[Chapter 4] My Father Was An Idol

selviakim-my-father-was-an-idol2

Author name : Selviakim
Title : My Father Was an Idol
Main Cast : Kris EXO-M, Kaiya Saley (Ulzzang Kid), dan Kwon Su Jeong (Ulzzang Korea)

Genre : Idol-Life, Family, Brothership, Comedy, Romance, Drama, and Fluff.

Summary : Kris adalah salah satu member Boyband yang terkenal sebut saja EXO. Tapi, ternyata dia memiliki sebuah rahasia.. Apa Rahasia yang telah dia sembunyikan dari semua orang kecuali keluarganya?

Disclaimer : Pemain yang ada di cerita milik Tuhan YME dan orang tuanya masing-masing. Saya hanyalah pembuat cerita. Cerita ini 100% milik saya, serta please don’t plagiat this story!

A/N : Di cerita ini, menceritakan album Overdose keluar beberapa bulan sebelum keluar yang aslinya (Aslinya Mei 2015).

WARNING!!

Typo’s bertebaran

.

Poster by : Harururu98 – Cafe Poster Art ( Thank you for amazing poster kak,❤  )

-Happy Reading-

-Sebelumnya-

“Baiklah. Ibu ku sudah mengizinkanmu. Dan lagipula, aku tidak mau merasakan telingaku sakit”

“YAK! KRIS, KAU MAU MERASAKANNYA LAGI?!”

Jawaban dari pesannya yang tidak aku jawab. Tapi dia mengirimku sebuah satu pesan lagi. Terpaksa aku membukannya karena penasaran.

“Kami berangkat terlebih dahulu ke gedung SM. Dan, ASTAGA KRIS, gadis itu ada di sini! Di dalam gedung SM, lagi!”

-My Father Was An Idol Chapter 4-

Daddy?” ucap seseorang yang membuat ku tersadar dari lamunan ku beberapa detik akibat pesan dari Luhan Hyung. Kaiya, seseorang yang menyadarkanku dari lamunanku sedang terduduk di kasur nya yang bergambar seorang Princess itu.

“Hmm? Kaiya ku sudah terbangun dari tidur nya?” ucapku sambil berjalan ke tempat tidurnya. “Apakah kepalanya masih sakit?” tanyaku setelah aku duduk di kasurnya.

“Jangan khawatir” jawabnya sambil tersenyum.

“Bagaimana Daddy tidak khawatir jika anak nya Daddy sedang sakit?” Tanyaku lagi sambil mengacak rambutnya.

“Yak! Daddy… Aku sudah berusia sebelas tahun. Tidak perlu lagi mengacak rambutku!” ucapnya sambil memajukan bibir nya ke depan.

So cute~! Arra, arra. Sekarang kita ke ruang makan, soalnya Grandma sedang masak makanan”

Jinjjayo?”

Hmm

“Gendong Kaiya~” ucapnya sambil mengangkat kedua tangannya.

“Katanya sudah sebelas tahun?”

Aish, Daddy~!” sahutnya yang langsung aku gendong karena aku sedang malas mendengar anak ini bermanja-manja di tengah pikiran ku melayang entah ke mana. Aku pun dan Kaiya keluar menuju meja makan dengan Kaiya yang tengah berada di pangkuan ku. Aku menemukan Ibu yang sedang bermasak, Kaiya menyapanya.

“Hallo~~”

“Kaiya tidak sakit lagi?”

Ne

“Kris, apakah suhu panas nya sudah turun”

“Mungkin. Soalnya tubuh nya sudah tidak terlalu panas lagi”

“Kalian duduk saja. Biar Ibu membuat makanan untuk kalian berdua”

“Makasih, Mom. Kaiya, ucapkan apa?”

Thank you, Grandma~”

Ckck

“Biarkan saja Kris, dia sudah terlalu lama tinggal di barat. Lebih baik kalian segera duduk. Kamu juga kelelahan menggendong Kaiya dari tadi.”

Ne” jawab ku sebelum aku pergi ke meja makan. Sambil menunggu, aku dan Kaiya berbicara satu sama lain. Seperti aku yang bertanya bagaimana keadaan sekolah nya. Apakah baik-baik saja? Apakah dia memiliki teman? Dia jawab sangatlah banyak. Sampai dia bertanya beberapa pertanyaan yang tidak dapat ku jawab sepenuhnya. Atau dapat kalian pikir aku masih belum mengetahui jawabannya.

Daddy?

Tanyanya sambil menunduk ke bawah meja meja makan.

Hmm?

“Kaiya akan lanjut masa-masa SMP di China”

Ucap nya yang masih menunduk.

Jinjjayo?

Ne

Jawab nya yang masih juga menunduk.

“Kalau begitu belajarlah yang lebih giat”

Ucapku menyemangatinya.

“Apakah Daddy ikut?”

Tanyanya lagi.

“Maksudnya?”

Tanyaku sambil mengernyit kan dahi ku.

“Apakah Daddy akan ikut tinggal bersama Kaiya di China?”

Tanyanya. Kali ini dia bukan menunduk. Tapi menatapku dengan kedua matanya itu.

“Untuk itu akan Daddy jawab nanti. Grandma sudah selesai masak makanan. Sekarang kita cuci tangan terlebih dahulu. Arra?”

Jawabku sambil berdiri dan melihat ke arahnya kemudian pergi menuju ke wastafel.

Hmm” jawabnya sambil menganggukkan kepalanya kemudian berdiri dan mengikuti aku berjalan ke wastafel. Menetap di China? Dapatkah aku?

“Kris! Kaiya! Makanan sudah siap” teriak Ibu yang membuat kami langsung pergi ke meja makan. Kami menghabiskan acara makan ini dengan beberapa candaan yang di buat oleh Kaiya. Masa-masa yang sangatlah aku sukai.

***

“Kris, apa kau melihat nya?” Tanya Luhan setelah kami beristirahat sejenak dari latihan tadi. Sesudah aku dari Apartement Ibu aku langsung menuju ke gedung SM. Tentu saja, dengan penyamaran.

“Melihat apa?” Tanyaku kembali.

“Perempuan itu. Ketika kau tiba di sini, dia keluar sekitar lima menit. Dia bilang dia harus segera ke kampus siang ini” Jawab Luhan sambil berpura-pura memainkan handphone nya supaya tidak ada yang curiga dengan kami. Sepertinya. Tapi, soal perempuan itu aku tidak bertemu dengannya di sepanjang jalan gedung ini. Bahkan, di Lift pun tidak. Jadi, kemana perempuan itu yang ingin di panggil ‘S’ itu?”

“Kris” Suara Luhan membuat ku tersadar dari lamunan ku tentang perempuan itu.

“Apa?” Jawab ku sambil melihat ke arahnya

“Kemarin malam, kau bilang kau bertemu dengan perempuan itu kan?” Mengapa juga Luhan Hyung menanyakan hal ini?

Hmm

“Kau bertanya siapa namanya?” Okay, ini juga untuk apa di pertanyakan?

Hmm. Dia ingin di panggil ‘S’”

“Mungkin dia berhati-hati denganmu” perkataan Luhan Hyung yang membuat ku mengernyitkan dahiku.

“Maksudmu?”

“Dalam satu hari, kamu dan dia bertemu beberapa kali. Dan, sepertinya dia tidak mengetahui kita.”

“Mungkin” jawabku sambil memainkan handphone ku.

“Kris” Suara Luhan yang lagi-lagi memanggilku.

Hmmm?” Jawabku tanpa mengalihkan tatapanku dari handphone ku.

“Kau menyukai nya?”

SKAKMAT.

Pertanyaan Luhan Hyung langsung membuat jantung ku agak berdegup kencang dan aku langsung melihat ke arahnya.

“Luhan Hyung! Janganlah bercanda!”

“Kurasa tebakanku benar. Kau menyukainya.”

Aku pun hanya mengernyitkan dahiku, lagi. Tebakan?

“Seharusnya kau mungkin akan menjawab ‘Tidak’ atau ‘Aku tidak menyukainya’, atau bahkan ‘Bagaimana bisa? Aku baru bertemu satu kali dan aku langsung menyukainya?’ Jadi tebakanku benar kan, Kris?” Benar juga, apa yang di katakan oleh Luhan Hyung. Apakah aku memang sudah menyukai perempuan namanya ‘S’ itu?

“Anak-anak. Kita berangkat sekarang” ucapan Manajer Hyung yang menyadarkan ku dari lamunan ku lagi yang di karenakan perkataan Luhan Hyung tadi. Aku pun langsung berdiri mengambil tas dan langsung keluar menuju ke Van. Kami bergantian naik lift. Bagaimana bisa lift bisa memuat dua belas orang lebih? Okay, lupakan soal itu. Aku hanya tidak ingin berdesak-desakkan. Aku dan sisa-sisa beberapa member pun keluar dari lift. Sebelum aku keluar dari gedung SM, Luhan Hyung membisikkan sesuatu.

“Nyatakanlah perasaanmu kepadanya yang sebenarnya, Kris!”

-Kris POV END-

***

-SuJeong POV-

“Sampai ketemu satu bulan ke depan. Selamat menjalankan hari-hari kuliah :-p”

-Nana

“Tapi ketika kau kembali kau akan memiliki banyak tugas, Kim Nana” ucap ku tanpa perlu membalas pesan darinya yang bisa ku perkirakan dia akan segera masuk ke dalam pesawat. Aku yang sekarang ini berada di kampus, aku harus izin masuk pagi kali ini. Di karenakan, Kim Nana dan perusahaan itu. Aku harus datang ke acara rapat perusahaan itu tadi pagi untuk berencana mencari beberapa orang yang berbakat di kampus ini untuk menjadi trainee di sana. Dan seharusnya tugas ini di lakukan oleh Kim Nana. Anak itu memang seenaknya langsung pergi ke Kanada, dan menyerahkan tugas ini kepadaku. Tapi aku bertemu dengan sekumpulan orang-orang yang pernah aku temui kemarin ketika aku juga berada di gedung SM. Oh, aku lupa. Bahkan, aku memasuki ruang latihannya waktu itu. Tapi, mengapa cuman sebelas orang? Mengapa kurang satu? Siapa? Ah, laki-laki itu! Kemana dia? Hmmm, bahkan aku belum menanyakan namanya.

“Siapa dirimu sebenarnya?”

“Apakah kau salah satu member dari Boygroup itu? Dan kau seorang artis?” kataku yang sedang berbicara sendiri di kantin yang tengah berisik ini. Beruntung, sekarang berisik jika tidak mungkin mereka mendengar perkataanku yang mungkin agak aneh itu. Perasaan aku melihat dia tampil di acara musik itu. Jika tidak salah lagu Overdose. Aku pun mencari di Google, dengan keyword ‘Overdose Korean Music?’ dan aku menemukannya. Yang dinyanyikan oleh Boygroup EXO. EXO? Seperti nama alkohol korea. Setelah mengetahui dinyanyikan oleh Boygroup EXO, aku pun mencari biodata-biodata mereka. Dan lagi, aku menemukan dua orang yang familiar. Tentu saja, yang pernah bertemu denganku sebelumnya.

Xi Luhan

 luhan-exo-teaser-single-ovedose

Stage Name: Luhan
Date of Birth: April 20, 1990
Blood Type: O
Height: 178 cm
Nationality: Chinese
Position: Lead Vocalist, Lead Dancer, Face of The Group
Hometown: Beijing Haidian

…………………

Okay, ternyata wajah yang pertama dan kedua kali yang bertemu denganku ini aku kira awalnya perempuan. Ya, walaupun rambutnya seperti laki-laki. Dan juga, ternyata dia juga bisa Manly” Kataku lagi dengan sendiri dan di penuhi dengan tawa yang tidak terlalu keras. “Serta jangan lupa, dia juga salah satu vokalis dan Face of the Group. Juga berasal dari Negara China. Bahkan, dari namanya saja memang seperti nama China” gumamku.

Wu Yi Fan

kris-exo-teaser-single-ovedose

Stage Name: Kris
English Name: Kevin Wu
Date of Birth: November 6, 1990
Height: 187 cm
Nationality: Chinese-Canadian
Position: Main Rapper, Leader, Sub-Vocalist
Hometown: Vancouver, Canada

…………………

Laki-laki ini juga sama seperti berbicara pertama kali dengan ku. Dengan suara nya yang agak berat, cocok untuknya menjadi seorang Rapper.  Lahir di Negara China. Sepertinya ia campuran Chinese-Canadian setelah aku baca, lalu mengitu audisi SM di Canada.

 

Tapi, mengapa  harus dia yang menjadi Leader?

 

Mereka berdua lebih tua dua tahun daripada aku. Tapi, aku merasa ada yang aku pikirkan tentang Kris. Siapa anak yang dia bawa malam itu? Apakah anak itu merupakan anak salah satu Manajer nya? Tapi jika iya, seharusnya waktu aku bertemu dengan dua manajer nya ketika di ruang latihan mereka serta ketika rapat, aku tidak mendengar sama sekali mereka menyebutkan kata ‘anak’.

Apakah….?

TING TONG

Bel menyadarkanku dari lamunanku tadi. Jangan berpikir yang tidak-tidak, Kwon SuJeong! Mari kita kembali ke Apartement ku yang sangat aku sayangi itu. Ah, semenjak Nana menyuruhku untuk mengurusi semua berkas tentang SM, aku tidak pernah lagi bermalas-malasan di kasur ku yang sangat ku rindukan itu.

***

Kruyukk ( Sound gagal😀 )

Mengapa perut ini berbunyi di malam hari yang dingin ini? Apakah isi perut ini tidak mengetahui jika aku masih ingin bermalas-malasan di kasurku yang empuk dan selimut ku yang hangat ini? Apakah perut ku ini tidak mengerti seberapa lelah nya diriku setelah mengerjakan tugas dari dosen yang killer itu? Daripada aku terus-terusan menggerutu tidak jelas, lebih baik aku keluar kamar.

Hooaamm…” Baru saja aku keluar kamar, kantuk ini sudah langsung menyerang diriku. Ah, aku hampir lupa jika aku ingin makan. Apakah aku harus memasak? Persediaan makan sedang habis, lagipula aku sedang tidak ingin memasak sekarang. Tdak ada pilihan lain selain membeli makanan di luar atau makan di luar. Aku memilih makan di luar. Makanan, aku datang!

Ajumma, Jamjjamyun nya satu porsi” teriakku ketika aku baru saja duduk di kursi yang telah di sediakan. Sambil menunggu Jamjjamyun yang sedang di buat, aku memainkan ponsel. Jangan lupa, semenjak tadi siang aku berpikir tentang Boygroup EXO. Apakah kurang jelas? BOYGROUP EXO! Apalagi tentang laki-laki itu, WU YI FAN atau KRIS.

Kris, nama dan orang itu yang aku pikirkan. Apakah aku jatuh cinta? Pada pandangan pertama?

“Hai, S”

S? Aku pun menoleh ke samping tepat di samping ku ada seorang laki-laki yang tinggi dan menutupi dirinya dengan masker. Aku mengernyitkan dahiku sambil berpikir, siapa dia?

“Aku Kris. Kita pernah bertemu beberapa kali. Kau ingat?” ucap dan tanya nya sambil berduduk di hadapanku. Kris, satu kata yang aku pikirkan dari tadi dalam pikiran ku.

Ne, aku ingat. Lalu kenapa kau ke sini? Kau mengikuti aku?” Tanyaku yang penuh selidik.

“Tidak, aku hanya lewat di sini. Dan lagipula, beberapa blok dari sini aku akan tiba di dorm. Kau?”

“Jadi, kau memang seorang Idol? Ah, aku lagi lapar. Oleh karena itu aku ke sini.” Kataku. Tunggu, dia bilang dorm nya beberapa blok dari sini? Berarti, dorm dia dan Apartement ku? Astaga.

Hmm” jawabnya sambil menganggukkan kepalanya. Kami pun diam sambil saling menatap satu sama lain.

“Anyeonghaseo. Jamjjamyun satu porsi” ucap seorang pelayan kepadaku. Ah, maksudku kepada kami. Menghentikan aksi tatap menatap aku dengan Kris. Kemudian membungkuk sedikit dan akan pergi sebelum aku menghentikannya.

Gidaryeo….” Ucapku yang langsung membuatnya terhenti. “Kau tidak ingin memesan apapun?” tanyaku kepada Kris, dia hanya menggelengkan kepalanya.

Mianhaeyo. Dia tidak ingin memesan” ucapku kepada pelayan itu yang langsung membungkuk  sedikit lagi dan pergi meninggalkan kami. Aku pun memakan Jamjjamyun sedikit demi sedikit dalam diam dengan Kris. Melupakan bahwa isi perut ku yang tadinya mengajak ku berkelahi. Aku pun menghentikan aksi makan ku setelah melihat Kris yang  masih melihat ku dalam diamnya.

“Mengapa kita selalu bertemu?” Tanyaku memecahkan keheningan kami lalu bersandar ke kursi.

“Mungkin itu sudah takdir” jawabnya yang masih menatapku. Aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku. Mungkin saja itu sudah takdir.

“S…” dia memanggilku.

Ne?

“Mengapa kau ingin di panggil ‘S’?”

“Aku juga tidak mengetahuinya.”

“Apakah kau berhati-hati denganku?”

“Tidak. Aku hanya kepikiran ingin di panggil dengan sebutan’S’”

“Apakah kau tidak ingin aku memanggilmu dengan namamu?” Apa maksudnya menanyakan pertanyaan seperti ini?

“Mengapa dan maksudnya?” tanyaku balik kepadanya dia hanya diam. Membuat kami diam dalam beberapa saat.

“Maukah kau menjadi pacarku?”

”Apa? Bisakah kau mengulanginya sekali lagi?” Tanya Sujeong, yang sepertinya terkejut mendengar perkataan Kris tadi.

“Maukah kau menjadi pacarku?”

DEG!

Pacar?

“Kita baru bertemu beberapa kali” jawabku sambil bersandar ke kursi.

“Ya, Mungkin aku jatuh cinta pada pandangan pertama”

“Ck, kau percaya dengan kata-kata itu?”

“Dulunya tidak. Sekarangnya, iya.”

“Lucu.”

“Jadi, apakah kau mau menjadi pacarku?”

Hmmm, entahlah.”

Chakkaman. Jika kau mau, kau harus menyebutkan namamu. Jika tidak, cukup katakan ‘S’.”

“Terserahlah.”

Hana,dul… s–”

“…..Namaku SuJeong. Kwon SuJeong”

***

“Kris Hyung, kau pergi kemana lagi? Mengapa akhir-akhir ini kau selalu pulang larut malam? Aku takut berada di kamar sendirian” ucap seorang laki-laki –Tao, yang satu kamar dengan ku dan Chen. Dan Tao menanyakan hal itu ketika aku baru masuk ke kamar kami bertiga.

“Aku hanya pergi sebentar” jawabku lalu meletakan penyamaranku. “Bukannya ada Chen?” Tanyaku sambil berganti baju lalu masuk ke kasur ku.

“Chen hyung, sudah tidur lebih dahulu.”

Arra, arra. Tidurlah. Aku akan berjaga sebentar”

Ne.

Tao pun kembali ke tempat tidurnya dan memejamkan matanya. Sedangkan aku? Aku berada di atas tempat tidurku. Tapi tidak untuk pikiranku. Pikiranku melayang ke sana kemari. Bersama perasaan yang sangat senang.

***

Hyung, kau baru bangun? Kita free hari ini” ucap Chanyeol sambil menepuk pundak ku.

“Benarkah?” Tanyaku yang tidak percaya. Masalahnya beberapa minggu lagi kami akan mengadakan konser.

Ne. Hyung pulang ke dorm ketika kami semua tertidur” jawab Chanyeol sambil duduk di ruang tengah menonton tv bersama yang lainnya. Aku pun hanya mengikutinya.

Wassup Hyung!” Ucap Kai sambil menampakan sebuah cengiran di wajahnya itu. Sedangkan aku hanya menatapnya dengan tatapan dingin. “Arasseo, arasseo,” Sambungnya. Ck, anak ini.

“Xiumin hyung, Kris Hyung, bisakah kita berbica bertiga di kamar?” Tanya Suho.

-Kris POV END-

-Sujeong POV-

“Kwon Sujeong! Keluar dari kelas!”

Teriakan dosen itu membuatku tersadar dari lamunanku. Baru saja mencerna apa perkataannya, aku melihat ke sekeliling kelas. Astaga, aku diperhatikan oleh semua orang. Aku pun keluar kelas dan menuju ke kantin. Apa yang akan aku lakukan selama dua jam terakhir ini?

***

“…..Namaku SuJeong. Kwon SuJeong”

Akh! Kenapa itu datang lagi ke pikiranku?! Bahkan setelah itu kami bertukar nomor hp. Ck, seorang lelaki menembakku kemarin malam tapi tidak ada menghubungiku sama sekali sampai siang ini. Apa dia sibuk? Tapi setidaknya dia menghubungiku kan?!

Kring Kring.

Ada yang menelponku. Beruntung saja aku di keluarkan dari kelas. Aku melihat siapa yang memanggilku.

Kris Calling.

Aku hanya membuang nafas ku kesal lalu mengangkat panggilannya.

Yeoboseyo?” Tanyaku sebelum dia memulai percakapannya.

“Ah, Sujeong” jawabnya di seberang sana.

“Ada apa Kris?”

“Jam berapa kau akan tidur?”

“Karena aku akan mengerjakan skripsi sampai jam 12 pagi mungkin. Kemungkinan aku akan tidur jam 2 pagi. Why?

“Tunggu aku jam 1  malam aku akan menjemputmu” ucapnya di seberang sana sambil mengakhiri percakapan di antara aku dan dia. Aku hanya mendengus dengan kesal atas perlakuannya.

“Pacar macam apa dia?!” Teriak ku dalam hati.

-Sujeong POV END-

-Kris POV-

“Ada apa ini Suho? Hingga kau ingin berbicara denganku dan juga dengan Xiumin Hyung” tanyaku langsung ketika Suho sudah menutup pintu kamarnya. Suho hanya membuang nafas nya.

“Kris, bolehkah aku bertanya? Apa yang terjadi pada dirimu beberapa hari ini?” Xiumin Hyung bertanya kepadaku sambil menatap mataku yang aku tidak tau apa maksud arti dari tatapannya itu.

“Aku tidak apa-apa” jawabku masih melihat kepada mereka berdua. Begitupula dengan mereka yang masih menatapku.

“Kami berdua mengetahui jika kau sedang menyembunyikan sesuatu Kris” ucap Xiumin Hyung. Sementara Suho hanya diam sambil melihat kami berdua.

“Tidak ada yang kusembunyikan” ucapku. “Ada yang kusembunyikan” sambungku dalam hati.

“Behentilah bodoh atau tidak tahu, Kris!” Teriak Xiumin Hyung marah kepadaku.

“Xiumin Hyung, jangan marah terlebih dahulu” ucap Suho sambil menenangkan Xiumin.

Brak!

“Seperti yang sudah ku kira, pintunya tidak terkunci” ucap seseorang yang membuka pintu kamar, Kai. “Ada apa dengan Xiumin Hyung hingga dia marah?” Teriak Baekhyun langsung memasuki kamar bersama dengan yang lain melewati Kai.

“Mengapa kalian mendengar pembicaraan kami?” Tanya Suho kepada mereka bersembilan. “Kami semua mendengar Xiumin Hyung berteriak” jawab Chen. “Lalu apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya D.O sambil menatap kami bertiga begitu pula dengan yang lainnya.

“Kris sedang memiliki rahasia dan sayangnya dia tidak ingin membaginya kepada kami berdua” ucap Suho sambil melihat ke arah Kris dengan tatapan khawatir.

“Kris Hyung, kita sudah hampir tiga tahun bersama-sama. Ceritakanlah dengan kami semua” ucap Lay kepadaku. Perkataan Lay itu membuatku bingung. Bagaimana aku membicarakan semuanya kepada mereka? Tak sengaja bola mataku menuju ke arah Luhan Hyung. Sepertinya dia juga ingin aku menceritakan semuanya kepada mereka. Aku membuang nafasku kasar.

“Aku memiliki seorang kekasih” ucap ku kepada mereka semua.

MWO?!” Teriak mereka semua kecuali Luhan Hyung. Pada akhirnya, mereka membanjiri aku dengan beberapa pertanyaan.

“Apakah cantik, Hyung?” Ucap Kai sambil mendapatkan hadiah jitakan dari Tao.

“Kai mengapa kau bertanya seperti itu? Apakah kau ingin berpacaran dengannya?” Tanya Tao ke arahnya.

“Tao benar, Kai. Gadis itu hanya untuk Kris Hyung. Karena dia berhasil melelehkan sikap dinginnya” Sahut Chanyeol yang berhasil membuat mereka semua  tertawa.

“Maafkan aku Kris, karena aku marah padamu” ucap Xiumin Hyung sambil tersenyum ke arah ku.

Gwenchana, Hyung” jawabku kepadanya. Lalu aku mengalihkan tatapanku kepada Luhan Hyung dan menemukan wajahnya yang kecewa. Aku tahu bukan tentang itu yang dia inginkan untuk di beritahu pada mereka semua.

“Tapi, Hyung….” ucap Chen kepadaku. “Apa?” Tanyaku.

“Siapa namanya?” Tanyanya yang langsung membuat mereka semua menatap ku bahkan Luhan Hyung kepadaku, mereka menatapku dengan tatapan penasaran begitupula dengan Luhan Hyung. Karena dia masih belum mengetahui siapa namanya.

“Sujeong. Kwon Sujeong.”

***

Aku di depan gedung Apartemen mu. Mobil ku berwarna putih, plat 1xxxx2 –send.

Beberapa menit kemudian, aku melihat Sujeong keluar dari gedung Apartemennya dan menuju ke arah mobil ku. Ketika Sujeong sudah memasuki mobil, aku pun segera menjalankan mobil ku di tengah malam ini. Sujeong menoleh ke arah Kris.

“Ada apa Kris? Dan mengapa ada anak kecil di sampingmu?” Ucap seseorang yang mengejutkanku karena aku sedang bermain dengan Kaiya di jam 1 pagi ini (Kaiya kendinginan ntar Kris -,-). Dan ternyata seseorang itu adalah Sujeong. Apakah kalian ingin tahu cerita sebelumnya? Singkat cerita, semenjak aku mengatakan jika aku memiliki pacar kepada member lainnya, mereka memberikan pertanyaan-pertanyaan yang tidak ku jawab dan hanya mengabaikan mereka. Seperti ‘Apakah kalian sudah lama saling mengenal? Apa Hobinya? Apakah sifanya sama denganmu, Hyung? Aku bahkan belum memiliki kekasih, Kris.’ Dan tentu saja, aku tidak menjawabnya, karena aku baru saja mengenalnya dua hari yang lalu. Dan sekarang hari ini, aku ingin mengetahui hal-hal tentang dirinya.

“Siapa anak itu Kris?” Tanya Sujeong setelah menyadarkan ku dari lamunanku tadi. Soal Kaiya, aku juga ingin mengatakan yang sebenarnya kepada Sujeong. Karena, kemungkinan ada kesalahpahaman nantinya. “Dia anakku—” sebelum aku selesai berbicara, Sujeong langsung memotongnya. “Anak?Maksud anda?” Jawabnya. Ya ampun, apakah dia memang harus mengubah kata-kata nya ke kata formal setelah mendengar ucapan ku tentang ‘anak’?

“Apakah kau sudah menikah di usia muda? Atau kau menghamili seorang gadis waktu dulu? Oh my god……” Lanjutnya di tengah aku yang sedang terkejut mendengar ucapannya yang formal itu.

Mwo? Aku langsung saja membulatkan mataku atas kata-kata yang baru saja keluar dari mulutnya. Astaga, gadis ini bisa berpikiran seperti itu. Apalagi pas Kaiya mengucapkan, “Aku memang anaknya” dengan senyuman yang ingin mengerjai Sujeong. Kaiya, apa kau mau aku tinggal di sini sampai pagi?

MWO?! Kris?!”

“Dengarkan aku dulu, Sujeong. Dia bukan anak kandungku. Aku belum pernah menikah. Dan aku tidak pernah menghamili anak orang. Aku mengadopsinya saat aku di Canada tahun lalu” jelasku kepadanya yang langsung saja membuatnya agak terkejut sebentar lalu langsung tersenyum.

“Lalu, mengapa kau tidak mengatakannya dari tadi dan hanya melamun? Aku jadinya berpikiran seperti itu” ucap SuJeong dengan kesal dan langsung menghampiri Kaiya. “Kau juga yang langsung memotong ucapanku dan mengubah kata-katamu menjadi formal” ucap ku kepadanya yang membuat nya tertawa. “Ngomong-ngomong, ada apa kau menyuruhku ke sini?” ucapnya kepadaku setelah dia sudah selesai tertawa. “Oh, aku hanya ingin memperkenalkanmu pada Kaiya” ucapku sambil tersenyum kepadanya. “Kaiya, kau sangat lucu” Teriaknya sambil memegang kedua pipi Kaiya sampai-sampai membuat Kaiya mulai memasangkan wajah datarnya.

Kami bermain tengah malam di sungai han ini sampai lupa dengan waktu sekarang.

“Lebih baik kita pulang, ini sudah mau jam 2. Kalian berdua akan sakit, lagipula aku akan ada latihan  jam 8 pagi nanti” ucapku kepada mereka berdua. Langsung saja, mereka menurut dan berjalan bersama denganku menuju mobil.

-Kris POV END-

-Sujeong POV-

“Lebih baik kita pulang, ini sudah mau jam 2. Kalian berdua akan sakit, lagipula aku akan ada latihan  jam 8 pagi nanti” Ucapan Kris kepada kami berdua. Langsung saja, kami berdua menurut dan berjalan bersama dengannya menuju mobil.

***

“Selamat malam, mimpi yang indah” ucap Kris ketika kami tiba di depan gedung Apartement ku. Aku hanya mengangguk dan tersenyum, “Kau juga” ucapku kemudian.

“Kaiya, kau juga selamat malam… jangan nakal ya. Kita main lagi, nanti” ucapku kepada Kaiya yang tengah sedikit mengantuk. “Kris, cepatlah pulang. Kaiya sudah ingin tidur” ucapku yang langsung keluar dari mobilnya. Kris pun membuka kaca mobilnya. “Sampai ketemu” ucapnya sambil tersenyum, aku hanya mengangguk. Akhirnya, Kris menjalankan mobilnya dan aku pun masuk ke dalam gedung Apartement ku.

-TBC­-

Tolong tinggalkan jejak berupa komentar^^

Bertemu lagi tangal 10 juni/11 juni 2016 yaaa~^^

 

 

6 responses to “[Chapter 4] My Father Was An Idol

  1. first comment kah , uduhh aq kecewa ama kris knapa malah ngomong soal pacar bukan kaiya . kan lucu kali yaa kalo yg lain ktemu ama kaiya pasti rame bgt .
    its okay next chap fighting ^^

  2. kenapa malah sujeong yg kenapa bkn kaiya aja ? kn pasti lucu tuh pas member yg lain pada kaget trus mata’ya melotot kek mau keluar gitu hehehrhe

    next ya di tunggu, jan lama lama

  3. baru baca sih.. tapi langsung baper pas lagi di drom exo masih 12😥 sedih.. inget OT 12 T-T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s