Overshade [Chapter 21]

Judul : Overshade – Chapter 21

Author : isanyeo

Cast : Lee Young, Kai, Sehun, etc.

Rating : PG-15

Genre : School life, Romance, Family, Slice of Life.

Length : chaptered

How do you know that your love was real?

I know that my love is real when I did everything good for him and regret nothing.

XXI : The Confusion

note: mungkin readers perlu baca chapter sebelum-sebelumnya karena mungkin lupa gimana ceritanya, karena sebenarnya saya juga lupa detailnya ._.v

Lee Young hanya bisa diam sembari berkedip-kedip tak jelas. Memandang cat putih tulang yang mengelilinginya, dengan sofa yang begitu nyaman serta dirinya yang hanya bisa diam dan nampak bodoh itu.

“Lee Young?”

Lee Young hanya menoleh perlahan ketika didengarnya suara memanggilnya. Hanya untuk ditemuinya seorang wanita dewasa tua yang memandangnya dengan lembut dengan senyum tipis yang nampak. Tapi, Lee Young, sekali lagi hanya bisa diam dan merasakan pukulan di dada, ketika dirinya menemukan garis wajah Sehun di wajah wanita itu.

Wanita yang tengah dipandanginya itu duduk di samping Lee Young dengan mata yang memerah tibat-tiba, berusaha menahan tangisannya. “Kau tidak apa-apa?”

Lee Young mengenali wanita itu. Wanita yang selalu datang ke sekolahnya di Daegu setiap satu bulan sekali, menyapanya dengan nada selembut mungkin dan sesekali membelai rambutnya dengan lembut. Lalu kini ia menyadari bagaimana keduanya tampak begitu mirip, Sehun dan juga Ibunya.

“N-Nyonya Oh?”

“Ya, ini aku. Kau masih mengingatku, Young?”

Young menganguk bersemangat dengan bibir yang digigitnya, seolah berusaha menahan tangisannya. Ia tak lagi bisa membayangkan bagaimana Sehun selama ini selalu berusaha berada di sampingnya, ia juga tak bisa membayangkan bahwa Sehun adalah sosok yang selalu menolongnya selama ini. Ia juga tak bisa menerima kenyataan bahwa ia mengetahui semuanya itu terlalu terlambat.

Lalu nampaknya Nyonya Oh mengerti bahwa Young saat ini tengah menyalahkan dirinya. Dibelainya dengan lembut puncak kepala Young, masih sama seperti yang dilakukannya dulu sewaktu di Daegu. “Ini bukan salahmu, Young.”

“T-Tapi, a-andai saja S-Sehun mengatakannya p-padaku, b-bahwa dia adalah orang yang menolongku, selalu menolongku, dia tidak akan berakhir seperti ini, Nyonya. Dia tidak akan mati karena berusaha melindungiku lagi.”

Nyonya Oh menggelengkan kepalanya. “Shhh. Jangan menyalahkan dirimu, Young.”

“T-Tapi ini memang salahku. A-Andai saja a-aku m-membuka hatiku untuk Sehun. A-andai saja aku tahu lebih awal.”

Lee Young mengerti, pengandaian apapun tidak akan merubah apapun. Ia juga mengerti, Sehun yang telah terbaring di sana dengan damai, tidak akan mungkin berada di sisinya saat ini. Tapi, untuk sedetik ia berharap bahwa ia tahu, bahwa ia mengerti.

“Jika kau tahu Sehun adalah orang yang menolongmu, apakah kau akan menerimanya, Young? Pada kenyataannya kau selalu berusaha membuang hidupmu di Daegu, kau ingin menutupi segalanya, dan jika kau tahu bahwa Sehun tahu, apakah kau akan menerimanya?”

Lee Young terdiam, secara langsung ia mengerti bahwa dia tidak akan menerima Oh Sehun. Jika Sehun mengaku bahwa ia mengetahui tentang kehidupan Young di Daegu, mungkin di detik di mana dia mengaku, Young akan pergi sejauh mungkin dari Sehun.

“Kau akan menghindarinya, bukan? Maka dari itu Sehun selalu diam, Young. Agar ia masih bisa berdiri di sampingmu. Agar jika suatu saat kau tertarik padanya, itu bukan rasa terimakasihmu padanya.”

“N-Nyonya Oh.”

“Tapi pada akhirnya, Sehun tidak akan bisa mendapatkan cintamu, Young. Entah dia mengatakan yang sebenarnya atau tidak. Karena itu mungkin sudah jalan untuk Sehun, dan ini bukan salahmu.”

“A-Aku-.”

Mungkin kematian Sehun menjadi satu-satunya cara agar Young bisa mengerti pengorbanan Sehun selama ini. Mungkin kematian Sehun adalah jalan untuknya agar bisa sedikit menaruh rasa pada pria itu.

Lee Young mengunci mulutnya rapat-rapat, merasa tak pantas lagi mengeluhkan Sehun yang tak pernah mengatakan yang sebenarnya. Ia hanya bisa menangis sekali lagi, benar-benar merasa menyesal.

“Bukan salahmu. Ini bukan salahmu.”

“M-Maafkan a-aku.”

“Shhh.”

“Maafkan aku, Nyonya Oh. Aku benar-benar minta maaf.”

Malam itu, lagi-lagi Lee Young hanya bisa menangisi pria itu. Lalu, Young bertanya-tanya, apakah rasa pelukan Oh Sehun akan senyaman pelukan Nyonya Oh yang dirasakannya sekarang.

Kai duduk berhadapan dengan seorang pria yang ditatapnya dengan lembut. Pancaran rasa kasih sayang terlihat jelas, dan pria itu mengetahuinya. Hanya saja pria yang dilihatnya itu tak tahu bahwa juga pancaraan rasa iba dari tatapan matanya. Ruangan yang mereka tempati terasa begitu sepi dan dingin, hanya ada mereka berdua duduk di kursi panjang saling berhadapan dengan meja selutut di depan mereka, cahaya ruangan yang terang benderang, tembok dingin yang mengelilingi mereka dengan beberapa bingkai foto berbagai ukuran yang sengaja ditempelkan.

“Sudah berapa lama kita tidak bertemu?” tanya lelaki itu, bersamaan dengan kepulan udara dari secangkir teh hangat di atas meja. Hanya secangkir.

Kai tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya. “Setahun? Atau mungkin lebih?”

Lelaki di depannya itu menganguk singkat, kedua matanya tiba-tiba berubah merah dan nampak tercekat. “Ya, mungkin sudah selama itu juga kau pergi, Jongin.”

Kai hanya diam mendengar apa yang lelaki itu ucapkan. Mereka berdua tahu bahwa kalimat itu membuat keduanya benar-benar sensitif.

“Jongin, tidakkah kau ingin pulang?”

Kai mengangkat kepalanya dan menatap tepat ke arah mata lelaki itu. Kai sedikit terhenyak melihat rupa lelaki itu, wajahnya yang menua, kerutan di kedua sudut matanya dan kedua pipi yang sudah kendur kulitnya. Setahun memberikan banyak perubahan untuknya dan juga lelaki itu.

“Tidak sekarang, Ayah.”

Lelaki yang dipanggilnya Ayah itu menunjukkan ekspresi kecewa dan Kai bisa melihat itu dengan jelas. “Kenapa?”

Kai menarik nafas panjang sebelum menghembuskannya dengan keras. “Aku hanya menunggu waktu yang tepat, Ayah.”

“Tepat seperti apa maksudmu?”

“Waktu yang tepat itu adalah dimana Ayah akhirnya mengerti bahwa kami bertiga, aku, Jaein, dan Jaehwa tidak sesempurna apa yang kalian harapkan, dimana akhirnya Ayah akan mengerti bahwa banyak hal yang tak pernah Ayah berikan pada kami.”

“Aku memberikan semuanya pada kalian bertiga, Jongin.”

Kai tersenyum remeh. “Tidak semua.”

“Jongin, dari pertama kali aku memiliki Jaehwa, Jaein, dan kemudian dirimu, hanya satu hal yang aku pikirkan hingga sampai saat ini, yaitu adalah untuk membuat kalian menjadi orang yang benar-benar berhasil, sukses, dan bahagia.”

Lelaki itu menatap ke sekeliling ruangannya yang terasa dingin. Tidak ada suara apapun selain suaranya dan Kai. Matanya berkedip beberapa kali, berusaha mengusir air yang sebelumnya sudah siap jatuh ke pipinya.

“Dan untuk mencapai itu semua, aku melakukan apapun, menyekolahkan kalian di sekolah terbaik, memberikan fasilitas terbaik, bahkan tidakkah kau juga sadar bahwa selama ini kami tidak pernah menyalahkanmu dalam hal apapun? Karena kami tidak ingin memberikan dampak negatif jika kami pernah memarahimu atau menyalahkanmu?”

Kai menganguk berkali-kali, menyetujui perkataan Ayahnya. Lelaki itu melakukan banyak hal untuknya dan kedua kakaknya. Kai menerima itu semua dan ia tidak menyadai betapa kelirunya ia menikmati itu semua hingga kejadian yang menimpa Jaehwa, kakak pertamanya.

“Memang benar, Ayah. Tapi bolehkah aku bertanya padamu satu hal?”

Lelaki itu hanya diam menatap anak lelakinya dan Kai tahu bahwa lelaki itu memperbolehkannya untuk bertanya.

“Selama ini, selain semua yang Ayah berikan pada kami. Apakah Ayah pernah memberikan kami sebuah nasihat untuk menjadi orang yang jujur, peduli terhadap orang lain, pantang menyerah, rendah hati, baik hati, dan apapun itu untuk menjadi seseorang yang lebih baik?”

Kai menatap lembut ke arah lelaki yang wajahnya tengah tercanggung, mendengar kata demi kata dari mulut Kai, dan mungkin sedang memproses apa yang ia dengar.

“Kau tahu bagaimana perasaanku ketika menemui Jaehwa menggantung dirinya di kamar, Ayah? Aku merasa bingung, sedih, dan juga takut. Aku bingung karena tidak mengerti kenapa Jaehwa melakukan itu, aku sedih karena ternyata kakakku berani melakukan itu, dan aku takut karena aku mungkin akan berakhir sama seperti itu.”

“Kau tidak akan berakhir sepertinya, Jongin.”

Kai tersenyum. “Aku tahu, karena aku telah keluar dari rumah ini, mendapatkan hal-hal yang kucari dan tak kudapatkan darimu. Dan maafkan aku kalau saat ini, aku berpikir bahwa kejadian Jaehwa adalah salahmu, Ayah.”

“Aku tidak membuatnya mati, Jongin. Kau tahu itu? Dia depresi karena kehilangan anak pertamanya, cucuku.”

“Dia tidak akan seperti itu jika saja kita semua peduli padanya. Dia seperti karena dia mengalami satu kegagalan dalam hidupnya yang selama ini kau buat sempurna, Ayah. Kau membuat hidup kami semua sempurna tanpa cela, kau tidak membiarkan kami mengalami satu kegagalan apapun, dan kau tidak mengajarkan kami untuk bagaimana berusaha bangkit dari kegagalan.”

Lelaki itu terdiam dengan Kai yang juga terdiam setelah mengeluarkan sederet kalimat yang mungkin menyakitkan bagi Ayahnya.

“Kau membuat hidup kami sempurna, kau tidak membiarkan kami mengalami kegagalan. Dan ketika satu kegagalan datang, kami tidak tahu bagaimana mengatasinya dan bangkit dari kegagalan itu, dan kami akan berakhir dengan tali menggantung leher atau mungkin lebih dari itu.”

Jika Kai memiliki pilihan dia tidak akan mengucapkan kata-kata kasar yang menyayat hati Ayahnya itu. Hanya saja lelaki itu mungkin benar-benar tak mengerti apa yang salah dengan cara dia mendidik Kai dan kedua kakaknya. Ayahnya itu mungkin tidak menyadari semuanya walaupun pergi dari rumah juga sudah dilakukannya.

Keduanya sama-sama terdiam, Kai bisa melihat Ayahnya itu benar-benar terdiam dengan mata yang benar-benar sedih. Rasa menyesal juga terdapat dalam pancaran mata Kai, dan Ayahnya tahu betul bahwa anak lelakinya tidak bermaksud melukai perasaannya.

“Hal yang lucu adalah, aku belajar bagaimana bangkit dari kegagalan dan masa yang buruk itu dari seorang gadis seusiaku. Yang aku lakukan hanyalah memberitahunya kata-kata yang kubaca di buku seolah-olah aku telah mengalami apa yang ia alami, mendukungnya, peduli padanya. Dan lebih lucunya lagi, aku jatuh cinta pada gadis dengan kondisi seperti itu.”

“Maafkan aku.”

Kai merasakan bahwa kedua matanya memanas. Melihat Ayahnya yang tengah menangis dan menunduk. “Aku hanya berharap ketika aku melihat Ayah lagi, Ayah mampu mengatasi semua itu.”

Kai berdiri perlahan dari duduknya, membungkuk hormat pada lelaki yang tengah menangis. Berjalan dengan langkah berat tanpa suara keluar dari tempat yang dulu ia sebut sebagai rumah. Ini malam yang panjang, percakapan panjang, dan juga kesedihan panjang baginya.

Beribu kata maaf dan sebesar apapun rasa penyesalan tak pernah membuat hati Lee Young merasa tenang, apalagi nyaman. Yang bisa dilakukannya hanyalah diam dan berandai-andai, yang ujung-ujungnya masih tetap saja sebuah tangisan.

Lee Young kini tengah berjalan sendiri menuju apartemennya, langkahnya gontai dan matanya tak begitu hidup. Siapapun yang melihatnya mungkin hanya bisa diam, karena Lee Young begitu berbeda dari biasanya.

Lee Young terdiam di tempatnya sejenak ketika dirasakannya ponsel bergetar. Young mengerutkan kening dan tak kunjung mengangkat telponnya ketika dilihatnya sebuah nama muncul di layar. Sebuah nama yang tidak terlintas sama sekali di pikirannya dan mungkin nama yang tidak sedang ia harapkan untuk saat ini. Saat ini saja.

Pada akhirnya Lee Young tak memiliki pilihan lain selain mengangkat telpon itu dan menjawab dengan nada yang tidak menyenangkan.

“Halo?”

“Hai, Lee Young.”

“Ada apa, Kai?”

“Dimana kau sekarang?”

“Jalan menuju rumah.”

“Sendiri?”

“Ya.”

“Apa kau baik-baik saja?”

“Ya.”

“Sungguh?”

“Ya.”

“Apa kau membutuhkanku sekarang, Lee Young?”

Lee Young mengerutkan keningnya dan terdiam. Dia tidak memberikan jawaban apapun selain nafas suaranya. Ia sendiri tidak mengerti apakah ia membutuhkan Kai untuk saat ini ataukah tidak, yang ia tahu ia hanya tidak ingin memikirkan Kai untuk saat ini, apalagi setelah insiden Sehun.

Cukup lama mungkin Kai menunggu jawaban dari mulut Lee Young, lalu akhirnya Kai bersuara kembali. “Baiklah, Lee Young. Hati-hati.”

Lee Young menatap layar ponselnya setelah sambungan terputus. Ada sedikit rasa bersalah yang ia rasakan namun itu mungkin lebih baik daripada harus menghadapi Kai saat ini, ia tidak mengerti respon seperti apa yang harus ia berikan, tatapan apa yang harus ia berikan pada Kai.

Lee Young melanjutkan perjalanannya dengan mata yang lebih hidup, kening yang berkerut dan langkah yang tak lagi gontai. Ia berjalan sendirian namun entah mengapa ia tidak merasa begitu kesepian. Entah kenapa.

Di sisi lain, dengan langkah yang sama dan laju yang sama pula, beberapa meter di belakang Lee Young tengah berjalan seorang lelaki, mengawasinya, menemaninya, dan mungkin menjaganya. Dilihatnya Lee Young memasuki gedung apartemennya dan dengan itu lelaki itu berhenti di tempatnya.

“Selamat malam, Lee Young. Aku menyayangimu. Katakan saja padaku ketika kau membutuhkanku.”

Kai, lelaki itu tersenyum tipis melihat Lee Young kembali dengan selamat dan kemudian berbalik pergi meninggalkan tempat itu.

Pagi itu, semua mata tertuju pada sosok Lee Young yang datang ke sekolah dengan wajah yang nampak sedih dan mata yang sendu. Semuanya tahu bagaimana insiden Sehun dan Lee Young malam itu. Beberapa menambahkan bumbu-bumbu pada cerita itu, membuatnya lebih dramatis.

Lee Young di sisi lain sebenarnya tidak begitu mengharapkan untuk datang ke sekolah jika tidak melihat Ibunya yang bekerja keras pagi ini membuatkannya sarapan dan terlihat jauh lebih baik daripada hari-hari sebelumnya.

“Hai, Lee Young.”

Young menoleh pada seseorang yang sudah jelas dikenalnya, Ahn Soojin. Gadis itu tersenyum dan meraih tangannya.

“Soojin-.”

“Aku tidak akan memintamu menceritakan yang sebenarnya sampai kau siap, Lee Young.”

Young menatap sahabatnya itu lekat-lekat, merasa berterimakasih dan menganguk perlahan. “Terima kasih, Soojin.”

“Bukan apa-apa, Young. Namun aku harap kau tidak menyimpan semuanya sendiri, kau tahu aku akan selalu di sampingmu ‘kan? Kai juga?”

Young menghentikan langkahnya mendengar nama itu disebutkan. “Bisakah kita, tidak membicarakan tentangnya? Tentang Kai?”

Soojin mengerutkan keningnya, mengurungkan niatnya untuk bertanya mengapa, dan menganguk perlahan ke arah Lee Young. Namun walaupun mereka berdua memutuskan untuk tidak membicarakan apapun tentang Kai, lelaki itu ternyata telah menunggu Lee Young di tempat biasa, di depan loker milik Lee Young.

Lee Young bisa melihat Kai menatapnya dari jauh. Lee Young tak bergeming dari tempatnya dan Soojin tengah kebingungan tentang apa yang harus ia perbuat saat ini. Kai mengeluarkan ponselnya dan tak berapa lama kemudian ponsel Lee Young bergetar, tak perlu melihat layar ponselnya, Lee Young tahu bahwa itu Kai.

“Ya?”

“Kenapa tidak mendekat, Lee Young?”

Tidak ada jawaban. Kai melihat dengan jelas Lee Young hanya diam sembari menundukkan kepalanya.

“Apa kau membutuhkanku sekarang, Lee Young?”

Kai melihat Lee Young semakin menunduk dan dia hanya menganggukkan kepalanya berkali-kali, menutup ponselnya dan berbalik pergi meninggalkan loker Young dengan satu kali tatapan rasa sayang pada Young yang menunduk.

Semua orang melihat itu dan saling berbisik satu sama lain. Soojin terdiam melihat bagaimana Kai berjalan pergi dan Lee Young yang diam tertunduk.

“Kau tahu aku siap mendengarkan semuanya, Lee Young. Kapan pun kau siap.”

Lee Young semakin menunduk. “Ya, aku tahu, Soojin. Terimakasih.”

Lee Young merasakan sesuatu yang menyakitkan di dalam sana. Kenyataan bahwa mungkin ia menyukai Kai namun rasa penyesalannya pada Sehun yang begitu besar mengalahkan itu. Ia tidak bisa begitu saja bersama Kai setelah apa yang terjadi.

Bersama Kai adalah suatu hal yang dirasakannya salah untuk saat ini. Untuk saat ini.

Lee Young tidak bisa berkonsentrasi atau sekedar mendengarkan pelajaran hari ini. Mungkin memang ia tidak mengingkan Kai untuk saat ini, tapi bukan berarti lelaki itu tidak menghadiri kelas hari ini. Dan untuk itu, entah kenapa Lee Young merasa begitu marah, marah pada Kai dan pada dirinya sendiri.

Lee Young tidak menunggu lebih lama ketika bel pulang berbunyi. Kaki-kakinya membawanya langsung ke tempat Kai tinggal, bermaksud untuk membicarakan semuanya pada lelaki itu.

Young memencet bel pintu apartemen Kai berkali-kali hingga pintu itu terbuka. Kai melihatnya dengan tatapan takjub sedangkan Young menatapnya dengan penuh amarah.

“Young?”

“Kenapa kau bolos hari ini, Kai?”

Kai mengerutkan keningnya dan tertawa kecil. “Bukan pertama kalinya untukku ‘kan?”

“Aku bertanya kenapa hari ini kau bolos, Kai?”

Kai berhenti tertawa dan menatap Lee Young tak mengerti. Satu detik atau mungkin dua dihabiskan Kai dengan berusaha membaca apa yang Lee Young pikirkan. “Masuklah dulu, Lee Young.”

Kai meraih tangan Lee Young dan menariknya masuk ke dalam apartemen miliknya. Hanya masuk beberapa meter dari pintu. Kai menatap Lee Young tajam dan ini bukan pertama kalinya ia melihat ekspresi wajah Lee Young seperti itu, hanya saja ia sudah lama tak melihat ekspresi itu.

“Kenapa kau bertanya, Lee Young?”

“Dengarkan aku, Kai. Mungkin memang benar aku tidak menginginkanmu untuk saat ini, tapi bukan berarti kau tidak masuk kelas. Itu justru membuatku nampak buruk, kau tahu?”

Kai terdiam sejenak dan mengambil nafas dalam. “Kau tidak mengingkanku, Lee Young?”

Lee Young mengedipkan matanya sekali dua kali. “Ya.”

“Mengapa?”

“Karena bersamamu saat ini adalah hal yang salah, Kai. Setelah kejadian tentang Sehun, aku merasa benar-benar bersalah dan bodoh karena tidak mengetahui apa yang telah ia perbuat dan korbankan untukku. Hanya untuk membuatku merasa aman, dia melakukan apapun untukku. Dan kenyataan bahwa aku lebih memilihmu dibandingkan Oh Sehun, itu justru membuatku semakin bersalah dan bodoh.”

“Lalu, kau ingin aku seperti apa Lee Young?”

Lee Young terdiam dan raut wajahnya berubah sedih. “Aku tidak tahu, aku hanya ingin kau memahami kondisiku, hmm?”

Keduanya terdiam, Lee Young yang nampak sedih dan menatap Kai, dan Kai yang terdiam menundukkan kepalanya. Sebuah senyum tipis muncul di wajah Kai dan lelaki itu menatap ke arah Lee Young dengan lembut.

“Apakah kau benar-benar menyukaiku, Lee Young?”

Lee Young mengerutkan keningnya dan tiba-tiba tenggorokkannya terasa tercekat. “A-Aku, a-aku.”

Kai tersenyum tipis sekali lagi melihat Lee Young tidak bisa menjawab pertanyaannya.

“Apa kau membutuhkanku sekarang, Lee Young?”

Lee Young sekali lagi terdiam, pertanyaan yang sama dari kemarin malam dan pagi ini. Kali ini Lee Young juga tidak bisa menjawabnya, dan Kai menatapnya sendu. “Jawab, Lee Young.”

Kai menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan. Sebelah tangannya terangkat, mengusap puncak kepala Lee Young dengan lembut. Gadis itu hanya menunduk dan memejamkan matanya. Lee Young terdiam dan aliran darahnya serasa lebih cepat ketika dirasakannya tangan lembut Kai mengusap puncak kepalanya. Young berbohong kalau dia mengatakan dia tidak menyukai sentuhan itu.

“Haruskah aku pergi, Lee Young?”

Lee Young membungkam mulutnya erat-erat dan dirasakannya Kai menarik tubuhnya untuk mendekat, memeluknya dengan erat dan terasa hangat. “Kau tahu, Lee Young? Aku juga bisa melakukan segalanya untukmu. Meskipun itu artinya aku harus pergi.”

Lee Young tidak bergeming mendengar ucapan Kai. Ia hanya terlalu bingung untuk saat ini. Ia tidak mengerti bagaimana perasannya yang sesungguhnya pada Kai saatini. Lee Young membeku seketika dirasakannya Kai mengecup bibirnya sekilas, sebelum rasa hangat yang dirasakannya hilang begitu saja.

Lee Young membuka matanya dan dia tak menemukan Kai berdiri di depannya. Untuk beberapa detik, Lee Young hanya diam sembari berpikir, namun ia tiba-tiba menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketika dilihatnya sekeliling ruangan apartemen Kai.

Kosong. Ruangan Kai kosong. Yang ada hanya beberapa furnitur yang ditutup dengan kain putih yang lebar. Dan Lee Young tidak bisa menemukan Kai di manapun.

 

 

Pertama-tama mohon maaf karena sudah lama banget nggak update.

Terima kasih buat yang sudah menunggu.

Terima kasih juga yang bersedia membaca lagi T_T

Benar-benar minta maaf T_T

48 responses to “Overshade [Chapter 21]

  1. udah lama banget ya akhirnya dilanjut juga ff ini. hampir lupa ama ceritanya tapi udah ingat ko. young benar2 merasa bersalah kayaknya ama kematian sehun. itu kai mau pindah? jadi ninggalin young juga dong? oh my.. ko jadi makin menyedihkan sih T_T

  2. Akhirnya dilanjut juga overshadenyaa…
    Uhh mewek lagi dichapter ini setelah chapter Sehun tiada dan Young yang menyesal…
    Ahhh sumpah aku mewek karna kasihan sama Kai dan Young yang masih berkalut di dunia penyesalannya… huhuhu
    Semoga Kai nggak pergi ninggalin Young, bisa” Young makin sedih lagi… huhuhu

  3. udah lama banget ff nya niii
    aku sampe harus inget inget lagi cerita awalnya
    lee young agak rumit ya orangnya
    kai juga sihh
    mereka berdua terlalu rumit
    kasian banget udah gak ada sehun lagi😦

  4. Ya aampun, udah kangen banget sama ff ini, sampai kelamaan g d updet udah mau hampir lupa dengan judulnya,,
    Kangen, bner2 kangen sama ff ini,,
    Terima kasih karena masih mau melanjutkan ff ini,,

    Apakah adegan yg terakhir itu hanya khayalan young saja, apakah kai benar2 pergi dr young, OMG semoga itu tdk benar2 terjadi,, apa jadinya young klau kai ikut pergi meninggalkannya,, ga berani buat ngebayanginya,,
    D tunggu next chapternya,,

  5. Setelah sekian lama menunggu akhirnya lanjut jugaaa.. Terbayarkan penasaran akuu wkwkwk Gapapa lah lama, yg pnting tetep lanjut.. Rada kesel ih sama young, plin plan banget, udh kai keburu pergi lagi, ntar sedih lagi garagara ditinggalin.. kai baik banget lah, bukan baik lagi itu mah, pengorbanan.. Pokoknya lanjut lah wkwkwk I’m still waiting for this ff *soksokan inggris*😀

  6. Duhhh seneng bangett ff ini dilanjutt… aku kira ffnya ga bakal dilanjut, soalnya udh lamaa bgt..

    Pertama2 makasi ya buat kak author yang udh ngelanjut ff ini.. ff ini bener2 ff favorit bgt..

    Uhh nyesek bgt ya chapter ini.. udh young ditinggal sama sehun ehh sekarang kai mau pergi juga? Trs gimana sama young??

    Okedeh ditunggu bgt ya next chapternya…

  7. Akhirnya dilanjut juga author daebak dan jangan lupa author abis ini lanjutnya jangan lama lama please 😊😊,fighting !!

  8. Aku readers baru kamu jujur aku belum pernah bac ff kamu , dan pas aku liat terakhir kamu pos ini udh taun lalu , aku sempet nemu ff serupa tp tak sama dalam cerita ini dan aku pikir ff mu di plagiat karna aku liat tgl postnya lebih cepat , tp pas baca part 1 dan sekarang aku nemu notice kalo kamu udh sadar kalo ada plagiat tapi kamu tetep lanjutin ff ini , jadi selama ini aku baca ff plagiat dari ff ini maaf aku ga tau , thank you udh bikin ff sebagus ini ^^

  9. Setelah sekian lama nunggu ini cerita..
    Young menyesal kan?? Giliran Sehun udah gaada baru kerasa berarti kehadiran dia selama ini. Yaampun Young..
    Kai kemana? Jangan bilang Kai pergi ninggalin Young demi kebaikan Young..
    Young, setelah kejadian Sehun.. Jangan sampe hal serupa kejadian di Kai, yg nanti pd akhirnya Young cuma bisa menyesal waktu Kai udh gaada disisinya. Anggap Kai itu ada, walaupun kamu masih terpukul sama kematian Sehunn..

  10. Yeah…finally you’re comeback. I really miss your ff, ini merupakan salah satu ff yang aku selalu tunggu. Tenang aja walaupun baru update sekarang untungnya aku masih ingat jalan ceritanya. Makin ke sini aku kasihan melihat kai dan lee young seperti ada jarak antara mereka, mungkin efek karena lee young masih menyesal atas kematian Sehun. Dan berharap kai gak akan meninggalkan lee young, mereka benar-benar pasangan yang saling melengkapi… Intinya semangat terus nulisnya dan jangan berhenti update-nya!

  11. lamaaa bangett samapai lupa kalo ohse di matikan di cerita dan kaiyoung ada masalah. next thorrrr

  12. waah update lagi yeheee. Jadi sehun cukup sampai disitu aja ya? Huhuhu semoga perjuangan sehun jadi kisah tak terlupakan yah, iyalah pasti. Tapi young jd berasa bersalaah. Huhuhu tenang young ada kai, plis kehadiran kai pas ko buat lindungi young eheheh. See you

  13. apa? knapa? apa yg sbenarnya trjadi, knapa smua jdi kosong?
    apa young cuna berhalusinasi, dan kai benar2 pergi? wae ? ini nyesek, knapa aku berpikir kai bakal balik ke appanya ya ? …
    hufht ini harua dilanjut scepatnya , penasaran nih ..

  14. Finallyyyyy yeahh overshade kesayanganku
    Duhh lagen youngxkai
    Tiba-tiba update dgn jalan cerita yang kek gini , ngingetin lagi kematian sehun 😭 im feel bad bgt pokoknya terus ini apa maksudnya kai ngilang ? Yang tadi young cuma ngelindurbjalan sendiri ke aptmnt kai ? Serius ini nyesek 😱

  15. Finallyyyyy yeahh overshade kesayanganku
    Duhh kangen youngxkai
    Tiba-tiba update dgn jalan cerita yang kek gini , ngingetin lagi kematian sehun 😭 im feel bad bgt pokoknya terus ini apa maksudnya kai ngilang ? Yang tadi young cuma ngelindurbjalan sendiri ke aptmnt kai ? Serius ini nyesek 😱

  16. yaak, ahirny diupdate.. udh dtunggu bgt nih..
    ap yong kira2 bisa ngilangin rsa bersalah ny sm sehun.. trus klo kai ngilang young gimana, ap gk dia nmbh sdih, dtunggu next chap. fighting🙂

  17. Akhirnya dilanjut juga,meskipun harus ngulang baca dari awal soal nya ane lupa…tp tetep jempol deh buat author…mohon dilanjutnya jangan lama2 ya thor…

  18. aaaa udah lama ni ff, akhirnya muncul juga.
    kai pergi juga?? sekalinya muncul ni ff bikin nyesek… young kenapa plin plan, jadi ditinggal ama kai kan….

  19. aku berharap banget Sehun bisa balik lagi, Sehun itu baik banget ke Lee Young..
    Jongin jadi ikutan pergi?? pergi kemana??
    jadi Young cuma ngebayangin aja Jongin ada diapartementnya , padahal Jongin ga ada disana?
    ditunggu next chapternya ^^

  20. Aiguuuu dari awal sempet lupa cerita sebelumnya tapi makin baca ke bawah jadi makin inget wkwk seru seru yang sekarang cepet update aja yaaa ~

  21. welcome back!!!
    udah lupa sama ceritanya, dan baru inget kalo sehun meninggal😂😂
    ceritanya tambah mellow 😭
    semangat lanjutkan ff yaaa😄😄

  22. Akhirnyaaaaa ff kesayangan aku udah keluar rasanya seneng banget deh bisa baca ini lagi. Maaf Thor, dulu aku orang nya siders karna aku juga baca ff nya via hp dan hp aku ngga bisa dipakein kartu jadi aku cuma bisa nyimpen halaman nya doang. Aku suka nyuri wifi di sekolah atopun hotspot temen aku. Jadi sekali lagi maaf ya Thor. Oh ya, kembali ke cerita. Aku bener-bener kasihan ama young sumpah waktu baca episode yang sebelum nya aku sempet nangiss. Fighting Thor!

  23. AKHIRNYA UPDATE JUGAAAAAAA…. aku masi inget ko, jadi ga perlu ngulang baca ch sebelumnya.

    aku ga tau harus ngomong apa, wajar kalo young dia ngerasa bersalah ama bodoh juga, semua bakalan ngelakuin hal yang sama kalo mereka ngalamin kejadian yang membuat mereka tertohok. apa lagi ini oerkara rumit. aku penasaran pas bagian ending kaisebenernya kemana? jan b ilang dia meninggal juga. aku mikirnya meninggalkan untuk sementara waktu aja. masalah bayangan bisa dimaklumi anggap aja itu delusi young. jan meninggal semua please..

  24. Pertama aku seneng banget kak prita update^^
    Ini feelnya ngena banget:”
    Aku nangis coba bacanya:”
    Kak prita tulisannya tetep sama, rapi, selalu ada pesan moralnya dan selalu bikin baper/nyesek.
    Kak tanggung jawab ini aku nangis beneran.
    Jangan dibikin sad endning ya kak:”

  25. Kak aku komen lagi gapapa ya. Soalnya komen seblumnya aku ngerasa gapuas.

    Sebelumnya aku mau ngucapin MAKASIH BANGET sama kak prita karena udah ngeluangin waktunya buat ngelanjutin ff Overshade walaupun sebelumnya kak prita sempet nge-down gara2 berita kai dating. Makasihh banget kakkk^^

    Btw seperti biasa juga tulisan kak prita itu emang penuh inspirasi sama amanat yg ngebuat aku ngerasa kaya harus menjalani hidup lebih baik lagi. Jadi ga cuma cerita yg buat nyesek atau baper, tapi juga ngebuat orang kaya dapet pencerahan gitu.
    Di chapter ini gatau kenapa greget sama lee young. Emang dia sedih dan ngerasa bersalah. Tapi dia nggak bisa memahami perasaannya sendiri. Udah jelas dia butuh kai. BUTUH KAI. Sampe kai terus2an nanya lee young butuh dia gak (Asli pas adegan ini baper sama nyesek).
    Dan endingnya bikin aku pengen banting hp. Tau rasa tuh ditinggal kai.

    Btw kak ini janga dibikin sad ending. Plis jangan ya kak. Udah nyesek sama ending ff vicalatte.

    Semangat nulis ya kak^^
    Ngefans banget sama setiap tulisan kak prita. Favorit bangettt

  26. Aku beneran pir lupa ma ff ni dan ma critanya. Tapi tetep berusaha buat memahami critanya. Duuhh sedih deh kai akhirnya harus pergi. Moga aja setelah kai pergi young sadar dan bisa nrima kai lagi…
    D tunggu next chap 😊

  27. yaa ampuunn kmn aja baru muncul lgi…
    kangennn
    uhhh leeyoung knp nglakuin itu,klmaan kamu bkalan kehilangan smua nya lowh…
    trmasuk kai jga klo kmu masih trpuruk krna kmtian sehun..

  28. Comeback juga akhirnya.. aku baca ini sambil dengerin lagunya RV – One of these night kerasa banget.. bakalan nangis kalo ngga ditahan, sedih banget.. udah lama ngga baca smpat bingung tp pas aku cek chapter sebelumnya trs aku langsung paham sama alurnya.. hehe
    Itu Kai mau menghilang dari Young? Eh kok ngilang nya cpt bgt ya? Jangan jangan teleport ‘-‘ wkwk😀
    Next chapter nya jangan lama lama ya kak.. ^_^
    Keep writing..

  29. Sumpah kak ini keren bangettttt 👍😙
    Dan untungnya aku masih inget jelas ceritanya 😉, cus ini salah satu ff favorite ku😊
    Aduhh, kasian Kai kenapa Young jadi gitu? Ayolah cepet” sadar Young, nanti akhirnya malah nyesel sendiri loh Young!!! Sebelum bener” terlambat atau malah udah terlambat? Berharap itu cuma mimpi buruk Young😧
    Dan entah kenapa aku suka bgt sama karakter Kai di ff ini, bawaannya selalu manisssssss bgttt. Uh Oh…
    Semangat terus Thor. 화이팅!!!👌

  30. Jgn bilang kai juga ikutan mau pergi, hrs kah mereka yg sayang sama young ilang satu2? Udh ga kuat sama konfliknya thor terlalu menguras hati/? Ff ini bener2 bagus thor, aku harap next chapt jauh lbh bagus lg thor

  31. Akhirnya lanjut lagi.. Ini ff favoritku loh kak! Jadi jangan lama2ya postnya lagi, td aja aku sempet lupa part sebelumnya. Fighting kak!! Maaf juga aku baru buka

  32. meskipun udah lama gk di update entah knapa aku masih ttep inget sama karya² kakak. banyak banget pelajaran yang aku peroleh setelah baca ff karnya kakak.
    meskipun baru baca sekarang karna emang gak tau kpn update nya, seenggaknya itu udh ngebalas smua rasa penasaran aku selama kurang lebih hampir satu tahun
    semangat buat karya yang lain ya kak, yang dapat menginspirasi banyak orang. keep writing eonnie ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s