ONE MORE TIME – [CHAPTER 4] BY SEBIE

ONEMORETIME13

|Title: One More Time (Chapter 4)|

|Author : Minmi (@RandikaOh)|

|Main Cast: |

|Nam Yoora(OC/You)|

|Byun BaekHyun (EXO K)|

| Kim Seok Jin (BTS) |

|Other cast : |

|Kim Jaehyun (Jin’s Brother)|

|Byun Sena (Baekhyun’s sister)|

|Oh Sehun (EXO K)|

|Ahn Minji (OC)|

|Lu Han (EXO M)|

|Length : Chapter|

|Genere : Romance, little bit angst|

|Rating : PG-17

|Disclaimber : ini ff ku hasil pemikiran saya sendiri. Don’t be siders,, don’t be palgiator. Please Leave your comment after read. Siders dilarang keras membaca ceritaku! |

|Pervious Chapter : Prolog | Chapter1 | Chapter 2 |  Chapter 3  |

                 

Happy reading!!

 

Dua hari sudah berlalu sejak Yoora minta maaf pada Baekhyun. Semuanya berjalan biasa tidak ada perubahan sedikitpun pada hubungan mereka. Meskipun usia pertunangan mereka sudah berjalan lebih dari satu minggu mereka masih merasa sedikit canggung.

 

Seperti hari biasanya Baekhyun menjemput Yoora. Berbeda dengan hari biasanya gadis itu hari ini terlihat lebih baik dari biasanya lekukan di bibir Yoora memperindah wajah gadis itu pagi ini.

 

“Pagi”

 

“Pagi Baek” Yoora menyunggingkan senyumnya pada Baekhyun.

 

Setelah permintaan maafnya pada Baekhyun, Yoora menjadi tidak banyak bicara pada laki-laki itu. apalagi mengingat mereka sempat berciuman dengan mesranya saat itu. membayangkannya kembali saja sudah membuat pipi Yoora merona, apa lagi jika ia berbicara panjang lebar dengan Baekhyun dan tiba-tiba mengingat kejadian itu bisa-bisa jantung Yoora berdegup kencang lagi.

 

Suasana dalam mobil tidak akan berubah sama sekali karena keduanya sibuk untuk mengunci rapat-rapat mulut mereka. Hanya ada suara desahan napas yang beberapa kali terdengar dari keduanya.

 

Selama Yoora diam ia mencoba untuk berpikir bagaimana hubungannya dengan Baekhyun nantinya jika mereka saja tidak bisa akrab. Terasa canggung memang jika nantinya ia dan Baekhyun harus terus bersandiwara bahwa mereka akrab, tapi kenyatannya mereka masih di selimuti kecanggungan. Hingga akhirnya Yoora memutuskan untuk membuka suaranya.

 

“Baekhyun, bagaimana keadaan ibumu dan Sena Eonni?

 

Sejujurnya Yoora ragu menanyakan hal ini mungkin akan terdengar menggelikan di telinga Baekhyun. Tiba-tiba Yoora bertanya tentang keluarga Baekhyun, bisa dibilang seperti formalitas keluarga. Tidak sopan rasanya bagi Yoora jika ia mengabaikan keluarga Baekhyun setelah terakhir kali mereka bertemu saat itu sangat menyambutnya dengan hangat.

 

“Mereka Baik. Oh ya ibu ingin kau berkunjung kerumah kapan-kapan”

 

Antara yakin dan tidak, Baekhyun mengatakan semuanya pada Yoora, ini adalah saat yang tepat. Ketika gadis itu menjadi sedikit banyak bicara padanya. Baekhyun sudah jengah dengan setiap desakan dari ibunya yang menuntutnya untuk mengajak Yoora berkunjung kekediamannya. Bahkan baru dua hari yang lalu Yoora berkunjung, namun sang ibu mendesaknya untuk mengajak Yoora kerumah. Setiap menit bahkan detik ibunya terus saja memaksa.

 

“Tentu, bagaimana jika nanti apa kau sibuk?”

 

“Baiklah, akan ku tunggu di gang dekat Universitas pukul dua siang”

 

Yoora mengangguk, setelah beberapa percakapan yang mereka lakukukan gadis ini mulai diam  dan memandangi keluar kaca mobil. Lega rasanya sudah tidak ada rasa canggung yang berlebih diantara mereka berdua. Gadis ini masih terlalu sibuk dengan kegiatannya memandangi keluar kaca bahkan ia sampai tidak sadar ketika Baekhyun memandanginya dengan senyuman yang terus berkembang di bibir lelaki itu.

 

“Uh, Seokjin”

 

Tanpa gadis ini sadari mulutnya menyerukan nama Seokjin ketika matanya menemukan seorang pemuda yang keluar dari gedung apartemen elit di daerah Cheongdam-dong. Tangannya bergegas membongkar isi tas yang ada di pangkuannya. Yoora mengambil ponsel dan mulai menulis pesan.

 

Senyum yang tadinya berkembang di bibir Baekhyun menjadi hilang ketika Yoora dengan kerasnya menyerukan nama seseorang. Baekhyun teringat saat pertama kali ia menghubungi Yoora, nama yang baru saja Yoora serukan sama seperti saat ia menghubungi Yoora untuk megajak gadis itu ke Jepang.

 

Jepang? Laki-laki ini baru ingat sesuatu, kejadian yang begitu tidak mengenakkan di Jepang kembali berputar dipikirannya. Mungkinkah nama orang yang Yoora serukan adalah lelaki yang pernah memeluk dan mencium kening Yoora dengan mesra? Baekhyun menolehkan kepalanya mengikuti tatapan Yoora keluar kaca mobil. Gadis itu terus saja tersenyum memandangi laki-laki yang tengah mengayuh sepeda. Apa yang ada di pikiran Baekhyun benar, laki-laki itu adalah laki-laki yang sama.

 

Apa gadis itu lupa bahwa Baekhyun tengah di sampingnya? Entah kenapa perasaan Baekhyun menjadi begitu sakit. Baekhyun benci ini ketika Yoora mampu membuatnya merasa seperti marah, kecewa, dan cemburu. Laki-laki ini bahkan tak pernah mempunyai perasaan seperti itu dulunya.

 

Baru beberapa hari yang lalu Yoora minta maaf pada Baekhyun, tapi sekarang yang dilakukan Yoora malah membuat Baekhyun ingin naik darah lagi.

 

“Yoora” Baekhyun memanggil Yoora dengan menahan rasa kesalnya, tapi gadis itu tidak menjawab sama sekali. Yoora justru sibuk dengan ponsel.

 

Baekhyun menahan nafasnya sebentar kemudian membuangnya kasar, berharap gadis itu sadar bahwa masih ada Baekhyun yang jelas-jelas berstatus resmi tunangannya.

 

“Apa dia kekasihmu?” Baekhyun memberanikan diri bertanya pada Yoora ia tak peduli dengan perasaannya saat ini, entah nanti setelah mendengar jawaban dari Yoora mungkin perasaannya akan semakin kecewa.

 

Tersadar dengan pertanyaan Baekhyun, Yoora menolehkan kepalanya menatap Baekhyun dengan ragu. Sejujurnya Yoora cukup mengenali rasa gelisah dari nada bertanya Baekhyun. Sialnya Yoora sangat sulit untuk menahan rasa tertariknya pada Seokjin dan membuatnya lupa pada Baekhyun yang ada di sampingnya.

 

“Siapa yang kau tanyakan? Seokjin?”

 

Baekhyun mengangguk. Ia tak peduli siapa nama lelaki itu entah Seokjin ataupun Sukjin ia tak peduli yang ia ingin dengar hanya jawaban dari gadis itu.

 

“Dia hanya teman ku, ya bisa di bilang kami cukup dekat beberapa hari ini” Yoora merasa tidak yakin dengan jawabanya saat ini. ia mengigit bibir bawahnya dan memainkan kuku-kukunya.

 

Itu bukan jawaban yang ingin Baekhyun dengar saat ini. ia sudah menduga ini akan mengecewakan hatinya, bahkan perkenalan antara Seokjin dan Yoora sama seperti hubungan pertunangan mereka yang belum juga genap seminggu. Tapi apa? gadis itu bahkan bisa akrab dengan cepat pada Seokjin sedangkan saat bersama dirinya mereka terlalu canggung dan tidak banyak bicara. Baru hari ini mereka sedikit banyak bicara.

 

“Apa kau menyukainya?” Kenapa mulut Baekhyun tak bisa mengerem pertanyaan yang memiliki jawaban yang membuatnya jauh lebih kecewa.

 

Yoora diam, dirinya sendiri tak tau harus menjawab apa. apa jika ia menjawab ‘iya’ Baekhyun lantas mengakhiri pertunangan yang bahkan masih baru ini. Tapi jika tidak, ada perasaan yang mengganjal saat dirinya harus berbohong. Iya gadis ini memang menyukai Seokjin dari pertama kali, tapi di satu sisi ia seperti mulai menjaga perasaan Baekhyun saat ini. setelah kejadian di Jepang seperti membuatnya tak mengerti dengan segala persaannya.

 

“Baekhyun berhenti, ini sudah di gang dekat Universitas” Sebisa mungkin gadis ini menghindar untuk menjawab pertanyaan Baekhyun, dan untungnya dewi fortuna berpihak padanya. Tak selang lama setelah Baekhyun bertanya, mereka sudah sampai di gang dekat universitas. Tentu ini mampu membantu Yoora untuk tak menjawab pertanyaan Baekhyun.

 

Baru saja Yoora membuka pintu mobil Baekhyun tapi tangan lelaki itu sudah lebih dulu menahan lengannya. Gadis ini menatap Baekhyun bingung, namun yang gadis itu hanya tatapan tajam Baekhyun. Tentu ini membuat ia merasa gelisah, bisa saja Baekhyun menuntut jawaban atas pertanyaannya. Cukup lama Baekhyun menatap gadis ini serius, lama kelaman tatapan tajam itu berganti dengan tatapan lembut dan senyuman menawannya.

 

“Jangan lupa aku akan menunggumu disini pukul 2 siang”

 

Gadis itu mengangguk, setelah itu Baekhyun melepaskan cengkramannya dari Yoora. Baekhyun tau gadis itu gelisah saat dirinya mentap dengan tajam. Jujur Baekhyun ingin menanyakan jawaban gadis itu namun ia urungkan karena ia tau Yoora memang tak bisa menjawab. Mungkin ia harus memberikan waktu lebih pada gadis itu untuk menjawab pertanyaannya yang sewaktu-waktu akan ia tanyakan pada gadis itu lagi.

 

Baekhyun masih enggan melajukan mobilnya menuju universitas. Pria ini mash sibuk dengan berbagai pikirannya tentang perasaan Yoora. Baekhyun dapat melihat Yoora berjalan dengan santai, ia tak pernah tau kenapa dengan cepat dirinya mampu masuk dan terjatuh pada Yoora. ya walau pada awalnya ia sendiri tak pernah yakin akan perasaannya.

 

Tak selang lama setelah itu Baekhyun melihat laki-laki yang ia tanyakan tadi. Seokjin, pria itu menghampiri Yoora, menghentikan jalan gadis itu. oh sial, rasanya benar-benar panas di hati Baekhyun, ia tak mengerti kenapa rasanya begitu marah melihat Seokjin menghampiri Yoora, rasanya ingin sekali Baekhyun turun dan menyeret Yoora untuk kembali masuk ke dalam mobilnya. Namun sayangnya ia masih ingat betul perjanjian mereka, untuk merahasiakan pertunangan mereka. Kenapa dulu ia harus mau berjabat tangan sebagai tanda perjanjian itu.

 

Tak mau berlama-lama melihat keakraban Yoora dan Seokjin, Baekhyun mulai melajukan mobilnya, saat mobil Baekhyun melewati mereka, ia melihat sekilas bagaimana gadis itu tertawa saat bersama Seokjin. Bahkan tawa gadis itu tak pernah terlihat saat bersamanya. Rasanya sakit melihat Yoora tersenyum karena orang lain.

 

___oOo___

Yoora merasa tidak enak dengan Baekhyun. Seharusnya ia menjawab pertanyaan terakhir Baekhyun tadi. Dilihat dari tatapan Baekhyun saja Yoora mengerti laki-laki itu sedang cemburu. Yoora sadar bahawa masih ada perjanjian yang membatasi mereka, bukan berarti perjanjian itu membatasi akan hak Baekhyun pada Yoora.

 

Pada dasarnya inti perjanjian itu hanya menjaga pertunangan mereka agar terus menjadi rahasia. Bukan berarti perjanjian yang mengatakan agar mereka tidak bisa merasa memiliki.

 

Yoora menghela napasnya perlahan, seharusnya ia tidak boleh seperti ini. sangat searakah jika ia terus berbohong pada Baekhyun maupun Seokjin. Tapi jika keduanya saling tahu bisa saja akan terjadi sasuatu yang buruk, dan Yoora tidak ingin itu.

 

Yoora menolehkan kepalanya saat mendengar suara bunyi kring dari sepeda di belakangnya. Seokjin sedang tersenyum hangat padanya saat ini, laki-laki itu mengayuh sepedanya dengan penuh semangat. Yoora membalas senyuman Seokjin, tidak lupa gadis ini melambaikan tangannya.

 

“Hai, Yoora. Aku pikir kau tidak jalan kaki”

 

“Memang, tadi aku naik taksi” Yoora sangat berdusta kali ini, ia tidak bisa mengatakan bahwa ia besama Baekhyun.

 

“Bagimana jika kuberi tumpangan? aku tau kau kesusahan menggunakan heels untuk berjalan”

 

“Oh kau sangat mengerti bagaimana sulitnya menggunakan ini rupanya” gadis ini mulai duduk di belakang Seokjin. Yoora tersenyum ketika Seokjin mengayuh sepedanya. Ia ingat kemarin saat di Jepang, hampir seperti ini. rasanya hati Yoora kembali berdebar mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Ya walaupun hanya sehari bersama lelaki itu namun mampu membuat rona kemerahan terus berada di pipinya.

 

Bagi beberapa orang ini cukup mengejutkan. Mereka cukup tau Seokjin lelaki yang bahkan sangat sulit untuk di dekati gadis manapun. Seorang lelaki jurusan seni lukis yang bisa di bilang cukup menawan bagi beberapa gadis, bahkan sudah beberapa gadis bahkan lebih cantik dari Yoora yang berusaha mendekati Seokjin namun sayangnya Seokjin tak pernah tertarik pada mereka. Dan sekarang Seokjin membawa seorang gadis yang bahkan sangat kaku pada siapapun, bisa di bilang gadis yang sangat sulit bergaul.

 

Bagaimana bisa seorang Seokjin dekat dengan gadis kaku seperti Nam Yoora? Oh ayolah kaku bukanlah halangan untuk mereka berdua saat ini toh pada kenyataannya mereka tak terlihat kaku, apalagi Yoora gadis itu terus tersenyum manis.

 

Ini bahkan belum ada apa-apanya jika suatu saat nanti mereka tau rahasia yang Yoora sembunyikan. Mungkin akan lebih mengejutkan lagi bagi seluruh gadis di universitas.

 

Seokjin mengantar Yoora hingga depan pintu gedung fakultas Ekonomi. “Nah sekarang sudah sampai”

 

“Trimakasih untuk tumpangannya. Aku pergi dulu, temanku pasti sudah menunggu”

 

“Hey Yoora” Seokjin menahan tangan kanan Yoora, rasanya ia masih belum ingin melepas Yoora.

 

Yoora membalikan kepalanya melihat pergelangan tangan kananya yang di tahan Seokjin. “Apa?”

 

“Sampai jumpa nanti” Seokjin mengendurkan genggamannya pada pergelangan tangan Yoora, ia tersenyum tipis saat Yoora tersenyum padanya.

 

Yoora segera membalik kepalanya ia harus menemui Minji di cafetaria, sudah sekitar sepuluh menit yang lalu Minji menunggunya. Di setiap jalannya ada beberapa gadis yang memandanginya sinis, Yoora tak peduli itu mau mereka menatap Yoora sinis atau bahkan membenci Yoora sekalipun gadis ini tak akan peduli. Ini hidupnya dan hanya dia yang tau bagaimana dirinya, bukan atas penilaian orang lain.

 

Yoora tau kenapa beberapa anak gadis memandanginya seperti itu, tentu saja karena Seokjin. Ia sempat mendengar beberapa hujaman tentang dirinya dan Seokjin namun ia berpura-pura tak pernah mendengarnya.

 

“Minji-ya!” Yoora berseru ketika melihat minji yang tengah duduk dan mengaduk-aduk minumannya dengan malas. Yoora tau gadis itu tengah kesal setengah mati menunggu dirinya yang sudah terlambat sepuluh menit.

 

“Sudah menungguku lama?” Gadis ini mulai duduk menghadap Minji yang tengah memutar matanya malas. Bahkan gadis ini hanya tersenyum tipis melihat ekspresi sahabatnya saat ini. ia yakin tidak akan lama kemudian Minji akan mengoceh sesuatu hal yang tak perlu.

 

“Sekitar 15 menit, kau taukan Nam Yoora aku Ahn Minji bukanlah gadis yang suka menunggu lebih dari 5 menit. Kau tau ini hampir membuatku mati menunggumu selama 15 menit, melihat orang berlalu lalang dan aku hanya mampu terus melihat ponselku”

 

Yoora benar, saat ini Minji tengah menggerutu hal yang sangat tidak penting. Yoora tersenyum kecil mendegar semua kalimat Minji. Gadis ini tak ingin memberikan satu alasanpun pada Minji kenapa dirinya membuat Minji menunggu lama.

 

“Lupakan tentang kekesalanku padamu. Sekarang jawab pertanyaanku. Tadi aku dengar kau berangkat bersama Seokjin, mahasiswa jurusan seni lukis, apa benar?” Minji mulai mentap Yoora serius. Tadi ia tak sengaja mendengar beberapa mahasiswi yang tengah membicarakan Yoora dan Seokjin.

 

Oh ini adalah alasan kenapa ia benci menjelaskan pada Minji tentang keterlambatannya. Sahabatnya lebih mirip polisi yang tengah mengintrogasi penjahat saat ini, tatapan tajam dan  begitu menuntut jawaban darinya “Ya, kami hanya tidak sengaja bertemu di gang dekat universitas. Lalu dia menawariku tumpangan”

 

“Benarkah? Apa kalian begitu dekat?”

 

Pertanyaan gadis itu semakin menyudutkan Yoora, oh ya tuhan bisakah sahabatnya berhenti menanyai tentang hubungannya dengan Seokjin, ini cukup membuat Yoora kewalahan untuk menjawabnya.

 

“Hey Nam Yoora jawab aku!” Gadis ini terus saja mendesak Yoora untuk menjawab pertanyaan-nya. Ia taka kan pernah menyerah sebelum Yoora menjawab ‘ya’ dan tak butuh lama Yoora menjwab pertanyaanya sesuai apa yang ia harapkan.

 

“Apa kalian berkencan?”

 

Yoora menggelengkan kepalanya. Menjawab pertanyaan Minji cukup membuatnya haus ternyata. Tanpa permisi gadis ini mengambil minuman Minji dan meminumnya tanpa permisi kepada sang pemilik.

 

“Kenapa kalian tidak berkencan, kalian serasi”

 

“Tidak trimakasih, aku sedang tidak ingin berkencan” oh alasan macam apa ini? tentu saja ia ingin berkencan dengan Seokjin tapi ia cukup sadar statusnya sekarang bagaimana jika saat ia berkencan dengan Seokjin ada salah satu rekan bisnis ayah atau ibunya yang melihat dan memberitaukan kepada mereka bahwa Yoora berkencan dengan lelaki selain Baekhyun. Atau yang palinga parah ibu Baekhyun tanpa sengaja melihat ia dan Seokjin berkencan. Tidak! Gadis ini belum mau di hujam oleh keluarganya.

 

“Oh harusnya aku tahu kau akan mengatakan itu. Yoora, sejujurnya kau terlihat aneh sejak kau tidak berangkat seminggu yang lalu. Kau tidak menutupi apapun dariku kan?”

 

Yoora merasa tercekam saat ini, bagaimana bisa Minji bertanya dengan seperti ini, serasa ia sedang di intimidasi. “apa yang kau bicarakan aku tidak mengerti”

 

“Kau ini pintar Yoora tidak mungkin kau berpura-pura menjadi bodohkan? Hanya terasa aneh saja kau pergi ke Jepang tanpa aku kemarin dan aku mendengar bahwa Baekhyun juga ke Jepang dan kau tau saat kau tidak ada Baekhyun juga tidak ada bukankah itu mencurigakan?”

 

Bagaimana Minji tau dengan Baekhyun yang pergi Jepang. Sungguh dirinya bukan salah satu pembohong yang baik saat ini. Yoora mencengkram bukunya dengan erat ia. “Baekhyun? Siapa aku bahkan tidak tahu dia”

 

Kebohongan yang sempurna di hidup Yoora adalah semuanya tentang Baekhyun dan dirinya.

 

“Oh Sudah kuduga, mungkin aku terlalu curiga”

 

Tak selang lama mereka mendengar suara keributan, bukan suara karena orang yang berkelahi tapi suara para gadis yang terus saja berterik memanggil seseorang. Siapapun tau lelaki itu. lelaki yang tampan dan begitu menggoda. Tatapannya yang dingin, bibirnya yang tipis dan suaranya yang indah. Membuatnya semakin sempurna.

 

“Oh pasti ini ulah Byun Baekhyun. Kenapa gadis-gadis itu terus saja mengejar lelaki itu”

 

Yoora menolehkan kepalanya kearah Minji. Sepertinya Minji mengetahui lebih banyak tentang Baekhyun daripada dirinya.

 

“Minji, Baekhyun itu siapa?” ini adalah pertanyaan versi bodoh bagi Yoora, jelas-jelas ia tahu Byun Baekhyun, tunangannya.

 

“Hey, pertanyaan macam apa itu? ah, aku melupakan dirimu yang tidak mau perduli dengan kalangan cowok-cowok tampan di kampus ini sebut saja dia kingka di kampus. Byun Baekhyun itu pewaris dari salah satu perusahaan besar di Korea seperti dirimu. Tambahan kecil dia menduduki peringkat dua, yang artinya dia di bawahmu. Seharusnya Baekhyun cepat-cepat memiliki kekasih agar tak banyak gadis yang terus mengejarnya, atau seharusnya keluarganya sudah mencarikan Baekhyun jodoh untuk di nikahi.”

 

Kingka? Yoora terdiam. Bahkan gadis ini baru tau bahwa seseorang yang menjadi tunangannya adalah Kingka. Yoora terus saja  mengamati Baekhyun, Sehun dan Lu Han yang di kerumuni banyak gadis.

 

Yoora mengingat ucapan terakhir Minji. Mencarikan jodoh bagi Baekhyun? Itu sudah terjadi dan pasangannya sedang berada tepat di depan Minji saat ini. andai saja Minji tau Yoora mungkin tidak bisa hidup dengan tenang karena seribu pertanyaan Minji.

 

Risih rasanya melihat gadis itu memegang lengan Baekhyun, merajuk pada Baekhyun, memberikan hadiah pada Baekhyun. Ingin rasanya Yoora menyerat gadis-gadis itu satu persatu agar tak mendekat pada Baekhyun. Tidak rela dan tidak suka, seperti itu perasaannya sekarang. Gadis ini tak pernah mengerti kenapa rasanya begitu mengganjal melihat Baekhyun yang biasa saja bahkan menanggapi gadis-gadis itu dengan manis. Sebisa mungkin Yoora bersikap biasa di hadapan Minji, ia tak ingin memperlihatkan ketidak sukaannya pada apa yang ia lihat.

 

Yoora memalingkan wajahnya, ia tidak ingin melihat apapun yang ada di hadapannya saat ini. apakah seperti ini perasaan Baekhyun saat melihat dirinya bersama Seokjin? Yoora berpikir kembali tentang perasaannya, jadi seperti inilah rasa memiliki dari ikatan pertunangan mereka. Yoora merasa berhak atas Baekhyun sepenuhnya dan hanya dirinya bukan orang lain.

 

“Wow, Hweji benar-benar ekstrim” Minji mengomentari apa yang baru saja ia lihat. Bagaimana bisa mulut gadis ini diam ketika ia melihat Hweji dengan beraninya mencium pipi Baekhyun di hadapan gadis-gadis yang mengejar Baekhyun “Ku rasa Hweji sudah gila”

 

Yoora mengangkat kepalanya melihat pemandangan yang tidak enak untuknya. Gadis ini mengepalkan tangan kanannya merasa begitu kesal. Ia tidak dapat berkomentar apapun saat ini, tapi jika bisa pasti Yoora sudah menghampiri Baekhyun saat ini dan mengajak Baekhyun berbicara, tapi sayangnya ia tidak bisa. Kesal? Tentu Yoora sudah sangat kesal saat in.

 

Baekhyun mampu melihat tidak jauh dari pandangan matanya Yoora tengah duduk bersama seorang gadis. Ia tau Yoora memandangi gadis-gadis yang ada di sekelilingnya dengan perasaan kesal. Tiba-tiba Baekhyun di kejutkan dengan kecupan manis di pipinya, pria ini menolehkan kepalanya melihat gadis yang baru saja menciumnya. Gadis itu tersenyum manis pada Baekhyun.

 

Baekhyun cukup tau siapa gadis yang ada di sampingnya, Do Hweji gadis dengan senyuman manis dan tentu setau Baekhyun Hweji adalah gadis yang paling cantik di Universitas ini. Terlintas di pikiran Baekhyun untuk membuat Yoora semakin kesal, setidaknya bukan hanya Yoora yang bisa bersikap manis pada orang lain, Baekhyun juga bisa bahkan lebih.

 

Lelaki ini mulai membisikan sesuatu pada Hweji. “Kau cantik” suara Baekhyun begitu pelan dan lembut di telinga Hweji, membuat gadis itu sedikit ngeri namun dengan dua kata tersebut membuat gadis itu bersorak gembira dan menggamit lengan Baekhyun manja.

 

Sungguh Yoora benci ini, melihat pemandangan yang membuat hawa di sekitarnya menjadi begitu panas. Ia menelan ludahnya dengan susah payah ketika Baekhyun membisikan sesuatu pada gadis itu. gadis ini memalingkan mukanya ke manapun asal ia tak melihat Baekhyun dan Hweji. Gadis ini cukup terkejut mendapati laki-laki di sampingnya dan tersenyum padanya.

 

“Hey”

 

“Uh, Seokjin sejak kapan kau disini? Dan apa yang kau lakukan disini?” Yoora menatap Seokjin bingung, ia cukup terkejut dengan kehadiran Seokjin di sampingnya. Mungkin gadis ini berharap jawaban yang membuat hatinya senang.

 

“Sejak kau memalingkan muka. Kau kenapa?” laki-laki ini menjawab tanpa melepaskan pandangannya pada Yoora, bahkan ia terus memajukan mukanya dan membuat gadis itu memundurkan tubuhnya. Ini mengasikan untuknya ketika melihat rona kemerahan di pipi gadis itu membuatnya tersenyum puas dan menjauhkan mukanya.

 

“Kau selalu saja membuatku seperti ini”

 

Yoora menggerutu kesal dan memalingkan mukanya dari Seokjin, Yoora benci ketika Seokjin melihat rona kemerahan di pipinya, dan Yoora benci untuk mengakui bahwa orang yang paling sering membuatnya mempunyai rona kemerahan di pipi hanyalah Seokjin. Gadis ini benar-benar melupakan rasa kesalnya pada Baekhyun saat ini, ketika Seokjin datang dan membuatnya seakan tak pernah mempunyai rasa kesal apapun pada Baekhyun.

 

Seokjin hanya tersenyum tanpa dosa pada gadis itu, ia mengacak-acar rambut Yoora dengan  hangat. Oh mereka bahkan layaknya sepasang kekasih.

 

“Ku harap kalian tidak melupakan aku disini” Minji sedikit memberikan peringatan bagi Yoora maupun Seokjin. Dirinya cukup iri melihat kemesraanYoora dan Seokjin yang bahkan belum lama kenal. Namun dalam hatinya ia merasa senang melihat keduanya begitu akrab.

 

“Carilah pacar lalu kita lakukan Double date

 

Yoora melihat Seokjin dengan tatapan tajam. Ia mendengar kalimat Seokjin pada Minji terdengar begitu akrab “Kalian saling mengenal?”

 

“Aku dan Minji adalah sahabat sejak kecil”

 

Sejak kecil? Dan Yoora baru tau sekarang bahkan Minji tak pernah cerita apapun tentang Seokjin padanya. Gadis ini menatap curiga Minji.

 

“Apa kau merencanakan setiap pertemuan ku dengannya Minji?”

 

“Oh sungguh saat ini aku seperti pencuri yang sedang tertangkap basah. Tentu aku merencanakannya, Yoora aku senang melihatmu jatuh cinta lagi. Maaf aku tidak bercerita padamu bahwa Seokjin teman kecilku.” Oh, gadis ini cukup mengerti dengan tatapan curiga dari Yoora. Ia sendiri merasa tak enak jika terus menyembunyikan fakta tentang ia dan Seokjin yang sudah bersahabat lama.

 

Yoora menghelakan nafasnya pelan. Mungkin jika orang lain yang mengalami hal seperti ini akan berkacak pinggang namun Yoora bukanlah gadis seperti itu. gadis yang suka berkacak pinggang atas apa yang sahabatnya lakukan. Setidaknya Minji masih tau batas berbohong yang dilakukan terhadapnya.

 

“Oh oke aku marah sekarang”

 

Seokjin terkikik melihat Yoora yang berpura-pura marah pada Minji. Ini sangat lucu bagi Seokjin apalagi menyaksikan sikap-sikap Yoora membuatnya ingin mengenal Yoora lebih jauh.

 

“Hey, jangan marah padanya. Seharusnya kau ber-terimakasih” Seokjin mulai menarik lengan Yoora dan mendekatkan diri mereka, menghapus jarak antara mereka. Seokjin suka membuat wajah Yoora merona setiap kali ia menghapus jarak diantara mereka.

 

Yoora tidak bisa menahan rona kemerahan di wajahnya saat ini, ia sangat benci dengan situasi yang sedang Seokjin ciptakan saat ini. “Oh aku tidak jadi marah dengannya. Jadi lepaskan aku Seokjin”

 

“Aku tidak mau”

 

“Aku bersumpah sungguh membencimu saat ini” Yoora memalingkan wajahnya, dadanya berdebar dan mukanya mera padam. Ia tidak bisa mengerti kenapa Seokjin sangat suka membuatnya merasa seperti ini.

 

“Baik-baiklah aku lepaskan”

 

Seokjin melepaskan tangannya dari Yoora, samaar-samar ia masih melihat rona kemerahan di pipi Yoora dan gadis itu sangat manis saat ini.

 

Ini membuat Minji tersenyum puas dengan perkataan Yoora. Apa yang ia usahakan selama ini tak pernah sia-sia.

 

Baekhyun dapat melihat Yoora tak melihat kearahnya lagi setelah Seokjin datang, bahkan tadi ia melihat lelaki itu mengacak rambut Yoora dengan begitu akrab dan hangat. Kenapa ia selalu kalah pada gadis itu. Dengan sedikit kasar Baekhyun melepaskan gamitan tangan Hweji pada lengannya. Ia risih dengan gadis itu yang terus menempel padanya.

 

“Aku harus pergi”

 

Baekhyun mengatakan kata-kata itu dengan nada yang penuh kekesalan dan terdengar dingin. Gadis-gadis yang masih berada di sekelilingnya hanya mampu menatapnya bingung. Bahkan Sehun dan Luhan saling menatap satu sama lain karena sikap Baekhyun yang berubah menjadi lebih sensitif.

 

“Kau tau ini artinya apa? dia sedang cemburu. Lihatlah bahkan gadis itu bermesraan dengan orang lain saat Baekhyun melihatnya” Sehun berusaha menebak apa yang terjadi apa pada Baekhyun. Dan tebakan Sehun memanglah benar, lelaki ini melihat Yoora yang tengah di rangkul mesra oleh laki-laki lain.

 

“Ku rasa kau benar, sebaiknya kita kejar Baekhyun sebelum ia frustasi” Lu Han mengajak Sehun untuk pergi dari kerumunan gadis-gadis penggemar Baekhyun. Lu Han hanya berusaha mencegah sesuatu yang buruk terjadi pada Baekhyun jika saja lelaki itu putus asa karena Yoora yang bermesraan dengan laki-laki lain di hadapannya.

 

Sehun mengangkat sebelah alisnya, ia baru tau bahwa Baekhyun menuju bangku sebelah Yoora dan temannya.

 

Yoora memalingkan wajahnya melihat beberapa orang yang baru saja duduk di sampingnya. Ia cukup terkejut melihat Baekhyun dan teman-temannya.sekarang Yoora mereasa dirinya sedang di awasi oleh Baekhyun dan ini membuatnya tidak nyaman.

 

“Yoora kau kenapa?” Minji bertanya pada Yoora yang terlihat gelisah menatap kesamping.

 

“tidak apa-apa. Minji aku ke kamar mandi duluya”

 

Yoora mencari alasan agar ia bisa keluar dari situasi yang tidak ingin ia rasakan saat ini. Baekhyun di samping kanannya dan sedangkan Seokjin di samping kirinya. Perasaan yang tidak enak bagi Yoora.

 

Minji hanya menganggukan kepalanya. ia kembali berbicara pada Seokjin tanpa memperdulikan siapa yang ada di sebelah meja mereka.

 

“Seokjin kau harus mengetahui hal penting”

 

“Apa?”

 

“Sebenarnya ini hal yang hanya di ketahui sedikit orang, menyangkut Yoora memang. Kuharap kau tidak meninggalkan Yoora saat disekeliling Yoora gelap. Kau tau maksudku seperti mati listrik atau hal-hal yang tidak ada cahayanya”

 

Minji menghela napasnya pelan, sebelumnya ia tidak pernah menceritakan hal apapun tentang kejadian ini pada orang lain.

 

Baekhyun mulai tertarik dengan apa yang ia dengar dari meja sebelahnya. Ini adalah alasan kenapa Yoora terlihat aneh saat di villa waktu itu. ini menyangkut tunangannya Baekhyun tidak ingin melewatkannya.

 

“Ku harap kau memang serius untuk mencintai Yoora Seokjin. Yoora sangat membenci gelap karena itu mengingatkannya pada cinta pertamanya dulu—“ Minji menarik napasnya dalam-dalam sebelum melanjutkan perkataannya. “ – Yoora penah punya kekasih saat aku dan dia masuk di salah satu SMU favorit, saat itu dia berpacaran dengan Hyungwon. Dia itu cinta pertama Yoora, dan Yoora sangat mencintainya entah – mungkin sampai saat ini. Setiap sekolah pasti memiliki masalah dengan sekolah lain dan kebetulan Hyungwon adalah orang yang memiliki banyak musuh selain dia pintar, tampan tapi dia juga termasuk salah satu brandalan.”

 

Minji menghentikan ceritanya, ia tidak mengerti harus melanjutkannya seperti apa. Minji mengingat bagaimana Yoora saat itu begitu mencintai Joonmyeon.

 

“Jangan bercerita setengah-setengah seperti ini Minji”

 

“Sabarlah aku sedang mengumpulkan tenaga, sebenarnya karena Hyungwon adalah brandalan posisi Yoora yang sebagai kekasihnya menjadi ancaman tersendiri. Maksudku – seperti keadaan Yoora yang harus selalu di khawatirkan. Sampai akhirnya saat itu sepulang sekolah, supir Yoora terlambat menjemput dan Yoora di sekap oleh beberapa musuh Hyungwon. mereka mendengar dari orang-orang bahwa Yoora adalah kekasih Hyungwon. – “ Minji menarik napasnya perlahan dan kembali melanjutkan ucapannya. “—Semua orang Khawatir dengan Yoora saat itu, apa lagi sampai beberapa tim keamanan di ajukan untuk mencari Yoora. Sebelumnya tidak ada kejadian seperti ini didalam kehidupan Yoora. Saat itu Hyungwon tidak bisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri, hingga akhirnya ia mendapat pesan kaleng yang menyuruhnya untuk pergi ke gudang kosong dekat dermaga. Dia berusaha keras menyelamatkan Yoora, bahkan hingga dirinya babak belur dan sekarat di depan mata Yoora. Gudang itu sangat gelap dan membuat Yoora terus mejerit agar mereka berhenti menyiksa Hyungwon. Pada akhirnya tim pencari menemukan Yoora, dan Hyungwon yang sudah setengah sadar. Tapi pada saat itu Hyungwon meninggalkannya.”

 

“Wow dramatis sekali. jadi kekasih Yoora mati saat itu? aku harus berterimakasih pada Hyungwon meninggalkan Yoora untukku” Seokjin menanggapinya dengan sedikit bercanda. Ya walaupun ia merasa Yoora serasa memiliki rasa yang sama dengannya. Takut untuk mencintai lagi.

 

“Aku serius bodoh. Hyungwon tidak meninggal, saat sebelum akhirnya Hyungwon di bawa ke rumah sakit ia memutuskan hubungannya dengan Yoora, itu menjadi bagian gelap dari hidup Yoora sampai saat ini, dan Hyungwon, dia koma sampai saat ini”

 

Baekhyun mendengarnya dengan serius. Ia mengerti kenapa Yoora saat itu mengatakan membenci gelap, dan tidak ingin di tinggalkan. Cukup menyakitkan mendengarnya. Bagaimanapun Yoora memiliki cintanya untuk orang lain. Tapi Baekhyun yakin dia akan memiliki cinta Yoora.

 

“Baek kita harus segera pergi, ada kelas sebentar lagi”

 

Baekhyun hanya mengangguk, kemudian ia berdiri meninggalkan tempat duduknya. Ia berpapasan dengan Yoora yang baru saja balik dari kamar mandi. Ia tidak pernah berpikir bahwa Yoora bisa jatuh cinta dengan seseorang apa lagi memiliki pacar sepeti itu. Baekhyun hanya menyunggingkan senyumnya perlahan, tapi Yoora tidak merespon apapun.

 

Yoora sedang tidak ingin merespon apapun saat ini dari apa yang Baekhyun tunjukan padanya. Ia tidak ingin mendeklarasikan hubungan mereka dengan terang-terangan saling bertukar senyuman. Ia berjalan kearah Minji dan Seokjin yang Saling diam.

 

“Hai, maaf aku lama. Minji bukankah kita sebentar lagi ada kelas. Maaf Seokjin tapi sepertinya kami harus meninggalkan -mu”

 

“Ah, aku baru mengingatnya” Minji segera memungut tas dan beberapa bukunya. Ia melambaikan tangannya pada Seokjin. “Sampai nanti Seokjin”

 

__oOo__

 

Ini pertama kalinya Baekhyun bolos dalam kelas. Ia terlalu kacau dengan sikap Yoora yang tiba-tiba menjadi tidak mengacuhkannya. Kemudian Baekhyun kembali memikirkan apa yang Minji ceritakan di kantin tadi. Cerita yang cukup menarik, bagi Baekhyun.

 

“Kalau begitu aku akan membuatmu melupakan kekasihmu itu Yoora” tanpa sadarBaekhyun bergumam. Saat ini ia sedang tidak ingin mendengar akal sehatnya berbicara.

 

Baekhyun hanya tinggal mendeklarasikan dengan jelas perasaannya pada Yoora. Tapi itu butuh waktu yang tidak sebentar, karena Baekhyun mengerti bahwa Yoora pasti masih mengingat bayang-bayang mantan kekasihnya.

___oOo___

 

Yoora melihat jam tangannya, kurang lima menit lagi pukul dua. Ia seharusnya sekarang sudah di dekat gang, jika saja tadi dosennya tidak telat untuk membubarkan kelas ia tidak akan setengah berlari terburu-buru saat ini.

 

“Hai! Mau pulang bersama?” Seokjin melihay Yoora yang sedang terburu-bur menawari tumpangan. Ya walaupun laki-laki ini tau ia hanya menggunakan sepeda ke Universitas. Tapi setidaknya ini kendaraan yang akan membuat mereka terlihat lebih romantis.

 

“Seokjin,aku sangat ber-trimakasih. Tapi, kau bisa pulang lebih dulu. Aku ada janji dengan seseorang” Yoora menolak tawaran Seokjin dengan sopan. Gadis ini masih cukup ingat bahwa ia mempunyai janji dengan Baekhyun. Ia tidak mungkin menerima tawaran Seokjin disaat ia akan menemui Baekhyun.

 

“Dengan kekasihmu?”

 

“Bukan”

 

Bahkan Yoora menjawab pertanyaan Seokjin dengan begitu lancar. Tentu saja ia menjawabnya dengan lancar, gadis ini memang tak memiliki kekasih, tapi bila pertanyaan Seokjin menjadi ‘Dengan tunanganmu’ mungkin gadis ini akan diam dan tak akan menjawab.

 

“Baiklah, aku pulang dulu. Sampai bertemu besok” sebelum lelaki ini pergi ia terlebih dulu melambaikan tangannya pada Yoora. Dan mendapatkan balasan dari gadis itu.

 

Yoora melanjutkan langkahnya dengan terburu-buru. Mungkin saja Baekhyun sudah menunggunya disana dengan bosan.

 

Tak selang lama setelah ia tiba, Baekhyun datang. Lelaki itu menekan klakson mobilnya memberi intruksi pada Yoora agar segera masuk. Saat Yoora masuk dan menghadap ke Baekhyun ia cukup terkejut. Rasanya membeku melihat Baekhyun yang begitu berbeda di hadapannya. Seingatnya rambut Baekhyun tadi agak kecokelatan tapi kenapan sekarang rambut lelaki itu menjadi hitam pekat ? Ini membuat desiran darah Yoora menjadi begitu cepat, bahkan Baekhyun memamerkan senyuman menawan yang pernah menenangkannya saat pertunangan.

 

Nam Yoora apa yang terjadi padamu?

 

Baekhyun memajukan badannya, tentu ini membuat Yoora memundurkan badanya. Apa yang akan lelaki itu lakukan pada Yoora saat ini? Bahkan Yoora hanya mampu menatap Baekhyun curiga.

 

“Apa? aku hanya akan memasangkan sabuk pengaman saja. Sedari tadi kau terus memandangiku apa ada yang salah dengan penampilanku?” Baekhyun yang bodoh atau ia berpura-pura bodoh? Tentu saja ada yang salah dengan penampilannya. Rambut yang semula kecokelatan kini berubah menjadi hitam pekat. Tentu gadis itu bingun dan bertanya-tanya.

 

“Oh, pasti kau kebingungan dengan warna rambutku. Aku merubahnya tadi, apa ini jelek?” Baekhyun menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal. Lelaki ini cukup gugup ketika Yoora terus saja memandanginya dengan intens.

 

“Tidak, kau.. kau..” Yoora menghentikan ucapannya, ia tak tau harus berkata apa melihat perubahan yang terjadi pada Baekhyun tapi ini sungguh membuat hatinya berdesir hebat. Rambut hitam lurus, dengan poni.

 

“Kau tampan”

 

Ini pertama kalinya Yoora memuji Baekhyun tampan, hatinya berdebar ketika ucapan itu berhasil keluar dari mulutnya. Oh ini memalukan, bahkan ia harus menundukan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya di balik rambut panjang yang ia miliki.

 

Baekhyun mulai menjalankan mobilnya, ia masih saja tersenyum mengingat ucapan Yoora baru saja. Yoora memujinya tampan, mungkin ia sudah sering mendengar gadis-gadis memujinya seperti itu tapi ini lain. Dipuji oleh seseorang yang spesial di hati itu jauh lebih membanggakan. Baekhyun suka ini, hanya merubah warna rambutnya mampu membuat Yoora memujinya.

 

Hampir setengah perjalanan kerumah Baekhyun, tapi mereka masih tetap diam, hening mendominasi di dalam mobil Baekhyun. Yoora masih sibuk bermain dengan kuku-kukunya. Ia tak mengerti kenapa suasana canggung ini kembali menyelimuti mereka. Bahkan untuk berkata sepatah katapun rasanya sulit, setelah kalimat terakhir yang ia ucapkan tadi gadis ini masih belum berani mengangkat mukanya dan menatap Baekhyun. Oh ayolah, gadis ini tak ingin diantara mereka terus merasa canggung.

 

“Baekhyun-ssi?” Yoora memanggil Baekhyun begitu lirih, namun lelaki itu masih mampu mendengar ketika namanya di panggil.

 

“Ya, ada apa?”

 

Gadis ini diam. Ia tak tau apa yang harus ia bicarakan saat ini. ia hanya berusaha membuat suasana ini tak lagi canggung. Di pikirannya ia kembali teringat akan kejadian di cafetaria. Ketika Hweji mencium pipi Baekhyun mesra, saat Baekhyun membisikan sesuatu dan membuat Hweji menggamit lengan Baekhyun manja.

 

“Itu, um. Kau dan Hweji –”

 

Yoora menghentikan ucapannya, ia tak tau harus bertanya seperti apa pada Baekhyun. Apa ia harus bertanya apa hubunganmu dan Hweji? Atau apa Hweji kekasihmu? Ingin rasanya Yoora menanyakan semua itu tapi ia terlalu takut bertanya pada Baekhyun.

 

Baekhyun tau kemana arah pertayaan Yoora. Ia menyunggingkan senyumnya perlahan, ia bahkan bisa merasa sedikit menang kali ini. bukankah ini artinya Yoora memperhatikannya tadi, saat Hweji menggamit tangannya dengan mesra.

 

“Oh itu, aku dan Hweji tak ada hubungan apapun dia hanya salah satu dari gadis-gadis yang mengejarku”

 

Yoora merasa canggung setelah bertanya pada Baekhyun, bahkan laki-laki itu tau kemana arah pembicaraan-nya. Yoora menghela nafas pelan dan menguatkan hatinya untuk menatap Baekhyun berharap desiran itu tak mncul lagi ketika ia melihat Baekhyun. “Baekhyun?” sekali lagi gadis ini memanggil Baekhyun dengan lirih.

 

“Ya”

 

Yoora diam sebentar sebelum ia memulai perkataannya. Ia masih memikirkan kata-kata apa yang tepat untuk mengatakan apa yang ada di pikirannya saat ini.

 

“ Apa kau nayaman dengan semua ini, maksudku kita yang terlalu canggung. Tidak susah memang untuk berpura-pura di hadapan orang tua kita seolah kita dekat tapi, kita akan sering berhubungan, ya kamu pasti mengerti maksudku. Aku tidak begitu tau tentangmu dan sebaliknya” entah dari mana tapi gadis ini mempunyai sedikit keberanian untuk mengatakan hal itu pada Baekhyun.

 

“Tentu saja aku tak pernah nyaman. Lalu apa? kau tidak ingin berpura-pura lagi? Atau kau ingin tau semua tentangku?”

 

Baekhyun menghentikan mobilnya di lampu merah. Ia memutar kepalanya menghadap Yoora. Gadis itu sedang menatapnya saat ini. Baaekhyun suka ketika ia harus melihat marna kedua bola mata Yoora. Membuatnya tidak ingin berpaling.

 

Sejenak tak ada suara di antara keduanya suasana kembali hening seperti semula. Yoora masih sibuk memikirkan kata-kata yang akan kelaur dari mlutnya.

 

“Kau tau bagaimana jika kita menjadi lebih akrab, maksudku — seperti menjadi teman. Ya mungkin di depan orang tua kita perlu menjadi sepasang tunangan, tapi jika hanya kita berdua dan orang lain kita menjadi teman dan tak ada rasa canggung seperti ini. akan lucu jika aku tidak tau tentangmu” gadis ini memikir betul-betul ucapannya. Setiap kelimat yang ia ucapkan sudah ia ucapkan dengan lembut.

 

“Apa kau selalu ingin berpura-pura seperti ini? bagaimana denganmu? Apa aku boleh mengetahui tentang dirimu? Semua tentang dirimu termasuk masa lalumu”

 

Yoora menautkan kedua alisnya, ia masih tampak bingung dengan perkataan Baekhyun. Nada bicaranya terdengar kecewa. Tapi perkataan terakhir Baekhyun Yoora sama sekali tidak mengerti kemana arah pembicaraan itu.

 

“Apa maksudmu?”

 

Baekhyun menjalankan mobilnya. Ia tidak ingin menjawab pertanyaan Yoora saat ini. ia selalu kacau jika gadis itu berada di dekatnya. Baekhyun tidak pernah merasa setiap harinya ia seperti di hancurkan dengan perlahan seperti ini.

 

Yoora masih menatap Baekhyun dengan tatapan bingung. Gadis ini mencoba tidak memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak Baekhyun ketahui. Tentang masa lalunya. Tapi apa? ia hanya punya masa lalu yang kelam baginya, hanya itu satu-satunya. Yoora menghela napasnya pelan, ia memalingkan wajahnya dan menatap trotoar.

 

“Yoora”

 

“Hmm”

 

“Apa kau ingin selalu bersandiwara di depan orangtua kita?”

 

“Tidak selalu, hanya kita harus menempatkan saat yang tepat saja maksudku. Bersandiwaralah sampai semuanya akan berubah. Tapi Baekhyun untuk saat ini kita harus terus bersadiwara”

 

Bersandiwara terus bagi Baekhyun bukan hal yang sulit. Tapi jika ini menyangkut dirinya dan Yoora yang harus selalu bersandiwara hingga saatnya menurutnya ini menyakitkan. Bersandiwara hingga semuanya berubah, Baekhyun sendiri tidak mengerti dengan kata-kata itu.

 

Terbesit perasaan kecewa pada diri Baekhyun. Ia pikir Yoora akan membatalkan perjanjian mereka nantinya dan mengumunkan pada khalayak umum bahwa mereka bertunangan.

 

“Baiklah, mari kita bersandiwara yang baik di depan orang tua. Dan jadilah teman yang baik untukku” sakit rasanya mengatakan ‘jadilah teman yang baik untukku’ Baekhyun ingin lebih. Tak bisakah gadis itu mencintainya juga? Rasanya akan sangat sulit membuat gadis itu mencintainya.

 

Mereka saling melempar senyum. Degup jantung masing-masing benar-benar tak bisa bekerja dengan normal saat ini. senyuman mereka terlalu membius seseorang yang melihatnya.

 

Mereka sampai di rumah Baekhyun. Rumah dengan cat putih dan gerbang yang menjulang tinggi. Yoora tau Baekhyun bukanlah seseorang yang bisa di remehkan tentang kekayaannya. Karena itu adalah sebab utama orang tuanya memilih Baekhyun sebagai jodohnya.

 

Baekhyun turun dari mobil, ia membukakan pintu mobil untuk Yoora. Lelaki ini mengulurkan tangannya, ia tersenyum pada Yoora.

 

“Mari bersandiwara dengan baik”

 

Yoora membalas senyumannya dan menerima uluran tangan Baekhyun. Laki-laki ini berharap lebih saat ia mengulurkan tangannya pada Yoora. Ia berharap ini bukan hanya sekedar sandiwara, ia berharap uluran tangannya mampu membawa gadis itu kedalam dunianya dan hanya dunianya.

 

Yoora menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya pelan. Ia merasa gugup untuk bertemu ibu Baekhyun. Sejenak ia memperhatikan Baekhyun yang masih tersenyum hangat padanya. Yoora tak pernah tau jika senyuman Baekhyun selalu mampu membuatnya tenang, bahkan genggaman tangan Baekhyun terasa begitu hangat saat ia menerima uluran tangan itu, seperti Baekhyun melakukannya tulus.

 

“Kau tidak apa? tenanglah ibuku tak akan memakanmu kau tak perlu takut. Kau sudah bertemu dengannya-kan dan dia sangat menyukaimu”

 

“Aku tidak takut, aku hanya gugup”

 

Baekhyun tersenyum kecil ketika ia memperhatikan Yoora yang masih sibuk menenangkan diri. Baekhyun mencengkram tangan Yoora dengan lembut, senyumnya masih terkembang berharap gadis itu cepat tenang.

 

“Kau tak perlu gugup ataupun yang lainnya. Aku akan selalu di sampingmu dan memegang tangan mu seperti ini agar kau tak pernah gugup”

 

Mendengar perkataan Baekhyun, seluruh rasa gugupnya menghilang. Ia tau ini hanya sandiwara tapi kenapa perkataan Baekhyun terdengar tulus. “Trimakasih”

 

Baekhyun membawa masuk Yoora kedalam rumahnya. Ia masih setia menggenggam tangan Yoora dengan erat. Baekhyun tau genggamannya mampu membuat gadis itu berhenti gugup. Saat mereka sampai di ruang tamu, Baekhyun menemukan ibu, kakaknya dan juga seorang lelaki yang Baekhyun duga adalah kekasih kakaknya.

 

“Baekhyun kau sudah pulang?” Sena memiringkan kepalanya melihat gadis di belakang Baekhyun “Yoora? Kau kah itu?”

 

Yoora merubah posisinya  tepat di samping Baekhyun. Gadis ini menyapa Sena dengan sopan tak lupa ia juga menyapa ibu Baekhyun yang tersenyum padanya.

 

“Akhirnya kau datang, duduklah disini dekat ibu” Ny.Byun memberikan intruksi pada Baekhyun dan Yoora. Wanita paruh baya ini berencana mengenalkan Yoora pada tunangan kakak Baekhyun.

 

“Sayang, kau datang di saat yang tepat sekali.kenalkan di depanmu dia adalah Kim Jaehyun tunangan Sena tidakkah Sena dan Jaehyun serasi Yoora?”

 

Hyung” Baekhyun menyapa Jaehyun yang sedang tersenyum pada Yoora

 

Yoora tersenyum tipis dan menjabat tangan Jaehyun. Ia merasakan genggaman tangan Baekhyun padanya semakin kuat, Baekhyun tau Yoora kembali gugup. Baekhyun membalik pegangan tangan mereka. Lelaki ini mengusap pelan punggung tangan Yoora dan menyisakan ketenangan di hati Yoora.

 

Yoora Imnida

 

“Kurasa cukup berjabat tangannya” Sena menginterupsi perkenalan Yoora dan Jaehyun. Sena tau Yoora sangat gugup untuk bertemu dengan orang-orang baru. “Akan ku ambilkan minum untukmu jadi berbincang-bincanglah dengan santai Yoora”

 

“Yoora-ya, kapan ibumu kembali dari China?” Ny.Byun bertanya dan memandangi Yoora dan Baekhyun yang terlihat begitu akrab. Beliau bahkan tersenyum ketika melihat tangan putranya tak pernah lepas dari tangan Yoora.

 

“Mungkin bulan depan. Ibu bilang masih ada banyak pekerjaan yang harus di selesaikan”

 

Ny.Byun mengangguk, setelah itu beliau menanyai tentang liburan mereka di Jepang. Bahkan saat Yoora kemarin beliau belum sempat menanyakan tentang liburan mereka di Jepang. “Bagaimana dengan Jepang? Apa liburan kalian mengasikan?”

 

Yoora diam ia tak tau harus menjawab apa. begitu banyak kejadian yang terjadi di Jepang. Sejenak ia memandangi Baekhyun, seperti meminta bantuan pada Baekhyun untuk menjawab. Namun yang gadis ini dapati hanya senyuman yang bahkan tak pernah Yoora mengerti artinya. Dengan pelan ia menghembuskan nafasnya.

 

“ Tentu, di Jepang begitu mengasikan saat musim semi seperti itu. saya berterima kasih atas tiket yang telah bibi berikan. Baekhyun juga begitu baik padaku, Baekhyun merawatku saat kakiku terkilir, membuatkanku sarapan dan menjagaku ketika aku tertidur”

 

“Wah apa ini yang aku dengar? Baekhyun mejagamu dengan baik? Rupanya kau sudah tumbuh dewasa dan bertanggung jawab Baek”

 

Sena menaruh dua gelas orange jus utuk Baekhyun dan Yoora. Ia mengacak rambut Baekhyun dengan pelan. Ia tau Baekhyun selama ini hanya mengerti bagaimana untuk tidak peduli dengan pada gadis-gadis. Bahkan Sena adalah satu-satunya tempat pelarian dari gadis-gadis yang Baekhyun tolak. “Kau bertumbuh dengan cepat rupanya. Nah Yoora jika Baekhyun tidak menjagamu dengan baik adukan saja padaku”

 

“Aku tau itu Noona. Satu lagi jangan berusaha mencampuri urusanku dengan Yoora aku pasti bisa menjaganya”

 

Sena terkikik mendengar Baekhyun sangat sensitif mendengar apa yang ia ucapkan.

 

Yoora tersenyum kecil mendengar apa yang Sena dan Baekhyun ributkan. Bahkan Sena seperti sangat mengerti Baekhyun dari siapapun, satu lagi siang ini Yoora seperti mendapat kehangatan yang lebih dari Baekhyun yang apa adanya.

 

Siang ini mereka berbicara cukup banyak. Bercanda dan tertawa bersama. Tidak ada lagi rasa gugup di hati Yoora. Yoora bahkan makan malam bersama Baekhyun dan tentu dengan ibu, dan juga kakak Baekhyun. Suasana meja makan yang ramai bagi Yoora.

 

Gadis ini memperhatikan gengaman tangannya pada Baekhyun, bahkan sedari tadi genggaman itu masih terlalu enggan untuk lepas dari tangan lelaki itu. genggaman itu terlalu hangat untuk di lepaskan bahkan hangat genggaman itu menyelimuti seluruh hati Yoora. Perasaan hangat yang berbeda dari siapapun yang pernah Yoora rasakan, hanya bersama Byun Baekhyun.

 

Waktu sudah menunjukan pukul setengah sembilan malam. Langit sudah menjadi gelap dan orang-orang sudah berhenti dari segala aktifitas yang menyibukkan.

 

Sebelum Yoora pulang ia berpamitan pada ibu Baekhyun dan kakak Baekhyun.

 

“Oh sayang aku senang kau berkunjung kemari. Datanglah lagi kapanpun kau ada waktu” Ibu Baekhyun memeluk Yoora dengan sangat erat. Kenyataannya ia sudah sangat menyukai calon menantunya itu saat ini.

 

“Tentu bibi, aku akan sering mampir kemari”

 

Ny.Byun melepaskan pelukannya pada Yoora. Iamenatap Yoora dengan lembut “Nah sekarang sudah hampir larut, pulanglah Baekhyun akan mengantarkanmu”

 

Yoora hanya tersenyum lembut pada ibu Baekhyun, sebelum akhirnya ia membalikan badan dan masuk kedalam mobil. Ia melepas genggaman tangan Baekhyun perlahan dan tersenyum pada Baekhyun yang menutup pintu mobil.

 

Yoora baru menyadari satu hal, selama hampir beberapa jam terakhir ini genggaman tangan mereka tak pernah lepas sedikitpun. Jika terlepas hanya saat mereka makan malam bersama, setelah itu Bakehyun kembali menggenggam tangannya lagi. Ia tak pernah menolak itu, justru Yoora menyukai ini rasa hangat dari genggaman tangan Baekhyun.

 

Baekhyun mengantarkan Yoora pulang tanpa banyak berbicara. Mereka terlihat lelah setelah seharian beraktvitas. Ya walaupun tidak beraktivitas di kantor seperti biasanya tapi cukup menyita tenaganya.

 

Yoora mendengar Baekhyun beberapa kali menghela napas perlahan. Ia tau Baekhyun pasti sangat lelah hari ini.

 

“Baekhyun, trimakasih”

 

“Untuk apa?”

 

“Untuk hari ini, untuk ketengangan yang kau berikan” ini sudah kesekian kalinya Yoora menelan bulat-bulat rasa malunya untuk mengtakan apa yang ia rasakan. Baekhyun hanya tersenyum tipis menanggapi apa yang Yoora katakan.

 

Apapun itu, hanya untuk Yoora Baekhyun akan selalu melakukannya. Ia senang ketika gadis itu terus mengucapkan trimakasih bahkan sedari tadi saat ia terus saja menggenggam erat tangan Yoora, gadis itu tak pernah menolaknya sedikitpun.

 

Baekhyun rasa bersandiwara tak terlalu buruk, toh ini membuat hatinya bahagia saat ini. Baekhyun kembali fokus menyetir, ia tak pernah tau jika Yoora tengah memandanginya dengan senyuman lebar.

 

Yoora tak pernah tau tepatnya sejak kapan ia menjadi begitu menyukai memandangi Baekhyun dengan rambut hitam pekatnya. Menurut gadis ini, lelaki itu terlihat jauh lebih tampan dengan rambut hitamnya. Ia mulai mengalihkan pandangannya, karena saat ini darahnya berdesir tak karuhan, di dalam tubuhnya. Oh, Baekhyun hampir membuat gadis ini gila dengan rambut hitamnya.

___oOo___

Setelah sampai di depan rumah Yoora, Baekhyun membukakan pintu mobil untuk Yoora. Baekhyun bahkan tersenyum hangat pada gadis itu saat ini.Baekhyun merasa tidak ingin meninggalkan Yoora malam ini. Entah kenapa tapi dia seperti ingin berada di dekat Yoora lebih lama.

 

Yoora membalas senyum Baekhyun, ia segera keluar dari mobil Baekhyun mengingat udara malam semakin menusuk kulitnya saat ini.

 

“Trimakasih telah mengantarku pulang, selamat malam dan pulanglah dengan hati-hati”

 

Entah kenapa Yoora menjadi banyak senyum hari ini ya walaupun pada esok tadi sempat ada kejadian yang membuatnya kesal.

 

“Selamat malam, aku pulang dulu”

 

Berat rasanya setiap langkah Baekhyun semakin menjauh dari gadis itu, lelaki ini membalikan tubuhnya dan menahan tangan Yoora yang akan membuka pintu gerbang.

 

Baekhyun menarik Yoora untuk lebih mendekat padanya. Ia menatap lekat wajah Yoora dan mulai mendekatkan mukanya pada muka gadis itu. perlahan-lahan matanya terpejam. Baekhyun mencium Yoora lagi. Ciuman yang sedikit terburu-buru, lelaki ini melumat bibir bawah Yoora dan sedikit menggigit bibir bawah Yoora agar lidahnya dapat masuk pada mulut gadis itu.

 

Yoora tak pernah tau jika pada akhirnya Baekhyun akan menciumnya, ia sedikit mengerang ketika Baekhyun menggigit bibir bawahnya. Namun lama kelamaan Yoora menikmati setiap ciuman yang Baekhyun berikan padanya.

 

Gadis ini mulai menutup matanya dan membalas ciuman yang Baekhyun berikan padanya. Setiap balasan yang gadis ini berikan pada Bakehyun ciuman itu semakin terburu-buru. Dan keduanya benar-benar menikmati ciuman yang mereka lakukan. Kini tangan Yoora mulai mengalung pada leher Baekhyun, sementara tangan Bakehyun sudah melingkar sempurna pada pinggang Yoora.

 

Baekhyun menghentikan ciumannya dan memberikan gadis itu sedikit waktu untuk menghirup oxygen sebelum Baekhyun akan menciumnya lagi.

 

Pandangan mereka bertemu, lagi-lagi Baekhyun tersenyum dan membuat Yoora tak mengerti dengan dirinya sendiri.

 

“Kau milikku” Baekhyun mencium puncak kepala Yoora setelah mengucapkan  dua kata itu. Baekhyun sadar akan kata yang ia ucapkan ia tak peduli lagi bagaimana perjanjian itu yang jelas Yoora adalah miliknya, Yoora tunangannya.

 

“Hanya miliku dan selalu punyaku”

 

Baekhyun kembali mencium Yoora dengan tempo yang lebih pelan. Yoora tak pernah menolak apapun atas apa yang Baekhyun lakukan padanya hari ini. justru ia menikmatinya, menikmati setiap ciuman yang Baekhyun berikan padanya malam ini.

 

TBC

 

Halo, well chapter 4 di post juga btw ada side storynya loh ini full Baekhyun-Yoora lanjutan ciuman mereka wkwk. Rencana mau saya post malam ini kalau memungkinkan. Kalau tidak, ya mungkin besok pagi atau besok malam. Hihi. Sejujurnya ini cuman rombakan kecil di chapter ini. buat chapter 3 kemarin rombakannya cukup banyak dan hampir setiap scene saya tambah dan kurang kalau yang ini cuman saya tambah tanpa di kurang. Maaf kesalahan tulis nama Yoora jadi Seohwa. Kemungkinan saya yang tidak konsentrasi soalnya kebut-kebutan nulis OMT sama Enough. Jadi kebalik gitu.

 

Btw gimana chapter 4nya? Bosenkah? Udah saya usahain banyak dialognya ya walaupun gak terlalu. Saran kritik selalu diterima untuk intropeksi tulisan saya. Hihi. Btw bisa kasih saran? Saran novel yang bagus buat di baca hihi sekalian cari pencerahan buat bikin ffnya sih. Kalau bis ayang fantasi romance (ini maksa) wkwk. Oh ya chapter 4 di protect ya maaf karena awalnya rada rated.

Bisa menghubungi lewat line : kistianar

Twitter : RandikaOh.

Email juga bisa : Kistianarandika@gmail.com

Big Thanks buat yang selalu baca ff saya.

XoXo

 

114 responses to “ONE MORE TIME – [CHAPTER 4] BY SEBIE

  1. eaa cabeee main sosor terooss.wjwkwk tapi kusuka couple ini, bacany jg sambil senyum” kek orang gila loool y wlpun ada typonya.hhee…btw bole minta pw yg side storyny ga ka?ku syudah lebih cukup umur kaka.wkwk
    nextt dtunggu bgt y ka fighting:-*:-*

  2. Wah yoora semoga juga cinta sama baekhyun yaa, suka sama cerita ini gaj bosenin dan bikin penasaran

  3. Pingback: One More Time [Chapter 6]- By Sebie | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. lagi lagi masih bingung pada perasaan Yoora yang sebenarnya, antara Seokjin atau Baekhun. Bingung juga mau komentar apa aku? soalnya udah bagus.

  5. Mau komen ap lagi udah bagus ffnya.. Kata”nya jg bagus jjang lah..

    Btw minta pw dong thor 😅😅

  6. Yoora mulai jatuh cinta ama baekhyun,wkwk aku suka banget chapter ini,baekhyun mah main kompor-komporan :v ah iya aku punya saran novel fantasy romance nih judulnya Evermore,gak bakalan rugi kalo udah baca^^

  7. Yoora mulai jatuh cinta ama baekhyun,wkwk aku suka banget chapter ini,baekhyun mah main kompor-komporan :v ah iya aku punya saran novel fantasy romance nih judulnya Evermore,gak bakalan rugi kalo udah baca

  8. Aku saranin baca novel fantasy romance judulnya Evermore sama dead until dark..itu novel wah bikin lu deg-deg’an sendiri,ah iya aku suka chapter ini,aku paling suka waktu baekhyun panas panasin yoora,ditunggu chapter2 selanjutnya

  9. Wah baekhyun main kompor-komporan,aku suka chapter ini,ah iya aku saranin novel fantasy romance judulnya Evermore sama dead until dark,itu novel bikin deg-deg’an sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s