Y . O . L . O (You Only Love Once) #18 – by sasarahni

Y . O . L . O

11903816_1068047136546274_3386709659149155147_n

You Only Love Once!

“Hidup ini hanya sekali, Matipun sekali, dan Cinta juga hanya sekali”

Chapter 18

 

Happiness Delight – pcy.

Penulis : @sasarahni (Sarah Irani) 20th

Sarahirani26@wordpress.com


Preview: * Teaser * Chapter1Chapter2 * Chapter3 * Chapter4 * Chapter5 * Chapter6Chapter7 * Chapter8 * Chapter9aChapter9b * Chapter10 * Chapter11 * Chapter12 * Chapter13 * Chapter14 * Chapter15 * Chapter16 * Chapter17 * Now:Chapter18 *

MAIN CAST

Park Chanyeol & Kim Ja Young (YOU)

Byun Baekhyun & Kim Je Young (YOU)

OC: Kim Jongin, Lay, Xi Luhan (EXO)

Ny.Kim Lily, Ny.Park Yoora, Jung Serra dll…

Drama, Romance, Hurt, Marriage life, Friendship, AU, Family, Complication, and other…

RATING : PG-17 LENGHT : Chaptered

Soundefek :
K will x Baekhyun – The Day
Davichi – You Are My Everything
.

.

cropped-11898902_1069182166432771_91784061556000028_n11.jpg

Episode 18 Y.O.L.O♥

Author POV

Pukul 23.00.

Sesampai dikediaman Nyonya Park Yoora. Langit terlihat begitu sendu, hitam dan gemerlap bintang-bintang menyapa. Angin berhembus kencang, amat terasa menjalar diseluruh tubuh. Gadis ini terdiam cukup lama.

Dia, Kim Ja Young menggenggam kedua tangannya erat diatas pangkuannya. Masih terlihat berada didalam mobil. Dalam lubuk hatinya berkata, haruskah ia kembali masuk kedalam rumah besar ini lagi? Jangan lupakan Chanyeol yang sudah bersamanya sekarang? Bersama Chanyeol bukan berarti ia diterima untuk masuk kedalam rumah mewah ini bukan? Bahkan hatinya saat ini terasa amat takut, sedih, meskipun ada setitik kebahagian yang terasa.

Ah.. ini gila! Pasti gadis ini, Kim Ja Young tidak akan bisa berkata apa-apa lagi, jika sudah seperti ini membuatnya sungguh frustasi. Chanyeol sudah memarkirkan mobil di garasi belakang rumah. Memarkirkan mobil ini saja harus melewati taman yang lauasnya begitu terlihat indah seperti taman umum Korea. Garasinya cukup besar untuk memasukkan satu mobil milik Chanyeol, sungguh sangat besar dan luas rumah ini. Jika dilihat saat melewati taman rumah ini begitu indah saat malam harinya. Ada air mancur ditengah taman, lampu-lampu yang menyala disetiap sudut. Sangat cantik dan begitu mengagumkan jika Ja Young melihat setiap sudutnya.

“Kajja..” Chanyeol berkata sambil membuka pintu mobil bagian Ja Young.

Ja Young dengan sedikit keyakinan yang terpancar pun akhirnya menurut dan melepas jaket milik Chanyeol yang sedari tadi menutupi pundaknya hingga hangat dan ia memilih memegang jaket itu. Meletakkan diseisi pergelangan hingga satu tangannya.

“Mau merasakan udara sejuk malam ini?” Tawar Chanyeol sambil melirik taman dirumahnya, dengan pergerakan mengangkat sedikit kepalanya mengarah kesana. “Bagaimana?” Chanyeol berbisik ditelinga Ja Young yang cukup terdiam sedari tadi perjalanan menuju garasi mobil. Chanyeol juga sepertinya tidak ingin melewatkan moment indah malam  ini.

“Eum, ide bagus sepertinya. AYO!” Ja Young tersenyum lebar, ia memang penasaran akan setiap keindahan yang baru saja ia lihat didalam mobil saat ingin menuju garasi mobil. Seketika saat Ja Young ingin berjalan.. “UGH! Appo~” Ja Young meringis merasakan sakit kembali dibagian kakinya. Sepertinya pergelangan kakinya terlihat sedikit bengkak. Padahal seharian ini Ja Young hanya memakai flat shoes. Ya.. mungkin karena flat shoes itu sedikit sempit dan pada akhirnya kakinya terluka.

“Aiish! Kenapa tidak memakai sepatu seperti biasanya Nona Kim?!” Tegur Chanyeol saat melihat Ja Young meringis sakit. Gadis itu tahu, memang ia tidak biasa memakai flat shoes yang memang ukurannya terlihat lebih kecil dari kakinya. “Kemarilah” Chanyeol berjongkok didepan Ja Young yang tengah berdiri saat ini.. “Naik kepunggungku” Kata Chanyeol santai.

“Eoh? Aku berat Chanyeol. Sudah lupakan saja, kita langsung saja masuk kedalam” Kata Ja Young ketus. Karena Ja Young yakin Chanyeol akan mengejeknya kembali karena tubuhnya yang begitu berat. Dan Ja Young benci mendengar itu.

“Cepat naik!” Chanyeol meraih kedua kaki Ja Young yang terasa disetiap telapak tangan Chanyeol. Karena baru kali ini Chanyeol memegang atau menyutuh kulit Ja Young tanpa sehelai benang apapun, disat Ja Young memakai dress hitam yang cukup cantik ditubuhnya.

“Hei kau memaksaku? Yasudah jangan mengeluh jika aku berat huh!?” Ja Young sedikit membungkuk dan dengan sempurna Ja Young sudah berada dipunggung Chanyeol, lalu mengacak pucuk kepala Chanyeol. Gemas. Ja Young tersenyum senang.

“Cerewet!” Chanyeol pun langsung membawa tubuh Ja Young kedalam gendongannya. Sebenarnya saat itu, Chanyeol hanya bercanda mengatakan bahwa tubuh Ja Young itu berat. Kenyataannya tubuh Ja Young tidak sama sekali berat baginya. Ja Young pun merangkul seisi pundak hingga leher kepala Chanyeol dengan kedua tangan. Aroma Chanyeol semakin menyeruak dihidungnya saat ini. Wangi manly, ah rasanya Ja Young mulai menyukai wangi tubuh Chanyeol mulai saat ini. Chanyeol terus berdeham karena tidak terdengar suara apapun hingga terasa sepi. Gadis itu masih bermanja dipundak Chanyeol sesekali tersenyum lalu berkata..

“Jangan terlalu jauh berjalannya” Ja Young merasa bahwa Chanyeol sudah membawanya jauh berjalan hingga berhenti disebuah air mancur ditengah taman. Bunga-bunga berwarna-warni dan harum terlihat sangat banyak dan terasa dipenciuman Ja Young saat ini. Sangat harum dan terlihat cantik. Disekelilinginya begitu banyak bunga-bunga yang terjaga dan terawat. Ja Young mengagumi taman rumah milik Nyonya Park yang begitu rapi dan sangat indah. Dikelilingi lampu-lampu kecil. Ini amat sangat luar biasa~

Chanyeol berjongkok kembali dan tanpa kata-kata lagi gadis ini turun dari punggung Chanyeol, Kim Ja Young sungguh hanya terpukau dengan taman dan bunga-bunga disekelilingnya sekarang. Jangan lupa air mancur yang berbentuk hati jika didekatnya begitu terasa dingin. Ja Young tersenyum bahagia. Mimpi ini terlalu indah untuknya sekarang, sangat terlihat jelas.

Malam semakin larut..

Tidak perduli sekarang sudah jam berapa karena Ja Young juga yakin ini sudah hampir mendekati dini hari. Ja Young tidak ingin kehilangan kesempatan indah ini.

“Hya! Mau sampai kapan kau berdiri disini. Nona Kim? Duduklah,” Chanyeol menarik tangannya, perlahan Ja Young pun duduk dibangku besi dengan setiap ujung bangku itu terdapat bunga berwarna merah dan ungu. Ja Young tersenyum hangat pada Chanyeol lalu mengatakan..

“Terimakasih Tuan Park, kau terlihat semakin keren saat ini haha” Ja Young terkekeh cantik.

Chanyeol yang sudah duduk disampingnya hanya tersenyum miring. Chanyeol merindukan senyuman hangat itu. Chanyeol selalu merindukan wanita ini disetiap malamnya dan sekarang wanitanya sudah duduk bersamanya ditaman. Ketika, tiga bulan lalu Chanyeol terduduk sendirian disini dan sekarang tidak disangka ia duduk bersama wanitanya, gadis yang dicintainya.

“Apa kau sudah terlalu biasa untuk tidur malam? Bahkan ini sudah hampir dini hari Ja Young-ah” Chanyeol melihat jam tangan yang ada dipergelangan tangan kirinya. Malam ini semakin dingin dan terasa sunyi.

“Justru aku yang harus bertanya padamu. Aku tadi sempat tertidur dimobil, sedangkan kau?” Tatap balik Ja Young sambil menghirup udara malam ini. Terasa sejuk untuknya.

“Aku memang seperti ini. Tidak mudah untukku tertidur cepat” Chanyeol mendesah.

“Kau sering seperti ini?” Tanya Ja Young sendu dengan kedua mata yang berkedip-kedip.

“Eum..” Chanyeol berdeham lalu menganggukan kepalanya.

“Sejak kapan?”

“Sejak kecil”

“Eoh? Jinjaah??” Kini kedua manik mata Ja Young bekedip tidak percaya. Apa benar?? Chanyeol itu terlahir sebagai orang kaya dan biasanya orang kaya pada umumnya akan tertidur di jam waktunya untuk tidur. Tidak mungkin bukan jika Chanyeol sejak kecil mengalami “insom??”

“Ya, bahkan sampai sekarang pun aku sulit untuk tidur saat waktunya tertidur” Chanyeol tersenyum dingin. Hatinya terasa lelah.

“Apa yang kau lakukan jika dimalam hari Chanyeol? Apa kau memiliki insom akut, hingga–“

Tiba-tiba saja Chanyeol berbaring dan meletakkan kepalanya dipangkuan Ja Young terduduk. Ja Young pun terdiam sambil mengangkat kedua tangannya karena melihat pergerakan Chanyeol yang tiba-tiba. Ja Young menatap Chanyeol didalam pangkuannya. Tapi pria itu justru menutup kedua matanya, begitu terlihat tenang dan nafasnya begitu hangat. Ja Young menelan saliva nya kasar, bibirnya terkatup rapat.

“Jika seperti ini aku bisa tertidur dengan cepat,” Kata Chanyeol terdengar santai. Kalimat Chanyeol membuat Ja Young tersenyum meledek. Chanyeol selalu seenaknya saja. Menyebalkan. Membuat jantungnya seperti berdesir dan merasakan debaran itu secara tiba-tiba.

“Ja Young..?”

“Apa..” Jawab Ja Young pelan sambil menggerakan kedua tangannya diseisi wajah Chanyeol sedikit merapikan rambut Chanyeol dipangkuannya. Rambutnya begitu halus bahkan wangi. Chanyeol membuka kedua matanya menatap manik mata milik Ja Young yang masih menatapnya tenang. Chanyeol menyilangkan kedua tangannya dan menekuk kakinya. Ja Young yang menunggu apa yang ingin Chanyeol bicarakan pun tersenyum kecil dan menatap balik bola mata hitam lekat milik Chanyeol lalu berkata kembali..

“Apa Park Chanyeol?”

“Jadilah istriku..”

Kedua mata mereka sali bertatapan dalam diam~

“Menikahlah denganku Kim Ja Young..” Kalimat indah yang Chanyeol lontarkan terdengar meyakinkan dan sangat tulus.

Ja Young menghentikan pergerakan tangannya yang sedari tadi membelai wajah Chanyeol dan terdiam dalam keheningan malam yang menyapa. Masih menatap kedua mata hitam lekat milik Chanyeol. Chanyeol meraih kedua tangan Ja Young lalu meletakan kedua tangan itu tepat dibagian dadanya hingga hatinya sekarang. Menggenggam erat lalu berkata..

“Aku mencintaimu, harus berapa kali aku mengatakan kalimat itu. Aku sudah mencoba melepasmu tapi bayang-bayangmu selalu saja datang. Selama tiga bulan aku mengurung diri dirumah ini berharap kau kembali padaku. Dan ternyata Tuhan mendengar harapanku, kau datang. Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu..” Lirih Chanyeol. Tangan nya masih menggengam erat seisi kedua tangan milik Ja Young. Air mata Ja Young menetes, sesaat mendengar kata-kata indah yang sudah Chanyeol lontarkan barusan. Hatinya terlalu bahagia. Jadi selama ini rasa rindunya juga dirasakan oleh Chanyeol. Bibir Ja Young bergetar tak menentu. Menahan isaknya.

Ja Young tidak tahu lagi harus berkata apa..

Ja Young merasakan debaran detak jantung milik Chanyeol yang begitu terasa dikedua tangannya sekarang dan itu membuatnya merasakan kelirihan Chanyeol selama tiga bulan ini. Ja Young juga tidak bisa berbohong bahwa selama waktu Chanyeol meninggalkannya itu adalah hal yang menyakitkan bahkan menyedihkan untuknya. Ia merasakan apa yang dirasakan Chanyeol. Bayang-bayang akan kenangan Chanyeol bersamanya di Korea begitu menyeruak dihatinya. Hingga hatinya terasa ter-iris terus ter-iris sakit akan cinta yang sudah Chanyeol berikan dibanyak kenangan tersebut..

“Aku membencimu Chanyeol. Kenapa kau pergi begitu saja. Kau marah denganku?! Aku benci padamu!” Air mata itu terus menetes. Ja Young memincingkan kedua matanya. Masih mencoba menahan isaknya.

“Aku merasa sudah tidak sanggup melihatmu saat itu..” Pasrah Chanyeol masih dalam mode menatap wanitanya saat ini. Chanyeol benar-benar menyakiti wanitanya. Chanyeol benci tetesan air mata yang masih saja mengalir melalui kedua mata indah itu.

“Jahat. Kau jahat! Aku membencimu Tuan Park, kau tahu aku mencarimu. Ugh! Bahkan saat kau menghilang, Jongin juga menghilang. Kalian benar-benar jahat!” Ja Young memukul sedikit dada Chanyeol dengan kedua tangannya yang masih Chanyeol genggam erat. Bibirnya begitu keluh dan batinnya terasa sakit.

“Apa kau sedang merajuk?” Tanya Chanyeol menggoda. Lihatlah, disaat seperti ini, Chanyeol mulai menjengkelkan. Padahal Ja Young amat sangat kesal padanya. Apa mudah untuknya menghilang begitu saja? Apa semudah itu melupakannya? Chanyeol tersenyum menggoda.

“Merajuk? Memangnya kau siapa huh?” Desah Ja Young dengan wajah super nyebelin.

Ohya, by the way aku membaca surat yang kau berikan padaku” Chanyeol mengalihkan pembicaraan karena sepertinya Chanyeol mulai membenci tangisan Ja Young yang cukup lama terhenti.

“Surat??” Ja Young mengerutkan kedua alisnya berfikir surat apa yang pernah ia berikan pada Chanyeol. Pria menyebalkan ini. Chanyeol melepas kedua tangan Ja Young lalu ia menghapus air mata Ja Young yang sudah berhenti secara tiba-tiba. Gadis ini sangat menggemaskan. Chanyeol mulai bercerita tentang isi surat Ja Young saat sebelum ia memutuskan untuk pergi ke Busan.

“Eum.. disurat itu kau menuliskan. Aku akan mencoba membuka hatiku untukmu. Aku akan mencoba menerimamu sebagai seorang Park Chanyeol bukan sebagai–. Aku memilihmu, karena aku merasa nyaman ketika bersamamu. Aku harap kau membaca surat ini saat kau sedang merasa membenciku karena kelakukanku yang suka tiba-tiba aneh haha. Chanyeol terimakasih sudah membawaku dan merawatku tadi malam. Aku sangat sedih saat mengatakan hal bahwa aku lebih memilihmu dari pada Jongin. Tapi, aku sudah mengatakan itu dan rasanya lebih baik. Jongin adalah sahabat baikku, aku menyayanginya. Cobalah berteman dengannya. Ok! Kata terakhir untukmu.. I love you, from Kim Ja Young..”

Ja Young mendengar semua penuturan Chanyeol yang membuatnya merasa benarkah ia pernah menulis surat seromantis itu?? Sial! Ya, Ja young mengingat surat itu ia letakkan disamping foto masa kecil Chanyeol diappartement. Jadi Chanyeol membacanya. Tapi kata-kata itu terdengar menjijikan, I love you? Apa benar diakhir surat itu Ja Young menuliskan kata-kata seperti itu?? Ja Young pura-pura tidak mengingat surat itu..

“Benarkah? Aku yang menulis surat itu??” Wajah Ja Young seperti mengalihkan pandangan Chanyeol yang berada dipangkuannya saat ini. Chanyeol tahu wanitanya sedang berpura-pura bodoh lalu dengan pergerakan cepat ia terduduk lalu menagkap kedua pipi Ja Young.

“Kau! Jangan berpura-pura tidak tahu.” Kesal Chanyeol. Ja Young memanyunkan bibirnya. Memutar kedua bola matanya malas.

“Benar kau tidak tahu? Tentang surat itu?” Desah Chanyeol kembali. Tatapan mereka kembali bertemu.

Ja Young mengangguk pelan. Berbohong.

“Benarkah??”

Chanyeol mendekati wajahnya pada wajah Ja Young. Masih dengan kedua tangan yang berada dipipi Ja Young. Menatapnya penuh kekesalan. Wanitanya harus diberi pelajaran sesekali. Chanyeol tersenyum miring lalu berkata..

“Baiklah aku akan mengingatkanmu pada surat itu.”

“Mwo?” Dahi Ja Young mengerut. Tidak mengerti apa maksud dari perkataannya. Mengedipkan kedua matanya tidak teratur.

Chanyeol mendekati bibir Ja Young menatap ranum itu dengan seringai nya. Ja Young tidak mengerti apa yang ingin Chanyeol lakukan. Jangan lupakan bahwa disetiap sudut taman terdapat kamera tersembunyi dan Ja Young sadar akan hal itu. Ini tidak boleh terjadi. Chanyeol pasti ingin mencium dan melumati bibirnya. Dengan cepat Ja Young mendorong dada Chanyeol dengan kekuatannya.

“Kau gila. Aiish. Aku bisa gila berada dekat denganmu. Ya! Aku mengingatnya, aku yang menulis surat itu. Dan aku memang mencintaimu. Puaskah?!” Serentetan kata demi kata sudah Ja Young keluarkan. Ja Young mengatur debaran hatinya yang masih tak menentu akibat Chanyeol yang masih mencoba mendekati bibirnya. Ini membuatnya gila! dasar Chanyeol mesum.

“Jadi kau mau menikah denganku? Kau sudah mengatakan bahwa kau mencintaiku. Bahkan aku melihat kau lebih mencintaiku sekarang. Hei, Nona Kim kau terlihat merona??” Chanyeol tersenyum dengan wajah seringai nya yang masih mencoba menggoda wanitanya. Ja Young tersenyum kecut, ia akan selalu kalah dengan pria menyebalkan ini. Karena Chanyeol sangat tahu titik kelemahannya.

“Merona? Udara disini cukup dingin dan itu membuatku sedikit memerah. Soal menikah, aku akan tanyakan hal itu pada Eomma terlebih dahulu. Chanyeol-ah sudah malam kau harus tidur. Nanti Nyonya Park akan marah denganku karena membuat anak satu-satunya–“

Chup!

Mendengar Ja Young terus berbicara membuat Chanyeol sangat gemas dan pada akhirnya Chanyeol mengecup singkat ranum milik Ja Young yang masih saja berbicara dan sekarang terdiam karena..

Chup!

“Nyonya Park tidak akan marah, karena Ibuku sudah tahu apa yang anaknya inginkan” Chanyeol tersenyum lebar akan perkataannya barusan.

“Ugh?? Apa maksudmu??” Kedua manik mata Ja Young berkedip-kedip menatap sendu Chanyeol. Ibunya tahu apa yang diinginkan anaknya? Apa maksudnya??

“Nanti kau akan tahu. Kajja! Kau harus istirahat, bisa-bisa nanti aku kena marah oleh Nyonya Kim hahaha”

Ja Young dan Chanyeol tertawa bersama akan lelucon mereka sendiri, menyebut nama Ibu mereka dalam hubungan ini. Rasanya begitu terdengar aneh, pasangan Chanyeol dan Ja Young memang sangat berbeda, mereka memiliki cara sindiran masing-maing saat ingin bertengkar ataupun meledek satu sama lain. Ja Young bahagia bertemu dengan Chanyeol meskipun pertemuan mereka terbilang cukup mengenaskan karena perselisihan yang tidak jelas dan membuat keduanya merasa tidak saling suka pada awalnya dan setelah dekat mengenal seorang Chanyeol sampai sekarang adalah awal kebahagiannya. Chanyeol merasakan sepenuhnya jatuh cinta pada wanita ini, wanita yang membuatnya sungguh memahami bahwa ketika mencintai seseorang kita tidak bisa memaksakan keinginan kita sepenuhnya untuk seseorang membalas cinta kita. Bertahan dan memilih apa yang seharusnya menjadi milik kita, mencoba menerima walau sulit, memahami tanpa harus dimengerti, wanita ini sudah membuat hidup Chanyeol merasa sempurna. Mereka saling mencintai, hanya saja cinta mereka harus mengerti satu hal disisi lain perbedaan mereka cukup tidak setara. Dan cinta mereka bisa dikatakan bahwa perbedaan itu tidak bisa diukur hanya karena batas usia ataupun perbedaan kasta yang cukup berbanding. Chanyeol hanya cukup mencintainya dan Ja Young cukup menerima kehadirannya itu saja sudah cukup mengartikan dan didalamnya hanya ada sebuah ‘cinta’.

Entah sejak kapan Chanyeol sudah membawa Ja Young masuk kedalam kamarnya. Kamar yang sempat Ja Young masukki dan sempat berbincang dengan Ibu Park tadi siang menjelang sore. Ja Young masih diam dalam gendongan Chanyeol yang sudah menutup pintu kamar. Chanyeol membawa tubuh Ja Young ala bridal sampai pada ranjang besar miliknya.

“Istirahatlah, tapi sebelum itu kita bersihkan lukamu terlebih dahulu..” Kata Chanyeol sambil membaringkan tubuh semampai Ja Young diranjang besar berwarna hitam miliknya. Kamar ini begitu luas. Ja Young melepas kaitan kedua tanganya dileher Chanyeol lalu mengatakan sesuatu yang terdengar lembut..

“Terimakasih, sebenarnya tidak perlu sampai membawaku seperti tadi Chanyeol. Bukankah aku bisa berjalan meskipun, sakit” Ringis Ja Young lembut sambil mengelus pipi Chanyeol dengan satu tangannya. Chanyeol menggapai pucuk rambut Ja Young, membelainya. Ja Young sangat mencintai Chanyeol untuk malam ini Chanyeol terlihat sangat baik dimatanya. Ja Young membelai kembali kedua pipi Chanyeol lembut dengan kedua tangannya lalu berkata kembali.. “Tidurlah Chanyeol ini sudah malam. Biar aku sendiri yang mengobati kakiku” Ja Young tersenyum manis.

Chanyeol tidak membalas ucappannya, ia langsung berjalan kesuatu tempat untuk mengambil kotak yang berisikan obat-obatan setelah dapat Chanyeol berjalan kearah kamar mandi mengisi air hangat di kotak ukuran sedang. Sudah lengkap Chanyeol pun kembali keranjang besar itu. Ja Young yang sudah bersandar dikepala kasur itu pun hanya memandangi Chanyeol yang terlihat sibuk. Sibuk mundar-mandir kesana kemari. Ja Young melihat jam di dinding kamar Chanyeol menujukan pukul 01.00 dini hari. Ini tidak baik untuk kesehatan Chanyeol, bagimana jika terdengar oleh Nyonya Park jika putra nya masih berkeliaran ditengah malam karena dirinya. “Chanyeol aku mohon tidurlah, ini sudah cukup–” Desah Ja Young memohon itu terhenti ketika..

“Diamlah, ini tidak akan lama” Sanggah Chanyeol yang sudah meraih kaki Ja Young. Ja Young yang memakai dress pun hanya bergerak risih ketika kedua kakinya harus diluruskan dan Chanyeol melihat seluruh luka yang sempat berdarah dipergelangan kaki Ja Young.. “Kenapa bisa seperti ini? Apa yang kau lakukan seharian ini? Ugh?!” Jengkel Chanyeol melihat bengkaknya pergelangan kaki wanitanya. Ja Young mengingat satu hal bahwa seharian ini ia telah berjalan hingga membuat kakinya bengkak. Chanyeol meneliti hingga membersihkan kaki Ja Young dengan tisu basah terlebih dahulu.

“Aku hanya berkeliling saja” Lirih Ja Young sambil mencoba menatap Chanyeol yang terlihat tidak suka melihat kakinya saat ini. Ja Young mendesah dengan bibirnya yang terkatup rapat.

“Berkeliling?” Chanyeol mengangkat satu alisnya. Menatap wanitanya penuh tanda tanya?

“Eum, seharian ini sebelum bertemu denganmu. Kakiku memang sudah terasa perih” Desah Ja Young lemah. Kedua matanya sangat mengartikan.

Selesai membersihkan kaki Ja Young dengan tisu basah, “Redamlah kakimu di air hangat itu” Kata Chanyeol sambil menunjuk kotak ukuran sedang yang berisikan air hangat. Ja Young melihat kotak itu dibawah pinggir kasur. Kotak itu bisa merendamkan kedua kaki Ja Young. Dengan cepat Ja Young menenggelamkan kakinya hanya sebatas mata kaki saja. Terasa hangat dan lebih baik. Chanyeol tersenyum ramah melihatnya.

“Kau sudah makan?” Tanya Chanyeol sambil mengeluarkan obat luka penghilang rasa sakit didalam kotak obat-obatan. Sebuah betadin sekaligus perban. Bicara tentang makan, Ja Young tidak makan seharian ini ia hanya cukup minum saat berkeliling sejak pag tadii. Ja Young pun diam tidak menjawab, ia fokus pada kakinya saat ini.

“Ja Young-ah?” Panggil Chanyeol.

“Nde?” Ja Young langsung menatap Chanyeol yang terlihat diam menatapnya intens membuat Ja Young menerjapkan kedua matanya. Ja Young tersenyum lembut padanya lalu berkata.. “Ah, aku.. sudah makan.” Berbohong kembali. “Chanyeol aku haus” Ja Young mengalihkan pembicaraan. Meminta sebuah minuman dengan wajah aegyo nya. Ja Young tahu pasti Chanyeol akan membuatkan makanan untuknya kalau ia bilang kenyataannya bahwa Ja Young belum makan seharian ini. Ja Young sudah merepotkan Chanyeol sejak tadi jadi ia merasa tidak enak.

“Redam saja kakimu, tunggu sampai aku kembali. Aku akan mengambilkan air untukmu minum. Mengerti?” Chanyeol meletakkan kembali betadin dan perban itu diranjangnya. Kemudian berjalan keluar pintu kamar. Ja Young yakin Chanyeol akan lama disana jadi saat Chanyeol sudah keluar dari kamar Ja Young langsung mengangkat kedua kakinya dari air hangat itu. Membersihkannya kembal,i lalu mengambil betadin dan perban itu. Mengoleskan pada kakinya yang terluka.. “Appo.. ini perih sekali” Lirihnya sambil sedikit ia tiup-tiup kakinya dengan mulutnya saat ini untuk menghilangkan rasa perih yang terasa. Sudah kering dan Ja Young langsung mengambil plester didalam kotak itu. Menutup lukanya dan sudah terlihat lebih baik. Ja Young memasukkan perban itu kedalam kotak obat-obatan karena menurutnya tidak perlu sampai diperban karena lukanya hanya sedikit saja.

“Selesai! Hihi”

Chanyeol masuk kedalam kamar. Berjalan kearah Ja Young yang sudah terlihat bersandar kembali diranjang. Chanyeol sudah tidak melihat Ja Young duduk dipinggir ranjang dengan kaki yang masih terendam saat Chanyeol keluar tadi.

“Ckck! Kau membantah.” Ketus Chanyeol dengan seringai andalannya, melihat kaki Ja Young yang sudah terlihat lebih baik. Ja Young hanya tersenyum manis lalu mengatakan..

“Tidurlah Chanyeol..” Kata Ja Young sambil menepuk bantal yang masih tertata rapi disebelahnya bersandar. Akhirnya Chanyeol duduk dipinggir ranjang masih dalam menatap kaki Ja Young melihatnya dengan teliti apa kaki wanitanya masih terlihat terluka atau tidak. Ja Young merasa Chanyeol begitu khawatir akan dirinya. Membuat Ja Young tersenyum bahagia. Lalu Chanyeol memberikan minuman dingin dan hangat. Chanyeol juga membawa sedikit buah-buahan untuk Ja Young. Ja Young meraih semua makanan dan minuman itu yang dibawa memakai nampan kecil oleh Chanyeol.

“Aku akan tidur saat melihatmu sudah menghabiskan buah itu” Chanyeol mengangkat kedua kakinya lalu menyilangkan kedua kakinya. Menatap wanitanya dengan penuh pesona. Chanyeol amat sangat merindukan gadis ini, gadis terbaiknya.

“Ck! Kau ini menyebalkan.” Ja Young memanyunkan kedua bibirnya tanpa ada rasa senyum sama sekali. Lalu memakan buah-buahan yang sudah terpotong kecil-kecil dimangkuk buah.

“Buka mulutmu” Perintah Ja Young sambil memberikan potongan buah itu pada Chanyeol, tepat didepan bibirnya. Chanyeol diam tidak membuka mulutnya, hanya menatap Ja Young dengan seringai andalannya. Pria ini sangat menggoda.. “Hayolah buka, kau pasti belum makan!” Desah Ja Young. Chanyeol pun tersenyum manis lalu membuka mulutnya kemudian Ja Young memberikan buah itu.

“Aku akan minum air hangat saja, kau minum satu air itu” Tunjuk Ja Young pada minuman dingin. Memberikan terus buah-buah itu berkali-kali seperti tadi sampai buah di mangkuk habis tak tersisa.

“Selesai, jadi sekarang–“

“Ya, aku tahu. Istirahatlah Ja Young, aku akan tidur disoffa.” Sanggah Chanyeol baik.

“Eoh?? Tidur saja disini. Disampingku.” Kata Ja Young manis. Ja Young yakin Chanyeol tidak terbiasa tertidur di soffa. Lagipula ia tahu, kalau ia hanya tamu dan tidak sepantasnya ia tertidur diranjang sebesar ini.

“Jinjah? Kau menggodaku Nona Kim?” Chanyeol tersenyum miring.

“Tidak! Tidurlah kau pasti lelah” Ja Young menepuk kembali bantal putih itu. Chanyeol tersenyum lembut padanya. Manis sekali wanitanya saat ini. Terlihat seperti tidak biasanya.

“Aku akan mengganti pakaianku dahulu, kau berbaringlah” Chanyeol membelai pucuk rambut Ja Young lembut lalu menghilang dari pandangan Ja Young.

Wanita itu, Kim Ja Young hanya menganggugkan kepalanya mengerti dengan seulas senyuman manisnya. Ja Young pun berbaring perlahan-lahan karena dress yang ia gunakan akan menyibak paha mulusnya saat ini. Ja Young menyelimuti tubuhnya lalu memejamkan kedua matanya. 5 menit kemudian Chanyeol sudah berbaring disisi kiri Ja Young saat ini. Dengan menggunakan piama Chanyeol yang terlihat lebih baik, tubuhnya sangat tinggi dan begitu ideal.

Ja Young yang merasakan ada suatu getaran diranjang pun melihat untuk menengok kearah Chanyeol disampingnya. Lalu melihat Chanyeol yang sudah menutup kedua matanya dan menghadap kearah dirinya. Wajah Chanyeol terlihat jelas hingga sedekat ini. Ja Young membelai rambut Chanyeol lalu mencium kening Chanyeol disana. Chanyeol yang belum sepenuhnya tidur pun merasakan sesuatu yang terasa dan terdengar saat Ja Young mengecup dahi nya, Chanyeol tersenyum manis kemudian dengan pergerakan kedua tangannya yang cepat ia membawa tubuh semampai Ja Young kedalam pelukkannya saat ini. Ja Young merasakan kedua tangan kekar itu menarik pinggangnya secara sempurna. Ja Young terdiam ia ingin sekali menatap wajah Chanyeol tapi urung terlihat karena Chanyeol langsung menekan kepala Ja Young untuk masuk lebih dalam ke arah dada bidangnya. Ja Young menerjapkan kedua matanya, menghirup aroma manly itu kembali, begitu lekat dan dekat, terasa lebih segar, apa Chanyeol habis madni tadi?? Kedua tangan Ja Young memberikan aksen sedikit jarak tepat dibagian buah dada nya.

Drep~

Tiba-tiba lampu redup tidak terlihat apapun lagi begitu gelap.

Ja Young masih diam dalam posisinya. Kedua tangan Chanyeol semakin menekan tubuhnya. Begitu erat dan sedikit membelai punggung Ja Young didalam selimutnya saat ini.

“Tuan Park?” Panggil Ja Young pelan hingga terdengar berbisik. Dalam hatinya, ia tidak mungkin tidur seperti ini. Didalam rumah yang jelas bukan untuk Ja Young masukki kalau bukan karena Chanyeol yang memaksanya.

“Terimakasih untuk hari ini Ja Young-ah. Aku begitu bahagia melihatmu didepan kedua mataku kembali” Tulus Chanyeol masih dalam mode membelai punggung wanitanya. Ja Young membinarkan kedua bola matanya, wajahnya terlihat sendu dan tenang.

“Eum, tidurlah Chanyeol-ah..”

“Sudah berapa kali kau mengatakan kalimat itu?”

“Entahlah..”

“Aku ingin kau mengatakan hal selain itu, misalkan aku mencintaimu Tuan Park”

Ja Young memukul sedikit dada Chanyeol tanpa berkata apapun lagi. Pria ini terus saja menyebalkan.

“…”

“Katakanlah..” Suara bass Chanyeol kembali terdengar seperti berbisik.

“Aku akan mengatakannya saat kau melepas pelukkan ini. Kau selalu saja mencari kesempatan. Menyebalkan sekali” Tegas Ja Young padanya.

“Wae? Kau takut aku mendengar detak jantungmu yang sekarang membuncah kan–“

“AW! Sakit” Chanyeol meringis karena Ja Young mencubit pinggang Chanyeol dengan satu tangannya.

“Sudah aku lelah, selamat malam Chanyeol-ah”

“Andai saja aku selalu mendengar kalimat selamat malam itu”

“Chanyeol..”

“Apa..?”

“Tidurlah..”

Chup! Chanyeol mengecup pucuk rambut Ja Young lalu mengatakan.. “Saranghae..” Ja Young tersenyum didalam pelukkan Chanyeol.

“Nado saranghae Chanyeol-ah..” Lembut Ja Young.

Malam ini adalah malam terindah untuk Chanyeol rasakan kembali. Mendengar dan melihat Kim Ja Young kembali terasa sangat membahagiakan hatinya. Chanyeol pun menutup kedua matanya secara perlahan, ia tertidur pulas. Dalam hitungan 10 menit saja Chanyeol sudah tertidur pulas. Ja Young yang merasakan pelukkan Chanyeol semakin tidak terasapun mencoba mengangkat kepalanya disana. Melihat wajah Chanyeol yang hanya terbayang-bayang karena kamar ini sudah sangat gelap. Pelan-pelan Ja Young melepas pelukkan Chanyeol ditubuhnya, lalu memundurkan tubuhnya sedikit demi sedikit. Chanyeol sangat pulas dan tidak menyadari pergerakan gadis itu. Kemudian Ja Young beranjak dari ranjang itu, menyelimuti tubuh Chanyeol kembali.

“Aku benar-benar sudah gila, Chanyeol adalah direkturku. Dan rumah ini adalah rumah Nyonya Park. Pemegang saham restorant dimana aku bekerja. Aku harus bagaimana jika pagi tiba nanti.” Keluh Ja Young sambil berjalan kearah soffa pelan-pelan karena kamar ini sudah sangat gelap. Membuatnya meremang-remang dalam keadaan seperti ini. Ja Young pun sampai pada soffa dan langsung berbaring disana. Terasa nyaman. Soffa ini sangat nyaman untuk Ja Young tiduri.

“Untung saja saat aku masuk kedalam kamar disekitar rumah ini sudah sepi jadi aku tidak malu saat Chanyeol membawa tubuhku sampai pada lantai ini. Huh kakiku pegal sekali” Ja Young menutup kedua matanya, meluruskan kakinya, dan tertidur.

♣ Y . O . L . O ♣

Pukul 05.00 pagi.
Terhitung hari ketiga.
Busan City.

@appartement Baekhyun

“Baekhyun-ah..” Sapa Je Young pagi ini. Menghampiri Baekhyun yang tertidur pulas di soffa. Padahal semalam Je Young melihat Baekhyun tertidur disampingnya, tapi kenapa Baekhyun tidur pulas di soffa. Baekhyun tertidur menyamping dan membuat Je Young yang duduk dibawah soffa beralaskan sebuah karpet halus berwarna merah muda. Je Young memainkan hidung Baekhyun. Gemas melihat wajah tampan Baekhyun yang biasanya sekarang menjadi wajah imut dan begitu damai melihatnya tertidur. Kim Je Young masih memainkan ujung hidung Baekhyun sambil berkata..

“Oppa kau mau sarapan apa pagi ini?” Tanya Je Young tepat diwajah Baekhyun tertidur. Pria itu tertidur dengan sangat lucu hampir seluruh tubuhnya tertutup rapat oleh selimut putih tebal. Hanya menyisahkan setengah dari kepalanya saja. Baekhyun tidak terlalu suka dengan musim dingin jadi tubuhnya harus selalu hangat.

“Aku buatkan susu coklat hangat ya, Oppa pasti kedinginan. Maaf Oppa, aku pasti menyusahkanmu semalaman. Ah aku juga akan buatkan selai roti.” Je Young mencium kening Baekhyun tulus sedangkan Baekhyun yang masih tertidur hanya menggerakkan kepalanya sebagai tanda persetujuan. Baekhyun terlihat lelah.

Je Young tersenyum manis melihat Baekhyun yang sedari tadi terlihat lucu saat tidur pulas seperti itu dimata Je Young. Setelah puas memandang Baekhyun, Je Young bangkit untuk membuatkan susu hangat dan selai roti. Karena appartement ini sudah tersedia air panas yang sudah matang jadi tidak sulit untuk memasak terlebih dahulu. Dan Je Young memang sempat membeli roti dan selai kemarin saat berjalan-jalan bersama Baekhyun kemarin siang setelah pulang dari rumah Chanyeol.

Je Young terbiasa untuk bangun dipagi hari, sedangkan Baekhyun disaat liburan seperti ini ia akan malas untuk bangun pagi seperti biasanya karena tugas berbisnis yang selalu membuatnya menyita waktu dan setiap harinya.

“Sepertinya aku tidak akan tega membangunkan Baekhyun hanya untuk sarapan sepagi ini, jadi lebih baik nanti saja membuatkan susu panasnya” Je Young hanya menuangkan tiga sendok susu coklat kedalam gelas tanpa air panas yang ia tuangkan jedalam gelas. Je Young akhirnya memilih untuk mandi. Membersihkan tubuhnya. Mandi selama 30 menit cukup menyegarkan tubuh mungilnya saat ini yang sudah terbalut dengan dress berwarna biru tua diatas lutut. Je Young mengikat rambutnya setengah ikatan, kamarnya sudah rapi dan sudah ia bersihkan. Je Young baru tersadar jam menunjukan pukul 06.30 pagi. Je Young kembali membuat sarapan untuk Baekhyun. Membuat susu panas untuk pria yang masih terlihat tertidur pulas disoffa panjang disana.

Baekhyun membuka kedua matanya perlahan. Mencoba menatap langit dinding lalu mencari sosok wanita diranjang sana yang sudah tertata rapi. Kosong. Tidak ada sosok wanitanya diranjang itu, Baekhyun pun beranjak dari soffa lalu melihat seorang wanita dekat meja kecil yang terdapat diruang kecil sebelum masuk kedalam kamar. Terlihat seperti dapur kecil didalam appartement tempatnya sekarang. Wanita itu membelakangi Baekhyun yang sudah berjalan kecil kearahnya. Baekhyun melihat dress biru tua yang dikenakan oleh Je Young pagi ini, itu adalah dress pemberian darinya. Dress itu terlihat pas ditubuh mungil Je Young. Baekhyun meraih pinggang Je Young memeluk tubuh itu dengan sempurna. Reaksi Je Young cukup kaget karena Baekhyun sudah terlihat bermanja dipundak nya saat ini.

“Selamat pagi Je Young-ah..” Baekhyun mengecup pipi Je Young. Kedua matanya terlihat tertutup manja. Je Young hanya menggeliat malu, ia tersenyum.

“Selamat pagi Baekhyun-ah. Oppa kau sudah bangun? Apa aku berisik hingga membuatmu terbangun?” Je Young masih sibuk membuat roti dan susu hangat.

“Anio.” Baekhyun menyipitkan kedua matanya yang masih terlihat mengantuk dan mata sipitnya bebar-benar hampir tidak terlihat. Baekhyun memeluk pinggang Je Young hingga tanpa jarak yang tersisa.

“Kau sedang apa eum?” Tanya Baekhyun lemah.

“Aku membuatkan sarapan untukmu, jadi tunggu saja disoffa kembali. Nanti aku akan kesana” Je Young membalikkan tubuhnya lalu mengecup kening Baekhyun singkat. “Kau pasti lelah,” Je Young menatap mata sipit Baekhyun dalam dan terlihat Baekhyun sedang mengukir senyumannya. Sesekali Baekhyun membelai pinggang wanitanya, menatap lembut sorot mata Je Young saat ini.

“Jika seperti ini aku ingin cepat-cepat menikah denganmu, hehe” Baekhyun semakin memeluk tubuh mungil itu. Ia terkekeh dipagi hari dengan wajah sehabis bangun tidur dan itu membuat Je Young hampir setengah ketawa melihatnya.

“Baekhyun-ah..” Rajuk Je Young karena mendengar Baekhyun membahas tentang pernikahan.

“Arraseo,” Baekhyun pun melepas pelukkannya lalu kembali berjalan kearah soffa kembali. “Aku ingin air putih sayang. Gomawo.” Katanya lembut sambil tertidur kembali disoffa. Je Young yang masih berdiri disana hanya melihat semua pergerakan Baekhyun yang terlihat lucu dimatanya. Baekhyun masih sangat ngantuk hingga berjalan saja masih terlihat gontai berbeda saat Baekhyun terlihat bugar pasti sudah banyak sekali gaya yang dikeluarkannya.

♣ Y . O . L . O ♣

POV Kim Ja Young

Pukul 07.00.

@Penthouse Keluarga Park

Aku terbangun terlebih dahulu. Berjalan kearah ranjang melihat Chanyeol yang masih pulas tertidur diranjang. Selimut yang dipakai terlihat berantakan dan tidak beraturan. Padahal udara semalam cukup dingin tapi kenapa pria ini sama sekali tidak kedinginan dengan selimut yang tersingkir kemana-mana. Chanyeol terlihat berkharisma saat tertidur nyenyak, ah membuatku tersenyum sendiri saat melihatnya sekarang.

“Apa dia tidak kedinginan?” Aku meraih selimut tebal itu lalu menutup tubuh Chanyeol kembali. Sempurna. Aku tersenyum kembali memandang Chanyeol tertidur begitu pulas.

“Terimakasih Chanyeol-ah, malam kemarin membuat semua rindu dan benci ku terlupakan. Entah sudah berapa kali aku mengatakan terimakasih padamu..” Aku merapikan rambut Chanyeol lalu pergi ingin meninggalakannya tapi saat aku ingin pergi. Tangan Chanyeol menarik pergelangan tangan ku cukup cepat dan terasa sakit.

“Hya! Kau sudah bangun Tuan Park?” Aku membulatkan kedua mataku saat Chanyeol mendekapkan tubuhku yang terjatuh dalam dada bidangnnya saat ini. “Ish! Menyebalkan” Keluh ku saat Chanyeol memelukku begitu posesif. Ternyata dia tidak sepenuhnya tertidur. Ini masih sangat pagi! Chanyeol sudah memulainya kembali.

“Tidur dimana semalam?” Chanyeol bertanya masih dengan dalam mode tertidur. Pelukkannya menjadi terasa hangat. Apa ini sebabnya Chanyeol menyibakkan selimut tebalnya tadi.

“Lepaskan Chanyeol. Aku tidak ingin seseorang melihat–“

“Aku tanya kau tidur dimana semalam?”Sanggah Chanyeol cepat.

“Wae? Lepaskan.” Aku memberontak dalam pelukkannya saat ini. Chanyeol membuka seluruh kedua matanya lalu menatap wajahku yang mencoba medengak didalam pelukkannya. Mengatur perasaanku terhadapnya yang suka sekali seenaknya terhadap diriku.

“Kau tidak tidur disampingku semalam, benar?” Tukas Chanyeol menatapku penuh pesona.

“Ck. Aku tidur di soffa. Lagi siapa yang mau tidur disebelah namja mesum sepertimu. Jadi lepaskan Chanyeol!” Bentakku padanya sambil memutar kedua bola mataku malas. Chanyeol mendesah.

“Eoh?? Kau memulai kembali? Memanggilku dengan sebutan apa barusan??” Chanyeol tersenyum miring sambil menatap mata kecoklatan milikku intens. Pelukkannya semakin posesif. Pria ini benar-benar sudah gila, bagaimana jika seseorang melihatku sekarang.

“Namja me–“

“HEI? YAK! PARK CHANYEOL APA YANG KAU LAKUKAN” Chanyeol mengangkat tubuhku, membuat seluruh tubuhku berada tepat diatasnya saat ini. Pergerakan kedua tangan Chanyeol benar-benar cepat. Pria ini benar-benar sudah gila. Bahkan pelukkan kedua tangannya masih terasa dipinggangku. Jangan lupakan aku belum sempat mengganti dress hitam yang melekat ditubuhku seharian kemarin. Entah seberapa pendeknya sekarang hingga pahaku terekspos sempurna. Ah! Gila. Bagaimana jika seseorang masuk kedalam kamar ini karena Chanyeol tidak menguncinya. Bisa benar-benar gila aku saat ini. Aku menggeliat diatas tubuhnya. Kekangan kedua tangannya begitu erat dipinggangku.

“Berisik. Kalau kau berteriak kembali seseorang akan mendengar suaramu diluar sana. Dan jangan salahkan jika Eomma datang tiba-tiba dari balik pintu itu.” Chanyeol tersenyum puas.

“Aku mohon, lepaskan..” Rendahku dan terdengar lirih. Itu yang aku takutkan saat ini, Nyonya Park.

“Aku akan melepaskanmu nanti tunggu sampai 10 menit”

“Mwo!”

“Baiklah 5 menit. Diam dan jangan membantahku.”

“…” Aku mendesah, menutup kedua mataku, dan lebih memilih diam. Chanyeol benar-benar keterlaluan. Selalu saja seenaknya. Aku benci jika sudah seperti ini. Chanyeol kembali menutup kedua matanya. Aku pun hanya mencoba mengatur nafas dan perasaanku saat ini. Jangan sampai detak jantungku berdebar lebih cepat dari biasanya. Karena posisi ini sungguh sangat asing untukku. Berada diatas tubuh Chanyeol. Tidak bisa aku bayangkan jika tidak ada selimut yang memberikan jarak antara tubuhku dengan tubuh Chanyeol. Ah! Bisa-bisa Chanyeol semakin tidak waras. Sudah 5 menit kah? Ah, kenapa  waktu terasa lama sekali. Aku benar-benar takut jika Nyonya Park melihatku seperti ini. Akhirnya aku mengeluarkan ucappanku kembali..

“Chanyeol.. aku mohon lepaskan. Aku tidak ingin orang dirumah ini melihatku sebagai wanita yang tidak benar jika seperti ini. Jadi lepaskan. Aku mohon..”

“Kau takut?”

“Aku ini hanya–“

“Apa? Pelayan? Tidak pantas berada dikamar direktur? Tidak pantas jika berpasangan dengan orang kaya? Ugh!” Tukasnya, lalu Chanyeol melepaskan pelukkannya. Menatapku penuh kedinginan. Aku pun memilih beranjak dari pelukkannya lalu duduk dipinggir ranjang. Menatap wajah Chanyeol yang sedang menahan emosi. Chanyeol maafkan aku. Tapi semua yang kau katakan adalah kenyataan pahit yang aku harus benari. Aku mencintaimu Chanyeol tapi bisakah rasa cintaku lebih baik dipendam untuk saat ini saja.

.

.

TOK TOK TOK

.

.

“Chanyeol apa kau didalam?” Suara itu?? Nyonya Park?? Astaga bagiamana ini?? Apa yang harus aku lakukan?? Tuhan..

“Masuklah Eomma” Chanyeol sedikit berteiak dari dalam kamar. Sedangkan aku hanya diam tidak tahu harus bagaimana??

CKLEK~

Pintu besar dua pintu itu terbuka sempurna~

“Kajja. Mandilah kita– eoh??” Suara Nyonya Park berhenti ketika melihat sosok wanita didalam kamar Chanyeol pagi ini.

Itu pasti karena aku, aku langsung berdiri dari tempat dudukku dan langsung membungkukkan tubuhku lalu berkata.. “Selamat pagi Nyonya Kim..” Kataku dengan malu-malu. Astaga bagaimana dengan penampilanku saat ini. Bahkan aku belum sempat mengganti seluruh pakaianku. Kakiku masih terlihat sedikit bengkak tapi rasa perihnya sudah tidak terasa. Ibu Park berjalan kearah ranjang besar Chanyeol.

“Aku yang membawa Ja Young ke kemarku Eomma,” Kata Chanyeol sambil meraih satu tanganku. Menggenggamnya erat. Aku berkedip hingga menelan saliva ku kasar. Bahkan kepalaku masih merunduk, aku berdiri dekat dengan Chanyeol yang masih bersandar dikepala ranjang. Chanyeol menatap Ibunya untuk meyakinkan.

“Eomma yang menyuruhnya untuk bertemu denganmu semalam, jadi dia sampai bermalam dirumah kita?” Nyonya Park memandangiku dengan tatapan tanda tanya? Seharusnya aku sadar, siapa diriku? Yang berani sampai menginap dirumah Nyonya Park. Bodoh, ini karena Chanyeol yang memaksaku dan kenapa aku harus menyetujui hal bodoh ini. Menyusahkan diriku saja.

“Joesonghabnida, aku akan segera pergi” Kataku lirih lalu merundukan kembali tubuhku. Melepas genggaman Chanyeol tapi urung terlepas. Aku menatap wajah Chanyeol yang masih memandang Ibu nya yang berdiri menyilangkan kedua tangannya disisi ranjang sebelah sana.

“Tidak, kau tetap disini.” Chanyeol menatapku dengan dingin. Tatapannya masih sama saat ia berkata pada kenyataan tentang diriku dan dirinya.

“Eomma tahu kalian dekat, tapi haruskah tidur dalam satu kamar? Kenapa kau tidak tidur dilain kamar Chanyeol?” Ibu Park mengeluarkan pendapatnya dengan baik. Aku pun hanya diam menatapnya karena apa yang dikatakan Ibu Park benar, seharusnya aku dan Chanyeol tidak boleh ada didalam kamar bersama. Apalagi aku dan Chanyeol bukanlah pasangan suami istri.

Hatiku bergejolak, apa ini? Kenapa respon Nyonya Park seperti itu. Apa aku sedang bermimpi? Aku menatap Nyonya Park, dia tersenyum melihat Chanyeol yang sedang menaikkan satu alisnya.

“Eomma kau tahu bukan, aku tidak bisa tidur jika bukan kamarku” Chanyeol mengeluh dengan wajah mempesona. Matanya terlihat masih mengantuk. Masih bisakah dia mengeluh disaat seperti ini, bahkan aku masih mengatur perasaanku karena gugup tak menentu.

“Ma-maaf Nyonya Park, tapi aku dan Chanyeol tidak tidur dalam satu ranjang. Ah– apa kalimatku terlalu–“

“Mandilah Ja Young, aku akan membelikan pakaian untukmu. Dan mandi dilain kamar saja. Tinggalkan pria yang masih bermanja dengan ranjangnya itu. Kajja!” Nyonya Park menyindir Chanyeol dengan lembut tapi matanya menatap malas sosok putra kesayangnya disana. Aku pun menurut pada Nyonya Park, aku merasa tenang jika Nyonya Park sudah berkata dengan ketulusannya. Chanyeol melepas genggaman tanganku. Lalu menatapku bersamaan dengan Ibunya yang sudah berjalan kearah pintu kamar.

“Ja Young-ah berbaiklah pada mertua mu, dan Eomma jaga menantumu. Hehe” Kata Chanyeol santai sambil terkekeh pelan. Chanyeol tersenyum hangat lalu Nyonya Park menatap kembali putranya, sedangkan aku hanya memanyunkan bibirku pada Chanyeol.

Sial! Chanyeol! Bisakah mulutmu itu tidak selalu berbicara semau nya. Benar-benar pria menjengkelkan. Kalau saja tidak ada Nyonya Park. Habis kau! Kutukku dalam hati.

“Aku sangat mencintai kalian” Lanjutnya, Chanyeol membentuk matanya seperti bulan sabit dan bibirnya tersenyum lebar. Ibu Park hanya memandangnya dengan tatapan penuh arti. Aku tidak tahu harus bagaimana? Aku hanya diam dan langsung berjalan kearah luar kamar bersama Ibu Park, meninggalkan Chanyeol didalam kamarnya.

CKLEK~

Pintu tertutup rapat.

“Han ahjumma..” Nyonya Park memanggil seorang pelayan wanita yang sudah paruh baya. Pelayan itu datang dengan rasa hormat.

“Tolong temanin Ja Young untuk mengganti pakaiannya. Sebelum itu belikan pakaian yang cocok untuknya hari ini. Mengerti?” Nyonya Park menyuruh Han ahjumma untuk menemaniku? Pakaian untuk hari ini? Memang hari ini, hari apa? Nyonya Park memadangiku kembali yang tepat dibelakangnya berdiri saat ini kami masih berada didepan pintu kamar Chanyeol. Han ahjumma mengganguk mengerti dia tersenyum hangat padaku dan Nyonya Park.

“Ja Young?”

“Nde?”

“Berdandanlah, hari ini kita pergi bersama-sama” Nyonya Park menyentuh bahu ku, membelainya lembut lalu ia tersenyum manis. Aku hanya menganggukan kepalaku. Mengerti.

Sesudah itu Nyonya Park pergi meninggalkanku dengan Han ahjumma. Aku masih terdiam ditempatku. Menatap sosok Nyonya Park yang benar-benar baik padaku. Apa aku bermimpi? Apa aku masih tidur?

KREK! Pintu kamar Chanyeol terbuka.

“Kenapa diam saja?” Chanyeol tiba-tiba mengacak pucuk rambutku dari belakang. Karena aku masih terdiam ditempatku saat ini.

Pria ini! Aku harus menghajar nya. Tidak pernah terfikir olehku Chanyeol mengatakan hal-hal yang membuatku bertambah gila saat ini. Bilang bahwa aku menantu? Ish menyebalkan.

“AW!” Chanyeol mendesah, aku baru saja mencubit tangannya. Memasangkan wajah sejutek-jutek nya. Lalu pergi meninggalkannya.

“Apa yang kau lakukan! Aissh tanganku sampai merah. Ini sakit pabboya!” Keluh Chanyeol.

“Kau membuatku kesal Chanyeol!” Aku pergi dari hadapannya lalu mengikuti arah kemana Han Ahjumma berjalan.

“Manus sekali!” Kata Chanyeol sambil melihat wanita itu berjalan cepat meninggalkannya yang masih berdiri bersandar dipintu masuk kamarnya. Chanyeol tersenyum memandang cara wanita itu berjalan. Kaki wanita itu masih terlihat sedikit bengkak. Sudah tidak terlihat wanita itu lalu Chanyeol kembali masuk kedalam kamarnya, mandi dan bergegas untuk hari ini.

Aku berjalan keruangan yang entah aku sendiri tidak tahu dimana dan seperti apa? Sesampai ruangan itu. Tiga pelayan wanita sudah berada diruangan itu. Ini seperti sebuah kamar? Atau tempat tata rias? Kalau kamar pasti ada ranjangnya tapi diruangan ini tidak ada satupun ranjang. Aku terdiam cukup lama melihat sekeliling ruangan ini begitu ampik dan sangat cantik. Apa ruangan ini khusus untuk seorang wanita? Ruangan ini sangat wangi. Manis sekali.

“Nona, kamar mandi disebelah sana. Dan ini pakaian Nona, kalau butuh sesuatu kami siap membantu Nona” Han ahjumma berbicara padaku saat ini dengan seulas senyuman kebaikkan. Aku merasa tidak pantas jika pelayan-pelayan ini menyebut ku dengan sebutan Nona? Diriku merasa tidak pantas saja, bahkan aku merasa risih. Aku ini sama seperti kalian hanya seorang pelayan. Batinku terasa sangat sakit.

“Han Ahjumma maaf, bisakah memanggil ku dengan nama saja. Aku Kim Ja Young. Ja Young. Panggil saja namaku. Aku mohon..” Aku merundukan setengah tubuhku tapi, respon mereka tetap sama. Merasa sungkan. Dan mereka hanya tersenyum padaku. Aku pun membalas senyuman mereka semua lalu berjalan kearah kamar mandi disebelah kanan. Rumah ini benar-benar seperti istana. Ruangan kamar Chanyeol saja sangat luas. Dan apa ini? Kamar mandinya?? Astaga, ini seperti kamar mandi seorang putri. Bersih dan terlihat indah. Aku menelan saliva ku kasar, menerjapkan kedua mataku berkali-kali.

“Mewah sekali rumah ini. Nyonya Park sangat kaya. Bahkan resto KoreanFood san perusahaan yang ia miliki tidak terhitung berapa uang yang dihasilkan hingga membuat rumah sebesar ini pun Nyonya Park sanggup. Chanyeol sangat beruntung terlahir sebagai anak Park ternama. Ck! Kenapa aku jadi melantur. Aku pun beruntung terlahir sebagai anak Kim. Hidupku selalu bahagia sebelum bertemu dengan Chanyeol ataupun sesudah mengenalnya.”

Aku mulai membersihkan seluruh tubuhku.

♣ Y . O . L . O ♣

@appartement Baekhyun

Pukul 09.00 pagi

Selesai sarapan bersama-sama. Baekhyun pun kembali ke appartementnya untuk mandi dan merapikan barang-barangnya. Baekhyun mengirim pesan kepada Ja Young.

To: Kim Ja Young
Pesawat akan tiba pukul 08.00 malam.

Baekhyun sudah rapi dengan pakaiannya. Pagi ini masih memiliki beberapa jam untuk jalan-jalan bersama Je Young. Baekhyun ingin mengajak kekasihnya melihat namsan tower. Sepertinya ide yang bagus untuknya pergi kesana.

Je Young yang berada di kamarnya saat ini sedikit merapikan tatanan wajahnya dengan make up. Sudah terlihat cantik dan Baekhyun datang menemuinya.

“Sudah cantik chagia” Baekhyun melihat Je Young yang sedang berdandan.

“Oppa?” Je Young tersenyum malu. “Oh? Oppa mau kemana?” Je Young mengedipkan matanya karena melihat Baekhyun memakai kemeja putih lengan panjang dan topi dikebelakangkan.

“Kajja. Aku ingin mengajak mu kesuatu tempat” Baekhyun membelai rambut Je Young dengan lembut.

“Apa kita akan bertemu Ja Young? Atau??”

“Tidak, biarkan Ja Young disana. Oppa sudah memberi pesan padanya bahwa pesawat akan tiba nanti malam. Jadi sekarang bisa kita pergi bersama?” Baekhyun mengajak Je Young untuk berdiri dari bangkunya saat ini. Baekhyun meraih pinggang Je Young dengan sempurna lalu mengecup pipi je Young.

“Kau cantik memakai dress ini. Aku suka sekali.” Baekhyun membuat Je Young tersipu malu.

“Kau juga tampa jika memakai topi seperti itu. Aku suka hihi” Je Young terkekeh. Mereka merbar pesona masing-masing hingga kedua nya sudah berada didepan lift dan segera turun menyiapkan mobil yang sudah Baekhyun sewa selama di Busan.

..

..

..

To Be Countinue

Menggantung sekali ya chapter ini? Tapi aku harap kalian semua suka🙂 ah sudah panjang cerita ini😦 tapi author masih bingung bagaimana akhir dari cerita YOLO ini :”) sedih rasanya😦

Aku berharap disaat ending nanti kalian akan bahagia “) maafkan aku yang banyak mengulur waktu untuk cerita YOLO😦 tapi aku benar-benar tidak bermaksud untuk membuat kalian kesal karena kenapa setiap publish YOLO lama sekali? atau kalian kesal karena cerita ini terlalu berlarut-larut hfff :”) maafkan aku😦

Buat kelanjutan ceritanya ditunggu aja ya, aku tidak tahu akan kembali tepatnya berapa minggu kemudian😦 mianhae, jeongmal meianhe reader ku”)

13d8ad78ca41039376faaf74417b996f

bae20fffcafc920a3329229401481205

images

images (6)

50 responses to “Y . O . L . O (You Only Love Once) #18 – by sasarahni

  1. yeyyyy.. Akhirnya dipublis..
    Wah kangen banget ma chanja couple..
    Moga endingnya nyenengin ya kak, buat baekhyun ma je young makin sweet aja..
    Penasaran banget kelanjutannya
    Btw ditunggu next chapnya ya kak..

    Keepwriting^^

    • Yeay🙂
      Wah aku kgn bgt sama km *loh* hihi
      Semoga ya, ditunggu aja;’) kakak gatau akan berapa lama publish untuk kelanjutannya♥”)

  2. ya ampun manis sekali hubungan chanja.
    aku kira nyonya park bakal ngamuk2 tahu ja young di kamar chanyeol.
    memangnya mereka akan kemana jangan bilang mau bertemu relasi yang punya anak cewek.

  3. Akhirnya fiksi ini update juga.
    Pertama, gapapa kok, update nya lama, tetep stay waiting, dan ga bosen kok nunggunya. Aku mengerti, karena menulis sebuah karya atau cerita itu ga semudah yang dibayangkan, dan ga bisa kilat-ya setidaknya itu terjadi padaku- Yaa, yang penting tetap di lanjut.
    Ceritanya makin seru, kok. Chanyeol sama Jayoung udah mulai banyak ber-romance ria,/apadeh/.
    Semangat buat lanjut fiksi ini, juga buat nulis karya yang lainnya.

    • Terimakasih setia menunggu cerita ini”) ah kamu mengerti ku sekali🙂
      Aku tetep lanjut tenang aja hihi makasih semangatnya dan sabar untuk kelanjutan cerita YOLO♥”)

  4. Ini termasuk cepet update loh dan klo ceritanya dipercepat ntar aneh lagi enakan kayak gini bisa ngerasaan gimana di mabuk cinta Chanyeol-Ja Young dan feel lebih dapet. Ja Young masih minder uh rada kesel sama dia Chanyeol aja gak peduli status dan Nyonya Park emang bikin dagdigdug kok aku ngerasa dia dingin masih ‘ngemata-matain’ Ja young tapi hangat gitu lol Baekje udah deh nikah aja bikin iri…

  5. Huh.. Akhirnya mereka dapat bersama dengan pasangannya masing-masing lihatlah bagaimana ini .. Melihat Chanyeol yang mau menjadikan Ja young miliknya seutuhnya .. Duh manisnya.. Hahaha sampai Ja young merona gitu.. Next chapternya ya..
    Manis mereka itu

  6. suka suka suka, paling suka chanyeol ja young moment
    cepet dilanjut ya
    ditunggu …..hwaiting

  7. Publishh jugaaa nih hihi..
    Yaampun kaa bacanyaa senyum2 sendiiri tau ga haha, CY sama Jayoung romantisss bangett masaaaaaa :3 .. CY ngajak nikahhh yawlaaaa, suka deh hihi
    Tapi Jayoung masih agaak minder2 gimaana gt ya sama peebedaan sosial, pdahal CY ga mempermasalahin itu :3
    Hihi lanjut kaaa.. Semangaattt kaaaa🙂
    Aku sabaar menungguu kok ka! Haha😀

    • Makasih untuk semangatnya selama ini putri”)♥
      Kakak seneng baca komen dr kamu disetiap chap nya selalu bikin gemes haha
      Sabar untuk menunggu kelanjutan cerita ini:’)♥ makasih support nya de🙂

  8. Yeayyy akhirnyaaa di post jugaa, ya allah chanyeol kenapa romantia bngt, kenapa jadi namjaa yg sukanyaa godain cewenya mulu
    huhu ga sabar untuk lanjutannyaaa hehe, ditunggu kak

  9. Akhirnya nih ff dipublish juga.. hehe sumpah deh couple chanja bikin gemes.. apa mungkin itu tanda tanda klau Ny.Park setuju kalau ja young sama chanyeol??

  10. yeaaayyy ff nya udah d post
    aaah sweet bgt chanyeol sm ja young
    makin suka sm couple chanja
    td aku kirain ny.park bakal marah2 liat ja young ada d kamar chanyeol
    moga aja hubungan mereka d restui sm ny.park
    kira2 Ja young mau d ajak kemana sm ny.park ? penasaran ?
    jd g sabar nunggu kelanjutan critanya

  11. Full of chanja,, akhirnya jayoung luluh jg ma chanyeol,,
    Untung bgt ya ny.park ga marah2 krna mreka sekamar,, kira2 jayoung mo dbwa kmna tuh?
    Apa jgn2 dia mo ke butik buat cari wedding dress?? Kta.a chan ny.park udh tau kn apa yg chanyeol mau,, kkyyaaa makin penasaran

    • Siapa coba yg gak luluh dibuat kgn sama ceye”) akupun sama loh haha
      Dibawa kepelaminan *ea* haha
      Deabek langsung keinti ya beli gaun wedding hoho

  12. Assa! Udh update!!! Ja young mau dibawa kmn? Curiga deh. Aku selalu suka sama baekje couple. Mereka kelewat so sweet. Kalo chanja pasti suka walaupun banyak halangan, tapi sekalinya so sweet, so sweet bangetttt…..di tunggu deh next chapternya….

  13. Yey.. akhirnya di publish.
    Keke.. suka bget dg ChanJa moments dan juga BaekJe .

    Ah .. aku berharap endingnya pasangan kedua itu bisa menikah :v
    Berharap si ja young ga pernh lagi mempermslahakn status sosial di dpn cy . Smoga aj ke depnnya ga ad halangan lgi buat couple ChanJa ~

    Next thor , lama update gpp kok .. yg pnting di lajutin aja .. Fighting 💗

  14. woahhh….. chapter ini seru banget kak!!!
    kapan di update chapter selanjutnya? udah gak sabar nih pingin baca. cerita kakak ini paling aku tunggu tunggu lo kak, jangan lama lama update nya. please ya kak di update. jebal jebal jebal…
    FIGHTING KAKAK!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s