About daddy and his trouble: Sehun

Dhee/Jung Monica Present

Prev : Minseok , Luhan , Kris , Joonmyeon , Yixing ,Baekhyun ,Jongdae ,Chanyeol , Kyungsoo , Jongin , Tao

Starting :

Oh Sehun (EXO) and his twin daughter Ava, Stella, Alice, and Irish

.

.

Sehun Problem’s

“Ternyata realita tidak semenyenangkan ekspetasi”

.

.

.

 

Dulu sekali waktu Sehun masih remaja, ia pernah mempimpikan punya kehidupan yang luar biasa dimasa depan; punya rumah mewah,mobil pribadi,keluarga bahagia,istrinya cantik,anak-anak yang lucu serta masih banyak lagi. Dan beruntungnya ia beberapa dari keinginan itu dikabulkan secara cuma-cuma oleh Tuhan. Berawal dari tiga tahun yang lalu ia resmi menikahi sang pujaan hati, kemudian selang empat bulan pernikahannya, ia berhasil membelikan sebuah rumah  yang letaknya lumayan jauh dari kota, dan kemudian saat peringatan hari jadi setahun pernikahannya, kabar baik datang; Elsa menyatakan bahwa ia hamil, ia bahkan memamerkan hasil testpack-nya kepada Sehun. Maka sejurus kemudian teriakan tak tahu malu bergema dari mulut si-penerima-takdir-cuma-cuma memenuhi seluruh ruangan kamarnya.

Inginnya Sehun berterima kasih kepada Tuhan yang sudah sangat baik mengabulkan apa yang selalu ia inginkan dari kecil hingga sekarang. Ya, meskipun tidak semuanya. Tapi setidaknya beberapa keinginan itu sudah berhasil ia miliki, akan tetapi jika dihadapkan dengan situasi begini. Bolehkah ia melakukan negoisasi? Bukan maksud  Sehun tidak mau  menerima atau berterima kasih. Hanya saja ia bingung harus bahagia atau malah sedih.

Tiga bulan yang lalu Elsa melahirkan, dan secara resmi ia sudah menjadi seorang ayah. Bukan kepalang bahagia yang Sehun rasakan pada waktu itu, Tuhan memberikannya sesuatu yang spesial; istrinya melahirkan empat orang bayi kembar yang sangat lucu berjenis kelamin perempuan. Dan pada mulai detik itu Sehun tiada berhentinya untuk mengucap syukur kepada si pembuat kehidupan.

Setidaknya misinya menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab sudah terlaksana sampai detik ini, dari mulai; membantu Elsa menenangkan si kembar yang terkadang seperti keajaiban dunia jika salah satu menangis maka serentak akan ikut menangis, memakaikan popok serta baju sementara istrinya bergantian memandikannya, berjaga sampai malam, dan masih banyak lagi yang lainnya. Nyata-nya itu semua mampu Sehun jalani dengan baik tanpa adanya rintangan.

Sampai pada suatu ketika Elsa diharuskan pergi menjaga ibunya yang sedang sakit di Virginia. Membuat Sehun mendadak seperti patung dengan mulut menganga tak percaya. Baiklah, untuk menjaga ibunya yang sedang sakit di Virginia ia mengizinkan Elsa untuk pergi menjaganya. Tapi untuk yang satu ini ia tidak bisa berhenti percaya, Elsa-istrinya tersayang dengan sangat menyesal berkata bahwa

“Aku tidak bisa membawa si kembar juga kesana. Kau urus saja mereka ya? Tidak akan sulit kok, mereka ‘kan masih bayi”

Oh, -oke. Nampaknya Sehun lupa akan satu point terpenting selama misinya menjadi ayah yang baik, yaitu; selama ini ‘kan dirinya selalu dibantu Elsa dalam mengurus si kembar. Lantas jika istrinya pergi, otomatis Sehun harus melakukannya sendiri?  Tidak, Sehun tidak mungkin melakukannya sendiri. Ia butuh Elsa tentu saja.

“El tidak, kau tidak bisa meninggalkanku dengan si kembar”

“Kenapa tidak bisa? Aku hanya meninggalkanmu dan si kembar sehari saja”

Sekeras apapun Sehun melarang dan sebanyak apapun Sehun meminta, jawaban Elsa tetap sama yaitu ‘Kenapa tidak bisa’. Maka tak lain dan tak bukan disinilah ia sekarang, -ruang keluarga. Menunggu keempat buah hatinya terbangun sambil berdo’a dalam hati supaya mereka berempat tidak menangis secara bersama. Langkahnya terlihat gusar, bahkan jika tidak salah hitung. Sudah sekitar lima kali Sehun hilir mudik kearah dapur kemudian menengok sebentar kedalam kamar si kembar.

Rengekan pertama terdengar oleh rungunya, buru-buru Sehun meletakkan gelas minumnya dan berlari kearah kamar si kembar. Disana ada Stella yang kakinya bergerak-gerak menendang udara, ia melirik sebentar kearah sebelahnya sebelum mengangkat si nomor dua dari keranjang

“Hai cantik, sudah bangun ya” sapanya kepada si nomor dua bermata kelabu;  turunan dari ibunya. Ia menimang-nimang sebentar, mengajak Stella berbicara. Menceritakan banyak hal tentang kemiripan mutlak yang ia dapatkan dari sang ibu. Merasa sudah lebih tenang, ia meletakkan kembali Stella kedalam keranjangnya. Pria itu menyempatkan diri membenarkan selimut si kembar lalu menggiring dirinya keluar. Dirinya bernafas lega, setidaknya sejauh ini semua baik-baik saja.

Dalam sela-sela waktu menjaga putri-putrinya, ia menyempatkan dirinya untuk mandi kemudian membuatkan susu untuk keempat buah hatinya. Atau menyempatkan makan beberapa kudapan rasanya tidak masalah, sampai pada suapannya kelima, Sehun harus berbesar hati meninggalkan kudapannya demi menengok siapa kali ini yang menangis. Matanya dapat melihat si berbulu mata lentik bergerak-gerak gusar ditempatnya. Pelan-pelan ia mengangkat Alice-si pemilik bulu mata lentik kedalam gendongannya, melakukan hal yang sama seperti apa yang ia lakukan pada Stella. Tapi dengan mengubah tema pembicaraannya.

Didongengi dan disenandungi, lama-lama membuat Alice terlihat memejamkan matanya. Ia meletakkan pemilik bulu mata lentik itu kembali, mengusap pipi satu persatu si kembar dan beralih keluar kamar. Langkahnya sudah berada didekat pintu kamar saat satu rengekan kembali menyapa gendang telinganya, senyumnya terkulum tatkala mendengar suara itu. Ia memutar arahnya, menyapa kembali ke dalam keranjang bayi.

“Oh, hai little pumpkin” sapanya kepada si bungsu “Ugh, kau mengompol”

(Just for your information. Mengapa Sehun bisa hafal dengan keempat putrinya? Itu karena ia selalu meletakkan secara urut posisi tidur putrinya, kalau tidak begitu ia memakaikan gelang dengan warna yang berbeda pada keempat putrinya; Merah muda milik si sulung Ava , biru milik Stella, ungu milik Alice dan hijau tosca milik si bungsu Irish)

Selesai mengganti popok, pria itu kembali menimang-lagi-si bungsu dalam gendongannya. Jika tadi hal semacam ini sangat mudah ia lakukan kepada Stella dan Alice, beda halnya dengan si bungsu. Irish susah sekali untuk ditenangkan, padahal sudah hampir sepuluh menit ia menggedongnya. Sampai-sampai tangannya kebas sendiri dan tetap saja si bungsu masih tak mau diam, ia masih merewel dalam gendongan ayahnya. Sehun jadi ingat Elsa pernah berkata bahwa butuh waktu yang cukup lama untuk menenangkan si bungsu, itulah alasan mengapa istrinya menjuluki si bungsu sebagai duplikat nyata versi perempuan seorang Oh Sehun.

“Anak Ayah yang cantik kenapa, sih? Tidak capek ya menangis terus” monolognya pada si bungsu “Irish rindu Ibu ya, Ayah juga rindu Ibu, kakak-kakak juga. Tapi Ibu sekarang masih dirumah nenek, sebentar lagi Ibu pulang. Irish berhenti menangis ya. Kasian kakak, nanti terganggu” kelakarnya seolah si bungsu tau apa yang ia katakan.

Soal tangan yang kebas, sungguh ia tidak berbohong. Tangannya mulai berdenyut nyeri sekarang, dan ia tidak berhentinya mendesis menahan nyerinya. Sesungguhnya pria itu ingin meletakkan putrinya sebentar untuk meregangkan otot tangannya barang sebentar, ya tapi apa daya jika yang kau dapati lambat laun bukannya putrimu yang berhenti menangis tetapi malah meraung tak karuan dalam gendonganmu.

Antusiasme dalam dirinya menyuruh Sehun untuk pergi keluar dari kamar putrinya, membawanya ke ruang tengah dan berjalan mendekati pemutar musik di dekat televisi. Ia menginvasi ruang tengah dengan lagu-lagu lullaby sambil berharap si bungsu cepat tenang dan tertidur, bibirnya juga tak hentinya mendogengi Irish akan banyak cerita. Memberikannya mimpi-mimpi yang indah bahkan sebelum Irish mengenalnya. Usahanya berhasil tatkala si bungsu mulai memejamkan matanya secara perlahan, mengganti rengekannya menjadi dengkuran halus khas milik seorang bayi. Sehun tersenyum lega, ia juga menghujani beberapa kali kecupan lembut pipi gembil si bungsu.

Ia berencana membawa si bungsu kembali ke kamarnya saat sayup-sayup ia mendengar pemutar musiknya mendengungkan lagu yang ritme awalnya tenang kemudian tiba-tiba menghentak pada bagian selanjutnya. Pria itu hampir saja terjungkal jika ia tidak mengingat ada sosok kecil yang tangisannya kembali pecah detik itu juga. Awalnya satu, kemudian dua lalu menjadi empat. Empat tangisan memekakan telinga dalam waktu yang bersamaan.

Bodohnya kau Oh Sehun, kenapa sampai lupa sih kalau playlistnya belum disusun ulang.

Bukan main bingungnya Sehun saat dihadapkan pada situasi seperti ini, ia pernah mendengar si kembar menangis secara bersamaan. Mengurusnya pun juga pernah, tapi kembali pada fakta jika ia tidak mengurusnya sendirian, Elsa ada pada saat itu. Tentu saja mereka akan berbagi tugas. Namun sekarang? Ia harus menanganinya sendiri. Secepat kilat ia menaruh Irish terlebih dahulu ke dalam kamar, berlari keruang tengah untuk mematikan pemutar musik. Melarikan tungkai panjangnya lagi kearah kamar putri-putrinya.

Pertama kali yang Sehun lakukan adalah menenangkan Irish; karena ia yang terlihat paling terkejut diantara yang lain. Ia mengambil inisiatif untuk mengisi satu lengan kosongnya dengan mengangkat Alice dari keranjangnya, sebelum itu ia lebih dahulu mengangkat Ava dan Stella dari tempat tidurnya lalu meletakkannya pada baby seat yang sudah disetel sedemikian rupa oleh Sehun dan istrinya. (Hanya teringat Elsa selalu melakukan hal yang sama jika ia tidak bisa menenangkan keempatnya secara bersamaan) Sehun mengambil peran ganda dalam menenangkan si kembar. IYA PERAN GANDA.

Butuh waktu setengah jam sampai keempatnya berheti menangis dan menyambangi kembali mimpinya masing-masing. Sehun menghembuskan nafasnya panjang lalu jatuh menulungkup diatas permadani bergambar kupu-kupu raksasa. Sehun butuh bernafas, ia merasa setengah jam lalu alveolusnya berhenti bekerja, dan ini saatnya Sehun mengambil banyak nafas sekaligus istirahat sebelum keempat putrinya bangun dan merengek lagi. Ternyata ekspetasi tak seindah realita, itu sebabnya ia jadi tau mengapa para sahabatnya memilih memilik satu atau dua anak saja. Karena mengurusnya dan membesarkannya tak semudah saat kau membayangkan dalam fantasi liarmu.

Lelaki itu berdiri, meraih remot pengatur suhu ruangan kemudian berjalan mendekati keranjang bayinya. Ia tersenyum geli saat mengingat kejadian tadi. Ia membungkuk, memberikan satu persatu kecupan lembut pada pipi gembil keempat putrinya. Tungkainya ia jalankan keluar dari kamar putrinya menuju dapur untuk mengambil satu gelas minum dan melesakan bokongnya pada sofa ruang tengah. Baginya sehari saja mengurus si kembar tanpa Elsa sangatlah tidak mudah dan membuang banyak sekali tenanga, mengingat bukan hanya satu yang harus ia urus melainkan empat. Namun bukankah cobaan seperti ini ada untuk kau ambil hikmahnya, bukan? Netranya hampir saja menutup tatkala ia mendengar pintu ditutup dari seberang.

Sang dewi kemakmuran datang dengan senyum seindah pelangi.

Ia melesakkan dirinya disamping tempat kosong Sehun, mengusak surai arang suaminya. Sehun yang dihadiahi perlakuan seperti itu buru-buru menepis jarak antar keduanya, ia menjatuhkan dirinya dalam pelukan istrinya. Ah, rasanya seperti ini ya mencium bau surga.

“Hai ayah. Bagaimana harimu? Lancar?” tidak menjawab, Sehun hanya menganggukkan kepalanya

Lancar apanya.

“Si kembar tidak rewel, ‘kan?”

Tidak rewel kepalamu, bahkan mereka serempak menangis bersama.

“Ku bilang juga apa, mudah kok mengurus mereka. Ya, kecuali si Irish. Dia emang agak susah”

Terserah kau saja.

“Ya sudah aku mau menemui anakku dulu” katanya sambil melepas rengkuhan Sehun.

“Jangan ganggu mereka. Mereka baru saja tertidur”

“Bagaimana bisa, tentu saja aku akan mengganggunya. Aku ‘kan tidak bertemu mereka seharian ini” katanya melengos meninggalkan Sehun yang masih mencerna perkataan istrinya.

“KUPENGGAL KEPALAMU ELSA PARKINSON JIKA PUTRIKU BANGUN KARENA ULAHMU”

Well, Sehun, languange please. Ada keempat anakmu yang bisa mendengar geraman ayahnya

.

.

.

.

A/N : haii. aduh aku mau ketawa sama ini ahahah, ini berantakan banget gasih? aku keburu nulisnya hahaha, daddy sehun sama empat anaknya. 4 oy 4 hahaha, kembar lagi. btw, yeyyy akhirnya series ini selesai. sebelumnya makasih buat readers setia aku kak Seo Hayeon yang udah setia nunggu series ini kelar dan gak lupa selalu kasih apresiasi/ceilah/ big thx kak, maaf gak bisa bales komennya huhuh. tapi aku baca.

So? What’s next? cerita apa lagi? tunggu series atau cerita selanjutnya. byeee

bonus pic

1) say hi to the twin Oh

2) the twin baby seat (ini yang aku maksud baby seat tadi)

30 responses to “About daddy and his trouble: Sehun

  1. wakakakakaka
    Sehun kewalahan ngurus 4 anak kembar yg bersamaan nangisnya. ahahahahaha ngakak(?)
    istrinya itu minta d apain ya? Sehun cape+bingung ngurus anak ny nangis. eeh, Elsa malah mau ganggu anak mrek.

  2. Heol~~
    Kembar 4,Cewe semua?? Nggak bisa bayangin beli bajunya kek gimana dan harus beliin mainannya berapa. ㅋㅋㅋㅋ
    Btw~ aku Readers baru ff ini. Judulnya menarik,dan kbetulan pake Oh Sehun main cast nya. Jadi Interest buat bacanya.
    Keep Writing thor~~
    Like it.

  3. Kereeennn…. si seksi OhSe punya anak 4 wowwwwww~~~
    Pasti capek banget ngurusin 4 anak kecil wkwk yang sabar yaa Ohse.. hohohohooooo
    Bagian akhirnya aku sukaaaaa… lucu baget ngebayangin si Ohse kayak gitu ahahahaaaaa
    Tetep semangat yaaa nulis fanficnyaa~~ ^.^

  4. Pas author bilang
    “oh sehun,.. language please”
    gw langsung keinget captain amerika yang diperanin chris evans…
    hoho dia gantengnya kebangetaaannn :v
    Njir :” malah ngebahas chris evans :v

  5. Iihh gemes deh si maknae punya baby twins ,, untung dia bisa ngurusin smua bayinya
    Susah payah sehun tidurin kmbli elsa dtg lngsung mo gangguin ank2 nya jelas aja raja singanya marah 😂😂😂
    Kak ini bgus buat dijadiin series,, syg nya ga ad sequel ,,
    Over all keren,, semangat buat ff slanjutnya,,

  6. yaampun itu gimana si sehun ampe buat istrinya berojol 4 anak sekaligus, kebayang ngurusnya yang super duper ughhh.. see u next!

  7. Kak aku ngakak dulu sama nama istrinya😄 elsa? Maysa Allah itu kan aku

    Aku sama… sehun punya 4 anak kembar LOLOL yang sabar ya hun banyak anak banyak rezeki kok. Lucu banget sumpah😄

    • Astaga ternyata aku ketemu kamu di sini els kkkkk 😄 Itu.. kamu punya 4 anak sama Sehun LOL Sungguh sangat menggemaskan aku jadi iri huffftt

  8. Lucuuuuuu
    Ga bayangin sehun punya anak kembar 4 LOL
    kasian tapi serius sehun as a daddy i can not!!!
    Bayinyaaa lucu ngets ya kayaknya.
    Nice story!

  9. Orang kek Sehun punya anak kembar , 4 lagi? Bukan main lucunya kalo ngebayangin sifatnya Sehun yg kayak setan ngurusin 4 anaknya yg kadang nangisnya bisa bikin group vocal 😂

  10. woow….sehun jadi super daddy…
    ahahah….gk kebayang deh gimana repotnya sehun ngurusin mereka semua saat nangis brsamaan…
    tp aq salut hun sama kamu,, kamu bisa nenangin mereka dgn cara yg menggemaskan…🙂

  11. Hahaha. serius lucu banget. Ngegemesin pula wkwkwk. sehun capek banget pasti kalo kaya gitu wkwkkw. Kocak deh. Suka suka

  12. Uwaaaah!! yg ini kerreen bgt critanya Dhee!! haha si Sehun dg latar 4 anak skligus?! Oh Mai!! hahaha tp daddy Sehun pling ok tuh! sanggup nenangin smw princessnya fyuuh,, ini ql ad visual a.k.a felmnya pasti kerren! wkk Tp it dy kbwa emosi gegara istrinya wkwk. And this is one of the most section I love!! Yaah..udh hbis y Daddy2an(?)nya.. aigoo bkln kgen sm crita mreka_If U mind,in other time,make the other story of this,please.And thankz U’d already written this.Tntux ditunggu jg krya slnjutx y Dhee🙂

  13. Aduhh series ini udah selesai yahh… 😭😭 *acting mewek* huhuhu, aku suka banget sama yang Luhan ver. Sama Kris ver. Sama Jongdae ver. Lucu aja..
    Bentar deh aku mau ngaku dulu sama si author author ini -dhee- . Ya kak author-nim, saya mau mengaku saya telah menjadi silent reader mu di series ini. Maaf loh kak author-nim. Saya khilaf, kak. Sebenarnya mau komen tapi ntah kenapa pada saat itu ponsel saya sulit untuk hanya sekadar mengirim komentar yang bahkan hanya berisikan beberapa kata saja.. ahh rese’ emang… tapi harus tetap bersyukur. Dan sebenarnya aku udah baca series terakhir ini sejak kamu awal ngepost.. maaf baru komen.. habisnya emang baru bisa selarang nih kak.. maaf yahh, 😭😭

  14. aduhhhh. Daddy sehun lucu banget yaaa
    Greget ya sama si kembar. Apalagi si irish hahahha nakal yaa
    Duh sialan, cewek beruntung mana yang nikah sama si bocah sehun yaaa
    Lanjut thor, bikin sequelnya ini dong. Yang versi sehun

  15. Njirr jantan banget lu bang, sampe elsa bisa ngelahirin anak kembar empat gitu, bang sehun mau buat vocal group dia, kwartet oh wkwk, memang ekspektasi tak sesuai dengan realita yg terjadi bang, jadi sabar aja dahh pas bayi aja kok mereka ngerepotin ntar kalo udah gede juga kan mereka bisa ngurus dirinya sendiri

  16. wkwkwkkwkwkwkwkw sumpah ni ff kocak banget bikin ngakak…apa lagi bayangin nya makin kocak.sama dialog terakhir nya sumpah anceman nya…lucu lucu.hebat banget dah yg bikin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s