[YiSang’s Diary] #17: Yixing’s Problem

yisang's-diary-3

a series-fiction by Jung Sangneul

YiSang’s Diary

Yixing / Lay [EXO] & Sangri [OC]

Romance, Fluff | drabble-series | General

previous series

***

YiSang’s Diary: Yixing’s Problem

 

“Xing?”

Yixing segera saja mendongak. Pandangannya bertemu langsung dengan mata Sangri yang cokelat terang. Sementara, gadis itu menyatukan alisnya melihat Yixing duduk di depan pintu apartemennya.

“Password-nya apa?” tanya Yixing. Tidak menanyakan dari mana saja Sangri sampai baru tiba di rumah.

Sangri mengedip sekali, kemudian menggigit bibir. Ia maju sendiri, menutupi kotak sandi dengan tangan kiri, kemudian menekan sandi dengan tangan kanan.

Ya! Aku tanya, bukan menyuruhmu menekannya sendiri,” sergah Yixing, beranjak berdiri dengan bibir mengerucut tak suka.

Sangri mengabaikannya. Tangannya mengisyaratkan agar Yixing masuk, sehingga lelaki itu hanya bisa menurut. Sementara ia duduk di sofa apartemen Sangri, gadis itu menuju konter dapur. Mencuci tangan, kemudian mengeluarkan bubuk cokelat dari kulkas untuk menyeduh cokelat panas di malam yang dingin ini.

“Kenapa tidak telepon dahulu tadi?” tanya Sangri sambil mengaduk cokelatnya, menciptakan bunyi dentingan yang mengisi keheningan.

Yixing yang terlihat lesu di ujung sofa mengedikkan bahu. “Tidak akan sesulit itu kalau kauberitahu sandinya, Jung.”

“Aku diantar Luhan tadi,” balas Sangri, berharap dengan begitu raut lemas Yixing tergantikan dengan terkejut atau apalah—yang jelas tidak datar.

Tapi, nyatanya tidak. Yixing cuma diam sampai berpuluh sekon, kemudian menyahut, “Jalan-jalan ke mana saja?”

Sangri mendelik tak suka. Ia menaruh mug berisi cokelat dengan sedikit keras sehingga bunyi denting antara gelas dengan meja kaca tercipta. Sukses membuat Yixing mendongakkan kepala.

“Ada yang salah?”

“Kau yang salah. Datang tidak bilang, tidak jelas apa tujuannya, sekarang malah menuduhku bersenang-senang dengan Luhan. Jalan-jalan kaubilang?” Sangri mendengus, “Kami bertemu ayah kami.

“Aku juga baru bertemu ayahku.” Nada yang dipakai Yixing tetap datar, tidak tertarik menyulut api pertengkaran di antara mereka. Ia kemudian melanjutkan, “Beliau terlilit hutang dengan seorang tauke di Cina, daerah Makau. Aku harus pulang beberapa hari kemarin. Dan, sekarang, aku terancam harus pulang berbulan-bulan, meninggalkan kuliah.”

Rahang Sangri hampir saja jatuh mendengarnya. Ia segera mendudukkan diri di sebelah Yixing, bertanya, “Kau serius?”

“Kalau sepuluhrius itu ada, akan kupilih kata itu saja.”

“Yixing ….” Sangri menggigit bibir bagian dalamnya.

Yang ia panggil menoleh, mendapati ekspresi cemas terpeta di wajah sang gadis. Tak tega, ia tersenyum jua. Lewat senyum itu, ia berusaha meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

“Ayahmu bilang apa tadi?”

“Beliau akan menjenguk ibu besok, bersamaku. Setelahnya, biaya hidup kami akan ditanggung penuh olehnya. Tapi, jika aku sudah bekerja tetap selepas kuliah, keluarga ini tanggung jawabku. Aku tidak mau punya urusan dengan ibu Luhan yang telah tersakiti akibat kehadiran ibuku,” jelas Sangri.

Yixing menggenggam tangan Sangri, kemudian berkata, “Luhan bisa jadi kakak yang baik untukmu, selama aku pergi.”

“Tapi, Xing ….”

“Atau kalau memang aku terlalu lama, kaubisa pergi. Aku tidak akan mengekangmu.”

“Boleh aku ke sana?”

Yixing menggeleng. “Tunggu sampai aku menemukan jalan keluarnya.”

Sangri diam sejenak, kemudian mengangguk singkat.

“Aku menyayangimu, Jung.” Yixing mengecup kening Sangri, kemudian mengusap kepalanya sambil tersenyum.

Malam itu mungkin kali terakhir mereka bertatap muka di Korea Selatan, karena takdir terus berputar, dan tidak ada yang tahu kapan Yixing bisa kembali. Cina takkan mungkin mengembalikannya semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, cinta Sangri selalu tergema dalam jengkal-jengkal doa, menguatkan satu dengan yang lainnya.

 

—kkeut.

New update, new problem gitu yhaa wkwk. Menurutku nggak seru kalau hidupnya Yixing dibikin lempeng-lempeng aja, jadi kuputuskan sedikit memacu adrenalin pembaca hehe. So, leave some reviews, please?

15 responses to “[YiSang’s Diary] #17: Yixing’s Problem

  1. ceritanya makin kesini makin nyesek

    menguras emosi

    walopun gak sampe nangis (aku yakin bakal ada yang lebih nyesek lagi nanti) tapi nih series makin josss

    ditunggu kelanjutannya yaaaa

    yisang couple kan setrong!!

  2. Aku suka banget yaampun ㅠ Setiap baca ff ini bener2 kebayang gimana Yixingnya gitu thor! Aaa iya bener thor kalo Yixing nye lempeng2 aja gak asik! Terus semangat Thor! Ditunggu kelanjutannyaaa

  3. Iciiiing kupikir hidup kamu lebih baik dari sangri uhuhu puk. . Puk icing tapi jangan pisahin mereka lama2 dooong
    Naah kalo bisanya icing yang nemenin sangri kalo lagi sedih tar gantian doong nghiburnyaaa biar adil. . .
    Cing semangat yeee!!!! Buat authornya ughaa!!! Masalahnya jan terlalu complicated yaa kesian YiSangnya

  4. Haiiii author-nim, aku reader baru series ini ;” ijin baca series2 sblum nya yaaaa aku jarang bgt baca ff yixing soalnya, baru ketemu ini yg sreg hehe xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s