[Ficlet] Mission With Benefit – By BaekMinJi93

Mission With Benefit

Special dedicate fanficition to Seventeen 1st anniversary ^-^

 

MISSION WITH BENEFIT

©2016, BaekMinJi93

Starring with :

Seventeen’s Kim Mingyu and other member slight! Produce 101’s Kim Minkyeong and Kim Minjung – slight mention! GFriend’s Choi Yuna

| Ficlet | AU slight! Comedy – Family – Friendship – slight! Romance | General |

All the cast is not mine, but for storyplot is mine…

SO… DON’T BE A PLAGIARISM, BUDDY! ^-^

N/B :

Inspired by “Descandant Of The Sun” drama mixed with my imagination

KERJA YANG BAGUS, KAWAN-KAWAN!

 

Saat itu suasana sedang cerah dan aku sedang sibuk menjalankan tugasku sebagai prajurit teladan seperti hari-hari sebelumnya. Fokusku tertuju pada satu titik, hingga akhirnya sebuah suara merapalkan namaku dengan lantang.

YAK, KIM MINGYU!

Aku menoleh ke arah sumber suara. Ah… ternyata Jeon Wonwoo—salah satu rekanku—rupanya. Pemuda itu melambaikan tangannya seolah mengisyaratkanku untuk menghampirinya. Mau tak mau aku harus menurutinya atau jika tidak, maka bersiaplah untuk berakhir dengan siraman rohaninya yang begitu membosankan. Ah sudahlah.

“Ada apa?” tanyaku saat sudah berdiri di hadapannya.

“Mayor Choi menyuruh kita untuk segera berkumpul di markas sekarang.”

 

Ah… sial! Cobalah untuk berpikir yang positif, Ming!

 

***

“Kita memiliki ‘target’ baru,” ujar Mayor Choi membuka pidatonya sembari menunjuk pada gambar yang terpampang di layar akibat pantulan dari sang proyektor.

 

Kini aku menyesal telah menuruti kata hatiku untuk mengikuti Wonwoo tadi.

 

Target baru kita kali ini memiliki rintangan yang sangat berat,” Mayor Choi menjeda ucapannya dan menghembuskan napas panjang. Feelingku mengatakan jika kita akan berhubungan dengan lapangan kali ini. “Karena jika kita berhasil melumpuhkannya, maka kita akan mendapat keuntungan besar berkali-kali lipat. Dan untuk Sersan Kim,” seketika aku menoleh kala namaku disebut olehnya. “Untuk misi kali ini, kau kutunjuk sebagai penanggung jawab atas semua hal yang menimpa para prajurit. Apa kau sanggup?”

Ya, tentu saja tidak ada pilihan lain selain itu.

“Siap. Sanggup. Mayor,” sahutku dengan penekanan tegas di setiap kata yang kuucapkan.

 

Tapi sepertinya aku tidak yakin misi ini akan berjalan lancar.

 

***

“Kak, kenapa kau menyanggupinya?” rengek Minjung saat aku sedang bersiap-siap menata perlengkapan yang akan kubawa besok pagi.

“Kau tahu kewajiban seorang prajurit kan, adik kecil?”

Seolah tidak bosan—karena akulah yang bosan sekarang, Minjung masih tetap merengek dan memintaku untuk mencabut ucapanku pada Mayor Choi siang tadi. Yang benar saja.

“Aku tahu. Tapi bagaimana jika misi ini gagal?” Atensiku seketika tertarik pada rupa adik bungsuku sekarang. Aku menatapnya tajam seolah memintanya untuk mempertanggung jawabkan ucapannya barusan dan hal itu cukup membuatnya sedikit gelagapan. “Maksudku jika misi ini gagal, aku khawatir jika kau dihukum olehnya, Kak.”

Entah kenapa senyumku terlukis begitu saja saat mendengar nada khawatir di dalamnya. “Itu sudah menjadi resiko bagiku, Jungiie. Tenanglah, aku akan baik-baik saja. Tugasmu selama aku dan Minkyeong tidak ada di rumah hanyalah jaga dirimu baik-baik, paham?

“Kak Minkyeong juga ikut?” protesnya tak terima dan aku menganggukan kepalaku sebagai balasannya.

“Jadi berjanjilah padaku untuk menjaga dirimu baik-baik, oke?!

 

***

Ah! Mungkin hari ini adalah hari paling tersial di dalam hidupku. Jujur saja, salah satu kelemahanku adalah mendengar rengekan disertai air mata Minjung yang mengalir di pipinya. Bahkan Minkyeong pun sempat mengeluh padaku jika ia sudah merasa lelah untuk membujuk si bungsu. Tapi toh mau bagaimana lagi? Sudah menjadi tugas wajib seorang prajurit untuk berperang kan? Jadi kuharap Minjung dapat memaklumi kenyataan itu.

Disaat aku sedang tenggelam bersama rasa kalutku, tiba-tiba ada sebuah serpihan roti di hadapanku. Aku mendongak dan mendapati Minkyeonglah pelakunya.

“Apa ini?” tanyaku tak mengerti.

“Itu serpihan roti, bodoh!

Berbeda dengan Minjung yang pembawaannya feminine, adik kembarku satu-satunya ini mempunyai sifat bertolak belakang dengannya. Bahkan aku sudah biasa mendengarnya memanggilku ‘Bodoh’ dan mengumpat tepat di hadapanku.

Sembari meraih serpihan roti itu, aku membuka percakapan dengannya. “Kau tidak merasa khawatir dengan Minjung?”

“Tidak,” sahutnya terjeda saat ia menggigit serpihan roti miliknya sendiri. “Minjung sudah besar dan seharusnya dia bisa memakluminya. Meskipun hal itu terasa sulit baginya.”

 

Kali ini aku merasa setuju dengan Minkyeong.

 

“Lalu-…” entah kenapa tenggorokanku terasa tercekat saat ingin melanjutkan. “Apakah kita akan-…”

Hei, lihatlah. Sepertinya bukan hanya Minjung saja yang merasa khawatir dengan misi ini, putri Yuna juga,” ucap Minkyeong antusias seraya menunjuk ke arah dua sejoli yang berdiri di depan asrama prajurit pria.

Aku hanya melihatnya sekilas dan mengalihkan pandanganku kembali. “Tidak kusangka jika Seokmin masih benar-benar nekat untuk-…”

“DAN SEKARANG MEREKA SEDANG BERCIUMAN, MING!” Kupukul bahu Minkyeong keras, mencoba untuk mengisyaratkan agar adik kembar bodohku ini mengecilkan suaranya. “Sial! Kenapa kau malah memukulku?!”

“Kecilkan suaramu. Yang lain bisa mendengarnya.”

Dan Minkyeong hanya mendengus kesal sebagai balasannya.

 

***

“Kau sedang kalut, Ming?” tanya Hong Jisoo saat kami sedang berdua saja di ruang perlengkapan.

Hm,” gumamku kecil. “Aku sedang memikirkan keadaan Minjung di rumah.”

Senyum Jisoo terpatri saat mendengar jawabanku. “Aku yakin jika kita dapat pulang ke rumah dengan selamat.”

“Kuharap seperti itu karena aku sudah berjanji padanya.”

Jisoo menepuk punggungku mencoba untuk menenangkanku. “Maka dari itu, berusahalah dengan maksimal hari ini,” dan aku turut tersenyum mendengarnya, tapi aku tidak yakin jika itu adalah senyuman manis yang biasa kuberikan pada semua orang.

 

***

Ini saatnya.

 

Aku menatap berbagai rintangan di hadapanku sekarang—bayi besar disertai air liur menjijikan yang mengalir di sudut mulutnya—dengan tatapan intens. Aku menarik napasku dalam dan mengeluarkannya perlahan sebelum akhirnya berseru lantang.

“Tetap pada posisi dan jangan merubah formasi dalam keadaan apapun sebelum aku memerintahkannya. Kalian paham?”

“SIAP. PAHAM,” sahut seluruh prajurit serentak.

Tepat setelah itu, dengan langkah yakin, aku beserta pasukanku melangkah maju menuju target.

 

100 meter lagi.

 

Satu teriakan pun tertangkap di runguku.

 

50 meter lagi.

 

Semua ini demi Minjung.

 

25 meter lagi.

 

Tidak. Bola yang dilempar gadis kecil itu menimpa Chan.

 

10 meter lagi.

 

Sedikit lagi, Ming.

 

5 meter lagi.

 

Sial! Kenapa bayi besar ini begitu ganas? Bahkan setengah dari pasukanku sekarang sudah lenyap karenanya.

 

“TETAP SEMANGAT!” seruku menyemangati para pasukan. “TETAP PADA TUJUAN AWAL KITA DAN JANGAN SEGAN KELUARKAN SENJATA KALIAN JIKA DALAM KEADAAN TERANCAM.”

Dan entah kenapa aku seolah mendapat vitamin dari ucapanku sendiri. Tapi aku senang dan kesenanganku itu tidak bertahan lama saat aku mendengar sebuah tangisan keras dari salah satu bayi yang ada di dekat target kami. Dengan segera pandanganku mengarah pada tubuh Junhui yang sudah terkapar di dekatnya. Sepertinya bayi besar itulah yang menyerangnya. Entah kenapa, emosiku seketika membara kala melihat kawanku itu. Dengan senjata yang kupersiapkan sebelumnya, aku menyerang pelaku dan tangisan itu pun semakin menjadi.

“Ada apa ini?” teriak seseorang yang kurasa adalah ibu dari bayi besar itu. “Kenapa bisa ada banyak semut disini? Menjijikan.”

Aku sempat merasa panik dan aku pikir ibu muda itu akan menyerang kami. Tapi ternyata tidak, ibu itu malah membawa bayinya masuk ke dalam rumah dan meninggalkan kami serta target. Senyumku terlukis dan sorakan riang itu mulai terdengar.

 

“KERJA YANG BAGUS, KAWAN-KAWAN!”

 

— FIN —

A/N :
 
Ant’s soldier by my version :
My soldier and sailor❤❤❤

 

#5월26일_짠하고_나타난_세븐틴
#1YearWithSEVENTEEN
Happy 1st Anniversary, abang-abang kesayangan❤❤
Sukses selalu dan tetep OT13 kaya sekarang, semoga nggak kena skandal dalam jenis apapun… Aku menunggu kambekmu… /Bebe minta ditabok -_-/
 
FF with genre surrealism pertama yang aku post disini. Gimana? Pasti semuanya bingung kan, yap?
Kenapa si Mingyu menyebut dirinya prajurit dan kenapa juga ada “Putri Yuna” juga. Bagi kalian shipper GF x SVT pasti udah tau kan siapa yang aku maksud dengan putri Yuna disini? Wkwkwk…
 
Iya, kalian bener kok. Abang-abang sepentin disini kujadiin prajurit semut yang memburu targetnya. Dan buat pangkatnya—semacem “Mayor & Sersan” —itu cuma pelengkap aja…
 
So, hope you like it, guys…
 
Warm Regards,
 
— BaekMinJi93 —

 

4 responses to “[Ficlet] Mission With Benefit – By BaekMinJi93

  1. cie yang gk bisa move on dari DOTS..
    bagus be.. sekali2 chapter dong be../okey abaikan -_-”
    next ya be..
    keepwriting^^

    • Haha sebenernya sih udah bisa move on, tapi ya gitu masih kebayang kalo si abang-abang kesayangan jadi tentara. Apalagi si Wonu astaga >.< /abaikan/
      Chapter? Kalo aku ada mood ya wkwkwk…
      Thanks udah baca ^^

  2. Reblogged this on 93's Vintage Cafe and commented:

    Happy 1st Anniv ya buat abang abang kesayangan 🎉🎉🎉❤❤❤
    Hope you success always and forever OT13… I'll support you, honey 😘😘😘
    Yah, meskipun udah kelewat satu hari, setidaknya aku ngucapin lah hehehe 😂😂😂
    #ProudToBeCarat 💎💎💎

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s