REVENGE by Heena Park

REVENGE

A long time ago in a galaxy far,  far away..

.

 

Setelah menemukan lokasi Luke Skywalker, Rey akhirnya berhasil membawa pulang pria itu bersama dengan kedua belas calon Jedi yang selama ini dilatihnya.

Bersamaan dengan First Order yang semakin kuat dan telah menyusun rencana baru untuk menakhlukan Republic, kembalinya Luke merupakan kekuatan besar dan harapan baru untuk memerangi sisi gelap.

a FanFiction 

by 

Heena Park

.

Shin Hee Ra–Oh Se Hun–Lu Han

.

Romance–Action–Thriller–Fantasy–PG15–Oneshot

.

Follow my WATTPAD

Find me on FACEBOOK

.

.

.

.

Suatu kesalahan bila Jedi memiliki hubungan khusus dengan lawan jenis, hal yang berisiko membuat mereka berpaling ke sisi gelap. Se Hun sangat paham dan mengerti, tapi mau bagaimana lagi? Perasaan mereka tumbuh dengan sendirinya, itu berarti ia tidak bisa menyalahkan cinta bukan?

“Hee Ra,” Se Hun yang semula membelakangi Hee Ra kini telah menatap tepat di kedua bola matanya, tanpa ragu ia mendongakkan kepala Hee Ra dan mengecup lembut bibir manis gadis itu. “Marry Me?

Kaget setengah mati mendengar pertanyaan Se Hun, Hee Ra mengerutkan keningnya tak percaya pada apa yang barusan didengar. Namun sekali lagi Se Hun meyakinkan Hee Ra dengan kembali bertanya, “Shin Hee Ra, maukah kau menikah denganku?”

Mengingat status mereka yang bertolak belakang, dimana Se Hun adalah Jedi, sementara Hee Ra merupakan seorang Putri dari Osiris yang sebentar lagi akan naik tahta menjadi Ratu menggantikan orang tuanya, apakah pernikahan antara keduanya bisa dilakukan?

“Tapi kau adalah Jedi…”

Alasan ini terdengar  wajar, orang-orang salah mempersepsikan bahwa Jedi tidak boleh menikah karena pada kenyataannya boleh. Hanya saja menikah terlalu berisiko, mereka bisa saja jatuh ke dalam sisi gelap karena perasaan khawatir, nafsu, dan dendam yang mungkin muncul setelah menikah, maka inilah alasan kenapa Jedi seharusnya jauh dari kata menikah.

Tapi itu bukan berarti mereka tidak boleh menikah bukan? Selama Se Hun bisa mengendalikan emosinya, semua pasti baik-baik saja.

“Aku memang seorang Jedi, Master Anakin juga Jedi dan diapun menikah.”

Hee Ra menggelengkan kepalanya, “Setahuku Anakin Skywalker tidak mendapatkan gelar Master, dan lagi dia berubah menjadi Darth Vader.”

“Shin Hee Ra,” kali ini kedua telapak Se Hun menangkup pipi gadis itu dan berusaha meyakinkan bahwa ia tidak akan seperti Anakin Skywalker, “aku berjanji tidak akan pernah jatuh ke sisi gelap, jadi menikahlah denganku.”

Matanya berkaca-kaca, “Kau tidak tahu betapa takutnya aku setiap kali melihatmu pergi. Takut kau tidak kembali atau kemungkinan lain kau kembali dengan terbujur kaku.” Wanita itu tanpa ragu melingkarkan kedua lengannya ke leher Se Hun, membiarkan tubuhnya merapat dengan tubuh pria yang dicintainya, “aku mau menikah denganmu.”

Satu kalimat penutup yang keluar dari mulut Hee Ra membuat Se Hun tak bisa membendung kebahagiaannya. Setelah menjalin hubungan diam-diam selama lebih dari satu setengah tahun, akhirnya Hee Ra bersedia menikah dengannya.

Menikah bukan berarti akan ada pesta besar dan mengundang semua orang. Menikah bagi mereka adalah upacara sakral dimana hanya ada beberapa orang saja, mengingat pernikahan mereka juga harus dirahasiakan.

Sebenarnya hubungan keduanya telah diketahui oleh orang lain, tapi Se Hun percaya bahwa temannya tidak akan membocorkan pada siapapun. Mereka telah berteman sejak lama, dan bisa dibilang ialah teman pertama Se Hun ketika dilatih menjadi Jedi.

Dia adalah Lu Han.

 

 

Teror First Order begitu meresahkan penduduk Galaxy, para stormtrooper suruhan Kylo Ren membuat kericuhan dimana-mana dan membuat Jedi yang jumlahnya tidaklah seberapa menjadi sangat kerepotan, mereka bahkan harus dipisah menjadi beberapa team untuk menangani kekacauan.

Lu Han ditugaskan bersama Se Hun untuk menangani keributan di Planet Zorus, mereka tampak menikmati peperangan melawan para makhluk berbalut baju anti peluru dengan masker sebagai penyaring asap.

“Kau tahu apa yang paling menguntungkan kita ketika melawan stormtrooper?” Se Hun mengangkat lightsabernya siaga, sementara Lu Han berdiri di belakangnya dan punggung mereka saling menempel.

“Apa?”

Se Hun tertawa kecil, “Ketika mereka berkumpul dan mengepung kita seperti ini, jika aku menjatuhkan satu diantara mereka, maka yang lainnya akan ikut terjatuh karena pakaian mereka.”

“Terdengar bodoh, tapi itu ide bagus.”

Keduanya saling menengok dan menatap satu sama lain, beberapa detik kemudian meluncur mengayunkan lighsaber masing-masing ke arah para stormtrooper, Lu Han yang telah berhasil keluar dari kerumunan stormtrooper-pun berusaha menolong Se Hun dengan menggelindingkan roda pesawat bekas yang tersandar di salah satu dinding rumah warga hingga para stormtrooper itu terjatuh.

Sementara Se Hun langsung melompat dan pergi ke arah Lu Han lalu kembali menuju pesawat dan bergegas pergi untuk menemui Master Luke, melaporkan bahwa mereka berhasil melumpuhkan stormtrooper malang tadi.

Yeah man! Barusan keren sekali!” Se Hun nampak girang, ia menepuk lengan Lu Han yang sedang duduk di kursi co-pilot.

Gelak tawa keluar dari mulut Lu Han, “Aku tahu, kita memang keren bukan hahaha.”

Mereka selalu ditugaskan bersama, Lu Han dan Se Hun tidak pernah mengecewakan Master Luke dan selalu memberikan hasil terbaiknya. Kemungkinan keduanya akan menjadi Jedi hebat di masa mendatang sangatlah besar, mengingat keberanian dan kehebatan mereka.

Mungkin sekarang bukan saat yang tepat untuk memberitahu Lu Han tentang rencananya menikahi Hee Ra, tapi tunggu dulu, bukankah memang tidak pernah ada waktu yang tepat bagi Jedi untuk membicarakan cinta?

“Aku akan menikah dengannya Lu.”

Lu Han menelan ludahnya kaku, ia tahu betul yang dibicarakan oleh Se Hun adalah Hee Ra, wanita yang ia cintai dalam diam selama dua tahun belakangan ini.

Tentu saja Lu Han ingin marah, tapi bagaimana lagi, ini bukanlah salah Se Hun karena dia tidak pernah tahu kalau Lu Han menyukai Hee Ra. Sehingga bagi Se Hun, memberitahu bahwa ia akan menikahi Hee Ra bisa membuat Lu Han senang.

Nyatanya tidak ada segaris senyumpun yang tergambar pada wajah tampan pria itu, rahangnya kelihatan kaku. Sebelumnya Se Hun tidak pernah melihat Lu Han bersikap seperti itu. Mungkin Lu Han khawatir Se Hun bisa saja beralih ke sisi gelap, pikirnya.

“Kau tidak perlu khawatir, aku berjanji akan selalu berada bersama kalian,” Ujarnya berusaha meyakinkan Lu Han, tapi tetap saja Lu Han masih memasang wajah murung.

Merasa aneh pada perubahan sikap Lu Han, Se Hun akhirnya mencondongkan wajahnya untuk melihat Lu Han lebih dekat, “Lu?”

“Ah!” Lu Han akhirnya bergeming, ia mendecak dan menyandarkan punggungnya pada badan kursi, “Ya, aku percaya kau tidak akan jatuh ke sisi gelap,”—Tapi bagaimana dengan aku? Kenapa aku tiba-tiba sedikit membencimu Oh Se Hun?—“Selamat atas pernikahanmu.”—Semoga kau mati dalam peperangan nanti.

 

 

Hari-harinya menjadi semakin kelam, setiap kali melihat senyuman terukir di wajah Se Hun, entah kenapa kemarahannya muncul. Perlahan-lahan dan semakin dalam. Lu Han tidak bisa menyalahkan Se Hun, tapi bagaimanapun juga bila harus jujur maka Lu Han sangat membenci pria itu. Ia tidak rela gadis pujaannya harus jatuh ke tangan pria lain.

Hee Ra tahu Lu Han mencintainya sejak lama, tapi kenapa ia tetap menerima lamaran Se Hun?

Ah benar saja. Gadis itu tidak pernah melihatnya sama sekali kan? Dan kenyataan ini semakin membuat hatinya sakit. Kebencian itu benar-benar muncul sekarang. Kalau sudah begini, bukan Se Hun yang jatuh ke sisi gelap, melainkan dirinya. Ia sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi, ia sudah pasrah pada apa yang akan terjadi selanjutnya.

Kedua tangannya meremas besi pembatas balkon, urat-uratnya muncul dan mengeras. Melihat Lu Han bersikap seperti ini, siapapun pasti bisa merasakan kemarahan dan kekecewaan yang sangat dalam. Tapi sekali lagi, ia tidak bisa menyalahkan siapapun, kecuali dirinya sendiri.

“Ku dengar kalian akan pergi melawan First Order lagi.”

Lu Han kenal suara itu, tidak salah lagi, pasti Shin Hee Ra.

Buru-buru Lu Han berbalik dan mendapati Hee Ra sedang bersandar ke dinding, sepersekian detik kemudian ia kembali berjalan mendekati Lu Han lalu berhenti sekitar tiga puluh centi dari pria itu.

Menanggapi pertanyaan Hee Ra, Lu Han mendecak, “Bukankah setiap hari kami memang berperang dengan mereka?”

“Maksudmu?”

Lu Han menundukkan kepalanya, menatap Hee Ra rupanya membuat hatinya sedikit kesal, “Melawan sisi gelap, berusaha untuk tidak jatuh ke sana, bukankah itu juga termasuk berperang?”

Tidak biasanya Lu Han menjawab ketus, Hee Ra  menunduk, memaklumi bahwa mungkin Se Hun telah memberitahu tentang rencana pernikahan mereka.

“Aku percaya kau tidak akan pernah jatuh ke sana.” Jelas sekali Lu Han sedang membicarakan dirinya sendiri, sampai-sampai Hee Ra tidak berani menatap ke arah mata lawan bicaranya kini. Hanya dengan melirik sekilas lengan  yang sedang mengepal, siapapun pasti bisa merasakan betapa marahnya Lu Han.

“Kau tidak bisa mempercayai pria sepertiku,” Lu Han terkikik, ia mendesah berat dan kembali membelakangi Hee Ra, “Aku bahkan mencintai kekasih temanku—tidak—lebih tepatnya calon istri temanku. Bukankah aku sangat jahat?”

“Lu…”

Kalau boleh jujur sebenarnya Hee Ra tidak berniat menyakiti hati siapapun. Di satu pihak ia sangat mencintai Se Hun dan benar-benar ingin menikah dengannya, tapi di pihak lain ia juga tidak ingin menyakiti Lu Han seperti ini. Sungguh, Hee Ra tidak menyangka bahwa  perasaan Lu Han padanya begitu dalam sampai-sampai ia sangat marah padanya.

Bagaikan malam berhujan badai, gelombang ombak seolah menerjang pantai tanpa henti bersama kilatan petir yang menyambar tanpa ampun. Kegelapan meliputi aura Lu Han dengan sendirinya, membuat hati perempuan berambut coklat serta bermata bulat di depannya semakin menciut ketakutan.

 

 

Kenapa harus bertahan dalam terang jika kau kesakitan? Kenapa harus bertahan dalam terang jika itu menyusahkan? Cobalah berpindah ke sisi gelap, dimana kebahagiaan akan selalu kau dapatkan tanpa perlu bersusah payah.

Apapun yang kau inginkan, apapun yang kau butuhkan, kau hanya perlu mengatakannya dan tidak lama kemudian hal itu akan terwujud.

Kau membuang waktu berhargamu jika terus berjuang dengan sekumpulan orang idiot yang mengira bahwa diri mereka hebat bersama dengan keberanian dan kepercayaan. Mereka hanya kaum yang tidak bisa menikmati kesenangan dunia. Membuat peraturan yang katanya bisa mendamaikan tapi pada kenyataannya nol.

Lihat saja sekarang? Hatimu sakit kan?

 

Prankk!

Argh! Sialan, bedebah kau Oh Se Hun!”

Dalam sekali hentakan Lu Han melempar dan memecahkan guci tanah liat berukuran setengah badannya sebagai pelampiasan akan amarah yang bersarang dalam kepalanya. Napasnya tak karuan, emosi dalam hatinya benar-benar membuat kelelahan dan semakin membesar, semakin dalam, semakin mendorong Lu Han untuk melakukan sesuatu di luar nalar agar bisa melenyapkan Se Hun untuk selamanya.

Semalaman Lu Han tidak bisa tidur, ucapan Se Hun serta ekspresi Hee Ra terngiang-ngiang di kepalanya. Tapi anehnya, ketika kedua matanya mulai terpejam, perlahan rasa damai yang sempat menyelimuti hatinya berubah kembali menjadi kemarahan dan kebencian.

Kedua telinganya bahkan mendengar semacam bisikan halus yang tidak pernah terjadi sebelumnya, semacam panggilan alam untuk terus membenci-membenci-dan membenci Se Hun. Menyuruh Lu Han agar melakukan segala cara demi mendapatkan Hee Ra, karena sesungguhnya ia pasti lebih pantas bagi Hee Ra daripada pria itu.

Sementara itu tanpa Lu Han sadari, dua orang Jedi lainnya—Marvel dan Edward—mendengar kemarahan Lu Han. Namun tidak ada gerakan berlebih dari keduanya selain menyaksikan apa yang dilakukan oleh Lu Han, dan dengan begini berbagai pertanyaan-pun mulai memenuhi kepala mereka.

Dan satu-satunya jawaban adalah Se Hun.

Ya, bukankah tadi Lu Han menyebut nama pria itu?

 

 

Atmosfer ruangan yang semula hangat kini berubah dingin. Master Luke berkacak pinggang membelakangi Se Hun yang kini duduk menunduk tak mampu mengangkat kepalanya.

Pertanyaan bertubi-tubi yang keluar dari mulut Marvel dan Edward, berhasil membuat Se Hun mengakui perbuatannya. Sekarang semua telah tahu bahwa Se Hun dan Hee Ra memiliki hubungan, tapi anehnya, kenapa Lu Han membenci Se Hun?

Ia masih tak mengerti. Bahkan Se Hun sempat berpikir bahwa Lu Han mungkin gay atau semacamnya sebelum Josh menyahut kemungkinan bahwa Lu Han mencintai Hee Ra dan Se Hun tidak mengetahuinya.

Alasan Josh terdengar lebih rasional sehingga Se Hun sedikit setuju. Tapi apakah itu benar? Atau Lu Han memiliki alasan lain?

“Kau adalah pria, selesaikan masalahmu dengan Lu Han tanpa menyakiti satu sama lain,” Master Luke berbalik. Ia tahu betul apa yang dirasakan Se Hun saat ini. Bagaimanapun juga, walaupun mereka telah bersikeras bahwa Jedi sebisa mungkin harus menjauhi kata menikah, tetap saja mereka adalah manusia yang memiliki perasaan.

Tidak ada respon berarti dari Se Hun, ia tetap menundukkan kepalanya, “Maafkan aku, Master..”

Kedua lengan Master Luke menarik Se Hun supaya berdiri tegap, ia menepuk pelan pundak pria itu beberapa kali dan menganggukkan kepalanya, “Pergilah.”

Mengerti pada apa yang diinginkan Master Luke, Se Hun menelan ludah. Ia adalah pria sejati, tidak seharusnya Se Hun takut menghadapi kenyataan yang ada di depannya. Terlebih ia merupakan seorang Jedi, dan Jedi tidak boleh takut pada apapun.

Segera Se Hun meraih lightsaber di kursi dan memasukannya ke kantong. Sungguh, ia tidak berniat untuk berkelahi dengan Lu Han sedikitpun, tapi siapa yang akan tahu keadaan selanjutnya? Bisa saja Lu Han menyerangnya terlebih dahulu-kan? Se Hun hanya bersiap-siap.

Ketika Se Hun hendak melangkahkan kakinya keluar ruangan, sekali lagi Master Luke memanggil nama muridnya tersebut dan mengatakan, “Oh Se Hun, may the force be with you.

Benar, force.

Se Hun harus menggunakan force-nya dengan baik. Ia harus percaya pada kekuatan force. Itu saja.

Tidak mau membuang waktu, Se Hun segera pergi ke kamar Lu Han. Seingatnya setengah jam yang lalu Lu Han masih berada di dalam sana dan berkata akan segera menyusul, tapi sampai saat ini pria itu tak kunjung muncul.

Beruntung Se Hun tidak mendobrak pintu kamar Lu Han atau merusaknya menggunakan lightsaber karena selama beberapa menit berlalu tidak ada jawaban dari panggilan Se Hun padanya. Berkali-kali Se Hun memanggil nama Lu Han, namun hanya hening yang ia dapatkan.

Berinisiatif untuk mendobrak, nyatanya saat kedua tangan Se Hun menyentuh pintu, tanpa perlu bersusah payah bisa terbuka. Jadi dari tadi pintu kamar Lu Han tidak dikunci? Se Hun merasa semakin bodoh.

Ditelusurinya kamar Lu Han, satu per-satu kejutan-pun ia dapatkan. Mulai dari beberapa lembar foto Hee Ra,  sebuah buku tentang sisi gelap, dan droid tanpa lengan yang tergeletak begitu saja di ujung ruangan.

Apa yang sebenarnya direncanakan oleh Lu Han?

Bukan hanya itu, sebenarnya Lu Han berada dimana? Ia tidak ada di dalam kamar, dan disini sang—Ya Tuhan! Se Hun hampir melompat, meyakinkan bahwa apa yang dilihatnya memang nyata.

Kaca jendela kamar Lu Han berlubang, persegi panjang kira-kira setinggi dua meter. Lu Han kabur. Ia pergi lewat jendela.

Merasa keadaan semakin kacau, Se Hun berlari menghampiri Master Luke lagi. Ini sudah kelewat batas, Lu Han bahkan mulai mempelajari tentang sisi gelap, tentu saja Se Hun tidak akan bisa menanganinya sendirian, dan satu-satunya yang bisa ia mintai tolong adalah Master Luke.

“Master!”

Tanpa permisi Se Hun menerobos masuk ke ruangan tempat para Jedi biasa berlatih, tangannya menyodorkan buku tentang sisi gelap yang ditemukan di kamar Lu Han kepada Master Luke, sontak saja ia terkejut.

Salah satu muridnya akan jatuh ke sisi gelap—untuk kedua kalinya—tidak, tentu saja ia tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Kesalahan yang dulu pernah dibuatnya hingga Kylo Ren jatuh ke sisi gelap tidak boleh terjadi pada Lu Han juga.

Master Luke yakin masih ada kebaikan dalam hati Lu Han, ia bisa merasakannya, hanya saja saat ini kebaikan itu sedang terpendam begitu dalam karena amarah yang selalu ditahannya bertahun-tahun.

“Kau harus bergegas, Lu Han bisa saja terancam!” Tegas Master Luke, ia memberi isyarat mata kepada yang lain agar ikut bersiap.

Sepersekian detik kemudian, salah seorang prajurit dari Osiris berlari ke arah mereka. Napasnya tercekat penuh rasa takut, sesuatu yang buruk terjadi.

Hampir menabrak tubuh Master Luke, sayangnya ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh tepat di depan pria setengah baya itu. Tangannya gemetaran hingga tak bisa berdiri, Master Luke-pun berjongkok dan membantu supaya prajurit tersebut mampu duduk dengan sedikit tegak dan mengatur napasnya.

“Apa yang terjadi?” Kening Master Luke mengerut.

“Pu-putri…” Prajurit itu berkata terpatah-patah.

Hanya dengan mendengar kata Putri sudah cukup membuat  Se Hun membulatkan matanya, ia yang semula berdiri kini menyusul berjongkok di samping Master Luke.

“Ada apa dengan Putri Osiris?”

Tidak langsung menjawab, prajurit itu menangis sekencang-kencangnya, seolah ia telah melakukan dosa besar, “Putri diculik Kylo Ren! Putri akan dibawa ke First Order dan dibunuh.”

Badannya lemas begitu mendengar bahwa Hee Ra diculik oleh Kylo Ren. Sekarang bagaimana? Bisakah ia menyelamatkan Hee Ra? Sementara Lu Han juga menghilang. Tapi tunggu dulu, apakah diculiknya Hee Ra juga berhubungan dengan hilangnya Lu Han?

 

 

Sebelumnya Lu Han tidak pernah kemari, First Order, tempat paling dihindari di Galaxy. Tapi demi menyelamatkan Hee Ra ia rela kemari, tanpa rasa takut sedikitpun asal bisa membawa gadis itu kembali hidup-hidup.

Rupanya para stormtrooper telah menanti, tanpa butuh waktu lama Lu Han dibawa ke sebuah ruangan.

Dadanya nyeri begitu pintu ruangan yang ia tuju terbuka, melihat Hee Ra duduk di atas kursi yang condong sekitar seratus dua puluh derajat dengan kedua tangan dan kaki di borgol, juga aliran listrik yang berada tepat di depan lehernya, sehingga ia tidak bisa menegakkan kepalanya dan harus tetap menyandar.

Lu Han bisa melihat dengan jelas betapa besar ketakutan gadis yang sangat ia cintai ini, seluruh tubuhnya bergetar seolah hidupnya tinggal hitungan jam lagi. Sementara Kylo Ren berdiri di sampingnya dan mengayun-ayunkan lightsaber bewarna merah menyala.

“Kenapa diam saja? Kau bisa melihat betapa tersiksanya dia bukan?” Kylo Ren tertawa renyah, matanya melirik ke arah Hee Ra, bermaksud mengejek Lu Han.

Mendengar Kylo Ren berbicara, Hee Ra mencoba mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang datang, namun baru sekilas, lehernya menyentuh aliran listrik hingga ia hampir melompat dan kembali menaruh kepalanya.

“Lu Han! Jangan! Bodoh, kenapa kau kemari? Dia menjebakmu!”

Tidak bermaksud menggubris perkataan Hee Ra dan lebih mementingkan egonya, Lu Han langsung mengeluarkan lightsabernya dan menghujam Kylo Ren habis-habisan. Suara aduan lightsaber keduanya menggema ke seluruh ruangan, bahkan tidak jarang lighsaber tersebut menyambar dinding hingga terbelah.

Sementara Hee Ra hanya bisa menangisi apa yang dilihatnya. Semakin Lu Han marah, semakin Kylo Ren senang karena itu berarti emosinya mulai dikuasai oleh sisi gelap. Hee Ra berusaha memanggil-manggil nama Lu Han, menyuruh agar dia berhenti dan sadar akan jati dirinya sebagai seorang Jedi, namun Lu Han tidak menengok sedikitpun.

Wajahnya merah padam, keringat bercucuran dari dalam tubuh keduanya. Lontaran kata-kata kotor seperti ‘bajingan’ keluar dari mulut Lu Han. Kalau seperti ini terus, kemungkinan Kylo Ren kalah fisik memang besar, tapi Lu Han akan kalah dalam hal pengendalian diri, hatinya akan dipenuhi dendam dan emosi.

Bukankah itu berarti sama saja membunuh satu Kylo Ren dan menciptakan Kylo Ren yang lain?

Pertarungan mereka semakin menjadi-jadi, gelak tawa Kylo Ren terdengar membahana diseluruh ruangan. Lu Han yang merasa diejek-pun tidak mau kalah. Ia berkali-kali mengayunkan lihgtsabernya menghujam Kylo Ren, berusaha menusuk tepat di jantung pria itu agar ia langsung mati.

Brukk!

“Hentikan Lu Han!”

 

 

Hal terberat dalam hidupnya adalah ketika Se Hun berpamitan pada kedua orang tuanya untuk berlatih menjadi Jedi, tapi sekarang, ada satu lagi yang berdiri tepat disisi hal tersebut, tentu saja, saat dimana kedua orang yang berharga untuknya—Lu Han dan Hee Ra—berada di dalam First Order, mempertaruhkan nyawa mereka.

“Kau pernah melihatnya?” Tae Yong menengok ke arah Se Hun yang masih serius, mereka secara diam-diam akan masuk ke markas First Order, menerjang pepohonan berselimut salju tebal.

“Ku rasa sekali, dalam mimpi.”

“Hah,” Tae Yong berkacak pinggang, “terserah.”

Tersenyum simpul mendapati kekecewaan Tae Yong, Se Hun kemudian mengajak pria itu berlari masuk ke markas First Order, meninggalkan pesawat bewarna putih bercampur dengan salju tebal.

Tidak perlu bersusah payah, keduanya bisa masuk ke sana dengan mudah, bertemu para stormtrooper juga tidak menjadi masalah, toh Se Hun dan Tae Yong bisa mengendalikan pikiran orang-orang bertopeng tersebut.

Inilah salah satu kehebatan Jedi, telekinesis benar-benar memudahkan mereka. Kecuali untuk beberapa makhluk, adakalanya telekinesis mereka tidak bisa digunakan, pun bagi orang-orang yang memiliki force, yang kuatlah yang bisa mengendalikan.

“Kau akan membawa kami ke tempat Kylo Ren dan tahanannya.”

Seketika stormtrooper yang awalnya hendak menembak ke arah Se Hun dan Tae Yong itu menurunkan pistolnya dan langsung menuruti perkataan Se Hun. Tanpa perlu membuang banyak tenaga, mereka tiba di depan ruangan berpintu besi. Keduanya tidak bisa mendengar apapun, mungkin kedap suara, tapi Se Hun yakin, pasti ada keributan di sana, mengingat ada sedikit goresan di dinding besi yang kelihatannya berasal dari dalam.

Se Hun mengeluarkan lightsabernya, perlahan menembus pintu besi dan memotongnya hingga terjatuh. Kedua bola matanya terbelalak menyaksikan sambutan yang begitu menegangkan. Di lihatnya Hee Ra menangis, kedua tangannya di borgol, sementara Lu Han menerjang seorang pria bertopeng besi.

Peka jika kemarahan Lu Han telah menjadi-jadi, Se Hun segera berteriak, berharap perkelahian mereka bisa dihentikan. “Hentikan Lu Han!”

Memang Lu Han menghentikan gerakannya dan menengok ke arah Se Hun dan Tae Yong, tapi sialnya, pria bertopeng besi itu tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini, dengan cepat ia mengayunkan lighsabernya ke arah Lu Han hingga pria itu terkapar di lantai dengan luka dibagian punggung.

Tae Yong refleks berlari ke arah mereka dan mengayunkan lightsabernya menerjang pria itu, “Tidak akan ku biarkan kau membunuhnya!”

Sementara Se Hun mencoba menolong Lu Han, menarik pria itu ke pinggir ruangan dan menumpunya, “Lu Han! Sadarlah! Kau masih bisa mendengarku?”

“Se Hun?” Tangan kanannya menggenggam telapak Se Hun, “Bantu aku berdiri, kita harus mengalahkan dia bersama-sama.”

“Tidak! Kau gila?” Se Hun berhenti sebentar, “Lihatlah keadaanmu, kau bisa mati!”

Sekali lagi, Lu Han tidak menggubris Se Hun. Kalau pria itu tidak mau membantunya berdiri yasudah, toh Lu Han masih memiliki tangan dan kaki.

Dengan susah payah Lu Han menopang tubuhnya, berusaha agar bisa berdiri tegak, mengacungkan lightsaber di samping pundaknya dan menatap lurus Kylo Ren yang sudah menghimpit Tae Yong di pinggir ruangan, bersiap untuk membunuh satu dari tiga Jedi yang ada di sini.

Tiba-tiba saja Kylo Ren melepaskan Tae Yong, senyum liciknya terpancar dengan berpindahnya sasaran. Ia mengangkat lightsaber dengan tangan kanan dan melepaskan borgol di kaki serta tangan Hee Ra menggunakan tangan kiri.

Tentu saja Lu Han dan Se Hun semakin panik, apalagi sekarang Kylo Ren telah menempatkan lightsabernya di bawah leher Hee Ra, apabila satu diantara ketiga Jedi itu menyerang, maka nyawa Hee Ra-lah yang akan jadi taruhannya.

“Minggir!” Sentak Kylo Ren, ia membawa Hee Ra bersamanya, sementara ketiga Jedi tadi berusaha mengikuti.

Sialnya lagi, perasaan kalut membuat mereka tidak berhasil mengelabuhi pikiran para stormtrooper sehingga terpaksa menggunakan lightsaber untuk menghentikan semuanya.

Kylo Ren yang sudah tidak kelihatan membuat Lu Han terpaksa menyuruh Se Hun agar menyerahkan para stormtrooper dan droid sialan ini pada mereka sepenuhnya, “Pergilah! Kejar mereka, kami akan membereskan besi-besi ini.” Tukas Lu Han serius.

Berusaha tidak menyia-nyiakan waktu, Se Hun langsung berlari mencari keberadaan mereka. Sekali tebas dan membuka banyak pintu, berharap ada Hee Ra dan Kylo Ren dibaliknya, namun nihil.

Lalu dimana Hee Ra?

Ia masih hidup kan?

Force.

Se Hun memiliki force.

Perlahan Se Hun menutup matanya, mencoba merasakan dimana keberadaan Hee Ra. Berjalan dengan mata terpejam membiarkan kakinya membawa kemanapun ia mau. Ia yakin bisa menemukan Hee Ra, sangat yakin.

Seperti magnet yang telah menemukan kutubnya, Se Hun berhenti tepat satu langkah dibelakang jembatan besi yang memanjang sekitar dua puluh meter, ukuran besi tersebut tidak lebih dari empat puluh centi, sementara sekeliling kanan dan kiri adalah jurang yang tidak kelihatan dasarnya.

Lebih parahnya lagi, Hee Ra bersama Kylo Ren berada tepat di tengah jembatan besi itu. Kalau Se Hun maju, maka Hee Ra pasti akan didorong dan jatuh ke jurang, Se Hun tidak mungkin mempertaruhkan nyawa kekasihnya.

“Kenapa kau diam saja? Kau mau melihatnya mati begitu saja?”

“Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.”

Kylo Ren tertawa lepas, sekali lagi ia menempatkan lightsabernya tepat di depan leher Hee Ra, “Kalau begitu lihatlah ini.”

Sepersekian detik kemudian, Kylo Ren menyayat tipis leher Hee Ra menggunakan lightsaber panasnya hingga gadis itu terpekik kesakitan dan berusaha menutupi darah yang mengalir di leher dengan kedua tangannya, otomatis Kylo Ren melepaskan pegangannya pada Hee Ra dan dalam satu dorongan tubuh gadis itu telah terjun bebas ke bawah.

“Shin Hee Ra!!”

Tepat ketika Hee Ra terjatuh, Se Hun mendengar suara Lu Han dan kemudian melihatnya melompat ke arah Kylo Ren, mengayunkan lightsabernya penuh amarah di atas jembatan besi kecil dimana kemungkinan jatuh sangat besar.

Sementara Lu Han menangani Kylo Ren, ia menengok sebentar ke arah Se Hun ketika lightsabernya berusaha menahan lightsaber milik Kylo Ren, “Apa yang kau lakukan? Kau mau membiarkan Hee Ra mati? Kau sudah gila!”

Se Hun berpikir jika ia terjun dan berusaha menyelamatkan Hee Ra maka perjuangannya akan sia-sia, sementara jika ia berusaha membantu Lu Han, kemungkinan berhasil sangatlah besar. Jadi ia tidak ingin mengambil keputusan yang salah.

Se Hun berbalik, “Turunlah, ku mohon, jaga Hee Ra sampai aku dan Lu Han datang menjemputnnya, Lee Tae Yong.” Ujar Se Hun sambil tersenyum pahit kemudian kembali membalik badannya dan melompat ke arah Lu Han, berdiri tepat di belakang Kylo Ren dan menarik pria itu keluar dari jembatan besi sialan ini.

Sementara Tae Yong melakukan apa yang diperintahkan Se Hun, ia segera melompat dan mencoba mencari tahu keberadaan Hee Ra. Semoga saja gadis itu belum kehilangan nyawanya.

Se Hun tahu betul jika kemarahan hanya akan membawanya bergabung dengan Kylo Ren, ia tidak boleh terbawa emosi dan berusaha menenangkan Lu Han yang kelihatannya mulai berapi-api.

“Lu, jaga emosimu, dia berusaha membuat kita bergabung dengannya.”

Mendengar omongan Se Hun, Lu Han yang awalnya menghujam Kylo Ren dengan lightsaber bertubi-tubi akhirnya terdiam, ia membiarkan Kylo Ren sedikit menjauh dan memasukkan kembali lightsabernya yang kemudian diikuti oleh Se Hun.

“Kami tidak akan melawan seperti yang kau inginkan, kami tidak akan menggunakan emosi.” Se Hun menarik napasnya dalam, mengeluarkannya dengan pelan agar ia lebih tenang, “sisi gelap tidak akan pernah menang, Kylo Ren. Kau tahu itu.”

“Omong kosong!” Sebenarnya Kylo Ren tahu, ia hanya tidak mau mengakuinya. “Kekuatan sisi gelap adalah yang terbesar dan terhebat, mungkin kalian butuh bukti, dan inilah buktinya.” Setelah menyelesaikan kalimatnya, Kylo Ren menepuk kedua tangannya lalu para stormtrooper dan droid berdatangan dari berbagai arah

Sontak Lu Han dan Se Hun sedikit panik hingga tak menyadari jika Kylo Ren pergi begitu saja. Bertubi-tubi tembakan diarahkan pada keduanya, namun dengan berbagai cara dan pertahanan mereka mencoba untuk melawan.

Se Hun menarik lengan Lu Han, tangan kanannya tetap memegang lightsaber dan berusaha menghadang setiap peluru yang mencoba mengenainya sambil berlari ke ujung jembatan dan melompat ke bawah.

Tentu saja para stormtrooper dan droid tidak mengejarnya, ikut melompat sama saja dengan cari mati.

Keduanya sangat bersyukur menjadi seorang Jedi karena melompat seperti ini tidak akan membuatnya mati, bagaimanapun mereka telah diajar sedemikian rupa untuk mendarat dan melompat dengan baik, walaupun sejujurnya mereka tidak tahu seperti apa dasar jurang ini.

Tapi tadi Tae Yong juga kebawah-kan untuk membantu Hee Ra?

Mengingat keadaan Hee Ra terakhir kali dan membiarkan gadis itu jatuh begitu saja membuat hati Se Hun nyeri, bagaimana mungkin ia tega membiarkan kekasihnya mati begitu saja? Kau benar-benar pria jahat Oh Se Hun.

Brakk

Sialnya pendaratan mereka tidak berakhir mulus, keduanya jatuh terkapar di tanah kering dengan sedikit bebatuan di pinggir. Se Hun yang berhasil bangun terlebih dahulu mengulurkan tangannya membantu Lu Han berdiri, “Kau baik-baik saja?” Tanyanya.

Lu Han mengangguk, “Tentu saja.” Melupakan kenyataan bahwa punggungnya masih berdarah karena tergores lightsaber Kylo Ren.

Samar-samar telinga mereka mendengar rintihan seseorang, refleks keduanya berpikir bahwa itu adalah suara Hee Ra dan segera berlari mencari darimana suara itu berasal.

Benar saja, baru beberapa meter mereka berlari, tepat dibalik batu besar, Hee Ra tengah sekarat dan tubuhnya berada dalam pangkuan Tae Yong, gadis itu menangis tercekik, ia berusaha sekuat mungkin untuk tetap bernapas.

 

“Shin Hee Ra!” Se Hun langsung memindahkan Hee Ra dalam pelukannya, menggenggam erat telapak tangan gadisnya—calon istrinya.

“Bertahanlah, kita akan kembali ke pesawat dan menyelamatkanmu,” Ujarnya sedih.

Sekarang Se Hun benar-benar merasa tidak berguna, ia tidak bisa melakukan apapun saat Hee Ra mempertaruhkan nyawanya.

“Ja-ngan..ku-mo..hon..” Suaranya tergagap, darah masih keluar dari lehernya, Se Hun yakin Hee Ra kesulitan bernapas. Gadis itu meraih tangan Lu Han yang duduk disamping Se Hun, ia menggenggam erat tangan kedua pria yang sangat berharga baginya. “Kalian..ba-wa mayatku…dan ka-takan pada agh!” Hee Ra menutup kedua matanya, tubuhnya semakin menegang, “ke-dua orang..tuaku..bahwa adikku adalah calon…ratu yang hebat.”

“Tidak!” Lu Han menggeleng, “Apa yang kau katakan? Kau pasti akan selamat!”

Hee Ra semakin meremas kedua tangan mereka kencang, berusaha menggeleng sebisa mungkin, “Ku..mohon..ka-lian harus bersatu..la-wan sisi gelap.”

Kalau saja bisa, Se Hun rela menggantikan posisi Hee Ra saat ini. Biarkan dia yang berbaring sekarat daripada kekasihnya. Tapi kenyataan berkehendak lain, ia tidak bisa melawan takdir, ia harus merelakan Hee Ra untuk pergi.

Tapi untuk kali ini saja, untuk terakhir kalinya, biarkan Se Hun memeluk Hee Ra erat sampai gadis itu menemui ajalnya.

“Ya, kami berjanji,” Se Hun menarik Hee Ra dalam pelukkannya, mencium lama kening gadis yang sedang berada diujung maut tersebut, berusaha tegar untuk menerima kenyataan akan kehilangan yang akan segera terjadi. “Aku mencintaimu Shin Hee Ra, aku sangat mencintaimu.”

Hee Ra bersyukur, ia bisa menghabiskan sisa waktunya dalam pelukkan orang yang sangat dicintainya selama ini, tanpa terasa, setetes air mata yang tadi sempat terhenti kini keluar lagi, ia berusaha membalas pelukkan Se Hun, mencoba memberikan ucapan selamat tinggal yang paling membahagiakan untuk pria itu.

“Aku..juga mencintaimu..Oh Se Hun..”

 

-FIN-

 

.

 

ᴥJedi : Para anggota sebuah organisasi biarawan yang kuno dan luhur, yang terkenal karena bakat mereka dalam menggunakan dan menghormati The Force. Mereka bertugas menjaga kedamaian.

ᴥForce : Energi yang berada di mana saja dan dapat dimanfaatkan yang memiliki kemampuan, yang disebut kepekaan. Force memungkinkan penggunanya untuk melakukan hal-hal bersifat supernatural (seperti telekinesis, kewaskitaan, prekognisi, dan ‘mind-control’) dan dapat meningkatkan karakter fisik, seperti kecepatan dan refleks; kemampuan-kemampuan ini berbeda setiap tokoh dan dapat ditingkatkan melalui latihan

ᴥLightsaber : Senjata fiksi dalam dunia Star Wars, terutama digunakan oleh Jedi dan Sith. Bentuknya seperti tabung kecil sepanjang kurang lebih 30 sentimeter dengan sebuah tombol. Bila tombol ini ditekan maka senjata ini akan mengeluarkan energi berbentuk cahaya sepanjang 1 meter.

ᴥStormtrooper : Prajurit elit kekaisaran Galactic. Mereka beraksi di bawah pimpinan kekuatan gelap Darth Sidious.

ᴥDroid : Sejenis robot

6 responses to “REVENGE by Heena Park

  1. Keren… tapi emg karna aku gk tau film star wars dan tokoh2nya jdi pas awal baca agak bingung *bener gk sih kyk star wars?
    Fighting for your another story…!!

  2. Wow kerenn…yaa walaupun awal nya agak bingungg, tapi akhirnya ngerti juga hehehe, ahhh kesiann sama hee ra nya dan gk ketebak juga klo dia bakalan di culikk dan dia yg matii…huhuhuhu😭😭. Di tunggu karya selanjut nya yaa! Fighting!

  3. ga ngerti jedi, force, droid tuh apa ternyata ada di akhir . Tapi baca ini malah inget star wars. Aku blom nonton huhu .lagi kpengen nnton lupa nyari filmnya eh pas baca ini malah makin kepengen nonton. Hoho seru yaaah

  4. In kerenn..awal nya emank bingung apa itu jedi, apa itu stormtrooper krn aku gak prnah nonton star wars.hehe. yg aku tau cuman lightsaber pedang nyalah sama yoda kake alien(?),.
    Ini bagus ceritanya,, kesian heera nya, kesian sehun jg gk jadi nikah. tp emank hrs sprti itu dri pd luhan ato sehun msuk ke sisi gelap.
    Pokonya daebak lah, keep writting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s