[Freelance] My Fiance is Princess The Crown?! (Chapter 4)

untitled

 

Title: My Fiance is Princess The Crown?! [chapter 4]

Poster By Zesavanna @ saykoreanfanfiction.wordpress.com

Author : Yongra_byun

StoryLine by : Ayu

Length: Chapter

Genre: Romance, School life,Drama.

Rating: PG-15

Cast : -Oh Sehun (EXO)

– Lee Yongra (OC)

– Park Hyemi (OC)

Disclaimer: Ide cerita dan alur murni dari otakku, apabila ada kesamaan nama atau apapun itu, itu ketidaksengajaan semata. RCL jusseyyo ^^ Don’t be a silent readers, No bash and No plagiat!!!

Warning!!!: Typo everywhere >_< !!

Chapter sebelumnya:

[Chapter 1] | [Chapter 2] | [Chapter 3] |

***

Author pov~
Hujan yang tampak deras ditambah angin yang berhembus kencang membuat siapa saja memilih untuk tetap berada dirumah. Berbeda dengan hyemi yang saat ini sedang berjalan dikoridor sekolah sambil sesekali mengeratkan jaket tebal yang ia pakai,merapikan rambut yang ia cepol,dan membenarkan posisi kacamata yang tampak sedikit basah.
“Sekolah ini nampak sepi..”kata hyemi sambil melihat sekeliling yang masih sepi padahal sudah jam 6:45 sedangkan 15 menit lagi bel masuk akan berbunyi.
“Eumm.. Sepertinya banyak yang tidak masuk karena cuaca yang tidak mendukung.”kata hyemi lagi sambil menatap cuaca diluar jendela.
Buk~
“Akh… Ap-po..Ya!!”rintih hyemi sambil berteriak kesal karena tertabrak oleh seseorang dan membuatnya jatuh dengan bokong yang menyentuh lantai nan dingin itu.
“Oh? Mi-mianhae.. Aku.. Tidak sengaja. Apa kau baik-baik saja?”tanya orang yang menabrak hyemi yang ternyata seorang sehun dengan wajah terkejut tetapi tertutupi oleh wajah datarnya itu .
“Baik-baik saja apanya eoh??!! Kau tak lihat aku jatuh tersungkur begini hah?! Beraninya kau!!!!!! Sini ka—-“kesal hyemi sambil menepuk-nepuk telapak tangannya dan ucapannya berhenti saat mendongakan kepalanya dan melihat siapa orang yang menabraknya.
“…… mian. Apa perlu bantuan?”tanya sehun datar.
“Huh? Tidak. Tidak perlu.. Aku bisa bangun sendiri.”kata hyeni dan ingin bangun tapi ternyata lengan atas hyemi malah ditarik sehun.
“YA!!! Apa yang kau lakukan?”kesal hyemi saat sudah berdiri.
“Membantumu.”
“Tapi tidak sekasar itu oh sehun! Lepaskan tanganmu!”geram hyemi sambil melepaskan tangan sehun yang masih dilengannya.
“Cih.. Sudah dibantu tapi tidak mau berterima kasih eoh?”kata sehun sambil menyilangkan tangannya didepan dada.
“Makasih.”kata hyemi dan pergi dari tempat itu.
“Ck!”kesal sehun lalu pergi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Saat ini aku sedang berada di kantin.. Ya kantin.. Saat ini sudah memasuki jam istirahat.. Dan apa kalian tahu?? Betapa sepinya sekolah ini.
“Sepi sekali.. Ah sudahlah lebih baik seperti ini dari lada mendengar bisikan-bisikan tidak mengenakan tenyang diriku”kataku sambil memakan makanan yang berada didepanku saat ini.
Sret~
Sangking sepinya tempat ini.. Sampai-sampai aku bisa mendengar suara bangku yang bergesekan dengan lantai,saat aku menoleh kearah sebelah kananku. Tepat di meja yang berseberangkan denganku saat ini ada mahkluk albino bernama oh sehun.
“Kenapa kau melihatku seperti itu?”tanya sehun tiba-tiba tanpa menghadap kearahku.
“Melihatmu? Cih.. Percaya dirimu tinggi sekali eoh?”kataku dengan senyum jail sambil menyuapkan sesendok nasi kedalam mulutku.
“Jujur saja… Aku tahu aku tampan.”
“……”
“Kau bahkan sampai memujiku diam-diam.”
“Memuji apanya eoh?”tanyaku kesal dan menatap kesal pula kearahnya.
“Sedari tadi bibirmu itu berbicara sendiri.”
“Hey! Itu aku mengataimu bukan memujimi! Aish…. ”
“Ck”
Hening… Itulah yang terjadi saat ini setelah aku dan sehun berdebat tentang hal sepele.
Kring!!!! Kring!!!
Bunyi bel pulang berbunyi.. Kalian tahu kenapa langsung pulang? Karena guru sedang sibuk dan saat ini cuaca sedang buruk.
Segera aku bergegas pulang dari pada harus berlama-lama bersama mahkluk albino ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(2 hari kemudian)
Yongra pov~
Gilaa!!!!!!!! Aku melupakan masalah yang satu ini!!!! Oh tuhannn bagaimana ini???!!! Aku lupa harus memilih pasanganku…. Siap-siap saja mendapat panggilan dari appa dan eomma.
Tok~tok~tok~
“Putri mahkota!! Yang mulai raja dan ratu datang kemari!!!”
What the??!!! Bolehkah aku pura-pura pingsan saja untuk saat ini??.. Jeball…
“Putri mahkota!”
Deg~
Omo..
Itu..
Appa…
“Eoh? N-ne ap-appa.. Ada perlu apa appa kemari?”tanyaku sopan sambil membungkuk dan mempersilahkan appa dan eommaku duduk terlebih dahulu lalu disusul aku yang duduk. Oh ya.. Saat ini aku sedang berada di ruang kerja/belajarku dengan menggunakan hanbok.
“Kau ingat perkataan appakan?”
“Eumm.. Itu.. Menikah?”
“Iya.. Sekarang sudah 2 hari berlalu. Apa kau sudah menemukan pasangan hidupmu?”
“I-itu………… Belum appa”jawabku lesu desertai kepalaku yang aku tundukkan.
“Hah… Baiklah kalau begitu. Berarti kau harus mau dengan pilihan appa dan eommamu ini. Tenang saja dia pria yang baik dan appa dan eomma percaya.”kata appa dengan senyumnya sedangkan aku merasa was-was siapa namja beruntung yang akan menjadi pendampingku eoh???!!!!.
“Silahkan masuk!”perintah appaku tiba-tiba dan berbunyilah pintu yang terbuka yang posisinya dibelakang tubuhku (jauh). Aku takut.. Sungguh… Kenapa jantung berdegup kencang begini???.
“Annyeonghaseo~”
Omo!
.
.
.
.
.
.
Suara ini!.
.
.
.
.
.
.
.
.

Suara yang sangat……..
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Pemilik suara ini………….
.
.
.

.
.
.
.
.
.
.
Jangan-jangan……
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Dia…….
.
.
.
.
.
.
.

Saat aku berbalik aku melihat sosok namja berkulit putih susu yang bisaku tebak kalau dia… Sehun!
Eomma!!!! Appa!!!!! Kenapa harus dia???? Wae???!!!!!
Batinku berteriak histeris sepertk para fans yang sedang menonton konser.

“S-s-sehun??”
“Oh.. Annyeonghaseo putri mahkota!”sapa sehun dengan senyuman yang mengandung banyak artinya yang tidak aju mengerti.
Tuhannnn kenapa harus diaa???? Apakah tidak ada namja lain selaindia di bumi sebesar ini???!!!!
Huaaaaaaaaaaaaaaa…..

Flashback~ 
Author pov~

saat ini tepat jam 7 malam dini hari  terlihat  dayang ahn yang nampak terburu-buru untuk segera ke ruangan raja.
Drap~drap~drap~
Suara langkah kaki yang terdengar semakin gusar yang jelas sekali terdengar dari kaki dayang ahn yang saat ini memakai sepatu berhak 3 cm berwarna hitam,baju kemeja putih dilapisi jas hitam,rok hitam selutut dengan rambut yang digulung ala pengawal istana perempuan yang biasa ia kenakan setiap harinya.
“Hosh hosh hosh.” nafas dayang ahn yang nampak terengah-engah dengan keringat bercucuran.
“Kau kenapa datang dengan nafas terengah-engah begitu dayang ahn?”tanya salah satu dayang ratu yang saat ini sedang berjaga didepan ruangan raja karena ada ratu didalam. Dayang ini biasa dipanggil dayang choi.
“A-ada yang harus saya beritahu sebelum semuanya ter-terlambat… Saya harus segera masuk.” jelas dayang ahn dengan nafas yang belum beraturan agar nafasnya beraturan dayang ahn menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan lewat mulut.
“Huft…”
Tok~tok~tok~
“Masuk!!”perintah raja dari dalam ruangannya.
Sret~
“Maafkan saya jika lancang yang mulia”kata dayang ahn sambil membungkuk 90°.
“Tidak apa-apa… Ada apa kau kesini?”tanya ratu lembut.
“Sebelumnya.. Saya ingin menyampaikan sesuatu.”
“Apa itu?”tanya ratu lagi.
“Yang mulia putri mahkota belum mengambil keputusan untuk memilih pendamping hidupnya yang mulia.”
“Kalau begitu.. Berarti kita harus memilihkan sendiri pendamping hidupnya”kata raja tegas.
“Maaf apa bila saya lancang.. Saya mengusulkan agar pendamping hidup putri mahkota adalah putra tunggal dari ketua pengawal istana oh jisang yang mulia.” kata dayang ahn hati-hati.
“Putra tunggal ketua oh jisang?apakah kita bisa mempercayainya?”tanya ratu.
“Ye yang mulia.. Lagipula putri mahkota dan putra oh jisang sudah dekat yang mulia.”
“Oh.. Apa namja yang terkadang saya lihat selalu bersama putri mahkota adalah dia?”tanya raja.
“Ye..”
“Eumm.. Begini saja. Saya dan raja ingin bertemu dengan putra oh jisang.”kata ratu dan dibalas anggukan raja.
“Ye yang mulia. Saya akan mengantarkan yang mulia.”balas dayang ahn lega.
.
.
.
.
.
.
Sehun yang saat ini sedang di taman istana bersama ayahnya dan duduk di bawah pohon sakura kini nampak sedang mengobrol.
“Ayah lihat kau sudah mulai dekat dengan putri mahkota.”Kata jisang ayahnya sehun sambil menatap tepat ke mata sehun.
“Ne aboeji.”
“Ingat sehun.. Ayahmu ini hanya ketua pengawal,sedangkan putri mahkota anak dari seorang bangsawan. Ayah tau hun.. Ayah tau kau mencintai putri mahkota.. Tapi ayah mohon sehun, kita tidak sederajat dengan putri mahkota.”kata ayah sehun dengan wajah sendu.

“Apa menurutmu begitu? Kenapa menurutmu pantas?padahal namja dan yeoja itu derajatnya berbeda?”
“Karena cinta tidak memandang derajat manusia.. Cinta datang dan tumbuh dalam diri kita sendiri tanpa kita sadari.”
Seuntaian kalimat teringat dimemori otak sehun.
“Ke-keundae.. A-aboeji.. Cinta tidak memandang derajat manusia.. Cinta datang dan tumbuh dalam diri kita sendiri tanpa kita sadari”
“Mungkin perkataanmu benar adanya hun.. Ayah hanya memperingatimu agar simpan saja rasa cintamu ne?”
“A-aboe—–“
“Yang mulia raja dan ratu datang!!!”
Sontak sehun dan ayah sehun menoleh terkejut kearah raja dan ratu yang baru saja datang.Lalu sehun dan ayahnya segera membungkuk 90°.
“Oh jisang.. Apa namja tampan ini putra tunggalmu?”tanya ratu dengan senyumnya.
“Ye yang mulia. Ada apa anda datang kemari?” senyum ratu makin mengembang tak kala mengetahui namja tampan ini (sehun) adalah putra tunggal jisang.
“Begini jisang.. Saya ingin meminta persetujuanmu.”kata raja.
“Persetujuan apa itu yang mulia kalau hamba boleh tahu?”
“Bolehkah aku melihat kepribadian,kemampuan dan segalanya yang ada di diri putramu jisang?”
“Untuk apa yang mulia?”
“Agar aku tahu.. Apakah putramu pantas untuk menjadi pendamping hidup putriku.”
Ayah sehun dan sehun sangat terkejut dengan perkataan raja.
“Bagaimana jisang?”
“……”
“Begini saja jisang.. Saya akan mengobrol dengan putramu.. Dan kau berbicara saja dengan raja..”kata ratu tiba-tiba lalu mengajak sehun untuk mengikutinya.
.
.
.
.
.
.
“Namamu siapa nak?”tanya ratu pada sehun.
“Nama saya oh sehun yang mulia”balas sehun gugup.
“Tempat ini.. Tempat ini tempat favorit yongra sejak kecil,bunga-bunga yang tumbuh bermekaran disini ditanam sendiri olehnya.. Dan bahkan.. Taman ini yang merencanakan adalah yongra kecil. Dia sendiri yang mendesain taman ini hingga indah seperti ini. Disana.. Kau lihat? Pohon sakura disana salah satu tempat favorit yongra jadi jangan heran jika kau selalu melihat yongra berada disana.”cerita ratu menghayati sambil menunjuk kearah pohon sakura yang berada tidak jauh ditempat sehun dan ratu berdiri.. 
“Yongra orang yang cerdas,kuat,pantang menyerah,memiliki tekad tinggi. Dia tidak pernah menangis kecuali disaat neneknya meninggal. Apa bila dia menangisi seseorang.. Berarti dia sangat sayang pada orang itu. Yongra tidak pernah memperlihatkan jika ia marah.. Dia hanya akan diam dan bersikap seolah-olah dia tidak apa-apa. Tapi jika dia benar-benar sudah sampai menunjukkan amarahnya.. Ia berarti memang sudah tidak tahan. Hahaha.. Kenapa aku jadi bercerita begini.”kata ratu dengan mata berkaca-kaca penuh haru saat mengingat kebiasaan putri tercintanya itu.
“Yang mulia..”ucap pelan sehun yang berada disebalah ratu sambil menatap sang ratu yang kini sedang menatapnya.
“Oh sehun.. Aku yakin kau namja yang baik,kau tampan,cerdas,berani mirip seperti ayahmu.. Aku percaya padamu sehun.. Jaga putriku baik-baik.. Aku benar-benar merestui kau dengan yongra.. Jangan pernah berpikir kalau kau tidak pantas bersanding dengannya… Kau harus tetap berada disampingnya bagaimanapun keadaannya.. Dukunglah ia jika ia menginginkan sesuatu hal. Bersabarlah apa bila dia terlalu banyak bicara hahaha…” ucap ratu sambil menepuk pundak sehun yang lebih tinggi darinya.
“Yang mulia.. Saya… Akan berusaha menjadi pendamping yang baik.. Doakan saya agar bersabar dengan sikapnya.”kata sehun dengan senyum tulus.
“Tentu.. Aku percayakan semuanya padamu………… Putra mahkota^^”
~~~~
Yongra pov~
“S-s-sehun..”
“Oh… Annyeong putri mahkota^^” sapanya dengan senyum penuh arti yang membuatku bingung setengah mati.
“Duduklah sehun”kata ibuku dengan senyum mengembangnya.
Ohh oke.. Aku tahu… Jika eomma sudah tersenyum pada seseorang sampai seperti itu.  Berarti ia sudah benar-benar menyukainya -,- oh… Eomma… Sepertinya kau terlalu terpesona pada mahkluk albino ini -_-.
“Bersiaplah putri mahkota.. Lusa kau akan mengikuti upacara pernikahan.”kata appa tiba-tiba yang hampir membuatku mati ditempat..
“A-apa?”ucapku pelan dengan wajah sangat sangat shock….
“Yang mulia.. Apa itu tidak terlalu cepat?”tanya sehun. Ya sehun! Aku setuju dengan pertanyaanmu kali ini!
“Tidak sehun… Ini tidak cepat.. Lagipula kalian berdua sudah dekat jadi tidak perlu ada pendekatan lagi.”jawab eomma dengan senyumnya itu..
Ohh eomma.. Apa gigimu tidak mengering jika tersenyum terus seperti itu??.
“Ya. Betul kata ratu.. Segala persiapan akan diurus.. Kalian hanya perlu mempersiapkan diri saja.. Kalau begitu saya pergi dulu.”kata appa.
“Ye appa”
“Ye yang mulia”jawabku serempak dengan sehun.
.
.
.
.
Hening ——– keadaan hening setelah appa dan eomma keluar dari ruangan kerja ku ini…
“Hun.”panggilku dengan tatapan kosong.
“Mwo?”
“Wae?”tanyaku.
“Mworago?”tanya sehun bingung.
“Wae hun?? Wae?”
“Apanya yang kenapa yongra??”kesal sehun.
“Kenapa harus kauuu sehunnn……. Mimpi apa aku tadi malam hun!!!”teriakku sambil berdiri dan berjalan kearah sehun dan duduk didepan sehun.
“Mwo?”tanya sehun saat aku berikan tatapan penuh tanda tanya.
“Kau yang merencanakannya ya?”tuduhku.
“Mworago? Kau gila?”
“Ya kan… Bisa saja.. Mungkin karena kau terlalu ngefans denganku.”kataku percaya diri.
“Ck..”
“Hey hun… Aku bingung sekarang.” kataku sambil mengigit ujung ibu jari tangan kananku.
“Wae?”tanya sehun dengan wajah datarnya itu -,-.
“Sekarang kita akan melakukan apa? Aku bosan. Aku terlalu lelah dengan kata-kata menikah hun..”
“Kenapa tidak ke taman istana?”usul sehun.. Hmm benar juga ya?? Tapi..
“Ani! Lebih baik… Kita… Pergi.. Ke… Mall?”usulku.
“Mall?”
“Ne.. Ya ya ya?? Ayolah hun.. Aku jarang jalan-jalan keluar…”rengekku.
“Ne ne ne..”jawab sehun walau dengan nada malas.
“Yehet!!! Kajja!”ajakku lalu menarik tangan sehun tanpa sepengetahuannya.
Omo.. Kenapa aku merasa seperti tersengat sesuatu?? Ahh molla.
.
.
.
.
.
.
“Kau tumggu sini.. Aku ingin ganti baju..”kataku.
“Untuk?”
“Kau tidak berpikir aku pergi ke mall menggunakan hanbok kan hun?”tanyaku dan bahkan para dayangku saja terkekeh.
“Oh iya.. Ya sudah sana!”usir sehun -,- lalu aku masuk kedalam kamarku.
Segera aku mengambil dress biru langit diatas lutut dan tanpa lengan,sepatu flat shoes warna putih,rambut yang ku gerai dan aku menggunakan masker yang biasa dipakai dirumah sakit *guagataunamanya:v.Lalu tas kecil yang ku gendong di bahu kiriku.
Ceklek~
“Untuk apa kau pakai masker?”tanya sehun yang ternyata masih setia menunggu disini :v.
“Ya! Orang-orang nanti akan tahu siapa aku.. Aish.”gerutuku kesal.
“Oh iya.. Aku lupa. Kajja!”ajak sehun dan menarik tanganku dan dapatku lihat dayang ahn terkekeh geli(?).
.
.
.
.
.
.
.
“Selamat sore putri mahkota”sapa supir yang biasa mengantarku pergi.
“Aku akan pergi bersama sehun jadi biar sehun saja yang menyetir.. Ahjussi istirahat saja ne?annyeong!”kataku lalu masuk kedalam mobil diikuti sehun.
.
.
.
.
“Woah.. Sudah lama aku tidak jalan-jalan!!”sorakku kegirangan sambil menatap orang-orang yang berlalu lalang dipinggir jalan.
Sedangkan sehun hanya melirikku (author pov: tanpa diketahui yongra,sehun yang tampak melirik yongra tersenyum geli.)
.
.
.
.
.
.
“Sudah sampai? Cepat sekali..”kataku dan saat aku ingin membuka pintu sehun tiba-tiba saja berkata.
“Tunggu!” lalu keluar mobil dan mengitari mobil dan membukakan pintu untukku.
“Aish kau lama sekali.. Aku bisa buka pintu sehun.. Sudahlah ayo masuk!”ajakku.
“Kita mau kemana?”tanya sehun.
“Kita…. Nonton bioskop,ketoko souvenir,toko buku dan restoran.otte?”
“Ck.. Banyak sekali. Sudahlah kajja!”ucap sehun lalu menggenggam tanganku.
Aigooo… Kenapa dengan jantungku??

 

“Selamat datang!”sapa seorang yeoja saat kami memasuki tempat bioskop.
“Hun.. Kita nonton film psikopat saja!! Yang itu!”tunjukku ke salah satu film disitu.
“Kau aneh ya… Yeoja dimana-mana kalau pergi nonton dengan namja pasti memilih romance atau horror sedangkan kau malah psikopat -,-“tegur sehun heran.
“Ck…. Terlalu mainstream jika seperti itu hun.. Ahsudahlah ayoo!!”
“Chogiyo….”panggilku ke yeoja penjual tiketnya.
“Iya.. Apa yang ingin kalian tonton?”tanya yeoja cantik itu.
“Aku ingin menonton ini.”kataku sambil menunjuk film yang ingin ku tonton yaitu film psikopat :v.
“Untuk berapa orang?”
“2”
“Silahkan pilih tempat duduk yang anda mau.”kata yeoja itu dan menunjuk kearah layar monitor di meja itu.
“Aku pilih di bangku F nomor 12-13″kataku sambil mengkliknya.
“Ini tiketnya.. Jadwalnya jam 6:30 *malam*.. Semuanya blablabla”
“Ne.. Ini uangnya. Terima kasih”kataku lalu menarik tangan sehun.
“Kau pegang tiketnya hun.. Ini masih jam 5:30 lebih baik kita ke toko souvenir dahulu sambil menunggu teater 3 dibuka.”ajakku dan dibalas anggukan sehun.
.
.
.
.
.
.
“Untuk apa kita kemari yongra?”tanya sehun saat aku ajak ketempat yang dindingnya berwarna biru muda.
“Membeli sesuatu hihihi..” kataku laku melihat-lihat aksesoris yang tersedia saat aku sedang sibuk memilih tiba-tiba aku merasakan dirambutku ada sesuatu.
“Diam.. Aku sedang memasangkan hiasan dirambutmu.. Warnanya cocok dengan baju yang sedang kau pakai.”
Tek~
“Nah.. Sudah selesai.yeopoda^^”kata sehun dan entah kenapa aku merasa pipi ku mulai memanas.
“Aigoo.. Kau malu ne? Hahaha”
“Ani. Sudahlah ayo bayar ini dan kita ke tempat bioskop lagi.”
Selesai membayar aku dan sehun pergi ke tempat bioskop kita perlu menunggu 30 menit lagi untuk menunggu pintu teater 3 terbuka..
(30 menit kemudian)
Perhatian bagi yang sudah membeli tiket teater 3. Mohon segera masuk karena pintu teater 3 sudah dibuka” terdengar pengumuman yang menandakan teater 3 sudah dibuka. Langsung saja aku dan sehun memberikan tiketnya lalu masuk dan duduk di tempat yang sudah dipesan..
Film pun dimulai.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(2jam kemudian)
“Huah.. Film tadi seru sekali bukan? Hahaha..”
“Ya betul seru. Tapi tidak ada yang lucu yongra -,-”

“Hehehe..kajja hun.. Kita ke toko buku!”
.
.
.
.
.
(Di toko buku)
“Kau mau beli apa disini?”tanya sehun.
“Aku ingin membeli novel ‘first love’ yang terbaru.”kataku laku pergi ke arah rak buku yang terdapat novel-novel.
Saat aku mengambil buku disitu dan membuat terlihat bolong tepat saat itu dibolongan itu terlihat sehun yang sedang menyender pada rak buku lalu sedang membaca.
“Kenapa dia sangat tampan..omo apa yang ku pikirkan.aishh aku sudah gila.”kataku lalu menghampiri sehun.
“Kajja hun.. Aku sudah mendapatkan bukunya.”
“Okey”.
~~~
“Aku lapar hun.. Ayo ke restoran dulu.”
“Ne.. Aku juga lapar.”
.
.
.
.
“Kau mau beli apa?”tanya sehun.
“Aku mau kimbap.. Minumnya samakan saja denganmu.”kataku lalu dibalas anggukan oleh sehun.
Beberapa menit kemudian.. Pesananpun datang.
“Ini pesanannya datang.. Silahkan dinikmati^^”ucap pelayan yang mengantarkan makanan.
“Aigoo… Kau makan seperti anak kecil eoh? Kekeke.”kata sehun tiba-tiba yang membuatku bingung.
“Mwyo?”tanyaku dengan mulut yang penuh kimbap yang membuat pipiku terlihat melendung.
Jantungku berdegup sangat keras saat merasakan ibu jari sehun yang mengusap ujung bibir ku.
“Ada bekas kimbap disitu hihihi” tawa geli sehun.
“Ck.. ”
.
.
.
.
.
Author pov~
Saat ini yongra dan sehun dalan perjalanan pulang.. Sepanjang perjalanan yongra nampak serius bermain game di handphone nya sedangkan sehun fokus menyetir..
Akhirnya mereka sampai di istana.
“Akhirnya sampai.. Hoamm.. Hari yang melelahkan.”kata yongra sambil menguap.
Saat yongra ingin membuka pintu tiba-tiba saja tangan yongra ditarik sehun.
Mata sehun terpejam sedangkan yongra membelalakan matanya terkejut.
Ya. Saat ini sehun mencium yongra tepat di bibirnya. Yongra makin lama memejamkan mata juga laku membalas perlakuan sehun,sehun yang mengetahui itu tersenyum disela-sela ciumannya.
Sedabgkan para pengawal dan dayang yang berada di luar mobil nampak melihat kejadian itu langsung membalikkan badan mereka dan tersenyum geli.
Sehun pun melepaskan ciumannya.. Dengan jarak tidak kurang dan tidak lebih dari 5 cm sehun berkata.
“Saranghae yongra.. Nan jeongmal saranghae lee yongra^^”kata sehun dengan senyum tulusnya yang belum pernah dilihat yongra sebelumnya dan sorot mata sehun yang serius.Yongra nampak terkejut dan terpesona secara bersamaan.

 

~tbc~

 

5 responses to “[Freelance] My Fiance is Princess The Crown?! (Chapter 4)

  1. Ah senangnya akhirnya Sehun mengutarakan perasaannya pada Yongra semoga pernikahan mereka bisa berjalan dengan harmonisa dan bahagia. Yongra juga menyukai Sehun hanya saja ia menepisnya. Next chapternya ya. Udah lama banget gak update. Fighting ne

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s