ELEVATOR (Irene’s Side) BY PRLLNRHMWT

prllnrhmwt.png

prllnrhmwt‘s present

ELEVATOR

SUHO & IRENE

Teen

Fluff, Romance

Poster by ladyoong ^^

WARNING : ALUR KECEPETAN, TYPO

HAPPY READING^^

Sial sial sial!

 

Mimpi apa aku semalam sampai-sampai hal seperti ini terjadi dalam hidupku? Kurasa aku hanya memimpikan tentang kisah cintaku dengan pangeran berkuda putih. Oke aku tahu itu menggelikan.

 

Terlambat bekerja adalah salah satu dari sekian banyaknya hal yang ingin kuhindari. Apalagi hari ini aku harus menggantikan Seulgi—sahabatku yang juga alasan kmengapa aku harus melakukan interview dengan Kepala Bagian di perusahaan ini. Seulgi tidak bisa hadir dikarenakan sakit, maka dari itu aku yang notabenenya adalah sahabat dan orang terdekat Seulgi harus menggantikan gadis yang setahun lebih sudah dariku itu, jadi bagaimana bisa aku telat? Oh ayolah, itu sama saja mengubur dirimu sendiri!

 

“Cepatlah terbuka!!”

 

Aku sedang berdiri di depan elevator setelah beberapa menit berlari dari luar gedung menuju ke sini. Perusahaan ini sangat besar, jadi membuatuhkan waktu beberapa menit untuk pergi ke ruangan atapun tempat-tempat. Dan interview akan dilakukan dilantai 26, lantai paling atas. Gila bukan!??

 

Tring.

 

Elevator itu terbuka. Langsung saja kulangkahkan kakiku yang dibalut high heels masuk ke dalam elevator itu. Saat hendak menekan angka lantai tujuanku, ada seseorang yang juga hendak melakukan hal yang sama denganku.

 

“A-ah..” kataku canggung.

 

Aku pun menekan angka 26 sedangkan dia menekan angka 11. Apa dia karyawan di perusahaan ini? Aku akan pindah kalau itu benar!

 

Tidak. Aku hanya bercanda, oke? Tidak mungkin aku pindah kerja hanya karena seorang pria!

 

DEG.

 

DEG.

 

SIAL!

Apa sekarang aku satu elevator dengan seorang pangeran seperti yang ada dimimpiku tadi malam? Oh Tuhan, lihatlah wajahnya itu. Sangat tampan, ah tidak. Jika ada kata yang lebih dari ‘tampan’ mungkin itulah kata yang tepat untuk mendeskripsikan wajahnya.

 

Badannya pun sangat bagus, tidak terlalu berotot tapi tetap dapat membuatmu merasa panas. Apalagi kedua lengan kemejanya yang digulung membuatnya terlihat sangat, ugh, sexy. Jika aku tidak memiliki malu, mungkin air liurku sudah menetes sekarang.

 

Ia menolehkan kepalanya, saat itulah iris hitam kelamnya bersibobrok dengan iris coklatku. Aku dapat merasakan seluruh darahku mengalir ke kepala hingga membuat kedua pipiku memerah dan memanas. Sial. Aku tak tahan dengan tatapannya itu, jadi aku memilih untuk mengalihkan pandanganku.

 

Tatapannya benar-benar tak baik untuk kesehatan jantungku, jika terlalu lama melihatnya mungkin aku sudah terkena penyakit jantung.

 

Serius deh, elevator ini kapan sampainya?

 

Dan… kenapa dari tadi tidak ada karyawan lain yang menaiki elevator ini?!

 

Tanpa tatapannya pun, kurasa aku akan terkena penyakit jantung. Satu elevator dengan pria sepertinya benar-benar tak baik untuk kesehatanku rupanya. Mungkin ini efek karena tidak pernah dengan dengan pria lagi? Seingatku terakhir kali aku dekat dengan pria sepertinya adah saat aku duduk dibangku kuliah, saat umurku 21 tahun, ayolah sekarang umurku sudah 27 tahun jadi itu sudah cukup lama bukan? Sekarang pria didekatku kebanyakan adalah pria-pria yang sudah memiliki keluarga dan anak. Ugh, seharusnyapun aku begitu. Tapi apa daya, tidak ada satupun pria yang mau denganku. Hatiku berdenyut nyeri meratapi kenyataan itu, ugh.

 

Sekali lagi…

 

KENAPA ELEVATOR INI TERASA LAMA? ATAU JANGAN-JANGAN ELEVATOR INI RUSAK?!!

 

 

***

 

 

 

“Ini semua salahmu, aku hampir terlambat, kau tahu?”

Saat ini aku sedang berada di cafeteria kantor, dua jam yang lalu aku sudah kembali ke kantorku setelah melakukan wawancara dengan Kepala Bagian Lee Town Corporation. Duduk sendirian dengan beberapa hidangan yang terletak di atas meja. Ah, betapa menyedihkannya diriku ini. Lihatlah para karyawan lain, mereka berkumpul atau paling tidak bertiga. Absennya Seulgi selama tiga hari ini membuatku kesepian, sungguh.

 

“Hah? Kok jadi salahku? Bukankah aku sudah mengatakan padamu sehari sebelum interview itu kalau mungkin aku tidak akan bisa datang?”

 

“Ya ya ya, terserahlah. Tapi tak apa, karenamu aku bertemu dengan pria tampan. Ah sial, sekelilingku menjadi panas saat mengingat pria itu,”

 

Senyumku mengembang, kedua pipiku memerah, sialan.

 

“Hah? Aku tak mengerti maksudmu.”

 

“Intinya aku bertemu deng—“

 

“Ah kau perempuan yang tadi ‘kan?”

 

Tidak tidak, itu bukan suara Seulgi. Tapi suara seorang pria.

 

Aku menolehkan kepalaku. Saat itu juga aku menjatuhkan sendok yang kupegang sampai-sampai membuat suara yang cukup nyaring. Dan kemudian perahatian orang-orang yang berada di cafeteria ini tertuju padaku seorang, ah atau mungkin untuk dia?

 

Dia, pria itu, adalah orang yang tadi satu elevator denganku! Apa yang ia lakukan di sini?!

 

Aku tak menyangka dia mengingatku, padahal selama di elevator kami tak berbicara sepatah kata pun, hanya berpandangan. Itupun cuma beberapa detik.

 

Langsung saja kumatikan panggilan telepon Seulgi, masa bodoh dengan ribuan pertanyaan yang akan diutarakannya padaku nanti saat ia kembali bekerja.

 

Beberapa karyawan di sini berbisik. Aku dapat mendengar bisikannya, meskipun tidak cukup jelas.

 

“Bukankah itu anak CEO Kim? Calon CEO selanjutnya?”

“Hah?! Serius dia anak CEO kita? Bukankah dia seorang model? Aku pernah melihatnya disebuah majalah, ia menjadi sampulnya malah!”

 

Hah?!

 

HAH?!!

 

JADI DIA ANAK BOS YANG CUKUP POPULER DI SINI? DAN… DIA SEORANG MODEL?

 

Eh? Tapi aku tak pernah melihat atau bahkan mendengarnya?

 

“Aku Kim Junmyeon, siapa namamu?”

 

Oh Tuhan. Dia tersenyum dan mengulurkan tangannya padaku. Ah jantungku rasanya ingin keluar dari tempat seharusnya sekarang. Semua tentang pria itu, berbahaya untukku.

Pesonanya terlalu memikat, membuatku tak bisa menolaknya. Kuulurkan tanganku, menjabat tangan besarnya. Sial, begini saja jantungku berdetak tak karuan.

 

“A-aku Bae Juhyeon, panggil saj-“

 

“PAPA!”

 

Kutolehkan kepalaku kala mendengar suara anak kecil menggelegar. Anak siapa itu?

 

“Ah, Myeonju! Papa di sini!”

 

Eh?

 

“Papa! Hari ini benar-benar menyebalkan. Bibi Kim kapan kembali? Aku bosan bermain sendiri!” anak itu berkata saat berada digendongan Papa-nya.

 

“Eh? Kok tumben kamu mengeluh? Padahal ini sudah hari ketujuh Bibi Kim pulang kampung.”

 

“Pokonya menyebalkan, Pa! Aku ‘kan ingin bermain bersama-sama, bukannya sendirian! Sendirian itu tidak menyenangkan.” Bocah bernama Myeonju yang umurnya kutebak sekitar 5 atau 6 tahun mengecilkan suara diakhir kalimatnya.

 

“Kenapa kau tidak mengajak para maid untuk bermain denganmu?”

 

“Yang benar saja Pa! Mereka selalu disibukkan dengan berbagai urusan rumah, mana mungkin mereka mau menyempatkan waktu untik bermain denganku. Tugas mereka sudah cukup banyak. Lagipula aku tidak yakin apa mereka dapat bertahan lama jika bermain denganku. Oh ya, siapa tante itu?”

 

“Ah aku sampai lupa. Maaf mengabaikanmu Juhyeon-ssi. Ini anakku, namanya Kim Myeonju” pria itu—Junmyeon berkata, membuat perhatianku teralih padanya.

 

EH?

 

“Dan Myeonju, tante itu adalah…

 

Calon ibumu.”

 

 

 

HAH?

 

EEEEHHH?!!

 

 

D-DIA SEORANG D-DUDA BERANAK SATU?

 

 

DAN APA MAKSUD PERKATAANNYA TADI?!!

 

 

AKU BENAR-BENAR TAK MENGERTI!

 

 

fin.

saya kembali dengan ff absurd ini. sebenernya pgn dibikin drabble aja, tp gatau kenapa tangan ini gabisa berenti buat ngetik dan yah jadilah short-fiction ini:’) well, entah besok atau lusa aku bakal upload versi suho nya, kan skrg versi irene. sebenarnya sama aja cuma nanti dilihat dari sudut pandang suho xDD sip itu aja.

 

see you next time!^^

18 responses to “ELEVATOR (Irene’s Side) BY PRLLNRHMWT

  1. hah?!? calon ibu??? maksutnya.kok..kok… knp bisa tiba” d bilang calon ibu myeonju?? aku gagal paham ato apa?

    • jawabannya bakal ada diversi suho besok atau nanti malem :3 so stay tune(?) /apasih.

  2. Wkkkk ~ suho duda tampan songong beranak satu yg berbuat seenak jidatnya :’v baru jumpa udah jadi calon eomma 😂😂 beneran mau bikin jantungan :v di tunggu next chap nya thor 😉 suho pov yaww

  3. Daebaaaak, ko bisa tiba2 jadi calon istri sih?? Apa alasanyaaaaa?? Apa emang Joonmyeon udah suka lama sama Irene?? Kyaaa ga ada sequelnya kah?? Versi Joonmyeonnya kapan dipost??
    Ditunggu versi Joonmyeonnya ^^

  4. Ya Tuhan >_< "tante itu adalah… Calon ibumu." what the hell xD perkenalan macam apa itu xD ya bayangin baru kenalan sama cowok cakep, keren, perfect dsb.. Ternyata udah punya anak dan ngomong kalo 'kita' bakalan jadi calon ibunya. Maksudnya appaa.. :v tapi ini beneran suho duda? :v jadi duren dong.. Duda keren :3 aiiing.. Jujur ini buat senyum-senyum sendiri, lucu xD ditunggu versi suho-nya yah😉
    nice ff😀

  5. Duuuuh! ma hardshipp ugh~
    nikah aja lah nikah 😀
    kesian joohyeon 😔masa cantik2 gada yg naksir?😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s