Y . O . L . O (You Only Love Once) #17 – by sasarahni

Y . O . L . O

r-yolo1

You Only Love Once!

“Hidup ini hanya sekali, Matipun sekali, dan Cinta juga hanya sekali”

Chapter 17

Kebahagian yang tak terduga~

.

.

Penulis : @sasarahni (Sarah Irani) 20th

Sarahirani26@wordpress.com

Cover by Blithemee in @ArtZone Thanks dear♥


Preview: * Teaser * Chapter1Chapter2 * Chapter3 * Chapter4 * Chapter5 * Chapter6Chapter7 * Chapter8 * Chapter9aChapter9b * Chapter10 * Chapter11 * Chapter12 * Chapter13 * Chapter14 * Chapter15 * Chapter16 * Now:Chapter17 *

MAIN CAST

Park Chanyeol & Kim Ja Young (YOU)

Byun Baekhyun & Kim Je Young (YOU)

OC: Kim Jongin, Lay, Xi Luhan (EXO)

Ny.Kim Lily, Ny.Park Yoora, Jung Serra dll…

Drama, Romance, Hurt, Marriage life, Friendship, AU, Family, Complication, and other…

RATING : PG-17 LENGHT : Chaptered

Soundefek :
Seolhyun – Memories of you (ost orange marmalade)
Preview Chapter 16

“Masuklah..”

Ja Young tidak berkata apapun lagi ia langsung masuk kedalam rumah dengan halaman dan pekarangan yang sangat luas. Tamannya begitu cantik dan memikat kedua bola mata Ja Young saat ini.. “Benarkah ini rumah Nyonya Park?? Besar sekali? Syukurlah aku bisa langsung menemui Chanyeol pasti Chanyeol yang menyuruh pria seram ini untuk aku masuk. Dasar malas, kenapa bukan dia langsung saja yang datang menemuiku. Menyebalkan.” Ja Young menggerutu didalam hatinya saat berjalan menuju pintu utama rumah.

Setelah masuk, berjalan cukup jauh untuk sampai tempat yang dituju dan Ja Young sudah berada disebuah ruangan yang Ja Young sendiri tidak tahu. Apa ruangan ini? Kenapa harus sampai menaiki tangga? Apakah Ja Young akan langsung dipertemukan  oleh Chanyeol?

“Buka saja pintu itu–” Pria itu mengarahkan tangannya, menunjuk kepintu yang memiliki dua pintu tersebut.. “Nyonya sudah menunggu anda..” Katanya kembali melanjutkan kalimatnya.

“Apa? Apa maksudmu Tuan? Aku ingin– ya! Hei yaa.” Ja Young tidak mengerti apa maksud kalimat terakhir pria itu?? Nyonya?? Bukankah Ja Young sudah mengatakan jika dirinya datang ingin menemui Chanyeol?? “Aiishh..” Pria itu menghilang dari pandangan Ja Young. Ja Young panik apa yang harus ia lakukan sekarang? Kenapa jadi seperti ini??

Akhirnya Ja Young memberanikan dirinya melangkah ke dua pintu besar berwarna putih tesebut. Ja Young mengetuk pintu lalu membuka salah satu pintu itu..

KREK..

Pintu terbuka dan Ja Young melihat sekitar ruangan tersebut. Ja Young melangkahkan kakinya sampai tiga langkah..

Ruangan ini adalah kamar Chanyeol..

Ja Young yakin ini adalah sebuah kamar ada satu ranjang yang sangat besar. Lemari lima pintu. Dan yang terlihat lagi dimata Ja Young adalah foto besar pemilik kamar. Park Chanyeol. Dan foto Chanyeol bersama Nyonya Park juga terlihat dikamar itu..

“Kau sudah datang..”

“Oh– Nyonya Park..?”

.

.

cropped-11898902_1069182166432771_91784061556000028_n11.jpg

Episode 17 Y.O.L.O♥

 

POV Author

Jam menunjukan pukul 05.30.

Malam akan segera menyapa, dan wanita dengan pakaian sederhana dan begitu cantik dari ujung rambut panjangnya yang tergerai dan rias wajahnya membuatnya semakin terpancar. Kim Ja Young, wanita sederhana yang selama ini merindukan seorang pria yang tega meninggalkan dirinya selama tiga bulan secara tiba-tiba setelah apa yang sudah pria itu dengan baiknya menyapa dan masuk kedalam perasaannya. Kim Ja Young sekarang berada dalam suatu ruangan bersama seorang wanita paruh baya. Ibu dari pria yang ia rindukan, Park Chanyeol..

Kim Ja Young merasakan sekujur tubuhnya terasa kaku, bagaimana bisa dengan cara seperti ini ia dipertemukan oleh seseorang yang begitu enggan untuk ia sapa dan sangat terhormat bagi dirinya..

“Nyonya Park..” Katanya sendu dengan kedua mata yang berbinar. Ja Young membungkukkan setengah tubuhnya. Menata rambut panjangnya karena ia sedikit terlihat gerogi dan gugupnya kembali hadir. Harus bagaimana jika sudah seperti ini? Bahkan berdoa untuk semua baik-baik saja hanya sebuah angan untuknya saat ini. Apa yang harus Ja Young katakan??

Nyonya Park memperhatikan setiap lekuk tubuh yang dimiliki Ja Young, melihat pergerakan wanita itu dari bawah kaki hingga ujung rambut. Memandang wanita yang sudah berada didepan kedua bola matanya. Nyonya Park tersenyum lembut dan berfikir..

“Apakah benar gadis ini yang sudah membuat putraku menjadi terlihat semakin dewasa dan juga gadis ini sudah merebut hati seorang Chanyeol, hatinya menjadi terasa hangat..?” Batin Nyonya Park begitu terlena mengingat bahwa kenyataannya putranya mencintai seorang wanita dengan derajat yang cukup berbeda darinya, seorang pelayan.

“Benarkah namamu Kim Ja Young..?” Tanya Nyonya Park sambil melangkah maju mendekati Ja Young. Masih dengan tatapan melihat seluruh tubuh dari wanita itu.

“Oh.. y-ya, benar. A-aku Kim Ja Young..” Gugupnya. Ja Young semakin tidak bisa mengatur perasaannya, ini dikarenakan ia merasa lancang sekali menemui Direktur nya sendiri. Rumah mewah ini tidak pantas baginya untuk beranjak menginjak setapak melangkah.

“Kau datang mencari anak saya, Park Chanyeol?” Nyonya Park memiliki sifat yang sama dengan Chanyeol yaitu bicara tanpa basa-basi. Pertanyaan lagi dan lagi tepat dihadapan Ja Young terdiam berdiri. Tubuhnya merespon takut. Harus bagaimana??

“Maaf Nyonya, kalau kedatangan saya mengganggu dan sangat lan–” Ja Young membungkukkan lagi tubuhnya. Dia sungguh terlihat ingin mati sekarang juga! Hanya karena merasa begitu sulit. Sulit mengatakan hal-hal yang entah ia sendiri tidak berani untuk mengatakannya dan menatapnya secara langsung.

“Saya tidak menanyakan hal itu. Yang saya tanya adalah apa benar kau datang ingin menemui anakku, Park Chanyeol..” Sanggah Nyonya Park dengan senyuman manisnya. Hingga Nyonya Park berjalan kembali kearah sebuah soffa dan duduk disana.

Ja Young masih diam ditempatnya berdiri. Merasa tidak enak berada satu ruangan bersamanya hanya karena hal seperti ini, Tuhan apa yang harus wanita ini katakan?? Ja Young mencoba menenangkan perasaannya sendiri.

“Ya.. aku datang kerumah Nyonya Park ingin bertemu dengan Tuan Muda Park..” Sebuah rasa keyakinan dan ketulusan dari hati Ja Young padanya. Ja Young mungkin memang sudah tidak bisa lagi menyembunyikan hal-hal seperti ini. Dan ini semua juga sudah terlanjur terjadi. Bahwa kenyataannya sekarang Ja Young lah yang mencari keberadaan Chanyeol.. Ja Young percaya akan cinta sejati. Cinta sejati? Kata-kata klasik itu muncul tiba-tiba saja.

Mendengar keberanian Ja Young berbicara seperti tadi membuat Nyonya Park cukup tahu tentang wanita ini. Nyonya Park tersenyum kembali lalu berkata.. “Kemarilah, duduk disini.” Kata Nyonya Park dengan seulas senyuman seorang Ibu memandang anaknya.

Kim Ja Young melihat senyuman itu, senyuman Nyonya Park membuatnya tenang. Apa Nyonya Park menerima kehadirannya saat ini? Dimana Chanyeol berada sekarang?

Setapak demi setapak kaki melangkah, mendekati wanita paruh baya yang masih tersenyum lembut padanya. Ja Young berjalan menuju soffa yang dimana Nyonya Park ada disana. Ja Young tepat disampingnya terduduk, ia memandang Nyonya Park tanpa keraguan. Walau hatinya terus bergetar entah mimpi apa semalam hingga Ja Young bisa duduk disamping Direkturnya sendiri. Apa doa yang semalam ia panjatkan, hingga Tuhan mendengar keinginannya yang akan membuat semua akhir ceritanya menjadi bahagia?? Dilihat dari kedekatannya seperti ini bersama Nyonya Park Yoora yang entah mirip sekali dengan Chanyeol. Ah, salah Chanyeol lah yang mirip dengan Ibunya..

“A-aku, aku sungguh minta maaf sudah nekat datang menemui Tuan Muda Chanyeol..” Ucap Ja Young bergetar tapi meyakini perasaan Nyonya Park sekarang. Saling memandang satu sama lain. Kenapa Ja Young harus memanggil nama Chanyeol dengan sebuatan Tuan Muda, pastinya karena ia begitu menghormati orang yang berada disampingnya sekarang.

“Saya tidak ingin mendengar maafmu. Tapi, Eommanim ingin mendengar ceritamu tentang Chanyeol” Apa?? Ja Young tidak salah dengarkan?? Eommanim?? Pandangan Ja Young melemah.. “Ceritakanlah tentang Chanyeol, kenapa Chanyeol bisa bertemu denganmu? Kenapa Chanyeol bisa sampai menyukaimu? Putraku sudah menceritakan semua tentangmu.. Kim Ja Young..” Suara Nyonya Park begitu lembut. Terdengar baik. Nyonya Park terus mengukir senyumannya.

Ja Young menelan saliva nya dalam-dalam. Manik mata Ja Young berlinang. Mendengar penuturan dari Nyonya Park. Hatinya berdesir tak menentu. Kata-kata menyukai? Menceritakan? Mempertemukan? Apa yang harus Ja Young katakan jika seperti ini sama saja Ja Young terlihat bahwa Ja Young juga merasakan hal yang sama pada Chanyeol. Menyukai pria itu.. tanpa batas.

“Apa saja yang dia katakan pada Ibunya hingga menjadi seperti ini?” Batin Ja Young begejolak didalam sana. Sangat ingin tahu hati Chanyeol yang sebenarnya.

“Ja Young-ssi?”

“Ah ya..? Maaf..” Ja Young melamun seperkian detik.

“Aku tidak tahu harus menceritakan tentang Tuan Muda Chanyeol dari mana,” Kikuk Ja Young. Tidak biasanya Ja Young berada dalam posisi seperti ini. Masih terlihat gugup.

“Intinya saja, saya ingin mendengar ceritamu tentang Chanyeol.” Yakin Nyonya Park dengan kedua mata yang masih memandang Ja Young disampingnya.

Sedangkan wanita itu..

Kim Ja Young sedang menggenggam erat kedua tangannya, merundukan kepalanya sebentar, menarik nafas dengan tenang lalu ia mulai bercerita..

“Oh.. baiklah. Aku bertemu dengan Chanyeol saat masuk kuliah. Sebelumnya aku sama sekali tidak mengenalnya karena aku mendengar Chanyeol adalah mahasiswa yang sempat menunda kuliahnya. Dan Chanyeol datang saat kuliahku memasuki semester ketujuh. Sungguh aku tidak pernah ingin mengganggunya Nyonya Park. Aku sendiri–” Ja Young tidak bisa menceritakan bahwa kenyataan yang sebenarnya Chanyeol pernah mengalami kecelakaan hanya karena menolong adiknya. Itu adalah salah satu jalan cerita kedekatan Ja Young bersama Chanyeol. Dan Ja Young mengetahui bahwa memang Chanyeol lah yang tidak ingin Ibunya mengetahui tentang hal tersebut. Ja Young terdiam seketika mengingat itu.

“Teruskanlah..” Kata Nyonya Park dengan seulas senyumannya.

“Hingga aku sendiri tanpa menyadari selama hampir 6 bulan terhitung sampai saat ini, mengenal Chanyeol karena Chanyeol teman sekelasku dan juga Direktur–. Ahya, Nyonya Park apa anda sudah tahu siapa saya maaf jika Ja Young lancang menanyakan ini?” Sudah tidak ada yang ingin ditutupi dari dirinya saat ini. Ja Young sudah terlalu lelah menahan perasaannya yang bergemuruh apa Nyonya Park menerima kedekatannya dengan Chanyeol jika dilihat derajatnya dengan Chanyeol sangat berbeda. Dan Ja Young sadar akan hal itu. Hatinya akan selalu ada untuk Chanyeol tapi, apa hatinya bisa diterima oleh seseorang yang sangat berpengaruh dalam setiap hembusan nafas Chanyeol dalam hidupnya, yaitu Nyonya Park?? Ja Young terlihat gugup hingga tanpa sadar berkata hal semacam ini pada Nyonya Park yang lain dan tidak bukan adalah pemilik rumah makan tempat Ja Young bekerja.

“Kalau begitu kau bisa cerita lagi dilain waktu untuk hal satu itu. Sekarang Eommanim ingin bertanya pada intinya. Apakah kau menyukai Chanyeol?” Begitu lembut dan terdengar sangat baik. Nyonya Park tidak ingin mengingat bahwa kenyataannya wanita yang disukai Chanyeol hanya sebatas seorang pelayan dan direktur. Nyonya Park hanya tidak mau menyakiti hati wanita yang sudah membuat putranya semakin terlihat hangat, karena mencintai wanita ini membuat putranya bahagia diluar dari dirinya. Ja Young semakin menggenggam erat kedua tangannya. Rasanya air mata Ja Young akan menetes tiba-tiba mendengar setiap penuturan demi penuturan Nyonya Park padanya saat ini.

DEGDEGDEG.. detak jantung Ja Young berdebar sangat kencang.

Jantung Ja Young berdetak lebih cepat dari biasanya. Apa yang harus Ja Young katakan?? Kedua matanya berkedip-kedip. Tapi bukankah Ja Young ingin Chanyeol kembali padanya maka dari itu Ja Young bela-bela datang ke Busan. Ja Young terdiam sesaat, memikir apa yang ia ingin katakan. Menyukai Chanyeol? Apa benar rasa itu ada? Benar, karena Ja Young mudah merindukan sosok Chanyeol disisinya. Ja Young merundukan kepalanya dan mengambil nafas lalu mengatakan..

“Maafkan saya Nyonya Park hiks..” Dalam sekejap saja air mata yang tertahan itu menetes mengenai pipinya saat ini. Ja Young meneteskan air matanya dan tubuhnya pun bergetar hebat!! Tapi, Ja Young harus mengatakan kejujurannya. Meskipun sulit dan terasa sakit. Ja Young menahan sesak didalam lubuk hatinya. Berpikir, jika ia tidak bisa mengatakan hal ini bagaimana bisa ia membuat Chanyeol kembali padanya..

“Aku tahu, aku sudah menyakiti perasaan Chanyeol membuat Chanyeol pergi meninggalkan Seoul. Hanya karena ingin menghindariku. Ini pasti karenaku, aku yakin hal itu. Dan aku datang ingin membawa Chanyeol kembali. Kembali bersamaku. Hiks.. aku tahu aku bukan seseorang yang pantas untuk anak Nyonya Park. Tapi, aku memiliki alasan untuk– hiks.. untuk me– untuk mencintainya. Aku sungguh minta maaf.. ma.. maafkan. Maafkan aku.. aa.. hiks..” Tangisan Ja Young semakin menjadi. Matanya terasa sulit untuk memandang Nyonya Park kembali. Hatinya begitu tulus mengatakan hal tersebut. Sampai pada akhirnya Ja Young meminta maaf karena sudah mencintai Chanyeol. Apa salah jika ia mencintai seseorang seperti Chanyeol yang sangat jauh berbeda dari dirinya? Kalau bukan Chanyeol yang lebih dulu mencintanya dan terus membuatnya bahagia hingga bertindak sejauh ini. Ja Young tidak bisa menahan semua rasa kepedihannya saat ini. Ia terus mengatakan maaf.. maaf.. dan maaf karena telah mencintai seorang Direktur anak dari Nyonya Park pemilik resto dan sedangkan dirinya hanyalah seorang pelayan ditempat itu!!

Ja Young masih merundukan kepalanya hingga rambut panjangnya menutupi wajah cantiknya. Tangisannya begitu sesak, Ja Young mencoba menahannya tapi tidak bisa. Kenapa menjadi seperti ini?! Ja Young hanya ingin bertemu dengan Chanyeol. Tapi kenapa justru Ja Young dipertemukan dengan Ibu Chanyeol. Apa Tuhan mengatur semua takdir ini.. doa yang semalam wanita ini lantunkan.

Nyonya Park mengukir senyumannya, hatinya terasa senang mendengar semua jawaban setiap penuturan gadis yang sedang menangis didepan matanya kini, hanya karena sudah mencintai anaknya. Nyonya Park sudah mengetahui semua jawabannya…

♣ Y . O . L . O ♣

POV Kim Ja Young

Aku sekarang sudah berada didalam mobil ingin menuju tempat Chanyeol berada. Jam menunjukan pukul 19.00 malam.

“Chanyeol sedang tidak berada dirumah. Baru saja dia pergi kesuatu tempat yaitu pantai. Chanyeol suka sekali dengan pantai sejak kecil. Chanyeol ingin merendamkan semua keresahannya selama berada disini dia hanya mengurung diri dirumah ini sejak datang ke Busan. Awalnya Eommanim melihat mungkin Chanyeol bosan berada di Seoul hingga berjalan satu bulan, dua bulan sampai saat ini Eommanim melihat ada yang berbeda dari Chanyeol. Chanyeol seperti memikirkan sesuatu dan melarikan diri dari sesuatu hal. Dan pada akhirnya Chanyeol menceritakan keresahannya, semua ini karena seorang wanita yang sudah membuatnya sungguh berbeda. Semua tentangmu sudah Chanyeol ceritakan, dan Eommanim hanya ingin kalian memutuskannya bersama. Jika seandainya kau adalah gadis harapan Chanyeol satu-satunya, biarkan Chanyeol bahagia Ja Young-ssi. Pergilah. Temuilah Chanyeol.. supir akan mengantarkanmu bertemu dengannya..”

Kata-kata Nyonya Park untuk terakhir kalinya teringat olehku. Dan sekarang aku akan menemui Chanyeol. Aku sungguh bersyukur dan sudah merasa lega karena semuanya sudah tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua keputusan ada ditanganku dan Chanyeol saat ini. Sekarang aku hanya ingin bertemu dengan Chanyeol. Bertemu dengan Nyonya Park untuk pertama kalinya dan berbicara sepanjang itu membuatku cukup mengerti bahwa hati seorang Ibu tetaplah seorang Ibu yang akan mendukung dan mencintai bahkan mengasihi anaknya demi kebahagian anaknya sendiri. Memang tidak semua Ibu seperti itu, tapi yakinlah bahwa hati seorang Ibu hanya ingin membuat anaknya bahagia..

“Terimakasih Tuhan, Chanyeol-ah aku sungguh merindukanmu..”

Satu jam perjalanan hingga mobil berhenti disuatu tempat. Aku turun dari mobil dan mengucapkan terimakasih pada supir yang sudah membawaku ketempat Chanyeol berada.

Udara disini sangatlah dingin dan aku hanya memakai dress ini. Tanpa pelindung apapun dan dingin menyeruak disekitar tubuhku. Sungguh menyiksa. Belum lagi aku tidak tahu tepatnya dimana keberadaan Chanyeol sekarang.

Pantai ini cukup sepi..

Apa karena sudah malam? Tapi ini baru jam 7 malam. Aku masih terus berjalan sambil mengelus-elus tubuhku sendiri. Musim dingin, ini benar-benar udara dingin hingga setiap aku bernafas mengeluarkan hembusan embun. Kata Nyonya Park, Chanyeol suka sekali pantai, padahal tidak ada yang bisa dilihat selain air ombak dan pasir. Lantas saja ada sebuah lukisan begambar pantai dan desiran ombak didalam kamar Chanyeol.

“Kau dimana Chanyeol..?” Lirihku..

Aku berhenti melangkah, hingga melihat seseorang yang aku kenali dan yang aku cari selama ini. Dia terdiam sendiri disana..

Park Chanyeol. Dia terlihat sedang berdiri dibawah pasir-pasir pantai. Memandang desaran ombak yang cukup kuat. Aku tersenyum melihatnya meskipun aku baru hanya memandanginya dari belakang hingga aku berjalan sedikit demi sedikit untuk menghampirinya. Aku yakin pemilik punggung pria itu adalah Chanyeol..

Aku sudah tidak perduli dengan penampilanku. Rambutku yang terkena angin kencang membuatnya tidak tertata rapi seperti tadi. Aku sungguh ingin melihat wajahnya. Aku merindukannya. Sungguh sangat merindukannya. Aku meneteskan air mataku. Entah karena apa? Hanya saja air mataku mudah menetes. Aku tidak perduli nantinya Chanyeol marah atau tidak perduli denganku lagi. Aku hanya ingin menyatakan semua perasaanku padanya. Waktuku tidak banyak. Saat ini aku harus jujur semua perasaanku padanya..

Aku sudah tepat berdiri dibelakangnya~

Aku merundukan kepalaku ingin sekali rasanya aku memeluk tubuhnya~

Apa tubuh Chanyeol masih sama seperti dulu? Hangat dan menenangkan, Chanyeol aku sungguh merindukanmu..

Hingga aku memilih untuk mengambil disisi kananya dan berdiri disampingnya lalu berkata dengan santai..

“Apa yang sedang kau lakukan? Udara disini sangat dingin Chanyeol-ah..” Ucapku selembut mungkin sambil mengukir senyumanku untuknya. Ini hal pertama yang aku lakukan dan bersapa kembali dengan pria yang sudah tiga bulan tidak bersamaku.

Pria itu, Chanyeol terlihat begitu shock akan kedatanganku yang secara tiba-tiba. Tepat disampingnya berdiri.

“Bagaimana kabarmu? Haruskah kau pergi tanpa meninggalkan surat atau apapun padaku..? Ugh?!” Aku terus berbicara tapi Chanyeol hanya memandangiku tanpa aku mengerti apa yang ada dipikirannya saat ini..??

Aku mengerti kenapa dia hanya diam.

Aku mengerti kenapa dia hanya memandangiku saat ini.

Aku sangat mengertimu..

Aku melangkah kembali masih dengan mengukir senyumanku hingga tepat berada didepan kedua matanya. Berdiri membelakangi desaran ombak. Wajah ini.. Tuhan apa aku salah jika menyukainya dan menjadikannya sebagai milikku seorang. Aku meneteskan air mataku kembali hingga Chanyeol masih terdiam menatapku. Aku menggigit bibir bawahku merasakan udara yang benar-benar dingin saat ini dan bisa-bisanya aku menangis dihadapannya..

“Chan– Chanyeol-ah bogoshippo.. jeongmal.. bogoshippo..

Mianhae.. jeongmal mianhae Chanyeol-ah..”

“Mian..hae..”

“Hiks..”

Aku merundukan kepalaku, menutup kedua mataku. Aku tidak ingin Chanyeol melihatku menangis karena aku tahu satu hal Chanyeol sangat membenci disaat melihat seseorang menangis didepan matanya. Tapi aku sungguh tidak bisa menahan tangisanku.. bahkan aku sampai tidak bisa mengontrol semua perasaanku.. aku masih merundukan kepalaku menahan sesak yang aku rasakan. Aku berharap keresahanku cukup sampai disini.

“Ja Young-ah..” Lemah Chanyeol dengan suara seraknya. Chanyeol hanya memanggil namaku. Hal pertama yang Chanyeol katakan. Hanya namaku yang tersebut dibibir tebalnya.

Lalu kedua tangan Chanyeol perlahan meraih hingga memeluk tubuhku. Hangat.. itu yang selalu aku rasakan jika Chanyeol memeluk tubuhku. Aku berharap pelukkan ini tidak cepat berakhir. Aku menangis didalam pelukkannya. Terakhir kali aku merasakan pelukan Chanyeol saat tiga bulan lalu dikamar pribadi ku dan akulah yang lebih dulu memeluk tubuhnya..

“Aku minta maaf Chanyeol-ah.. sungguh aku tidak bermaksud untuk kau pergi dalam hidupku. Apa kata-kataku menyakitkanmu hingga kau pergi begitu saja. Eum, Chanyeol-ah.. hiks..” Kenapa harus seperti ini. Kenapa aku tidak bisa menahan air mataku. Aku benci menangis tapi apa? Sekarang aku justru menangis sedih dihadapan Chanyeol. Pria yang tiba-tiba datang dan pergi begitu saja. Tanpa aku sadari akulah yang justru lebih mencintainya..

.

.

Hening~

Hanya ombak yang terdengar~

.

.

“Kim Ja Young.. menikahlah denganku..”

DEGDEGDEG~

Manik mataku terhenti menangis. Bibirku tidak lagi bergetar. Sesak lubuk hatiku yang merindukannya sudah tidak terasa. Masih dalam posisi didalam pelukkan tanpa membalas sedikitpun karena sibuk menahan sesak tangisanku.

Aku tidak salah dengar?? Menikah?? Tangisanku tiba-tiba tidak terdengar lagi. Aku terdiam dengan perkataan Chanyeol barusan. Aku mencoba melepas pelukkan Chanyeol lalu menatapnya penuh arti. Mataku berlinang terasa berkedip-kedip. Kalimat kedua yang terlontar sedemikian rupa terdengar kembali dengan kata-kata manis tanpa keraguan sedikutpun darinya..

“Menikahlah denganku. Agar aku yakin jika cintamu hanya untukku seorang. Tidak ada satupun orang yang bisa mengganggu. Jadilah istriku, Kim Ja Young..” Chanyeol benar-benar serius dengan ucappannya saat ini. Chanyeol selalu seperti ini bicara langsung pada intinya. Chanyeol tidak suka berbasa-basi dengan hal-hal yang sudah menyangkut perasaannya.

Sudah cukup untuknya!

Kita saling memandang satu sama lain. Penuh kerinduan mendalam untukku berada dihadapannya sekarang. Bibirku tetutup rapat, menelan saliva begitu kasar, masih dalam mode menatap penuh arti..

Chanyeol menatapku dengan segala rasa kesedihan mendalam. Tidak biasanya tatapan Chanyeol seperti ini. Terlihat sendu dan sangat lemah. Kedua bola mata hitam milik Chanyeol terpancar lemah sesekali berkedip. Apa hatinya sungguh tersiksa? Tatapannya terlihat rapuh. Aku hanya diam, masih berdiri dihadapannya saat ini. Tanganku terasa lemah. Bahkan tubuhku juga. Hari ini cukup membuatku terkejut dengan semua pembicaraan Nyonya Park dan juga Park Chanyeol sekarang~

Belum sempat aku menjawab penuturannya, tanpa sadar Chanyeol sudah meraih bibirku. Menciumnya dengan penuh hasrat. Tubuh Chanyeol begitu hangat. Chanyeol mencium bibirku untuk kedua kalinya. Chanyeol menutup kedua matanya, kedua tangannya berada tepat dipinggangku. Lumatan-lumatan Chanyeol semakin membuatku sulit untuk bernafas. Apa yang harus aku lakukan? Chanyeol menggigit bibir bawahku dan membuat aku merintih sedikit sakit. Chanyeol memanfaatkan celah untuk lebih mengakses apa yang ada didalam sana. Sepertinya Chanyeol benar-benar terbawa suasana. Karena aku membalas ciuman darinya~

Menit berikutnya kedua tangan Chanyeol sudah berada diwajahku. Hidung kami bertemu, aku tersenyum kecil padanya. Karena Chanyeol memberikanku nafas disaat aku benar-benar ingin melepasnya..

“Menikahlah denganku Kim Ja Young..” Untuk ketiga kalinya dia mengulang kata-kata ini.

Aku menatapnya lalu aku mengangkat kedua tanganku meraih kedua pipi Chanyeol membelainya disana lalu aku mencium keningnya sambil berjinjit untuk meraih kening Chanyeol dan berkata..

“Aku menerimanya..” Kataku sedikit berbisik ditelinganya. Aku tersenyum manis tidak biasanya aku merasakan hal-hal yang romantis seperti ini hanya karena bersama Chanyeol seorang.

“Apa? Coba diulangi? Aku tidak dengar.” Kata Chanyeol dengan suara yang cukup menggejolak hatiku. Aku selalu suka disaat Chanyeol bicara. Suaranya begitu serak dan menggoda.

Tapi Benarkah dia tidak mendengar kalimatku? Padahal aku mengatakan tepat ditelinganya. Bohong jika Chanyeol tidak mendengarnya. Pria ini menyebalkan.

“Ya.. aku menerimanya. Menikah denganmu Tuan Park. Aku menerimamu sebagai suamiku. Puas.” Yakinku mencoba berkata penuh kelembutan tapi sepertinya percuma saja. Aku kembali menatapnya. Chanyeol mengukir senyumannya dengan sempurna. Aku merindukan senyuman itu..

“Terimakasih..” Katanya manis.

“Apa tidak masalah jika semua orang tahu kau menikah denganku? Hanya.Wanita.Seorang. pelayan resto..” Kalimat akhirku dengan penuh penekanan dan kesedihan.

“Tidak masalah bagiku. Yang menjalani pernikahan dan hubungan kita. Bukan mereka.” Tegas Chanyeol dengan smirk andalannya.

“Kenapa tiba-tiba kau ingin menikahiku?”

“Karena cinta”

“Cinta? Benarkah??”

“Kau tidak percaya aku mencintai gadis sepertimu?” Tanya Chanyeol seduktif.

Chanyeol dan aku saling memandang dengan tatapan tidak suka. Pria ini, yang benar saja jawabannya hanya karena cinta? Tidak bisakah dia romantis sedikit saja. Sungguh Chanyeol pria yang sangat tidak pandai menjalin keromantisan. Pria dingin. Tapi aku tetap menyukainya. Bahkan sekarang aku mencintainya dengan segenap hatiku.

“Gadis sepertiku? Maksudmu?” Tanyaku kembali dengan kedua mata memandanginya kesal.

“Gadis bodoh, cerewet, dan aneh itu kau, Kim Ja Young.” Satu alis Chanyeol terangkat.

“Ooohh..” Aku ber-oh ria, memasangkan wajah kecut padanya, mengangguk mengerti jadi selama ini aku bodoh, cerewet, dan aneh. Ish, menyebalkan.

“Kalau cintamu itu? Seperti apa?” Tanyaku kembali dengan wajah menggoda. Terdengar sekali ucapanku sangat polos. Aku sengaja mencoba membuat Chanyeol terpesona padaku. Aku mengedip-kedipkan kedua mataku. Memasang wajah aegyo alias wajah selucu mungkin.

Tiba-tiba saja kedua tangan Chanyeol menarik wajahku kemudian..

“Muach..” Chanyeol mencium pipiku.

“Chanyeol-ah aku tanya kenapa kau tiba-tiba–“

“MUACH!” Ciumannya beralih kebibirku.

“Hey! Jawab pertanyaaku Chan–” Kesalku.

Chanyeol kembali menyerang bibirku. Kedua matanya berbentuk bulan sabit. Chanyeol menyebalkan. Selalu saja mencari kesempatan. Aku tidak membalas pergerakan bibirnya. Meskipun awalnya memang dia sangat menggoda. Aku memanyunkan bibirku dan malas menatapnya kembali. Karena aku tidak membalas ciuman darinya akhirnya Chanyeol mendesah..

“Tidak seru!” Katanya.

“Sudahlah, disini dingin Chanyeol dan juga sepi” Aku ingin Chanyeol menghentikan ini semua. Merasa jengah. Dia terus saja menatap intens bibirku yang bergetar karena dingin. Aku tetap diam untuk saat ini karena aku pun juga tidak bisa bohong bahwa aku merindukannya. Sangat merindukannya, jadi aku tidak akan marah untuk saat ini.

“Dinginkah?” Tanya Chanyeol dengan senyuman manisnya.

“Eum..” Aku mengganguk cepat dan seketika Chanyeol menarik tubuhku kedalam pelukkannya membuka jas panjang milikinya berwarna coklat yang cukup hangat.

“Aissh. Lebih baik kita–” Belum sempat aku melanjutkan kalimatku dia sudah menyangkal pembicaraan.

“Kenapa kau tahu aku ada disini?” Sanggah Chanyeol santai.

“Hey! Jangan bilang kau??” Katanya kembali, pertanyaannya belum sempat aku jawab.

Tiba-tiba lagi Chanyeol melepas pelukkannya sebentar dan menatapku dengan raut wajah penuh tanda tanya??

Aku tersenyum cantik. Apa yang Chanyeol pikirkan sekarang aku tahu!

“Kau bertemu dengan Eomma?” Tanyanya cepat dan masih dengan raut wajah tidak menyangka.

Aku hanya menganggukkan kepalaku. Sebagai isyarat bahwa itu benar.

“Terjadi sesuatu-kah?” Tanyanya kembali sekarang wajahnya terlihat panik.

Aku hanya menggelengkan kepalaku. Kenapa wajah Chanyeol terlihat sangat lucu. Lalu Chanyeol kembali memelukku..

“Kau nekat sekali Nona Kim..” Katanya lembut.

“Chanyeol pulanglah..” Ucapku lirih diđalam pelukkan hangatnya. Aku membalas pelukkan Chanyeol kali ini, hingga aku memasukkan kedua tanganku kedalam jas milik Chanyeol.

“Ya nanti kita pulang kerumah Eomma tapi tunggu–“

“Bukan. Maksudku rumahmu. Appartementmu. Kembalilah ke Seoul Chanyeol-ah..”

“…”

Aku tahu Chanyeol terdiam atas penuturanku kali ini..

“Kuliah kembali, bekerja kembali, dan bahagialah bersama-sama denganku..” Kataku lemah. Aku ingin Chanyeol kembali bersamaku. Tanpa jarak apapun.

“Ya.. aku akan segera kembali Ja Young-ah.”

Inilah kata-kata yang ingin aku dengar dari mulutnya langsung. Terimakasih Chanyeol. Aku semakin memeluknya erat dan tersenyum lebar didalam pelukkannya. Betapa bahagianya aku mendengar kata-kata itu. Sepertinya semua doa ku sudah terkabul. Sangat sederhana dan sangat membuatku bahagia.

“Janji. Kau tidak akan bohong??”

“Eum..”

“Janji? Jika kau kembali dan aku akan menerima ucappanmu yang akan menikahiku nanti.”

“Ya. Kau cerewet sekali.”

15 menit berpelukkan~

Hingga aku dan Chanyeol memutuskan untuk berdiam duduk dipasir pada malam ini. Pantai ini sungguh indah walau dimalam hari. Apa karena hatiku juga sedang bahagia jadi apapun yang aku lihat sekarang terasa indah. Aku mendapatkan Chanyeol kembali. Dia semakin tampan dan warna rambutnya cukup berbeda. Sekarang rambut tebal itu berwarna puti abu-abu. Entahlah, aneh-aneh saja Chanyeol mewarnai rambutnya seperti itu tapi aku tetap menyukainya. Aku terus memandanginya dengan penuh senyuman.

Sudah hampir tiga bulan tidak melihat wajah tampannya.

Sudah hampir tiga bulan tidak melihatnya secara langsung.

Aku sungguh merinduķan moment-moment gilaķu dengannya..

Apa? Moment gila bersamanya? Terdengar aneh bukan?

Biasanya seseorang merindukan moment romance bersama pasangannya~

“Kau memakai dress hanya untuk menemuiku disini?” Tanya Chanyeol yang tiba-tiba membuyarkan lamunanku.

“Pakailah.. kau selalu menebar apa yang aku sukai” Katanya lembut. Chanyeol melepas jas coklatnya dan ia pasangkan dibagian pahaku yang memang terekspos. Masih sama kata-kata dulu dengan sekarang, hanya saja cara bicara Chanyeol terdengar lebih lembut. Chanyeol selalu menjagaku. Aku hanya tersenyum tidak menanggapinya. Aku menaru kepalaku dipundaknya kita duduk berdampingan melihat desaran ombak. Romantis bukan?

“Aku sejak tadi tidak mendengar bahwa kau merindukanku Tuan Park?” Sungutku. Memang benar sepertinya pria ini tidak merindukanku.

“Haruskah aku mengatakan hal itu?” Kata Chanyeol dingin sambil menerjapkan kedua matanya.

“Yasudah lupakan” Jutekku.

Pemikiran Chanyeol selalu saja tidak bisa terbaca. Kadang romantis kadang menjengkelkan. Nada suaranya juga selalu berbeda-beda.

“Aku masih tidak percaya kau berada disampingku sekarang Ja Young-ah, apa ini hanya mimpi??” Tanya Chanyeol dengan wajah polos. Benar bukan? Chanyeol itu selalu tidak bisa dibaca pemikirannya terkadang membuatku terkekeh. Dasar pria aneh. Aku yang mendengarnya tertawa kecil. Bagaimana bisa mimpi ini terlihat nyata. Aku langsung mencubit pinggangnya!

“AK! HYA?!”

“Sakitkah?”

“Sakit bodoh..”

“Apa masih terasa seperti mimpi?” Tatapku jengah.

“Muach!” Chanyeol mencium lagi bibirku.

“KAU!”

“Wae? Ah~ ini nyata!” Katanya dengan smirk andalannya.

“Dasar mesum” Mataku memincing.

Chanyeol mendekatkan lagi tubuhnya sedekat mungkin hingga ingin meraih wajahku kembali. Aku sengaja menjauhinya. Aku tersenyum meledek. Aku tahu apa yang ingin dia lakukan.

Tatapan Chanyeol menjadi menyeramkan hingga aku hanya diam dan mengedip-kedipkan mataku. Detak jantungku berdetak cepat.

DEG!
DEG!
DEG!

“Chanyeol!” Aku merundukan kepalaku dan menutup wajahku. Aissh! Sial kenapa perasaanku jadi aneh seperti ini. Memalukkan. Aku tidak bisa terus dekat dengannya itu membuat perasaanku seketika berdetak hebat.

“Aku hanya ingin merapikan rambutmu haha” Ledek Chanyeol sambil meraih rambutku dan merapikannya. Ish! Menyebalkan. Chanyeol menyebalkan. Aku malas membalasnya hingga aku hanya diam dengan perasaan aneh ini.

“Disini semakin dingin. Bibirmu terus bergetar membuatku risih melihatnya. Ja Young biar aku antar kau pulang sekarang.” Chanyeol terus berbicara sambil membelai rambutku dengan kasih sayang.

“Nde?”

“Kau tidur dimana saat ini?” Tanya Chanyeol dengan tatapan penuh pesona. Kenapa Chanyeol selalu terlihat tampan.

“Hotel, mungkin besok aku sudah harus bekerja kembali karena aku hanya mengambil waktu tiga hari untuk cuti kerjaku. Dan aku hanya ingin membuatmu kembali Chanyeol-ah..” Resahku. Aku menatapnya sendu. Selalu seperti ini jika dekat dengan Chanyeol perasaanku sulit untuk dikendalikan. Rasanya mengingat tiga bulan lalu tanpa kehadiran Chanyeol sangat membuatku bersedih. Benar, aku memang mencintai pria ini. Chanyeol tersenyum lalu berkata..

“Baiklah kalau begitu kau tidur di rumah ku saja”

“Nde???”

“Kajja!”

Ani! Ani. Ya! Aku pulang saja ke hotel, ini belum terlalu malam Chanyeol. Aku hafal letak app–“

“Kau selalu saja membantah” Sanggah Chanyeol dengan tatapan kesal.

“A-aku hanya ti-tidak mau jika harus–” Kataku terbata-bata. Tidur dirumah Nyonya Park? Apa mungkin??

“Sudahlah! Cepat disini dingin. Kau tidak ingin mati kedinginan bukan. Masuklah kedalam mobilku sekarang” Chanyeol berdiri lalu berjalan kearah parkir mobilnya. Tepatnya sekarang dia meninggalkanku terduduk sendiri disini.

“Aiish. Aku tahu. Tapi aku tetap tidak mau jika harus–“

“Cepat! Nona Kim, masuklah.” Sanggah Chanyeol lagi. Suaranya terdengar keras dan benar-benar tidak ingin terbantahkan. Pria ini tidak bisakah sehari saja terlihat manis.

Akhirnya, aku berdiri lalu merapikan tatanan dress ku dan jaket jas cokelat milik Chanyeol yang sekarang melekat dipundakku. Aku pun berjalan menuju Chanyeol yang sudah menungguku disana. Berdiri didepan pintu mobil. Sepertinya kakiku sulit untuk dijalankan karena sedikit lecet dibagian tumit dan mata kaki. Aku melihat sedikit darah dibagian sekitar mata kakiku. Rasanya begitu perih.

“Kenapa bisa seperti ini?” Kataku santai sambil tetap mencoba berjalan kearah Chanyeol disana. Chanyeol yang sudah sedari tadi berada didepan pintu kemudi nya berdiri memandangiku yang masih berjalan kecil untuk menghampirinya. Menatapku aneh?

Chanyeol berlari kecil untuk menghampiriku kembali dalam hitungan detik Chanyeol sudah ada dihadapanku berdiri. Sedangkan aku sedang menahan sakit kakiku yang lecet dan perih.

“Nona Kim? Ada apa? Coba kulihat” Kata Chanyeol sambil berjongkok dihadapanku berdiri sekarang masih disekitar pesisir pantai.

“Tidak apa, berdirilah Chan–“

“Apanya yang tidak apa-apa” Chanyeol melihat seluruh bagian pergelangan kakiku. Lalu menatapku kembali dengan posisi jongkok. Tatapannya super menyudutkan dan mematikan.

“Hanya sedikit perih saja” Kataku dengan seulas senyuman.. “Ayo pulang!” Aku meraih satu tangan Chanyeol untuk berdiri kembali dan tiba-tiba Chanyeol menarik tanganku dengan cepat dan sedikit sakit. Chanyeol mengikis jarak hingga aku bisa merasakan deru nafasnya meskipun Chanyeol lebih tinggi dariku. Detik berikutnya Chanyeol membuat tubuhku terangkat, dan membawaku ala bridal. Aku hanya diam saat tubuhku terangkat.

“Seperti anak kecil saja, aku hanya terluka sedikit saja Tuan Park. Kenapa sampai menggendongku seperti ini. Huh?”

“Diamlah, kau berat sekali”

“Aku tahu” Kataku sambil tersenyum lalu mengalungkan kedua tanganku dileher Chanyeol. Aku begitu merindukannya jadi biarkan aku sedikit bermanja padanya hari ini tepatnya untuk malam ini. Tiga bulan tidak berjumpa dengan pria ini membuatku merasakan begitu besar akan rasa sayangku untuknya.

Sampai dimobil aku duduk dibangku depan lalu Chanyeol duduk dikursi pengemudi.

“Terimakasih Chanyeol-ah”

Chanyeol hanya membalas dengan seulas senyuman mempesonanya bahkan Chanyeol mendekatkan wajahnya tepat didepan wajahku sekarang, aku hanya menerjapkan kedua mataku menatapnya. Chanyeol tersenyum memikat lalu menarik seatbel kursiku memasangkannya sambil mengatakan..

“Biarkan malam ini saja kau bersamaku,” Katanya lalu mengecup dahiku dengan lambat kemudian menatap mataku kembali. Aku hanya terdiam seribu bahasa, masih dalam mode membalas tatapan kedua bola mata hitam milik Chanyeol.

“Bagiamana? Kau masih tetap tidak mau kerumahku malam ini?” Katanya lagi dengan nada lirih. Aku tersenyum padanya lalu menganggukkan kepalaku lambat-lambat, entahlah kali ini aku tidak bisa menolaknya. Lagipula hanya malam ini saja dan besok pun aku segera kembali ke tempat asalku. Urusan baik atau buruknya nanti dirumah itu biarkan Tuhan yang menjelaskan nanti..

“Good! Aku akan menjadikanmu milikku, secepatnya kita akan menikah. Tidak ada penolakkan. Kau selalu saja mengurung hatimu untukku. Membuatku hampir gila karena menghilang hanya karena aku tidak sanggup untuk menunggu hatimu yang sudah jelas aku mengetahui bahwa kau menyukai ku. Ja Young?” Entah sejak berapa saat yang lalu mobil ini sudah berjalan dengan kalimat-kalimat Chanyeol yang terdengar oleh telingaku begitu menyakitkan jika terdengar. Chanyeol, pria itu terus saja berbicara sesekali dia menoleh kearah samping ku terduduk. Aku hanya menjadi pendengar setianya, mamandangnya dengan seulas senyuman.

“Kenapa diam? Kau tersenyum? Hei.. Nona K–“

Chup!

Aku mengecup pipinya dengan sekali pergerakan lalu mengatakan.. “Kau berisik sekali. Menyetir saja kedepan. Kalau mau bicara, katakan saja tidak perlu melihat kearahku. Aku tidak mau mati cepat-cepat Tuan.” Serentetan kalimat ketusku keluar. Sekarang aku bersandar dipundaknya memiringkan kepalaku dipundaknya. Aroma Chanyeol masih sama sangat wangi dan selalu hangat.

“Menikahlah denganku..”

“Aku tidak ingin kau jauh dariku..”

“Aku serius Nona Kim..”

“Jangan menghindar dariku..”

Kalimat-kalimat itu keluar dari mulut Chanyeol barusan. Chanyeol terus berbicara hingga entah sejak kapan aku tertidur pulas dipundaknya. Apa aku terlalu lelah hari ini? Chanyeol melihat kearah wanita yang masih bermanja dipundaknya sambil menggenggam satu tangannya dan terlepas..

“Jadi kau tidur? Percuma saja bicara dengamu,” Kata Chanyeol lalu menghentikan mobilnya sebentar dipinggir jalan kemudian memposisikan tubuhku tegap kembali. Chanyeol membuat kursi yang aku duduki menjadi semakin turun dan membuat tubuhku setengah tegap.

“Aku selalu menyukaimu saat tertidur pulas, kau terlihat cantik” Chanyeol memandang wajah wanita itu dengan intens. Sudah lama sekali tidak memandang wajah wanita ini disaat tertidur pulas ketika sedang bersamanya. Chanyeol menjalankan mobilnya kembali untuk segera menuju rumahnya saat ini. Tepatnya rumah Ibu nya sendiri.

♣ Y . O . L . O ♣

@Appartement Baekhyun

Pukul 23.00.

Baekhyun terbangun dari tidurnya karena tiba-tiba ia ingin buang air kecil. Malam ini Baekhyun tidur disoffa menemani Je Young disini. Malam ini terasa haru untuk Je Young karena kakaknya belum juga mengabarinya kembali. Je Young belum bisa menutup kedua matanya meskipun ia merasa begitu ngantuk tapi hatinya sangat resah. Ia terlihat sedang duduk bersandar diranjang yang cukup nyaman. Baekhyun selesai membuang air kecil dan menyalakan lampu kamar Je Young. Seketika Baekhyun melihat gadisnya belum menutup matanya. Je Young yang sadar karena lampu kamar menyala membuatnya melihat sosok Baekhyun didepan pintu kamar.

“Oppa?” Je Young mengedipkan matanya memandang Baekhyun yang juga sesekali berkedip karena terbangun dari tidurnya.

“Youngie kau belum tidur?” Tanya Baekhyun sambil menghampirinya diranjang.

Je Young menggeleng lemah. Je Young tidak bisa tidur, karena memikirkan Kakak nya diluar sana. Udara malam ini cukup dingin dan hari sudah sangat larut malam. Belum ada kabar sama sekali dari Kakak nya dan itu membuat Je Young tidak bisa menutup mata secara sempurna. Je Young begitu mengkhawatirkan keadaan Kakak nya diluar sana. Apakah Ja Young baik-baik saja? Apakah Ja Young terluka? Kenapa sejak tadi handphone nya sulit dihubungi? Seluruh perasaan resah itu mengganggu Je Young. Begitu sayangnya Je Young pada Kakak nya. Je Young takut jika Kakak nya tidak bisa menemui Chanyeol. Pria yang baru Je Young temui tadi siang. Sifat Chanyeol berbeda dari apa yang Je Young bayangkan sebelumnya..

“Apa karena Ja Young? Eum..?” Tanya Baekhyun lembut sambil duduk diujung ranjang.

“Oppa.. aku sangat khawatir dengannya. Oppa hiks..” Je Young tiba-tiba menangis.

“Chagia.. hei jangan menangis sayang..” Tutur Baekhyun lembut. Dengan pergerakan cepat Baekhyun memutari ranjang hingga duduk didekat Je Young tersandar. Baekhyun langsung memeluk kekasihnya dengan tenang. Menenangkannya. Membelai punggungnya..

“Tenanglah, aku lupa jika kau selalu seperti ini ketika takut” Lirih Baekhyun. Baekhyun cukup mengerti dengan perasaan kekasihnya jika perasaannya sedang buruk dan sakit karena mengkhawatirkan seseorang. Je Young gadis yang begitu tulus pada perasaannya dengan orang yang ia sayangi.

“Oppa aku ingin mendengar suara Eonni..” Je Young menahan tangisnnya dalam pelukkan Baekhyun. Baekhyun tersenyum lalu ia mengatakan..

“Tunggu sebentar, aku akan mengambil handphone yang tertinggal”

“Pakai handphone ku saja” Kata Je Young cepat.

“Kau menyimpan nomor Chanyeol?”

“Ya..”

Baekhyun melepas pelukkannya dan mengambil handphone milik Je Young yang berada dinakas meja dekat dengan Je Young.

“Apa nomor itu masih terpakai?” Tanya Je Young dengan wajah polos.

“Entahlah.. kita coba saja”

Baekhyun mengetik nama Chanyeol lalu menghubunginya..

.

.

Tersambung~

Baekhyun merasa lega ketika nomor Chanyeol masih bisa dihubungi. Apa dia mengaktifkan kembali ponselnya? Tiga bulan tidak bisa dihubungi dan sekarang baru bisa tersambung.

.

.

DRET.. DRET..

Chanyeol melihat handphone miliknya yang bergetar lalu mendapatkan panggilan atas nama Je Young. Chanyeol yang merasa tidak enak pada Je Young karena tadi siang ia membuat Je Young terlihat takut karena dirinya yang begitu dingin. Walaupun ragu Chanyeol tetap mengangkat telfonnya.

“Yeobseyo?” Kata Chanyeol santai.

“Ini kau Chanyeol?”

“Ya..”

“Ini aku Baekhyun. Kau dimana sekarang? Apa Ja Young bersamamu?” Baekhyun yang masih merasa kesal akan kejadian tadi siang pun langsung bicara tanpa basa-basi pada Chanyeol yang cukup tenang disana.

Je Young yang melihat Baekhyun berbicara pun terlihat senang, dan ia ingin sekali bicara pada Kakaknya disana.

Eohh.. ne. Dia bersamaku Baek, aku baru saja ingin pulang. Ja Young akan tidur dirumahku jadi tidak perlu khawatir” Kalimat Chanyeol terdengar santai dan meyakinkan Baekhyun.

Ja Young yang sedang tertidur sedikit terusik  karena mendengar suara bass Chanyeol kembali terdengar ditelinganya jelas, ia pun membuka kedua matanya perlahan. Apa masih dijalan? Ja Young melihat dirinya masih didalam mobil.

“Syukurlah, apa kau menyakitinya Tuan Park?” Desas Baekhyun menyudutkan.

“Aissh. Maafkan aku atas kejadian tadi siang, aku tahu aku keterlaluan jadi jangan menaggapku seperti akan menyakiti Ja Young saat ini dia sedang–“

“Eoh? kau bangun?” Chanyeol menatap Ja Young seklias setelah ingin bicara bahwa Ja Young sedang tertidur pulas disampingnya dan tenyata Ja Young membuka matanya menatap Chanyeol sendu.

“Bagus kalau kau paham maksudku. Dan sekarang tolong berikan handphone mu padanya, Je Young ingin bicara dengan kakaknya”

“Eum..” Chanyeol mengulurkan tangannya memberikan handphone miliknya pada Ja Young lalu berkata.. “Je Young..” Ja Young pun menerimanya.

“Eonni?” Lirih Je Young disebrang sana.

Ah~ Ja Young melupakan untuk kasih kabar ke adiknya. Adiknya selalu mengkhawatirkan keadaannya, karena handphone nya sejak tadi ia matikan. Ja Young merasa bersalah setelah mendengar Je Young memanggil namanya, terdengar sangat lemah.

“Kau belum tidur? Maafkan Eonni, Je..”

“Eonni.. aku khawatir padamu”

Arraseo, Mianhaeyoo Je Young-ah”

“Kau baik-baik saja disana Eonni?”

“Aku baik, kau tidurlah ini sudah sangat malam”

“Eum.. aku senang kau baik disana. Apa Eonni malam ini tidak akan ke appartement?”

“Tidak, ah maaf pasti kau begitu sangat khawatir padaku. Hingga membuatmu masih terjaga disana. Tidurlah, Eonni baik-baik saja. Jangan khawatir. Ne?”

“Gerrue, selamat malam Eonni”

“Selamat malam Je Young-ah, mimpi indah. Eonni menyayangimu..”

“Nado Eonni..”

.

.
TUT.. TUT..TUT

.

.

Sambungan terputus.

Baekhyun meraih handphone itu lalu meletakan di nakas kembali. Kemudian meraih selimut tebal yang sudah menutupi setengah bagian tubuh Je Young.

“Berbaringlah, istirahat. Ini sudah larut malam Youngie” Baekhyun tidak ingin jika Je Young sakit hanya karena tidak biasa tidur larut malam. Wanitanya selalu tertidur tepat waktu, sama seperti dirinya.

Je Young pun menurut pada Baekhyun. Baekhyun tersenyum melihat Je Young langsung menurut kemudian ia menyelimuti tubuh mungil kekasihnya sampai bahu hanya kepala saja yang terlihat dimatanya sekarang. Baekhyun mencium kening Je Young lalu mengatakan..

“Tidurlah, aku akan menjagamu. Saranghae..” Kemudian Baekhyun mencium kening, hidung, kedua pipi, lalu berakhir dibibir Je Young. Hanya mengecup tidak lebih. Je Young pun tersenyum manis mendapatkan kasih sayang yang sungguh diluar kebiasaannya ketika tidur dikamarnya Je Young tidak pernah diperlakukan seperti ini. Ibu dan kakaknya hanya akan mengecup keningnya saja tapi itu juga dulu saat Je Young masih sangat kecil dan sekarang Je Young sudah tumbuh menjadi seorang wanita dewasa yang bisa merasakan baik dan buruknya seseorang padanya. Merasa sangat bahagia memiliki Baekhyun didalam hidupnya. Cinta pertamanya sampai saat ini. Selalu menjaga dan menenangkan perasaannya.

“Oppa?”

“Nde?”

“Maukah tidur bersamaku? Eum? Aku tidak akan memaksamu kalau memang kau tidak ingin.” Seulas senyuman cantik terpancar.

“Aku sangat ingin tidur bersamamu diranjang besar ini tapi, nanti ketika kau sudah resmi menjadi miliku seutuhnya” Baekhyun membelai pipi Je Young lembut.

“Seutuhnya?” Je Young mengerutkan kedua alisnya.

“Eum.. setelah kau menjadi istriku dimasa depan” Kata Baekhyun terdengar manis.

Je Young menganggukan kepalanya mengerti. Baekhyun memang sangat sopan tidak pernah menuntut apapun dari kekasihnya, bahkan disaat seperti ini saja Baekhyun mencoba menahan deliran hawa kelelakiannya alias gairahnya hanya untuk menjaga utuh wanitanya tidak ingin terlewat batas. Karena Baekhyun hanya seorang lelaki yang terkadang suka tidak bisa menahan rasa nafsu akan ingin selalu berada didalam pelukkan wanitanya. Bagaimanapun Je Young adalah kekasihnya yang sangat cantik, baik, dan juga kepolosan wanitanya membuat Baekhyun penasaran ketika rasa saling memiliki itu datang dimasa depan. Tidur bersama Je Young sebagai pasangan suami istri.

“Baek, aku janji tidak akan terjadi apa-apa. Jadi tidurlah sampingku. Aku tidak tega melihatmu tidur disoffa sana. Aku hanya–“

Je Young seketika terdiam melihat pergerakan Baekhyun yang akhirnya memilih menurut keinginan Je Young ia melompat bahkan sekarang sudah berbaring disamping Je Young. Je Young tertawa kecil melihat kelakuan Baekhyun yang terlihat seperti anak kecil dengan wajah lucunya yang selalu dipaparkan secara jelas. Baekhyun menghadapkan dirinya kearah Je Young menahan kepalanya dengan satu tangan yang terlihat menopang lalu mengatakan tepat ditelinga Je Young berbisik disana..

“Maksudmu tidak terjadi apa-apa?” Kata Baekhyun dengan seringai wajah lucunya. Je Young hanya tersenyum malu sesekali menarik selimut tebal itu hingga menutupi wajahnya.

“Kau menyebalkan Oppa”

“Hoho ok! Aku tidak akan menggodamu. Jadi tidurlah sayang” Kata Baekhyun dengan satu tangan yang membelai pucuk kepala Je Young.

“Eum, selamat malam Baekhyun-ah. Aku mencintaimu..” Akhirnya Je Young mengakhiri hubungannya lalu tertidur pulas. Menutup kedua matanya, memeluk gulingnya erat, Baekhyun langsung mematikan lampu kamar.

.

.

cropped-11898902_1069182166432771_91784061556000028_n11.jpg

To Be Countinue

Gimana kejutannya? ChanJa comeback hehe genre udah memasuki marriage life loh~ kkkkk. Aku sayang bgt sama kalian yang masih stay membaca YOLO! hfff aku akan kembali dua minggu kemudian tidak apa kan? Jgn sedih ya”) Btw masih mau cerita ini terus berlanjut lama atau dalam sekejap aku akhiri? Respon kalian sangat berarti”) LOVE YOU🙂

1442753225675

AUTHOR KGN EXO!”)

@sasarahni

36 responses to “Y . O . L . O (You Only Love Once) #17 – by sasarahni

  1. Chan-ja young romantis banget thor🙂
    Tambah seru ceritanya , keren
    Makasih kejutannya, Next yakk thor…🙂
    *kasih kejutan lagi dong thor🙂 hehehe

  2. Wwaaahh daebakk,, akhirnya mreka jadian yeeaayy,,,
    Untungnya ibu chan sma kek ortunya baek ya sngat ramah, ga salah jayoung ampe nekat kek gitu
    Baekje chanja makin kesini makin romantis makin seru ceritanya,,
    Ditunggu next chap, fighting !!

  3. akhirnya mereka kembali bersama🙂 jayoung keren lah langsung menghadap calon mertua😄
    2 minggu?o_O oke nggak apa2 kak bakal tunggu kelanjutannya ko😀

  4. Ini adalah surprise terindah. Apalagi ja Young dengan Chanyeol mau menikah. Permasalahan mereka clear. Yeay~~~
    Ah senangnya Sera dan Jongin tidak bisa mencoba mendekati mereka lagi dan wow. Ja Young jadi sedikit berani ya apalagi pa sertemu dengan Nyonya Park. Huaaaa~~~
    Aku sangat menyukainya.. duh daebak banget ya..
    Je Young dan Baekhyun juga gak kalah romantis dan sweet.
    Semoga pernikahan ChanJa berjalan lancar dan hubungannya semakin harmonis…
    Yeay 😊😁😘😘😘💖💝💝💝

  5. TOLONG PISAHIN CHAN-JAYOUNG /? hahaha *abaikan*
    Yaampun chap inii romantizzz anettt kak wkwkw
    Nyonya Park ternyataa baik juga mau nrima Jayoung apa adanya hihi
    ChanJa romantisss bgtt dehh sukak bacanyaa hihi
    BaekJe jugaaaaaaaa hfff knpaaa romantisss semuaa sih😦 ekwkw
    Lanjuttt ajaa kaaa. Aku tungguin hehe
    Semangatzzzz ka^^

  6. AAAAAAAAA~~~~
    kak saraahhhh sumpah aku ngga nyangka banget kalo Chanyeol mau nikahin Jayoung dan Jayoung langsung nerima?! 😱😱😱
    sumpaahhhh kejutannya bener bener nggak terduga banget kak,
    ah… akhirnya ChanJa bisa bersama, semogaa kedepannya mereka bisa terus bahagia deh, jangan sedih sedih mulu ..
    BaekJe jugaa semogaa cepet nikaah hihii 😂

    Lanjuttannya di tunggu kak! Fighting❤

  7. Kagett kakk tiba2 ada chanja lg hehe, wahhh akhirnya semuanya baik2 ajaa wkwkkw
    Lanjutinn kakk jangann dipotong tengah jalannn yaa semangatty

  8. Wah chan n jayoung bkal nikah….secara mrk jga udah dpt restu dri kel masing2 kok…tpi msih si cewe jhat itu tuh…tkut2 dy jahatin jayoung deh…

  9. Uwaaa!!!! Part terbaikkkkkkk…..aku bacanya, eomma!! Ini daebak, gk bisa dijelasin pokoknya, ini keren banget. Dua minggu, ok deh kak. Aku ada UN juga, hehe…jadi pas kn. Di tunggu 2 minggu lagiiii

  10. AAaaa… so sweet banget sih.. ngevi banget lho, akhirnya mereka comeback juga…
    btw chanja bakalan nikah nih.. sumpah??? wahhh lanjutin ya kak..
    lanjut.. lanjut,.. lanjut.. hahaaha /abaikan
    aku masih setia nungguin chanja kok selalu.. ehehhehehe..
    ditunggu 2 minggu lagi ya kak

    keepwriting^^

  11. untung nya nyonya park baik.haha
    oh ayolah baek kalian nikah aja barengan sama chan ntar.
    gak sabar nunggu cerita mereka udah nikah nantinya.hehe

  12. ahhhh… kenapa harus ada TBC …😥 hua moment chanja romance parah bikin ketawa ketawa sendiri, aduh penarasan sama kelanjutannya.. jangan lama lama next chapternya thor, jangan bikin anak orang penasaran lama lama😀😀😀

  13. aku jga syang bgt sma penulisnya hihihi….

    mampir ke sinihh, seneng bgt udh update.. akhirnya chanyeol ja young kembali… gak sbar married nya apalagi klo udah pnya baby hwaaa di tunggu next nya…
    ngomong2 jong in kmna yeee hahahah…
    suka sama sifatnya nyonya parkk mau punya mertua kaya diaaaaaa…. c

    • Makasih sygnya dan supportnya♥ aku lg bete sama jongin hfff jd biarkan jongin menghilang sesaat dr fanfic ini:’) pdhl dlm hati aku kgn bgt sama sosok kimjongin:'( bighug{}

  14. Lanjuut unnie,,,lega bgt rasa nya chanyeol sama ja young bisa bersatu,hmm tinggal nunggu pernikahan mereka azz nihh ya,berharap sih masih dilanjut terus,hehe

  15. Yes mau nikah, sumpah sweet banget chapter ini, bisa bikin nangis juga :”
    Anyways thank you so much kak udah update, aku akan menunggu walau 2 minggu lagi kok ; ini adalah ff yg bikin aku buka skf setiap hari cuma ngecek udah update belum :”D

  16. Yeayyy akhirnya chanyeol sm ja young bersatu
    Yeaayyy full moment chanja
    Aaaah couple chanja makin sweet
    Moga aja mereka cepat nikah deh
    Kak sarah jong in kemana? Kok g muncul2 aku kangen
    D tunggu next chap nya
    Figthing^^

  17. hwaaaa akhirnya chanja….suka sekali…dan romantis bgt..aahh pokoknya favorit buat chptr ini
    ak tunggu nxt chptr
    keep writing!!!

  18. huaaa..
    Stalh skian lama akhirnya bisa bca part ChanJa moments yg sebenarnya ㅠㅠ
    Smoga aj smuanya okay2 and happy end..
    Wooiuiiii.. ga sbar pengen bca Marriage life genre versi author 😝😆😆

    Jngn lupa stlah end ff siapin sequel dr skarang.. u😝😝😂😂🙈🙈🙈✨

  19. Aku baru nyadar klo ini udh sampe chapt 17 dan ratingnya jd marriage life, ga kerasa udh pjg bgt ternyata ff ini, tetep lanjut lama ya thor jgn hilangkan chanja msh pengen liat mereka. Akhirnya mereka mau nikah juga, makin ga sabar bsk kehidupannya mereka bakalan kayak gmn. Lama bgt thor 2 minggu, tp panjang ceritanya hrs lbh panjang dri yg ini ya thor biar puas bgt bacanya wkwkwk. Semangat thor ditunggu chanja mommentnya

    • Lebih panjang bgtbgt! Aku janji^^ aku usahaan ya supaya ceritanya berlanjut sampai kalian puas dengan akhir cerita ini terutama reader yg udah baca dari awal:’) author usahain buat reader kesayangan akuuuu♥♥ trmksh semangatnyaaa!!🙂

  20. Part pertama yg aku baca. Asli Chanyeol so sweet bgt trus manja2 nyebelin tp ngangenin gitu yaampun suka banget sama sifat dia. Mama park gak galak kan biasanya orangtua nentang bgt kalo anak pacaran sama yg gak sederajat taunya mama park baik bgt yang pnting Chanyeol bahagiaaaa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s