The Naked Truth: Mournful

The Naked Truth krys fix copy

Twelveblossom’s Present

Prolog

-oOo-

Aku menghitung langkah. Ketukan sol sepatu yang kukenakan, beralun ringan sebagai latar musik. Satu, dua, tiga ….

Tiga tahun sejak terakhir kali aku, menjejakkan kaki di Seoul. Aku tidak punya kepentingan apa pun yang belum usai di tempat ini. Yang ada hanya rasa enggan. Sebab, Seoul selalu mengingatkanku akan segala hal mengenai masa lalu. Jujur saja, setiap benak mengungkit-ungkit kenangan, bibirku langsung mencibirnya.

Bagaimana bisa? Aku, Jung Nara yang telah berusia dua puluh sembilan tahun, masih memgernyit pedih akibat kenangan.

Sebelum cerita dimulai, aku akan mengajak kalian untuk memasuki hatiku. Mencari-cari satu nama yang tersimpan rapat di sudut paling dalam.

Kenapa?

Karena aku tidak punya kuasa untuk memutuskan. Apa aku harus membuangnya atau tetap menyimpan nama itu? Akibatnya, fatal. Aku hanya bisa merasakan kehampaan. Emosi ini telah beku. Aku hanya tertawa, ketika orang lain memintaku terkekeh. Aku menangis, saat mereka memaksaku tersedu. Segala hal yang aku koarkan, bukan dari diriku. Aku yang sebenarnya, terkubur jauh di sana, bersama nama itu.

Namanya, Park Chanyeol. Salah satu dari kawanku. Dia sudah menikah. Benar, aku wanita tolol yang terjebak masa lalu. Menyimpan cinta bagi pria yang telah tertambat pada hati lain. Celakanya, wanita itu juga sahabatku.

Summer Song mengandung bayi Park Chanyeol. Sebaris kalimat yang menghancurkanku hingga ke ujung syaraf. Aku sangat mencintai Chanyeol. Masa mudaku hanya untuk mengaguminya.

Semenjak berita memilukan itu tersebar. Setiap orang merasa kecewa dan prihatin. Mereka bergunjing, masa depan Chanyeol bisa kandas. Apalagi, dia masih menjalani pendidikannya sebagai dokter. Ada juga yang berkata, betapa beruntungnya Park Chanyeol yang akan menikahi Summer Song. Summer gadis kaya, kehidupan Chanyeol akan bahagia.

Aku sendiri hanya tertegun. Mencoba tersenyum tulus di hadapan mereka. Sementara, tergugu di baliknya. Tangisku akhirnya pecah berkeping-keping. Perasaanku tidak dapat dibendung lagi, semuanya meledak. Aku mengakui rasa cinta itu saat hari pernikahan mereka. Kalian tahu, apa yang dilakukan Chanyeol?

Dia mengecupku. Chanyeol membalas kasihku. Hanya saja, dia tidak bisa melawan takdir. Kenyataannya, cinta bukanlah segalanya. Cintanya padaku tidak membuatnya melarikan diri dari tanggung jawab. Ia meninggalkan cinta itu bersama diriku. Chanyeol tidak pernah berbalik lagi. Dirinya, melangkah jauh, melenyapkan kasihnya untukku.

Kesedihanku berlangsung lama. Aku hanya sibuk merutuki nasib, menangis, dan putus asa. Aku melupakan segala hal, termasuk jari-jari setia yang siap menghapus dukaku dan bahu yang menjadi tempatku bersandar untuk menumpahkan kesedihan.

Sahabatku yang terakhir, Oh Sehun.

Sehun si baik hati, melakukan segalanya untukku. Sehun mengulurkan tangan karena ia mencintaiku. Ia memohon padaku, agar melenyapkan tangis itu. Sehun bersumpah untuk membuatku bahagia, meskipun aku tidak pernah mencintainya.

Aku menikah dengan Oh Sehun, ketika kami berusia dua puluh tiga tahun. Sehun memanjakanku, menuruti semua permintaanku, hingga kami punya bayi.

Lebih tepatnya, kami akan punya bayi. Aku hamil. Sehun bahagia, aku juga. Namun, diriku yang lalu, tidak pernah mencintainya. Sedikit pun enggan. Aku menyerahkan diriku pada Sehun untuk membalas segala kebaikannya, bukan cinta.

Sehun terlalu sibuk berbahagia menyambut kedatangan malaikat kecil yang tumbuh di rahimku. Sementara aku terlalu sibuk menghindari curahan kegembiraannya. Aku semakin terpukul atas kepalsuan diriku yang kutunjukkan kepada Sehun.

Hingga, aku kehilangan bayi itu. Kejadiannya singkat. Aku menyibukkan diri bekerja, terjadi kecelakaan, ketika perjalanan menuju tempat kerja baruku. Tuhan masih berbaik hati. Dia membuatku hidup, sedangkan bayi Sehun lenyap.

Aku berduka. Kesedihanku semakin berkali lipat, namun Sehun tetap menenangkanku. Aku telah mengecewakan pria yang selama ini, sangat baik dan mencintaiku. Andai saja, Sehun membenciku ketika itu … hatiku tidak akan segelisah ini.

Aku sibuk berduka.

Sehun sibuk menghiburku.

Aku sibuk berduka.

Sehun mulai jengah denganku.

Aku sibuk berduka.

Sehun menyerah akan diriku.

Kentaannya, pria itu juga kecewa, namun ia menutupinya. Sehun berusaha baik-baik saja, agar aku tidak merasa bersalah. Jadi, saat ia benar-benar menyerah, duka dan murkanya telah sampai ke puncak. Menyerangku tanpa ampun. Membuatku hancur.

Kami pun bercerai. Tepat di perayaan tiga tahun pernikahan. Aku dan dirinya berpisah dengan dengan memupuk kejengkelan. Aku yang memintanya pergi. Aku yang memintanya untuk menemukan wanita lain.

Bukan wanita payah seperti diriku yang terjebak masa lalu.

Wanita yang akan mencintainya.

Tiga tahun sudah sejak perpisahan kami yang penuh luka itu. Dia kembali ke kehidupannya, yang sempat terenggut demi merawatku. Sehun mengorbankan dirinya untuk wanita busuk yang enggan bersamanya. Sekarang, pria itu tahu bagaimana harus hidup. Sehun, mengacuhkan diriku. Ia menulis lembaran baru dengan menyoret Jung Nara sebagai bagian darinya.

Aku masih mengingat sorot mata yang terluka dan amarah bergejolak di sana. Dia mengabaikan aku. Baginya, aku adalah kesalahan masa lalu. Cinta yang harus dilupakan. Aku ikut bahagia, apabila ia bahagia. Bagaimana pun, diriku berhutang banyak kepada Sehun.

Bukankah seharusnya demikian?

Kenyataannya tidak. Saat aku, menerima undangan pernikahan Sehun dengan wanita lain … seluruh tubuku tersadar, bahwa aku tidak bisa kehilangan dirinya.
Sayapku memang terlanjur patah. Hanya tersisa satu dan enggan menyempurnakan diri. Selama ini, Sehun yang membuatku lengkap. Aku mengabaikannya, sebab diriku terlalu bodoh. Ketika aku akan kehilangan dirinya. Saat dia hendak melengkapi hidup wanita lain, aku … menginginkannya. Aku membutuhkannya. Aku sadar apabila diriku mencintainya.

Seakan cintaku untuk Chanyeol terhapus begitu saja, kasih untuk kenangan memang telah menghilang seluruhnya sejak lama. Aku hanya terpaku pada luka, hingga enggan menyadari bahwa diriku sudah jatuh cinta kembali.

Kehilangan, membuatku sadar akan segala rasa yang kubuang, kuacuhkan, dan tidak kuakui. Namun, kehilangan juga membuatku tahu bahwa kasih, sudah ada di sana. Menunggu untuk dinyatakan.

Itu alasanku kembali ke kota ini.

Untuk memperoleh cintaku kembali.

Untuk memiliki pria terbaikku lagi.

-oOo-

a/n: Part selanjutnya dapat dibaca di twelveblossom.wordpress.com

30 responses to “The Naked Truth: Mournful

  1. dan itu sehun kan? pria terbaiknya jung nara si sehun kan? dan bukannya chanyeol. pleaseee. bikin sequelnya dong thor

  2. Ih gemes sendiri sama jung nara,,waktu sehun selalu ada,,dia tetep egois.. Tapi waktu sehun udah nikah sama orang lain,,dia malah baru sadar… Tapi dia juga kasian,ih sedih deh

  3. Penyesalan selalu diblkang….manusia kdg gak menghargai org2 di sekeliling kita…di saat mrk pergi kita baru terasa….

  4. ah….nara nyesel kan akhirnya…
    udh menyia-nyiakan sehun selama ini.
    kak aq udh baca di blog kakak, seneng bgt akhirnya mereka bisa brsama lagi.
    aq suka bgt sehun-nara, mereka brdua couple favorit aq🙂

  5. Late to realize..jd mw ngerebut sehun gitu..khan dia mw nikah..hmmmm ayoo baca next chapter y..

  6. hello ijin baca ya thor~^^
    seru banget, apalagi pas tau cast nya ada sehun❤ ceritanya menyedihkan sekali, apa kabar sehun?!?!😥
    semoga sehun gak dendam sama nara, semoga dia bisa maafin nara deh walau akhirnya sehun mau nikah lagii😥 tapi kayanya udh cocok sama naraa

  7. Aku sering baca ff yg sehun jadi pelampiasan nya oc, tapi mereka berakhir bahagia gak yg serumit ini yg ini udh nikah yg itu udh hampir mau nikah(?) Wkwk keren bgt loh jadi penasaran dia itu siapa xD tapi aku bimbang juga karena keduanya udah nikah hngg;”

  8. Kerenn ceritanya dia terjebak masa lalu rasa penyesalan karna gagal mendapatkan orang yg dicintainya…trus nara mau ngulanginya saat uda pisah ma sehun…

  9. keren sumpah, aku gak tau musti ngomong apalagi, yg ada sekarang malah penasaran sama lanjutan’ya

  10. arrrrggghhhhhhhhhh kepoooo bangett
    Nanti tiba tiba Chanyeol nongol lagi? Aduhh ribed banget si kisahnya ampunnnnnnn,,,, Aarggggghhhhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s