Emergency Husband Service (Chapter 3) – Kee-Rhopy

Emergency Husband Service Cover 1

Emergency Husband Service (Chapter 3) – Kee-Rhopy

 

  1. The Key

 

|| Author: Kee-Rhopy | Title: Emergency Husband Service | Subtitle: | Cast: Park Chanyeol (EXO) & Choi Shiyoung (OC) | Support Cast: Byun Baekhyun (EXO) | Genre: Romance, Comedy, Angst, AU | Rating: PG | Lenght: Chaptered ||

 

=

Prev: 1. Reunion, Bad Result and Him | 2. A Good Liar | 3. Key Word

 

“Semuanya sudah selesai. Kau tak perlu bersandiwara lagi. Pulanglah!”

 

“Tap–“

 

“–Dan mengenai penyewaan selama sebulan itu, aku sudah tak membutuhkannya. Kau tak perlu berpura-pura menjadi suamiku lagi.”

 

=

Happy Reading!

=

 

Chanyeol menyeringai tipis mendengar kalimat kasar yang dikatakan oleh Shiyoung barusan. Seolah sudah terbiasa dengan hal itu, ia mengangguk dan berkata, “Fine. Semua perkataan pelanggan akan kuturuti.”

 

Shiyoung diam. Dua detik selanjutnya, wanita itu merajut langkah menuju apartemen tanpa berniat menoleh untuk sekedar menatap kepergian Chanyeol.

 

Chanyeol tersenyum miring. Napas keras keluar dari mulutnya begitu tahu bahwa Shiyoung lagi-lagi mengabaikannya. Pria itu berjalan menuju pintu mobil. Namun gerakan tangan yang akan membuka pintu terhenti sejenak, seolah ada sesuatu yang tertinggal. Pria itu membalik badan, melihat Shiyoung yang berada dalam jarak 6 meter dari tempatnya, lantas berujar dengan nada sedikit keras, “Aku tahu ini tak sopan tapi aku akan tetap mengatakannya.”

 

Perkataan Chanyeol sanggup membuat langkah Shiyoung terhenti. Wanita itu diam, menunggu kelanjutan kata-kata dari pria yang pernah menjadi kekasihnya.

 

“Sebagai orang yang pernah bersamamu, kujamin 100% kalau pacarmu tak akan bertanggung jawab atas kehamilanmu itu. Lagipula tak akan ada yang sanggup hidup dengan orang egois sepertimu.”

 

Shiyoung mengepalkan tangan. Meredam emosi yang memang sudah menyelimuti sejak tadi. Ditengadahkannya wajah menghadap langit, berharap air mata yang sudah menumpuk tak mengalir. Ia tak peduli dengan anggapan Chanyeol. Karena bagi Shiyoung, Chanyeol tak tahu apa-apa, sama seperti tahun-tahun saat mereka masih bersama. Ya, pria itu tak pernah tahu apa-apa mengenai dirinya.

 

Melihat reaksi Shiyoung yang seolah tak peduli dan malah terus melangkah maju, Chanyeol tersenyum sinis. Pria itu mengedikkan bahu, lantas membuka pintu mobil, masuk ke dalamnya dan langsung melajukan kendaraan itu. Mengabaikan perasaannya yang campur aduk akibat kejadian malam ini.

 

=

=

=

 

“Takdir mempertemukan kami lagi.”

 

Gerakan tangan Baekhyun yang hendak minum air putih terhenti segera setelah indera pendengarnya menangkap suara Chanyeol barusan. Entah ini hanya perasaannya atau malah kenyataan, nada suara sahabatnya itu terdengar sedikit… aneh? Atau … sedih? … kecewa? Ah, sudahlah! Pasti hanya perasaannya saja. Lagipula mana mungkin Chanyeol yang nyaris tak pernah punya kekhawatiran dalam hidup merasa seperti itu?

 

Baekhyun menggelengkan kepala, lantas melanjutkan kegiatannya yang tertunda –minum air putih.

 

“15 tahun sudah berlalu. Kenapa baru sekarang?”

 

Baekhyun mengernyit sembari meletakkan gelasnya di atas konter dapur. Pria itu berbalik, memandangi Chanyeol berada di meja makan dengan pandangan tak mengerti. “Sebenarnya apa yang kau maksud, Park Chanyeol?” tanyanya, tak tahan memendam perasaan ingin tahu.

 

“Choi Shiyoung. Aku–“

 

“–Tunggu! Maksudmu, Choi Shiyoung pacar pertamamu?!” Mata Baekhyun membulat, tanda kalau ia tengah terkejut luar biasa. Bagaimana tidak? Setahu Baekhyun kalau sudah menyangkut Choi Shiyoung, maka kisah asmara Chanyeol sangat menarik untuk diikuti. Yeah, bisa dibilang Baekhyun tak terlalu tertarik dengan kisah asmara Chanyeol selain Choi Shiyoung yang hanya itu-itu saja –pacaran sebulan, putus lalu cari yang lain.

 

Chanyeol menjawab dengan anggukan pelan.

 

“Woah, kapan kau bertemu dengannya?” Baekhyun bertanya penuh minat. Kini posisinya berada tepat di hadapan Chanyeol.

“Seminggu yang lalu dan kemarin.”

 

“Kau bertemu dengannya seminggu yang lalu tapi baru menceritakannya padaku sekarang? Woah, kau keterlaluan sekali! Aku tak tahu dengan kekasihmu yang lain, tapi kalau menyangkut Choi Shiyoung, langsung beritahu aku. Arasseo?” Baekhyun melayangkan protes.

 

Chanyeol tersenyum kecil.

 

“Jadi bagaimana alur pertemuanmu dengannya?”

 

“Dia menyewa layanan pekerjaanku. Kebetulan aku yang bertugas melayaninya. ”

 

Baekhyun tak bisa menghentikan gerakan mulutnya yang langsung membuka bersamaan dengan kalimat yang keluar dari mulut Chanyeol barusan. Detik berikutnya, laki-laki itu menepuk bahu. Sama sekali tak menyangka kalau pekerjaan Chanyeol yang ia anggap sebagai pekerjaan paling tak masuk akal malah mengantarkan sahabatnya itu untuk bertemu dengan pacar sekaligus cinta pertamanya. “Lalu apa yang terjadi selanjutnya?”

 

Chanyeol tak segera menjawab. Pria itu meneguk bir kalengnya dengan rakus, lantas meletakkannya kembali di atas meja dengan gerakan kasar. “Nothing happen.”

 

“Eii, ayolaah… aku yakin pasti terjadi sesuatu.” Baekhyun tak terima rasa penasarannya terjawab mengecewakan.

 

Chanyeol tersenyum sinis. “15 tahun bukan waktu yang singkat. Semuanya sudah berubah.”

 

Baekhyun tahu, 15 tahun bisa membuat semuanya berubah. Tapi ia juga tahu, 15 tahun yang tidak singkat itu belum mampu mengubah perasaan Chanyeol.

“Kemarin adalah pertemuan terakhir kami.” Chanyeol menggoyang-goyangkan kaleng bir di tangannya tanpa minat. Senyum miringnya kembali muncul di wajah tampannya. “Aku harus berhasil. Kalau begitu aku pergi dulu, Baek.”

 

“Kau mau kemana?” tanya Baekhyun begitu melihat Chanyeol berdiri dari posisi duduknya.

 

“Seperti biasa.” Chanyeol menjawab pendek seraya mendekatkan langkah menuju pintu keluar apartemen Baekhyun.

 

Baekhyun mendesah selepas Chanyeol pergi. Pria itu tahu benar apa yang akan dilakukan sahabatnya sejak masa kuliah itu. Mencari gadis baru, atau lebih tepat jika diistilahkan dengan mencari gadis yang memiliki kemiripan dengan Choi Shiyoung.

 

Sebagai seorang penulis sekaligus sahabat dekat Chanyeol sejak kuliah, Baekhyun sudah curiga kalau sahabatnya itu punya kelainan dalam memilih seorang gadis sebagai pasangan. Pasalnya, gadis-gadis yang dikencani Chanyeol pasti memiliki kemiripan. Entah dari segi penampilan maupun dari segi sikap. Baekhyun bahkan bisa mengelompokkan spesifikasi gadis yang biasanya berkencan dengan Chanyeol. Kalau dari penampilan, kebanyakan gadis yang Chanyeol kencani tidak terlalu feminim, jarang mengenakan rok, berambut panjang dan berponi. Kalau dari segi sikap, biasanya sih, gadis yang sedikit ketus, tepat waktu, tidak suka menunggu dan masa bodoh dengan keadaan sekitar.

 

Sebenarnya, Baekhyun memang belum pernah bertemu Shiyoung. Tapi sungguh, Baekhyun yakin 100 % bahwa ciri-ciri gadis yang pernah dikencani Chanyeol itu pasti mirip dengan Choi Shiyoung. yeah, tentu saja Baekhyun yakin karena ia menganggap bahwa Choi Shiyoung adalah kunci dari semua kisah asmara Chanyeol yang nyaris tanpa nyawa.

 

=

=

=

 

Chanyeol meneguk segelas soju dengan cepat, lantas meletakkan gelas itu kembali setelah isinya tandas. Kesadarannya sudah mulai menipis, namun ia tak peduli, malah langsung diisinya lagi gelas tersebut dengan cairan soju di dalam botol.

 

“Kurasa kau harus menyelesaikan semua urusanmu dengan Shiyoung.” itu saran Baekhyun saat ia putus dengan Yoon Jooyeon dua bulan yang lalu, karena gadis itu tak menarik lagi di matanya.

 

“Apa maksudmu? Aku tak punya urusan lagi dengannya, Baek. Kau harus tahu itu.”

 

“Berhentilah menyangkal semuanya, Park Chanyeol. Aku tahu kau belum bisa melupakannya. Ada sesuatu yang belum kau anggap selesai dengannya. Temui dia dan selesaikan semuanya. Dia adalah kunci dari semua kisah asmaramu yang berantakan. Aku tak mau ada gadis yang kau pacari lagi karena dia mirip dengan Shiyoungmu itu.”

 

“Sok tahu sekali kau, Byun.”

 

Chanyeol meneguk sojunya lagi.

 

Pria itu tahu betul kebenaran akan perkataan Baekhyun saat itu. Tapi tentu saja ia menyangkalnya. Memang benar bahwa Chanyeol menjadikan gadis-gadis itu sebagai kekasih karena memiliki kemiripan dengan Choi Shiyoung. Lalu, saat kemiripan itu tak lagi ada, maka Chanyeol akan langsung memutuskan mereka secara sepihak.

 

Sebut saja Yoorin yang Chanyeol putuskan setelah gadis itu memotong rambutnya menjadi pendek setelah menjadi kekasih selama 15 hari. Atau si Leera yang diputuskan saat mengenakan rok di kencan mereka yang kedua. Si Minhee yang langsung berstatus mantan saat tak lagi memiliki poni. Nahyun yang langsung diputuskan lantaran gadis itu masih menunggunya di cafe sementara Chanyeol sudah terlambat lebih dari satu jam pada kencan ketiga mereka. Ada juga gadis dua hari yang Chanyeol tak tahu namanya, putus karena Chanyeol merasa gadis itu tak mirip sama sekali dengan Shiyoung. Dan masih banyak lagi gadis-gadis yang dijadikan kekasih sementara lalu diputuskan dengan alasan tak jelas oleh Chanyeol. Orang terakhir adalah Yoon Jooyeon yang baru ia putuskan dua bulan yang lalu, itupun karena teguran dari Baekhyun yang mungkin tak tega melihat gadis baik seperti Jooyeon diputuskan dengan alasan tak masuk akal.

 

Entah efek sadar atau karena kedekatannya dengan sang sahabat, teguran Baekhyun berhasil. Karena nyatanya, Chanyeol bisa bertahan selama satu bulan tanpa kehadiran seorang gadis. Tapi tentu saja teguran itu tak bertahan lama, karena setelah itu Chanyeol malah mendaftarkan dirinya dalam sebuah pekerjaan konyol –layanan suami darurat. Karena dalam benak Chanyeol, ia bisa berkencan dengan banyak gadis tanpa harus menjalin hubungan yang sesungguhnya. Sekaligus tetap mematuhi teguran Baekhyun dengan tidak menyakiti hati seorang gadis lagi.

 

Tuk!

 

Chanyeol meneguk habis botol sojunya yang ke tujuh. Kesadarannya sudah menguap, pandangannya semakin tak jelas, tubuhnya terasa limbung. Namun bukan Chanyeol namanya kalau tak bisa bertahan. Pria itu beranjak berdiri, menuju kasir di dekat pintu keluar dan membayar menggunakan salah satu kartu kredit yang ia letakkan di saku baju. Setelahnya, ia berjalan sempoyongan mendekati jalan raya, menghentikan taxi dan masuk ke dalamnya.

 

=

=

=

 

Ting … Tong …

 

Tok … Tok … Tok …

 

Ting … Tong …

 

Tok … Tok … Tok …

 

Shiyoung terbangun dari tidurnya akibat bunyi bel apartemen sekaligus ketukan pintu yang terdengar tergesa. Gadis itu mengucek mata, lantas langsung beranjak berdiri sembari tangannya mengikat rambutnya yang terurai. Sebenarnya ia malas sekali membuka pintu apartemennya, mengingat rasa kantuknya masih sangat melekat. Tapi ia tentu tak bisa tidur jika seseorang yang dengan kurang ajarnya membunyikan bel dan mengetuk pintunya dengan keras tetap dibiarkan. Ia tak punya pilihan selain membukakan pintu.

 

Cklek!

 

“PARK CHANYEOL?!!” seketika itu juga rasa kantuk Shiyoung menghilang melihat sosok yang tengah berdiri di hadapannya.

 

“Youngie-ah, any–yeong.” Chanyeol menjawab putus-putus.

 

Aghasshi, dia bilang ada urusan yang belum selesai denganmu. Aku sudah mencegahnya, tapi dia tetap bersikukuh menemuimu. Kau mengenalnya?” Ahjussi penjaga pos keamanan apartemen bertanya dengan nada yang cukup membuat Shiyoung merasa terintimidasi.

 

“Y-ya, ak-ku mengenalnya.”

 

“Kalau begitu kuserahkan dia padamu.” Si Ahjussi langsung berbalik badan, meninggalkan Chanyeol yang tak bisa berdiri dengan benar dan Shiyoung yang masih terkejut.

 

Shiyoung menghembuskan napas kasar. Sepeninggal ahjussi penjaga pos keamanan, gadis itu langsung menatap Chanyeol yang setengah sadar dengan pandangan tajam. Ia tak perlu menebak penyebab Chanyeol bertindak aneh seperti ini; alkohol. “Pergilah, Park Chanyeol!” ucapnya tegas.

 

“Oh, Youngie-ah. Kau kah itu?” Chanyeol mendekat dengan langkah tak teratur, membuat Shiyoung refleks membuat pertahanan dengan tangannya.

 

“Kau mabuk, Park Chanyeol! Pulanglah!”

 

“Ter-nyata be-nar. Kau Shiyoung, CHOI SHI-YOUNG. Youngie-ku!” Chanyeol tertawa sumbang.

 

Shiyoung bersiap mendorong tubuh Chanyeol yang semakin mendekat padanya. “Pulanglah, Park Chanyeol! Untuk apa kau ke sini?!”

 

“Oh, benar! A-ku ke si-ni karena …” Chanyeol semakin mendekat, sementara Shiyoung menahan laju tubuh Chanyeol yang semakin mendekatinya. “… urusan ki-ta, belum se-lesai.”

 

Shiyoung membelalakkan mata begitu tubuh Chanyeol limbung dan bersandar padanya. Kepala laki-laki itu tepat berada di atas bahu kanan Shiyoung. Entah mimpi buruk apa yang baru saja menimpanya hingga dihadapkan dengan kejadian seperti ini. Oh, shit!

 

=

=

=

 

“Hoek … hoek … hoekk …”

 

Mata Chanyeol mengerjap, menyesuaikan cahaya matahari yang menyinari wajahnya pagi ini. Sedetik kemudian, matanya yang telah terbuka sempurna menyapu ruangan asing tempat ia berada.

 

“Hoek … hoek … hoekk … hoekk…”

 

Chanyeol berdiri dari sofa tempatnya tidur begitu suara orang muntah menyentuh indera pendengarnya. Ia melihat sekeliling. Ruangan ini tak terlalu asing baginya. Ia rasa pernah melihat ruangan seperti ini sebelumnya.

 

Cklek!

 

Chanyeol berbalik menghadap pintu ruangan yang terbuka. Wajahnya terlihat tenang meski melihat sosok yang sangat ia kenal keluar dari dalam ruangan yang ternyata adalah kamar mandi itu. Melihat sosok ini saja ia sudah tahu berada dimana. Apartemen Shiyoung.

 

“Sudah bangun?” Shiyoung bertanya tak acuh. “Aku sudah menyiapkan sup anti mabuk untukmu. Makanlah dulu sebelum pergi,” ucapnya sembari menunjuk letak meja makan.

 

Chanyeol menjawabnya dengan anggukan pelan. Pria itu langsung melangkahkan kakinya menuju meja makan yang terletak di dekat dapur. Tanpa pikir panjang, ia langsung menyantap sup buatan Shiyoung setelah duduk di atas kursi. Sementara Shiyoung dengan santainya memasuki sebuah ruangan yang diduga Chanyeol pasti kamar tidur gadis itu.

 

Entah kata apa yang tepat untuk mendeskripsikan situasi yang dihadapi Chanyeol saat ini. Yang jelas, ia mengingat kronologi bagaimana dirinya bisa terdampar di apartemen Shiyoung. Ingat dengan jelas malah. Dalam hati merutuk diri sendiri, kenapa bisa mengingat segalanya sementara orang lain kebanyakan melupakan kejadian saat mereka mabuk. Kalau begini, kan, Chanyeol jadi merasa malu. Ah, sudahlah. Toh, sudah terjadi juga.

 

Cklek!

 

Shiyoung keluar dari kamarnya dengan pakaian kerja. Membuat Chanyeol yang sudah menyelesaikan makannya mendongak, memperhatikan dengan jelas penampilan Shiyoung yang sungguh berbeda dengan apa yang ia ketahui 15 tahun yang lalu. Shiyoung memakai rok selutut dengan setelan resminya.

 

“Kau tak berniat memandangiku selamanya, kan?” Shiyoung bertanya retorik. “Dan kau juga tak berniat untuk tinggal di sini, kan? Karena kau sudah selesai makan, maka pergilah.”

 

Chanyeol yang masih duduk di kusi meja makan tak bereaksi, namun tatapannya tetap terarah pada sosok Shiyoung yang berdiri di hadapannya. Kalimat sinis yang dikatakan dengan nada datar oleh Shiyoung berusan tak sedikitpun menyerap dalam benaknya, dipikirannya malah terbayang sosok Shiyoung yang muntah-muntah tadi.

 

“Aku tak tahu kenapa kau datang ke sini, tapi segeralah pergi.” Shiyoung kembali bersuara melihat Chanyeol yang diam saja.

 

“Kau baik-baik saja?” bukannya membalas perkataan Shiyoung barusan, Chanyeol malah balik bertanya. Melihat reaksi Shiyoung yang tak mengerti, Chanyeol melanjutkan, “Kau muntah-muntah tadi.”

 

“Aku baik-baik saja.”

 

“Baguslah kalau begitu.” Chanyeol beranjak berdiri, lantas melangkahkan kakinya menuju pintu keluar apartemen. Melewati sosok Shiyoung yang akhirnya berjalan mengekor di belakangnya.

 

Benak Chanyeol tak tenang. Terlalu banyak pertanyaan bersarang dalam benaknya, meminta diberi jawaban. Maka tepat di hadapan pintu apartemen, gerakan tangannya yang hendak membuka pintu keluar terhenti. Ia terdiam dalam posisi itu untuk beberapa saat.

 

10 detik ….

 

17 detik ….

 

20 detik ….

 

Shiyoung menautkan alis, heran kenapa untuk membuka pintu saja membutuhkan waktu lama bagi Chanyeol. “Ya! Kapan kau akan membuka pintunya?”

 

Bukannya menjawab, Chanyeol berbalik. Dalam hitungan detik, pria itu telah berhadapan dengan Shiyoung saat ini. Tak dipedulikannya tatapan heran Shiyoung yang terarah padanya. “Mungkin aku akan menyesal kalau tak menanyakannya.”

 

“Maksudmu?”

 

“Kau tak akan bertanya kenapa aku tak pulang ke rumah dan malah menemuimu di sini?” tatapan Chanyeol tertuju tepat di manik mata Shiyoung.

 

Shiyoung membuang muka, namun langsung membalas tatapan Chanyeol dengan kalimat, “Tidak. Aku tak akan bertanya apapun.”

 

Senyum miring Chanyeol muncul menghias wajah. “Kalau kau tak mau bertanya, maka aku yang akan melakukannya.” Ada jeda dua detik sebelum Chanyeol melanjutkan, “Siapa laki-laki itu?”

 

Shiyoung mengerutkan kening. Tak mengerti arah pembicaraan Chanyeol.

 

“Laki-laki yang sudah membuatmu hamil. Yang membuatmu muntah-muntah malam itu dan tadi.” Chanyeol memperjelas perkataannya. Menekan setiap kata yang meluncur dari mulutnya.

 

Mata Shiyoung membulat. Kini ia tahu apa yang dimaksud Chanyeol sekarang. “Itu tak ada urusannya denganmu, Park Chanyeol.”

 

“Aku ke sini karena urusan kita belum selesai. Itu yang kukatakan tadi malam.”

 

“Lantas apa? Aku hanya menyewamu sebagai suami pura-pura, ingat itu! Lagipula sudah kukatakan kau tak perlu bersandiwara menjadi suamiku lagi, kan? Jadi jangan bertingkah seolah-olah kau adalah suamiku yang sebenarnya.” Shiyoung membuang muka, menghela napas menahan kekesalan yang tiba-tiba saja menyeruak.

 

“Kau pikir aku ke sini karena layanan suami darurat yang kau sewa?” tanya Chanyeol retorik. Pria itu menghembuskan napas dengan keras. Entah kenapa perasaan sakit itu mencuat kembali ke permukaan, membuat sisi melankolis yang selama ini ia sembunyikan terpampang jelas di hadapan orang yang telah membuatnya seperti ini.

 

Shiyoung melihat perubahan wajah yang ditampakkan Chanyeol. Namun gadis itu tak ingin berspekulasi lebih jauh. Ada hal yang lebih penting dari ini semua.

 

“Kau pikir aku tak mengerti dengan permintaan pelanggan yang telah memintaku berhenti bersandiwara?” tanya Chanyeol lagi. Ditatapnya Shiyoung dengan pandangan sendu, lantas diarahkannya kedua tangan untuk memegang bahu Shiyoung. “URUSAN KITA BELUM SELESAI, CHOI SHIYOUNG! 15 TAHUN YANG LALU, KENAPA KITA HARUS PUTUS?!”

 

Teriakan Chanyeol menabrak dinding pertahanan Shiyoung. Genangan air mulai memenuhi kelopak matanya. Namun segera ditahannya air mata itu agar tak tumpah dengan menarik napas. “Bu–bukankah sudah jelas? Perasaanku sudah berubah. Aku tak menyukaimu lagi.”

 

Chanyeol menelan ludah, lantas berkata dengan nada pelan, “Kau pikir aku bodoh?”

 

Shiyoung menyingkirkan tangan Chanyeol di kedua bahunya. Dengan tenang, ia berkata sekali lagi, “Aku sudah tak menyukaimu lagi. Itulah alasan kenapa kita harus putus 15 tahun yang lalu.”

 

=

=

=

 

TBC

Hai, lagi-lagi lama ngepost. I’m sorry, kenyataannya, menyambung kembali imajinasi yang sudah lama nggak dipake itu agak sulit. Jadi yeah, bisa disimpulkan kalau aku agak kesulitan melanjutkan cerita ini. Kalo bahasanya agak amburadul maklumin aja, udah jarang nulis soalnya.

Makasih ya, buat yang masih nunggu kelanjutan cerita ini. ini hadiah buat kalian yang setia. heheee

Ok, makasih udah baca. Kalau berkenan, tinggalkan jejak yang membuat semangat berkobar. Hahahaa

Salam hangat,

Kee-Rhopy_^^

88 responses to “Emergency Husband Service (Chapter 3) – Kee-Rhopy

  1. Shiyoung benar.. hamil..???
    Liat Shiyoung muntah muntah Si chanyeol langsung ambil kesimpulan aja kalo Shiyoung hamil..
    Hmmm… yg tau sih…
    Wah… sepertinya chanyeol tidak bisa melupakan Shiyoung, sampai2 gonta ganti pacar trs dan carinya yg mirip dgn Shiyoung.
    Makin buat penasaran nih ceritanya…
    Mengapa waktu itu mereka bisa putus..?
    Ada apa dgn muntah2 nya Shiyoung?
    Apakah chanyeol mau ngejar Shiyoung lagi?
    Ok.. d tunggu deh kelanjutannya..

  2. Waaaahh akhirnya dilanjutin, kangen banget sama cerita ini.
    Sebenernya shinyoung sakit apa? Aku rada rada lupa wkwk
    Ditunggu kelanjutannya, fighting!!^^

  3. uhh itu Chanyeol sebegitu cintanyakah sama Shiyoung? ck, sampai nyari pacar semuanya yg mirip Shiyoung, berubah dikit langsung putus 😂
    bdw, itu Shiyoung emang hamil atau sakit yah ahh aku lupa chapter sebelumnya sih
    waaa ini berapa lama nggak dilanjut? nungguin banget aku, tapi akhirnya dilanjut juga 😁
    ditunggu banget lanjutannya

  4. Saking ga bs ngelupain ampe cari pacar yg mirip siyoung semua..
    Itu siyoung bheneran hamil ato sakit?

  5. Chanyeol ngeri juga ya ternyataaa… 15 tahun gak bisa move on dari si Shiyoung ckck udah gitu cari cewek yang rada mirip sama Shiyoung pula.. duhhhh.. obsesinya sama si Shiyoung parah wakssss
    Aku tunggu ya kak lanjutanyaaaaaa

  6. Shiyoung sakit apa hamil sih -_- apa chanyeol yg salah paham ngiranya malah hamil? Haha
    Wah kan penasaran knpa mereka putus, ditunggu next nya ka😀

  7. Shiyoung itu emang beneran hamil atau dia kena semacam penyakit ganas semacam kanker gitu? Kok lama kelamaan semakin miris ceritanya jadi penasaran sama chapter selanjutnya chingu 😄

  8. Ini sebenarnya shinyoung sakit apa sih knpa mual” gitu? Bener” Penasaran bgt:(( dan knpa dia mutusin canyeol? Plish ini penasaran gw udah smpe ubun”😂

  9. ternyata part ini blm dibaca hehe
    chanyeol sotoy nih, kan blm tentu shinyoung hamil dan kebukti aja di part selanjutnya.
    ah ottokeee

  10. wah… lama g update.. pnasaran bgt sama crita ini dua insan.. blm temu2 nih.. gmes pen cepet tahu.. kok bsa hamil sih..
    keep writing ^^

  11. sepertinya ga mungkin kalo misalnya shiyoung itu hamil? seperrtinya dia sakit? sakit apa tapi? jangan jangan sakit parah? yaampun–
    itu chanyeolnya sepertinya memang benarbenar masih mencintai shinyoung,dan juga sebenarnya kenapa mereka itu putus sih yaampun–

  12. Kan beneran si Chanyeol cinta mati itu sama Shiyeong, gabisa move on kann. Liat shiyeong muntah2 jadi keinget film movie korea wedding dress yg jadi eommanya itu muntah2 jangan2 penyakitnya sama. Keep writing kakk. Ff nya kerenn ☺☺

  13. shiyoung sakit parah kn ya ? bukan hamil kan ?iya kan ?gak mungkin dong dia hamil, secara status’ya sama kek aku, jomblo *eh

  14. ternyata chanyeol masih suka sama shiyoung. shiyoung gak hamilkan dia sakitkan iyakan #maksa mudah2an komen ini terkirim…’amin’

  15. Baru sempet baca sampek sini padahal udah sampek part 9. Penasaran shinyoung sakit apa sih? Tapi kenapa chanyeol malah ngira shinyoung hamil ya? Shinyoung mah kayaknya pinter banget nyembunyiin perasaannya sendiri. Salut sama cintanya chanyeol yang meski udah putus 15 tahun lalu tapi masih aja dia cinta sama shinyoung

  16. Sedihhhhhhhh ;(,,,, shinyounggg sakittttttttt kannnnn????? Ahhh ceye,,,, ratusan purnama berlaluuuu,,,,,,,, tapi cinta tak pernah berlaluuu,,, walau kau usir aku dihidup mu,, tapi cintakuu tetap diam😉

  17. Chanyeolnya masih sayang ya? Ko jadi sedih gini😦
    Dan masih dibuat penasaran hamil apa sakit?

  18. Kee-Rhophy, ayo tunjukin hasil tes kesehatannya Siyoung, dong. Kee-Rhophy’kan baik hati. ya, ya, ya. oke, oke? Jadi Chanyeol masih sakit hati sama Shiyoung? Hmm, terus, kenapa Chanyeol bisa lancar bohong, ya? Keep writing, pokoknya

  19. aii chanyeol mabuk terus pulang ketempat shinyoung. pintar lu yeol. wkwkw. penasaran juga sama shinyoung. apasih hasil tes kesehatan dia yang sebenarnya. shiyoung juga cuek banget sama chanyeol. chanyeolnya malah gk bisa moveon dri shiyoung.wkwkw

  20. ini buat aku makin penasaran…. kyk nya chanyeol masih suka deh sma shiyoung.. cuma aja dia pasrah diputusin dan skrg nanya knp mereka putus… ini shiyoung sakit atau hamil beneran sih penasaran aku beneran thor… makin seru aja hehe! Keep writing and hwaiting ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s