The Misconceptions of Us – [Prologue] – Babalee

tumblr_nwhs4xP0Ou1qaf8tao2_500

(Remake The Marriage Life of Byun Baekhyun & The Marriage Life of The Enemy)

“Tamu tak di undang dan tak di inginkan”

 

Byun Baekhyun | Shim Chaesa

EXO Members and others

Romance | Comedy | Idol life |

 

 

Seharusnya Baekhyun sadar lebih awal bahwa orang itu mencurigakan. Untuk apa orang sehat sering keluar masuk rumah sakit?  Tentu saja ada sesuatu yang aneh. Tidak ada info yang mengatakan bahwa sanak keluarganya dilarikan ke rumah sakit. Jelas sudah semua.

Sekarang sudah pukul sebelas malam. semua orang baru saja tertidur setelah latihan seharian menjelang comeback. Latihan seharian suntuk, belum lagi program teve lainnya yang harus di hadiri. Semua orang kelelahan, kecuali Baekhyun. Telfon dari seorang pihak rumah sakit membuat semua kantuknya hilang. Diam-diam dia mengambil mantel, kupluk, kaca mata gelap, masker, dan juga kunci mobil. Seperti tidak ada hari esok.

Langkahnya pelan-pelan takut-taku membangunkan semua orang. Apalagi jika membangunkan Kim Young Jung. Dia tidak bisa keluar lewat pintu depan. Pasti masih ada beberapa fans yang menunggu. Terlalu banyak saksi mata. Satu-satunya adalah, lewat pintu belakang diam-diam menuju tempat parkir lalu keluar secepat mungkin. Setidaknya dia telah meminjam-diam-diam- jaket, dan segala perlengkapan milik Kim Young Jung. Hal ini bisa menjadi alibi agar semua orang menganggap bahwa dirinya manager EXO.

“Baekhyun, sedang apa kau ini?” itu suara Chanyeol. Baru saja dia membuka pintu dan sudah ketahuan saja. Sial!

Baekhyun membalikkan badannya mencoba bersikap biasa saja, tidak ada apapun yang terjadi. Dia baru saja membintangi drama, seharusnya akting bukan sesuatu yang sulit.

“Aku harus ke kamar mandi, segera.” Katanya sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

“Bukankah ada kamar mandi di dalam sini?”

“Yah, tapi airnya macet.”

“Aku baru saja keluar dari sana, semua baik-baik saja.” Chanyeol berkata tanpa mengecilkan suaranya. “Lagi pula kenapa kau akan ke kamar mandi dengan segala barang itu?”

Baekhyun menghela nafas pelan, mendekati Chanyeol lalu menariknya keluar.  Dia tidak bisa membiarkan pria itu terus berbicara dengan suara beratnya. Bisa-bisa semua rencananya gagal.

“Baiklah, aku akan pergi oke.” Kata Baekhyun akhirnya.

“Kemana? Menemui Taeyeon noona? Kalian diam-diam kencan lagi?”

“Tidak, bukan Taeyeon noona.”

“Kenapa tidak mengaku? Kau juga berbohong saat kemarin berkencan dengan Taeyeon noona.”

Baekhyun menghela nafas frustasi. “Demi tuhan Chanyeol, bukan. Aku akan pergi ke rumah sakit.”

Mata pria itu membulat lebar. Tiba-tiba menutup mulutnya yang terbuka lebar. Belebihan. “Jadi Taeyeon noona sakit dank au akan menjenguknya? Aku boleh ikut?”

“Demi tuhan Chanyeol. Tidak ada yang sakit dan aku tidak akan bertemu dengan Taeyeon noona.  Aku bersumpah!” Baekhyun benar-benar tidak tahan. Bagaimana bisa dia berteman dengan seorang jangkung seperti Park Chanyeol yang punya kadar kepekaan sangat rendah. Tidak peka atau bodoh? Entahlah. Keduanya mungkin ada padanya. Ternyata benar. Orang tinggi lebih bodoh karena jarak perut dan otak saling berjauhan.

“Lalu apa itu? aku akan terus bertanya sampai jawaban mu masuk diakal!” Chanyeol menyipitkan matanya lalu melipat kedua tangannya di depan dada. Seolah dia seorang ayah yang baru saja memergoki anaknya yang pulang larut malam.

“Ikut saja denganku, aku tidak punya waktu!”

Baekhyun melangkah cepat-cepat. Matanya menatap sekeliling memerhatikan barang kali ada seseorang yang mencurigakan. Fans, staf, atau apapun itu. Tidak ada yang bisa mengganggu kepentingan dadakannya saat ini termasuk temannya Dobi Chanyeol bodoh. Dan sial, Baekhyun baru sadar bahwa pria tinggi itu sama sekali tidak membawa alat penyamaran.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi bisa kau jelaskan? Kenapa kau mengendap-endap begini? Siapa yang akan kau temui? Kau berkencan lagi? Dengar! Kau harus bermain cantik kali ini. Aku tahu cinta bisa membutakan siapapun, tapi jika ada kejadian seperti kemarin lagi, ya tuhan aku tidak bisa membayangkan bagaimana frustasinya dirimu. Setidaknya pilihlah pasangan yang banyak orang sukai. Seperti Kai dan Krystal. Yah ngomong-ngomong aku menyukai couple itu. tapi aku rasa si tengil itu terlalu beruntung mendapatkan Krystal, bukan begitu?”        Chanyeol terdiam seketika, “Eh?”

Apa dia bicara terlalu banyak? Dia bahkan tidak sadar jika mereka sudah sampai di parkiran bawah dan parahnya Baekhyun sudah masuk mobil, manager mereka? Berani sekali pria kecil itu.

“Kau masuk denganku, atau kembali saja masuk ke dalam dorm dengan syarat jangan membuat kegaduhan dan diam saja?” kata Baekhyun dari dalam mobil. Chanyeol menggendikkan bahunya tak acuh lalu membuka pintu penumpang sebelah pengemudi, “Aku tidak bisa menjamin dengan pilihan ke dua.”

***

“Kau sudah meminta izin pada pemilik mobil ini?” tanya Chanyeol. sambil menatap sekitar mobil.

Lagu baru Lee Hi sengaja di putar keras agar sahabat terbaiknya ini peka bahwa dia sedang tidak ingin berbicara apapun. Tapi malam ini Chanyeol menyebalkan. Dia bahkan tidak bisa menangkap tatapan sebal yang Baekhyun lontarkan atau penekanan setiap kata yang di ucapkan. Dia bukan bocah, demi tuhan.

“Dengar Park Chanyeol sahabat terbaikku.” Kata Baekhyun, pria jangkung di sampingnya menoleh dengan cengiran lebar di bibirnya. “Yah aku memang sahabat terbaikmu. Ingat, aku yang pertama kali mengucapkan selamat di setiap ulang tahunmu.”

Dia selalu berbangga diri.

“Aku harus menemui seseorang. Teman baikku, entahlah. Sekarang dia adalah seorang dokter di rumah sakit Hanguk. Ada hal penting dan PRIBADI yang harus aku katakan padanya. Dan pertemuan ini bersifat rahasia.”

Selanjutnya tidak ada pembicaraan apapun yang terjadi. Ada jutaan komentar yang ingin Chanyeol lontarkan. Tapi sahabat terbaikknya yang sedang menyetir ini benar-benar dalam kadar serius yang berlebihan. Dan sial, dia baru ingat tidak ada alat penyamaran yang bisa di gunakan selain kaca mata hitam. Orang gila mana yang akan memakai kaca mata hitam di rumah sakit?

***

Baekhyun segera berlari masuk ke dalam rumah sakit setelah memarkirkan mobil. Dia harus segera bertemu dengan seseorang sebelum semuanya terlambat. Chanyeol tidak banyak bertanya. Dia terus saja mengikuti Baekhyun. Dalam pikirannya terus bertanya, seseorang seperti apa yang sedang dicari? Wanitakah? Priakah? Tua atau muda?

“Barang kali aku bisa membantu Baek, yah kau bisa menceritakan ciri-cirinya?” katanya sambil berlari. Chanyeol tidak berbicara keras-keras. Dia takut ada orang yang mengenali mereka.

“Dia cantik. Dokter dan masih muda.”

“Ada banyak dokter muda cantik ngomong-ngomong.”

Baekhyun diam tapi masih berjalan dan sesekali berlari. Yah dia tidak pernah lupa sejujurnya. People change, that’s the rule. Dan gadis itu juga pasti berubah. Barang kali dia melakukan operasi plastik. Atau menambah karang di hidung agar mirip Han Ga In. Bisa juga dia mewarnai rambutnya seperti Red Velvet dalam Video Klip Happiness. Well, dia akan jadi dokter nyentrik kalau begitu,

Langkah kakinya bergerak cepat tak tentu arah sampai akhirnya tiba-tiba berhenti di ujung lorong. Wanita dengan jas putih mengalihkan segala perhatiannya.

Dia masih masa. Tidak ada karang di hidungnya, atau warna terang di rambutnya. Dia tetap sama seperti dulu. Dan itu membuat dada Baekhyun sedikit sesak. Sialnya, semakin cantik saja.

Tubuhnya tegap. Dilehernya tergantung stetoskop. Rambutnya panjang dan sedikit berantakan. Seorang informan mengatakan bahwa gadis itu sedang lembur. Munkin baru selesai operasi? Entahlah.

Chanyeol menyenggol bahunya membuatnya tersadar. Gadis yang tadi menunduk mendongak lalu mengerjapkan matanya. Kaget. Dan sialnya Baekhyun lupa membuka segala perlengkapan menyamarnya.

Gadis itu terlihat siap-siap dengan kuda-kuda untuk segera pergi. Buru-buru Baekhyun membuka segala yang menutupi wajahnya. Wajah terkejut sama sekali tidak bisa di sembunyikan.

“Kau gila?! Ya! Apa yang kau lakukan?” tanya Chanyeol panik. Dia melihat sekelilig tidak ada seorangpun di sini kecuali wanita itu.

“Chanyeol, ini masalah pribadi.” Dan seketika pria jangkung itu mengerti. Baekhyun menginginkannya tidak mengganggu sama sekali. Tidak mengatakan apapun, dan tolong jaga sekeliling. Beritahu Baekhyun jika ada orang. Dan aba-aba untuk segera mereka berlari. Seperti itulah.

Baekhyun melangkah pelan mendekati gadis itu. Tidak ada pergerakan dari pihak di hadapannya. Dia hanya menatap Baekhyun was-was dengan mata membelalak.

“Hai, apa kabar?” tanya Baekhyun masih berjalan pelan. Dia tersenyum sangat manis.

“Siapa kau?”

“Aku masih sama seperti dulu. Jadi berhenti pura-pura lupa padaku.”

“Apa yang kau mau?”

“Kau!”

Dan tepat setelah mengatakan itu, Baekhyun mendorong gadis itu kuat membuat punggungnya menabrak dinding. Sekarang pukul sebelas empat puluh. Dua puluh menit lagi tepat tengah malam.

Baekhyun menghalangi ruang gerak dengan menahan tangannya tepat di samping kepada gadis itu. bersikap seperti seorang gantleman.

“Kau benar-benar melupakanku? Aku bersumpah kau mengenalku, dengan baik.”

“Sudah ku katakana saya tidak mengenal anda. Bisa anda lepaskan saya atau saya akan berteriak sekarang juga?”

Baekhyun semakin tertarik. Dia menarik satu sudut bibirnya, “Kau terlihat semakin cantik. Aku rasa itu membuat kekasihmu jatuh cinta padamu.”

“Apa yang anda katakan?” matanya membulat sempurna. Info itu ternyata benar. Padahal Baekhyun hanya sedang memancing saja.

“Shim Chaesa, aku benar-benar melupakanku?” kali ini Baekhyun bertanya dengan suara yang dua kali lebih serius dari yang tadi. Matanya menatap tajam wanita di depannya. Berhasil menguncinya.

“Aku Serius-“

“Semuanya?”

Chaesa menaikkan satu alisnya dan mengerutkan kening tidak mengerti.

“Apa maksud-“

“Termasuk yang ini?”

Seketika Baekhyun menciumnya. Tepat di bibir. Mengulumnya pelan. Dan hal itu sukses membuat Chaesa jungkir balik jatuh ke masa lalu. Enam tahun lalu, saat kelulusan di atap sekolah. saat itu daun musim semi berguguran cantik sekali.

Semuanya masih tetap sama. Baekhyun. Chaesa. Dan ciuman ini. Sangat jelas. Tentu saja Chaesa masih jelas mengingatnya.

“Baek! Ada orang!! Ayo cepat lari!!”

 

***

 

Haiii halooo!!! Apa kabar semua??? Babalee comeback. Hahaha. Sekarang udah mulai liburan uas. Btw tiga bulan loh. Dan aku punya banyak rencana nulis. Ngomong-ngomong aku bakal jadi pengangguran selama tiga bulan. Artinya duit engga ada biaya jajan. Semoga aku bisa nulis sebanyak mungkin sebelum datang kesibukan selanjutnya hehehe

Btw maaf aku engga bisa komen satu-satu di komentar kalian kemari. Pokoknya aku mau mengucapkan terima kasih banyak. Aku bakal ngusahain ff ini bakal sampe akhir Chap. Semoga kalian suka dan semoga kalian tertarik untuk berkomentar. Aku baka komen hehehe. Btw maaf yang nge ask atau nge mention jarang aku bales. Kemaren-kemaren aku jarang on. Sekarang aku usahain on seminggu sekali wkwkwkwkwk. Kalau mau kenal boleh boleh. Komentar aja ntar aku bales kemana kamu harus pergi wkwkwkwkwk so ngartis banget sih nih author. Yah pokoknya gitu. Pokoknya makasih dan semangat kalian semua. I love you!!!!

 

 

81 responses to “The Misconceptions of Us – [Prologue] – Babalee

  1. jadi agak beda sih ya tapi sumpah ceye sama baek receh banget disini. yang terakhir apalagi. geblek banget emang:”
    dilanjut kak dilanjut. wkwk. sudah penasaran inii. wkwkwkwk

  2. Waaaaahhhhh apa ini???? Keren keren. Ih si baeki maen cium aja dan lagi si chanyeol lemot bgt dah otak nya. Hahahahaha….. lanjut ya

  3. Waw remake ya 😍 ada apa dg chaesa? Kok lupa gitu? Ceye oon nya minta ampun dah 😌😌 ditunggu chap selanjutnya ^^

  4. Ohh jadi di Remake toh…

    Woii Baekhyun kek maling kurang asuhan(?) weh..alasanya kurang valid untuk Chan-yang demi Tuhan, dalam komik kuping Baekhyun udah ada asapnya-yeol. Sahabat terbaiknya-_-
    dengan mulut yang berucap, 20kata perdetik. Apaan dah…
    Shock njirr, Baekhyun nylonong sampe tahap ciuman segala. Huasemmm nya Baekhyun.

    Eh, klo soal pen lebih dekat aku juga pen lah/fufu
    Pin? Ig? Wa? Twitter?/yg ini ga punya pfft

  5. Ya ampuuun
    Chan oon banget, sumpah
    Mulutnya nyerocos teruuuss
    Lagian si baek jg gk ngasi tau jelas sih, makanya si chan jd lemot gt
    Ahhaha😀

    Iiih baek maen nyosor ajaaa
    Dasar byuntae
    Kan chaesa jd shock gt

    Dan yg terakhir
    Teriakan chan buat aku ngekeh
    Ahhahaha😀

  6. Astaga itu main nyosor aja bibir xD tolong disesuaikan ya mas, gimana kalo ketauan wartawan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s