instagram Chanyeol yang ceritanya dengan caption ‘dia mengecewakanku’.

Salam jomblo,

_________________
Yongra_byun and friends

 

 

 

One response to “[Freelance] Almost Perfect (Chapter 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s