About daddy and his trouble: D.O

Dhee/Jung Monica Present

Prev : Minseok , Luhan , Kris , Joonmyeon , Yixing , Baekhyun , Jongdae , Chanyeol

Starting :

Do Kyungsoo and his daughter Milane (Oc)

.

.

Kyungsoo Problem’s

“Baru kali ini Kyungsoo menyesali tinggi badannya”

.

.

.

 

Daddy mau kemana!!” pekikan itu menyadarkan Kyungsoo dari kegiatan memasang sepatunya. Ia menelengkan kepala, menemukan sosok kecil berkuncir kuda yang sedang berlari kearahnya. Itu Milane, putrinya, segalanya bagi Kyungsoo di dunia ini. Gadis itu mengerjap lucu, raut mukanya mengisyaratkan pertanyaan yang belum dijawab.

Kyungsoo tersenyum sambil mengacak poni kuda milik putrinya “Ke toko buku. Ada apa, hm?”

“Bolehkah Milane ikut?”

“Milane habiskan sarapanmu dulu, sayang” itu suara istrinya yang muncul dari dalam kamar Milane

Gadis itu menggeleng kuat-kuat, bergeser sedikit kebelakang kaki Kyungsoo; berniat bersembunyi kah?. “Tidak mau. Milane sudah kenyang, Mom” Kyungsoo mengambil alih putrinya menuju gendongannya, atensinya bertukar pandang secara bergantian dari si kecil kemudian beralih pada istrinya.

“Dia hanya menghabiskan setengah sarapannya saja, Soo” dia mengangguk mengerti sambil tersenyum, dipandangnya si gadis kecil dalam gendongannya. “Kenapa gadis cantik Daddy tidak mau menghabiskan sarapannya, hm?”

Gadis itu menggeleng kuat-kuat lagi dengan tangan yang ikut membekap kedua mulutnya.  “Aku tidak mau, Dad. Aku sudah kenyang”

“Tapi kau baru makan setengahnya, Honey

No, Mom. Milane mau ikut Daddy saja” kata si kecil setengah merajuk

Kyungsoo mengisyaratkan lewat manik matanya kepada sang istri untuk menyudahi acara paksa-memaksa-menghabiskan-sarapan  milik si kecil.

Hembusan nafas kasar tendengar dari seberang  “Milaneee”

“Sudah tak apa, yang penting dia sudah makan meski setengah” kata Kyungsoo. Ia memberikan tatapan teduhnya, berusaha memberitahu istrinya kalau tak masalah jika gadis kecilnya tidak mau melanjutkan sarapannya, -toh ia sudah menghabiskan setidaknya setengah.

“Kau mau kemana? Rapi sekali” Alis istrinya menukik naik saat baru sadar akan penampilan  suaminya

“Toko buku”

“Milane ikut. Boleh ‘kan, Dad?”

Kyungsoo tertawa sambil membenarkan  posisi gendongannya. Inginnya ia pergi sendiri hari ini, tapi karena putrinya meminta untuk ikut. Apa yang bisa Kyungsoo lakukan selain mengangguk mengiyakan.

“Yakin mau bawa Milane pergi?” Kyungsoo mengangguk lagi “Tanpa aku? tidak akan menyesal ‘kan?” –dan  lagi untuk kedua kali

“Baiklah hati-hati. And Milane, please be a good girl. Jangan menyusahkan Daddymu” itu pesan terakhir dari sang istri sebelum ia melesat menuju pintu diiringi oleh pekikan senang si kecil.

Selama dalam perjalanan, gadisnya selalu bertanya; apa saja yang akan Kyungsoo beli, apakah di toko buku itu terdapat rak-rak menjulang seperti yang pernah ia lihat di beberapa film fiksi, dan masih banyak celotehan lainnya yang membuat Kyungsoo gemas tiada hentinya untuk tidak mencubit pipi gembil si gadis.

Perjalanan mereka menyibak riuhnya kota Seoul berlangsung kurang lebih lima belas menit untuk sampai ke toko buku tengah kota. Ia segera menyabut gandengan si gadis kecil saat mereka mulai memasuki toko, Kyungsoo melirik lewat ekor matanya, si gadis kecil sedang terbelalak lucu disampingnya. Kyungsoo tersenyum akan hal itu, pikirnya wajar jika ekspresi si gadis seperti itu karena selain ini kali pertama Milane pergi ke toko buku, juga di depannya sudah tersaji arena bermain playground serta beberapa rak buku berwarna-warni yang menunjukkan kepada pengunjung bahwa mereka sedang berada dibagian buku anak-anak.

Daddy liat ada seluncuran” jari mungilnya menunjuk seluncuran yang berada di pojok dekat tempat menggambar “Tempat bukunya juga berwarna-warni, Dad. Cantik sekali”   pekiknya heboh, sedangkan Kyungsoo bertugas menjawabnya dengan berbagai jawaban yang menyenangkan.

Kyungsoo menggandengnya pergi, membawa Milane pindah tempat menuju bagian buku yang ia cari.  Berputar-putar sebentar kemudian memasukannya kedalam keranjang, berpindah tempat lagi kemudian melakukan hal yang sama layaknya tadi. Mata Kyungsoo sejenak memindai Milane, sepertinya gadisnya sudah mulai bosan. Dilihat dari caranya memandang rak-rak buku dengan pandangan tak minat, beda dengan beberapa menit yang lalu. Lalu kemudian gadis kecil itu memilih pergi meninggalkan ayahnya menuju tempat duduk yang Milane yakini itu sebagai tempat membaca.

“Aku bosan, Dad. Bisakah kita bermain saja disana” pintanya sambil mengayung-anyunkan kakinya malas. Kyungsoo menghampirnya, tersenyum sekilas kemudian merapikan poni kuda milik putrinya.

“Milane tunggu disini sebentar, ya. Daddy mau  kesana sebentar, Milane jangan kemana-mana. Arraseo? “ kata Kyungsoo berlalu saat putrinya mengangguk paham.

Setelah beberapa menit berkeliling dan mendapatkan apa yang Kyungsoo butuhkan, kini disinalah mereka. Kyungsoo yang menemani Milane untuk bermain sejenak di playground yang disediakan oleh pemilik toko, gadisnya akan sesekali melambai girang ketika manaiki ayunan –Kyungsoo akan melambai balik dengan senang hati, memekik senang saat meluncur dari seluncuran. Tapi itu tak berselang lama saat mata kecilnya menangkap kegiatan yang lebih menarik dibanding apa yang ia lakukan tadi.  Milane segera turun dari ayunan kemudian berlari kecil kearah meja menggambar. Ia tertarik dengan gliter yang berwarna-warni serta berkelap-kelip di hadapannya.

Kyungsso mendudukan dirinya disamping si gadis kecil, sesekali membantu gadis kecilnya untuk mewarnai dengan gliternya. Tawa tak terelakan itu selalu keluar dari mulut kecilnya, Kyungsoo jadi mengingat kapan terakhir kali ia mengajak Milane pergi jalan-jalan, kesibukannya akhir-akhir ini memang sedikit menyita waktunya bersama si gadis kecil. Jangan ‘kan pergi jalan-jalan, menemani putrinya bermain dirumah saja rasanya sudah jarang. Tapi, Kyungsoo tidak boleh mengeluh. Ini semua ia lakukan juga demi istri serta anaknya.

Lamunan Kyungsoo buyar saat ia mendengar putrinya memanggil-manggilnya, Milane sudah disana. Berdiri diatara rak-rak buku berwarna pink dan biru sambil menunjuk-nunjuk benda yang berada diatas sana.

“Daddy, daddy. Come here, please. I need your help, Daddy Soo”

Ia bangkit menuju putrinya “What can  i help, Princess?” tanyanya berjongkok menyamai tinggi putrinya.

“Itu, Dad. Tolong ambilkan itu” dahinya mengernyit, tak tau apa yang diminta oleh putrinya “Tas itu. Milane ingin tas itu, Dad. Tas itu bergambar Disney Princess” Kyungsoo mengikuti arah jari telunjuk putrinya, ia mengangguk paham.

“Tas yang itu?” tanyanya memastikan dan sang putri mengiyakan, lantas ia berdiri untuk mengambil permintaan sang putri.

Dengan rasa percaya diri yang tinggi Kyungsoo mulai mengulurkan satu tangannya untuk meraih, dan; Eh- tak sampai ‘kah? Mungkin ia harus mencobanya lagi dengan menjijit, dan-

Masih tak sampai juga? Demi Tuhan setinggi itukah.

Kyungsoo mengalihkan atensinya kepada Milane, dari sorot matanya saja ia bisa mengartikan jika putrinya sangat menginginkan tas itu. Tentu dengan alasan Daddy-tidak-bisa-mengambilnya lalu Milane-pilih-saja-yang-lain bukanlah ide yang sangat membantu.

Daddy ambilkan. Milane ingin yang itu!!!” katanya yang masih bersih keras.

Iya, Nak. Daddy tau, tapi kalau Daddy tidak bisa mengambilnya gimana dong –batinnya dalam hati.

Dan untuk yang ketiga kalinya ia mencoba lagi. Entah ini salah Kyungsoo pada saat pembagian tinggi badan oleh Tuhan ia tak datang atau salah si pemilik toko yang mengapa sih harus setinggi itu menaruh barang dagangannya, seperti tidak ada tempat yang lebih rendah saja. Berbekal kepercayaan diri yang lambat laun mulai hilang, akhirnya mau tak mau Kyungsoo harus membujuk putrinya untuk memilih tas yang lain.

“Sayang, bagaimana kalau Milane pilih tas yang lain saja. Lagipula banyak tas yang lebih bagus” bujuk Kyungsoo

No way. Miane mau itu!!”

Yes way, Milane harus mau!”

Kyungsoo apa kau gila mengajak putrimu sendiri berdebat?!!

“Tidak mauuu. Milane mau itu, Daddyyy

Kyungsoo kepalang menyerah,  ia tidak tau harus berbuat apa. Milane itu keras kepala, asal Kyungsoo ingat. Jadi apa yang ia mau harus dituruti. Matanya mencari sesuatu yang bisa ia jadikan sebagai alaan “Nah!! Bagaimana kalau ini, ini juga bagus. Milane mau, yaa!!”

“TIDAK MAUUU” pekiknya nyaring.

Tuhan apa yang harus Kyungsoo lakukan.

“Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu”  suara laki-laki disebelahnya mengintrupsi.

Kyungsoo mengernyit sebelum menjawab “Ah, ini putriku menginginkan tas itu. Bisakah kau mengambilkannya?” pintanya. Pramuniaga itu mengangguk kemudian meraih tas yang berada diatas Kyungsoo.

Ah, semudah itu kah?

“Terima kasih” katanya saat menerima uluran tas yang diberikan si pramuniaga.

“Yeay. Terima kasih, Paman” imbuh Milane dengan pekikan khasnya. Akhirnya Kyungsoo bisa bernafas lega, setelahnya ia menggiring putrinya menuju kasir untuk membayar barang yang ia beli. Sudah, Kyungsoo ingin cepat-cepat pulang dan beristirahat, karena entah mengapa kejadian beberapa menit yang lalu membuatnya mendadak sakit kepala.

Well, setidaknya tuhan masih bebesar hati memberikan pertolongan kepadanya. Akan sangat tidak tau apa yang akan terjadi jika ia tidak bisa mengambil tas itu. Mungkin rengekan Milane akan menghantuinya sampai rumah.

Setidaknya baru kali ini Kyungsoo merutuki tinggi badannya yang minimalis selama tiga puluh tahun ia hidup.

.

.

.

A/N : haiii alohaa, i’m back with daddy soo. entahlah saya gak tau tapi nulis series ini suka bayangin yang manis-manis buat kyungsoo. soo, hope u like it. xoxo🙂

13 responses to “About daddy and his trouble: D.O

  1. Kocak… Kyungsoo jdi serba salah pas gk bisa ngambilin tasnya. Antara malu sama anaknya atau malu dilihatin org lain. Untung ada pramuniaga dtng. Haha xD
    Tunggu buat yg Jongin vesion. Fighting….!!

  2. stuju Dhee, D.O mah baeknya yg manis-manis.. seseuai sma mata bulatnya yg bkin gemes..! xixixi ditunggu series klnjutnnya..

  3. ayah impian baiknya gak ketolong, tapi… apa daya nya kalau dirinya tak setinggi rak buku? aduh.. gemes sama milane yang maksa dan bikin kyungsoo minder sama tingginya yang tiba-tiba menyusut :3..
    aduh kak ini bikin senyum gaje tau… apalagi kenyataannya kayaknya sama aja :4

  4. Lucuuuuuu, as my expected nih pasti bawa bawa masalaj tinggi badan lol. Gemesssss sihhh, aku jg suka nama anaknya hehehe. Semangaaat terus ka♥♥♥

  5. Kampreeett,, problem d.o. segitu ama ya 😂😂
    Untung anaknya ga nyindir masalah tinggi badan,, bersyukurlah kyung,,wkwk

  6. Njirrr…ngakak, yeahh i know kyungsoo emg pendekk tapii gk gitu juga kali yaa…hahahah sampe ngambilin tas di rak aja di bantuin sama pramuniaga😂😂😂

  7. Pingback: About daddy and his trouble: Kai | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Pingback: About daddy and his trouble: Kai | SAY KOREAN FANFICTION·

  9. Pingback: About daddy and his trouble: Tao | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Pingback: About daddy and his trouble: Sehun | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s