[CHAPTER 3] My Father Was an Idol

selviakim-my-father-was-an-idol

Author name : Selviakim
Title : My Father Was an Idol
Main Cast : Kris EXO-M, Kaiya Saley (Ulzzang Kid), dan Kwon Su Jeong (Ulzzang Korea)

Genre : Idol-Life, Family, Brothership, Comedy, Romance, Drama, and Fluff.

Summary : Kris adalah salah satu member Boyband yang terkenal sebut saja EXO. Tapi, ternyata dia memiliki sebuah rahasia.. Apa Rahasia yang telah dia sembunyikan dari semua orang kecuali keluarganya?

Disclaimer : Pemain yang ada di cerita milik Tuhan YME dan orang tuanya masing-masing. Saya hanyalah pembuat cerita. Cerita ini 100% milik saya, serta please don’t plagiat this story!

A/N : Di cerita ini, menceritakan album Overdose keluar beberapa bulan sebelum keluar yang aslinya (Aslinya Mei 2015).

WARNING!!

Typo’s bertebaran

.

Poster by : Harururu98 – Cafe Poster Art ( Thank you for amazing poster kak,❤  )

-Happy Reading-

-Sebelumnya-

Setelah berlama-lama mengurus kertas-kertas yang menurutku tidak penting itu. Akhirnya, aku diperbolehkan kembali. Akupun keluar ruangan. Ingin sekali rasanya merasakan tempat tidur di Apartement. Jujur saja, seluruh badanku pegal semua. Aku berjalan sambil melihat sekelilingi. Tak sadar, sekelompok pria lewat di depanku. Aku menghitungnya, jumlah mereka 12 orang. Jujur saja, aku takut di sini tidak ada siapa-siapa. Mereka melihatku dengan sedikir bingung. Terlihat dari raut wajah dari beberapa orang itu. Tak ku sadar, aku menangkap siluet wajah yang kurasa aku pernah melihatnya. Aku menantap matanya. Sepertinya dia menyadariku yang menatap matanya. Dia membalas tatapanku.

-My Father Was An Idol Chapter 3-

Aku baru ingat jika dia yang menabrakku di jalan tadi ketika aku ingin ke sini. Sepertinya dia mengingat wajahku. Aku pun menundukkan wajahku dan segera pergi  sebelum ada seseorang memanggilku.

“Hey Nona. Bisakah kamu ke sini?” ucap seseorang. Setelah aku melihat ke belakang ternyata seorang CEO tadi. Tanpa ba-bi-bu lagi aku ke sana melewati 12 laki-laki ini yang tengah berhenti sambil memperhatikan diriku.

Aku pun masuk ke kantor seorang CEO tadi. Jujur saja, ada apa lagi ini! baru saja aku memikirkan bagaimana indahnya hariku jika aku langsung ke Apartement sebelum dia memanggil aku lagi.

“Maaf, Tuan. Ada apa?” ucapku dengan sopan.

“Aku ingin minta tolong kepadamu untuk mengantarkan surat-suratmu tadi ke ruang latihan di samping kantorku ini. Karena aku harus segera pergi” ucapnya sambil merapikan surat-surat itu.

“Maaf, mengapa bukan pria-pria tadi?” Tanyaku lagi dengan sopan kepadanya.

“Aku tidak mempercayai mereka. Mereka sedikit jahil. Aku takut jika mereka membaca surat-surat yang sangatlah penting ini untuk Manajer mereka—–“ ucapnya terpotong sambil menyerahkan amplop yang penuh dengan surat-surat yang dianggap nya penting itu. Aku mengambilnya. “—-Serahkan pada manajer mereka. Terima kasih, atas bantuannya” ucapnya sambil tersenyum hangat.

Ne” jawabku sembari menundukkan badan sedikit dan segera pergi keluar ruangan ini. Aku pun pergi ke ruang latihan tepat di samping kantor CEO tadi. Aku baru menyadari alunan lagu hip-hop sangat terdengar. Sepertinya, aku akan segera tiba di ruangan itu.

Aku sudah tiba di depan pintu. Kalian ingin tahu lagi? Pintu itu tidak tertutup. Aku pun beraa di depan pintu. Dan tiba-tiba ada orang yang menghampiriku.

“Maaf, Aku di sini di suruh oleh seseorang di samping ruangan ini. Dan memintaku menyerahkannya  kepada Manajer mereka” ucapku. Tentu saja dengan nada yang sopan. Walaupun sejujurnya aku tidak suka dihalangi seperti ini (>_<). Aku pun menyerahkan amplop yang ku pegang dari tadi.

“Maaf juga, terimakasih” ucapnya. Sambil menundukkan kepalanya sedikit. Aku pun membalasnya. Dan segera pergi dari tempat ku berdiri. Sungguh aku ingin beristirahat sekarang.

 

-SuJeong POV END-

-Kris POV-

Kami sedang latihan Overdose. Di pertengahan musik yang terdengar, kami terhenti. Karena, kami mendengar suara seorang gadis.

“Maaf, Aku di sini di suruh oleh seseorang di samping ruangan ini. Dan memintaku menyerahkannya padaku kepada Manajer mereka” ucap perempuan itu, sambil menyerahkan amplop yang dia pegang.

“Maaf juga, terima kasih” ucap Manajer. Seperti Manajer hyung mengira dia fans. Tapi, tunggu. Sepertinya, aku mengenal perempuan ini. aku berusaha mengingatnya. Ah! Dia perempuan tadi pagi yang ku tabrak ketika dia kedai Coffe tadi. Siapa nama perempuan itu? ‘Aish! Kris! Hentikanlah pikiranmu!’ Aku menggeleng-gelengkan kepalaku.

“Kris, itu perempuan yang tadi ‘kan?” ucap Luhan sambil menepuk pundakku. Aku hanya mengganggukkan kepalaku.

“Perempuan?” Sahut D.O yang mendengarkan ucapan aku dan Luhan. “Perempuan siapa hyung?” sambungnya lagi.

“Seseorang yang tak sengaja aku tabrak tadi ketika di kedai Coffe” ucapku sambil melihat ke arahnya. Manajer hyung memontong pembicaraan kami. “Oke. Aku rasa latihan kali ini cuman sebentar. Aku ada urusan untuk Konser pertama kalian. Ingat, nanti malam kalian akan tampil. Dan, persiapkan diri kalian baik-baik. Anyeong” ucap Manajer hyung sambil meninggalkan ruangan latihan kami.

Ne hyung!” ucap kami langsung duduk di lantai. Aku mengambil ponselku dan melihat pesan dari Ibuku. Sepertinya ini Kaiya. Anak itu, bagaimana kabarnya sekarang?

Aku pun membaca pesannya.

‘Daddy! Kau di mana? Bisakah kita jalan-jalan lagi? Dengan laki-laki yang kemarin? Aku harus manggil dia apa? *Peace* . Daddy, nae bogoshipeo!! Cepetlah pulang dan bermain lagi bersama Kaiya. Saranghaeyo~. Kaiya dan Grandma akan menonton penampilan Daddy nanti malam. Sampai nanti🙂’

Aku hanya terkekeh kecil melihat pesan yang di tulis oleh Kaiya. Tiba-tiba ada yang mengganggu acaraku, Luhan. ‘Luhan, apa yang kau inginkan?!

“Kris, perkenalkankan aku dengan anak angkatmu” ucap luhan berbisik ke telingaku. Anak ini benar-benar—. Aku menggelengkan kepalaku ke kanan dan ke kiri. Menunggu reaksinya. Tiba-tiba dia berdiri dan berteriak.

“KRIS! Jika tidak, aku akan memberitahu mereka SEMUA, tentang SEMUANYA!!” membuatku terkejut. Dia adalah main vocal di sini, dn tentu saja suara lembut sedang keluar dari mulutnya dengan teriakan keras darinya. Tentu saja karena hal itu, seluruh member langsung menoleh kepadanya. Untung saja, tidak ada para staff di sini. Jika tidak, Luhan kau mungkin …… ( Di cut ya😀 )

“Ada apa dengan kalian berdua, Luhan? Kris?” Tanya Suho yang penasaran.

“Tidak apa-apa. Luhan hanya berteriak tidak jelas” jawabku.

“Kamu tidak bohong kan?” Tanya D.O. Ya, walaupun dia yang paling pendiam, tapi dia pasti akan mencari ‘tahu’ apa yang terjadi di antara kami berdua. Apalagi Luhan, menekan kan kata ‘Semuanya’.

-Kris POV END-

-Luhan POV-

“Kamu tidak bohong kan?” Tanya D.O, kkk~~. Aku menyeringai sedikit. Kris, kau tidak tau bagaimana rasanya berurusan dengan gege mu yang satu ini.

“Tentu saja, kami tidak bohong. Aku hanya berteriak tidak jelas saja” jawabku sambil melihat Kris. “Iya kan, Kris?”

Ne..” jawab Kris. Dan, D.O hanya mengangkat bahunya dan pergi ke tempatnya semula (?) begitu juga yang lainnya. Kris kembali duduk. Aku pun kembali mendekatinya.

“Kris-ah~, please…~” ucapku sambil ber-aegyo. Walaupun, hal ini tidak mempan karena Kris hanya terpengaruh oleh aegyo nya Tao  (-,-). Tapi, tak salah kan kalau aku mencobanya?

Ne..ne.. Tapi, jangan sampai ketahuan yang lain” ucapnya sambil memperingati aku.

“Siap, Bos!” ucapku tidak terlalu keras. Dan, dia hanya menggelengkan kepalaku lagi.

***

“EXO! Kalian akan tampil 5 menit lagi. Bersiaplah!” ucap Manajer. Kami hanya mengangguk, kemudian berdoa.

Lima menit sudah berlalu, kami pun tampil di atas panggung. Di pertengahan lagu, aku melihat semua penonton. Mataku melihat seorang gadis kecil. Dia seperti anak angkat Kris. Dan, ketika aku dan Kris menyanyi bagianku anak itu melambaikan tangannya. Sepertinya, tebakkan ku memang benar. Tak lama setelah ‘anak angkat Kris’ melambaikan tangannya. Aku melihat seorang gadis. Sepertinya gadis itu, gadis yang sama di kantor SM tadi. Apakah dia penggemar kami? Tapi, kenapa pada saat aku lihat sekarang, wajahnya menampakkan kebosanan. Apakah dia bukan fans kami?

***

 Kami pun selesai melakukan comeback live. Huh, ini sungguh melelahkan. Aku terduduk di kursi. Tak sampai beberapa lama, aku teringat sesuatu. Aku pun berlari ke arah Kris.

“Kris, aku tadi melihat anakmu” ucapku berbisik. Lebih baik, aku mengucapkan kata ‘anakmu’ daripada ‘anak angkatmu’ ‘kan? Kurasa, terdengar tidak sopan. Ya, walaupun aku yang paling tua beberapa bulan dengannya.

Ne. Aku juga melihatnya tadi”jawabnya dingin. Aku berdecak pelan. Kenapa dia malah bersikap dingin? Anak ini—. Aku pun menjewer telinganya. Meskipun dia lebih tinggi daripadaku. Tapi tentu saja, pangkat ku lebih tinggi daripadanya.

“Akh~!” ucapnya. Aku pun semakin mengeratkan jeweran ku ke telinganya. Bertanya tentang lainnya? Mereka melihatnya, dan tertawa dalam hati. Kecuali dia, Xiumin. Karena dia paling tua, sedangkan yang lainnya takut terkena marahnya si Leader EXO-M ini. Dan juga Cuma ada kami di sini, jadi tidak ada yang bisa menghentikan aksi aku ini.

Ne..Ne..Aku akan melakukannya”sambungnya. Aku pun melepaskan tanganku dari telinganya. Aku tersenyum kemenangan. Sedangkan dia? Dia sedang memegang telinganya, yang sedikit err… kemerahan?. Maaf Kris.

“Maaf, Kris. Aku harus melakukannya. Jika tidak, mana mungkin kau akan melakukannya”ucapku sembari tersenyum sedikit.

“Baiklah” ucapnya dengan nada yang bercampur marah, kesal, dan menyerah.

“Anak-anak, kajja. Kita pulang sekarang juga”kata Manajer Hyung yang langsung masuk ke ruangan ini.

***

Kami berada di Sungai Han. Ya, tempat kebiasaan kami ketika ada waktu. Dan sekarang, waktu sudah tengah malam. Aku di sini bersama Kris. Dia berjanji akan menemukan aku dengan Kaiya, di sini. Karena, aku tadi melihatnya bersama Ibu Kris. Jadi, tidak apa-apa kan? Oh, apakah aku harus berpura-pura menjadi kakak Kris?

Aku menunggu sendirian di sini. Uh, anak itu meninggalkan ku di isni dengan alasan akan membawa Kaiya ke sini. Awas saja sampai dia berbohong, aku akan menyuruh Lay dan D.O mengurangi porsi makanannya selama satu bulan! Baru saja, aku membicarakan anak itu. Akhirnya, dia sudah ada di sini bersama Kaiya.

“Kaiya~!” teriakku, sambil berlari kepadanya dan mengambilnya dari pangkuan Kris.

Samchon!” pekiknya, sambil menerima tangan ku untuk menggendongnya.

“Hati-hati Luhan, sampai ja…..”

“Ja…. apa?!” sahutku memotong pembicaraanya. Sedangkan dia menggerutu kesal. “Ngomong-ngomong, kenapa kamu lama sekali?” sambungku.

“Tadi aku bertemu lagi dengan gadis yang waktu di tempat latihan sama di kedai kopi tadi” jawabnya.

“Gadis itu? Mengapa kalian selalu bertemu? Apakah kalian jodoh?” kataku.

Nan molla~” jawabnya.

-Luhan POV END-

-SuJeong POV-

“Lihatlah mereka Kwonie-ah~, Seharusnya kau juga menyukai salah satu dari mereka” ucap temanku, Nana. Baru saja tadi dia menjemput orang tuanya di Bandara. Dan sekarang? Dia mengajakku ke tempat acara musik untuk menemaninya menonton comeback idolanya. Dengan alasan “Aku akan pergi ke Canada selama satu bulan, Kwonie-ah~”. Terpaksa, aku menemaninya.

Di pertengahan acara musik, aku melihat sebuah boygroup tampil. Dua laki-laki itu aku pernah melihatnya. Tapi di mana? Ah, di kedai kopi dan juga pada saat di gedung. Apakah mereka artis? Entahlah aku tidak tahu dan tidak peduli.

***

Dan pada akhirnya, aku akan segera pulang ke Apartement. Oh, mengapa aku sangat merindukan Apartementku itu hari nni?

“Maafkan aku, aku tidak bisa mengantarmu sampai ke tempat Apartement mu.  Aku sudah di suruh pulang untuk segera packing” kata Nana yang terlihat sangat merasa bersalah karena sudah mengajakku tapi tidak bisa mengantarku lagi.

Gwenchanayo, aku akan naik taksi” jawabku menyakinkannya.

Jinjayo? Tapi, aku tetap merasa bersalah” ucapnya lagi.

“Pulanglah sana” sahutku mengalihkan topik pembicaraan.

Bye~, Mian” sahutnya. Aku hanya mengganggukkan kepalaku. Dia langsung pergi sambil sesekali meliat ke belakang. Aku hanya melambaikan tanganku kepadanya. Setelah  menjauh, aku langsung pergi ke Apartement dengan jalan kaki tanpa naik taksi. Alasannya cukup simpel, aku hanya ingin melihat Sungai Han.

Aku mengitari panjangnya Sungai Han ini sambil bersenandung kecil. Tanpa sengaja, aku menabrak seorang laki-laki yang sambil menggendong anak di pangkuannya. Aku pun menunduk dan mengucapkan kata ‘maaf’ beberapa kali. Setelah aku menegakkan lagi kepalaku, ternyata laki-laki yang kutabrak sama dengan laki-laki yang kulihat beberapa kali hari ini.

“Berapa kali kita sudah bertemu?” ucapnya sambil terkekeh yang juga membuatku terkekeh mendengarnya. “Ini sudah malam, kamu sendirian?” sambungnya.

Ne

“Mau ku antar pulang?”

“Tidak usah, Apartement ku sudah dekat” jawabku sambil tersenyum tipis. “Hmm, aku pulang dulu” sambungku sambil menundukkan kepalaku dan langsung pergi ke Apartement sebelum satu tangan mengambil tangan kananku.

Chakkaman, siapa namamu?”

***

Perkataan laki-laki itu terus terngiang di kepalaku. Bahkan pada saat aku tiba di Apartement ku ini. Dan kalian ingin tahu apa yang aku jawab?

“Panggil aku S”

Yap, itulah jawabanku. Entahlah aku juga tidak ingin terlalu mengenal orang yang baru bertemu denganku. Walupun aku dan laki-laki itu sudah bertemu beberapa kali hari ini. Ah, daripada mengurus atau memikirkan laki-laki itu, lebih baik aku tertidur di kasur Apartement ku yang sangat ku rindukan beberapa jam terakhir ini.

-SuJeong POV END-

-Kris POV-

“YAK! Darimana saja kalian berdua, Hyung?! Manajer Hyung, menyuruh aku, Xiumin Hyung dan Suho Hyung menunggu kalian berdua sampai kembali ke dorm! Karena kalian langsung pergi tanpa bilang pukul berapa pulang.” Ucap Baekhyun dengan pengucapan dengan suara cempreng nya serta sangat cepat tanpa titik atau koma ketika kami berdua baru memasukki dorm ini.

“Kami baru saja tiba Baekhyun-ah. Bisakah kau diam saja dan membiarkan telinga kami baik-baik saja ketika kami berdua masuk?” ucapku yang langsung membuatnya memajukan bibirnya dengan kesal.

“Sudahlah kalian berdua. Lebih baik, Luhan dan Kris segera berganti baju setelah itu istirahat” kata Xiumin yang membuat aku dan Luhan langsung pergi menuju ke kamar diiikuti mereka bertiga.

“Panggil aku S”

Aish, kenapa jawaban gadis yang ingin dipanggil dengan kata “S” itu selalu ada di dalam kepala ku ini?! Benarkah kata Luhan jika aku dan dia berjodoh? Dan apakah aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang gadis yang telah ku lihat beberapa kali hari ini?  Dan juga mengapa dia tidak mengucapkan namanya saja? Apakah dia fans ku? Tapi waktu di acara musik tadi, gadis itu menampakkan wajah yang penuh dengan kebosanan. Ya, aku melihat gadis itu duduk di tengah – tengah penonton yang sedang berteriak. Atau apakah dia Haters kami? Tapi, mengapa dia mau aku memanggil nya dengan panggilan ‘S’?!

Ddrrtt. Getaran Handphone ku membuat ku sadar jika aku sudah selesai berganti baju dan bersandar di kasur ku. Aku pun mengambilnya.

“Daddy, Thank you for today<3” pesan dari Kaiya. Sekarang anak itu yang aku pikirkan. Aku hanya tertawa kecil sambil membalas pesannya.

“Ne. Mengapa kamu belum tidur?”

“Kaiya sudah mau tidur jika Daddy tidak membalas pesan ini. Kkkk~~”

“Berarti kamu tidak menunggu balasan Daddy? L. Bailah, cepat tidur. Baca saja pesan ini^^” jawaban ku dan menekan tombol ‘send’ di Handphone ku kemudian aku langsung mengambil selimut dan tertidur. Ya walaupun aku masih memikirkan gadis itu. Aish, lupakan tentang gadis itu!

***

Suara Baekhyun dan Chanyeol yang membuat keributan di luar membuat ku terbangun di pagi hari ini. Padahal aku baru tertidur kurang lebih tiga jam di karenakan memikir gadis itu sejak tengah malam tadi. Bahkan aku lupa bagaimana aku bisa tertidur ketika aku sedang memikirkannya. Aku pun memutuskan eluar kamar dan pergi ke kamar mandi tanpa memperdulikan Baekhyun dan Chanyeol yang sedang berdebat tentang hal kecil, serta beberapa member yang sudah terbangun.

“Kris Hyung! Aku lupa memberitahu mu dan Luhan Hyung. Sebelum kita ke acara musik kita pergi ke gedung SM siang nanti” kata Suho ketika melihat aku terbangun dan berjalan ke kamar mandi.

“Bailah, dan terima kasih” jawab ku sambil tersenyum kepadanya lalu pergi ke kamar mandi, sebelum deringan telepon dari kamarku berbunyi. Langsung saja aku pergi ke kamar ku tanpa pedulu aku akan memilih yang mana. Karena aku tahu saiapa yang menelpon ku,  Ibuku. Bagaimana aku mengetahuinya? Aku membedakan nada dering telepon untuk nomor Ibuku. Oleh karena itu, aku akan mengetahuinya jika Ibuku yang akan menelpon. Hanya ada beberapa alasan mengapa Ibu menelpon, yang pertama jika dia merindukanku, yang kedua hanya ada beberapa urusan, yang ketiga….soal Kaiya.

“Hallo?Ada apa, Mom?” ucap ku ketika aku menjawab panggilan darinya.

“Kaiya sedang sakit. Dan dia menyebut namamu dari tadi. Bisakah kau dating ke sini dan menenangkannya?”

“Baiklah aku akan segera ke sana, secepatnya” ucapku sambil mematikan panggilan dan mengambil jaket yang sedang bergantung di belakang pintu kamar ku dan mengambil kunci mobil di meja samping tidur ku juga mengambil beberapa barang untuk menyamarkan diri kemudian pergi keluar kamar yang di hadiahi beberapa tatapan semua member yang terlihat ‘Mau pergi kemana?’

“Kau akan pergi kemana, Hyung?” Tanya Sehun sambil melihat ku dari atas sampai baah seakan-akan aku adalah seorang pidana.

“Aku akan pergi ke Apartement Ibuku. Tenang saja, aku nanti akan pergi ke gedung SM sendirian. Kalian pergilah tanpaku” ucap ku sambil membuka pintu keluar dan menutupnya kemudian. Tapi, tetap saja aku masih bisa mendengar mereka berbicara dengan suara yang tengah teriak.

“YAK, KRIS! AJAKLAH AKU~!”

“YA, Luhan Hyung! Mengapa kau akan pergi?!”

“Aku bosan.”

“KRIS HYUNG! PORSI MAKANANMU UNTUK AKU YA!”

“DATANGLAH SEBELUM PUKUL 12 SIANG, HYUNG!”

Aku sungguh beruntung aku langsung pergi menuju lift. Apa mereka tidak sadar jika Apartement di sini tidak kedap suara?! Mereka itu memang tidak bisa di peringat kan ( Padahal dia nya sama ‘-‘ ). Aku pun sudah keluar dari gedung Apartement ini dan segera masuk ke dalam mobil yang sedang parker di parkiran mobil ini. Lalu, segera pergi ke Apartement Ibu yang sekira-sekira akan tiba dalam waktu sepuluh menit. Lebih atau kurang. Mengingat sekarang pukul Sembilan pagi dan hari Rabu, pastinya sekarang jalan-jalanan hanya dilewati beberapa orang saja. Aku pun semakin melajukan kecepatan untuk segera tiba di sana.

***

TING TONG.

Pintu pun terbuka dan aku—

“Dia di kamarnya” ucap Ibuku yang sepertinya tahu aku akan berbicara apa.

Aku pun langung pergi ke kamar nya dan langsung melihat nya yang sedang terbaring. Aku mengecek panas nya, dia demam. Aku pun duduk di kursi yang ada di samping tempat tidurnya sambil mengusap kepalanya. Ibu pun masuk ke dalam kamar dan duduk di kasur Kaiya.

“Ibu sudah bilang dan memperingatkan kamu tidak baik membawa Kaiya di tengah malam untuk jalan-jalan, kecuali jika dia tetap di dalam mobil. Apalagi Kaiya bilang kepada Ibu kemarin malam jika dia pergi ke Sungai Han bersama kamu dengan Luhan. Jadi, para member EXO tahu sudah tahu kau mengasuh seorang anak?” Tanya Ibuku sambil memijat kaki Kaiya.

“Maaf, Mom. Tidak, hanya Luhan saja mengetahuinya. Dia melihatku sedang makan di Mall bersama dengan Kaiya. Apalagi aku tidak bisa bilang jika Kaiya adalah adikku. Mengingat para member EXO yang juga ikut makan malam bersama kita waktu dulu, dan kita cuman bilang bahwa kita berdua dan aku tidak mempunyai seorang adik” jawabku sambil menatap Kaiya kemudian menatap Ibu.

“Ajaklah Luhan kemari.”

“Mengapa?” Tanya ku sambil mengernyit pelan.

“Dia sudah mengetahui nya ‘kan? Setidaknya Kaiya memiliki paman baru lagi” jawab Ibu yang membuat ku tersenyum lalu menatap Kaiya.

“Kamu sudah mandi? Hari ini tidak ada jadwal?”

“Aku belum mandi, dan hari ini ada jadwal. Tapi, sebelumnya kami pergi ke gedung SM sebelum pukul 12 siang”

“Kau masih memiliki dua jam kurang sebelum pergi ke gedung SM. Mandilah, Ibu membawa sedikit bajumu dan Ibu meletakkannya di lemari baju Kaiya. Ibu akan membuatkan mu makanan. Mendengar suara mu di telepon. Seperti orang yang baru bangun dari tidurnya dan juga mengingat dirimu belum mandi” ucap Ibuku kemudian keluar meninggal kan aku di sini. Setelah beberapa menit menatap Kaiya yang masih tertidur aku pun mengambil baju ku yang berada di lemari Kaiya kemudian menuju ke kamar mandi.

***

Baru saja aku selesai berbaju santai tiba-tiba Handphone ku bergetar, menandakan sebuah pesan masuk. Aku pun melihatnya dari Luhan Hyung.

“Kris, ada apa sampai kau langsung kembali kerumah? Apakah sesuatu hal yang buruk telah terjadi?”

Isi pesan tersebut membuat ku segera membalas pesannya.

“Kaiya sakit. Dia demam.”

“Maafkan aku, karena memaksamu untuk mempertemukan kami lagi”

“Tidak apa-apa itu juga karena diriku.”

“Oh ya Kris, ajaklah aku ke Aparement Ibu mu agar aku dapat bermain lagi dengannya >,<”

“Baiklah. Ibu ku sudah mengizinkanmu. Dan lagipula, aku tidak mau merasakan telingaku sakit”

“YAK! KRIS, KAU MAU MERASAKANNYA LAGI?!”

Jawab dari pesannya yang tidak aku jawab. Tapi dia mengirimku sebuah satu pesan lagi. Terpaksa aku membukannya karena penasaran.

“Kami berangkat terlebih dahulu ke gedung SM. Dan, ASTAGA KRIS, gadis itu ada di sini! Di dalam gedung SM, lagi!”

-TBC-

5 responses to “[CHAPTER 3] My Father Was an Idol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s