“Married With him?!” Chapter 20A – @Baby_Boo04

cover mwh18_p1

Title                 : “Married With him?!”

Author             : @baby_boo04

Main Cast        : Yumi | Sehun

Support Cast   : Find out by yourself.

Length             : series

Rating             : PG 15+

Genre              : Romance, Family, Comady(?), Sad(?)

Disclaimer     : The Story, Yumi and Sehun Is Mine!

Sorry for Typo’s and Read My NOTE!

Teaser || CH1 || CH2 || CH3 || CH4 || CH5 || CH6 || CH7 || CH8 || CH9 || CH10 || CH11 || CH12 || CH13 || CH14 || CH15 || CH16 || CH17 || CH18 || CH19

MyBoo

***

Pagi yang cerah menemani sepasang sejoli itu untuk menyantap sarapan mereka. Awalnya Yumi terasa kaku akibat hal yang kemarin terjadi tapi itu tidak bisa menghalangi keinginannya untuk membuat sarapan pagi ini.

Disimpan apron yang sedari tadi menempel ditubuhnya dan ia memposisikan tubuhnya itu untuk duduk menghadap laki-laki yang saat ini tengah menyantap sarapan paginya, ya meski hanya sandwich dan segelas susu tapi rasa yang dia rasakan amat sangat berbeda dengan sarapan lainnya.

Diperhatikan dengan seksama orang yang saat ini tengah memakan roti isi itu, meskipun matanya asik membaca berita tapi mulutnya tak berhenti untuk mengunyah sarapannya itu. Seulas senyuman bahkan Yumi sungingkan mengingat kejadian kemarin.

“Berhentilah menatapku seperti itu.”

Oh dia ketahuan, dilipat kedua tangannya lalu berdehem supaya ia terlihat normal. Tapi sayangnya usahanya itu masih tetap gagal. Iris coklatnya masih tidak bisa menahan diri untuk tidak mengabaikan mahluk sempurna dihadapannya itu. Oh apa baru saja Yumi memuji Sehun? sepertinya iya, bahkan saat ini dia terlihat seperti seseorang yang tengah dimabuk cinta. Dan itu adalah kenyataannya.

“wajahku bahkan bisa berlubang jika kau terus menatapku dengan tatapan lasermu itu.”

Perkataan itu sontak membuat mood Yumi hancur, dasar! Dibuang pandangannya asal supaya orang dihadapannya ini tidak tinggi hati. Pria itu sempat tersenyum dengan apa yang gadisnya itu lakukan, apa baru saja dia menganggap gadis di hapannya ini gadisnya? ah lupakan dia bahkan terlalu malu untuk mengakuinya.

Dirasa sudah cukup untuk sarapan pagi ini Sehun meneguk susu dihadapannya hingga setengah gelas, dimatikan Tab ditangannya itu tak lupa dia mengambil jas yang ia simpan pada kursi disamping. Yumi menyadari pergerakan Sehun yang akan segera berangkat, tidak!

Sebenarnya pagi ini ia ingin memberikan hadiah yang sudah lama ingin segera sampai kepada pemiliknya itu, akibat berbagai halangan barang itu sampai saat ini masih berada ditangan Yumi. Tak ingin barang itu terus ada padanya ia harus menahan Sehun dan memberikan barang itu sekarang.

“Oh Sehun, Tunggu!”

Sehun baru beranjak dari duduknya itu menatap Yumi yang saat ini tengah berlari menuju kamarnya, bebrapa detik kemudia gadis itu datang dengan kotak persegi panjangnya ditangannya. Setelah gadis itu sampai dihadapan Sehun dia menatap pria itu dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.

“kemarilah.”

Diputar tubuh Sehun menghadapnya setelah itu Yumi melepas dasi berwarna biru polos yang sudah mengikkat leher pria itu. kerutan samar Sehun tunjukan dengan apa yang orang yang dihadapannya ini lakukan.

‘Apa yang sebenarnya dilakukan gadis ini?’

Pertanyaan itu terus mengiang dikepala Sehun tapi setelah Yumi membuka kotak yang ada ditangannya itu akhirnya dia tahu maksud dari apa yang gadis ini lakukan.

‘Ternyata dia memberikan sebuah dasi padaku.’

Yumi berjinjit untuk memasangkan dasi ini dileher Sehun,

“Sebenarnya aku ingin memberikan hadiah ini pada saat hari jadimu..” dia mengoceh dengan kedua tangannya sibuk memasangkan dasi “tapi disaat hari jadimu itu banyak halangan yang membuat aku tidak bisa memberikannya.”

Ditatap gadis dihadapanya itu “Halangan?”

“hmm, sudahlah aku tidak ingin membahasnya.”

Sehun mengingat-ingat apa saja yang terjadi disaat hari jadinya itu, di fokuskan kembali irisnya

‘Dia menyembunyikan sesuatu dariku.’ Gumamnya dengan pandangan masih menatap Yumi.

Didorong dasi itu hingga batas leher Sehun dan pekerjaannya pun akhirnya selesai. “Ah selesai, bukannya ini cantik?” ditepuk pelan dasi kotak-kotak berwarna serasi dengan setelan yang Sehun kenakan sekarang.

11046957_698038613641901_1477133423917340995_n

Sehun masih bergeming dengan objeknya kini dan balasan dari iris dihapannya itu membuat dia tersadar “Ya, Cantik.” Yumi menarik ujung bibirnya, dia bahagia apa yang diberikannya itu tidak sia-sia meskipun kata cantik yang Sehun ucapkan disini sangat ambigu.

Satu, dua hingga sudah tiga detik belalu Yumi baru menyadari bahwa jarak diantara mereka terlampau dekat, oh ini bahaya dia tidak mau Sehun melakukan hal yang seperti kemarin. Sebenarnya bukan tidak mau hanya saja jika Sehun menciumnya lagi dia tidak mau suasana cangung mendominasi kembali, sangat melelahkan untuk menghancurkan suasana cangung itu.

Dijuntaikan kedua tangannya di sisi tubuh bahkan saat ini Yumi tertawa garing dan bersiap untuk mundur. Baru saja Yumi mensiapkan dirinya untuk mundur dengan gerakan cepat Sehun menarik pingang gadis itu hingga tidak menyisakan jarak sedikitpun.

Dekapan posesif Sehun lakukan saat ini, mungkin kata ‘Terimakasih’ tidak bisa secara lisan dia ucapkan tapi sebuah dekapan bisa mengantikan kata itu. Diletakan dagunya pada lekukan leher Yumi malahan Sehun sempat menghirup dalam-dalam wangi tubuh gadis ini.

“kenapa kau memberikan dasi ini untukku?”

Yumi diam, sebenarnya tidak ada alasan khusus dia memberikan dasi itu “ah itu.. dasi itu sangat cantik dan sangat cocok jika kau pakai.”

“benarkah?”

posisi yang seperti ini membuat Yumi tidak nyaman dan bergerak dengan bebas “eo, Sehun-a bisa kau lepaskan aku?”

Tapi permohonan Yumi itu tidak dengan cepat Sehun kabulkan, oh ayolah ini hanya baru beberapa saat dia memeluk gadisnya ini.

“Kau tau arti sebuah dasi jika diberikan kepada seorang pria?” Sehun sengaja mengulur waktu dengan terus bertanya pada gadis itu. Gelengan menjadi respon Yumi, dia tidak tahu malahan ia baru mengetahui ternyata memberikan dasi pada seorang pria itu memiliki arti.

Sehun memiringkan kepalanya hingga hembusan nafas orang itu bisa Yumi dengar dan rasakan, ini menggelikan.

“Aku ingin memilikimu.”

Senyuman miring yang Sehun lakukan saat tiba-tiba tubuh Yumi tengang mendengar ucapannya, tidak ingin orang dihadapannya mati mendadak akibat ulahnya dilepaskan perlahan dekapannya itu.

Wajah polos dan bingung itu membuat Sehun menahan tawa. “aku berangkat.” Tak lupa dia mengacak rambut gadis itu lalu pergi meninggalkannya.

Masih setengah sadar Yumi merapihkan rambut yang berantakan akibat ulah Sehun itu, ia masih belum percaya apa yang didengarnya.

“Aku benar-benar tidak tau ada arti seperti itu!”

 

(***)

 

Bau obat sangat khas disini bahkan tembok dan furniture diruangan ini bewarna putih. Gerakan perlahan dari tangan dan kelopak mata seorang wanita yang tengah terlelap itu membuat Taehyung segera keluar lalu memanggil dokter untuk melihat keadaannya. Semoga saja kedaan wanita ini baik-baik saja meskipun hampir sehari penuh wanita ini tertidur.

Tak lama dokter itu memeriksa wanita yang baru sadar itu dia meminta Taehyung untuk keluar mengikutinya, setelah mereka berada diluar ruangan dokter itu menatap Taehyung dalam diam.

“Bagaimana kedaanya Jisoo-ya?” tanya Taehyung pada dokter beranam Kim Jisoo itu

“keadaannya semakin membaik dibandingkan kemarin malam, apa sebaiknya kau menghubungi kerabat wanita ini Taehyung-a?”

Helaan nafas keluar dari mulut Taehyung “entahlah aku bahkan tidak tahu nama wanita itu.”

Dokter itu membuang wajahnya “lalu bagaimana kau bertemu dengan wanita itu?”

Taehyung mengacak rambutnya kasar “ceritanya panjang Jisoo-ya, nanti ku ceritakan eo.” Ditepuk bahu dokter itu untuk mengakhiri percakapan mereka dan segera Taehyung masuk kedalam ruangan dibelakang tubuh Jisoo.

“Kau itu terlalu baik atau bodoh?!” gumam Jisoo

“akhirnya kau sadar.” Ucap pria itu setelah menutup pintu dengan rapat.

Derap kaki yang mendekat membuat Raemi mengingat akan rencana yang ia buat, ditatap Taehyung yang saat ini sudah berdiri disampingnya.

“Kim Taehyung..”

Raut wajah bingung ia suguhkan, bagaimana dia tahu namaku? Batin Taehyung.

“Bisakah kau membantuku?”

__

Tetesan air mengalir diujung hidung Taehyung, dia mengusap kasar wajahnya lalu ditegakan kedua bahu itu untuk menatap pantulan dirinya. Helaan nafas berat Taehyung keluarkan, dia bingung dengan dirinya saat ini. Apa harus dia melakukan hal itu?

Permintaan yang Raemi ucapkan membuat Taehyung bimbang, ya memang dia ingin mendapatkan sahabat kecilnya itu tapi haruskah dia merebutnya dari Oh Sehun? lalu bagaimana jika rencana itu gagal dan mebuat dia kehilangan sahabat kecilnya itu? oh ini membuat Taehyung gila.

Awalnya dia cukup terkejut dari mana wanita itu mengetahui namanya dan ternyata wanita itu mendapatkannya dari temannya bernama Hana Kim. Bahkan foto Sehun bersama Yumi dan dirinya juga dia dapatkan dengan bantuan temannya itu.

Sekarang Taehyung sudah tau siapa wanita itu. Jung Raemi, orang itu cukup berbahaya.

Helan panjang Taehyung lakukan untuk yang terakhir “Ya itu yang harus aku lakukan.”

 

(***)

 

Dilangkahkan kakinya dengan gontai menuju pintu bernomor 9943, helaan bahkan dia keluarkan untuk mengiringi langkahnya itu. semenjak keluar dari ruang perawatan Raemi, Taehyung seperti orang yang banyak pikiran. Ya sebenarnya dia masih bimbang dengan apa yang dipilihnya itu. Haruskah dia mengikuti apa yang ada di dalam kepalanya? atau mengikuti suara yang ada di dalam hatinya?

“Tae-ya!”

Pekikan riang itu membuat Taehyung sadar dari lamunan panjangnya, segera dia menganti ekpresi wajahnya itu dengan senyum khasnya.

“apa kau menungguku?” ucapnya setelah sampai dihadapan gadis itu

Anggukan pasti menjadi jawaban Yumi “emm.”

“kenapa kau tidak menghubungiku?!”

Diputar bola matanya malas “aku bahkan tidak memiliki nomor mu.” Jawabnya tak lupa dia menggoyanng-goyangkan ponselnya itu di depan wajah Taehyung

Diambil ponsel itu lalu dia mengetikan sesuatu dilayar ponsel “ada apa kau menungguku Mi-ya?”

“Tae! apa kau pernah jatuh cinta?” pertanyaan itu sontak menghentikan pergerakan tangan Taehyung.

__

Tarikan napas panjang wanita itu lakukan melihat sahabatnya tengah mencabut kasar jarum infus yang menempel ditangannya “sebaiknya kau hentikan semua ini Raemi-ya.”

“Tidak! aku ingin mendapatkan dia.” Dengan keras kepala Raemi menghiraukan kesehatannya bahkan cairan merah yang keluar dari tangan kirinya itu dia hiraukan.

“tidakah semua ini sangat berbahaya eo? Bahkan kau belum pulih sepenuhnya, kumohon berhentilah.”

Sesaat Raemi menghentikan aksinya dan tatapan tajam ia berikan pada sahabatnya itu “Hana Kim apa kau rela memberikan Woobin oppamu itu pada wanita lain dengan begitu saja? Tidak, bukan? Begitu juga denganku.” Dilangkahkan dengan cepat kakinya itu menuju pintu keluar

“Tapi setidaknya aku tidak akan melakukan hal bodoh sepertimu.”

langkahnya sempat terhenti “aku menghubungimu untuk membantu rencanaku bukannya menghalangi rencanaku.” Dan suara debuman pintu yang sangat keras menjadi akhir percakapan mereka.

__

Dihempaskan tubuh mungilnya pada sofa soft brown di belakang tubuh, irisnya mengelilingi isi ruangan ini dan pandangannya saat ini terfokus pada jaket hitam yang tergeletak begitu saja disampingnya itu.

“ah Tae..”

Taehyung yang tengah menuangkan jus segera mempokuskan pandangannya “kenapa?”

“sebenarnya…Sehun membuang jaketmu..ah maafkan aku Tae-ya aku akan menganti jaketmu itu emm..kumohon maafkan aku..emm..” ucap Yumi memohon,

Senyuman miring Taehyung sungingkan, seharusnya Yumi tidak perlu meminta maaf karena jaketnya itu sudah ada padanya.

“emm..”

 

Flashback On

Matahari baru menampakan diri meskipun masih satu pertiga wujudnya dia tampakan, dibuka secara perlahan kelopak matanya itu lalu menstabilkan cahaya yang masuk kedalam retina matanya. Adalah Taehyung yang saat ini tengah mengeliatkan tubuhnya yang masih lemas.

waktu menunjukan pukul 05.33 am. Dan itu masih terlalu pagi untuk dia memulai aktifitas, dihempaskan kembali tubuhnya pada ranjang kesangannya itu. Baru satu detik dia memejamkan matanya suara bel menganggu niatnya hingga membuat dia terjaga kembali untuk bagun dan melihat Tamu macam apa yang berkunjung sepagi ini.

setenngah acak-acakan Taehyung menghampiri pintu apartmenya, jika tamunya itu datang hanya untuk menganggunya dia bersumpah akan memaki tamunya itu. diputar kunci dan dia tarik knop pintu hingga menampakan seseorang yang sempat ia lihat semalam.

Wajah tegas dan tatapan yang tajam saat ini Taehyung lihat, tangan kanan oraang itu ulurkan untuk memberikan apa yang ada padanya, ya jaket Taehyung.

“aku sudah mencucinya dan aku harap kau jangan menemuinya lagi.”

Jaket itu sekarang sudah berpindah tangan, senyuam miring Taehyung tunjukan.

“kita lihat saja nanti.”

Decakan dan tatapan tajam mengakhiri percakapan mereka.

Flashback Off

“Tae, apa kau marah padaku emm?” ucapan itu membuat Taehyung kembali dari alam bawah sadarnya “ahh  Tae-ya apa yang harus ku lakukan supaya kau memaafkan aku eo?”

Dia simpan Jus jerus yang baru dituangkan olehnya itu dihadapan Yumi “terus berada disampingku.”

Yumi berdecak mendengar permintaan Taehyung itu “Ya, tak bisakah kau meminta permintaan yang lebih serius?!”

Sengaja Taehyung membalas tatapan Yumi itu, “Aku Serius.” kalimat itu membuat suasana menjadi cangung, menyadari suasana menjadi aneh Taehyung  sengaja mendekatkan wajahnya kehadapan Yumi “memangnya kau tidak ingin terus berada disamping sahabatmu yang tampan ini?” tak lupa ibu jari dan telunjuknya dia simpan di bawah dagu hingga membuat Yumi diam tidak percaya.

“ish..aku serius!”

Dan pukulah yang bertubi-tubi mendarat di lengan kanan Taehyung menjadi hadiah dari Yumi atas tingkahnya yang terlalu percaya diri.

“Ahk! Sakit! hentikan Yumi-ya! Ahk ahk..”  dihentikan aksi memukuli sahabatnya itu “Yumi yang dulu itu gadis baik dan manis, sekarang berubah!” Ucap Taehyung dengan mengusap lengannya.

“Kau juga berubah! Taehyung yang dulu adalah anak yang baik, pendiam dan tidak narsis seperti sekarang!” jawab Yumi tak mau kalah.

Taehyung tersenyum mendengar kalimat yang keluar dari sahabatnya itu, “ah ya apa yang ingin kau tanyakan Yumi-ya?” sebenarnya Taehyung masih mengingat pertanyaan yang ditanyakan Yumi saat diambang pintu apartmentnya tadi tapi, ia tidak ingin percakapannya ini dimulai dengan cangung.

Yumi memposisikan tubuhnya seenak mungkin sebelum berkonsultasi pada sahabatnya itu “emm..Tae..apa kau pernah jatuh cinta?”

“Tentu.” Jawab Taehyung sekenannya

Dilipat kedua tanganya dan ia simpan diatas bantal sofa dipangkuannya “apa yang kau rasakan?”

Taehyung menpokuskan pandangannya pada objek disampingnya itu “yang aku rasakan?” Yumi yang tengah menunggu jawaban Taehyung mengangguk-anggukan kepalanya “detak jantungku memompa 2 kali lipat saat orang itu menatapku, aku  ingin dia selalu berada didekatku, aku tidak menyukai saat dia bersama laki-laki lain dan… aku sangat bahagia bila dia menpokuskan pandangannya hanya padaku, seperti sekarang ini.”

Diputar bola matanya malas “Kim Taehyung!” dan Taehyung hanya menyunggingkan kedua ujung bibirnya.

‘sebenarnya itu perasaan ku sekarang, Yumi-ya’

(***)

Dibalik kertas proposal ditangannya kini dengan pandangan masih terpokus pada salah seorang karyawan yang tengah mempersentasikan hasil kerjanya. Sesekali Sehun membaca proposal itu dan mengangguk-anggukan kepalanya merasa puas dengan apa yang dilihat dan dengarnya.

Suara teriakan dari luar ruangan ini membuat Sehun menyerengitkan keningnya, ada ribut-ribut apa diluar dan dengan kasar pintu ruangan rapatnya terbuka. Sehun membelalakan kedua bola matanya lalu segera bangkit dari kursi, tatapan bingung semua orang tunjukan saat melihat wanita itu masuk.

“Noona..”

menampakan wanita yang masih mengenakan baju salah satu rumah sakit swasta itu menatap Sehun dengan kedua matanya yang sembab “Se-hun-a…” baru beberapa langkah wanita itu masuk dengan gontai dan berapa detik berutnya langkahnya terhenti akibat wanita itu kehilangan keseimbangan dan kesadarannya.

Sehun segera melangkahkan kaki panjangnya  lalu membawa wanita itu ala bridal, dengan perasaan kawatir dia mempercepat langkah kakinya. Sebenarnya apa yang terjadi dengan wanita ini, kenapa dia bisa sampai berada disini dan dengan keadaan yang seperti ini?

___

Dengan perlahan Yumi menutup pintu dibelakang tubunya, dia mencerna perkataan yang tadi diucapkan sahabatnya.

Detak jantung memompa 2 kali lipat dari biasanya?

Tak lupa tangan kanan Yumi simpan di dada kirinya saat mengingat kebersamaannya bersama Sehun hingga membuat kedua ujung bibirnya tertarik keatas.

Selalu ingin berada didekatnya?

Dia tersenyum kembali mengingat dia bahagia saat bersama Sehun, bahkan kedua pipi putih Yumi sekarang berubah menjadi merah. Semerah tomat.

Tidak menyukai saat orang itu bersama lawan jenis?

Dan senyumannya itu tiba-tiba luntur mengingat Sehun saat bersamam ‘Noona-nya’  itu entah tengah berpelukan ataupun berciuman.

Ah dan ingatan yang tiba-tiba terlintas dikepalanya itu membuat moodnya berantakan, segera Yumi menggeleng-gelengkan kepalanya.

“tidak Lee Yumi, Lupakan itu!”

To Be Continue

Note: Jjang! Mianhae reader-a kalian tau kan aku kemaren disibukan ujian trus persyaratan masuk Polban ahh ternyata itu sangat melelahkan. Maaf kalo chapter ini gak memuaskan, soalnya aku kepentok di chap ini :3 aku sengaja bagi 2 ya, jan lupa tinggalin jejak~ Saranghae Yeorobun♥♥♥

Oya kalo ada yg ingin tau About Me’  klik itu~

Pict

(gk sabar sama catman satu ini!)

13076516_897905116988582_434740656122151046_n

(daripada nunggu yg gak pasti mending ini dulu, yeah 30 Juni~)

13138737_906288536150240_6059045797350217030_n

Regards

 @Baby_Boo04

***

65 responses to ““Married With him?!” Chapter 20A – @Baby_Boo04

  1. kesel banget sama noona2 itu udah jahat banyak akal lagi. siapa aja tolong sadarin dia termasuk kamu *nunjuk taehyung* jangan ikut sama rencananya dong kamu itu calon pemimpin keluarga harus tegas #abaikan dan kamu juga *nunjuk sehun* jangan sampai kamu terpengaruh sama rencananya noona2 itu ingat yumi tunanganmu sedangkan noona2 itu mantanmu.nexttttt

  2. Ughh aku setuju sama ‘Nurul A’
    Taehyung jgn ikut” rencana gila Raemi yah, nntr kmu bakalan kehilangan sahabat kecilmu. Sehun jgn tertipu sma akal busuk.a Raemi
    Eoh author.a ternyata seumuran dg ku hehe
    Fighting buat lanjutin crta.a eeaa

  3. Benci banget sama Raemi, kenapa dia mesti ganggu hubungan sehun-,- udah jelas2 sehun nolak dia, toh salah Raemi juga yang ninggalin sehun duluan-,-

  4. Iiih bener-bener sebel bin kesel banget lihat raemi tu ya, orangnya itu bingal bin dogil bin kepala batu banget sih….. udah dia yang ninggalin… ehh malah dia yg ngejar2 lagi sampai kaya orang kurang waras …. dan sabar ya buat sehun menghadapai nya ..
    Dan untuk sehun dan yumi semoga menyadari perasaan masing-masing…
    Dan untuk author semangat ya lanjutin ceritanya karena para readers menunggumu…. maksudnya next chaptetnya….hehehehe

  5. Raemi rasanya pengen aku bunuh aja–”
    Tae tolong jangan rusak hubungan Sehun-Yumi plissㅠㅠㅠㅠ

  6. aisshh aissshh.. bukan k ni mnyebalkan apalgi sm noona it . arrgtthh.. taeyhung jgn.mau ikutin wnt jahat it.

  7. aaaaa aku baru baca lg lanjutannya
    huaaa sebal sama si nonna2 jahat itu astaga
    udahlah oh sehun tolong ya akuin aja peeasaan sama yumi

    pleaseee for next chapter

  8. Maaf yah thor baru sempat coment dichap ini soalnya aku baca ffnya marathon dari chap 1 sampai 20(miane)…
    Dan ok aku bakal coment apa yg aku ingin curahkan dari chap 1 sampai chap ini (ehm sok puitis), ceritanya bagus thor, seru, kadang bikin nyesek, sebel, marah2 dan senyum2 sendiri^^
    aku bakal tunggu lanjutan chapnya^^ keep writing!! And Fighting!!!

  9. halooo… pembaca baru disini. sejauh ini ceritanya bagus dan seru hehe… tapi baru sampe chapter 20A ya? oke ditunggu chapter selanjutnya. semangat ya chingu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s