My Perfect Girl (Prolog) – by Choi Yura

mpg baru 1

Author: Choi Yura │ Cast: Oh Sehun, Park Jang Mi (OC) │Other Cast: Park Chanyeol, Oh Semi (OC), Kim Jong In, EXO K │Genre: Romance, Drama │Rated: PG-17

***

Sesekali Sehun melirik arlojinya dan semakin mempercepat langkahnya ketika waktu telah menunjuk pukul dua belas siang. Hari ini adalah tanggal merah bagi siswa menengah atas seperti dirinya, tetapi tidak untuk ayahnya yang hanya seorang supir di rumah keluarga kaya. Hari minggu adalah satu-satunya hari libur yang majikannya berikan kepada ayahnya, tetapi hari itu malah digunakan ayahnya untuk menjadi buruh angkut barang di pasar. Sehun khawatir dengan kesehatan ayahnya yang sering bekerja tanpa mengenal lelah.

Menjadi supir seorang presedir telah dilakoni ayahnya ketika pria berusia 40-an itu diPHK dari perusahaan swasta. Lalu, ibunya yang sakit-sakitan meninggal satu tahun kemudian. Sekarang sudah lima tahun berselang setelah kejadian-kejadian yang tak mengenakan itu terjadi.

Setibanya Sehun di dekat rumah mewah yang bertembok tinggi seperti istana itu, tanpa sengaja dari kejauhan dia melihat ayahnya sedang berbincang dengan seorang pria bersetelan jas mahal. Sehun tahu pria yang seusia dengan ayahnya itu, dia adalah majikan ayahnya. Namun beberapa detik kemudian, Sehun terkejut saat pria itu mendaratkan dua tamparan di wajah ayahnya hanya karena kesalahan kecil yang tidak disengaja. Hal itu tentu menyulut emosi Sehun yang hanya bisa dia pendam dalam-dalam di sudut hatinya. Walau kekerasan itu sudah sering dilakukan majikan ayahnya, tetapi ayahnya tidak pernah sekalipun ingin melawan atau berhenti dari pekerjaan itu.

Kedua tangan Sehun mengepal di sisi tubuhnya sambil mencoba menahan amarahnya. Sementara itu, ada seorang gadis kecil yang  baru saja keluar dari dalam pagar rumah. Gadis berkuncir dua itu mendekati pria kaya itu dan menarik-narik tangannya dengan manja. Di balik sifat dingin dan kejamnya, pria kaya itu ternyata juga bisa tersenyum pada gadis kecil itu yang tak lain adalah putri tunggalnya yang masih berusia sepuluh tahun, kemudian menggendongnya memasuki pagar rumah dengan ditemani dua orang pengawalnya dan meninggalkan ayah Sehun sendiri di luar.

Dengan emosi yang terpendam, Sehun mendekati ayahnya. Begitu sampai, dia bertanya, “Ini jam makan siang Ayah, kan?” .

Ayahnya sedikit tersentak ketika mendengar suara anak lelakinya. Pria 40-an itu langsung menoleh dan memasang ekspresi wajah tidak menyangka.

“Sejak kapan kau di sini, Nak?” tanya ayahnya sambil tersenyum, seolah mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.

Sehun membalas senyumnya seolah-olah tidak melihat kejadian tadi, “Baru saja. Karena ini jam makan siang Ayah, aku membawakan makan siang. Ada sup rumput laut kesukaan Ayah. Yang membuat ini aku dan Semi,” ucap Sehun dengan menunjukkan rantang kecil yang dibawanya.

“Apa Semi berada di rumah Bibi Ahn lagi?”

Sehun mengangguk, “Katanya dia lebih suka di sana. Jadi dia tidak mau ikut denganku.”

Sebetulnya alasan Semi tidak ingin ikut dengannya ke sini karena tidak ingin melihat ayahnya dipukul seperti tadi. Sebelumnya, adik perempuannya itu juga pernah melihat kekerasan yang dialami ayahnya itu di rumah majikannya. Selama di rumah pun, Sehun dan Semi tidak ingin mengungkit masalah ini kepada ayahnya―mereka berpura-pura seolah tidak mengetahui apa-apa―karena takut membuat ayahnya cemas. Mencari pekerjaan untuk sekarang sangat sulit ditambah lagi ayahnya hanya lulusan dari universitas swasta di pinggiran kota.

“Kalau begitu, ayo kita makan siang bersama di taman kota dekat sini,” ajak ayahnya sambil merangkul bahu Sehun.

Keduanya berjalan kaki menuju taman kota karena waktu yang dibutuhkan hanya lima menit untuk sampai di sana. Selama perjalan, kesunyian seolah menyelimuti.

Sehun berinisiatif memecahkan keheningan di antara mereka dengan berucap, “Nanti malam adalah hari ulang tahunku yang ke delapan belas tahun. Seperti biasanya, ketika aku, Semi, Ayah dan Ibu berulang tahun, kita selalu merayakannya dengan membeli kue beras. Nanti malam bawalah kue beras, kita makan bersama. Aku dan Semi akan membuat makan malam untuk kita.”

Ayahnya memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dan menoleh ke arah Sehun, “Ayah ingat. Sama seperti saat itu, Ayah akan pulang ke rumah jam tujuh malam dengan membawakan kue beras pedas untuk kalian,” balas pria itu sambil tersenyum, mencoba meyakinkan anak lelaki satu-satunya itu.

“Ya, aku tahu Ayah tak pernah lupa,” Sesungging senyum terlihat di wajah Sehun.

“Oh ya, Nona muda memberikan aku beberapa barang untuk diberikan kepada Semi. Melihat ini pasti Semi akan senang.”

Sehun dapat melihat wajah ayahnya yang berseri-seri ketika membicarakan pemberian dari anak kaya itu. Ayahnya selalu memuji anak perempuan itu seolah-olah dia adalah malaikat kecil tak bersayap. Sesungguhnya, Sehun benci setiap kali ayahnya membicarakan anak itu kepada dirinya maupun Semi. Mungkin Semi akan senang mendapat pemberian dari gadis kaya yang seusia dengannya itu atau senang mendengar semua hal tentang anak perempuan itu, tetapi tidak dengan Sehun. Baginya, anak perempuan itu tidak lebih seperti ayahnya yang kasar kepada para pekerja.

Belum sempat ayahnya melanjutkan perkataannya lagi, Sehun sudah terlebih dulu memotongnya, “Tidak usah menceritakan tentang anak perempuan itu padaku, Ayah.” Sehun menghela napas kasar tidak suka dengan arah pembicaraan ayahnya.

Sejenak, ayahnya tertegun dengan respon Sehun barusan dan berkata, “Kau selalu bersikap seperti ini saat aku membicarakan tentang Nona muda padahal kau tidak akan protes ketika aku membicarakan ini di depan Semi.”

“Semi dan aku berbeda. Dia masih kecil, jadi mudah ditipu daya.”

“Hei, Nak. Nona muda adalah orang yang baik. Dia ramah kepada orang yang lebih tua dan tentunya sopan. Terlebih lagi dia benar-benar senang mendengar tentang Semi dariku atau ketika aku menyampaikan rasa terimakasih Semi kepadanya,” jelas ayahnya.

“Tapi aku sama sekali tidak peduli.”

Pernyataan itu sudah lebih dari cukup untuk mejelaskan bahwa dia tidak suka dengan apapun yang berhubungan dengan keluarga kaya itu. Dan tanpa menghiraukan ayahnya, Sehun pun mempercepat langkahnya, mendahului ayahnya yang kini hanya berjalan di belakangnya tanpa berkomentar apapun.

***

Semi sedang mengaduk masakan yang berada di atas kompor. Sementara Sehun sedang memotong bawang di atas telenan. Mereka sedang menyiapkan makan malam spesial dengan harga terjangkau untuk merayakan ulang tahun Sehun. Acara ini sering mereka lakukan setiap kali ada dari mereka yang berulang tahun.

Jam di dinding menunjuk pukul lima sore dan masakan yang dibuat belum juga selesai dengan sempurna.

Selagi mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing di dapur kecil milik mereka, deringan telepon yang bergema sedikit mengganggu konsentrasi Sehun dan Semi.

“Biar aku saja yang mengangkatnya, Oppa,” ucap Semi sambil melangkah, membuat Sehun melanjutkan pekerjaannya lagi.

Semi berjalan menghampiri telepon rumah dan mengangkatnya, “Halo?” dengan nada cerianya.

Mendengar jawaban dari lawan bicaranya di telepon, senyum Semi memudar. Tiba-tiba saja dia terpaku dan membisu. Air mata sudah mengumpul di sudut matanya. Semenit kemudian, tangisannya pecah dan gagang telepon itu terjatuh dari tangannya.

Air mata mulai bergelinang di wajahnya, jatuh dan berserakan di lantai. Sehun yang mendengar tangisan Semi segera mendekat dengan rasa khawatir sambil bertanya, “Ada apa, Semi?”

Tubuh Semi bergemetar dan dia pun memeluk Sehun erat-erat, membuat Sehun terkejut dan bertambah khawatir.

“Ayah, Oppa,” gumam Semi di balik isak tangisnya.

“Ayah kenapa?” tanya Sehun tak sabaran dengan jantung berdebar-debar.

Pelukan Semi semakin erat dan mencoba meredam tangisannya agar dapat berucap, “Ayah… ayah kecelakaan.” Dan saat itu Semi tidak dapat lagi mengontrol jeritannya.

Seketika itu pikiran Sehun menjadi kacau dan dia pun juga ikut menangis dengan mencoba meredam isakannya. Dia berpikir, apa takdir sedang mempermainkan keluarganya? Apa tidak ada sekalipun takdir baik untuk keluarganya? Sudah terlalu banyak cobaan yang mereka hadapi dan hari ini seperti akhir dari segalanya.

.

.

.

―TBC―

Halo guys, long time no see. untuk yang nanya Husband or Enemy kenapa udah gak ada, itu karena sudah saya hapus. Saya coba mau ngepost ulang karena ternyata masih banyak readers yang udah ngikuti dari awal post tapi belum sempat lanjut baca karena ada kesibukan. Tapi ternyata file HOE semuanya ilang karena kemarin segala jenis file sempat berserakan di laptop saya. Saya punya sifat jelek yaitu gak sabaran, akhirnya banyak file yang penting ikut terapus😄

Saya pikir mungkin filenya masih ada di wordpress saya, ternyata juga sudah terhapus permanen. Sifat ceroboh saya emang gak ilang-ilang hahaha. Maaf karena gak bisa mengepost ulang HOE

Untuk yang nanyak My Perfect Girl. Ini saya lanjutkan dengan cerita yang beda. Cerita yang lalu terbilang garing jadi saya coba buat genre drama. Untuk FF Vampire Planet kayaknya gak saya lanjuti karena tiba-tiba aja udah gak ada mood buat lanjutin. Konsep cerita udah gak menarik buat dilanjuti, yang ada takutnya nanti malah gak nyambung atau garing.

Dan berdoa aja semoga saya bisa melanjutkan  cerita ini dan menyelesaikannya di hari libur saya. Oh, ya kemarin-kemarin saya mutusin hiatus panjang karena kesibukan real life. Karena ini hari libur panjang buat saya, mari kita sama-sama berimajinasi tentang uri Sehun. Park Chanyeol di sini bakal jadi pamannya Jang Mi. Visual Jang Mi itu artis cilik yang semakin terkenal sekaligus sudah dapat peran-peran utama yaitu Kim Sae Ron. Abis dia cantik jadi cocok buat merani Park Jang Mi😄

Dan sebisa mungkin saya akan membalas komen kalian. Terimakasi🙂

See you next time🙂

92 responses to “My Perfect Girl (Prolog) – by Choi Yura

  1. Prolog yang lumayan menarik. Tapi sumpah kasihan melihat kehidupan Sehun, di hari ulang tahunnya ayahnya malah kecelakaan. Dan penasaran bagaimana hubungan Sehun dan Jang Mi di cerita ini. Intinya semangat menulis ka!!!

  2. Ahelah hun la’u menderita amat dimari. Tapi kayanya bakalan keren banget ini ff . perbedaan usia pemeran utamanya 8tahun nih wah pasti seru apalagi visual cewenya kim saeron. Aktris favorite gua haaha…. Lanjut baca ya authornim ^^

  3. Baca chap 1 dulu baru prolog, jadi lumayan ngerti. Jangan2 Sehun mau bales dendam lagi? Atau, mungkin yang lain? Ah jadi kepo, ditunggu lanjutannya eon.

  4. Prolog nya menarik dan bikin penasaran.
    Btw cerita nya beda, biasa nya kan sehun dapet peran yg jadi orang kaya atau penguasa gitulah, tapi di cerita ini dia hidup kekurangan.

  5. sehun-nya beda di ff ini, nggak kaya di ff lain, Sehun dibuat jadi orang yang kaya plus plus gitoo.. anti-mainstream nih cerita suka suka! >< izin baca ff selanjutnya authornim

  6. Kasian hidupnya Sehun disini..
    Udah liat ayahnya dipukul, terus pengen rayain ulang tahun ayahnya malah kecelakaan..
    Dari prolognya udah seru nih.. aku pengen lanjut baca lanjutannya..

  7. naas banget sehun disini, udah jatuh ketimpa tangga pula. di next series apa sehun mungkin jadi dendam sama keluarga kaya itu ya?, aishh penasaran next captny ditunggu😀

  8. Tumben sehun jadi anak org biasa. Biasanya selalu jadi chaebol. Abis baca note ada perasaan takut lo ffaini nantinya jg stop d tengah jalan. Mg aja authornya g kena writer block dan bisa menjaga alur cerita ff ini…

  9. Aduh sehun jadi orang nggak punya ? Ahh jadi penasaran aku itu! Ayo kakak semangat lanjutinnya

  10. Kok kasian sama hidup sehun disini ya ?
    Biasanya dia jadi anak dari keluarga kaya raya yg hartanya gak abissampek 20 turunan, ehehe😀

  11. Pertama kalinya baca FF dimana Sehun nya kasianㅜ.ㅜ biasanya Sehun anak oramg kaya, populer & punya mobil sport :v

  12. anyyeong author aku reader baru, salam kenal ya🙂
    dari sekian banyak ff yang pernah aku baca baru nemu yang cast nya sehun tapi jd org yg kurang mampu. jd penasaran sama kelanjutan hidup sehun sama ade nya pas kehilangan kakeknya.
    semangat lanjutinx ya…

  13. annyeong author aku reader baru salam kenal ya…
    dr sekian banyak ff yg aku baca baru ini nemu castnya sehun tp jd org kurang mampu, jd bikin pensaran gimana nanti hidupx sehun sama ade nya pas kehilangan kakeknya.
    semangat lanjutinya…

  14. apa ini…. sehun jd anak kurang mampu, gimana nanti hidupnya sehun sama adeknya, knp juga kakeknya bs kecelakaan pas dihari ultahnya sehun, bener2 hadiah yg buruk bagi sehun T-T. banyak bertebaran pertanyaan2 diotak aku.
    hai author aku reader baru😀 salam kenal ya…semangat lanjutinx ..

  15. haiiii eoni aku reader baru numpang baca ffnya yh, wahh aku baru nemu ff yang cast nya sehun jadi orang ga punya hehe kasian banget sehun sama semi nya yang sabar yah :):) pasti sehun benci banget sama keluarga majikan ayahnya….

  16. Pingback: My Perfect Girl (Chapter 2) by Choi Yura | SAY KOREAN FANFICTION·

  17. Wah kasian sama sehun mrk harus hdp spert it. Apalagi mngingat klakuan majikan ayahx yg sllu mmukul ayah sehun dan trakhir kclakaan.. g kebayang hancurx sehun

  18. Ee aku baru baca :v
    Yakk apa apaann! Suami gua kesiann yaallah:””) sehunq
    Tidak bisa dibiarkann🔫🔫🔫

  19. Pingback: My Perfect Girl (Chapter 3) – by Choi Yura | SAY KOREAN FANFICTION·

  20. Nasib sehun beda bgt di ff ini,biasanya anak CEO skrng anak supir ayah ibunya uda meninggal lagi, *pukpuk
    Tp sifatnya sma sih dingin galak cuek gitu,btw si ceweknya yg umur 10 tahun itu kah, 😱😱😱

  21. hallo kk..aku ijin baca ff kk yg inii yaa, aku tertarik bgt sm ini ff.. soalnya disini sehun beda bgt sm ff” yg sering aku jumpai, biasanya dia tu jadi orang kaya kan.. ahihihi, oh iyaa aku baru pertama nih baca ff kk.. salam kenal yaaaa

  22. Annyeong kk. Aku readers baru. Ijin bc yaa kk.
    Whoaa my husband sehun jd miskin yaakk? wkwkwk
    gkpapa simiskin yg ganteng hihi. Itu kcelakaan ayah.a gegara klrga kaya itu ato eggk? Kalo iya, beehh tmbh bnci+dndam deh mybebeb sehun sma noh klrga. Hwaiting kk buat ngerjain nii prjoject. Moga bsa smpai end hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s