[1] Broken Wings

broken wings

A Sequel of Breakable Heart: To Get Your Heart

Drama, Family, Romance

Cast:

Oh Sehun, Charisa Jung

Original Soundtrack: Rae Morris – Don’t Go

"Sometimes people make the wrong moves, 
walking in the wrong shoes."

Incheon International Airport, 2016

Jari lentik itu mengetuk-ngetuk pelan meja. Manik madu indah miliknya bersembunyi di balik kaca mata hitam. Bibir merah meronanya sesekali mencibik lantaran seseorang yang ia tunggu-tunggu tak kunjung menampakkan batang hidung. Dirinya baru saja mendarat dari penerbangan panjang antara Paris dan kota Seoul.

Ia kemudian sibuk mengutak-atikkan ponselnya. Guna menghubungi salah satu nomor milik seseorang. Panggilan itu kemudian terhubung, namun tak lama berselang, panggilang itu terputus karena tak kunjung ada yang mengangkat.

“Sialan kau, Kim Jongin”, umpat bibir manis milik wanita itu.

Dengan kesal, kaki jenjang miliknya kemudian beranjak dari gerai kopi bandara yang saat ini ia kunjungi. Dengan membawa koper miliknya seorang diri. Perawakannya yang angkuh, dan cara ia berjalan bak super model dunia sempat menyita pandangan dari kaum adam yang ada ketika ia lewat.

Dibalik sikap angkuhnya, tak banyak yang tahu bahwa wanita itu menyimpan luka yang cukup besar di masa lalu. Bahkan sampai sekarang pun belum juga mendapatkan ujung.

Sepuluh tahun lalu, wanita itu meninggalkan tanah kelahirannya. Dari sepuluh tahun lalu, ia berusaha untuk mengubur dalam-dalam kenangan buruk yang pernah ia ciptakan.

Sepuluh tahun lalu, masih teringat di benaknya ketika untuk pertama kalinya ia terlihat begitu lemah. Menangis begitu pilu di dalam pelukan seseorang yang telah ia anggap sebagai ibunya sendiri, di sebuah desa terpencil, sebelum dirinya kembali melarikan diri ke belahan dunia yang berbeda.

Wanita itu Chaerisa Jung. Setelah sepuluh tahun lamanya, akhirnya ia harus kembali ke tanah kelahiran yang masih menyimpan begitu banyak memori menyakitkan bagi dirinya. Demi untuk menjalani satu tanggung jawab yang harus ia penuhi.

—οΟο—

“Jadi, kau yang bertugas menjemput saya?”, Chae menurunkan sedikit kacamata hitamnya. Maniknya meneliti dari ujung kepala sampai ujung kaki lelaki yang masih terengah-engah di depannya.

Lelaki itu sempat terlihat kualahan   dan bertumpu memegang lututnya sebelum dirinya kembali berdiri tegak menghadap Chae.

“Iya, Nona Chae. Perkenalkan saya Josh, asisten pribadi tuan Jongin. Dan saya yang ditugaskan untuk menjemput anda. Mohon maaf atas keterlambatan karena kelalaian saya yang salah gate.”

Chae masih terlihat meneliti lelaki di hadapannya.

“Berapa umurmu?”

“Maaf Nona, saya 25 tahun.”

Chae hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

Oke masih muda. Baguslah. Belanjaan-belanjaanku menanti tenagamu, anak muda.

Kikik Chae dalam hati.

Lantas wanita itu menaikkan kembali kaca mata hitamnya. Dagunya ia angkat tinggi-tinggi, menunjukkan wajah angkuh nan rupawannya.

“Baiklah kali ini ku maafkan. Jadi, dimana mobilnya?”

“Di sana, Nona. Mari saya antarkan.”

“Tolong bawakan koperku.”

“Baik, Nona.”

Lantas kaki jenjang itu melenggang menuju ke mana mobil terparkir. Diikuti oleh Josh yang terlihat kualahan membawa koper-koper Chae yang terbilang banyak dan berat.

Ku kira kopernya cuma satu yang ia bawa barusan. Ternyata yang di troli juga. Kalau begini caranya pinggangku bisa patah.

Keluh lelaki itu dalam hati.

—οΟο—

Conrad Hotel Seoul. Chae tiba di hotel tempatnya akan menetap untuk beberapa waktu.

Stiletto mahal itu membawa tungkai jenjang miliknya masuk ke dalam kamar super mewah yang memang sudah di reservasi khusus untuk dirinya.

Jangan tanya berapa harga kamar  itu untuk semalam. Dan jangan tanya dari mana wanita itu mendapatkan uang sebanyak itu sementara dirinya hanyalah seorang wanita yang kabur dari keluarganya sepuluh tahun lalu.

Mungkin kalian akan bertanya hal-hal seperti itu. Tapi tidak dengan kenyataan yang ada saat ini. Tentu saja Chae bisa mendapatkan fasilitas cukup mewah itu dari hasil jerih payahnya sendiri. Usaha yang ia tanam selama sepuluh tahun ini, kini menumbuhkan hasil.

Designer sekelas dunia seperti dirinya, tentu saja akan sangat mudah mendapatkan sponsor dari klien klien yang bekerja sama dengan dirinya. Tak terkecuali saat ini. Tujuan utama ia datang kemari memanglah untuk menghadiri satu undangan kerja sama besar antara dirinya dan perusahaan besar Korea.

Sepuluh tahun lalu, Chae mencoba peruntungannya membanting stir dari kecintaannya bermusik ke sekolah fashion design yang ada di Paris. Dan beginilah hasil kerja kerasnya sekarang.

Wanita itu melemparkan clutch bag nya ke salah satu sofa yang ada di sana. Sementara membiarkan pegawai-pegawai hotel membawakan koper-koper miliknya masuk ke dalam.

Setelah para pegawai itu pergi, barulah Chae merebahkan dirinya di atas ranjang mewah di kamar itu. Lantas ia menarik nafas panjang sebelum membuangnya perlahan.

Beberapa menit berselang, ponsel wanita itu berdering. Chae membaca nama yang tertera di sana, dan langsung mengangkat panggilan tersebut tanpa menunggu lama.

“Kemana saja kau, berengsek? Kenapa tidak menjemputku?”

“Ups.. Calm down, Princess. Maaf masih banyak bekerjaan yang harus aku selesaikan. Lagipula aku sudah mengirimkan Josh untuk menjemputmu, kan?”

“Ya, ya, ya. Kau mengirimkanku asisten pribadimu yang dungu itu.”

“Jangan mengotori bibir manismu dengan omongan kasarmu, Princess. Setidaknya dia berguna untuk membawakan koper-kopermu yang biar ku tebak, pasti banyak dan berat itu, benar?”

Mendengar jawaban Jongin, Chae terkekeh geli mengingat ekspresi Josh tadi ketika menjemputnya di bandara.

“Kenapa kau tertawa, hmm? Ada yang lucu?”

Chae membenarkan suaranya dan menjawab, “Tidak tidak. Tidak apa-apa. Hmm omong-omong, bagaimana jadwal meeting kita dengan perusahaan itu?”

“Kurasa hari ini kau bisa duduk manis terlebih dahulu, Nona. Perwakilan mereka mengatakan kalau meetingnya besok atau lusa.”

“Begitukah? Baguslah. Aku bisa belanja terlebih dahulu kalau begitu.”

Sementara Jongin yang ada di seberang sana hanya menggeleng-gelengkan kepala.

“Ya, ya, ya. Nikmatilah acara belanja-belanjamu, Nona. Aku matikan panggilannya, ya? Aku masih banyak urusan. Sampai bertemu saat makan malam, Princess.”

Ucap Jongin, kemudian panggilan  itu terputus.

Chae yang belum sempat membalas ucapan Jongin pun kembali mendengus. Wanita diambang tiga puluh satu tahun itu hanya bisa menatap langit-langit kamar mewahnya.

Sekarang apa?

Tanyanya lebih kepada dirinya sendiri. Sesungguhnya dia takut akan bertemu orang-orang dari masa lalunya di kota ini.

—οΟο—

Chae memutuskan untuk berbelanja di salah satu mall besar di Seoul. Orang-orang menyebutnya Time Square mall.

Wanita itu terus berjalan keluar masuk toko yang menjajakan koleksi-koleksi terbaru mereka. Demi memuaskan dirinya untuk memiliki model-model terbaru barang-barang ternama favoritnya.

Padahal hari ini tanpa terasa ia sudah memborong banyak sekali berbagai merek terkenal. Dari berbagai macam barang seperti baju, tas, sepatu bahkan jam tangan.

Memang begitu menjadi wanita. Kalau sudah melihat-lihat, ada saja yang ingin dibeli. Ntah nantinya barang itu akan dipakai atau harus rela tertonggok di dalam lemari menjadi koleksi.

Chae terus saja berjalan tanpa memedulikan lelaki di belakangnya yang sedang kesusahan membawa beberapa paper bag belanjaannya.

Ya. Siapa lagi kalau bukan Josh.

Chae masih saja terus berjalan hingga dirinya berhenti tepat di depan sebuah store yang menjajakan tas-tas ransel wanita yang simple namun elegan. Pilihan wanita itu jatuh pada ransel bewarna coklat yang terpampang di etalase toko tersebut. Wanita itu langsung masuk ke dalam toko dan menanyakan tas yang tadi menarik perhatiannya.

“Permisi, Nona. Saya mau ambil tas ransel yang ada di etalase sana, ada?”

“Sebentar ya, Nyonya. Saya lihat dulu apakah barangnya masih ada atau tidak.”

“Oke”, jawab Chae singkat.

Tak butuh waktu lama, pramuniaga toko tadi pun kembali, “Permisi, Nyonya. Maaf tapi model tas seperti yang ada di etalase itu sudah sold out. Satu-satunya yang tersisa hanyalah yang di pajang di sana.”

“Benarkah?” Chae mendengus sedikit kecewa. Namun beberapa saat kemudian ia berjalan menuju ke etalase toko tersebut. Kemudian berkata, “Kalau begitu aku ambil yang di etalase ini saja, boleh kan?”

“Tentu saja boleh, Nyonya.”

Kemudian Chae tersenyum. Lantas jemari lentiknya bergerak mengambil tas yang terpajang di etalase tersebut. Namun ketika ingin mengambil, tangannya terhenti karena satu tangan mungil lain telah bersiap untuk mengambil tas itu juga.

Keduanya tertahan.

“Maaf. Tapi ini punya aku”, ucap suara kecil itu.

“Maaf, gadis kecil. Tapi aku yang pertama kali melihatnya.”

“Ini punya aku!”, gadis kecil itu tetap ngotot dengan kemauannya.

Chae sedikit geram. Tapi ditahannya emosinya, “Gadis kecil, aku yang pertama kali melihat tas ini. Dan aku yang pertama berniat membelinya. Iya kan, Nona?” Chae menjawab anak kecil itu kemudian bertanya kepada pramuniaga yang tadi melayaninya.

Pramuniaga itu terlihat kebingungan sebelum dirinya mengangguk dengan linglung.

“Enak saja! Aku duluan yang ingin membeli tas ini. Nami sudah nabung dari seminggu yang lalu cuma untuk membeli tas ini!”, ucap gadis kecil itu yang baru diketahui namanya Nami.

“Pokoknya ini punyaku. Gadis kecil, kamu cari yang lain saja!”

“Tidak mau! Ini punyaku!”

Dan terjadilah acara tarik menarik antara Chae dan gadis kecil itu. Kejadian tarik menarik itu pun semakin menjadi-jadi hingga terdengar suara seperti sobekan di sana.

Keduanya terdiam dan melihat akibat dari apa yang telah mereka lakukan. Tas itu sobek di bagian yang tadi mereka tarik.

Keduanya saling melempar pelototan mereka.

“Ini gara-gara kau!”

“Enak saja! Ini gara-gara kau, tante gombreng! Sudah tua tapi tidak mau kalah dengan anak kecil!”

“APA?! Kau bilang aku apa?!”

“TANTE GOMBRENG!”

Gadis yang bernama Nami itu pun tersulut emosinya hingga kini ia maju dan memukul-mukul perut wanita yang ada di hadapannya.

Chae lantas berusaha menghentikan pukulan kecil bertubi-tubi itu.

“Aduh sakit! Aduh.. Aw… Berhenti little evil!”

Ketika ingin menghentikan pukulan kecil itu, tanpa sengaja Chae menjambak bagian kecil dari rambut gadis itu.

“Aduh! Kenapa kau menjambak rambutku?!”

Chae mengangkat tangannya seperti tertangkap basah oleh polisi “Sumpah, aku tidak sengaja!”

Melihat itu, lantas Nami ingin membalas Chae. Gadis kecil itu kemudian melompat ke gendongan wanita itu dan langsung mengacak-ngacak tatanan rambut mahal miliknya.

“Hey! Hentikan!”, teriak Chae. Namun Nami tetap melanjutkan aksinya. Hingga Chae kualahan dan tak sanggup lagi menahan rasa gatal tangannya yang ingin membalas gadis kecil itu.

“Oke! Jangan salahkan aku karena membalas perbuatanmu, gadis kecil!”, hingga terjadilah perang kedua yaitu acak mengacak rambut antara dirinya dan Nami.

Josh yang melihat keributan dari luar toko, kini terburu-buru memasuki toko itu.

“Astaga! Nona, Chae!”

Josh ingin melerai namun sebelum ia melakukan itu, ia mengambil ponsel miliknya dan menekan nomor panggilan milik atasannya.

“HALO! TUAN JONGIN! Aduh! Bagaimana ya bilangnya! I-ini… Aduh… Nona Chae!”

“Ada apa sih, Josh? Kenapa dengan Chae? Bisa kau tenang? Suaramu tidak jelas.”

“I-ini… Aduh! Nona Chae bertengkar, Tuan!”

“Bertengkar? Dengan siapa?”

“I-itu.. Di toko! R-rebutan! T-tas!”

“Bisa tidak kau bicara jangan putus-putus? Kenapa? Chae bertengkar di toko? Rebutan tas, begitu?”

“I-iya, Tuan! Begitu!”

“Terus masalahnya apa?”, tanya Jongin santai. Ini memang bukan pertama kalinya Chae bertengkar karena memperebutkan barang yang ingin ia beli.

“J-jambak j-jambakkan! D-DENGAN ANAK KECIL, TUAN!!!!!”

“APA?! DENGAN ANAK KECIL?!!!!”

—οΟο—

Jongin menatap wanita yang sudah berantakan di depannya. Tatanan rambutnya sudah acak-acakkan, make up yang tadi wanita itu poles kini terlihat kacau. Belum lagi beberapa luka cakaran di beberapa bagian di wajahnya.

Tangan lelaki itu bersedekap di depan dada.

“Apa?!”

“Demi Tuhan, Chae kau bertengkar.”

“Iya. Memangnya kenapa?!”

“Anak kecil, Chae?! Dengan anak kecil?!!!”

“Ya memangnya kenapa? Dia duluan yang mencari gara-gara! Dia yang menjambakku duluan, ya aku balas!”

“Demi Tuhan, Chae dia hanya anak kecil sembilan tahun! S E M B I L A N  T A H U N!”

“Oke! Baiklah! Iya iya aku salah karena telah menyerang balik anak kecil berumur sembilan tahun itu!”

Jongin menghembuskan nafasnya kasar.

“Kau harus merubah sikapmu. Kau bukan lagi remaja sembilan belas tahun yang aku temui sepuluh tahun lalu, Chae.”

“Oke oke! Aku minta maaf, oke?” Chae memberengutkan bibirnya seperti anak kecil. Iris madu miliknya menatap memohon pada laki-laki yang tengah duduk di atas meja di depannya.

“Apa?”, tanya Jongin dengan nada yang melembut padanya.

“Laper. Mau makan.”

Mau tak mau Jongin menarik senyum tipis di bibirnya.

“Mau makan apa?”

“Banyak! Tenagaku habis karena bertengkar.”

“Oke baiklah. Ku traktir apa saja yang kau mau. Tapi sepertinya kau harus kembali merias dirimu dulu. Penampilanmu terlihat sungguh berantakan sekali.”

“Iya memang! Huft. Ini semua gara-gara gadis kecil itu. Aku harap aku tidak akan bertemu dengannya lagi!”

Jongin hanya terkekeh geli mendengar penuturan wanita di hadapannya.

Namun semesta berkata lain. Semesta mempunyai rencananya sendiri untuk membawa sayap-sayap patah miliknya menuju pada sebuah kisah yang tidak akan pernah ia duga sebelumnya.

—οΟο—

“Bibi, May apa Nami sudah pulang les Balet?”, tanya lelaki itu pada asisten rumah tangganya.

Dirinya baru saja pulang dari rutinitas kantor yang sangat melelahkan.

“Sudah, Tuan. Sekitas satu jam yang lalu.”

“Oke. Baiklah. Terimakasih Bibi May. Oia, Bi tolong buatkan saya teh hijau seperti biasa, ya?”

“Baik, Tuan”, jawab Bibi May. Namun wanita paruh baya itu masih tetap berdiri di tempatnya. Dirinya resah karena ingin mengatakan sesuatu pada majikannya.

“Ada apa, Bi? Apa ada yang ingin Bibi sampaikan?”

“Begini, Tuan. Aduh… Bagaimana ya bilangnya. Maaf kalau saya lancang, tapi i-itu non Nami, Tuan.”

“Kenapa dengan Nami, Bi?”

“Non Nami nangis lagi di kamar, Tuan. Tadi kata pak Choi waktu beliau mau jemput non Nami, non Nami bertengkar, Tuan. Katanya sampai jambak-jambakkan.”

“Apa?! Kenapa bibi tidak menghubungi saya?!”

“Maaf, Tuan. Tadi saya sudah menghubungi tapi ponsel tuan selalu sibuk.”

Lelaki itu hanya terdiam. Kata-kata Bibi May sanggup melumpuhkan kerja otaknya. Seperti bumerang yang menyerang dirinya. Ia memang terlalu sibuk sampai-sampai ia tidak tahu apa saja yang dialami puteri semata wayangnya.

Lelaki itu menutup mata, lantas membuang nafasnya perlahan.

“Baiklah, Bi. Maaf saya emosi. Bibi bisa pergi sekarang.”

“Baik, Tuan.”

Dengan segenap rasa lelah yang menerpa, lelaki itu kini menaiki tangga menuju salah satu kamar dimana puteri nya berada.

Ketika ia membuka pintu kamar itu, hati kecilnya meronta. Memaki dirinya sendiri yang sudah lalai menjaga buah hatinya.

Manik kelabu milik lelaki itu menemukan sesonggok tubuh kecil yang tertidur membelakangi dirinya. Perlahan, ia melangkahkan kakinya mendekati puteri kecil itu.

Dilihatnya dengan seksama anak semata wayangnya yang terlihat meringkuk di atas ranjang. Hati kecilnya kembali meronta tatkala menemukan jejak-jejak air mata di pipi gadis itu.

Juga sebuah bingkai foto kecil yang berada di pelukan si anak. Lelaki itu sangat tahu siapa yang ada dibalik bingkai foto itu.

Lantas diambilnya perlahan bingkai foto yang berada di pelukan sang anak. Kemudian di taruhnya di atas nakas.

Jemari lelaki itu mengelus lembut rambut Nami sebelum dirinya memberikan kecupan lebut pada pelipis gadis itu.

Maafkan Daddy, Nami.

Dan sebuah suara ketukan pintu menginterupsi kegiatannya.

“Maaf, Tuan Sehun. Ini teh anda.”

“Terimakasih, Bibi May. Tolong letakkan saja di atas meja.”


A/N: Bagaimana? Apa kalian mau lanjutan cerita ini atau cukup sampai di sini saja? hahaha

Aku putuskan soundtrack cerita ini dari Rae Morris- Don’t Go. Silahkan di dengarkan🙂 bagi yang nggak bisa di play, coba dengerin di youtube deh wkwk.

50 responses to “[1] Broken Wings

  1. Aduh kak.. kakak ga buat cerita yg menyayat hati lg kan???? Cerita kmrin bemer2 buat hatiku sakit bgt terutama liat kebrengsekan Sehun ke Chaerisa…. sekarang jg… Sehun malah punya anak lain setelah dia cerai dari Chae… apakah anak itu adl anak Sehun dg kakaknya Chae????

    • Hmm gimana yaaa…. Kyknya gitu deh. Tp ga menyayat2 bgt kok. Buktinya Chae nya aja bukan yg menye2 nangis terus gitu wkwk. Pokoknya Insha Allah cerita ini pengen kubuat ada lucunya, ada sedihnya, ada kekeluargaannya. Yaudah gitu aja bocorannya. Makasih ya udah baca!🙂

  2. lanjuuuut kak. chae sikapnya skarang jadi bertransformasi(?) ya. haha yuhuu sehun jadi duren ya.. he

  3. kok bs jd single parent si sehun? knapa? siapa mamanya nami??? trus ntar chae gimana? sehun gimana sm chae???. ditunggu lanjutannya yg lebih sad lg :3

    • Nantikan kelanjutannya ya. Pertanyaan2mu bakalan terjawab di chapt depan hehe😉

  4. itu nami anak sehun dari siapa? kakaknya chaekah? foto siapa yg dipeluk nami? ah serius aku makin penasaran!! moga happy ending ya thorr. Next dong… hihi

    • Hmm dari siapa yaaa?…. Pokoknya jawabannya ada di chapter2 depan hehe. Iyaaa aaamiiin aku juga berharapnya happy ending wkwk

  5. ya ampun anak umur 9 tahun udah jambak2an..
    sehun single parent? Knp?
    Bagus kak lanjut ya..
    Kan nggk enak klo endingnya ngeggantung nanti penasaran..
    Ditunggu lho kelanjutannya

    Keepwriting kak^^

  6. Sehun jdi single parent???apa selama 10thun chae bner2 lost contact sama keluarganya???perlu ada lnjutanya…

  7. Ciee duda ciee :’v emaknya nami siapa sih thor? Btw namanya anak sehun kayak tokoh di one piece 😂 nami 😂😂
    Ditunngu lanjutannya thor 😊😊

  8. ahhk…. chae.. gak lucu deh.. masa’ jambak2kan sm anak umur 9thn.. gara2 berebut tas..

    lanjut chingu..
    bikin penasaran deh..
    emang ny nami sm chae ada hubungan apa..
    ibunya nami emang nya siapa?

  9. Yehetttt akhirnya setelahh lama menunggu ceritanya di lanjuttt, omong* itu sehun? Tross anak sehun sma siapa?? Sma kakaknya chae kahh?? 😱😱😱, jd mereka langsung nikah abis nyakitin chae?? Ahhh ellahhh kamvrettt jahatt bgt sih??? Di tunggu unie 🙏🙏🙏

  10. ciee chae udh berubah total dia bukan chae yg dulu lg..
    semoga ini ga kan menyedihkan seperti sebelumnya kaa..
    buat sehun nyesel kaa.. biar tau rasa sakitnya chae kya gimana..
    chae sama jongin??
    sehun udh nikah lg?? kami anak dr siapa??
    lanjut dong ka ceritanya.. masih belum ada akhirnya nih.. hehe
    oke di tunggu aja kelanjutanya. good luck ka🙂

  11. ehh ada sequel nya😀
    ahh pas kemeren nyesek banget sumpah, aq baca ulang ehh nangis lagi hahhah ..

    walau ceria gitu pasti chae masih nyimpen sakit hati, apalagi kalo chae tau kalo sehun bahagia udah punya anak (anak sama kakak nya bukan si?) pasti ngenes banget…
    gimana perasaan sehun setelah chae pergi itu yg buat aq penasaran…

    aq juga penasaran bakal gimana cerita akhir nya nanti? jangan bilang sehun mimpi lagi hahhhahh :v
    next di tunggu banget🙂 figthing😉

  12. Wahhhh chae y kembali k korea…trzz ktmu ma anak y sehun??dr siapa..ahhhh mereka bakalan ktmu lagi ya…gmn yachh perasaan sehun….

  13. anak sehun sama nayeon? kok bisaaaa sehun jadi single parents omg, ini harus dilanjut hihi😀
    oiya salam kenal ya thor ^^

  14. aku suka Chae yang sekarang hahaha..
    btw setelah cerai sama Chae, Sehun nikah sama siapa?? ko udah punya anak aja, anaknya rada rese lagi..
    Chae sama Kai, hubungan mereka itu temen atau lebih?? ditunggu next chapternya ^^

  15. Ya di lanjut atuh aurhornim, udah bikin penasaran dan gak diterusin kan kejam😄
    Jongin sama Chae hubungannya apa? Kepahitannya mana pagit sama kopi hitam?
    Sehun single parent? Istrinya?

  16. Jadi nami itu anaknya sehun? Sehun duda? Nikah sama kakanya chae? Trus kai? Apa pacaran sama chae? Semoga aja gak ya. Semoga aja sehun balikan sama chae wkwk. Ditunggu banget kelanjutannya ya kak ^^

  17. Chae bener2 parahhh bangett-_- sama skali gamau ngalah ama anak kecill astagaa!!!!
    Wehh tu Nami beneran anaknya Sehun?? Apa cuman titipan dr kakanya Chae? Aduhh bingangg bingangg
    Masa iyasihh Sehun statusnya dah ‘duda’ wakakakkkk ‘daddy’
    Okee gue tunggu next’nya ya ka^^ Tengkyuu

  18. Pengen nangis baca yg ff sebelumnya yg di web kakak
    Nasibnya chae kok ngenes amat.. sehunnya dingin banget lagi sama chae
    Kasian chae btw nami itu anak sehun sama nayeon?
    Ga kebayang kalo jadi chae
    Next ya kak, hwaiting!

  19. Yapp ini mah wajib di lanjut thor :’V udah lama nungguin kelanjutan ff ini, dan kalo bisa chaenya disini buat menye” gitu thor, such an arogant girl :V biar si sehunnya kalap

  20. Lanjut thorrrrr, chae skrg udh bergaya ya kwkwkw bagus deh jgn sedih” mulu :”) , kalo nami anakny sehun brarti udh nikah dong sama nayeon ._. Penasaran reaksinya chae begitu tau sehun punya anak wkwk ditunggu bgt kelanjutannya ya thorrr ^^ semangat

  21. nahloh itu sehun anak siapa? Hasil sehun sama nayeon kah? Apa sehun jd single parent kah? So curious .. Chae bahagia ya setelah pergi wktu itu? Hubungannya sama jongin apa? Penasaran lagi hihihi oke see ya next chap

  22. Tuuuh kan bener anaknya sehun si nami. Tp ibunya sp ya??
    Apa nayeon?? Kq sepertinya nami g punya ibu…
    Apa ibunya uda g ada???

  23. aaa!! Keren sequel nyaa.. Lanjut trs dong kaaa.. Sehun nya udh jd daddy gilak, itu nami anknye smpe tengkar jg sm chae.. Aduh, hbs gni ktemu dah sehun-chae..
    Tp ini lucu kak, suasana nya ga kyk di korea ya? Mlah berasa kyk di indo, tp gpp koq. Rada aneh sih sbnrnya, tp ttp bagus koq. Lucu bgt.. Yah smoga sehun-chae bs kmbali lah. Btw itu nami anknya sehun sm sp? Nayeon kah? Lanjut trs ya kaa..

  24. Wohooo~ ternyata ada sequelnya ya. Aku seneng banget kak! Eh btw maaf ya aku panggil kak, soalnya gaenak kalau harus manggil thor. Sehun single parents nih? Gilagilagila. Terus perasaan si chae ke sehun gimana ya? Pokoknya, ini harus dilanjut terus ya kak.

  25. sehun udah punya anak?
    trs hub jongin sm chae itu sahabatkah/??
    lanjutin dong thor seru deh kyknya:v

  26. Eh? Itu anak sehun sama nayeong ya??? terus nayeongnya sudah meninggalkah atau pergi ninggalin sehun??;gak kebayang deh kalau sehun-chae-nami ketemuan gitu. Chae juga sifatnya jadi kayak bocah banget hahaha.

    Mau lanjut dong

  27. Bacanya di blog sebelah, komennya disini.hihi
    Hualaaa seneng ada sequelnya,
    Yak yak, chae nya sukses skrg stelah 10 taun menjanda opps maksd nya stelah kejadian itu, weew jadi designer.
    Ahh part jongin ada sequel, setelah bingung di cerita sblm nya jongin gak ada part tp ada potonya di cover hihihi
    Oalah sehun nya punya anak.. anak siapa nayeon kah? Lalu nayeonnya kemana? Ap sehun single parents, beehh sungguh malang kalo iya.. hihi efek baca cerita sblmnya sehun nya bgitu kejam.
    Ini cerita kudu di lanjut thor, ini bagus ceritanya.
    Pen tau gimaana reaksi chae sehun kalo ketemu.
    Lanjut thor. Fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s